Waspadalah terhadap nabi palsu …….
( Bagian ke - 2 )

 


Ellen G. White : 

“Untuk mengaku sebagai seorang n a b i, itulah sesuatu yang belum pernah ku lakukan. Jika orang-orang menyapaku dengan nama itu, aku tidak menentang mereka. Namun pekerjaanku adalah meliputi sekian banyak bidang, sehingga tidak mungkin bagiku untuk dipanggil dengan nama lain selain daripada juru-kabar, yang diutus membawa sesuatu pekabaran dari Tuhan bagi umat-Nya, dan untuk menyandang tugas dari setiap bidang pekerjaan yang ditetapkan-Nya.”Selected Messages, Book 1, p. 34. 

 

******

 

Pendahuluan
 

Tidak dapat disangkal bahwa karena begitu banyak rahasia di dalam Alkitab yang belum terungkap pengertiannya secara tertulis di dalam gereja-gereja Kristen di akhir zaman ini, maka setiap umat Allah tak dapat tiada sudah akan terus berharap dan menunggu, bahwa sesuai janji-Nya yang diucapkan di dalam buku nubuatan Amos berikut ini :

“ADAKAH KELAK SEBUAH TROMPET DIBUNYIKAN DI DALAM NEGERI, DAN ORANG BANYAK ITU TIDAK TAKUT ? AKAN ADAKAH KELAK KEJAHATAN DI DALAM NEGERI, DAN TUHAN TIDAK MENINDAKNYA ? SESUNGGUH-SUNGGUHNYA TUHAN ALLAH TIDAK AKAN BERBUAT BARANG SESUATU PERKARA  APAPUN  S E - B E L U M  DIUNGKAPKANNYA R A H A S I A – N Y A  KEPADA PARA HAMBA-NYA, YAITU N A B I – N A B I.”AMOS 3 : 6, 7. (Terjemahan yang lebih tepat dari Alkitab versi King James).

……….. Tuhan serwa sekalian alam itu sudah seharusnya bertindak untuk berbuat sesuatu bagi n e g e r i, yaitu sidang jemaat Laodikea.  

Karena kita kini sudah berada di akhir zaman, di dalam masa periode dari sidang jemaat Laodikea, maka “N e g e r i“ pada ucapan nubuatan nabi Amos di atas tak dapat tiada dimaksud kepada Sidang Jemaat Laodikea saja dari Gereja MAHK.  

Pada waktu ini semua rahasia di dalam Alkitab yang terdiri dari : (1) nubuatan-nubuatan Wasiat Lama, (2) buku Wahyu yang sangat misterius itu, dan (3) berbagai perumpamnaan Jesus di dalam Wasiat Baru, sekaliannya itu sesuai yang dinubuatkan oleh nabi Amos di atas sudah selengkapnya diungkapkan oleh nabi-nabi : Sdr. William Miller, Nyonya Ellen G. White, dan terakhir Sdr. Victor T. Houteff dan sekaliannya itu kini tertampung di dalam “mangkok emas” dari nubuatan Zakhariah pasal 4 yang melambangkan ROH NUBUATAN dari  Wahyu 19 : 10.

Sekaliannya itu k i n i sedang terus diberitakan di dalam n e g e r i Laodikea bagaikan trompet yang nyaring bunyinya. Namun sesuai yang dinubuatkan di atas penduduk negeri tampaknya tidak banyak yang takut. Namun sesuai janji-Nya di atas, SESUNGGUH-SUNGGUHNYA TUHAN ALLAH TIDAK AKAN BERBUAT BARANG SESUATU PERKARA APAPUN S E B E L U M  DIUNGKAPKANNYA R A H A S I A - N Y A  KEPADA PARA HAMBA-NYA, YAITU N A B I – N A B I.” AMOS 3 : 6, 7. 

Artinya, sesudah semua rahasia Alkitab itu diungkapkan Allah kepada nabi-nabiNya di dalam Sidang Jemaat Laodikea, dan sesudah sekaliannya itu diberitakan bagaikan suara TROMPET  yang pasti dan menentukan bunyinya di dalam n e g e r i dari semua gereja kita, maka baharulah Tuhan serwa sekalian alam akan bertindak berbuat sesuatu, yaitu membersihkan sidang jemaatNya sesuai yang telah dipesankan-Nya sebelumnya pada nubuatan-nubuatan Jehezkiel 9 dan Jesaya 66 : 16 – 19.

Tetapi permasalahannya kini adalah, masih adakah lagi seseorang n a b i  yang lain yang akan datang menyusul  hamba Tuhan Victor T. Houteff  ?  Masih adakah lagi rahasia-rahasia Alkitab yang belum sepenuhnya terungkap, sehingga Tuhan serwa sekalian alam perlu menugaskan lagi seseorang nabi yang lain dengan pekabarannya bagi kita sebelum berbuat sesuatu perkara pada n e g e r i  yang diucapkan pada nubuatan Amos 3 : 6 dan 7 di atas ?

Seluruh i s i  Alkitab sudah habis diinterpretasikan
Ke dalam R O H  N U B U A T A N

Sesuai yang dinubuatkan pada buku Zakhariah pasal 4, maka nabi Zakhariah mengatakan :

“Tangan-tangan Zerubbabel telah meletakkan landasan dari rumah ini; tangan-tangannya juga yang akan menyelesaikannya; maka engkau akan tahu bahwa Tuhan serwa sekalian alam itu telah mengutus aku kepadamu.” Zakhariah 4 : 9.

Hamba Tuhan Nyonya White dikenal sebagai pendiri Sidang Jemaat Laodikea dari MAHK sejak dari mulanya dalam tahun 1844. Dia telah meletakkan landasan dari “rumah” Laodikea kita sejak dari mulanya yang terdiri dari Undang-Undang Dasar Torat dan R o h  N u b u a t a n  dari pekabaran tiga malaikat dari Wahyu 14 : 6 – 9.

Namun karena masih begitu banyak lagi rahasia-rahasia Alkitab yang belum berhasil diungkapkannya bagi kita, maka ia mengatakan bahwa akan datang lagi pekabaran baru dari malaikat Wahyu 18 : 1 yang akan bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiganya menjadi TERANG BESAR yang akan menerangi bumi. Bacalah ucapannya pada buku Early Writings, hal. 277. Dan ternyata pekabaran baru yang dimaksud itu adalah tak lain daripada pekabaran TONGKAT GEMBALA dari malaikat Wahyu 18 : 1 dari hamba Tuhan Victor T. Houteff.

Dengan demikian, maka Sidang Jemaat Laodikea pengikut hamba Tuhan Nyonya White dan Victor T. Houteff, sudah akan diberikan landasan yang baru dari Zerubbabel yang melambangkan nabi Victor T. Houteff, menggenapi ucapan nubuatan dari nabi Zakhariah di atas. Dan inilah yang digenapi semenjak dari tahun 1935 setelah hamba Tuhan Houteff berhasil mengreorganisasikan Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea atau General Conference of SDA menjadi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, USA, menggenapi seruan Pembangunan dan reformasi rohani dari hamba Tuhan Nyonya White di dalam Review and Herald tertanggal 25 Pebruari 1902.

Berdasarkan pada landasan yang baru pemberian Zerubbabel itulah kita harus mengerti, bahwa sebentar lagi nubuatan Amos 3 : 6 dan 7 itu akan digenapi. Artinya, Tuhan serwa sekalian alam akan datang membersihkan “n e g e r i” itu daripada semua orang jahat yang menguasainya, yang tidak takut pada bunyi “trompet” yang diarahkan kepada mereka.

Namun bagaimanakah dapat kita tahu, bahwa Zerubbabel adalah satu-satunya hamba Allah atau n a b i yang terakhir, sehingga tidak perlu lagi bagi kita untuk menunggu seseorang lagi yang lain ? Untuk itu marilah kita membaca kembali ucapan nabi  Zakhariah berikutnya di bawah ini. Nabi Zakhariah mengatakan :

“Tangan-tangan Zerubbabel telah meletakkan landasan dari rumah ini; tangan-tangannya juga yang akan menyelesaikannya; maka engkau akan tahu bahwa Tuhan serwa sekalian alam itu telah mengutus aku kepadamu.”Zakhariah 4 : 9.

Karena setiap terang baru tidak meniadakan terang yang lama, maka oleh datangnya terang baru dari pekabaran Tongkat Gembala dari Houteff, maka gabungan Roh Nubuatan dari Nyonya White dan Tongkat Gembala dari Houteff itulah yang akan menjadi landasan dari “rumah” (Zakhariah 4 : 9), atau “negeri” dari ucapan nabi Amos di atas. Namun karena rumah atau negeri itu masih harus mengalami suatu proses pembersihan sidang (purification of the Church) yang dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9 atau Jesaya 66 : 16 – 19, maka “tangan-tangan Zerubbabel” juga yang akan menyelesaikan pendirian Kerajaan Daud di Palestina yang akan datang, setelah “rumah” atau “Negeri” itu dibersihkan.

Jadi sesudah “rumah” atau “negeri” itu dibersihkan, baharulah tangan-tangan Zerubbabel juga yang harus menyelesaikan pendirian Kerajaan mereka 144.000 Israel akhir zaman itu di Palestina yang akan datang. Karena Anggaran Dasar Davidian MAHK dan Anggaran Rumah Tangganya itu juga merupakan bagian dari pekabaran Tongkat Gembala dari Houteff, maka Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga itulah yang baru akan diberlakukan di Palestina yang akan datang.  Baru genaplah ucapan nabi Zakhariah di atas yang mengatakan : ……………. tangan-tangannya juga yang akan menyelesaikannya ………….., artinya, dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Davidian MAHK itulah Kerajaan Daud di Palestina yang akan datang baharu akan dibangun dan diselesaikan. Bacalah dengan saksama kata-kata “Pengantar” dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Davidian MAHK ciptaan hamba Tuhan Houteff itu, maka akan jelas terlihat bahwa A.D. dan A.R.T. itu sudah permanen sifatnya dan baharu akan diberlakukan bagi Organisasi dari Kerajaan Daud yang akan datang di Palestina yang sudah suci kondisinya. 

Perhatian : Setelah nabi Houteff meninggal dunia, ternyata tidak ada sedikitpun tanda-tanda, bahwa Organisasi Pusat Gunung Karmel milik Allah itu perlu dipertahankan. Ia justru mengamarkan di dalam buku Pembina Gedung Putih, hal. 33 agar semua pengikutnya memperkuat diri menghadapi pukulan-pukulan yang mematikan yang akan pertama kali datang langsung dari Setan, dan kemudian dari rekan-rekan penginjil yang sama yang tidak kurang setianya daripada para imam parisi di zaman Jesus. Oleh sebab itu, maka semua Organisasi Pusat Gunung Karmel yang telah didirikan di USA berlandaskan pada A.D. dan A.R.T. Davidian MAHK itu tidak pernah lagi sesuai dengan kehendak Allah, yang dituangkan oleh hamba-Nya Houteff pada Anggaran Dasar dan A.R.T. Davidian MAHK itu. Berarti semua mereka itu pada waktu ini adalah illegal, alias tidak sah.

Karena ucapan nubuatan dari Zakhariah pasal 4 itu sudah selengkapnya terungkap  di waktu ini, maka sesuai ucapannya di bawah ini :

“Kemudian jawabku, dan ku katakan kepadanya, apakah arti dari kedua cabang pohon Zait ini yang daripadanya telah d i a l i r k a n  h a b i s minyak keemasan oleh pipa-pipa keemasan itu ? ……………… Kemudian katanya, Inilah keduanya (pohon Zait) yang diurapi itu yang berdiri di sisi Tuhan seluruh bumi.” – Zakhariah 4 :  12, 14.

Kita hendaklah mengerti bahwa oleh datangnya Houteff sebagai nabi yang terakhir, maka seluruh i s i Alkitab itu sudah selesai diinterpretasikan/dialirkan habis ke dalam mangkok emas yang melambangkan ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10. Berarti tidak mungkin lagi bagi Tuhan untuk menugaskan lagi seseorang nabi yang lain menyusul nabi Houteff sesudah kematiannya dalam tahun 1955 yang lalu. 

Victor T. Houteff
sebagai nabi yang terakhir dalam nubuatan

Setiap  umat Sidang Jemaat Laodikea tak mungkin dapat membantah bahwa Nyonya E. G. White adalah nabi pendiri Sidang Jemaat Laodikea dari Gereja MAHK sejak dari mulanya, dan Alkitab berikut buku-buku terbitan Roh Nubuatannya sebagai pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 adalah landasan imannya. Dan jika kita mengakui pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu pasal 14 itu berasal dari nabi Nyonya White, maka kita tak dapat tiada sudah  harus mengakui juga pekabaran Tongkat Gembala dari malaikat Wahyu 18 : 1 yang sangat mempesona itu berasal dari Victor T. Houteff, sebagai pendiri Sidang Jemaat Laodikea dari Persekutuan  Davidian MAHK. 

Bertolak dari kenyataan di atas, maka dari nubuatan Maleakhi yang berbunyi :

“Bahwasanya, Aku akan mengirim utusan-Ku, maka i a akan mempersiapkan jalan mendahului-Ku, maka Tuhan yang kamu cari itu akan secara tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian yang kamu rindukan itu : bahwasanya ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.”Maleakhi 3 : 1.

…… kita juga sudah harus mengakui, bahwa mendahului kedatangan Jesus secara tiba-tiba di Gunung Sion di Palestina yang akan datang, sesuai yang dinubuatkan pada Wahyu 14 : 1, nabi Victor T. Houteff sebagai utusan dengan pekabaran Tongkat Gembalanya itu sudah akan lebih dulu didatangkan untuk mempersiapkan kita bagi menyambut Jesus pada kedatangan-Nya itu di Gunung Sion di Palestina.

Dan kedatangan nabi yang sederhana itulah yang dinubuatkan oleh nabi Mikha sebagai berikut : “SUARA TUHAN BERSERU-SERU KEPADA N E- G E R I  ITU, MAKA ORANG YANG BIJAK AKAN MELIHAT NAMAMU : DENGARLAH OLEHMU AKAN TONGKAT ITU DAN AKAN D I A  YANG TELAH MENETAPKANNYA.” Mikha 6 : 9.

Tetapi sebagaimana halnya bunyi trompet yang tidak banyak membuat penduduk negeri  dari nubuatan Amos 3 : 6 dan 7 itu berlarian ketakutan, maka demikian itu pula halnya pekabaran Tongkat Gembala berikut nabi Houteff akan kelak tidak banyak disambut sebagaimana yang telah dinubuatkan oleh nabi Jesaya di dalam  bukunya pasal 28 : 9 – 13.

Bahkan melalui nabi Zakhariah Houteff telah dijuluki dengan nama Zerubbabel yang bukan saja bertugas memberikan landasan iman bagi kita, melainkan juga bagi pendirian Kerajaan Daud yang akan datang di Palestina.

Sesungguhnya masih banyak lagi nabi-nabi Wasiat Lama yang telah menubuatkan bagi kita perihal kedatangan nabi Houteff sebagai utusan Allah yang terakhir berikut pekabarannya bagi pembersihan Sidang Jemaat Laodikea kita yang akan datang. 

OLEH SEBAB ITU, WASPADAILAH AKAN  ORANG YANG MENAMAKAN  DIRINYA “JIZREEL”, YANG BERARTI N A B I  YANG TERAKHIR SESUDAH KEMATIAN HAMBA TUHAN HOUTEFF, SEBAB DISAMPING PRIBADINYA TIDAK DIKENAL DI DALAM NUBUATAN DARI PARA NABI, PEKABARANNYA JUGA TIDAK ADA DAN SAMA SEKALI TIDAK DIKENAL.

Permasalahan C o n t o h dan Contoh Saingannya

Salah satu dari beberapa metode interpretasi yang dikenal di dalam Ilmu Hukum ialah metode interpretasi analogi. Metode ini banyak sekali digunakan oleh nabi Houteff dalam mengungkapkan kebenaran dengan nama : interpretasi melalui contoh dan contoh saingannya. Hamba Tuhan Nyonya White mendukung cara-cara ilmiah yang sedemikian ini, maka beliau mengatakan :

“Dalam ilmu pengetahuan yang benar tidak akan terdapat apapun yang bertentangan dengan ajaran dari firman Allah, sebab keduanya itu berasal dari Nara Sumber yang sama. Suatu pemahaman yang benar terhadap keduanya akan selalu membuktikan keduanya sefaham. Kebenaran, apakah itu di alam ataupun di dalam wahyu akan selalu sefaham dalam semua manifestasinya. Tetapi pikiran yang tidak diterangi oleh roh Allah akan selalu berada dalam kegelapan terhadap kuasa-Nya. Inilah sebabnya, maka mengapa pendapat manusia seringkali bertentangan dengan ajaran dari firman Allah.”8 Testimonies, p. 258.

Jadi, untuk membuktikan melalui Contoh dan Contoh saingannya bahwa tidak  akan ada lagi nabi yang terakhir sesudah Houteff, maka hamba Tuhan Houteff sendiri akan memperlihatkannya bagi kita melalui contoh dan contoh saingannya  di bawah ini. Kita ikuti penjelasannya di dalam bukunya : TANYA-JAWAB, buku 3, Pertanyaan No. 52  di bawah ini :  

APAKAH PEKERJAAN TONGKAT GEMBALA
MEMILIKI SESUATU CONTOHNYA ?

Pertanyaan No. 52 :
Jika “Tongkat Gembala” benar bahwa “di mana tidak ada contoh, maka tidak akan ada kebenaran”, maka di manakah contoh dari tugas pekerjaan “Tongkat” itu sendiri, sekiranya seseorang bertanya ?

Jawab :
Di dalam Wasiat Lama ada dikemukakan sesuatu Pergerakan agama yang merupakan sesuatu "contoh", atau lambang (type), daripada sesuatu saingannya di dalam Wasiat Baru. Dan sebagaimana Allah kemarin mengorganisasikan dan memimpin yang satu untuk membebaskan umat-Nya dari sesuatu perhambaan yang kejam di bawah penguasa-penguasa kapir, demikian itu pula la akan berbuat dengan yang lainnya di waktu ini. Sama halnya dengan Ia memberi petunjuk kepada yang satu, demikian itu pula la memberi petunjuk kepada yang lainnya mengenai bagaimana mengharapkan untuk dibebaskan dan ditetapkan pada negeri warisan mereka, yaitu kerajaan yang merdeka, damai, dan berkelimpahan. Dalam jaminannya ini Ia menyatakan : “Kini segala perkara ini berlaku bagi mereka untuk menjadi contoh-contoh; dan sekaliannya itu tercatat untuk menjadi nasehat bagi kita, terhadap siapa semua akhir dunia  akan datang.” 1 Korinthi 10 : 11. Dan “akan ada kelak suatu jalan raya bagi umat-Nya yang sisa, yang akan tertinggal, berasal dari Assyria; sama seperti halnya bagi Israel pada hari ia keluar dari negeri Mesir.” Yesaya 11 : 16.

Semua perkataan ini jelas menunjukkan bahwa Pergerakan Exodus yang lalu yang dipimpin oleh Musa melalui tongkat gembalanya, dari Mesir ke Kanaan, menunjuk kedepan dalam contoh kepada kelepasan yang terakhir umat Allah daripada perhambaan mereka yang lama di bawah kerajaan-kerajaan dunia ini, kepada kemerdekaan di dalam kerajaan Allah. Sesuai dengan itu, maka Pergerakan Exodus akhir zaman yang terakhir ini akan dipimpin oleh Tongkat Gembala contoh saingan, dan akan dibebaskan daripada semua ikatan bumi --- yaitu dosa dan dari orang-orang berdosa.

Namun kiranya perlu diingat, bahwa Pergerakan Exodus itu, dalam contoh, terdiri dari dua bagian, bagian yang pertama dipimpin oleh Musa dan bagian yang kedua oleh Yusak, dan bahwa itulah yang terakhir, yang murni, yaitu bagian (yang tumbuh dewasa setelah empat puluh tahun mengembara di padang belantara, dan setelah hanya dua dari semua yang berusia dua puluh tahun ke atas sewaktu meninggalkan Mesir, meninggal dunia) yang memiliki tanah itu.

Pergerakan yang dipimpin oleh Tongkat Gembala itu di waktu ini adalah satu-satunya Pergerakan di dalam Dunia Kristen yang cocok dengan contoh itu ---- Israel dari zaman Yusak. Sama dengan pergerakan itu yang menarik para pengikutnya hanya dari Pergerakan induk, dan yang memiliki sebagai tujuan tiga rangkapnya kelepasan umat Allah dari penjajahan, pemilikan tanah itu, dan pendirian kerajaan. Dan seperti halnya Israel yang sudah murni dari zaman Yuzak, generasi yang bertahan selama empat puluh tahun pengembaraan di padang belantara itu pertama-tama mewarisi kepemimpinan terakhir dari contoh Pergerakan Exodus itu, dan kemudian tanah perjanjian itu; demikian itu pula Israel yang sudah murni masa kini (mereka yang 144.000 itu), yaitu orang-orang yang sudah bertahan selama empat puluh tahun pengembaraan dari tahun 1890 – 1930, dan yang luput dari pembantaian Yeheskiel 9, akan dipromosikan menduduki kepemimpinan yang terakhir dari Pergerakan Exodus contoh saingan, kemudian mewarisi “tanah perjanjian itu”, dan menjadi warga Negara di dalam Kerajaan yang kekal itu.

Demikianlah kita saksikan, bahwa sesudah orang-orang yang bersungut-sungut itu dihapuskan, sesuai dalam contohnya, baharu Yuzak mengambil alih, dan memimpin Pergerakan Exodus itu di tanah Kanaan. Sesuai dengan itu, maka dalam contoh saingan periode sebelum Tongkat Gembala datang, periode Laodikea akan merupakan periode di mana akan ditemukan contoh orang-orang yang mengembara, yang ragu-ragu, yang bersungut-sungut, menentang pendiri Pergerakan maupun menentang prinsip-prinsip menu Sehat ("Reformasi Kesehatan") dari Pergerakan, dan akibat dari berbagai kutuk dan pembantaian.

Akibat yang cepat dari semua persungutan ini, keluhan-keluhan dan keragu-raguan di waktu ini sudah akan membutakan mata banyak orang di dalam Pergerakan Advent, membuat mereka berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpin mereka, dan terus menerus mundur "menuju Mesir." --- Testimonies, vol. 5. p. 217. Akibatnya, dalam suatu kesamaan tragis yang lain, sama seperti yang ditulis Musa mengenai contoh pengalaman yang menyedihkan itu, demikian itu pula ditulis oleh pendiri gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengenai pengalaman yang bahkan lebih menyedihkan lagi dalam contoh saingannya, yang diucapkannya dalam tahun 1888 yang lalu : "'Banyak yang telah kehilangan pandangan terhadap Yesus” ; dan “Keragu-raguan dan bahkan ketidakpercayaan terhadap kesaksian-kesaksian dari Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita di mana-mana.” --- Testimonies, vol. 5, p. 217.

Dengan perkataan lain, sama seperti halnya orang-orang yang tidak percaya pada pihak Israel kuno yang lalu telah dikirim kembali untuk mengembara di padang belantara sampai semua yang bersalah binasa, maka sedemikian itu pula ketidak-percayaan pada pekabaran Pembenaran oleh Iman yang diberitakan di Pertemuan Minneapolis itu telah mengirim gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ke dalam suatu pengembaraan Empat Puluh Tahun lamanya di padang belantara, sampai tahun 1930, dengan kedatangan pekabaran ini yang oleh suaranya setiap orang harus mematuhi tawaran Allah atau mati seperti halnya Akhan dan keluarganya. Kiranya Allah berkenan agar Israel masa kini, yaitu anak-anak dari mereka yang telah mengulangi sejarah Israel kuno yang lalu (Testimonies, vol. 5, p. 160), dapat diberi nasehat melalui kesalahan-kesalahan para nenek moyang mereka, lalu mematuhi panggilan Jam Kesebelas.

Pengetahuan contoh yang penting ini masih mengungkapkan lagi kesamaan-kesamaan sejajar yang penting lainnya sebagai berikut : sebagaimana Pergerakan Exodus itu telah ditinggal mati pemimpinnya yang tampak, sesaat menjelang pergerakan itu memasuki tanah Kanaan, maka demikian itu pula Pergerakan Advent telah ditinggal mati pemimpinnya yang tampak, sewaktu ia sudah mendekati perbatasan-perbatasan Kerajaan itu ; maka sebagaimana Yuzak kemudian telah dipanggil untuk memimpin kaki-kaki para peziarah Allah yang sudah letih itu ke tanah air mereka, maka demikian itu pula tak dapat tiada harus bangkit seseorang yang lain pada waktu ini dalam menggenapi contoh itu, untuk menghantarkan pulang kaki-kaki umat kesucian Allah yang ada sekarang.

"Oleh seorang nabi Israel telah dihantarkan Tuhan keluar dari Mesir, dan oleh seorang nabi ia telah dipeliharakan." -- Hosea 12 : 13.

“Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, dan apabila ia muncul orang-orang mungkin mengatakan : ‘...................... anda tidak menginterpretasikan Alkitab itu dalam cara sepatutnya’.” --- Testimonies to Ministers, pp. 475, 476.

Dalam seluruh bagian sejarah sidang semenjak dari Pergerakan Exodus itu, pekabaran Tongkat Gembala adalah satu-satunya pekabaran yang menyerukan bagi sesuatu Pergerakan yang sedemikian ini, dan yang cocok setepat-tepatnya dengan contoh itu. (Bacalah buku Traktat No. 8, Gunung Sion pada Jam Kesebelas, dan buku Traktat No. 9, Tengoklah Aku Jadikan Segala Perkara Baru).

Oleh karena itu, jelaslah bahwa terang yang jelas terpancar dari contoh, dari kesaksian-kesaksian para nabi, dan dari sejarah, mengidentifikasikan pekabaran Tongkat Gembala sebagai satu-satunya pekabaran yang dikuasakan untuk memimpin sidang akhir zaman, yang bebas dari dosa dan orang-orang berdosa, masuk ke dalam tanah perjanjian, apabila "segala masa bangsa-bangsa Kapir genap sudah." Lukas 21 : 24. "Dalam sejarah raja-raja ini Allah di sorga akan mendirikan sebuah kerajaan, yang kelak tidak pernah dapat dibinasakan." Daniel 2 : 44. Saat itu telah tiba, dan Tongkat Allah itu ada di sini untuk memungkinkan "pergerakan reformasi yang besar itu di antara umat Allah“ (Testimonies, vol. 9, p. 126), untuk memberikan "kuasa dan kekuatan kepada Pekabaran Malaikat yang Ketiga" (Early Writings, p. 277), sehingga, "dengan bersenjatakan kebenaran Kristus, sidang .......... 'indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya'," dapat "keluar ke dalam seluruh dunia, dengan kemenangan dan untuk memenangkan." --- Prophets and Kings, p. 725.

"Dengarlah olehmu akan Tongkat itu, dan akan DIA yang telah menentukannya." --  Mikha 6 : 9.

*****

Komentar kami :  
Contoh saingan dari akhir pengembaraan Israel selama 40 tahun di Padang Tiah menemukan contoh saingannya pada tahun 1930, setelah Houteff menawarkan buku Tongkat Gembala Jilid 1 kepada General Confence of SDA dalam tahun 1929, dan kemudian ditolak dan Houteff dipecat dari keanggotaan Sidang Jemaatnya.

Tahun 1935, dengan Tongkat Gembalanya Houteff mengre-organisasikan Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea atau General Conference of SDA menjadi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, USA. Dan pada saat yang sama itu juga malaikat Sidang Jemaat Laodikea diludahkan Jesus dari mulut-Nya. Artinya semenjak dari tahun 1935 itu Organisasi General Conference of SDA berikut  semua pendeta-pendetanya  sudah sama saja pada pemandangan Allah dengan semua Organisasi Kristen Babil di luar. Ini sudah dapat dimengerti, sebab kerohanian yang miskin, buta, dan telanjang dari malaikat Sidang Jemaat Laodikea itu sudah tidak lagi berbeda dari pada kondisi kerohanian Babil dari dunia Kristen pada umumnya. Dengan demikian, maka genaplah sudah ucapan nubuatan dari Jesaya 4 : 1 di bawah ini sebagai berikut :

“Maka pada hari itu “7” (tujuh = lengkap) orang perempuan akan berpegang pada seorang laki-laki sambil mengatakan : Kami akan makan roti kami sendiri, dan memakai baju buatan kami sendiri : hanya injinkanlah kami dipanggil dengan nama-Mu untuk membuang semua kejelekan kami.”Jesaya 4 : 1. (Tambahan dalam kurung dari penulis).

Artinya, yang dibutuhkan oleh Dunia Kristen di akhir zaman ini hanya nama KRISTEN dari orang laki-laki itu untuk disandang untuk membuang semua kejelekan mereka. Sementara semua faham ajarannya sudah cukup diciptakannya sendiri.

Jadi, sesuai ucapan Houteff di atas, maka contoh saingan dari Israel di bawah kepemimpinan Musa yang berakhir sesudah 40 tahun pengembaraan itu, dan   diteruskan oleh Yuzak sampai kepada berdirinya Kerajaan di Palestina, akan menemukan contoh saingannya pada Israel akhir zaman sekarang ini di bawah TONGKAT GEMBALA dari HOUTEFF. Dan sekalipun HOUTEFF sudah meninggal dunia, TANGAN-TANGAN dari dia yang bernama  ZERUBABBEL itu, yaitu TONGKAT GEMBALA itu juga yang akan terus bekerja sampai menyelesaikan berdirinya  Kerajaan Israel yang akan datang itu di Palestina.

YUZAK yang ditinggal mati nabinya Musa tak dapat tiada melambangkan G U R U – G U R U pilihan Ilahi setelah ditinggal mati Houteff. YUZAK adalah bukan  seorang nabi. Oleh sebab itu dia tidak punya sesuatu pekabarannya sendiri.  Tongkat Gembala itu juga yang akan merupakan pegangannya. Sebagai tugas terakhir yang diembannya mengantarkan Israel sampai kepada berdirinya kerajaan DAUD di Kanaan Palestina, maka tugas guru-guru Davidian MAHK yang ada sekarang inipun sama, yaitu,

……………., maka sebagai g u r u – g u r u dari Tongkat Gembala …….. k a m i  harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu bagian-bagian pekabaran   (those passages)  yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. H a n y a dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8 ; Jesaya 52 : 8).” --  Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK, hal. 26 – 27.

H a n y a  oleh jerih payah dari g u r u – g u r u yang disebut di atas ini, maka calon-calon 144.000 Israel akhir zaman yang akan datang akan kelak dapat dibuat sehati dan sepikir, sepakat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama.  Bahkan sampai kerajaan Daud mereka itu kelak  berdiri di Palestina.

******