Yang manakah
K u b u Pertahanan dari nubuatan
Jehezkiel pasal 4 itu  ?




“Tuhan memiliki suatu umat, suatu umat pilihan, yaitu Sidang Jemaat-Nya, yang merupakan “kubu pertahanan”-Nya sendiri, yang Ia pertahankan di dalam sebuah dunia berdosa yang memberontak; maka IA menghendaki agar tidak ada satupun penguasa lain dikenal di dalamnya, tidak ada hukum-hukum lain yang diakuinya, melainkan yang dari kepunyaan-Nya saja.” ----
Testimonies to Ministers, p. 16

***



P e n d a h u l u a n

 

Umat Allah sebagai sebuah Sidang Jemaat yang merupakan benteng atau kubu pertahanan milik Allah di bumi ini, sesungguhnya sudah ada semenjak dari adanya dosa sebagai pelanggaran hukum memasuki bumi ini. Jadi, apabila kita mau membicarakan secara khusus sidang jemaat Laodikea sebagai kubu atau benteng pertahanan yang dinubuatkan oleh nabi Jehezkiel pada pasal 4 itu, maka kita harus membatasi penyelidikan kita pada peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masa sejarah Sidang Jemaat Laodikea saja, semenjak dari berdirinya dalam tahun 1844 yang lalu sampai kepada berdirinya Kerajaan Daud dalam tahun 2027 yang akan datang.

Karena banyak nubuatan dan perumpamaan-perumpamaan dari Jesus ikut menubuatkan berbagai peristiwa yang terjadi selama sejarah sidang jemaat Laodikea kita di akhir zaman ini, maka sekaliannya itu akan saling melengkapi mengungkapkan semua peristiwa itu, baik yang sudah digenapi dalam sejarah yang lalu maupun yang masih akan jadi sampai di akhir sejarah  yang akan datang.

Nubuatan Jehezkiel pasal 4 ini sudah diungkapkan oleh nabi Victor T. Houteff di dalam buku-buku Tongkat Gembalanya, maka pembahasan kami di bawah ini akan terbatas pada hanya ketiga ayatnya yang pertama.

Jehezkiel 4 : 1 – 3 berbunyi :

“Maka engkau, hai anak Adam, ambillah olehmu akan sebuah batu bata, letakkanlah dia di hadapanmu dan gambarkanlah padanya rupa negeri Jerusalem. Lalu kepunglah akan dia, dan bangunkanlah sebuah kubu pertahanan melawannya, dan dirikanlah sebuah gunung melawannya, dan tempatkanlah bala tentara menentang dia, dan bubuhlah penumbuk tembok akan dia berkeliling. Dan lagi ambillah olehmu akan sebuah kuali besi, taruhlah akan dia menjadi dinding besi di antara engkau dengan negeri itu, dan arahkanlah mukamu kepadanya, lalu ia akan terkepung, dan hendaklah engkau mengepungnya. Biarlah ini menjadi suatu tanda bagi bangsa Israel !   …………….. “ – Jehezkiel 4 : 1 – 3. (Terjemahan yang lebih sesuai dari Alkitab bahasa Inggris).

“Thou also, son of man, take thee a tile, and lay it before thee, and portray upon it the city, even Jerusalem : And lay siege against it, and build a fort against it, and cast a mount against it, set the camp also against it, and set battering rams against it round about. Moreover take thou unto thee an iron pan, and set it for a wall of iron between thee and the city  : and set thy face against it, and it shall be besieged, and thou shall lay siege against it. T h i s  s h a l l  b e  a  s i g n   t o  t h e  h o u s e  o f  I s r a e l.” – Ezekiel  4 : 1 – 3.

Dalam bahasa nubuatan Tuhan Allah telah berbicara kepada nabi Jehezkiel, maka karena nabi Houteff yang telah mengalaminya langsung nubuatan itu bagi kita, maka nabi Houteff tak dapat tiada telah merupakan contoh saingan dari nabi Jehezkiel di atas.

Karena nubuatan ini belum pernah terungkap pengertiannya di zaman Israel Wasiat Lama, maka kalimat yang berbunyi : “Biarlah ini menjadi suatu tanda bagi bangsa Israel !”, iaitu tak dapat tiada dialamatkan kepada  Israel akhir zaman saja yang kini berada di dalam Sidang Jemaat Laodikea.
 

Israel akhir zaman itu dinubuatkan pada
Wahyu pasal 7 dan pasal 14

 

Israel akhir zaman yang dinubuatkan pada buku Wahyu itu ialah mereka calon 144.000 umat kesucian pilihan Allah yang akan datang. Mereka itulah yang telah mematuhi seruan hamba Tuhan Nyonya White : “HENDAKLAH KITA BERJUANG DENGAN SEGALA KEMAMPUAN KARUNIA ALLAH UNTUK MASUK DALAM ROMBONGAN MEREKA 144.000 ITU.” – Review and Herald, March 9, 1905.

Karena mayoritas umat Laodikea di akhir zaman sekarang ini adalah bukan keturunan dari Israel, sementara mereka itulah yang menguasai Sidang Jemaat Laodikea sejak dari mulanya sampai sekarang, maka a p a yang dinubuatkan di dalam  Jeheskiel pasal 4 : 1 – 3 di atas, tak dapat tiada sudah akan digenapi sekarang ini. 

Malaikat Sidang Jemaat Laodikea yang sudah diludahkan Jesus sejak dari tahun 1935 yang lalu berikut semua pengikut setianya di satu pihak, telah dinubuatkan pada Jehezkiel 4 : 1  dengan nama  :  N E G E R I   J E R U S A L E M  yang digambarkan di atas sebuah batu bata. Sementara itu Sidang Tuhan Laodikea, sebagai kubu pertahanan milik Allah, yang terdiri dari calon-calon 144.000 umat kesucian Israel akhir zaman yang akan datang, yang sejak mulanya dibangun oleh nabi Houteff, semenjak dari sekarang sudah harus berjuang / mengerahkan segala kemampuannya menggunakan berbagai perlengkapan senjata Allah, melawan Negeri Jerusalem itu sampai  iaitu kelak berhasil dikuasai. 

Catatan : Laodikea berasal dari dua suku kata bahasa Junani : “Lao dan Dekei.” Sidang Jemaat Laodikea = Sidang Jemaat yang memberitakan pehukuman.   Demikian kata Houteff.   

Jadi, di dalam Sidang Jemaat Laodikea sebagai sidang jemaat milik Allah yang terakhir dalam sejarah dunia sekarang ini, tak dapat tiada akan ditemukan kegenapan dari nubuatan Jeheskiel pasal 4 itu. Negeri Jerusalem yang melambangkan malaikat Sidang Jemaat Laodikea berikut para pengikut setianya di satu pihak sedang terus dikepung dan diserang oleh nabi Houteff dan para pengikutnya sebagai contoh saingan dari nabi Jehezkiel dan para tentaranya yang dinubuatkan di atas.

Sepeninggal nabi Houteff, Sidang Jemaat Laodikea sudah harus kembali berperang melawan rekan-rekan penginjil yang sama yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Jesus.
Baca buku Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35

Hamba Tuhan telah menegaskan, bahwa Tuhan memiliki sebuah Sidang JemaatNya di bumi, yaitu kubu pertahanan-Nya, yang IA pertahankan di dalam sebuah dunia yang memberontak. Sewaktu nabi Houteff meninggal dunia, ia ternyata telah meninggalkan Sidang Jemaat asuhannya yang terdiri dari Markas Besar Pusat Davidian MAHK di Waco, Texas, USA dan semua cabang-cabang organisasinya di seluruh Davidian di dunia ini. Karena sejak itu Tuhan tidak lagi bekerja melalui sesuatu badan yang terorganisasi, maka sesuai ucapan nabi Zakharia  13 : 7, Mikha 7 : 14  dan ucapan Nyonya White di dalam Testimonies to Ministers, p. 300 Ia sudah akan mengendalikan sendiri pemerintahan atas mereka yang kecil-kecil yang tersebar di banyak tempat di muka bumi ini, di Bashan dan di Gilead.

Tetapi apakah yang sedang dipromosikan oleh Organisasi Sanhedrin contoh saingan di Pusat Karmel ciptaannya di Waco, Texas, USA sekarang ini ?  Mereka mengajarkan bahwa pendirian kembali Pusat Gunung Karmel itu dalam tahun 1991  di Waco, Texas, USA adalah untuk menggenapi nubuatan Jehezkiel pasal 4 : 1 – 3. Kalau memang Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, yang didirikan oleh nabi Houteff itu adalah kubu pertahanan milik Allah, maka mengapakah kubu itu terus merosot kekuatannya sehingga harus dijual dalam tahun 1991 yang lalu ?

Mungkinkah PUSAT GUNUNG KARMEL yang sedemikian itu dapat merupakan KUBU PERTAHANAN milik Allah yang akan dipertahankan-Nya sampai kepada  berdirinya Kerajaan Daud yang akan datang di Palestina ? Berhati-hatilah terhadap berbagai manipulasi yang dibuat mereka yang telah membangun kembali Pusat Gunung Karmel itu dalam tahun 1991 secara melawan hukum, sebab tidak ada satupun petunjuk di dalam konstitusi dan anggaran rumah tangga Davidian MAHK maupun di dalam ROH NUBUATAN pada umumnya yang dapat dijadikan landasan bagi pendirikan kembali Pusat Gunung Karmel itu dalam tahun 1991 yang lalu. Apalagi untuk membuatnya menjadi sebuah kubu pertahanan milik Allah sampai kepada berdirinya kerajaan Daud yang akan datang di Palestina.

Tuhan Allah tidak pernah mengajarkan bahwa Organisasi sebagai malaikat Sidang Jemaat merupakan  kubu pertahananNya di akhir dunia sekarang ini. Oleh sebab itu hendaklah dipahami, bahwa Organisasi Pusat Gunung Karmel di Waco Texas, USA sejak berdirinya dalam tahun 1991 yang lalu, di samping merupakan contoh saingan dari Organisasi Sanhedrin di zaman Jesus, ia juga merupakan contoh saingan daripada Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea yang sudah diludahkan dari mulut Jesus dalam tahun 1935 yang lalu.  

Kesimpulan dan Penutup

Karena “negeri Jerusalem” yang disebut dalam nubuatan Jehezkidel pasal 4 ini juga melambangkan Sidang Jemaat, maka iaitu tak dapat tiada melambangkan malaikat Sidang Jemaat Laodikea yang suam rohani itu berikut para pengikut setianya, yang sudah diludahkan Jesus dari mulut-Nya sejak dari tahun 1935 yang lalu. Mereka itu kini masih ada, dan masih akan terus berdiri dengan megahnya sampai kepada saat kegenapan nubuatan Jehezkiel pasal 9 yang akan datang.

Kegenapan dari nubuatan Jehezkiel pasal 9 yang akan datang akan membersihkan bukan saja Sidang Jemaat Laodikea dari Gereja MAHK yang dilambangkan oleh E D O M, tetapi juga membersihkan mereka dari Davidian MAHK yang dilambangkan oleh BOZRAH. Jadi, pembersihan sidang Jemaat Laodikea yang akan datang akan berlaku di 2 (dua) tempat yang berbeda. Demikianlah yang diajarkan oleh nabi Houteff.

Tetapi Sidang Jemaat Laodikea dalam arti yang sebenarnya tak dapat tiada dimaksudkan kepada h a n y a Kelas Lima Anak Dara yang bijaksana saja dari Gereja MAHK, yang tidak lagi memiliki tipu di dalam mulut mereka. Atau tegasnya Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh.

Sidang Jemaat Laodikea yang sedemikian inilah yang terdapat hanya di bawah asuhan langsung dari nabi Houteff sejak dari tahun 1935 sampai dengan tahun 1955. Sepanjang 20 tahun lamanya Houteff telah meletakkan landasan dari “rumah” Davidian MAHK di Waco, Texas, USA. sesuai yang dinubuatkan pada Zakharia 4 : 9.  D u n i a  telah ikut menyaksikannya, sehingga bukan saja nama Ellen G. White yang pernah dikagumi, melainkan juga nama Victor T. Houteff, sehingga kedua nama besar itu telah diabadikan di dalam buku-buku Sejarah Dunia, atau buku-buku Encyclopedia sebagai manusia-manusia istimewa yang berkemampuan khusus yang pernah ada di muka bumi ini.

Jadi, yang disebut Sidang Jemaat sebagai k u b u pertahanan milik Allah yang dimaksud pada nubuatan Jehezkiel pasal 4, ia itu tak dapat tiada dimaksud kepada hanya umat Davidian MAHK yang tidak lagi memiliki tipu di dalam mulut mereka.  Tegasnya, mereka itulah umat Davidian MAHK yang masuk kategori GANDUM, yang sudah dibersihkan dan dipisahkan dari sampah-sampah SEKAM yang ada di dalamnya. 

Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA sekarang ini tidak mungkin lagi dapat   menggenapi ucapan nubuatan nabi Jehezkiel 4 : 1 – 3  di atas, sebab sampai kepada saat ini sudah banyak terdapat faham-faham yang saling bertentangan di sana.  Demikian kata beberapa anggotanya kepada kami. Jadi bagaimanakah mungkin dapat mereka menganggap dirinya mewakili Sidang Jemaat Laodikea di waktu ini sebagai benteng atau kubu  pertahanan milik Allah untuk kelak nanti menundukkan “negeri Jerusalem“ yang sudah diukirkannya sendiri pada permukaan batu bata dari nubuatan Jeheskiel 4 : 1 – 3  di atas ?



 

******