Waspadalah, karena semua ucapan nubuatan nabi Yeremiah itu baharu akan digenapi di akhir zaman, di dalam Sidang Jemaat Laodikea dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh !
( Bagian ke - 2 )



* * *


 

Tulisan ini berisikan pembahasan lebih lanjut buku Yeremiah, dimana dalam pembahasan sebelumnya kita telah menemukan, bahwa ternyata nabi Yeremiah mempunyai penugasan ganda, yaitu sebagai nabi bagi zamannya sendiri, yang bertugas untuk mengamarkan langkah-langkah para pemimpin dan menyadarkan orang-orang Yehuda yang dahulu. Dan sebagaimana yang ia lakukan bagi Yehuda pada zamannya, ia juga ditugaskan untuk mengawal tingkah laku umat Allah di akhir zaman ini sampai dengan kondisi dan nasib bangsa-bangsa dari mana mereka sebagai umat Allah nantinya akan kelak dipanggil keluar.

Berikut ini kita akan membahas kembali beberapa ayat tertentu di dalam buku Yeremiah yang akan makin meyakinkan kita, bahwa tulisan tersebut ditujukan kepada gereja yang terakhir, yaitu sidang jemaat Laodikea. Dan sekaligus menguji pengertian kita yang dianut selama ini sebagai orang-orang MAHK.

Untuk memulai pembahasan, marilah kita memulai dengan ayat berikut tentang pemanggilan dan diutusnya Yeremiah, yaitu Yeremiah 1:5, 9 dan 10:

1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."

1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.

1:10 Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."

Dalam ayat tersebut kita dapat mengetahui bahwa Tuhan mempercayakan firmannya kepada nabi Yeremiah, dan Tuhan tidak mempercayakan hanya untuk nasib bangsa dan kerajaan Yehuda saja yang merupakan bangsa dari Yeremiah, melainkan “bagi/atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan”, hal ini berarti pasal-pasal buku Yeremia selanjutnya sampai dengan pasal terakhir buku Yeremiah adalah tidak hanya berbicara tentang bangsa Yehuda – bangsanya Yeremiah, melainkan seluruh nasib bangsa dan kerajaan di dunia. Kata-kata berikutnya “untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam” memberikan makna bahwa apa yang firman Tuhan katakan melalui Yeremiah itu bukan membicarakan bangsa dan kerajaan sebelum masa hidupnya, melainkan bangsa dan kerajaan pada masa hidupnya dan sesudah generasi Yeremiah sampai dengan akhir zaman. Mengapakah dapat kita mengatakan demikian, karena :

  1. Kata-kata “mencabut, merobohkan, membinasakan maupun membangun dan menanam” merupakan kalimat aktif (bahasa Inggris : Present Tense dan Future Tense) dalam arti semua itu dilakukan dalam masa sekarang dan masa yang akan datang, bukan sesuatu perbuatan yang sudah selesai dilaksanakan dimasa lalu.
  2. Yeremiah tidak mungkin dapat mencabut atau merobohkan sesuatu bangsa dan kerajaan yang sudah ada sebelumnya, seperti halnya bangsa Israel 10 suku itu, sebab bangsa dan kerajaan itu  telah jatuh sebelum kehadirannya dan sebelum ia sendiri diutus oleh Tuhan, dan bahkan kehancuran bangsa dan kerajaan Israel 10 suku itu adalah bukan karena ucapan dari kata-kata Yeremiah,

Kata-kata “mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam” juga menunjukkan bahwa firman Tuhan dari Yeremiah itu mencakup jangka waktu yang panjang, melebihi masa hidup dari Yeremiah sendiri, yaitu semenjak dari Tuhan oleh perantaraan nabi Yeremiah pertama sekali memberikan amaran,  kemudian membalaskan dosa-dosa umatNya yang tidak setia, dan pada akhirnya Tuhan akan mengangkat kembali atau memulihkan segala perkara. Hal tersebut terlihat dari kata-kata “membangun dan menanam” dalam urutannya yang berada setelah kata-kata “mencabut, merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan”. Ini tentunya merupakan suatu pekerjaan pembenahan atau perbaikan daripada sesuatu kerusakan. Dan juga sudah dapat dipastikan bahwa hal ini dilakukan di akhir dari rencana Tuhan itu.

Memperhatikan kembali pada kata-kata Yeremiah pada pasal 23:20 yang telah dibahas pada tulisan sebelumnya, yaitu :

23:20 Murka TUHAN tidak akan surut, sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya; pada hari-hari yang terakhir kamu akan benar-benar mengerti hal itu.

Pada ayat di atas kita dapat lebih jelas lagi mengerti, bahwa apa yang difirmankan Tuhan melalui Yeremiah ini ternyata baharu dapat dipahami di akhir zaman, berarti Yeremiah sebagai penyambung lidah Tuhan sesungguhnya belum mengerti apa yang telah ia tulis sebelumnya. Dengan demikian terhadap hal-hal yang baru sekaliannya itu baharu dapat dipahami di akhir zaman. Permasalahan ini sama halnya dengan nabi Daniel yang setelah mengakhiri penulisan bukunya, ia belum memahami maksud dan rencana Tuhan pada bukunya itu.

Sebagaimana buku Daniel, yang telah dipahaminya baharu terbatas pada perjalanan pengalaman hidup dirinya sendiri, maka demikian itu pula dengan tulisan Yeremiah, sebagiannya berlaku bagi zamannya dan sebagian lagi adalah berupa nubuatan yang baru terungkap pengertiannya kemudian. 

Murka Tuhan yang dimaksudkan pada ayat tersebut tentunya wujudnya adalah sama dengan yang disebutkan dalam Yeremiah 1:9 yaitu “mencabut, merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan”.

Oleh karena dikatakan “pada hari-hari yang terakhir kamu akan benar-benar mengerti hal itu”, maka dapatlah dipahami bahwa murka Tuhan yang dimaksudkan pada ayat tersebut baharu akan dicurahkan diakhir zaman dan tentunya akan menimpa Israel dan Yehuda akhir zaman bukan bangsanya Yeremiah pada saat nubuatan ini ditulis. 

Selanjutnya berkaitan dengan pembahasan Yeremiah 1 : 9 di atas maka dapat pula disimpulkan bahwa akan terjadi dua bagian kejadian yaitu terdapat bagian pertama Tuhan akan melakukan “mencabut, merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan” dan bagian kedua setelah itu Tuhan akan “membangun dan menanam”, kedua bagian ini terjadinya pada akhir zaman.

Pemahaman ini sejalan dengan apa yang Yeremiah katakan di dalam : Yeremiah 31:28 :

“Maka seperti tadinya Aku berjaga-jaga atas mereka untuk mencabut dan merobohkan, untuk meruntuhkan dan membinasakan dan mencelakakan, demikianlah juga Aku akan berjaga-jaga atas mereka untuk membangun dan menanam, demikianlah firman TUHAN”.

Kepada siapa Tuhan akan melakukan : “mencabut, merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan” serta “membangun dan menanam” itu, tak dapat tiada  adalah kepada bangsa Israel dan Yehuda atau umatNya, bukan bangsa lain, bukan bangsa kapir. Baharu setelah IA memulihkan umatNya, baharulah giliran bangsa-bangsa kapir atau bangsa lainnya memperoleh kesempatan untuk menjadi umat Tuhan.

Apabila kita membaca secara keseluruhan buku Yeremiah, berbekal pemahaman diatas, maka dapatlah dipahami bahwa ada terdapat dua murka Tuhan, yaitu murka Tuhan yang berlaku pada bangsa Yehuda di zaman Yeremiah sendiri dan murka Tuhan bagi kedua bangsa Israel dan Yehuda di akhir zaman, yang satu merupakan contoh dan yang kemudian terjadi di akhir zaman akan merupakan contoh saingannya.

Sebagaimana dimasa lalu pada zaman Yeremiah Tuhan sebelum menyampaikan murkanya, mengutus dahulu Yeremiah sebagai juru kabar Tuhan untuk menobatkan bangsa Yehuda, maka demikian pula di  akhir zaman ini Tuhan melalui juru kabarNya, yaitu Yeremiah akhir zaman, IA akan mengungkapkan pengertian dari nubuatan Yeremiah itu yang berlaku di akhir zaman untuk menobatkan umatNya. agar dapat mereka terluputkan dari murka Tuhan.

Hal tersebut dapat kita pahami dari ayat-ayat berikut, antara lain :

1. Pihak yang ditujukan oleh firman yang ditulis oleh Yeremiah tersebut pada hari-hari terakhir.

a. Pihak yang diperintahkan untuk menyampaikan amaran Tuhan,

Selain perintah untuk menyampaikan amaran diberikan kepada pribadi nabi Yeremiah, ternyata perintah tersebut berlaku lebih luas lagi kepada pihak lain yang nantinya tidak dapat dikalahkan dan dilepaskan, sebagaimana pada Yeremiah 1:17-19:

1:17 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!

1:18 Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini.

1:19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui bahwa :
1) Pada ayat 19 terdapat kata-kata “.....tetapi tidak akan mengalahkan engkau....melepaskan engkau”. Di sini terlihat bahwa nabi Yeremiah mendapatkan perlindungan dari Tuhan dan tidak akan dikalahkan, namun pada kenyataannya nabi Yeremiah pribadi telah meninggal dunia. Sedangkan firman Tuhan bahwa Yeremiah akan “membangun dan menanam” belum sama sekali terlaksana. Pada saat kematiannya bangsa Yehuda masih berada dalam belenggu bangsa lain, bahkan jauh sampai kepada kehadiran Yesus bangsa Yehuda masih tetap dalam belenggu. Dan pada akhirnya setelah ditolak sebagai bangsa pilihan Allah dalam tahun 34 yang lalu, maka bangsa Yehuda telah dihancurkan sepenuhnya dalam tahun 70 TM yang lalu oleh bangsa kapir. Ini  berarti “engkau” yang dimaksud pada ayat tersebut belum sepenuhnya selesai pada pribadi Yeremiah saja, maka tentunya “engkau” yang dimaksud, yang akan Tuhan lepaskan itu masih akan ada sampai di akhir zaman,  apabila pada hari itu Tuhan kelak akan memulihkan segala perkara.

2) Ayat 18 dikatakan “Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu”, hal ini pun sama dengan ayat 19 tidak dapat dimaksudkan kepada nabi Yeremiah karena ia adalah seorang pribadi, sehingga hal ini pun lebih tepat digenapi oleh umat Allah yang pada akhirnya benar-benar tidak akan dapat dikalahkan.

b. Pihak yang menjadi sasaran firman Tuhan yang diberikan melalui nabi Yeremiah.

Sesuai dengan ayat-ayat permulaan buku Yeremiah yang tertulis dalam Yeremiah 1:4-19 tentang “Yeremiah dipanggil dan diutus”, antara lain pada ayat 14 dikatakan “Lalu firman Tuhan kepada ku: “Dari utara akan mengamuk malapetaka menimpa segala penduduk negeri ini” dan pada ayat 17 “Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu”.

Pada kata-kata ayat tersebut disebutkan “negeri ini” dan “mereka”; kedua kata-kata itu jelas menunjukkan bahwa bangsa kepada siapa Yeremiah ditugaskan itu adalah bangsanya Yeremiah sendiri, yaitu bangsa Yehuda. Demikian itu pula pada akhir zaman amaran Tuhan terlebih dahulu.disampaikan kepada umatNya.

c. Kondisi Israel dan Yehuda pada saat Yeremiah diutus untuk memberikan amaran.

Yeremiah 3:12 :
“Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.”.

Perintah yang diberikan Tuhan kepada Yeremiah pada ayat di atas berbeda dengan yang disampaikan pada pasal 1, yaitu kepada Yehuda – dua suku bangsa dan merupakan bangsanya nabi Yeremiah sendiri. Sebagaimana kita mengetahui bahwa masa dimana Yeremiah hidup adalah pada saat 10 suku bangsa Israel telah dihancurkan oleh kerajaan Asyur (Asyria) pada tahun 721 sebelum tarikh masehi, lalu dicerai beraikan ke seluruh dunia, dan setelah ciri-ciri kebangsaan mereka sudah tidak diketahui lagi. Dengan demikian, maka bangsa Israel kepada siapa Yeremiah diperintahkan adalah merupakan sesuatu bangsa yang lain daripada bangsa Israel badani. Oleh sebab itu, mereka itu tak dapat tiada adalah bangsa Israel rohani saja. Dan karena dalam seluruh buku Yeremiah tidak terdapat ayat yang menunjukan ia telah pergi ke daerah utara, maka hal ini menunjukkan bahwa perintah ini merupakan penugasan kepada Yeremiah-Yeremiah dimasa sesudah hidupnya nabi Yeremiah. Dan demikian pula halnya dengan “Israel” yang dimaksud, tak dapat tiada  adalah Israel yang ada setelah masa hidupnya nabi Yeremiah.

Pada ayat tersebut Yeremiah menyebutkan bahwa bangsa Israel adalah perempuan murtad. Kata-kata tersebut telah diucapkannya semenjak dari awal pasal 3, bahkan demikian pula bangsa Yehuda pada Yeremiah 3:7, yang juga dikatakan sebagai perempuan yang tidak setia. Pertanyaan kini timbul, bukankah anak-anak Yakub yang 12 orang itu seluruhnya laki-laki ? Hal inilah yang tentunya b u k a n dimaksud oleh Yeremiah bahwa bangsa Israel dan Yehuda adalah perempuan yang sebenarnya. Melalui Yeremiah 23:20 yang menyebutkan bahwa  “……… pada hari-hari yang terakhir kamu akan benar-benar mengerti hal itu”, dapatlah diketahui bahwa sebagian tulisan Yeremiah tersebut adalah berupa nubuatan atau rahasia, Jadi, jelaslah dapat dipahami, bahwa penyebutan perempuan murtad dan yang tidak setia itu masih merupakan lambang atau nubuatan.

Pada perintah Tuhan kepada Yeremiah dalam ayat tersebut terlihat bahwa kedua bangsa tersebut dikatakan sebagai perempuan yang murtad dan perempuan yang tidak setia, Ini berarti sebelumnya mereka itu adalah perempuan yang setia. Namun pada saat Yeremiah ditugaskan kondisi mereka telah berubah meninggalkan Tuhan. Hal ini sama halnya dengan contohnya di zaman Yeremiah, sewaktu ia ditugaskan pada saat bangsa Yehuda badani dalam pelanggaran sehingga Tuhan berkehendak untuk menuangkan murkaNya. Hal ini terlihat dari ayat berikut :

Yeremiah 4:1-3:
4:1 "Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman TUHAN, kembalilah engkau kepada-Ku; dan jika engkau mau menjauhkan dewa-dewamu yang menjijikkan, tidak usahlah engkau melarikan diri dari hadapan-Ku!

4:2 Dan jika engkau bersumpah dalam kesetiaan, dalam keadilan dan dalam kebenaran: Demi TUHAN yang hidup!, maka bangsa-bangsa akan saling memberkati di dalam Dia dan akan bermegah di dalam Dia."

4:3 Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: "Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh.

Ayat ini sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa Israel 10 suku pada saat nabi Yeremiah dipanggil untuk memberikan amaran, mereka telah tercerai berai. Dengan demikian ayat ini berlaku sepenuhnya untuk Israel dan Yehuda akhir zaman.

Kata-kata Yeremiah yang disampaikan dalam Yeremiah 23:20 dipertegas kembali olehnya pada Yeremiah 30:24 yaitu “Murka TUHAN yang menyala-nyala itu tidak akan surut sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya; pada hari-hari yang terakhir kamu akan mengerti hal itu”, menunjukkan bahwa Tuhan melalui Yeremiah memperingatkan kepada kita yang hidup di akhir zaman ini untuk segera menyadari bahwa sekaranglah waktunya untuk bangun dan menyadari bahwa di masa akhir zaman ini Tuhan benar-benar akan mencurahkan murkanya kepada umatNya atas pelanggaran dan karena mengabaikan kesempatan panggilan kembali Tuhan yang telah diberikan melalui amaran nabi Yeremiah, sebelum Ia pada akhirnya memulihkan dan menyembuhkan mereka-mereka yang telah menyadari dan memanfaatkan kesempatan dan panggilan Yeremiah sebagaimana janji yang dikatakan oleh Yeremiah dalam Yeremiah pasal 30 tersebut.

Setelah pembahasan dari beberapa ayat diatas dapatlah kita sekarang memilah dan memahami bahwa yang dimaksudkan oleh Yeremiah tentang kondisi kerohanian bangsa Yehuda dan juga bangsa Israel serta peringatan Tuhan tentang akan dituangkan murkanya kepada kedua bangsa tersebut sebagaimana yang disampaikannya dari awal buku Yeremiah yaitu pasal 2 dan seterusnya sampai dengan ayat-ayat terakhir buku Yeremiah, selain cerita pelanggaran bangsa Yehuda dan raja-raja adalah benar-benar berlaku bagi kita umat Tuhan di akhir zaman, di dalam sidang Jemaat Laodekia atau gereja Masehi Advent hari Ketujuh.

Bila kita perbandingkan dengan buku sekolah sabat kita pada triwulan IV tahun 2015 yang cenderung menyimpulkan, bahwa ancaman dan peringatan serta amaran-amaran yang Tuhan berikan itu adalah bagi bangsa Yehuda di masa hidup nabi Yeremiah, maka pertanyaannya adalah : Apakah sekaliannya itu sudah sesuai dengan konteks yang dimaksud oleh nabi Yeremiah ? Kemudian dengan membahas secara mendalam bagian ceritera perihal pelanggaran bangsa Yehuda, berikut raja-raja mereka pada selama masa hidup nabi Yeremiah yang lalu, dan kemudian membandingkannya dengan kehidupan kita sehari-hari, apakah yang menjadikan kita memahami apa yang hendak Tuhan sampaikan kepada kita perihal rencana-Nya bagi umat kita, sebagaimana yang Ia katakan, bahwa  “pada hari-hari yang terakhir kamu akan benar-benar mengerti hal itu?” Bukankah yang seharusnya dipelajari secara mendalam adalah bagian nubuatan-nubuatan buku Yeremiah yang berlaku bagi kita, dan yang baharu dapat dipahami di akhir zaman sekarang ini ? Tidakkah jelas dimengerti, bahwa karena Tuhan akan menuangkan murka-Nya kepada sidang Jemaat Laodekia di akhir zaman ini, maka nubuatan Yeremiah yang meramalkan perihal Israel dan Yehuda di akhir zaman itu, sudah sejogyanya merupakan sesuatu amaran yang maha penting bagi kita, agar kita secepatnya berbenah diri untuk luput dan lolos dari murkaNya?

Namun bagaimanakah yang sudah saudara saksikan sendiri di dalam buku Sekolah Sabat ? Adakah semua amaran yang benar-benar dinubuatkan oleh nabi Yeremiah bagi keselamatan kita sudah diungkapkan dengan benar ? Adakah beberapa ayat yang menentukan bagi nasib kita di depan sebagaimana yang terdapat di dalam buku Sekolah Sabat itu sudah dibahas dengan benar ?  Ataukah memang belum diungkapkan sama sekali ?

Saudara, sekaranglah waktunya bagi kita untuk bangun dan menyadari betapa sedikitnya kesadaran kita bahwa kondisi kita pada waktu ini adalah sebagaimana yang dikatakan oleh nabi Yeremiah di dalam bukunya :

Yeremiah 30:12-15:

30:12 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan!

30:13 Tidak ada yang membela hakmu, tidak ada obat untuk bisul, kesembuhan tidak ada bagimu!

30:14 Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar.

30:15 Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu, karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.

Agar supaya apabila tiba saatnya semua amaran dan peringatan yang telah disampaikan melalui nabi Yeremiah itu kelak digenapi dan terlaksana, maka sekaliannya itu tidak akan perlu membuat kita menangis dan keretak gigi sambil menyuarakan :

“Sudah lewat musim menuai, sudah berakhir musim kemarau, tetapi kita belum diselamatkan juga !” --- Yeremiah 8:20.

K e s i m p u l a n   A k h i r

Hal-hal yang terpenting dari buku Yeremiah yang patut menjadi perhatian dan menyadarkan kita orang Advent, khususnya pada saat nubuatan ini digenapi di akhir zaman sekarang ini adalah antara lain :

  1. Tulisan dari nabi Yeremiah itu merupakan nubuatan, yang baru berlaku di akhir zaman, maka manfaatnya adalah bagi Sidang Jemaat Laodikea dari gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
  2. Kondisi kerohanian Gereja pada saat nubuatan ini menemui kegenapannya, secara nubuatan  dikatakan “Murtad” bagi bangsa Israel dan “tidak setia” bagi bangsa Yehuda ; berbeda dengan yang diajarkan selama ini oleh Penguasa Organisasi berikut para pendetanya, yang mengajarkan sebaliknya,
  3. Karena kondisi kerohanian Sidang Jemaat Laodekia adalah, “Murtad dan tidak setia”, dan terus menolak menerima panggilan kemurahan Tuhan, maka Tuhan akan menuangkan murka-Nya yang tidak akan ditahan-tahan dan akan terlaksana sebagaimana yang telah dirancang-Nya,
  4. Sebelumnya akan ada pekabaran yang disampaikan lebih dahulu, untuk menghimbau dan untuk mengamarkan terhadap pelanggarannya,
  5. Sebagaimana halnya dimasa lalu, pekabaran atau amaran untuk menyadarkan orang-orang Yehuda, telah disampaikan oleh nabi Yeremiah dari pihak Tuhan, maka oleh karena Yeremiah telah meninggal dunia jauh sebelum akhir zaman, maka kata-kata “Kamu akan mengerti” itu tak dapat tiada harus beralih kepada seseorang Yeremiah contoh saingan di akhir zaman, yang sifat dan perlakuan yang akan dialaminya dari umat Tuhan di akhir zaman ini akan sama, yaitu dituduh sebagai pemberontak dan pengacau.
  6. Dengan demikian, maka utusan Tuhan ini kemudian berkembang menjadi Yeremiah-Yeremiah yang lebih dari seorang,
  7. Oleh karena Yeremiah dimasa lalu adalah juru kabar Tuhan yang berasal dari dalam bangsa Yehuda sendiri, maka demikian pula dengan Yeremiah contoh saingannya yang akan muncul di akhir zaman juga berasal dari dalam sidang jemaat Laodekia atau Gereja MAHK yang sama,  bukan dari sesuatu gereja yang lain,
  8. Pihak yang telah membuat bangsa Yehuda dimasa lalu berbalik meninggalkan Tuhan dan menentang kehendak-Nya, adalah dari dalam bangsanya sendiri, bahkan dari para pemimpin bangsa itu sendiri. Dengan demikian, maka sebagaimana yang disampaikan di dalam nubuatan Yeremiah itu yang berlaku di akhir zaman ini, maka pihak yang merusak yang membuat murtad dan tidak setia Sidang Jemaat Laodekia dari MAHK  adalah tak lain daripada para Penguasa Gereja MAHK sendiri,  yang secara terus menerus menyuarakan “Damai sejahtera, malapetaka tidak akan menimpa kamu!".

P  e  n  u  t  u  p

Setiap umat Allah dari Sidang Jemaat Laodikea tak dapat tiada sudah dapat menyaksikan sendiri, bahwa seluruh nubuatan dari nabi Yeremiah itu sesungguhnya b e l u m  p e r n a h  terungkap pengertiannya. Bahkan semua yang dibicarakan di dalam buku Sekolah Sabat triwulan IV tahun 2015 itu sesungguhnya sangat menyesatkan. Kalau saja Penguasa Gereja dapat memahami, bahwa setiap nubuatan itu telah diucapkan oleh nabi-nabi Wasiat Lama, maka nabi-nabi juga yang dinubuatkan pada Amos 3 : 7, yang seyogyanya mengungkapkan sekaliannya itu bagi kita di dalam ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10.  Dan sekaliannya itulah yang akan merupakan petunjuk-petunjuk pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat, agar semua kita sebagai warga kerajaan Allah dapat menjadi pelaku-pelaku firman yang benar.

Namun kenyataannya kini berbeda. Untuk itulah, maka sejak jauh-jauh hari sebelumnya kepada kita sudah lebih dulu diamarkan melalui nabi Zakhariah di dalam bukunya Zakhariah  4 : 6 sebagai berikut : “Inilah firman Tuhan kepada Zerubbabel, bunyinya : “BUKAN OLEH KEKUATAN, BUKAN JUGA OLEH KEKUASAAN, MELAINKAN OLEH ROH-KU SAJA, DEMIKIANLAH FIRMAN TUHAN SERWA SEKALIAN ALAM.” – Zakhariah 4 : 6.  Artinya, bukan oleh kekuatan pendeta oleh hotbah-hotbah mereka dari atas mimbar-mimbar gereja, bukan juga oleh kekuasaan Organisasi Pusat dari Sidang Jemaat Laodikea melalui buku-buku Sekolah Sabat mereka yang keluar setiap tahun, melainkan oleh ROH ALLAH saja  yang akan mengisi ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10 itu dengan semua interpretasi Ilham terhadap semua rahasia dari nubuatan-nubuatan Wasiat Lama, dari buku Wahyu, maupun dari berbagai perumpamaan Yesus di dalam Wasiat Baru. Ingatlah, bahwa tanpa memanfaatkan berbagai petunjuk-petunjuk pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat yang tersedia di dalam ROH NUBUATAN, maka tidak seorangpun akan dapat mematuhi H U K U M  A L L A H  dengan benar. Tegasnya, tidak seorangpun akan dapat beragama dengan benar apabila prosedur di atas lalai dipatuhinya. Akhirnya kepada semua kita umat akhir zaman melalui nubuatan yang sama,  nabi Yeremiah  kembali mengingatkan sebagai berikut :

“DEMIKIANLAH FIRMAN TUHAN : “TERKUTUKLAH ORANG YANG MENARUH HARAP PADA MANUSIA, DAN YANG MEMBUAT MANUSIA MENJADI TEMPAT SANDARANNYA, DAN YANG HATINYA BERPALING DARIPADA TUHAN.“ – Yeremiah 17 : 5.


 

*****


 

Jakarta, 20 Desember 2015 
Penulis :  REIN TERINATHE