<< Go Back

 
Jawaban terhadap penelusuran petunjuk-petunjuk tulisan Victor T. Houteff apakah Tuhan mempercayakan penyelesaian pekerjaanNya melalui organisasi 
Mendekati hari-hari kelepasan bagi rombongan pertama dari penuaian di dalam sidang, umat Allah dituntut untuk beragama tanpa ada seorang juru kabar utusan Tuhan yang hidup mendampingi cara kita menjalankan kebenaran-kebenaran yang dipercayakan kepada kita, maka salah satu permasalahan yang menimbulkan perpecahan dari para pemegang kebenaran sekarang adalah pertanyaan apakah pada penyelesaian pekerjaan di dalam sidang hingga terkumpulnya jumlah 144.000 akan Tuhan selesaikan melalui perantaraan sesuatu organisasi? 
 
Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan tersebut ada baiknya agar kita tidak keluar dari alur landasan berpikir para juru kabar Tuhan yang ditugaskan memberi makan ke dalam sidangnya khususnya di akhir zaman ini, berikut ini beberapa pedoman-pedoman dalam memahami logika berpikir kebenaran Tuhan yang dari hari ke hari gulungannya terus terbuka:
 
“ —- adalah tidak adil bagi seseorang untuk membela sesuatu masalah berlandaskan pada bobot dari hanya pendapat yang berasal dari satu atau dua ayat, tanpa terlebih dulu mempertimbangkan semua ayat dalam terang dari seluruh pasal. Ya, bahkan dari seluruh Alkitab; karena jika interpretasi seseorang terhadap Alkitab tidak ditunjang oleh setiap kalimat dari Kitab Suci, maka itulah interpretasi yang salah, suatu penyimpulan yang buta tanpa landasan Alkitab. —– Why Perish, pp. 75, 76.
 
“Hendaklah kita ingat selalu untuk memperhatikan aturan yang tak dapat dilanggar bahwa suatu interpretasi terhadap suatu pernyataan yang diilhami harus cocok dengan semua pernyataan-pernyataan yang berkaitan lainnya.”Tanya Jawab buku 3, halaman 34.
 
“Tidak ada satu pun siswa Alkitab yang jujur yang mau membangun suatu teori berlandaskan pada suatu interpretasi yang akan mengendalikannya mengesampingkan ayat-ayat lain yang membicarakan masalah itu, ia akan berusaha membuat analisa terakhirnya sedemikian rupa sampai sepenuhnya cocok dengan semuanya, atau sebaliknya ia akan mengaku bahwa ia belum memperoleh terang atas masalah itu.” Tanya Jawab buku 3, halaman 44.
 
Di sini kepada kita diberitahukan, bahwa nubuatan, suatu khayal, adalah merupakan test asam kimia untuk menguji sesuatu yang disebut Kebenaran Alkitab, artinya, jika perkara itu tidak ada di dalam nubuatan, jika tidak ada khayal dari hal perkara itu ditemukan dalam tulisan-tulisan para nabi, maka tidak akan ada kebenaran di dalamnya. Ya, khayal-khayal daripara nabi itu harus menjadi khayal-khayal milik kita jika kita memang harus dilindungi. Amaran Sekarang jilid II buku 4 No. 24 hal. 78, 79.
 
Jika sebelumnya belum pernah kita tahu, maka kini akan kita saksikan bahwa dimana terdapat contoh akan terdapat juga contoh saingannya dan bahwa dimana tidak ada contoh, maka tidak akan ada Kebenaran. Amaran Sekarang jilid I buku 8 no. 47 hal. 75.
 
Victor T. Houteff dalam penjelasan mengenai hal kekecewaan yang terjadi pada tahun 1844, menyatakan sebagai berikut :
 
Disini terlihat, bahwa ilham tidak secara sekaligus menerangi jalan kita menjadi jelas sampai kepada akhirat, melainkan dilakukanNya begitu secara langkah demi langkah; bahwa Kebenaran Allah itu adalah bersifat terus berkembang; bahwa kita tidak pernah dapat mengatakan dengan sungguh-sungguh kita memiliki semua kebenaran untuk membawa kita dengan jelas memasuki Pintu-Pintu Gerbang Mutiara.Amaran Sekarang jilid 1 buku 3 no. 11 hal. 11.
 
Marilah kita kenangkan selalu, bahwa kita oleh diri kita sendiri tidak akan mengetahui apapun dari hal rencana-rencana Allah terkecuali sesuai dengan yang diceritakan oleh hamba-hamba pilihanNya yaitu nabi-nabi dan sesuai apa yang kita saksikan dari hari ke hari. Jika kita setiap hari berjalan bersama Allah, jika kita percayakan segala-galanya kepadaNya, maka segala tanggung jawab adalah padaNya.Amaran Sekarang jilid 1 buku 2 no. 7 hal. 28.
 
Dari kutipan tersebut diatas tampak bahwa permasalahan adanya perbedaan pemahaman diantara pemegang kebenaran sekarang adalah adanya orang-orang yang mengambil sesuatu penyimpulan yang hanya dilandaskan kepada satu atau dua ayat tanpa mempertimbangkan keseluruhan ayat dalam pasal,  tidak memperhatikan ada atau tidaknya sesuatu nubuatan atau sesuatu contoh dari peristiwa umat Allah dimasa lalu dan permasalahan lainnya adalah tidak memperdulikan pemahaman bahwa sesuatu kebenaran yang disampaikan oleh Tuhan senantiasa bersifat terus berkembang sehingga walaupun sesuatu pemahaman dibagikan oleh juru kabar Tuhan dimungkinkan penggenapan ataupun penerapannya disaat waktunya telah tiba dapat berbeda.
 
Lebih lanjut lagi gambaran dapat berbedanya sesuatu pemahaman dengan saat kejadian penggenapannya walaupun telah dipegang secara cukup lama dapatlah kita peroleh dari petunjuk yang dapat kita jadikan pedoman untuk memahami kebenaran Tuhan, terlebih bagi kita yang hidup dimasa mendekati waktu penghabisan bagi sidang setelah ditinggal oleh gembala Tuhan Victor T. Houteff yang meninggal dalam tahun 1955:
1. Amaran Sekarang buku 3 jilid 1 hal. 39, 40 :
“…… Hendaklah diingat, bahwa kita bukanlah yang pertama dan satu-satunya umat yang sudah akan merobah cara berpikir kita; kita bukanlah yang pertama dan satu-satunya umat yang menemukan, bahwa rencana-rencana Allah adalah bertentangan terhadap rencana-rencana kita. Musa juga menemukan, bahwa rencananya untuk melepaskan bani Israel dari perhambaan Mesir adalah bukan rencana Allah. Sama seperti rencana Allah bagi rute perjalanan yang akan ditempuh mereka dalam perjalanan mereka menuju ke tanah perjanjian adalah bukan rencana mereka. Rasul-rasul percaya dengan pasti, bahwa Kristus akan mendirikan kerajaanNya pada kedatanganNya yang pertama, namun mereka juga harus merobah kepercayaan mereka. Lagi pula, oleh karena orang-orang Ibrani yang dari budak-budak telah dijadikan Allah raja-raja, telah dijanjikan, bahwa kerajaan mereka akan berdiri kekal untuk selama-lamanya, mereka betul-betul terkejut sewaktu ia itu runtuh. Maka masih terdapat berbagai kejutan yang lain sepanjang sejarah sampai kepada hari ini.
Sementara ilham membukakan gulungan kertas, maka pasti tak dapat tiada diharapkan, bahwa ia itu akan mendapatkan kita secara mengejutkan bodoh dalam banyak perkara – alasan yang sebenarnya sehingga Ia membukakan. Oleh karena itu, jika kita gagal merobah pikiran kita bagi pikiran-pikiran Tuhan, maka harapan apakah tersedia bagi kita untuk kelak dapat diterangi serta pantas bagi kekekalan? Semua pikiran kita akan jatuh merata, dan nubuatan-nubuatan Tuhan akan berdiri ‘tinggi dan terangkat ke atas.’ Kewajiban kita ialah membuktikan Firman Allah itu benar dan bukan berpegang teguh kepada konsep-konsep pengertian kita sebelumnya dan yang salah itu sampai kelak Allah sendiri datang dan membuat kita malu.
2. Buku Amaran Sekarang buku 4 jilid 1 Renungan doa hotbah “Kerajaan Yehuda, penyaringan terhadap segala bangsa”
 
Murid-murid mengharapkan Yerusalem yang ada dalam sejarah mereka ini akan menjadi ibu kota dari kerajaan Allah yang besar. Namun bertentangan dengan harapan-harapan mereka. Yesus memberitahukan, bahwa Yerusalem akan menjadi suatu kerobohan batu dan sebuah kaabah yang hancur! Jadi, berulang kali kita dibawa untuk menyaksikan, bahwa kita sebagai mahluk-mahluk yang terbatas tidak pernah mengetahui akan rencana-rencana Allah. Sesungguhnya, kita perlu berdoa memohonkan Roh-Nya untuk memimpin kita terus menerus dan untuk menunjukkan kepada kita jalan yang benar pada setiap persimpangan sepanjang perjalanan kita menuju Akhirat. Marilah kita sekarang berdoa agar supaya pengetahuan akan semua kebenaran ini akan membuat kita menjadi seperti yang sepatutnya bagi kita.
 
3. The Great Controversy, p. 343:
Tidak seorangpun, betapapun dihormati oleh sorga, pernah berhasil mencapai pengertian yang penuh mengenai rencana penebusan yang besar itu, ataupun mengerti dengan sempurna rencana ilahi dalam pekerjaan bagi masanya sendiri. Manusia tidak dapat sepenuhnya mengerti akan apa yang hendak Allah selesaikan dengan pekerjaan yang diberikanNya kepada mereka untuk dilaksanakan; mereka tidak dapat mengerti pekabaran yang mereka ucapkan dalam namaNya, dalam semua arahnya.”
 
Marilah kita perhatikan kutipan-kutipan diatas bahwa berbagai kejadian pengalaman-pengalaman umat Allah sebelum kita yang sangat mengejutkan dan diluar dugaan mereka juga diperingatkan kepada kita bahwa hal tersebut masih akan terjadi “sampai kepada hari ini” artinya masih akan terjadi sampai di generasi langkah reformasi yang terakhir, oleh karena itu diingatkan kepada kita dari pengungkapan-pengungkapan kebenaran yang telah disampaikan oleh Ellen G. White dan Victor T. Houteff  “Kewajiban kita ialah membuktikan Firman Allah itu benar dan bukan berpegang teguh kepada konsep-konsep pengertian kita sebelumnya dan yang salah itu sampai kelak Allah sendiri datang dan membuat kita malu, selain itu juga dari kata-kata melalui RohNya Tuhan akan menunjukkan kepada kita jalan yang benar pada setiap persimpangan jalan menunjukkan bahwa gulungan kebenaran masih akan tetap terus terbuka hingga kita nantinya akan memperoleh sesuatu pengertian akan kebenaran yang mana sebelumnya masih belum dimengerti disaat-saat waktunya semakin dekat yaitu di “persimpangan jalan” artinya sesuatu pengertian atau gulungan kebenaran dibukakannya bukan di awal-awal atau dipertengahan sesuatu pergerakan. 
 
Setelah kita mempelajari pedoman-pedoman yang diberikan oleh juru kabar Tuhan dan memahami logika berpikirnya, selanjutnya dengan merendahkan hati kita mencoba memperoleh jawaban atas pertanyaan dari judul diatas dengan menelusuri kepada :
 
Berbagai petunjuk-petunjuk dari tulisan Victor T. Houteff terkait dengan organisasi
 
1. Allah tidak menaruh sesuatu kekuasaan raja apapun di dalam barisan kita untuk mengontrol cabang ini atau itu daripada pekerjaan (Paradoks Besar Sepanjang Zaman, hal. 45)
”Sekarang ingin saya katakan, bahwa Allah tidak menaruh sesuatu kekuasaan raja apapun di dalam barisan kita untuk mengontrol cabang ini atau itu daripada pekerjaan. Pekerjaan telah banyak dibatasi oleh usaha-usaha untuk mengontrolnya pada setiap garis. Di sinilah terdapat suatu kebun anggur yang memberikan tempat-tempatnya yang tandus yang belum memperoleh pekerja satupun. Dan jika seseorang hendak mulai mengolah tempat-tempat ini dalam nama Tuhan, jika ia tidak memperoleh persetujuan dari orang-orang di dalam sebuah lingkungan kekuasaan kecil itu, maka ia tidak akan memperoleh bantuan apapun. Allah menghendaki agar para pekerjaNya harus memperoleh bantuan. Jika sekiranya seratus orang akan memulaikan suatu misi ke lapangan-lapangan yang tandus, dengan berseru kepada Allah, maka Ia akan membuka ke hadapan mereka.
Marilah kuceritakan kepadamu, jika hatimu ada pada pekerjaan itu dan engkau percaya pada Allah, engkau tidak perlu bergantung pada persetujuan pendeta manapun atau umat manapun; jika engkau pergi langsung bekerja dalam nama Tuhan, dalam cara yang sederhana melakukan apa saja yang dapat engkau ajarkan kebenaran itu, Allah akan meneguhkan engkau.
 
Jika sekiranya pekerjaan tidak dibatasi sedemikian rupa oleh sesuatu rintangan di sini, dan di sana dan bahkan rintangan diseberang sana, maka ia itu akan maju dalam kebesarannya. Ia itu sudah akan maju pertama sekali dalam kelemahan; namun Allah di Sorga hidup.”Review and Herald, April 16 1901.
Tampak dari kutipan tersebut diatas kita saksikan bahwa didalam pelaksanaannya sesuatu kepemimpinan organisasi telah banyak mengatur atau mengontrol pelaksanaan pekerjaan Tuhan, namun apabila kita bandingkan dengan apa yang dikehendaki Tuhan dalam sesuatu kepemimpinan organisasi di dalam buku Keimamatan adalah sebagai berikut:
“Pemerintahan Israel telah dikelola dalam nama dan oleh kuasa Allah. Tugas pekerjaan Musa, tugas pekerjaan dari tujuh puluh tua-tua itu, tugas pekerjaan para pemimpin dan hakim-hakim itu, hanyalah untuk menegakkan undang-undang yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka. Mereka tidak mempunyai kekuasaan apapun untuk membuat peraturan bagi bangsa itu. Inilah yang telah menjadi dan terus akan menjadi persyaratan bagi adanya Israel sebagai suatu bangsa. Dari abad ke abad orang-orang yang diilhami Allah telah diutus untuk memberikan petunjuk kepada umat, dan untuk mengendalikan mereka menegakkan hukum-hukum.”Patriarchs and Prophets, p. 603. (Keimamatan dari Davidian MAHK hal. 15, 16.)
Terlihat dari kutipan di atas bahwa dalam perkembangan pelaksanaannya keberadaan organisasi telah menjadi alat dari Setan untuk menghalang-halangi kemajuan pekerjaan Tuhan.
2. Meninggikan karunia pemerintah dan karunia lidah lebih tinggi dari karunia nabi.
“Karena karunia nabi-nabi, sesuai dengan Firman Injil adalah pada urutan kedua dari semua karunia-karunia yang diperuntukkan bagi sidang, dan karunia pemerintahan-pemerintahan dan berbagai karunia lidah adalah yang terakhir, maka jelaslah bahwa mereka yang meremehkan karunia nubuatan tetapi meninggikan karunia pemerintah dan karunia lidah itu sedang menarik kereta dari bagian belakangnya, dan sedang berjalan menuju kearah yang keliru. Kepada mereka yang sedemikian ini Kristus sedang mengatakan : “Tiada disadari bahwa engkau adalah malang, dan sengsara dan miskin dan buta dan bertelanjang.“ Wahyu 3 : 17 —– Paradoks Besar Sepanjang Zaman, hal. 8:
“Sementara yang terbanyak daripada karunia-karunia ini, khususnya karunia-karunia lidah dan pemerintah-pemerintahan yang secara bersemangat paling banyak dicari oleh gereja-gereja Kristen, maka karunia yang satunya yaitu, “nabi-nabi” – yang diremehkan oleh orang-orang Yahudi dahulu, secara keseluruhannya terus ditolak oleh hampir semua dunia Kristen. Demikianlah roh yang telah menghasut pembunuhan terhadap para nabi zaman dahulu ditangan para pemimpin Yahudi itu, kini sedang melakukan jenis perbuatan penghancuran yang hampir sama melalui perantaraan tantangan yang terorganisasi. —– Mengapa binasa ?  hal 5.
Dari kutipan ini kembali ditunjukan bahwa pada pekerjaan terakhir ini mendekati penyelesaian pekerjaan bagi sidang akan ada praktek pelaksanaan pekerjaan yang tidak mengutamakan karunia nabi-nabi (pemahaman dari perspektif Ellen G. White dan Victor T. Houteff) melainkan meninggikan karunia pemerintah dan karunia lidah atau kepemimpinan organisasi dan kemampuan berbicara/berhotbah.
3. Organisasi-organisasi ….. akan bekerja di bawah pengendalian Setan (Paradoks Besar Sepanjang Zaman, hal. 68):
“Orang-orang ….. oleh perantaraan sifat mementingkan diri …. Menindas orang-orang yang justru sedang Allah gunakan untuk menyebarkan terang yang telah dikaruniakanNya kepada mereka … Keahlian Setan telah dipakai …… ia bekerja membatasi kebebasan beragama …. Organisasi-organisasi ….. akan bekerja di bawah pengendalian Setan untuk menghantarkan manusia ke bahwa pengawasan manusia; maka pemalsuan dan penipuan akan memperlihatkan kesamaan semangat mencari kebenaran dan semangat bagi memajukan kerajaan Allah ….. orang-orang yang sedemikian ini mencoba melaksanakan hak-hak kekuasaan istimewa Allah, yaitu mereka mengira dapat melakukan apa yang Allah sendiri tidak akan perbuat dalam usaha mengontrol pikiran manusia. Demikian inilah mereka mengikuti jejak faham orang Romawi. …. Dalam pengaturan-pengaturan yang sedemikian ini orang yang membiarkan pikirannya diatur oleh pikiran orang lain akan sedemikian inilah dipisahkan dari Allah lalu terbuka bagi cobaan…… tetapi Allah telah menyajikannya dengan jelas ke hadapan kita. FirmanNya : “Terkutuklah orang yang menaruh harap pada manusia, dan menjadikan daging sebagai pegangannya.” — Testimonies, vol. 7, pp 178 – 181.
Dari kutipan ini terlihat bahwa Victor T. Houteff telah diberikan sesuatu gambaran bagaimana kondisi umat Allah mendekati penyelesaian pekerjaan bagi sidang yaitu Setan akan bekerja menggunakan “organisasi-organisasi” bukan hanya perorangan namun melalui alat yang berkuasa.
4. Kartu itu sendiri tidak mengandung arti apa-apa (The Symbolic Code buku 1 hal. 30, 31) :
“Banyak telah menanyakan siapakah yang dapat dipilih untuk memimpin dalam pelayanan pekerjaan? Jawaban yang keluar dari Gunung Karmel ialah, bahwa setiap orang yang tidak memiliki sesuatu Kartu Keanggotaan tidak dapat menjadi seorang guru Davidian. Ia hanya dapat mendengar saja. Tetapi pun pemberian Kartu Keanggotaan itu adalah perkara biasa. Bahwa kartu itu sendiri tidak mengandung arti apa-apa.
Victor T. Houteff dalam penjelasan terhadap pertanyaan kepadanya tentang memimpin pekerjaan di dalam organisasi Davidian terlihat secara jelas bahwa kepemilikan kartu keanggotaan organisasi Davidian tidak memiliki arti apa-apa, pemberian kartu tersebut dikatakan hanyalah perkara biasa artinya dapatlah kita simpulkan kartu keanggotaan tersebut hanya dimaksudkan terkait tertib berorganisasi, sehingga dengan demikian juga tentunya tidak berdampak kepada menentukan bagi keselamatan.
5. Seseorang yang bukan anggota sidang Masehi Advent Hari Ketujuh dapatkah menjadi salah seorang dari 144.000 (Tanya Jawab buku 4 hal. 29, 30)
Pertanyaan No. 93 :
Walaupun saya bukan seorang anggota sidang Masehi Advent Hari Ketujuh, namun karena saya telah memperoleh terang mengenai Yeheskiel 9 dan mengenai Kebenaran 144.000 itu, mungkinkah saya akan binasa dalam pembantaian orang-orang jahat jika saya tidak sepenuhnya menerima dan menghayati terang itu? Dan sebaliknya, dapatkah saya ikut menikmati semua hak dan kesempatan dari mereka yang 144.000 itu dan menjadi salah seorang dari mereka jika saya mematuhi semua terang dari pekabaran ini?
Jawab :

 

Walaupun Saudara bukan seorang anggota sidang, namun Saudara masih tetap bertanggung jawab untuk terang yang sudah saudara peroleh mengenai masalah itu, karena tidak seorangpun menemukan terang itu secara tidak sengaja, atau melihatnya tanpa bantuan Roh Suci.

 

 
Oleh hukum tanggung jawab yang sama atau tanggung jawab yang suci, walaupun saudara mungkin baru saja masuk ke dalam pekabaran itu, saudara tetap dapat dipilih bagi pemilihan 144.000 itu jika saudara menghayati pekabaran itu yang akan menyucikan dan memeteraikan mereka. Tetapi, apakah saudara dapat menjadi salah seorang dari mereka itu atau tidak, secara pasti kami tidak tahu, namun jika saudara setia kepada pekabaran itu, maka sedikit-dikitnya saudara bisa menjadi seseorang yang bersama-sama dengan mereka itu.
Apabila kita mengamati pertanyaan orang tersebut kepada Victor T. Houteff dan jawaban yang diberikannya seharusnya apabila keanggotaan organisasi Davidian dimana saat itu masih didalam kepemimpinan Victor T. Houteff sendiri sangat menentukan keselamatan, maka sudah tentu ia pertama sekali akan menawarkan si penanya untuk menggabungkan dirinya ke dalam organisasi Davidian dan memintakan kartu keanggotaan, namun kita saksikan dari jawaban yang diberikan ternyata sangat jelas tergambarkan bahwa yang terpenting adalah karunia nabi-nabi bukan karunia pemerintah dan karunia lidah sebagaimana dalam kutipan-kutipan tulisan Victor T. Houteff diatas. Terkait dengan jawabannya yang tidak memberikan ketegasan mengenai dapat atau tidaknya si penanya menjadi salah satu 144.000 kita dapat simpulkan bahwa ia menjawab demikian karena keputusan apakah seseorang dapat atau tidak menjadi 144.000 adalah milik Tuhan bukanlah manusia termasuk Victor T. Houteff sendiri.
6. Setan Selalu berhasil dalam menjatuhkan setiap pergerakan (organisasi) sampai hari ini (Tanya Jawab buku 1 hal. 52 – 58)
Pertanyaan No. 4 :
“Apakah Setan memasang sebuah balok rintangan khusus di hadapan sidang sebagai sebuah badan, ataukah hanya menyerang anggota-anggotanya secara pribadi?”

 

Jawab :

 

 
……..Demikianlah kita saksikan, bahwa sungguhpun Setan tidak berhasil menjatuhkan setiap anggota secara pribadi namun ia telah mampu menjatuhkan setiap Pergerakan sampai kepada hari ini.

 

Pergerakan jam – Kesebelas karena merupakan yang terakhir sekali, maka dengan sendirinya berada dalam bahaya yang terbesar dari pada semuanya. Jadi, betapa perlunya kita supaya membuka mata lebar-lebar supaya jangan kita pun ikut jatuh! Namun karena Pergerakan ini adalah usaha injil yang terakhir, maka tak dapat tiada ia harus “memberikan kuasa dan dorongan” kepada Pekabaran Malaikat Yang Ketiga dan “menerangi bumi dengan kemuliaannya” (Wahyu 18 : 1); ia harus menang walaupun setiap Pergerakan yang mendahuluinya telah gagal.

 

 
Dari kutipan tersebut di atas, marilah kita telusuri kepada perjalanan umat Allah di masa lalu, sebagai contoh sejak perjalanan keluar dari Mesir, zaman Yesus hingga langkah-langkah pergerakan atau organisasi-organisasi reformator sejak Martin Luther secara perorangan walaupun banyak Setan mampu mengalahkan namun tidak “setiap” melainkan masih ada orang-orang yang menjunjung tinggi kebenaran menerima kebenaran baru yang datang ditawarkan oleh juru kabar Allah yang diutus berikutnya dan kemudian mendirikan organisasi baru tetapi kita saksikan kepada pergerakan atau organisasi kenyataannya kita dapati bahwa adalah benar kata-kata “setiap” atau semua organisasi dapat dikalahkan oleh Setan. Dengan demikian tentunya Victor T. Houteff dalam menyampaikan perkataan ini tidak memaksudkan kepada organisasi Davidian selama kepemimpinannya, namun oleh karena dikatakan “setiap” maka kita sebagai siswa Alkitab yang jujur harus memahami bahwa organisasi Davidian pun tentunya tidak luput dari pernyataan Victor T. Houteff tersebut, sehingga kita dapat simpulkan bahwa petunjuk yang disampaikannya tersebut merupakan ramalan ke depan setelah berakhirnya penugasan Tuhan kepadanya bahwa organisasi Davidian pun akan juga dikalahkan oleh Setan, kesimpulan demikian kita dapat peroleh dari penjelasan lebih lanjut pada paragraf selanjutnya di atas yaitu kita dapat gambaran bahwa satu-satunya pergerakan atau organisasi yang tidak akan mampu dikalahkan oleh Setan hanyalah pergerakan jam kesebelas yaitu rombongan 144.000 yang akan menyelesaikan pekerjaan di seluruh dunia bukanlah kita-kita sekarang para calon 144.000 karena kita sekarang ini sesuai penjelasannya sebagai vanguard-vanguard.
7.  Aku akan mengunjuk tangan Ku kepada yang kecil-kecil (Amaran Sekarang Buku 4 jilid 1 hal. 32)
Pada hotbah Victor T. Houteff tanggal 23 November 1946, mengenai “Berakhirnya dewa-dewa manusia dan para penyembahnya”, Victor T. Houteff menggunakan Zakharia 13 : 6, 7 antara lain menyebutkan “paranglah akan gembala Ku, dan akan orang yang adalah kawan Ku…. Maka domba-domba itu akan tercerai berai; maka Aku akan mengunjuk tangan Ku kepada yang kecil-kecil”, terhadap ayat ini penjelasan Victor T. Houteff nya hanya mengatakan “Saya tidak mempunyai komentar khusus terhadap ayat-ayat 6 dan 7 selain dari pada apa yang umumnya telah dimengerti di antara orang-orang Kristen,”
Sesuai dengan Symbolic Code vol. 10, 5 March 1955, dengan meninggalnya Victor T. Houteff tanggal 5 Februari 1955 organisasi membuat pernyataan:
 
“Semua kita berdiri ke atas adalah sebuah “demikianlah Sabda Tuhan” dan kematian saudara Houteff menggenapi nubuatan ini, dan tentulah ia adalah gembala yang dinubuatkan di dalam pasal ini, adalah bahwa domba-domba akan tercerai berai dan Tuhan sendiri akan membalikkan tanganNya ke atas yang kecil-kecil itu. Dalam hal ini yang manakah engkau: domba yang tercerai berai atau yang si kecil itu?”
 
Walaupun Victor T. Houteff dalam buku Amaran Sekarang sebagaimana disebutkan diatas mengarahkan ayat tersebut kepada pribadi Yesus, namun secara konteks nubuatan Zakharia 13 secara keseluruhan nubuatan tersebut diperuntukkan bagi akhir zaman, sehingga bila ayat 6 dan 7 tersebut ditujukan kepada Yesus maka pada dasarnya penyimpulan tersebut tidak sesuai konteks keseluruhan pasal sebagaimana pedoman memahami Alkitab yang kita telah tampilkan di atas, kematian Yesus dapatlah kita pahami sebagai contoh bagi kematian Victor T. Houteff. Kesimpulan tersebut diperkuat lagi dengan kutipan dalam buku Symbolic Code di atas yang menggambarkan bahwa kematian Victor T. Houteff menggenapi nubuatan Zakharia 13 : 6, 7 dan selain itu tidak akan mungkin Victor T. Houteff menyebutkan nubuatan itu akan digenapi kepada dirinya karena ia saat itu masih hidup dan ia tidak mengetahui mengenai kematiannya, sehingga dengan demikian setelah kematiannya dan ditambah tahun 1962 organisasi dibubarkan yang dapat kita simpulkan adalah Tuhan tidak lagi bekerja melalui organisasi. 
 
8. Pengirikan yang terjadi di kedua tempat di Edom dan Bozrah (Amaran Sekarang buku 8 jilid 1 hal. 17 – 22)

 

Yesaya 63 : 1

 

“siapakah ini yang datang dari Edom, yang datang dari Bozrah dengan baju-baju berwarna merah? Siapakah ini yang bersemarak dengan pakaianNya, yang berjalan dalam kebesaran kekuatanNya? Aku yang berbicara dalam kebenaran, berkuasa untuk menyelamatkan.”
 
Penjelasan Victor T. Houteff :

 

Dalam khayal nabi itu melihat seseorang dengan baju-bajunya yang terpercik darah bergegas-gegas kembali dari Edom dan Bozrah. Terhadap pertanyaan dari nabi itu “siapakah ini yang datang dari Edom, yang datang dari Bozrah dengan baju-baju berwarna merah?” datanglah jawaban, “Aku yang berbicara dalam kebenaran, berkuasa untuk menyelamatkan.”

 

 

Siapa lagi orang ini kalau bukan Tuhan sendiri, Juruselamat dunia, Yang maha kuasa untuk menyelamatkan itu?

 

Kembali nabi itu menanyakan, 

 

Yesaya 63 : 2 

 

“Mengapakah pakaian-Mu merah begitu, dan baju-baju Mu seperti baju pengirik buah anggur?”
 
Penjelasan Victor T. Houteff:
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu mengemukakan suatu urutan peristiwa-peristiwa besar, yaitu peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam :

 

Yesaya 63 : 3 – 5

 

“Aku seorang diri yang telah melakukan pengirikan itu; dan dari antara umat itu tidak seorangpun yang menemani Aku; karena Aku hendak mengirik mereka dalam murka Ku, dan menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah Ku; maka darah mereka itu akan terpercik pada baju-baju Ku dan Aku akan menodai semua pakaian Ku; karena hari pembalasan itu sudah Ku rencanakan, dan tahun dari umat tebusan Ku telah sampai. Lalu ku pandang, dan tak seoranpun yang akan menolong Ku, lalu Aku tertegun karena tidak seorang pun yang membantu; oleh sebab itu lengan Ku sendiri membawakan keselamatan bagi Ku dan kehangatan murka Ku itulah yang membantu Ku.
Penjelasan Victor T. Houteff :
…. pada kedatanganNya yang pertama, walau tak seorangpun yang memberi bantuan kepada Nya; artinya semua imam dan pemimpin-pemimpin agama – General Conference pada masa Nya itu (badan Sanhedrin) bukannya membantu pekerjaanNya, melainkan bahkan melawan Dia.
….. Lalu ku pandang, dan tak seoranpun yang akan menolong Ku, lalu Aku tertegun karena tidak seorang pun yang membantu; oleh sebab itu lengan Ku sendiri membawakan keselamatan bagi Ku dan kehangatan murka Ku itulah yang membantu Ku (semuanya dalam masa yang akan datang ’future tense’) – menunjukkan kepada keadaan sidang pada masa ini, bukan saja sama jeleknya dengan pada masa kedatangan Nya yang pertama dahulu, melainkan bahkan lebih buruk lagi. Betapa benarnya sejarah itu terulang kembali sekarang! Sementara hari pembalasan itu makin dekat, orang-orang yang disangka akan mempertahankan dan membantu dalam pekerjaan penebusan, para pendeta dan para pemimpin agama, Sanhedrin contoh saingan yang ada sekarang (General Conference), terlihat kini justru sedang menghalangi dan sedang berdiri menutup jalan Tuhan yang menuju kepada umat Nya.
Oleh karena umat Allah pada waktu ini bukan berada di tanah Edom, di sebelah selatan Palestina, melainkan sedang tercerai-berai di seluruh bumi dan karena Tuhan akan memalu semua musuh mereka itu untuk menyelamatkan mereka, maka kebenaran itu jelas, bahwa semua ini adalah Edom dan Bozrah contoh saingan.
Sesudah Esau yang dahulu itu menjual hak kesulungannya untuk mendapatkan sepiring kacang merah ia telah disebut Edom; dan nama Bozrah berarti “kandang domba”. Jadi jelaslah, bahwa orang-orang Edom pada Yesaya 63 : 1 adalah berarti orang-orang yang di dalam masa sejarah kita telah menjual hak kesulungannya dan yang pada waktu yang sama sedang menganiaya (seperti yang diperbuat Esau dalam menganiaya Yakub) orang-orang yang telah membeli hak kesulungan itu; begitulah dimisalkan. Jadi, sebagaimana umat Allah harus dilepaskan dari Sanhedrin di masa Kristus yang lalu, mereka harus sekarang juga dilepaskan dari General Conference, saudara-saudara orang Edom contoh saingan itu, supaya mereka itu dapat dihantarkan kepada segala Kebenaran, dan ke dalam tanah nenek moyang mereka. 
Kata-kata “tahun dari umat tebusan Ku sudah sampai” dan “hari pembalasan itu sudah Kurencanakan” dengan jelas mengatakan bahwa perbuatan Tuhan yang aneh di Edom dan Bozrah ialah hari pembalasan dan suatu tanda di Israel contoh saingan (sidang yang sudah disucikan) kembali ke tanah airnya. 
Walaupun dari kutipan tersebut Victor T. Houteff tidak secara tegas menunjukkan siapa pihak yang dilambangkan dengan Bozrah, namun sebagaimana pemahaman yang kita miliki bahwa lambang Esau selalu dikaitkan dengan Yakub, dan nubuatan maupun perumpamaan-perumpamaan sebagaimana 5 anak dara pintar selalu dikaitkan dengan 5 anak dara bodoh, kambing dikaitkan dengan domba, ikan yang baik dikaitkan dengan ikan yang jelek, maka demikian juga terhadap Bozrah kita dapat simpulkan lambang tersebut dimaksudkan kepada pihak kepemimpinan dari oranisasi yang mengaku 5 anak dara pintar yaitu organisasi Davidian berikut dengan gembala-gembalanya. 

 

Alasan mengapa Victor T. Houteff tidak menjelaskan siapa Bozrah tersebut dapat kita simpulkan bahwa adalah dikarenakan saat itu kepemimpinan Davidian masih berada di dalam tangannya dan tanda-tanda akan menjadi pihak sebagaimana nubuatan Yesaya tersebut tidak menolong Tuhan membiarkan tanganNya sendiri yang bekerja belum terlihat sama sekali. Adalah tugas kitalah yang memperhatikan apa yang disampaikan oleh Victor T. Houteff tersebut di dalam “sesuai apa yang kita saksikan dari hari ke hari” sebagaimana dalam salah satu pedoman yang telah kita baca bersama di atas.
 
9. Orang yang akan bertugas ke dalam kebun anggurNya adalah orang yang tidak pernah memperoleh tumpangan tangan (The Acts of The Apostles, p. 110)
 
“Allah akan mengutus keluar ke dalam kebun anggurNya banyak orang yang belum pernah didedikasikan ke dalam tugas kependetaan melalui tumpangan tangan.”
 
Petunjuk dari Ellen G. White ini meramalkan bahwa para pekerja khususnya bagi pekerjaan penghabisan bagi sidang sekarang ini bukan berasal dari utusan organisasi, karena apabila dari organisasi tentunya sesuai prosedur mereka semua baru dapat bertugas setelah memperoleh tumpangan tangan atau setelah dilantik. Dengan demikian mereka tentunya bertanggung jawab hanya langsung kepada Tuhan (sebab pekerjaan yang terakhir berada dalam kendali tangan Tuhan sendiri).
 
10. Setiap organisasi gereja yang datang menyusul itu telah gagal menyesuaikan langkahnya dengan kemajuan Kebenaran, hanya secara perorangan yang dapat melihat hal ini (Buku Amaran Sekarang buku 5 jilid II no. 26 hal. 24)

 

Demikianlah untuk bertanya, mengapa orang-orang Mohammedan dan orang-orang Buddha masih tetap saja orang-orang Mohammedan dan orang-orang Buddha sampai kepada hari ini, mengapa mereka tidak lebih maju dari pada semenjak kematian Mohammad dan Buddha dahulu; adalah sama saja dengan bertanya mengapa orang-orang Katholik belum juga menjadi orang-orang Lutheran, mengapa orang-orang Lutheran belum juga menjadi orang-orang Presbyterian, mengapa orang-orang Presbyterian belum juga menjadi orang-orang Methodist, mengapa orang-orang Methodist belum juga menjadi orang-orang Baptist, mengapa orang-orang Baptist belum juga menjadi orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, dan mengapa orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh belum juga menjadi orang-orang Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh? Keseluruhan jawabannya ialah, bahwa setiap organisasi gereja yang datang menyusul itu telah gagal menyesuaikan langkahnya dengan kemajuan Kebenaran, sebab masing-masingnya telah gagal untuk naik lebih tinggi daripada tinggi pendiri dari masing-masing organisasi gereja yang bersangkutan yang sedapat mungkin telah menghantarkan mereka itu selama masa hidupnya.

 

Roh yang sama itu pun merajalela di dalam sidang Kristen. Sidang tidak pernah naik lebih tinggi dan pada tingkat di mana Rasul-Rasul meninggalkannya, dan pada sesuatu masa ia bahkan telah jatuh sedemikian rendahnya sampai hampir mencapai dasar dari pada lobang. Dan ia sudah hampir hilang sama sekali kalau saja Allah tidak kembali mendatangi umatNya melalui perantaraan Luther, Knox, Wesley, Campbel dan para reformator lainnya, melalui siapa Tuhan telah membuka bagian-bagian tertentu dari Kebenaran Alkitab yang sudah lama diinjak-injak di bawah kaki. Tetapi adakah dunia kristen secara keseluruhan melihat akan Terang itu? Dan adakah semua mereka berjalan di dalamnya? Sesungguhnya tidak, sebagai kesatuan umat tidak, tetapi hanya secara perseorangan. Inilah alasannya mengapa kini terdapat banyak sekte agama di dunia, …..
 
Kembali kita perhatikan dalam penjelasan Victor T. Houteff sama sebagaimana kutipan Victor T. Houteff di No. 7 di atas “bahwa sungguhpun Setan tidak berhasil menjatuhkan setiap anggota secara pribadi namun ia telah mampu menjatuhkan setiap Pergerakan sampai kepada hari ini”, kutipan di atas merupakan kebalikannya yaitu dikatakan yang mampu melihat dan menyadari bahwa organisasi-organisasi telah dipergunakan oleh Setan secara terus menerus hanyalah “perseorangan.”
 
11. Berulang kali sidang dijatuhkan oleh para pemimpin dari dalam sidang sendiri. (The Symbolic Code buku 1 hal. 5)
 
Hendaklah diingat; bahwa hamba-hamba Allah jarang sekali mendapat tantangan dari dunia. Kesusahan mereka adalah berasal dari saudara-saudara yang palsu di dalam sidang. Kita tidak akan pernah mampu melaksanakan pekerjaan Eliyah dengan kata-kata yang baik dan pembicaraan-pembicaraan yang indah. Maka jika kita membawa pekabaran Eliyah, kita akan menimbulkan ketidak puasan pada pihak orang-orang yang tidak setia, sehingga memerlukan suatu perjuangan sampai kepada akhirnya. Juga adalah benar bahwa sidang Allah belum pernah disesatkan dari Kebenaran oleh suatu pekabaran palsu atau aniaya; berulang kali sidang dijatuhkan oleh para pemimpin dari dalam sidang sendiri. Sedemikian inilah yang telah membagi sidang ke dalam banyak bagian. lalu menimbulkan perpecahan demi perpecahan dan noda bagi kepentingan Kristus.
 
Petunjuk-petunjuk tentang kartu keanggotaan organisasi yang tidak memiliki arti apa-apa, setiap organisasi akan dikalahkan dan pada akhirnya akan menjadi alat Setan dan orang-orang yang dipilih Tuhan untuk bekerja tidak melalui tumpangan tangan, kelompok kecil-kecil yang akan Tuhan pilih serta kehancuran sidang berulang kali berasal dari para pemimpin organisasi pada dasarnya sudah cukup memberikan gambaran jawaban atas pertanyaan kita, namun untuk lebih jauh lagi penelusuran kita sekarang marilah kita menelusuri kepada petunjuk-petunjuk Victor T. Houteff yang memberikan gambaran yang sama yang telah disampaikan di hari-hari terakhir penugasannya di dalam :
 
a. Amaran Sekarang buku 1 jilid II no. 2 hal 20, 22 & 23 (1947)
 
Dalam berhotbah tentang “seorang gembala akan menyelesaikan apa yang banyak gembala lainnya gagal menyelesaikan” yang dijelaskan menggunakan nubuatan Jeheskiel 34, Victor T. Houteff menjelaskan bahwa seluruh gembala-gembala disaat mendekati penyelesaian pekerjaan bagi sidang akan didapati sedang tidak memberikan makanan kepada domba-dombaNya dan kepada semua gembala ini akan ditumpas dan digantikan oleh seorang gembala saja yaitu Daud (Hosea 3 : 4, 5) yang akan Tuhan pilih dari antara mereka yang selamat pada pengumpulan buah-buah pertama, berikut salah satu penjelasannya:
 
Jeheskiel 34 : 4, 5 : 
“Yang lemah tiada kamu kuatkan, dan yang sakit tiada kamu obati dan yang luka tiada kamu sembuhkan, dan yang terhalau tiada kamu bawa balik, dan yang sesat tiada kamu cari, melainkan dengan kekerasan dan kekejaman sudah kamu memerintah atas mereka itu. Maka tercerai berailah mereka itu karena tak ada gembala, maka mereka telah menjadi makanan segala margasatwa di padang, sebab sesatlah mereka.” 
Penjelasan Victor T. Houteff:
Sikap kelalaian ini pada pihak gembala-gembala itu telah menyebabkan para anggota mengembara dari faham yang satu ke faham yang lainnya dalam usaha mereka mencarikan makanan rohani serta pengawasan badaniah. Yah, begitulah kita sebut, mereka mengembara dari bukit yang satu ke bukit lainnya, banyak dari mereka secara simbolis telah menjadi makanan binatang-binatang (faham-faham), sebab tak ada gembala yang akan menggembalakan kawanan domba, melainkan terdapat para tukang cukur yang akan mengambil bulu-bulu domba dari punggung mereka, dan susu dari bawah rusuk-rusuk mereka. Memalukan benar! Maka siapakah berani menolak memberitakan apa yang Allah katakan? 
 
Jeheskiel 34 : 11 – 16 :
“Karena demikianlah firman Tuhan Hua. Bahwasanya Aku, bahkan Aku sendiri akan bertanya akan hal dombaKu, dan Aku akan mencari dia. Bagaikan seorang gembala memeriksa kawanan dombanya pada hari ia berada di tengah-tengah dombanya yang tercerai berai itu, demikian pula Aku akan memeriksa kawanan dombaKu, dan melepaskan mereka dari semua tempat di mana mereka telah tercerai-berai pada hari berkabut dan gelap. Dan Aku akan menghantarkan mereka keluar dari segala bangsa serta mengumpulkan mereka dari segala negeri, dan Kubawa mereka itu ke dalam negerinya sendiri, dan Kugembalakan mereka itu di atas segala gunung Israel dan pada tepi segala sungai, dan pada segala tempat tinggal negeri itu. Aku akan menggembalakan mereka itu pada tempat yang banyak rumputnya, dan pada gunung-gunung Israel yang tinggi itu akan terdapat kandangnya; di sana mereka itu akan berbaring dalam kandangnya yang baik, dan makan rumput di tempat-tempat yang gemuk di atas gunung-gunung Israel. Aku akan menggembalakan sendiri kawanan dombaKu, dan Aku akan memberi tempat mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Hua. Maka yang sesat itu akan Kucari, dan yang terhalau itu akan Kubawa balik, dan yang luka itu akan Kusembuhkan, dan yang lemah itu akan Kukuatkan, tetapi Aku akan membinasakan yang gemuk dan yang kuat; Aku akan menggembalakan mereka dengan adil.” 
Penjelasan Victor T. Houteff:
” … Allah telah berjanji, bahwa di mana gembala-gembala didapati tidak setia, maka Ia sendiri akan mengawasi kawanan domba itu. Allah tidak pernah membiarkan kawanan domba itu bergantung sepenuhnya kepada alat-alat manusia saja. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang datang dengan segeranya. Allah hendak memiliki suatu umat yang bersih dan benar. Dalam penyaringan besar yang segera akan jadi itu kita akan lebih mampu untuk mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda menunjukkan bahwa masa itu sudah dekat bilamana Tuhan akan menyatakan bahwa kipasNya ada di dalam tanganNya, maka Ia akan selengkapnya membersihkan lantaiNya.” – Testimonies, vol. 5, p. 80.
 
Hotbah Victor T. Houteff ini tampak diarahkan kepada gembala-gembala dari General Conference, namun walaupun Victor T. Houteff tidak mengarahkan nubuatan Jehezkiel 34 ini kepada organisasi Davidian, namun oleh karena organisasi Davidian merupakan reorganisasi dari organisasi General Conference, maka gembala-gembala dari organisasi Davidian juga harus termasuk sebagai pihak yang dimaksud oleh nubuatan ini.
 
Perhatikan bahwa nubuatan tersebut menunjukkan kondisi pada saat pekerjaan penyelesaian bagi sidang akan berakhir yaitu periode singkat keadaan pelaksanaan pekerjaan dari gembala-gembala sebelum Tuhan akan mengalihkan penugasan penggembalaan domba kepada seorang gembala saja yaitu Daud, dan pada gambaran nubuatan tersebut dikatakan tidak terdapat seorang gembalapun yang menjalankan tugasnya menggembalakan domba sebagaimana yang diperintahkan Tuhan.
 
Dengan memperhatikan hal tersebut, maka pertanyaannya siapakah gembala-gembala sebelum pemilihan Tuhan kepada seorang gembala saja yaitu Daud? Bukankah jawabannya yang dapat kita berikan adalah gembala-gembala dari General Conference, namun apakah gembala-gembala dari organisasi Davidian tidak termasuk dalam nubuatan tersebut? Marilah kita ulas secara lebih mendalam dari nubuatan Jehezkiel 34 ini:
  1. Kata-kata “bahkan Aku sendiri” dan “Aku akan menggembalakan sendiri” mengingatkan kita kepada nubuatan Yesaya 63 : 1 – 5 yang menubuatkan tentang hari pembalasan Tuhan yang akan terjadi di dua tempat yaitu di Edom dan di Bozrah, dimana dalam nubuatan Yesaya tersebut dikatakan “Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku!” dan “Aku melayangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong; Aku tertegun: tidak ada yang membantu. Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku.” Dari kata-kata ini dapat kita peroleh bahwa para gembala-gembala baik yang berada di Edom dan di Bozrah atau kita contoh saingankan kepada General Conference dan Waco Texas seharusnya jika mereka melaksanakan tugasnya sebagai gembala yang baik mereka telah membantu Tuhan, tetapi dalam kedua nubuatan ini mereka baik General Conference maupun organisasi reorganisasinya Waco Texas kedua-duanya telah mengecewakan Tuhan dan memaksa Tuhan sendiri yang harus turun jabatan melaksanakan tugas penggembalaan atas domba-dombanya.
  2. Kata-kata “Bagaikan seorang gembala memeriksa kawanan dombanya” memperlihatkan kepada kita bahwa seharusnya penugasan memeriksa kawanan domba itu bukanlah tugas dari Tuhan, melainkan tugas para gembalaNya dan tindakan Tuhan yang bagaikan seorang gembala ini Ia lakukan oleh karena para gembalanya yaitu dari organisasi General Conference dan termasuk juga organisasi reorganisasi Waco Texas tidak melaksanakan tugasnya sesuai yang diperintahkanNya.
  3. Setelah kita membahas secara perlahan-lahan ayat ini, mungkin dalam benak kita bertanya bukankah Victor T. Houteff sebagai juru kabar Tuhan juga sebagai gembala organisasi Davidian yang tentunya juga tidak luput dianggap sebagai gembala yang tidak menjalankan tugasNya? Melalui kata-kata ” ……….. pada hari ia berada di tengah-tengah dombanya yang tercerai berai itu” dan dari nubuatan Zakharia 13 : 6, 7 yang telah kita bahas di atas yang menyebutkan “paranglah akan gembala Ku, dan akan orang yang adalah kawan Ku. Maka domba-domba itu akan tercerai berai; maka Aku akan mengunjuk tangan Ku kepada yang kecil-kecil.” Kita mendapatkan jawaban kapan waktu penggenapan dari nubuatan ini apakah di masa periode Victor T. Houteff masih hidup ataukah sesudah ia meninggal. Kesimpulan yang semakin jelas kita dapatkan adalah kondisi para gembala-gembala yang tidak menjalankan tugas sebagaimana yang diperintahkan Tuhan tersebut baik yang berasal dari organisasi General Conference maupun organisasi Davidian yang merupakan reorganisasi General Conference terjadi setelah tahun 1962, artinya keberadaan organisasi Davidian yang kembali didirikan tahun 1991 yang tadi kita mencoba melakukan pengujian untuk menemukan adakah khayal atau contoh yang menggambarkan keberadaanya kembali, ternyata diakui dalam nubuatan Jehezkiel 34 ini, akan tetapi pengakuannya bukanlah sebagai organisasi yang benar melainkan sebagai organisasi yang dilambangkan sebagai gembala-gembala yang akan menerima pembalasan dari Tuhan. 
 
b. Amaran Sekarang buku 8 jilid II hal. 92 (1950):
 
”Kini kebenaran yang nyata itu ialah, bahwa jika sejarah akan diperpanjang dan jika kita harus tetap tinggal dalam jalan Kekristenan yang benar di mana terang itu bercahaya, maka semua orang harus berbuat sesuatu terhadap pekerjaan melayani orang susah yang sangat dilalaikan ini, karena ia itu tidak akan terselesaikan dari satu tempat yang terpusat, melainkan harus dialokasikan di daerah dan Negara dimana saja pekabaran dari hal jam itu “berakar dan mengeluarkan buah.”
 
Kutipan tersebut sama halnya sebagaimana yang dinubuatkan dalam Zakharia 13 : 6, 7 di atas, sehingga pada periode masa penghabisan bagi sidang saat kita sekarang ini pekerjaan tidak lagi dilaksanakan sebagaimana cara Tuhan lakukan dalam langkah-langkah reformasi sebelumnya, saat kita sekarang ini khususnya setelah ditebasnya gembala Tuhan, Tuhan tidak lagi mempercayakan penuntasan pekerjaan melalui “tempat yang terpusat.” Waktu penggenapan petunjuk sebagaimana kutipan di atas tidak akan mungkin terlaksana di masa Victor T. Houteff masih hidup dan memimpin organisasi Davidian, karena jika demikian maka tentunya Victor T. Houteff sendiri juga merupakan alat-alatnya setan untuk mengalahkan sidangNya dan tentunya tidak akan ada orang yang mampu bertahan saat kedatanganNya secara tiba-tiba ke kaabahNya serta keberadaan rerumputan hijau juga tentunya tidak hanya berasal dari pusat di Gunung Carmel Waco Texas.
 
c. Pembina Gedung Putih halaman 34, 35 (1951):
 
Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang dimanifestasikan melawan pekabaran Sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selama-lamanya — sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini adalah sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam kesebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat dirinya melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan (knocked-out blows) kepadanya. Kita juga harus waspada untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai — dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagipula, adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertamaNya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama mengenai masalah 144.000 itu.
Dari kutipan di atas Victor T. Houteff memberikan petunjuk akan hal perkembangan organisasi Davidian di masa berikutnya setelah ia menuliskan buku Gedung Putih dan dari buku tersebut kita tidak memperoleh penjelasan yang cukup jelas pengertian dari kata-katanya mengenai bagaimana dan kapan penerapan hal yang mengejutkan tersebut. Dalam kutipan tersebut kita dapatkan petunjuk bahwa akan ada sebuah pukulan mematikan yang akan datang yang akan menimpa organisasi pemegang pekabaran jam kesebelas, organisasi yang dimaksud sudah tentu adalah organisasi Davidian yang ia dirikan, karena organisasi General Conference sudah dimenangkan dan berada dalam genggaman Setan serta kata-kata “sidang dari jam kesebelas” juga mengarah kepada para pemegang kebenaran sekarang. Dalam kutipan tersebut juga kita dapat pahami penyebutan “musuh” terdapat dalam dua kali penyebutan yang pertama dalam bentuk singular dan yang kedua dalam bentuk plural. Selanjutnya dikatakan serangan itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi keluarnya 144.000 buah-buah pertama.
Kemudian dalam perkembangannya kita dapati bahwa ia meninggal dan organisasi dibubarkan tahun 1962 yang kemudian Waco Texas kepemilikannya beralih ke gereja Presbytarian, serta lebih lanjut juga terjadi peristiwa dibelinya kembali Waco Texas oleh sebagian orang-orang yang mengaku Davidian dan mendirikan organisasi Davidian tahun 1991, barulah atas petunjuk Victor T. Houteff tersebut  dapat kita pahami pengertiannya yaitu pukulan yang pertama yang berasal dari musuh yang tertulis singular atau tunggal dapat kita simpulkan sebagai pukulan yang berasal dari Setan sebagai penggenapan peristiwa pembubaran organisasi tahun 1962 dan kemudian terdapat pukulan berikutnya yang ditimbulkan dari musuh yang tertulis plural atau lebih dari satu musuh yang diciri-cirikan memiliki kepribadian yang sama seperti imam-imam di zaman Kristus sebagai pukulan yang berasal dari orang-orang yang mengklaim sebagai orang-orang Davidian berikut dengan organisasinya tahun 1991. 
 
Setelah terjadinya pukulan yang mematikan pada tahun 1962 terhadap pergerakan kelompok Davidian mengakibatkan tidak adanya lagi organisasi dan tidak adanya lagi pusat pergerakan sebagai penggenapan dari petunjuk Victor T. Houteff  yang sangat mengejutkan tersebut dan oleh karena juga dalam petunjuk tersebut Victor T. Houteff telah mengingatkan kepada kita untuk “waspada,” maka peristiwa kembali berdirinya organisasi Davidian tahun 1991 tersebut perlu kita uji dahulu agar mengetahui apakah ini adalah merupakan bagian dari usaha musuh atau perjalanan selanjutnya rencana Allah setelah sepeninggal juru kabarNya dengan menggunakan beberapa petunjuk pedoman yang diberikan oleh Victor T. Houteff kepada kita, yaitu :
 
Di sini kepada kita diberitahukan, bahwa nubuatan, suatu khayal, adalah merupakan test asam kimia untuk menguji sesuatu yang disebut Kebenaran Alkitab, artinya, jika perkara itu tidak ada dalam nubuatan, jika tidak ada khayal dari hal perkara itu ditemukan dalam tulisan-tulisan para nabi, maka tidak akan ada kebenaran di dalamnya. Ya, khayal-khayal dari para nabi itu harus menjadi khayal-khayal milik kita jika kita memang harus dilindungi. Amaran Sekarang jilid II buku 4 No. 24 hal. 78, 79.
 
Jika sebelumnya belum pernah kita tahu, maka kini akan kita saksikan bahwa dimana terdapat contoh akan terdapat juga contoh saingannya dan bahwa dimana tidak ada contoh, maka tidak akan ada Kebenaran.Amaran Sekarang jilid I buku 8 no. 47 hal. 75.
 
Oleh karena kemunculannya kembali organisasi Davidian di Waco Texas tahun 1991 tidak didukung oleh adanya khayal dan juga tidak terdapat contoh-contoh dari perjalanan umat Allah di masa lalu yang dapat memberikan keyakinan kepada kita yang sudah tidak memiliki lagi pemimpin yang terlihat sehingga sepenuhnya hanya dapat bergantung kepada kepemimpinan Tuhan saja, maka dapat disimpulkan bahwa kembalinya organisasi Davidian berdiri di Waco Texas tahun 1991 adalah sebagai penggenapan dari “setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertamaNya itu yang kini masih tersembunyi.”
 
d. Buku Symbolic Code Vol. 10, No. 1 (September 1954) hal. 1 – 5.
Kita sekali lagi, bahkan dengan perhatian yang lebih besar untuk mencapai tujuannya, Pusat Gunung Karmel sekali lagi memberitahukan kepada orang-orang Davidian yang setia dan yang akan menyadari bahwa kabar baik ini adalah merupakan satu pertanda. Pertama sekali, Pusat Gunung Karmel memulainya dengan menjual kelebihan harta miliknya, kemudian menjual seluruhnya, adalah lambang yang mengingatkan kepada program yang digambarkan oleh Alkitab dan Roh Nubuat dalam kata-kata berikut:
 
Sekali lagi, “Hal kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang dan yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Matius 13 : 44. Yesus sendiri sedang membuka jalan itu.
“….. Yesus telah membuat perkara itu mungkin bagi kamu untuk menerima kasihNya, dan dengan suka cita bekerja sama dengan dia dibawah pengaruh keharumannya. Ia menghendaki kamu untuk menggunakan harta milikmu dalam pelayanan yang tidak mementingkan diri, supaya rencana keselamatan jiwa-jiwa dapat berjalan dengan kuasa. Ia mengharapkan kamu untuk memberikan tenaga yang tidak terbagi bagi ke dalam pekerjaanNya. 
Maukah kamu agar harta milikmu terjamin aman? Berikanlah itu ke dalam tangan yang terpaku di kayu salib. Menahan harta milikmu adalah kerugian kekal bagimu. Berikanlah itu kepada Allah, maka pada saat itu semuanya itu akan diukirkan. Itu akan dimeteraikan dengan keabadianNya. Maukah kamu menikmati kemampuanmu? Maka gunakanlah itu menjadi persembahan.“ —  Testimonies Jilid 9, No. 50, 51.
Aku melihat bahwa kalau ada orang yang berpegang pada hartanya dan tidak bertanya kepada Tuhan mengenai kewajiban mereka, sama Tuhan tidak akan memberitahukannya serta mengijinkan hartanya disimpan, namun pada masa kesukaran hartanya itu akan merupakan sebuah gunung yang akan menimpa kepada mereka dan mereka akan mencoba untuk menggunakannya, tetapi tidak dapat digunakan lagi. Saya mendengar ada orang yang bersungut-sungut begini, “Pekerjaan tersendat- sendat, umat Allah sedang kelaparan akan kebenaran, sedangkan kita tidak berusaha untuk menutupi kekurangan itu; dan sekarang harta kita tidak ada gunanya. Aduh, sekiranya kita telah menyumbangkannya, dan menyimpan harta di surga!” Aku melihat, bahwa pengorbanan tidak bertambah melainkan berkurang dan dihabiskan. Saya juga melihat bahwa Allah tidak menghendaki semua umatNya untuk menggunakan harta mereka pada saat yang sama, tetapi jika mereka mau diajar, Ia akan mengajar mereka pada saat kekurangan, kapan untuk menjual dan berapa banyak yang akan dijual. Ada orang yang telah diminta untuk menggunakan harta mereka pada masa yang lampau untuk menunjang pekerjaan Advent, sementara yang lainnya dibiarkan untuk menyimpan harta mereka sampai pada masa ia itu dibutuhkan. Barulah pada saat harta itu dibutuhkan, maka kewajiban merekalah untuk menjualnya.” —- Early Writings, p. 57.
…….. Dengan semakin berlalunya hari kita melihat bahwa Allah menghendaki umatNya supaya dengan suka cita mereka membantu pekerjaanNya, pertama melalui perpuluhan dan persembahan mereka (Maleakhi 3 : 8 – 10), dan akhirnya dengan menjual seluruh hartanya, jika mereka mau masuk ke dalam kehidupan yang kekal. Mereka yang memenuhi persyaratan yang pertama, akhirnya akan bergembira menjual semua hartanya apabila Allah memerintahkannya. Hanya dengan demikianlah mereka akan dapat dikatakan, bergembira membeli “ladang” yang memendam harta itu.
 
Sekarang hal itu menjadi sangat jelas karena waktunya sudah singkat, sehingga ia yang mau bersedia bagi “perjamuan besar” dan bagi “rumah kekalnya”, akan membuka matanya terhadap kebenaran dan membuka hatinya kepada keselamatan kekalnya. Hari demi hari Allah akan menuntun dia.
 
Maka dengan pasti langkah ini dapat menjadi satu tonggak pertanda baik kepada orang-orang Davidian maupun kepada orang-orang Laodekia, bahwa pekabaran Jam Kesebelas itu sudah berada pada puncak terakhir dan sekuat tenaga berusaha untuk merebut kembali sidang dari tangan-tangan musuh.
Maka siapakah yang tahu, kecuali Tuhan, bahwa contoh yang mendebarkan hati ini dapat segera berubah menjadi bunyi tanda bahaya dan yang akan diikuti oleh setiap orang Davidian yang setia di seluruh negeri itu. Bahkan sekarang, contoh yang diberikan Tuhan untuk mengumpulkan dana dengan menjual harta milikNya, adalah merupakan satu seruan nyaring kepada setiap orang Davidian untuk menyadari kenyataan bahwa mereka memiliki hak istimewa untuk ikut berkampanye mula-mula dengan memberikan perpuluhan dan persembahan dengan setia, dan akhirnya menambah jumlah dana itu dengan memberikan segala sesuatu sehingga pekerjaan itu dapat diselesaikan lalu orang-orang suci dapat berkumpul kembali pulang ke rumah.   
Kutipan di atas adalah pernyataan Victor T. Houteff yang disampaikan di akhir-akhir hidupnya yang sesuai pedoman yang diberikan kepada kita bahwa kebenaran Tuhan itu diberikan secara tahap demi tahap, maka tentunya pernyataan-pernyataan dalam hotbah maupun tulisannya yang disampaikan sebelum ia meninggal tanggal 5 Februari 1955 itulah yang harus dipegang sehingga segala pemahaman yang sebelumnya telah lama sekalipun dipegang dan diyakini harus bersedia dirobah. Dalam kutipan di atas kita dapatkan bahwa Tuhan akan memegang kendali dalam tanganNya sendiri, ia tidak mempercayai kepada seorang gembalapun saat setelah organisasi Davidian dibubarkan tahun 1962, selain itu kepadanya Tuhan juga telah memberikan petunjuk bagaimana Setan akan bekerja dengan memberikan pukulan yang mematikan yang pengertiannya ia belum pahami saat menuliskannya bagi kita dan terakhir juga dengan mencontohkan kepada Matius 13 : 44 Victor T. Houteff memberikan penyampaian perintah Tuhan yang mengejutkan dan mendebarkan bagi para orang-orang Davidian untuk menjual seluruh harta kekayaan karena sebelumnya di dalam The Symbolic Code, Vol. 1, No. 14. (August, 1935), pp. 5 dan dalam beberapa pernyataannya dalam hotbahnya Victor T. Houteff memberikan keyakinan bahwa pekerjaan akan diselesaikan melalui organisasi Waco Texas yang merupakan lambang gunung Karmel.
Peristiwa dijualnya seluruh harta kekayaan Waco Texas dan kemudian dibubarkannya organisasi oleh Ny. Houteff di dalam tahun 1962 walaupun sangat mengejutkan dan mengecewakan para pengikut kebenaran sekarang, namun pada dasarnya tindakan tersebut merupakan pelaksanaan dari perintah terakhir yang diberikan oleh Victor T. Houteff yang mana ia baru hanya sempat menjual sebagian harta kekayaan Waco Texas sebelum ia meninggal dari rencana menyesuaikan perintahNya untuk menjual keseluruhannya sebagaimana yang ia gambarkan contoh dari perumpamaan Matius 13 : 44.
Setelah peristiwa pembubaran organisasi Davidian oleh Ny. Houteff dalam tahun 1962 para anggota Davidian telah tercerai berai membentuk berbagai kelompok masing-masing dan tidak lagi memiliki sesuatu kepemimpinan pusat organisasi dan Waco Texas yang sebelumnya adalah melambangkan gunung Karmel penguasaannya telah dimiliki oleh gereja Presbitarian hingga terdapat sebagian orang-orang Davidian yang mengklaim sebagai penerus organisasi Waco Texas kepemimpinan Victor T. Houteff pada tahun 1991.
Saudara-saudara perhatikan dan cermati hasil penelusuran terhadap petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Victor T. Houteff tersebut diatas menggambarkan pada akhirnya pekerjaan penyelesaian bagi sidang Laodekia tidak dipercayakan lagi melalui kepemimpinan organisasi dalam hal ini Waco Texas, penggenapan petunjuk-petunjuk di atas tersebut tepatnya baru akan tergenapi setelah Victor T. Houteff meninggal dan organisasi dibubarkan pada tahun 1962, dapat disimpulkan demikian karena kata-kata “setiap organisasi” berarti tidak terkecuali organisasi Davidian itu sendiri dan tidak akan mungkin ia memperingatkan domba-dombanya untuk tidak mempercayai organisasi Davidian yang sementara ia sedang pimpin bekerja memberikan makanan kawanan domba dan menyerukan pengepungan ke kota Yerusalem. Walaupun ia sendiri yang menulis berbagai petunjuk-petunjuk yang mengarah kepada kesimpulan bahwa Tuhan tidak lagi mempercayakan kepada sesuatu organisasi pada periode terakhir penyelesaian bagi sidang, namun ia tidak memahami bagaimana dan kapan waktunya penggenapan dari petunjuk tersebut. Kita sekarang ini dapat simpulkan demikian adalah merupakan hasil pelaksanaan perintah “Kewajiban kita ialah membuktikan Firman Allah itu benar dan bukan berpegang teguh kepada konsep-konsep pengertian kita sebelumnya” dan memperhatikan “sesuai apa yang kita saksikan dari hari ke hari” sebagaimana petunjuk pedoman yang telah diuraikan di awal pembahasan. 

 

Kesimpulan 1 :
 

 

Kutipan terkait dengan organisasi menggambarkan setiap organisasi setan mampu menjatuhkannya, sehingga Tuhan tidak lagi mempercayakan pekerjaan penyelesaian bagi sidang melalui organisasi dan waktunya adalah dimaksudkan setelah Victor T. Houteff meninggal yaitu periode akhir mendekati penyelesaian pekerjaan bagi sidang.  
Selanjutnya agar lengkap analisa kita dan tidak dikatakan kita mengesampingkan berbagai kutipan-kutipan yang tidak sependapat dengan pandangan kita, berikut kita melanjutkan penelusuran kepada:
 
Kutipan-kutipan tulisan Victor T. Houteff lainnya mengenai keberadaan organisasi yang dilambangkan dengan gunung Karmel
1. The Symbolic Code, Vol. 1, No. 14. (August, 1935), p. 5:
“Memang benar kami sedang mendirikan markas besar kami pada gunung ini yang terdapat di dalam nubuatan, namun keberadaan kami di sini akan sangat, sangat singkat, karena ‘Ia akan menyelesaikan pekerjaan itu, dan mempersingkatkannya dalam kebenaran : sebab suatu pekerjaan yang singkat akan Tuhan lakukan di bumi.’ (Rum 9 : 28).
 
Hal itu mungkin menarik bagi Pendeta G. untuk mengetahui bahwa pemberian nama bagi ‘perkemahan’ kami, Pusat Gunung Karmel’, terjadi dalam cara yang sama dengan pemberian nama bagi penerbitan buku-buku kami ‘Tongkat Gembala,’ karena kami sebelumnya tidak tahu bahwa iaitu ada di dalam nubuatan sampai kemudian perhatian kami terarahkan ke Mikha 7 : 14 dan Amos 1 : 2. 
2. Tanya Jawab buku 3 pertanyaan No. 66:
 
Bagaimanakah orang-orang Davidian menganggap gereja Masehi Advent hari ketujuh? Bagaimana pendirian mereka mengenai tulisan-tulisan Ny. White, dan gunung Carmel melambangkan apa?
 
Jawab:
 
……. Oleh kematian Ny. White dalam tahun 1915, maka karunia ilham, sebagai Roh Nubuatan yang aktif telah menjadi diam, tidak lagi memanifestasikan diriNya untuk beberapa waktu. Dengan adanya sidang terputus sedemikian ini dari sumber kehidupannya, sebagaimana sidang Yahudi semenjak dari kematian nabi Maleakhi sampai kepada datangnya Yahya Pembabtis, maka bagaimana mungkin dapat ia mempertahankan kekuatan dan pertumbuhannya? Sebab itulah, maka kini seperti halnya di waktu itu, telah menyusul kekurangan gizi kerohanian yang tak terelakkan berikut kerusakan bentuk, yang diikuti dengan suatu rangkaian sengsara yang lama.
 
Menentang latar belakang kemerosotan kerohanian dan penyusutan yang suram ini (tidak terkasihan, sengsara, melarat, buta, dan telanjang), dan ajal yang tak terelakkan (diludahkan keluar), muncullah keluar Pusat Gunung Karmel dalam gambar-gambar besar yang terpahat dengan mencolok, bagikan puncak cahaya dari karmel kuno yang lalu di tengah-tengah penyembahan berhala dan kemerosotan Israel yang murtad. Contoh kembali menemui contoh saingannya……..
Dan kini suara dari Karmel melalui penerbitan buku-buku Tongkat Gembala makin hari makin keras bunyinya. Penulis Ilahinya mengatakan: “Suara Tuhan ….. kepada negeri itu, dan orang yang bijaksana akan menyaksikan namamu : “dengarlah olehmu akan Tongkat itu dan akan DIA yang telah menetapkannya.” Mikha 6 : 9.
Ia memerintahkan : “Berilah makan umatKu dengan tongkatmu, kawanan domba pusakamu itu, yang tinggal terpencil di hutan, ditengah-tengah Karmel.” Mikha 7 : 14. …….
 
Jadi, perlulah Pusat Gunung Karmel dibangun sebagai suatu basis operasi bagi latihan dan pemantapan para pekerja untuk membawa pekabaran yang istimewa ini kepada sidang; bagi mendidik orang-orang muda yang patut; bagi pemeliharaan orang-orang miskin, orang-orang tua, janda dan anak piatu; dan bagi melayani orang sakit dan orang yang lemah sesuai dengan rencana Allah. Pusat Gunung Karmel itu telah mendengar penugasan rangkap Allah kepadanya yang berbunyi: “Nyaringkanlah suaramu, janganlah menahaninya, angkatlah suaramu bagaikan nafiri, dan tunjukkan kepada umatKu segala pelanggaran mereka dan rumah Yakub segala dosa mereka Yesaya 58 : 1. …………
 
Tanggung jawab Gunung Karmel yang besar ialah menyelesaikan pekerjaan yang bermacam-macam ini secepat mungkin, supaya dapat kita pulang ke peristirahatan kita yang kekal, tidak lagi terbelenggu dengan berbagai rantai dosa.
 
3. Tanya Jawab buku 2 pertanyaan No. 35:
Kami ingin mengetahui sekiranya itu benar sesuai yang kami dengar, bahwa kebijaksaan Pusat Mt. Carmel adalah menangani dengan sangat rahasia semua surat-menyurat dan permintaan buku-buku.
 
Jawab:
 
Adalah salah satu dari tata etika kantor pada pusat Mt. Carmel yang tidak dapat diganggu gugat ialah bahwa tidak satupun surat menyurat atau permintaan-permintaan akan buku-buku akan dikemukakan kepada umum, terkecuali oleh kesempatan atau dengan persetujuan penulisnya. 
 
4. Tanya Jawab buku 4 pertanyaan No. 88:
Kebanyakan dari kita telah bergumul untuk melepaskan diri dari ikatan-ikatan yang diwajibkan kepada kita oleh kepemimpinan sidang yang ada sekarang, dan tampaknya tidak lagi benar bahwa kita memiliki jaminan bahwa Tuhan sedang memimpin dalam semua pergerakan di Gunung Karmel. Bolehkah kami mengetahui berapa banyak pekerjaan dari Gunung Karmel itu yang berada di bawah pengendalian Tuhan?
 
Jawab :
 
……….. Roh Nubuatan mengatakan : “Setan memiliki kemampuan untuk menganjurkan keragu-raguan dan untuk menciptakan penolakan-penolakan terhadap kesaksian yang tegas yang dikirim Allah, dan banyak orang menyangkakannya sesuatu yang baik, suatu alamat kecerdasan di dalam mereka, untuk tidak percaya, dan untuk mempertanyakan dan berdalih-dalih. Orang-orang yang ingin meragukannya akan memperoleh kesempatan yang limpah untuk itu. Allah tidak menganjurkan untuk menyingkirkan semua kesempatan bagi ketidak-percayaan. Ia memberikan bukti, yang harus diperiksa dengan saksama dengan suatu pikiran yang rendah hati dan suatu roh yang suka belajar, maka semua orang harus memutuskan sesuai dengan bobot kenyataan.” — Testimonies, vol. 3, p. 255.
Lagi pula, tidak seorang pun dapat menilai pekerjaan itu oleh kepintarannya sendiri ataupun oleh kepintaran manusia-manusia lain, sebab, Roh Nubuatan mengatakan: “Para pengerja akan tercengang terheran-heran oleh cara-cara sederhana yang akan digunakan-Nya untuk menghasilkan dan menyempurnakan pekerjaan kebenaran-Nya ……….. Marilah ku ceritakan kepadamu bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali di luar tata kebiasaan segala perkara, dan dengan suatu cara yang akan bertentangan dengan setiap rencana manusia.” — Testimonies to Ministers, p. 300. ………….
Bagi para penganut Kebenaran-Sekarang, satu daripada bukti-bukti yang pasti bahwa Tuhan sedang memimpin dalam pekerjaan di Gunung Karmel, ialah bahwa tanpa menghiraukan tantangan yang tidak habis-habisnya, kurangnya para pengerja, dan banyak lagi kekurangan-kekurangan lainnya, pekerjaan itu sedang bergerak maju secara tetap dengan suatu kuasa yang tak dapat dilawan. Memang benar, ia itu adalah bagaikan benih sesawi.
 
5. Tongkat Gembala Edisi Khusus hal 67, 68 tentang Yehezkiel 4:
“Kepunglah akan dia” tentunya berarti menyerangnya dengan suatu bala tentara pekerja-pekerja reformasi dan memaksanya untuk menyerah – – – yaitu datang kepada pengetahuan kebenaran yang diungkapkan di sini. Jadi jelaslah sekali, bahwa pekabaran dari hal jam, dan hal inilah yang harus dibawakan ke hadapan umat Allah.
 
“Dan bangunkanlah sebuah tugu pertahanan menghadapinya” berhati-hati agar tidak seorangpun luput, baik ataupun jelek. Kemudian “buatkanlah suatu timbunan tanah”; jangan ragu-ragu, dan lakukan pengamanan untuk merebut kota itu.
 
“Tempatkanlah juga perkemahan tentara menghadapinya”; artinya, buatkanlah suatu pondok sementara bagi pekerja-pekerjamu, yaitu Markas Besar untuk dari padanya meneruskan pekerjaan, dan bersiap-siaplah untuk tinggal di sana sampai kelak engkau mengalahkan kota itu. Inilah maksud yang tulus dalam membangun Mount Carmel Center (di Amerika), dan inilah tujuannya yang telah dikaruniakan.
 
6. Tanya Jawab buku 5 :
1) Pertanyaan No. 115 tentang pakaian orang-orang gunung Karmel,
2) Pertanyaan No. 121 tentang Karunia atau talenta yang harus dilaksanakan salah satunya mendirikan organisasi gunung Karmel,
3) Pertanyaan No. 141 tentang obligasi,
4) Pertanyaan No. 154 tentang bagaimana dapat memegang jabatan di dalam organisasi gunung Karmel apakah harus memiliki kartu anggota,
5) Pertanyaan No. 164 dan 165 tentang dapat diterima sebagai siswa lembaga keimamatan Davidian.
 
Saudara-saudara perhatikan dan cermati bahwa tampak dari kutipan-kutipan di atas memperlihatkan bagaimana organisasi Davidian pada periode awal diperdirikan hingga periode perjalanannya melaksanakan tugasnya mengepung kota Yerusalem selama Victor T. Houteff hidup dan masih memimpin, dimana sangat berbeda dengan kutipan dan petunjuk-petunjuk Victor T. Houteff tentang organisasi di atas yang tidak dapat tidak harus kita simpulkan akan terjadi setelah Victor T. Houteff meninggal.
Memang benar apabila kita membaca kutipan-kutipan di atas terlihat bahwa Victor T. Houteff mengingatkan kita untuk tidak ragu dan tetap mempercayai pekerjaan Tuhan kepada organisasi Davidian di Waco Texas yang melambangkan Gunung Karmel dan apabila ada orang yang mempertanyakan dan meragukan tentunya dapat disimpulkan bahwa roh yang memimpin orang tersebut bukanlah roh yang sama dengan yang memimpin Victor T. Houteff, itulah sebabnya kutipan-kutipan ini sampai saat ini masih dipegang dan dipertahankan oleh sebagian para pemegang kebenaran sekarang tanpa menghiraukan berbagai kutipan atau petunjuk-petunjuk yang telah diberikan oleh Victor T. Houteff dalam buku dan penjelasan lainnya sebagaimana yang telah kita bahas di atas. 
Pada dasarnya memang haruslah demikian kita harus memahami sebagaimana yang dipahami oleh juru kabarnya, namun sesuai dengan pedoman-pedoman di awal pembahasan di atas berbagai keyakinan yang Victor T. Houteff bagikan kepada kita menjadi berbeda ketika Victor T. Houteff ternyata secara mengejutkan harus mengakhiri perjuangannya sebelum apa yang ia sendiri yakini dapat terlaksana, sehingga kita yang masih hidup setelah sepeninggalnya Victor T. Houteff tahun 1955 dan setelah peristiwa dibubarkannya organisasi Davidian pada tahun 1962 oleh Ny. Houteff beserta dijualnya seluruh harta kekayaan Waco Texas yang merupakan Gunung Karmel dan kemudian kepemilikan berpindah ke dalam penguasaan gereja Presbitarian, maka haruslah kita kembali meneruskan pengalaman umat Allah dimasa yang lalu yang harus merubah, mengevaluasi pemahaman dan keyakinan yang telah dibagikan oleh Victor T. Houteff tersebut mengenai keberadaan Waco Texas atau Gunung Karmel.
Kemudian terkait dengan dibelinya kembali Waco Texas oleh orang-orang Davidian pada tahun 1991 dan kembali mendirikan organisasi Davidian serta mengklaim sebagai gunung Karmel yang melanjutkan perintah pengepungan kota Yerusalem, pada dasarnya menggembirakan kita para pemegang kebenaran sekarang, namun sesuai dengan petunjuk pedoman yang telah dibahas diawal bahwa “jika perkara itu tidak ada dalam nubuatan, jika tidak ada khayal dari hal perkara itu ditemukan di dalam tulisan-tulisan para nabi, maka tidak akan ada kebenaran di dalamnya” dan “dimana tidak ada contoh, maka tidak akan ada Kebenaran” maka keberadaan organisasi Davidian yang didirikan kembali tahun 1991 tersebut tidak dapat kita akui sebagai kelanjutan kepemimpinan Tuhan melalui organisasi, melainkan memberikan gambaran keberadaannya sebagai wujud penggenapan dari peringatan Victor T. Houteff tentang “Kita juga harus waspada untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus.”, sebagaimana ia sampaikan di dalam buku Pembina Gedung Putih halaman 34, 35 (1951).

 

Kesimpulan II

 

Dari kutipan-kutipan tentang keberadaan organisasi yang melambangkan Gunung Karmel yang Victor T. Houteff mengingatkan kita agar tidak meragukan kepemimpinan Tuhan dapat kita petakan pada periode awal saat didirikannya dan saat masih dalam kepemimpinan Victor T. Houteff, atau dengan kata lain masih di dalam periode awal dan periode pertengahan. 
Layunya gunung Karmel
Setelah kita mempelajari keberadaan organisasi dan mencari jawaban apakah pada periode terakhir khususnya setelah meninggalnya Victor T. Houteff tahun 1955 Tuhan masih mempercayakan pekerjaannya melalui organisasi dan memperoleh kesimpulan bahwa pada periode akhir mendekati penyelesaian bagi sidang bahwa Tuhan tidak mempercayakan penyelesaian pekerjaanNya melalui organisasi, kembali kita mendapatkan sebuah kutipan Tulisan Victor T. Houteff lainnya yang memberikan gambaran bagaimana pekerjaan akan diselesaikan melalui Waco Texas atau gunung Karmel yang tampaknya bertentangan dengan kesimpulan di atas, yaitu terdapat pada buku The Symbolic Code, Vol. 1, No. 14. (August, 1935), pp. 5 – 7, sebagai berikut :
Di dalam nubuatan Amos (1 : 2) kita baca sebagai berikut : 
“Tuhan akan bergemuruh suara-Nya dari Zion, dan mengeluarkan suara-Nya dari Jerusalem; maka tempat-tempat tinggal para gembala akan meratap, dan p u n c a k  K a r m e l akan layu.”
 
“Dengan sedikit komentar terhadap tulisan di atas, maka setiap siswa Alkitab akan mengenalnya sepintas lalu, bahwa iaitu berlaku di akhir zaman, sebagaimana yang dijelaskan oleh nabi Injil berikut: ‘Maka akan jadi kelak di akhir zaman, bahwa gunung dari rumah Tuhan akan didirikan pada puncak dari gunung-gunung, dan iaitu akan ditinggikan di atas bukit-bukit ………. karena dari Zion akan terbit hukum, dan firman Tuhan dari Jerusalem.’ (Jesaya 2 : 2, 3), yang dalam bahasa dari Amos berbunyi : ‘Mengucapkan suara-Nya dari Jerusalem.’ Sambil memandang kepada masa yang sama ini Joel mengemukakannya sebagai berikut : ‘Maka Tuhan akan mengucapkan suaranya ke hadapan bala tentaranya : karena kemah-Nya : besar sekali : karena Ia adalah kuat yang melaksanakan firman-Nya; karena hari Tuhan itu besar adanya dan sangat mengerikan, maka siapakah yang dapat tahan berdiri ?’ (Joel 2 : 11). 
 
“Sebagaimana Amos mengatakan : ‘Tempat-tempat tinggal dari para gembala akan meratap,’ adalah jelas bahwa nubuatan Amos itu masih akan jadi di depan, karena kata-kata ‘tempat-tempat tinggal‘ (tempat-tempat) itu terdapat dalam bentuk jamak yang tidak mungkin dapat diaplikasikan kepada satu tempat tinggal gembala (gereja) saja, melainkan kepada semua gereja yang berada pada waktu itu. Sebutan ‘gembala-gembala’ berarti, sebagaimana difahami, sama dengan ‘para tua-tua yang berada di depan rumah itu’ — yaitu para pendeta. ‘Testimonies for the Church, vol. 5, p. 211. Perhatikanlah bahwa para gembala itu sendiri tidak meratap, melainkan hanya ‘tempat-tempat tinggal mereka’ (rumah-rumah mereka); artinya, para anggota dari gereja-gereja, kenyataan mana mengungkapkan bahwa yang sedemikian itu akan jadi apabila rombongan orang banyak yang tertidur dalam gereja-gereja bangkit dari lumpuh (knocked-out blows) kerohanian mereka itu lalu menemukan bahwa para gembala (Karmel) mereka itu yang sudah mereka sepenuhnya percaya bagi penyelamatannya justru telah menyesatkan mereka semua. 
 
Nabi Jeremiah dalam kata-kata berikut ini menjelaskan bahwa ratap tangis ini dari mereka yang sedemikian itu telah disesatkan akan jadi pada akhir masa kasihan. Karena mereka akan mengatakan ‘penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, dan kami belum juga selamat’ (Jeremiah 8 : 20). Artinya, sesudah penuaian, masa dimana mereka sudah harus dapat diselamatkan, akan mereka sadari bahwa masa kasihan sudah berakhir. Pada waktu itulah ‘tempat-tempat tinggal dari para gembala itu akan meratap, dan puncak Karmel akan layu.’ Sebab itu, sebelum masa itu puncak Karmel tak dapat tiada harus hijau keadaannya dengan padang rumput yang luas, sebab jika tidak, maka tidak akan ada yang layu; artinya, sekalipun Karmel pada waktu ini melimpah rerumputan hijaunya (Kebenaran sekarang), apabila masa kasihan berakhir iaitu harus ditinggalkan (‘layu’), karena Roh Nubuatan mengatakan : ‘Dalam masa kesusahan itu kita semua melarikan diri dari kota-kota dan kampung-kampung.’ Early Writings, p. 34.
 
“Demikianlah kelak puncak Karmel itu akan layu, maka mereka yang tidak mau mematuhi himbauan, ‘Hari ini jika engkau kelak mendengar suara-Nya, janganlah mengeraskan hatimu, pada akhirnya akan gempar karena kesempatan mereka untuk menyambut kebenaran itu sudah lenyap. Kemudian dalam keadaan yang tergesa-gesa, dalam usahanya yang bagaikan orang gila, untuk memperkenalkan dirinya kepada kebenaran sekarang yang keluar dari puncak Karmel, secara tak terduga mereka akan menemukan bahwa Karmel telah mengakhiri tugasnya, semua penghuninya sudah pindah, dan masa kasihan sudah berakhir, pada saat mana para penghuni Karmel hanya dapat mengulangi ucapan, ‘penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, maka kami tidak lagi memiliki apa-apa bagimu.’

 

“Kemudian akan jadi kelak bahwa ‘Mereka akan mengembara dari laut yang satu ke laut yang lainnya, dan dari utara sampai ke timur, mereka akan pergi kesana kemari mencari firman Tuhan, tetapi tidak akan dapat menemukannya. Pada hari itu anak-anak dara yag cantik dan orang-orang muda akan lemah lunglai karena kehausan. Tengoklah, hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan mengirim suatu kelaparan di dalam negeri itu, bukan kelaparan terhadap roti, juga bukan kehausan terhadap air, melainkan kerinduan untuk mendengarkan firman Tuhan.’ (Amos 8 : 12, 13, 11). Oh, betapa kecewanya kelak nanti ! 

 

“Dan kini mataku bersama mata dari nabi yang meratap itu ‘gagal penuh air mata, ……… karena binasa puteri bangsaku; karena anak-anak dan budak-budak penyusu lemah lunglai di jalan-jalan negeri itu. Nabi-nabimu (guru-guru) telah bernubuat dusta dan perkara-perkara yang bodoh bagimu : dan mereka tidak menemukan kesalahanmu untuk mengalihkan perhambaanmu ; melainkan telah menyaksikan bagimu beban-beban dan sebab-sebab pembuangan yang palsu.’ (Nudup Jeremiah 2 : 11, 14).
“Karena Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya dalam kegelapan, kita menemukan pekerjaan dari Tongkat Gembala itu secara jelas digariskan di dalam nubuatan di seluruh Alkitab, maka satu-satunya alasan mengapa saudara-saudara pemimpin kita tidak dapat melihat kebenaran di dalamnya dan tidak mengenal ‘dia yang telah menetapkannya’ ialah karena mereka mencoba melihatnya melalui uang dollar dan sen gantinya melalui Roh Nubuatan, yaitu mata bagi sidang, yang hanya melaluinya dapat mereka melihat kebenaran itu dan menyaksikan kondisi keadaan mereka yang sebenarnya yaitu buta rohani, melarat dan sengsara rohani, serta kebutuhan terhadap salp mata, karena apakah yang diketahui orang akan perkara-perkara dari seseorang, kalau bukan roh orang itu yang terdapat di dalam dirinya ? Demikian itu pula dengan perkara-perkara Allah tidak seorangpun mengetahui terkecuali Roh Allah saja.’ (1 Korinthi 2 : 11).
“Tetapi kini sementara Roh Kebenaran itu ada datang, Ia akan memimpin ke dalam semua kebenaran : karena Ia tidak akan berbicara dari diri-Nya sendiri ; melainkan apapun saja yang kelak didengarNya, itulah yang akan dibicarakannya ; maka Ia akan menunjukkan kepadamu perkara-perkara yang akan datang’ (Yahya 16 : 13). Karena tanpa Roh Allah tidak seorangpun dapat mengetahui perkara-perkara Allah.”
 
Dalam kutipan tersebut kita dapatkan penjelasan antara lain :
  1. Gunung Karmel adalah pusat satu-satunya pelaksanaan pekerjaan Tuhan bagi pelayanan kerohanian sidang sebelum berpindah ke kerajaan Daud. 
  2. Gunung Karmel oleh karena sebagai penyedia makanan bagi kerohanian sidang, tentunya selama belum layu masih dipenuhi rerumputan hijau.
  3. Melalui kata-kata “Sebab itu, sebelum masa itu puncak Karmel tak dapat tiada harus hijau… sebab jika tidak, maka tidak akan ada yang layu” menunjukkan bahwa ukuran mengetahui kapan layunya gunung Karmel adalah ditandai saat apabila gunung Karmel tersebut sudah tidak terdapat rerumputan hijau atau mampu menyediakan makanan lagi bagi kerohanian sidang.
  4. Tampak pengertian yang diberikan Victor T. Houteff terkait keberadaan gunung Karmel tersebut akan sampai akhir masa kasihan yang kemudian dikatakan penghuninya telah berpindah dan tentunya ia maksudkan perpindahannya ke kerajaan Daud.
  5. Namun demikian kembali sesuai perintah yang telah disampaikan Victor T. Houteff kepada kita yaitu “Kewajiban kita ialah membuktikan Firman Allah itu benar dan bukan berpegang teguh kepada konsep-konsep pengertian kita sebelumnya” dan memperhatikan “sesuai apa yang kita saksikan dari hari ke hari”, maka oleh karena secara tidak diduga-duga dan mengejutkan organisasi Davidian  ditinggalkan oleh pemimpinnya Victor T. Houteff pada tahun 1955 dan dilanjutkan dengan peristiwa dibubarkannya organisasi Davidian tahun 1962 serta keberadaan Waco Texas sepeninggalan organisasi Davidian beralih kepada gereja Presbitarian hingga tahun 1991, mau tidak mau kita harus menjalankan pengalaman Musa dan umat-umat Allah lainya sebelum kita yaitu harus bersedia untuk ”merobah cara berpikir kita” lalu melanjutkan perjalanan hingga akhirnya (Amaran Sekarang buku 3 jilid 1 hal. 39, 40). Alasan mengapa kita harus menyesuaikan pemahaman kita tentang saat dari layunya gunung Karmel dari yang sebelumnya sesuai yang diberikan Victor T. Houteff pada saat pintu kasihan berakhir bagi sidang menjadi saat tersebut terjadi di tahun 1962 ketika organisasi dibubarkan adalah sesuai penjelasan yang kita dapatkan dari pembahasan Victor T. Houteff diatas bahwa gunung Karmel apabila belum layu akan penuh dengan rerumputan hijau dan tentunya akan selalu menyediakan makanan bagi sidang, namun apakah mungkin sidang selama tahun 1962 sampai dengan 1991 diberikan makanan oleh gereja Presbitarian? Pertanyaan ini harus menjadi pemikiran kita karena lambang gunung Karmel sesuai penjelasan Victor T. Houteff tidak dapat ditempatkan kepada lokasi lainnya selain dari Waco Texas. Sedangkan penggenapan dari waktunya “tempat-tempat tinggal dari para gembala itu akan meratap” yaitu ketika mereka menyuarakan Yeremia 8 : 20 adalah tidak berubah yaitu saat pintu kasihan sudah tertutup bagi sidang.

 

Kesimpulan III

Walaupun pengertian tentang masa tugas gunung Karmel sesuai Victor T. Houteff hingga pintu kasihan bagi sidang tertutup, namun oleh karena dalam perkembangannya “sesuai apa yang kita saksikan dari hari ke hari” ternyata Victor T. Houteff secara mendadak meninggal dan organisasi Davidian dibubarkan jauh sebelum saat yang diperkirakan gunung Karmel menyelesaikan tugasnya, maka dengan demikian pengertian yang telah dipegang yang didasari pemahaman yang dibagikan oleh Victor T. Houteff mengenai waktu layunya gunung Karmel harus kita robah dan disimpulkan terjadi pada saat pembubaran organisasi Davidian tahun 1962.

Pengertian kita yang harus bersedia dirobah dan meyakini bahwa Tuhan tidak lagi mempercayakan pekerjaan penyelesaian bagi sidang kepada organisasi sejak tahun 1962 juga perlu diterapkan terhadap lambang dari nubuatan Zakharia pasal 6 tentang pasangan kuda, dimana Nubuatan Zakharia pasal 6 tersebut dalam seluruh penjelasan Victor T. Houteff tidak terdapat gambaran tentang adanya proses jatuh bangun pasangan kuda teji dan secara sangat meyakinkan bahwa kedua pasangan kuda tersebut akan terus saling berusaha menarik kereta sampai dengan dipisahkan pada pembersihan sidang, sehingga dengan dibubarkannya organisasi Davidian tahun 1962  kita harus bersedia merobah pengertian untuk memahami kepemimpinan lambang pasangan kuda Teji tersebut beralih kepada pihak lain diluar Waco Texas, karena jika pasangan kuda teji tersebut tetap dipahami harus diwakilkan kepada Waco Texas, maka oleh karena setelah dijual dan kepemilikannya beralih ke gereja Presbitarian seharusnya penyediaan rerumputan hijau bagi Yerusalem dilanjutkan oleh gereja Presbitarian sebelum dibeli kembali tahun 1991, bukankah usaha pemaksaan pengertian seperti itu yang dimaksudkan agar dapat mempertahankan keberadaan Waco Texas yang kembali dibeli tahun 1991 membuat kacau urut-urutan peristiwa perjalanan penyelesaian pekerjaan bagi sidang? Dimanakah tulisan yang menunjukkan bahwa gereja Presbitarian pada periode reformasi yang terakhir pernah ditugaskan untuk mengisi kekosongan periode selama tahun 1962 sampai dengan tahun 1991 sebelum dibelinya kembali Waco Texas oleh orang-orang Davidian? Banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan bila kita tetap mengusahakan agar lambang pasangan kuda teji dari Zakharia pasal 6 berada pada organisasi Wako Texas.
 
Selanjutnya lambang dua pasangan kuda Dauk dan kuda Teji dari nubuatan Zakharia pasal 6 tersebut tetap harus ada hingga dipisahkan pada pembersihan sidang yang akan datang, karena jika kita menyimpulkan tidak ada pihak yang menggantikan keberadaan organisasi Davidian Waco Texas setelah peristiwa tahun 1962 tersebut, maka sudahlah dipastikan usaha Allah untuk merebut Yerusalem dari tangan musuh telah berakhir dan usaha untuk mengangkat kembali manusia dari lumuran dosa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib selama 4000 tahun sepenuhnya gagal dan sia-sia, kereta tanpa halangan dapat ditarik oleh pasangan kuda Dauk sebagai pihak dari lambang General Conference pergi membawanya menuju negeri selatan lambang dari dunia. Oleh karena itu peristiwa dibubarkannya organisasi tahun 1962 menggenapi urut-urutan tahapan pelaksanaan rencana Allah bagi penyelesaian pekerjaan bagi sidang sebagaimana nubuatan Zakharia 13 : 6, 7 antara lain menyebutkan “paranglah akan gembala Ku, dan akan orang yang adalah kawan Ku…. Maka domba-domba itu akan tercerai berai; maka Aku akan mengunjuk tangan Ku kepada yang kecil-kecil”, dimana sesuai ayat tersebut dan pengertian yang telah dibahas di bagian atas, pasangan kuda Teji dilanjutkan oleh kelompok yang kecil-kecil, sehingga usaha meneruskan untuk menarik kereta menuju tanah perjanjian.
 
Cara Tuhan bekerja pada periode mendekati penyelesaian bagi sidang sebagai penggenapan kata-kata Ellen G. White dalam Testimonies to Ministers, p. 300.
Dari hasil pembahasan kita diatas terkait dengan bagaimana pelaksanaan pekerjaan penghabisan bagi sidang di dalam perkembangannya setelah Victor T. Houteff meninggal menggenapi nubuatan Zakharia 16:6,7 kita dapatkan bahwa saat ini Tuhan tidak lagi bekerja melalui organisasi melainkan melalui kelompok kecil-kecil di negara atau daerah dimana saja kebenaran itu berakar dan menghasilkan buah, maka saat ini barulah kita dapat penuhnya memahami kata-kata Ellen G. White dibawah ini:
Testimonies to Ministers, p. 300 :
“Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya, dan dalam cara yang bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah pengarahan dari malaikat itu yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran yang akan diberikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tanganNya sendiri. Para pekerja akan terpesona oleh sarana-sarana yang sederhana yang akan digunakanNya untuk membuat dan memantapkan pekerjaan pembenaranNya.”
Kutipan tulisan Ellen G. White tersebut, yaitu antara lain dikatakan:
1. “Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya”
Dari kata-kata tersebut kita dapatkan bahwa dalam Tuhan memimpin perjalanan umat Allah mengangkat kondisi manusia yang telah jatuh dalam dosa dari masa ke masa mempunyai cara yang sama, namun khususnya untuk pada pekerjaan yang terakhir ini Ia akan melakukan sesuatu cara yang sama sekali berbeda dengan cara-cara sebelumnya, untuk itu marilah kita evaluasi terlebih dahulu bagaimana cara Allah yang biasa di masa lalu. Secara umum bila kita amati mulai dari zaman penuangan air bah, Tuhan dalam usaha menolong dan mendorong orang-orang berdosa mengirimkan seorang utusan yaitu nabi Nuh berikut bahteranya untuk memberikan jalan kesempatan bertobat, demikian pula seterusnya Tuhan selalu mengirimkan utusan-utusan untuk memimpin perjalanan umatNya pada masing-masing generasi seperti pada zaman Abraham, Lot, Yusuf anak Yakub yang secara ajaib menjadi orang besar dalam kerajaan Firaun di Mesir, Musa yang ditugaskan membawa bangsa Israel dari mesir ke tanah Kanaan, Yosua yang ditugaskan melanjutkan perjalanan bangsa Israel ke tanah Kanaan, Gideon, Daud, di masa perjanjian baru Ia mengutus Yohanes pembabtis, kemudian rasul-rasul, demikian pula di masa reformasi Ia mengirimkan para reformatornya berikut dengan wadahnya/kendaraannya yaitu gerejanya mulai dari Martin Luther hingga datangnya Ellen G. White dan malaikat ke empat Victor T. Houteff berikut dengan organisasi Waco Texas yang menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ke 3 yang bertugas memberikan makan dan mereformasi sidang yang terakhir Laodekia agar kesemuanya tidak terombang-ambing oleh angin-angin pengajaran. Demikianlah cara biasa yang dapat kita peroleh dalam usaha Tuhan mengangkat kembali umatNya dari keterpurukan dosa. Namun yang diyakini dan diharapkan bahwa Victor T. Houteff yang bertugas sebagai utusan yang paling terakhir dapat turut serta mendampingi domba-domba hingga berakhirnya pekerjaan bagi sidang ternyata meninggal secara tidak diduga pada tahun 1955 dan kemudian organisasi Davidian juga dibubarkan pada tahun 1962, sehingga dengan meninggalnya Victor T. Houteff dan tidak adanya organisasi Davidian orang-orang Davidian tidak lagi memiliki pemimpin berkuasa yang terlihat sebagaimana Musa dahulu sebagai pemimpin berkuasa yang terlihat disamping pemimpin berkuasa yang tidak terlihat yaitu Tuhan Yesus, dengan demikian posisi umat Allah setelah itu hingga saat kita sekarang yang tidak lagi bernaung ke dalam sesuatu organisasi apapun benar-benar jauh berbeda dengan kepemimpinan Tuhan di masa-masa sebelumnya.
2. “Bertentangan dengan setiap rencana manusia’
Oleh karena tidak dimilikinya lagi kepemimpinan berkuasa yang terlihat sebagaimana di zaman Musa dahulu dan tidak adanya lagi organisasi sebagai tempat bernaung, maka tentunya cara bekerja Tuhan yang tidak biasa ini bertentangan dengan pemahaman dan pemikiran manusia, karena secara umum setiap pergerakan apapun yang dibuat oleh manusia selalu manusia mempercayakan kepengurusan dan perlunya pemersatuan padangan yang dikendalikan oleh sesuatu bentuk organisasi berikut dengan struktur pengurus yang dihormati, sehingga arah perjalanan sesuatu organisasi dapat dikendalikan dan satu sama lain tidak berpandangan yang berbeda-beda. 
3. “Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tanganNya sendiri.”
Cara yang tidak biasa yaitu dengan tidak adanya pemimpin berkuasa yang terlihat dan tidak adanya tempat bernaung dalam bentuk organisasi, dan oleh karena pekerjaan dikatakan akan diselesaikan dimana kebenaran itu berakar dan menghasilkan buah serta masing-masing berdiri sendiri, maka tentunya hal itu akan secara nyata memperlihatkan bahwa khususnya pada pekerjaan yang terakhir ini Tuhan sendiri yang akan mengendalikan perjalanan dan perkembangan pekerjaan penyelesaian bagi sidang dan tentunya yang dapat melihat pertama-tama adalah para pekerjaNya baru kemudian orang-orang yang menerima kebenaran yang ditawarkan merasakan sendiri kepemimpinanNya.  
Pemahaman tentang kata-kata Testimonies To Ministers p. 300 yang kita katakan benar-benar digenapi saat setelah Victor T. Houteff dan dibubarkannya organisasi ini apabila kita bandingkan dengan pengertian yang diberikan oleh Victor T. Houteff dalam jawaban pertanyaan pada buku Tanya Jawab pertanyaan No. 88 dimana tersimpulkan bahwa kata-kata Tuhan memegang kendali dalam tanganNya sendiri itu digenapinya saat Victor T. Houteff hadir memberikan pekabaran ke dalam gereja. Atas pemahaman tersebut dapat kita simpulkan bahwa pemahaman tersebut merupakan pemahaman terbatas saat itu yang dimiliki oleh Victor T. Houteff karena ia di dalam tulisan-tulisannya terlihat mengira ia dan organisasinya akan tetap ada dan berdiri hingga penutupan pintu kasihan bagi sidang, namun oleh karena dalam perkembangannya yang kita saksikan sendiri secara mengejutkan ia meninggal dan organisasi pun juga dibubarkan pada tahun 1962, maka sesuai pedoman yang disebutkan di atas di dalam buku Amaran Sekarang buku 3 jilid 1 hal. 39, 40 yang menyebutkan kita bukan satu-satunya yang harus merobah pengertian setelah di dalam perkembangannya sesuatu peristiwa tidak sesuai penggenapannya dengan yang telah dipercayai, kita juga harus siap untuk merobah pengertian kita dengan memperhatikan perkembangan yang terjadi.
Atas hal tersebut pun kita dapatkan pemahaman tentang kepemimpinan Tuhan dalam buku keimamatan pada halaman 14 yaitu sebagai berikut:
Pemerintahan Musa — sebagai contoh.
Pemerintahan Israel telah dibentuk sesuai sifat dari organisasi yang sangat menyeluruh, sama mentaajubkan karena kelengkapannya dan kesederhanaannya. Susunannya adalah demikian mencolok terlihat dalam kesempurnaan dan pengaturan semua pekerjaan ciptaan Allah yang tampak dalam perekonomian orang-orang Ibrani itu. Allah adalah pusat dari kekuasaan dan pemerintahan, kedaulatan Israel. Musa berdiri sebagai pimpinan mereka yang dapat terlihat.
 
Kutipan tersebut memberikan gambaran bahwa sebagai contoh saingannya kepada zaman Victor T. Houteff, maka tentunya pusat dari kekuasaan dan pemerintahan berada di Yesus dan pemimpin yang dapat terlihat tentunya adalah Victor T. Houteff, sehingga kata-kata Testimonies To Ministers p. 300 dapat kita simpulkan pengertian Tuhan memegang kendali dalam tanganNya sendiri memiliki dua tahapan penggenapan yaitu di tahapan yang pertama, Tuhan dalam kepemimpinannya masih memiliki pemimpin yang dapat terlihat sebagai contoh saingan Musa yaitu Victor T. Houteff, namun setelah Victor T. Houteff meninggal dan organisasi dibubarkan kepemimpinan sepenuhnya secara langsung dipegang oleh pusat dari kekuasaan dan pemerintahan yaitu di dalam tangan Tuhan Yesus sendiri tanpa terdapat pemimpin yang dapat terlihat.
Dari pembahasan yang cukup rinci mengenai perjalanan pergerakan kelompok 5 anak dara pintar yang menuntut perhatian dan kerendahan hati kita untuk bersedia merobah pengertian yang telah dipercaya dan dipegang sebelumnya, namun terdapat satu bagian periode yang belum secara cukup jelas kita membahasnya yaitu periode pertama pada tahun 1929 hingga tahun 1935, tahun 1929 adalah awal Victor T. Houteff menyampaikan pekabarannya ke dalam gereja Advent, walaupun Victor T. Houteff belum membentuk organisasi dalam tahun 1929, namun saat itu adalah saat yang sangat menentukan bagi pimpinan gereja Advent untuk bersedia merendahkan hati menerima tawaran emas, pakaian putih, dan saleb mata untuk menutupi kondisinya yang miskin, buta dan bertelanjang akibat penolakan pekabaran permulaan Wahyu 18 : 1 yang dibawakan oleh Sdr. Jones dan Wagoner dalam tahun 1888. Kita perhatikan, jika di antara para pemegang kebenaran sekarang menganggap bahwa keberadaan organisasi sangat menentukan bagi keselamatan pada pekerjaan yang terakhir ini, sehingga keanggotaan terhadap organisasi bagi kita yang ingin dapat menjadi salah satu dari rombongan 144.000 adalah mutlak, maka periode pertama dari urut-urutan perjalanan kelompok 5 anak dara pintar ini dapat memberikan jawaban yang meyakinkan bahwa ternyata sebelum adanya organisasi pun tahun 1929 penolakan terhadap tawaran kebenaran Victor T. Houteff telah menjadi penentu penggenapan nubuatan Wahyu pasal 3 tentang kondisi malaikat sidang Laodekia dan perkataan Ny. Ellen G. White yang menggambarkan gereja Advent telah mundur ke Mesir. Penolakan yang kembali dilakukan oleh para pemimpin gereja Advent dalam tahun 1929 itu pun telah menggenapi lambang sembuhnya salah satu kepala dari lambang binatang tak tergambarkan dari Wahyu pasal 13, dengan demikian cukup jelas bahwa bukanlah organisasi yang menentukan selamat atau tidaknya seseorang di masa penghabisan bagi sidang. 
Demikianlah pembahasan kita dalam memperoleh jawaban atas penelusuran petunjuk-petunjuk tulisan Victor T. Houteff apakah Tuhan mempercayakan penyelesaian pekerjaanNya melalui organisasi.
Selanjutnya setelah kita menelusuri dan memahami bagaimana Tuhan akan bekerja dan melalui siapa Ia akan mempercayakan penyelesaian pekerjaan akhirnya bagi sidang, maka untuk memudahkan memahami urut-urutan pergerakan perjalanan barisan 5 anak dara pintar para pemegang kebenaran sekarang sejak Victor T. Houteff memulai bekerja dapat terlihat di dalam bagan berikut ini:

 

 

*****

 

 

 

 

 

 104 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart