<< Go Back

 

MEMAHAMI TUGAS UMAT ALLAH DI AKHIR ZAMAN, ADAKAH HANYA ATAS KEBENARAN YANG TELAH TERSEDIA ATAU DIPERMUKAAN SAJA?

 

Sebagai pelajar Alkitab yang berada di akhir zaman marilah mencoba untuk memahami petunjuk-petunjuk tentang apa yang dikehendaki Tuhan dari para umat-umatNya, apakah kita diwajibkan memahami hanya kepada yang telah terlihat/tersurat saja atau dipermukaan ataukah harus hingga turun jauh ke dalam? Apakah yang dimaksud dengan dipermukaan? Dan apakah yang dimaksud dengan hingga turun jauh ke dalam? Berikut kutipan-kutipan dari Roh Nubuatan memberikan gambaran jawabannya kepada kita:

 

“Betapa banyak orang dalam zaman dunia sekarang ini yang lalai untuk turun jauh ke dalam. Mereka hanya meluncur pada permukaan. Mereka tidak mau berpikir dengan cermat untuk melihat berbagai kesulitan lalu bergumul dengannya, dan tidak mau memeriksa setiap masalah yang penting yang datang ke hadapan mereka dengan penyelidikan yang sepenuh hati dan penuh doa, dan dengan cukup perhatian dan berhati-hati untuk melihat hal yang sebenarnya pada persoalan itu. Mereka membiarkan hal-hal yang mereka tidak sepenuhnya dengan saksama menimbang.” ——– Testimonies, vol. 4, p. 361.

 

Alkitab, sebagaimana ia dibaca, akan menjadi penuntun kita. Tidak ada yang begitu diperhitungkan untuk memperluas pikiran dan memperkuat intelek seperti mempelajari Alkitab. Tidak ada pelajaran lain yang begitu mengangkat jiwa dari memberikan kekuatan kepada kemampuan seperti pelajaran akan sabda yang hidup itu. Pikiran ribuan orang pelayan-pelayan Injil dikerdilkan oleh karena mereka diizinkan tinggal dalam perkara-perkara biasa, dan tidak membiasakan diri mencari harta yang tersembunyi — Firman Allah. Pada waktu pikiran dibawa untuk mempelajari Firman Allah, maka pengertian akan diperluas dan kemampuan yang lebih tinggi akan diperkembangkan untuk mengerti kebenaran yang meninggikan dan memuliakan.

 

Adalah menurut sifat dari masalah dengan mana pikiran dibiasakan yang akan mengkerdilkan atau memperluas pikiran. Jika pikiran tidak diangkat untuk menjadikannya kuat dan usaha terus menerus untuk mengerti kebenaran oleh membandingkan kitab dengan kitab, maka sudah pasti pikiran itu akan mengkerut dan kehilangan sifat dan kekuatannya. Kita harus menaruh pikiran kita pada tugas menyelidiki kebenaran yang tidak terletak langsung di permukaan. — RH, 28 September 1897.

 

Hukum pikiranlah yang akan mempersempit atau memperluas matra (dimensi) hal-hal yang dengan mana ia terbiasa. Kemampuan mental pasti akan mengkerut dan akan kehilangan kemampuannya menangkap arti-arti yang dalam dari Firman Allah kecuali pikiran itu digunakan dengan sekuat tenaga dan terus menerus untuk menyelidiki kebenaran. Pikiran akan menjadi luas jika ia digunakan untuk menelusuri hubungan pokok Alkitab, membandingkan kita dengan kitab, dan perkara rohani dengan yang bersifat rohani. Pergilah ke bawah permukaan. Kekayaan pikiran yang paling berharga sedang menunggu murid yang cerdas dan rajin di sana. — RH, 17 Juli 1888 (MYP 262).

 

 
“Kita memerlukan roti hidup yang turun dari sorga memberikan hidup bagi jiwa. Selidikilah Firman Allah. Jangan dikendalikan oleh perasaan …… Menyelidiki adalah   s a m a dengan memakan daun-daunan dari pohon kehidupan.” ——- Evangelism, p. 138. 

 

Tidak aman bagi kita untuk membuka Kitab Suci dan membaca halaman-halamannya yang kudus hanya secara sambil lalu saja…. Kendalikanlah pikiran kepada tugas-tugas yang tinggi yang telah ditetapkan sebelum itu, dan pelajarilah dengan perhatian yang sungguh-sungguh, agar engkau boleh mengerti kebenaran Ilahi. Mereka yang melakukan ini akan terkejut menemukan apa yang dapat dicapai oleh pikiran. — UI, 29 Juni 1893 (HC 35).

 

Bilamana penampian itu tiba, dengan diperkenalkannya teori-teori palsu, para pembaca yang hanya sambil lalu saja dan tidak bertumpu pada sesuatu apapun adalah bagaikan pasir yang berpindah-pindah. Mereka menyelinap ke satu pendirian untuk menyesuaikan suasana perasaan mereka yang getir. — TM 112 (1897).

 

…. Pikiran secara berangsur-angsur menyesuaikan diri kepada pokok masalah untuk mana dibolehkan tinggal. Jika pikiran dipenuhi dengan perkara-perkara biasa saja, tidak termasuk tema agung dan tinggi, maka pikiran itu akan menjadi kerdil dan lemah. Jika tidak pernah bergumul dengan masalah-masalah sulit atau berusaha keras untuk mengerti kebenaran-kebenaran penting, maka sesudah beberapa lama akan kehilangan kemampuan untuk bertumbuh. — 5T 24 (1882).

 

Tiada hal-hal yang berharga bisa didapat tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Di dalam dunia perdagangan atau perusahaan lainpun hanyalah orang-orang yang mempunyai kemauan bekerja yang bisa berhasil. Tanpa usaha yang sungguh-sungguh kita tidak bisa berharap akan mendapat satu pengetahuan tentang perkara-perkara rohani. Orang yang mau mendapat permata kebenaran haruslah menggalinya seperti seorang pekerja tambang menggali batu yang indah-indah yang tersembunyi di dalam tanah.

 

 
Orang yang bekerja dengan setengah-setengah hati serta kurang peduli kelak tidak akan berhasil apa-apa. Baik orang muda maupun orang tua harus membaca perkataan Allah, bukannya hanya membacanya, melainkan harus dipelajarinya dengan rajin dan sungguh-sungguh hati, dalam doa, dengan percaya dan dengan penyelidikan. Sehingga mereka mendapat harta yang tersembunyi itu; karena Tuhan akan menyegarkan pikiran mereka. —– Pasal 83, Amanat kepada orang muda hal. 240.
 
O, selidikilah Alkitab itu dengan hati yang lapar terhadap makanan rohani! Galilah perkataan itu sebagai pekerja tambang menggali ke dalam tanah untuk mencahari lapisan-lapisan yang mengandung emas. Jangan berhenti menyelidiki sampai engkau sudah mengetahui perhubunganmu dengan Allah dan kehendakNya mengenai engkau. The Youth’s Instructor, 24 Juli 1902.
…. Saya menginginkan hal yang dipandang bernilai untuk ditampilkan, karena Tuhan sudah memberikan kepada saya banyak terang yang saya ingin supaya orang banyak dapatkan; karena Tuhan sudah memberikan kepada saya bagi umatNya. Ini adalah terang yang seharusnya mereka miliki, garis demi garis, petunjuk demi petunjuk, sedikit disini dan disana sedikit. Inilah yang sekarang akan muncul di hadapan orang banyak, karena itu sudah diberikan untuk memperbaiki kekeliruan yang dangkal dan menentukan apa kebenaran itu. Tuhan sudah menyatakan banyak hal yang mengarah kepada kebenaran tersebut, sehingga dikatakan, “inilah jalan itu, berjalanlah kamu di dalamnya.”Letter 127 1910. 
Kita kini hidup di akhir zaman, apabila kekeliruan yang sifatnya sangat menyesatkan sekalipun akan disambut dan dipercayai, sementara kebenaran dibuang. Tuhan akan menuntut tanggung jawab dari para pendeta maupun umat untuk terang yang telah bercahaya menyinari mereka. Ia berseru kepada kita untuk bekerja dengan rajin mengumpulkan mutiara-mutiara kebenaran lalu menempatkan semuanya itu dalam kerangka injil. —— Gospel Workers, p. 289.
“Terang baru akan senantiasa diungkapkan atas firman Allah kepada dia yang mempunyai hubungan yang hidup dengan Matahari Kebenaran. Janganlah seorangpun berkesimpulan bahwa tidak ada lagi terang yang akan diungkapkan. Pencari kebenaran yang rajin dan penuh doa akan menemukan sinar-sinar terang yang berharga yang masih akan memancar keluar dari Firman Allah. Masih banyak lagi mutiara-mutiara yang tercecer yang akan dikumpulkan untuk menjadi milik umat Allah yang sisa ……….Counsels to Writers and Editors, pp. 35, 36.
”Terang baru akan senantiasa diungkapkan atas firman Allah kepada dia yang memiliki hubungan yang hidup dengan Matahari kebenaran. …. Banyak mutiara yang masih tercecer yang akan dihimpun untuk menjadi milik umat Allah yang sisa.” —- Counsels on Sabbath School Work, p. 34.
“Kebenaran-kebenaran dari Alkitab itu adalah bagaikan mutiara-mutiara yang tersembunyi. Sekaliannya itu harus dicari, digali keluar oleh usaha yang cukup melelahkan. Mereka yang mengambil hanya suatu gambaran Firman yang dangkal, dengan pengetahuan mereka yang dangkal itu, yang disangkanya sangat dalam, akan berbicara tentang berbagai kontradiksi dari Alkitab, lalu mempertanyakan otoritas dari Firman itu. Tetapi mereka yang hatinya sesuai dengan kebenaran dan kewajiban akan menyelidiki Firman dengan suatu hati yang siap untuk menerima pemantapan kesan ilahi. —- Selected Messages, Book 1, p. 20.
Para pelajar kebenaran, yang duduk di kakiNya, akan menemukan permata-permata kebenaran yang berharga yang diucapkan oleh Juruselamat kita, dan akan melihat artinya dan menghargai nilainya. Lebih dan lebih lagi, bilamana mereka hidup rendah hati dan mudah diajar, maka pengertian mereka akan dibukakan untuk menemukan perkara-perkara yang ajaib pada hukumNya, karena Kristus sudah menyampaikan kepada mereka pengertian-pengertian yang jelas dan tajam.
 
Doktrin Kasih karunia dan keselamatan melalui Kristus adalah suatu misteri pada sejumlah besar orang yang namanya ada pada buku-buku gereja. Seandainya Kristus ada di bumi dan berbicara kepada UmatNya, maka Ia akan berkata kepada yang lamban dan tidak mengerti itu, “Saya sudah meninggalkan bagimu kebenaran-kebenaran yang meneguhkan keselamatanmu, tetapi kamu sendiri tidak mengerti nilainya”.Selected Messages vol. 3, p 187, 188.

 

“Pengalaman ini memberikan kepada setiap guru kebenaran kecakapan-kecakapan yang pantas yang akan membuatnya menjadi seorang wakil Kristus. Semangat dari ajaran Kristus akan memberikan suatu dorongan dan pengarahan bagi semua komunikasinya dan semua doanya. Kesaksiannya kepada Kristus tidak akan merupakan suatu kesaksian yang sempit dan mati. Pendeta tidak akan menghotbahkan berulang-ulang pidato-pidato yang sama yang itu-itu juga. Pikirannya akan terbuka terhadap penerangan Roh Suci yang tetap ada.

 

Bilamana kita makan daging Kristus dan minum darahNya, maka unsur hidup kekal itu akan ditemukan dalam pelayanan. Tidak akan ada simpanan makanan basi, yaitu pendapat-pendapat yang sering diulang-ulang. Hotbah yang memanjakan dan tidak menarik akan berakhir. Kebenaran-kebenaran yang lama akan dikemukakan, tetapi semua itu akan kelihatan dalam suatu terang baru. Akan ada suatu pengertian kebenaran yang baru, suatu kejelasan dan suatu kemampuan yang semua orang akan melihat. Barang siapa yang berkesempatan duduk di bawah suatu tugas pelayanan yang sedemikian ini, jika dapat dipengaruhi oleh pangaruh Roh Suci, mereka akan merasakan kuasa penggerak dari suatu hidup yang baru. Api dari kasih Allah akan dinyatakan di dalam diri mereka. Kemampuan-kemampuan penglihatannya akan dihidupkan untuk melihat keindahan dan kebesaran dari kebenaran. —- Buku Christ’s Object Lessons halaman 130 paragraf yang kedua.
 
“Para pendengar dari jenis tanah yang baik menerima firman itu bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan seolah-olah itulah kebenaran, yaitu firman Allah. Hanya orang yang menerima Injil sebagai suara Allah yang berbicara kepadanya, itulah pelajar yang benar. Ia gementar mendengar firman itu, karena baginya itulah kenyataan yang hidup. Ia membuka kemampuan berfikirnya dan hatinya untuk menerima firman itu. Pendengar-pendengar yang sedemikian ini adalah Kornelius dan teman-temannya, yang mengatakan kepada rasul Paulus, ‘Sebab itu sekarang kita berada di sini di hadapan Allah, untuk mendengarkan segala perkara yang diperintahkan kepadamu dari Allah.’ Suatu pengetahuan kebenaran tidak terlalu banyak bergantung kepada kemampuan kecerdasan melainkan kepada maksud yang murni, kesederhanaan dari iman yang sungguh-sungguh………….. Para pendengar dari jenis tanah yang baik setelah mendengarkan firman itu, Ialu memegangnya dengan tekun. Setan berikut semua kaki tangannya yang jahat tidak dapat menangkapnya untuk dibuang. Dengan hanya mendengar atau membaca firman adalah tidak cukup. Barangsiapa yang rindu untuk memperoleh manfaat dari Alkitab harus merenungkan kebenaran itu yang telah disampaikan kepadanya. OIeh perhatian yang sungguh-sungguh dan pikiran yang penuh doa ia harus mempelajari arti dari semua firman kebenaran itu, dan minum sebanyak-banyaknya dari pada roh dari ucapan-ucapan yang suci itu.” Christ’s Object Lessons hal. 59 paragraf yang kedua.
 
Catatan:
Dari kutipan-kutipan tersebut kita dapatkan pemahaman :
1. Orang di zaman sekarang ini yaitu di dalam periode akhir zaman ini mayoritas hanya beragama berdasarkan kepada pengetahuan akan kebenaran yang hanya dipermukaan saja, penjelasan Ellen G. White ini memberikan gambaran tentang apa yang dimaksudkan tentang kondisi sidang Laodekia sebagaimana diramalkan dalam buku Wahyu pasal 3.
2. Hanya memahami kebenaran yang hanya terletak langsung di permukaan maka pikiran akan mengkerut, kehilangan kekuatannya, menjadi kerdil dan lemah,  lebih lanjut kita dapatkan dari Ellen G. White bahwa hal tersebut disebabkan oleh karena keengganan untuk berpikir cermat, memeriksa, menyelidiki, membiarkan hal-hal yang mereka tidak sepenuhnya seksama menimbang, mempersempit pemahaman, sehingga kehilangan kemampuannya menangkap arti dalam firman Allah, lebih menggunakan perasaan dalam menilai sesuatu, hanya secara sambil lalu saja dan tidak bertumpu pada sesuatu apapun serta mengambil hanya suatu gambaran Firman yang dangkal, sehingga antara lain doktrin Kasih karunia dan keselamatan melalui Kristus adalah suatu misteri pada sejumlah besar orang yang namanya ada pada buku-buku gereja, membuat kesaksian Yesus menjadi sempit dan mati serta menghotbahkan sesuatu yang berulang-ulang. 
3. Pengetahuan kebenaran yang hanya dipermukaan tersebut dijelaskan bukanlah sesuatu kebenaran yang MEMUAT MASALAH PENTING, yang MEMUAT BERBAGAI KESULITAN, melainkan dikatakan sebagai perkara-perkara biasa, sedangkan terhadap hal YANG MEMUAT MASALAH PENTING, MEMUAT BERBAGAI KESULITAN, Ellen G. White memberitahukan kepada kita bahwa Tuhan menuntut umatNya melakukan usaha yang lebih yaitu “mencari harta yang tersembunyi”, usaha mengerti kebenaran oleh membanding-bandingkan kita dengan kitab, menggali seperti seorang pekerja tambang menggali batu yang indah-indah yang tersembunyi di dalam tanah, jangan berhenti menyelidiki, bukan hanya membacanya melainkan harus dipelajari dengan penyelidikan, usaha mengumpulkan mutiara-mutiara yang tercecer/tersembunyi, harus dicari, digali keluar oleh usaha yang cukup melelahkan dan tidak cukup hanya mendengar atau membaca firman, barangsiapa yang rindu untuk memperoleh manfaat dari Alkitab harus merenungkan kebenaran itu yang telah disampaikan kepadanya, serta untuk memperbaiki kekeliruan yang dangkal dan menentukan apa kebenaran itu, garis demi garis, petunjuk demi petunjuk, sedikit disini dan disana sedikit. Inilah yang sekarang akan muncul di hadapan orang banyak. Dengan demikian setelah melakukan segala tuntutan tersebut umatNya akan terkejut menemukan apa yang dapat dicapai oleh pikiran, maka pengertian mereka akan dibukakan untuk menemukan perkara-perkara yang ajaib pada hukumNya, karena Kristus sudah menyampaikan kepada mereka pengertian-pengertian yang jelas dan tajam, kemudian juga kebenaran-kebenaran yang lama akan dikemukakan, tetapi semua itu akan kelihatan dalam suatu terang baru, dan Kemampuan-kemampuan penglihatannya akan dihidupkan untuk melihat keindahan dan kebesaran dari kebenaran, serta terakhir adalah setelah kita memperoleh permata-permata kebenaran dari hasil penggalian yang tidak kenal lelah dan mengerti artinya, selanjutnya kita diminta untuk MENGHARGAI NILAINYA artinya Ellen G. White secara implisit telah meramalkan kepada kita bahwa ketika usaha penggalian dan merangkai permata-permata atau mutiara-mutiara yang kececer tersebut dalam satu rangkaian yang utuh, akan ada orang-orang yang MEREMEHKAN KEBENARAN YANG PENTING TERSEBUT. 
4. Dari kutipan-kutipan kata-kata Ellen G. White kita dapatkan bahwa ternyata terdapat dua kategori kebenaran yang disampaikan Tuhan kepada umatNya, yaitu yang dikategorikan sebagai DIPERMUKAAN dan yang harus JAUH TURUN KE DALAM. DIPERMUKAAN secara sederhana dapat kita pahami sebagai segala sesuatu yang telah disediakan atau sampaikan, dalam hal ini dari berbagai tulisan-tulisan Ellen G. White, sedangkan JAUH TURUN KE DALAM sebagai sesuatu yang berlawanan dengan DIPERMUKAAN yaitu tentunya tidak terlihat langsung dipermukaan atau belum disediakan, belum terungkap oleh Ellen G. White. JAUH TURUN KE DALAM dimaksudkan untuk mengangkat harta-harta atau kebenaran yang masih tersembunyi yang tidak terlihat dipermukaan, sehingga perlu digali keluar oleh usaha yang cukup melelahkan dan usaha keras, kebenaran-kebenaran tersebut bagaikan mutiara-mutiara atau permata-permata yang terpendam yang masih kececer dari berbagai pengungkapan kebenaran di dalam Alkitab maupun dari tulisan Ellen G. White.
Oleh karena sebagaimana dikatakan masih memerlukan usaha turun jauh ke bawah permukaan atau harus melakukan sesuatu usaha penggalian yang cukup melelahkan dan setelah diperoleh masih terdapat langkah berikutnya yaitu “mengumpulkan mutiara-mutiara kebenaran lalu menempatkan semuanya itu dalam kerangka injil”, dan karena dikatakan kesemuanya itu adalah MASALAH YANG PENTING, maka dengan demikian menunjukkan bahwa walaupun Ellen G. White telah banyak membukakan berbagai nubuatan atau rahasia-rahasia dari firman Tuhan, namun ternyata kepadanya belumlah keseluruhan kebenaran diberikan, khususnya bagi UMAT ALLAH YANG SISA masih terdapat MASALAH YANG PENTING yang belum tersentuh oleh Ellen G. White. 
5. MASALAH YANG PENTING tersebut sampai dengan Ellen G. White meninggal kepadanya belum dibukakan, berarti hal tersebut tidak menentukan keselamatan bagi orang-orang yang hidup diperiode Ellen G. White, namun berbeda dengan kita sekarang. Dikarenakan kita berada jauh lebih mendekati hari kelepasan dibandingkan ketika Ellen G. White ketika menulis kutipan-kutipan tersebut, maka dengan demikian jika seseorang hanya berpegang atau memiliki pengetahuan kebenaran hanya sejauh yang disampaikan oleh Ellen G. White, hal tersebut tidak lah cukup untuk membawanya dapat terpilih menjadi pasukan Tuhan bagi pekerjaan yang terakhir bagi sidang, umat Allah dalam periode terakhir ini harus menambahkan pengetahuannya dari hasil kompilasi mutiara-mutiara kececer yang masih harus dikumpulkan melalui suatu usaha kerja keras yang tidak mengenal lelah.
Demikianlah beberapa pemahaman yang kita dapatkan dari kutipan-kutipan Ellen G. White tersebut diatas tentang penugasan kepada umat-umatNya yang tidak cukup hanya memiliki kebenaran yang dikategorikan sebagai kebenaran DIPERMUKAAN.
Selanjutnya, atas masih adanya sesuatu permasalahan yang menggantung dari penjelasan Ellen G. White tersebut di atas, pertanyaan yang layak kita ajukan adalah pengetahuan kebenaran apakah MASALAH YANG PENTING tersebut yang merupakan mutiara-mutiara yang kececer yang hingga Ellen G. White meninggal masih belum diperolehnya, sehingga ia tidak dapat membuat masalah tersebut menjadi bagian dari kebenaran DIPERMUKAAN? Dari penelusuran kita antara lain kita dapatkan :
Tanda binatang itu persis seperti yang sudah dinyatakan. Tidak semua hal yang menyangkut masalah ini dipahami ataupun akan dipahami, sampai gulungan itu dibukakan. —— 6T 17 (1900).
Saya tidak memiliki terang tentang pelajaran (perihal siapa yang 144000 itu)….Tolong sampaikan kepada saudara-saudara saya bahwa saya tidak memiliki suatu apapun yang disampaikan kepada saya perihal keadaan yang mereka tulis, dan saya hanya bisa memberikan kepada mereka apa yang sudah disampaikan kepada saya. —— Surat oleh CC Crisler kepada E.E. Andross, 8 Desember 1914. (dalam simpanan dokumen White Estate, Nomor 164).
Bukanlah kehendakNya bahwa mereka harus mengalami pertentangan soal pertanyaan-pertanyaan yang tidak akan menolong mereka secara rohani, misalnya, siapa yang akan menentukan mereka yang berjumlah seratus empat puluh empat ribu itu? Untuk itu, mereka yang dipilih oleh Allah akan mengetahuinya dalam waktu yang singkat tanpa bertanya-tanya. —– 1SM 174 (1901).
Saya tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang waktu yang diucapkan oleh suara Allah. Saya mendengar jamnya diberitahukan, tetapi tidak ingat lagi akan jam tersebut setelah saya selesai mendapat khayal. Pemandangan-pemandangan yang sangat menggugah, khidmat dan menarik melintas di hadapan saya, tidak ada bahasa yang cukup untuk melukiskannya. Semua merupakan kenyataan hidup bagi saya, karena dekat dengan pemandangan ini muncul awan putih yang besar, di atas mana Anak Manusia. —— Letter 38, 1888.
“Dalam khayal saya melihat dua bala tentara berada dalam pertikaian yang hebat. Bala tentara yang satu dipimpin oleh panji-panji yang bertuliskan tanda pengenal dunia; bala tentara yang lainnya dipimpin oleh bendera yang ternoda darah dari Putera Mahkota Immanuel. Panji demi panji tertinggal menelusur di tanah sementara pasukan demi pasukan dari bala tentara Tuhan menggabungkan diri dengan musuh, dan suku demi suku dari berbagai barisan musuh menggabungkan diri dengan umat Allah pemelihara hukum. Seorang malaikat yang beterbangan di tengah langit meletakkan bendera Immanuel itu ke dalam banyak tangan, sementara seorang jenderal perkasa berseru dengan keras :  “M a s u k  B a r i s a  n  !  Hendaklah mereka yang setia pada perintah-perintah Allah dan kesaksian Kristus sekarang mengambil tempatnya. Keluarlah dari antara mereka itu, dan berpisahlah kamu, dan janganlah menjamah barang yang keji, maka Aku akan menyambut kamu, dan akan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan perempuan.” —– Testimonies, vol. 8, pp. 41, 42 (khayal Ellen G. White tahun 1903).
(111) Tetapi sangat banyak sekali anggota di dalam gereja kita yang mengetahui sedikit saja arti yang sesungguhnya daripada kebenaran bagi zaman ini. Saya mengajak mereka agar jangan meremehkan tanda-tanda zaman yang sedang digenapi, yang telah mengatakan dengan sangat jelas bahwa kiamat sudah dekat. Alangkah banyaknya orang yang tiada mengusahakan keselamatan jiwanya akan meratap dengan sedihnya: “Masa menuai sudah lalu, musim panas sudah berakhir, maka belum lagi kita selamat!”.
 
(113) Saya sangat terharu melihat pemandangan yang baru-baru ini melintas dari hadapan saya pada waktu malam. Kelihatannya ada suatu pergerakan yang besar – pekerjaan pembaharuan – melangkah maju di berbagai tempat. Anggota kita membentuk barisan, menyambut panggilan Allah. Saudara-saudaraku, Tuhan berkata-kata kepada kita. Tiadakah kita akan memperhatikan suaraNya? Tiadakah kita akan menyalakan lampu kita dan bertindak seperti orang yang menantikan kedatangan TuhanNya? Masa ini adalah satu masa yang memerlukan orang yang menyatakan terang, orang yang bekerja. —– Nasihat bagi sidang buku 4 Pasal 20 halaman 111, 113.
Saya telah berusaha untuk tidak segan-segan memberikan kepada umat kita segenap nasihat Allah, tetapi kadang-kadang menunda beberapa hal dengan alasan, “mereka tidak dapat menerimanya sekarang”. Bahkan kebenaran pun tidak dapat disajikan dengan sepenuhnya sebelum pikiran siap secara rohani untuk menerimanya. Banyak hal yang hendak saya katakan, tetapi orang-orang kepada siapa pekabaran-pekabaran itu kena dalam keadaan mereka yang tidak berserah sekarang tidak dapat menerimanya. —– Letter 55, 1894:
“Saya tidak bebas untuk menulis kepada saudara-saudara kita perihal pekerjaan masa depanmu … Saya tidak menerima petunjuk perihal tempat dimana kamu akan ada … Jika Tuhan memberikan kepada saya petunjuk yang pasti tentang kamu, saya akan memberikannya tetapi saya tidak bisa menerapkan pada diri saya suatu tanggung jawab yang Tuhan tidak berikan kepada saya”. —— Selected Messages vol. 3, p 50, 51.
Terhadap masih adanya pengetahuan kebenaran yang belum diungkapkan kepadanya yang dalam kutipan dikatakan sebagai kebenaran-kebenaran yang MASIH TERSEMBUNYI, Ellen G. White memberikan petunjuknya kepada kita mengenai bagaimana Tuhan akan bekerja membukakan berbagai kebenaran yang masih perlu diungkapkan pengertiannya yang merupakan bagian dari MASALAH YANG PENTING tersebut yaitu mutiara-mutiara yang kececer yang masih perlu dikumpulkan:
 
Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan kemuliaan diberikan kepada malaikat itu, maka sementara ia turun, bumi diterangi dengan kemuliaannya. Terang yang mengiringi malaikat ini menerobos dimana-mana, sementara ia berseru dengan sekuat-kuatnya, dengan suatu seruan keras: ‘babil yang besar itu sudah roboh, sudah roboh dan sudah menjadi tempat kediaman setan-setan, dan tempat bertahan setiap roh yang jahat dan sebuah kandang dari setiap burung yang najis yang dibenci. Pekabaran tentang kerobohan Babil itu sebagaimana yang disampaikan oleh malaikat yang kedua, akan diulangi, disertai tambahan sebutan tentang penyelewengan-penyelewengan yang telah memasuki gereja-gereja semenjak dari tahun 1844. Pekerjaan malaikat ini datang tepat pada waktunya untuk menggabungkan diri dalam pekerjaan besar yang terakhir dari pekabaran malaikat yang ketiga sementara ia itu berkembang menjadi suatu seruan keras. Maka umat Allah dengan demikian bersiap-siap untuk berdiri dalam jam pencobaan yang segera akan mereka hadapi. Aku tampak suatu terang besar berada atas mereka, maka mereka bersatu untuk memberitakan pekabaran malaikat yang ketiga itu dengan berani.
“Malaikat-malaikat diutus untuk membantu malaikat perkasa yang dari sorga itu, maka aku dengar suara-suara yang tampaknya bergema dimana-mana: Keluarlah daripadanya, hai kaum Ku…… Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan kepada pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya seperti halnya seruan tengah malam bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” —– Early Writings, pp 277 – 278.
…. Nabi Maleakhi menyatakan : ‘Bahwasannya Aku menugaskan kepada mu Eliyah nabi itu dahulu daripada datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu, maka ia akan membalikkan hati bapa-bapa kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya. ‘Di sini nabi itu menggambarkan sifat dari pekerjaan itu. Orang-orang yang akan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang kedua kali dilambangkan oleh Eliyah yang setia itu, sebagaimana halnya Yahya telah datang dengan Roh Eliyah mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang pertama.” —— Counsels on Diet and Foods, pp, 70, 71.
Melalui kehadiran seseorang malaikat lainnya yang sama dengan Ellen G. White, yaitu seorang nabi bertugas mengungkapkan berbagai nubuatan dari nabi-nabi Alkitab, yang dikatakan ia datang dengan roh dan kuasa Eliyah, maka masalah-masalah berbagai kesulitan dan MASALAH YANG PENTING yang masih tersembunyi belum dibukakan oleh Ellen G. White akan dibukakan kepada kita, sehingga melalui kehadirannya berbagai “Kebenaran-kebenaran yang lama akan dikemukakan, tetapi semua itu akan kelihatan dalam suatu terang baru”.  Kehadirannya sesuai petunjuk tersebut bukanlah menggantikan pekabaran Ellen G. White melainkan menggabungkan suaranya dengan pekabaran tiga malaikat, sehingga khususnya bagi UMAT YANG SISA mereka akan memiliki KEBENARAN-KEBENARAN DIPERMUKAAN + MASALAH YANG PENTING, dengan demikian maka pengertian mereka akan dibukakan untuk menemukan perkara-perkara yang ajaib pada hukumNya, karena Kristus sudah menyampaikan kepada mereka pengertian-pengertian yang jelas dan tajam.
Tampak dari kutipan di atas urut-urutan pekerjaan penyelesaian bagi pekerjaan terakhir yang Tuhan rencanakan terlihat bahwa tidak cukup jika kita hanya mau menerima kebenaran-kebenaran dari tulisan-tulisan Ellen G. White saja, pada kenyataannya Ellen G. White bukanlah seorang nabi yang terakhir disediakan bagi umatNya, terhadap umat yang sisa masih diperlukan kehadiran juru kabar lain lagi yang menggenapi contoh pengalaman seseorang yang hadir dahulu sebelum kedatangan Yesus yang pertama yang lalu, yaitu melalui pekabaran persiapan jalan yang ia bawakan yaitu baptisan, maka tidak ada seorangpun yang dapat menjadi umat Allah, karena baptisan adalah pintu masuk dari bukan umat menjadi umat, demikian pula bagi umat Allah ditahapan pekerjaan yang terakhir ini, penerimaan kita terhadap pekabaran mempersiapkan jalan yang disediakannya oleh Elia contoh saingan, akan memberikan jalan kepantasan untuk dibuat mampu tahan berdiri bagi umat Allah di sidang yang terakhir ini.
Dalam tahun 1929, kepada kita telah hadir seorang juru kabar lain setelah Ellen G. White yang datang ditugaskan untuk menggenapi nubuatan Maleakhi pasal 3 : 1 yang datang khusus melaksanakan tugas contoh saingan dari Yohanes Pembaptis dahulu, yaitu mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus yang tiba-tiba ke kaabahNya dengan mempersiapkan orang-orangNya supaya tahan berdiri pada saat Ia Malaikat Perjanjian itu menampakkan diri. Seorang Bulgaria bernama Victor T. Houteff dengan pekabaran Tongkat Gembala dan pokok pekabarannya adalah tentang 144.000 dan kerajaan Daud, ia menggabungkan dirinya dengan langkah-langkah reformasi dari perumpamaan Matius pasal 20.
Melalui buku-bukunya berbagai kebenaran-kebenaran yang masih tersembunyi yang kita telah membaca sebagai ketidak tahuan dan keyakinan Ellen G. White bahwa kesemuanya itu akan terbuka, telah dihadirkan kepada kita, antara lain tentang bagaimana dan siapa mereka 144000 itu dan bagaimana pendirian kerajaan Daud yang telah jauh hari diramalkan dalam patung besar Nubuatan Daniel pasal 2 yang dikatakan akan mengalahkan kerajaan-kerajaan di dunia dan akan berdiri tegak sampai selama-lamanya.
Dengan telah hadirnya tambahan pekabaran terhadap pekabaran malaikat yang ke tiga ini, maka gereja Advent telah menggenapi perumpamaan tentang 10 anak dara dan Ellen G. White mengingatkan kita :
 
Kita semua perlu menyelidiki lebih dalam daripada sebelumnya akan perumpamaan tentang sepuluh anak dara itu. Lima dari mereka itu bijaksana, tetapi lima lainnya adalah  b o d o h.  Mereka yang bijaksana membawa minyak di dalam botol-botol  mereka berikut pelita-pelitanya. Inilah minyak yang suci itu yang dilambangkan di  dalam  Z a k h a r i a   (Zakharia  4 : 11 – 14). Minyak  itu diterimakan  ke  dalam botol-botol yang  telah dipersiapkan bagi minyak itu. Itulah R o h  S u c i  di dalam hati yang bekerja oleh kasih lalu membersihkan jiwa.EGW. Bible Commentary, Vol. 7 A, p. 189.
Hanya dengan memiliki minyak tambahan saja lah kita dapat menyambut pengantin itu, karena hanya dengan memilki minyak tambahan tersebut selain minyak yang sebelumnya telah ada dalam pelita-pelita umat Allah sisa perjalanan dipenghujung dunia ini dapat diterangi.
Setelah kita sekarang telah memahami perlunya kita untuk melengkapi kerohanian kita dengan ajaran dan tulisan-tulisan dari seseorang yang menggenapi Maleakhi pasal 3 : 1, pertanyaan kembali muncul kepada kita, yaitu apakah Victor T. Houteff telah berhasil menggali, mengangkat kebenaran-kebenaran tersembunyi dan merangkai keseluruhan mutiara-mutiara yang kececer dan merangkaikannya menjadi satu himpunan kebenaran berbagai kesulitan dan kebenaran penting?
Jika para pembaca telah mengikuti berbagai tulisan-tulisan Victor T. Houteff dan kemudian memahami dengan membiarkan diri kita larut di dalam alur berpikir dari tulisan-tulisan tersebut, maka kita paham bahwa kehadirannya telah membuat bumi menjadi terang benderang (Wahyu 18 : 1) karena banyak nubuatan-nubuatan yang belum diungkapkan oleh Ellen G. White dibukakan ke hadapan kita dan sesuai dengan pemahaman dari nubuatan Zakharia 4 dikatakan semua kebenaran telah tertuang habis ke dalam mangkok keemasan, namun benarkah sepenuhnya berbagai kebenaran MASALAH YANG PENTING yang dikatakan Ellen G. White di atas telah dapat disajikan keseluruhan olehnya? Dan juga apakah setelah kehadiran Victor T. Houteff yang membuat bumi terang benderang menjadikan tugas menyelidiki yang diwajibkan kepada setiap umat-umatNya di akhir zaman ini menjadi tidak lagi perlu dilaksanakan?
Berikut ini kata petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Victor T. Houteff yang akan memberi gambaran jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut:
”Sampai kepada sesuatu waktu tertentu umat Allah tidak akan mengetahui hari dan jam itu, tetapi jika mereka terus menerus menerima makanan pada waktunya, maka sesuatu hari akan datang apabila hamba ini akan dibuat sadar akan jam itu, akan hari itu”.
“Ilustrasi ini bukan diberikan kepada kita saja, melainkan juga kepada semua umat Allah semenjak dari saat ia itu ditulis, maka kepada mereka telah diamarkan supaya bersedia pada segala waktu karena tidak seorang pun tahu akan hari dan jam kedatanganNya. Namun sebagaimana Kebenaran terus berkembang dan gulungan firman Allah terus terbuka, maka umat Allah pada akhirnya akan sadar mengenai hari dan jam itu. Bukankah dikatakan begitu? Justru itulah yang dikatakannya”. —— Buku Symbolic Code buku 2 jilid 11 No. 12 hal 18, 19 (8 Juni 1946).
Adakah sesuatu cara dengan mana kita dapat menentukan saat dari pembukaan meterai itu, dan permulaan pehukuman bagi orang-orang hidup ? Jika Allah begitu setia mengungkapkan kepada semua orang hidup permulaan pehukuman bagi orang-orang mati, maka tidak akan mungkin bahwa Ia akan tetap merahasiakan masa pehukuman bagi orang-orang hidup itu. Jika Ia tetap merahasiakannya, maka kita tidak akan memiliki kebenaran sekarang apapun dalam masa meterai yang terakhir; juga tidak akan ada keadilan dalam pengrahasiaan yang sedemikian ini, dan juga pehukuman yang sedemikian tidak mungkin sah secara hukum. Oleh sebab itu, sebuah ungkapan tentang pehukuman bagi orang-orang hidup adalah sangat penting sama seperti ungkapan injil itu sendiri. Karena pehukuman itu (penghapusan dosa-dosa) ialah tindakan yang termulia di dalam injil Kristus. Dengan demikian kita menyimpulkan, bahwa apabila meterai itu dibuka, dan pehukuman bagi orang-orang hidup dimulai, maka kita harus mengetahuinya. Hari grafirat itu dalam contohnya membuktikan sama, karena orang-orang Israel telah diberitahu dengan sebaik-baiknya akan peristiwa itu, mengenai kewajiban-kewajiban mereka, dan akibat-akibatnya. —– Tongkat Gembala, jilid II hal 341 (1932) (juga ditulis V. T. Houteff dalam hal 239).
“…… Hendaklah diingat, bahwa kita bukanlah yang pertama dan satu-satunya umat yang sudah akan merubah cara berpikir kita; kita bukanlah yang pertama dan satu-satunya umat yang menemukan, bahwa rencana-rencana Allah adalah bertentangan terhadap rencana-rencana kita. Musa juga menemukan, bahwa rencananya untuk melepaskan bani Israel dari perhambaan Mesir adalah bukan rencana Allah. Sama seperti rencana Allah bagi rute perjalanan yang akan ditempuh mereka dalam perjalanan mereka menuju ke tanah perjanjian adalah bukan rencana mereka. Rasul-rasul percaya dengan pasti, bahwa Kristus akan mendirikan kerajaanNya pada kedatanganNya yang pertama, namun mereka juga harus merubah kepercayaan mereka. Lagi pula, oleh karena orang-orang Ibrani yang dari budak-budak telah dijadikan Allah raja-raja, telah dijanjikan, bahwa kerajaan mereka akan berdiri kekal untuk selama-lamanya, mereka betul-betul terkejut sewaktu ia itu runtuh. Maka masih terdapat berbagai kejutan yang lain sepanjang sejarah sampai kepada hari ini.
Sementara ilham membukakan gulungan kertas, maka pasti tak dapat tiada diharapkan, bahwa ia itu akan mendapatkan kita secara mengejutkan bodoh dalam banyak perkara – alasan yang sebenarnya sehingga Ia membukakan. Oleh karena itu, jika kita gagal merubah pikiran kita bagi pikiran-pikiran Tuhan, maka harapan apakah tersedia bagi kita untuk kelak dapat diterangi serta pantas bagi kekekalan? Semua pikiran kita akan jatuh merata, dan nubuatan-nubuatan Tuhan akan berdiri ‘tinggi dan terangkat ke atas.’ Kewajiban kita ialah membuktikan Firman Allah itu benar dan bukan berpegang teguh kepada konsep-konsep pengertian kita sebelumnya dan yang salah itu sampai kelak Allah sendiri datang dan membuat kita malu. —- Amaran Sekarang buku 3 jilid 1 No. 13 hal 39, 40.
Murid-murid mengharapkan Yerusalem yang ada dalam sejarah mereka ini akan menjadi ibu kota dari kerajaan Allah yang besar. Namun bertentangan dengan harapan-harapan mereka. Yesus memberitahukan, bahwa Yerusalem akan menjadi suatu kerobohan batu dan sebuah kaabah yang hancur! Jadi, berulang kali kita dibawa untuk menyaksikan, bahwa kita sebagai mahluk-mahluk yang terbatas tidak pernah mengetahui akan rencana-rencana Allah. Sesungguhnya, kita perlu berdoa memohonkan Roh-Nya untuk memimpin kita terus menerus dan untuk menunjukkan kepada kita jalan yang benar pada setiap persimpangan sepanjang perjalanan kita menuju Akhirat. Marilah kita sekarang berdoa agar supaya pengetahuan akan semua kebenaran ini akan membuat kita menjadi seperti yang sepatutnya bagi kita. ——Amaran Sekarang buku 4 jilid 1 No. 20 Renungan doa.
Marilah kita kenangkan selalu, bahwa kita oleh diri kita sendiri tidak akan mengetahui apapun dari hal rencana-rencana Allah terkecuali sesuai dengan yang diceritakan oleh hamba-hamba pilihanNya yaitu nabi-nabi dan sesuai apa yang kita saksikan dari hari ke hari. Jika kita setiap hari berjalan bersama Allah, jika kita percayakan segala-galanya kepadaNya, maka segala tanggung jawab adalah padaNya. ——– Amaran Sekarang jilid 1 buku 2 no. 7 hal 28.
Dari kutipan tulisan tersebut kita dapat pahami bahwa masih terdapat bagian-bagian tersembunyi yang belum diketahui oleh Victor T. Houteff hingga pengakhiran tugasnya di tahun 1955, namun demikian dari kata-katanya kita dapat pahami bahwa syarat untuk pada akhirnya umatNya mengetahui hari dan jam atau dapat kita simpulkan sebagai WAKTU tersebut hanya akan diperoleh jika umatNya secara terus menerus menerima makanan pada waktunya, hal ini berarti gulungan kebenaran akan terus berkembang dibukakan oleh Tuhan bagi umatNya walaupun Victor T. Houteff telah meninggal, tentunya pengungkapan kebenaran yang masih terus menerus tersedia akan dilanjutkan oleh dinas kependetaan berikutnya setelah jabatan nabi-nabi.
Sebagaimana dikatakan dalam Tongkat Gembala pengetahuan mengenai WAKTU tersebut adalah sangat penting bahkan dikatakan jika kita tidak mengetahuinya kita tidak memiliki kebenaran apapun bagi zaman ini, berarti pengetahuan kebenaran lainnya menjadi sia-sia jika ketika gulungan kebenaran tentang WAKTU ini telah dibukakan kepada dinas kependetaan Ilahi penerus nabi-nabi umat-umatNya tetap tidak memahaminya bahkan menentangnya. Oleh karena itu dikatakan tugas dari umat-umatNya adalah terus menerus menerima makanan pada waktunya, sambil membuktikan Firman Allah yang telah disampaikan melalui juru kabarNya itu benar, serta terbuka memperhatikan penggenapan-penggenapannya dari apa yang kita saksikan  dari hari ke hari.
Diberitahukannya tentang WAKTU tersebut apabila umatnya terus menerima makanan pada waktunya bukan melalui nabiNya melainkan melalui penerus-penerus setelah nabi-nabi juga ditunjukkan oleh Victor T. Houteff karena keberadaan kita sekarang ini lebih mendekati persimpangan jalan dibandingkan Ellen G. White dan Victor T. Houteff  ketika menyampaikan firman Tuhan kepada umatNya, sebagaimana contohnya di masa lalu, umatNya mengetahui berbagai rencana-rencana Allah lebih lanjut setelah mendekati waktu, bukan jauh-jauh hari sebelumnya.
Kemudian terhadap masih adanya bagian-bagian kebenaran yang masih belum terbuka dan diketahuinya hingga ia meninggal, Victor T. Houteff memberikan petunjuknya :
“…… sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh), k a m i harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu, bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Yesaya 52 : 8).“Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK hal. 26, 27.
…… Selanjutnya, ada beberapa hal dalam kaitannya dengan aspek-aspek tertentu dari setiap pekabaran yang memerlukan penjelasan.  Tetapi penjelasan yang sedemikian ini tidak dapat lebih luas dari pada terang yang bercahaya pada waktu itu. Dan terang itu dapat datang hanya dari dalam pekabaran itu sendiri atau kembali, ia itu dapat keluar dari suatu pengertian yang terbatas yang biasa untuk saat “pada waktu itu” —- yaitu suatu pengertian yang dibagikan oleh juru-kabar itu sendiri.
Suatu hal yang sedemikian ini terdapat dengan Yahya Pembaptis telah diilhami untuk hanya menyatakan kedatangan Raja itu, namun Yahya telah ditantang dengan pertanyaan mengenai pendirian kerajaan itu. la telah menjawab sejalan dengan pengertian biasa yang ia miliki sama seperti pengertian yang dimiliki orang banyak itu dari hal kerajaan — bahwa apabila Raja itu datang la pasti akan mendirikan kerajaan-Nya lalu dengan demikian membebaskan umat-Nya dari belenggu Romawi……….
Semua cara dari Ilham adalah tetap sama di masa lalu, hari ini, maupun besok. Oleh sebab itu, maka pertanyaan-pertanyaan yang berkenan dengan kebenaran yang diungkapkan HARUS dijawab dalam cara yang sama di waktu ini seperti halnya di zaman Yahya. Dan dengan demikianlah sekarang seperti halnya di masa lalu orang-orang yang suka mengeritik, yang tidak mau percaya dan yang ragu-ragu akan menemukan banyak cantolan untuk menggantungkan keragu-raguan mereka. Tetapi sama halnya sekarang seperti di masa lalu orang-orang yang suka ragu-ragu itu akan terbawa dalam kepintarannya sendiri.
…………….
“Demikianlah setiap pengikut Kristus yang benar itu diilhami dalam bagiannya sendiri-sendiri – seorang untuk menginterpretasikan, yang lainnya untuk menyelidiki yang lain lagi untuk mengajar, dan yang lain lagi untuk melihat dan sekaliannya untuk bertindak dan untuk berkorban bagi kepentinganNya.” —– Tanya Jawab buku 1 pertanyaan No. 3.
 
Memeliharakan hukum sesuai dengan hurufnya ialah mendirikan sebuah tembok mengelilinginya seperti yang diperbuat oleh orang-orang Parisi yang sombong dahulu. Kami kutip 1 Yahya 3 : 15 yang berbunyi sebagai berikut: “Siapapun juga yang membenci saudaranya ialah pembunuh.” Oleh karena itu, walaupun kita tidak membunuh, tetapi membenci saudara kita, kita telah mematuhi hukum itu dengan tidak bersalah sesuai dengan hurufnya, tetapi bukan sesuai dengan Rohnya. Mematuhi hukum sesuai dengan Roh mempunyai pengertian yang lebih luas dari pada yang dapat ditangkap oleh pikiran tabiat yang berdosa. Jika saya harus mematuhi semua hukum, maka saya harus mematuhi seluruh Firman Allah dalam segala hal, sebab jika tidak, maka saya akan menghina Dia, dan saya akan menjadi seorang pelanggar hukum seperti seorang anak durhaka yang mempermalukan orangtuanya di bumi, dan menjadi bersalah melawan perintah ke lima di dalam hukum itu. —– Tongkat Gembala Jilid 2 hal 114, 115.
 
Dalam memulai hotbahnya tentang ”Peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung, keadaan situasi Palestina dan betapa dekatnya pemisahan itu” Victor T. Houteff memberikan pengantar dalam renungan doa berikut ini:
Halaman 89, 90 Buku Christ’s Object Lessons halaman 130 paragraf yang kedua:
 
“Pengalaman ini memberikan kepada setiap guru kebenaran kecakapan-kecakapan yang pantas yang akan membuatnya menjadi seorang wakil Kristus. Semangat dari ajaran Kristus akan memberikan suatu dorongan dan pengarahan bagi semua komunikasinya dan semua doanya. Kesaksiannya kepada Kristus tidak akan merupakan suatu kesaksian yang sempit dan mati. Pendeta tidak akan menghotbahkan berulang-ulang pidato-pidato yang sama yang itu-itu juga. Pikirannya akan terbuka terhadap penerangan Roh Suci yang tetap ada.
Bilamana kita makan daging Kristus dan minum darahNya, maka unsur hidup kekal itu akan ditemukan dalam pelayanan. Tidak akan ada simpanan makanan basi, yaitu pendapat-pendapat yang sering diulang-ulang. Hotbah yang memanjakan dan tidak menarik akan berakhir. Kebenaran-kebenaran yang lama akan dikemukakan, tetapi semua itu akan kelihatan dalam suatu terang baru. Akan ada suatu pengertian kebenaran yang baru, suatu kejelasan dan suatu kemampuan yang semua orang akan melihat. Barang siapa yang berkesempatan duduk di bawah suatu tugas pelayanan yang sedemikian ini, jika dapat dipengaruhi oleh pengaruh Roh Suci, mereka akan merasakan kuasa penggerak dari suatu hidup yang baru. Api dari kasih Allah akan dinyatakan di dalam diri mereka. Kemampuan-kemampuan penglihatannya akan dihidupkan untuk melihat keindahan dan kebesaran dari kebenaran.
Penjelasan Victor T. Houteff atas kutipan diatas:
Disini kepada kita diceritakan, bahwa kebenaran-kebenaran lama akan dikemukakan dalam hidup yang baru; juga bahwa lambang-lambang dari Alkitab akan diungkapkan. Inilah perkara penting yang kita lihat sekarang dengan mata kita sendiri. Kita harus berdoa agar kiranya umat Allah dapat mampu mengenali bahwa kebenaran lama itu kini telah dikemukan dalam sebuah terang baru dan bahwa hidup baru sedang diberikan kepadanya. —— Amaran Sekarang jilid 2 No. 41 Renungan Doa.
Kutipan-kutipan di atas kembali memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita bahwa penugasan untuk mengumpulkan mutiara-mutiara yang kececer dan masih tersembunyi dari firman Tuhan ternyata tidak seluruhnya selesai dihimpun oleh Victor T. Houteff dan dengan jelas ia memberikan petunjuk wewenang penugasan yang juga diberikan kepada guru-guru untuk menginterpretasikan bagian-bagian yang belum jelas dari pengungkapan kebenaran, terlebih dalam buku Tanya Jawab pertanyaan No. 3 terhadap hal yang belum jelas tersebut diharuskan menggunakan cara-cara Yohanes Pembaptis, kepada mereka juga diminta tidak berpandangan yang sempit dan mati terhadap kebenaran-kebenaran lama, harus mengkombinasikan memahami secara huruf dan sesuai RohNya.
Selanjutnya oleh karena nantinya akan ada kebenaran-kebenaran lama yang dikemukakan dalam sebuah terang baru hasil dari guru-guru kepada umat Allah keseluruhannya diingatkan oleh Victor T. Houteff untuk memohon bantuan Roh Allah sebagaimana Yohanes 16 : 13 dapat mengenali kebenaran baru tersebut, bukan terus berusaha untuk menolak atau mengkritik, meragukannya, karena dikatakan untuk hal tersebut peluang tetap adanya cantolan untuk menggantungkan keraguan akan tetap ada tidak disingkirkan oleh Tuhan.
Itulah sebabnya jauh-jauh hari Ellen G. White telah memberikan petunjuknya kepada kita agar kita tidak meremehkan pekerja-pekerja Tuhan yang pada akhirnya dapat terbawa oleh angin-angin ajaran, kata-kata Ellen G. White tersebut sebagai berikut:
Maka Ia memberikan sebagian orang, rasul-rasul; dan sebagian orang, n a b i – n a b i; dan sebagian orang penginjil-penginjil; dan sebagian orang p e n d e t a – p e n d e t a  dan  guru – guru, untuk menyempurnakan umat kesucian bagi tugas melayani, untuk membangun (edifying) t u b u h Kristus, sampai kita semua masuk dalam persatuan i m a n dan pengetahuan akan Anak Allah, supaya kemudian daripada itu seterusnya kita tidak lagi seperti anak-anak kecil, yang terombang-ambing ke sana ke mari, dan terbawa oleh setiap angin doktrin, oleh tipu daya orang-orang, dan berbagai  siasat kelicikan mereka. —– Testimonies to Ministers, p. 52.
Demikianlah setelah kita melalui pembahasan yang mendalam memahami apa yang dimaksudkan dari kebenaran DIPERMUKAAN menunjukkan walaupun Ellen G. White dengan sekian banyaknya buku-buku yang telah disediakan dihadapan kita ternyata dari sudut kaca mata gulungan kebenaran yang telah jauh berkembang sekarang ini dapat disimpulkan bahwa keseluruhan sekaliannya itu belum cukup, kesemuanya itu masih merupakan kebenaran DIPERMUKAAN saja, petunjuk-petunjuk Ellen G. White tersebut baru efektif setelah bergabungnya pekabaran Malaikat dari Wahyu 18 : 1 atau utusan yang dikirim mempersiapkan jalan dari Maleakhi pasal 3. 
Selanjutnya oleh karena kita sekarang telah hidup di periode bergabungnya malaikat Wahyu 18 : 1 atau utusan Maleakhi pasal 3 tersebut dan terlebih lagi kita telah berada di persimpangan jalan, maka sekaranglah waktunya bagi kita untuk bangun dan menyadari berbagai pelanggaran dan kekurangan pemahaman akan berbagai kebenaran-kebenaran yang tersembunyi yang telah dibukakan saat ini, karena hanya melalui galian-galian, kesediaan untuk belajar turun ke dalam di bawah permukaan kita akan mengenal kebenaran-kebenaran lama yang dikemukakan dalam terang baru yang merupakan KEBENARAN-KEBENARAN YANG PENTING.
Ellen G. White mengatakan :
“Oleh penyelidikan yang menyeluruh terhadap nubuatan-nubuatan kita akan mengerti dimana kita sekarang berada dalam sejarah dunia ini, dan kita akan mengetahui dengan pasti bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali itu sudah dekat.” —– Testimonies, vol. 4, p. 592.
Namun demikian Ellen G. White tetap menasihati kepada orang-orang yang telah bersedia untuk belajar jauh turun ke dalam di bawah permukaan agar berpikir terbuka:
“Engkau akan tidak pernah mencapai kebenaran, jikalau engkau mempelajari Kitab Suci dengan maksud membenarkan pikiranmu sendiri. ……..
 
Janganlah baca firman Allah itu dalam rangka pikiran-pikiranmu sendiri melainkan selidikilah ia dengan teliti dan dalam doa disertai pikiran yang tiada bercampur prasangka. Dan jikalau sementara membaca, engkau mendapat keyakinan bahwa engkau melihat bahwa pikiran-pikiran yang ada padamu tidak sesuai dengan perkataan Allah, janganlah engkau mencoba hendak menyesuaikan perkataan itu dengan perasaanmu itu. Sesuaikanlah pendapatmu dengan perkataan Allah. Jangan biarkan hal-hal yang tadinya engkau yakini atau biasa kau lakukan memerintah pikiranmu. Bukalah mata pikiranmu untuk melihat perkara-perkara yang ajaib yang muncul dari hukum Tuhan. Periksalah apa yang sudah tertulis lalu injakkanlah kakimu di atas Batu Karang Kekal itu.……. —– Pasal 83, Amanat kepada orang muda hal. 240 – 241.
Oleh karena tulisan-tulisan Ellen G. White tersebut yang berbicara tentang MEMAHAMI KEBENARAN DIPERMUKAAN disadur dan disajikan kembali oleh Victor T. Houteff dalam renungan-renungan doa pada awal penyampaian hotbah-hotbahnya, maka dengan demikian penugasan untuk terus melakukan penggalian dan tugas menyelidiki tidak berhenti hanya sampai dengan hasil galian yang telah disediakan oleh Victor T. Houteff saja (Renungan doa Amaran Sekarang jilid 1 No. 52: “Oleh sebab itu marilah kita berdoa agar kita selalu berjaga, agar kita juga terus merasa tidak puas dengan semua perolehan kita dari hari ke hari, jika tidak, maka kita pun akan didapati kurang – kembali ke dalam paham Laodikea yang semula. Marilah kita berdoa agar supaya hati kita selalu tetap terbuka terhadap kebenaran Nya yang diungkapkan dan supaya kita tidak pernah akan melepaskan perasaan lapar kita terhadap makanan pada waktunya), melainkan harus terus dilakukan hingga keseluruhan gulungan kebenaran telah dibukakan dan pintu kasihan tertutup.
 
Dan sesuai buku Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK hal. 26, 27….. Tugas tersebut akan dilanjutkan oleh dinas kependetaan Ilahi lainnya, barulah kata-kata berikutnya dapat tergenapi……. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama.
 
*****

 

 

 

 

 

 61 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart