Waktunya

 saat mereka yang 144.000 itu

dimeteraikan

 

 

Dan aku dengar angka bilangan mereka yang dimeteraikan itu : maka telah dimeteraikan seratus empat puluh empat ribu dari semua bani bangsa Israel. Wahyu 7 : 4.

 

 

 

Sebagai umat pilihan, mereka seratus empat puluh empat ribu Israel akhir zaman itu telah dipilih dari dalam umat Masehi Advent Hari Ketujuh, yaitu dari dalam kelompok umat yang telah dikategorikan sebagai g a n d u m.  Karena tidak semua yang masuk kategori gandum akan terpilih masuk dalam rombongan 144.000 umat pilihan itu, maka mereka itu tak dapat tiada merupakan gandum murni, yang benar-benar telah dibersihkan daripada semua sampah-sampah sekamnya.  

 

Sebagai gandum mereka itu sejak dari mulanya telah ditabur oleh Jesus sendiri. Tetapi setelah ditinggal Jesus, Setan juga telah ikut menaburi benih-benih lalangnya di antara gandum-gandum itu. Oleh sebab itu, maka bukti kemurnian mereka itu sebagai gandum murni baharu akan menjadi kenyataan setelah terlaksana penuaian, yaitu penuaian buah-buah pertama mereka yang 144.000 itu di dalam sidang  Masehi Advent Hari Ketujuh yang akan datang.

 

Perumpamaan perihal penaburan benih-benih gandum itu sampai kepada penuaiannya yang akan datang, telah diberikan sendiri oleh Jesus kepada murid-murid-Nya untuk dibukukan bagi kita di akhir dunia sekarang ini. Untuk itulah, maka oleh perantaraan hamba-Nya Sdr. Victor T. Houteff sebagai nabi yang terakhir, permasalahan penuaian mereka 144.000 itu kini sudah dapat diikuti pengungkapannya dengan lebih teliti di dalam bukunya yang berjudul: PEHUKUMAN DAN PENUAIAN. Salah satu Bab dari buku itu kami kutip seluruhnya di bawah ini sebagai berikut :

   

Di Bawah Terang dari

Perumpamaan-Perumpamaan

(Oleh : Victor T. Houteff)  

 

          Penabur benih-benih, ladang, musim pemeliharaan dan pertumbuhan, dan musim penuaian harus bersama-sama diperhitungkan dengan tepat untuk menggambarkan kerajaan kerohanian itu; jika tidak, maka penyajiannya hanya akan dapat membawa kepada kekeliruan dan bukan kepada kebenaran.

 

          Empat musim dari setiap tahun semuanya diperlukan dalam melengkapi proses penanaman, pertumbuhan, dan penuaian hasil tahunan, dan musim Gugur merupakan permulaan tahun pertanian (sama seperti berakhirnya musim panas ialah hari raya pengumpulan hasil, yaitu pada akhir tahun, apabila kamu telah mengumpulkan hasil usahamu dari ladang. Keluaran 23 : 16), oleh sebab itu perumpamaan ini melukiskan melalui suatu masa periode dua belas bulan setahun dari sejarah Injil, yang pada penutupannya Kerajaan Kristus akan diperdirikan, dan permulaannya itu ialah

 

MASA PENABURAN BENIH

 

          Karena adanya suatu periode sejarah sidang yang dilukiskan melalui masa periode penuaian dua belas bulan ini, maka kita harus mencarikan saat permulaannya yaitu masa penaburan benih, dan masa penutupannya yaitu masa pengumpulan hasil.

 

          Kristus mengatakan : Yang menabur benih yang baik itu ialah Anak Manusia, dan musuh yang menabur lalang-lalang itu ialah Iblis. Matius 13 : 37, 39.

 

          Anak Manusia, Dia yang menabur benih yang baik itu, tentunya tak lain dari pada Kristus sendiri. Tetapi karena Ia tidak mungkin dapat disebut Anak Manusia sebelum Ia dilahirkan dari seorang wanita, maka demikianlah Ia tidak mungkin dapat menabur benih yang baik dari penuaian rohani itu sebelum kelahiranNya di Betlehem, Yudea.

 

          Karena tugas pelayananNya ----- penaburanNya akan benih yang baik itu, yaitu kebenaran ----- dimulai segera sesudah baptisanNya (Matius 4 : 17), maka untuk mengukuhkan permulaan dari perumpamaan periode penuaian itu kita harus lebih dulu menentukan saat Ia dibaptis.

 

          Dan sesudah enam puluh dua minggu, demikian dinubuatkan oleh Daniel mengenai tugas pelayanan Kristus dan kematianNya, maka Almasih akan kelak dibunuh tetapi bukan karena diriNya sendiri: .. maka Ia akan mengukuhkan perjanjian itu dengan banyak orang untuk satu minggu lamanya: dan di pertengahan minggu itu Ia akan menghentikan korban penyembelihan dan persembahan itu. Daniel 9 : 26, 27.

 

          Bahwa ini adalah masa nubuatan, yang dihitung dengan penggarisan sehari sama dengan setahun sesuai Yeheskiel 4 : 6, dapat dilihat dari kenyataan, bahwa ada terdapat tujuh tahun semenjak dari saat Kristus dibaptis sampai kepada saat para rasul-rasul diperbolehkan membawakan berita Injil kepada orang-orang Kapir. Selama masa periode ini Kristus mengukuhkan atau menggenapi perjanjian itu. Pada pertengahan minggu itu, atau pada akhir dari tiga setengah tahun Ia disalibkan, sehingga dengan demikian Ia mengakhiri semua penyembelihan korban di bumi.

 

          Karena kenyataannya cukup kuat bahwa tiga setengah tahun pelayanan Kristus itu berakhir pada hari yang ke 16 dari bulan yang pertama, maka dengan menghitung tiga setengah tahun kita menemukan, bahwa baptisanNya itu terjadi pada hari yang ke 16 dari bulan yang ketujuh, yaitu dalam Minggu Tabernakel, dan pesta perayaannya itu ialah akhir dari tahun pertanian itu, yaitu penutupan penuaian (Immamat 23 : 39).  

 

          Demikianlah kita saksikan, bahwa perumpamaan itu adalah benar-benar sesuai tepat dan jitu dengan alam, dan bahwa Anak Manusia memulaikan penaburan benih-benih rohani itu tepat pada waktunya, --- pada akhir dari tahun tua dan pada permulaan dari tahun baru penuaian itu tepat pada musim yang sesuai dari tahun. Dengan penaburan benih-benih yang dimulai dengan baptisan Kristus, dan penuaian yang datang pada akhir dunia, maka masa periode dari perumpamaan itu jelas merangkul keseluruhan sejarah Kristen semenjak dari permulaan pelayanan Kristus sampai kepada penutupan masa kasihan. Di antara keduanya ini terdapat

 

Masa Pertumbuhan Gandum

 

          Karena tiga setengah tahun itu semenjak dari permulaan pelayanan Kristus sampai kepada penyalibanNya adalah masa penaburan, dan masa penuaian ialah akhir dunia, maka periode yang di antara keduanya itu ialah masa bagi pertumbuhan dan pematangan biji, juga

 

Masa Penaburan Lalang

 

          Setelah Ia menyelesaikan penaburan benih-benih yang baik, maka Anak Manusia meninggalkan rumahNya, lalu Ia memberi kuasa kepada hamba-hambaNya, dan kepada masing-masing orang dengan tugasnya, dan memerintahkan kepada penjaga pintu supaya berjaga-jaga. Markus 13 : 34. Tetapi dengan kepergianNya itu, sementara orang-orang diperintahkan berbuat selama majikannya pergi, maka orang-orang itu tertidur. Dengan demikian, beberapa saat sesudah Kristus naik ke sorga, maka musuhNya datang lalu menaburkan lalang di antara gandum-gandum itu, lalu pergilah ia. Matius 13 : 25. Tetapi hamba-hambaNya, yang tidur itu, tidak mengetahuinya. Betapa tragisnya gambaran yang bertentangan ini. Pengawal-pengawal Sion jatuh tertidur di atas pagar-pagar temboknya sendiri, sementara musuh menyelinap secara tidak kelihatan dan tanpa menghadapi perlawanan sama sekali. Oh betapa ngerinya kesalahan melalaikan tugas yang terletak pada para pengawal semenjak dari zaman rasul-rasul dahulu !

 

          Dalam menuduh mereka yang pada waktu ini bertanggung jawab atas kegagalan ini untuk melindungi sidang daripada keanggotaan orang-orang yang mengaku berminat dan yang menunjukkan keinginan untuk menjadi anggota, tetapi sama sekali tidak ditanam dalam kebenaran dan sama sekali tidak memperlihatkan buah-buah yang pantas bagi pertobatan, maka Roh Nubuat menegaskan sebagai berikut : Terlalu banyak pekerjaan yang terburu-buru yang dilakukan dalam menambahkan nama-nama baru ke dalam buku keanggotaan sidang. Cacad-cacad yang serius terlihat pada tabiat-tabiat beberapa orang yang menggabungkan dirinya dengan sidang. Mereka yang menerima orang-orang itu mengatakan : Kami akan pertama sekali memasukkan mereka ke dalam sidang, dan kemudian akan mereformasikan mereka. Tetapi ini adalah keliru. Tugas yang pertama sekali harus dilakukan ialah pekerjaan mereformasikan .. Janganlah membiarkan mereka bergabung dengan umat Allah dalam persekutuan sidang sebelum mereka menunjukkan bukti-bukti nyata, bahwa Roh Allah sedang bekerja di dalam hati mereka. Banyak yang nama-namanya terdaftar pada buku-buku sidang adalah bukan orang-orang Kristen. The Review and Herald, May 21, 1901.

 

          Kenyataan yang lebih kokoh apakah yang diperlukan untuk menyakinkan seseorang, bahwa para pengawal itu telah kehilangan penglihatan rohani yang dipunyai oleh Yahya Pembaptis dan para rasul-rasul dahulu ? Memang benar-benar tragis tuduhan tajam yang berbunyi: Penghotbah-penghotbah yang tidur berhotbah kepada suatu umat yang sedang tidur. Testimonies, vol. 2, p. 337.

 

          Menyadari setelah ia melihat banyak dari orang-orang Parisi dan Saduki itu datang kepada baptisannya, bahwa mereka itu kemudian akan menyalibkan Tuhannya, maka kata Yahya kepada mereka itu. Hai bangsa ular, siapakah yang telah mengamarkan kepadamu supaya melarikan diri dari pada murka yang akan datang? Sebab itu tunjukkanlah olehmu buah-buah yang patut bagi pertobatan. Matius 3 : 7, 8. Demikianlah ia telah mengungkapkan dan menghalangi gerakan si Iblis yang hendak membawa masuk lalang-lalang pada waktu itu. Karena ia benar-benar tahu, bahwa jika lalang-lalang itu sekali dapat masuk, lalu kemudian ia mencoba mengeluarkan mereka, maka kelak akan tercabut juga sertanya gandum-gandum.

 

          Dan kemudian di zaman rasul-rasul, Petrus, sebagai seorang pengawal sidang yang setia, yang mengetahui usaha Iblis yang kembali hendak memasukkan benihnya yang jelek itu, mengatakan kepada yang bersalah itu sebagai berikut : Ananias, mengapa Setan memenuhi hatimu untuk berdusta melawan Rohulkudus, lalu menahan sebagian dari harga tanah itu ? Maka Ananias yang mendengar segala perkataan ini jatuhlah ke tanah, lalu putuslah nyawanya; maka datanglah ketakutan besar atas semua mereka yang mendengar segala perkara ini. Dan adalah kira-kira antara tiga jam sesudah itu, pada waktu isterinya . masuk. Maka jawab Petrus kepadanya; Ceriterakanlah kepadaku apakah kamu menjual tanah itu untuk sedemikian itu harganya? Maka jawabnya, Ya, sedemikian itulah harganya. Kemudian jatuhlah ia langsung di kaki Petrus, lalu putuslah nyawanya. -- Kisah Rasul-Rasul 5 : 3, 5, 7, 8, 10.

 

          Dari kenyataan, bahwa perhimpunan besar itu pun telah gagal melihat Iblis menaburkan benih-benihnya di antara mereka, dua kali lebih mempertahankan tuduhan yang berbunyi : Penghotbah-penghotbah yang tidur berhotbah kepada suatu umat yang tidur (Testimonies, vol. 2, p. 337), dan membuktikan, bahwa keseluruhan sidang, baik pihak pendeta maupun pihak anggota, sedang nyenyak tidur, menggenapi kata-kata Kristus yang berbunyi: pada waktu itu kerajaan sorga akan kelak dipersamakan dengan sepuluh anak dara, . Dan lima dari mereka itu adalah bijaksana, dan lima lainnya adalah bodoh. .. Tetapi .. sementara pengantin pria terlambat datangnya, maka sekalian mereka itu mengantuk dan tertidur. -- Matius 25 : 1 5.

 

          Kejahatan dengan cara membiarkan Iblis secara bebas menaburkan benih-benih lalang di antara gandum, telah terdapat di dalam sidang Kristen semenjak kematian para rasul-rasul, dan akibatnya, bahwa apabila Tuhan mengirimkan sesuatu pekabaran kepada umatnya, maka lalang-lalang yang ada di antara mereka itu (di bawah perintah-perintah dari para pemimpin) akan langsung mengangkat tangan mereka untuk memecat keluar siapa saja yang hendak mendengarkan juru kabar itu dan mematuhi pekabarannya. Dengan demikian kembali mereka menjualkan hak kesulungannya untuk hanya mendapatkan yang lebih murah dari pada semangkok kacang merah, umat Allah telah kehilangan, dan sidang masih tetap tidak pernah belajar dari pengalaman yang tragis itu.

 

          Tuhan mengamarkan : Cukuplah sudah bagimu segala perbuatanmu yang keji itu, hai isi rumah Israel, karena kamu telah memasukkan orang-orang asing ke dalam kaabah kesucianKu, yaitu orang-orang yang tidak bersunat hatinya, dan orang-orang yang tidak bersunat dagingnya, untuk tinggal di dalam kaabah kesucianKu, yaitu rumahKu, untuk menajiskannya. -- Yeheskiel 44 : 6, 7.

 

          Tetapi kelak kepada mereka yang setia sementara lalang-lalang terus bertambah dan mendesak mereka keluar, maka jaminan penghiburan Tuhan adalah: Berbahagialah kamu, apabila orang kelak membenci kamu, dan apabila orang kelak mengasingkan kamu dari perhimpunan mereka, dan mencela kamu, dan mencoret namamu seolah-olah karena kejahatan, demi karena Anak Manusia. Bersuka-citalah kamu pada hari itu, dan berlompat-lompatlah kegembiraan, karena sesungguhnya besarlah pahalamu di dalam sorga; sebab sedemikian itu juga telah diperbuat oleh nenek moyang mereka terhadap para nabi. -- Lukas 6 : 22, 23.

 

          Karena masa periode semenjak dari kematian para rasul dahulu dan seterusnya adalah masa pertumbuhan gandum --- lalang, dan lagi pula karena sidang Laodikea adalah yang terakhir dari tujuh bagian sidang Kristen, yang di dalamnya sedang bercampur gandum dan lalang-lalang itu, maka kita harus dapat memberi jawaban kepada pertanyaan yang berbunyi : 

 

YANG MANAKAH SIDANG LAODIKEA ITU ?  

 

       Laodikea mungkin dikenal sebagai yang paling sempurna di antara banyak faham-faham Kristen oleh pekerjaan yang sedang dilakukannya ---- yaitu memberitakan pehukuman. Memang, tanda pengenalan ini adalah jelas terlihat melalui nama Laodikea itu, yaitu gabungan daripada dua perkataan Gerika Lao dan dekei; yang satu berarti orang-orang, juga berbicara, dan yang lainnya berarti pehukuman, maka keduanya menjadi satu berarti orang-orang yang memberitakan pehukuman. Oleh sebab itu, maka sidang yang memberitakan: Takutlah akan Allah dan hormatilah Dia, karena jam pehukumanNya sudah tiba (Wahyu 14 : 7) jelas adalah sidang yang disebut Laodikea itu. Dan umumnya dikenal baik di luar lingkungan Masehi Advent Hari Ketujuh maupun di dalam, bahwa gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedang berusaha untuk membawakan pekabaran pehukuman dari Wahyu 14 : 7 itu, dan karena itulah pengakuannya akan Laodikea sebagai gelarnya adalah tak dapat dibantah.

 

          Jadi, jelaslah bahwa nama-nama dari tujuh sidang itu (yang melambangkan bagian-bagian sidang Kristen yang berurutan, yang mana bagian Laodikea merupakan yang terakhirnya) bukanlah hanya sekedar nama-nama. Ambillah sebagai sebuah contoh yang lain nama dari bagian sidang yang keenam, Philadelfia. Pengertiannya, cinta persaudaraan, adalah suatu kondisi kerohanian yang tidak cocok terhadap setiap organisasi gereja lainnya dalam seluruh sejarah Kristen, tetapi selengkapnya cocok untuk kemurahan hati yang biasa dan satu-satunya bagi bagian sidang yang ke enam --- sidangnya Miller.

 

          Merupakan satu-satunya teladan yang jelas dari sebuah sidang yang tidak pernah bersalah oleh menghalangi atau mencoba merintangi dengan cara apapun juga para anggotanya dalam melaksanakan hak mereka yang tak dapat digugat itu untuk menyelidiki dan menerima bagi dirinya sendiri apa saja yang didorong oleh hatinya untuk diselidiki dan untuk diterima. Hanya dialah yang sama sekali tidak terlibat kepada kondisi menyedihkan yang dikemukakan oleh kata-kata firman berikut ini : Dengarlah akan Firman Tuhan, hai kamu yang gentar pada firmanNya! Adapun saudara-saudaramu yang membenci akan dikau, dan yang membuang kamu karena sebab namaKu itu, walaupun mereka mengatakan, 'Supaya Tuhan dipermuliakan': namun Ia akan kelihatan bagi kesukaanmu, tetapi mereka itu kelak akan malu (Yesaya 66 : 5) di dalam

 

PEMISAHAN LALANG DARI ANTARA GANDUM

 

         Akhir dari periode di mana gandum dan lalang-lalang itu bercampur ialah masa pekerjaan penghabisan bagi sidang Laodikea (yang terakhir dari tujuh sidang itu). Pekerjaan ini telah diperkenalkan oleh pendiri sidang sebagai pembubuhan tanda yang terdapat di dalam Yeheskiel pasal  9, yaitu pemeteraian terhadap Israel rohani, mereka yang 144.000 itu. (Bacalah Testimonies to Ministers, p. 445 dan Testimonies, vol. 3, p. 266; vol. 5, p. 211) Maka pengenalan ini pada akhirnya dikuatkan oleh kenyataan, seperti yang terlihat di sini, bahwa nubuatan Yeheskiel adalah suatu pemisahan terhadap dua kelas orang-orang --- mereka yang berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya (sidang) dan mereka yang tidak berkeluh kesah dan menangis. Maka karena yang pertama itu diselamatkan sedangkan yang kedua itu jatuh dimakan senjata-senjata para malaikat pembantai, maka akan jelaslah terlihat suatu pemisahan lengkap lalang-lalang dari antara gandum pada

 

MASA PENUAIAN  

 

         Walaupun pengertian dan waktu yang sebenarnya dari hal penuaian itu banyak dikacaukan oleh sebagian orang sehingga membingungkan bagi banyak orang, namun penyelidikan yang saksama terhadap Firman itu akan menjernihkannya dengan sangat sederhana baik terhadap waktu penaburan benih maupun terhadap masa periode gandum dan lalang-lalang itu.

 

          Dengan mataNya yang melihat menembusi kabut-kabut yang berabad-abad lamanya, Kristus telah lebih dulu melihat akan kelalaian-kelalaian para pengawalNya dan kejahatan yang akan muncul di dalam sidangNya. Meskipun demikian, setelah ditanya oleh hamba-hambaNya : Bukankah Tuan telah menabur benih yang baik di dalam ladang Tuan itu? Maka dari manakah gerangan lalang-lalang itu ? Maukah Tuan kami pergi dan mencabut semuanya ? .. JawabNya, Jangan; supaya jangan selagi kamu mencabut lalang-lalang itu, akan tercabut juga olehmu gandum sertanya. Biarkanlah keduanya bertumbuh bersama-sama sampai kepada masa penuaian; maka dalam masa penuaian Aku akan mengatakan kepada para penuai itu, Kumpulkanlah pertama-tama olehmu lalang-lalang itu, dan ikatkanlah sekaliannya itu berberkas-berkas untuk dibakar; tetapi himpunkanlah gandum itu ke dalam lumbungKu. Matius 13 : 27 30.

 

          Suatu penuaian berarti hasil dari pada usaha, daripada jerih payah, pengumpulan hasil --- memetik hasil usaha dan mengisi lumbung-lumbung dengan butir-butir gandum. Jadi, jerih payah setahun itu bukanlah diselesaikan pada permulaan tahun, melainkan pada permulaan tahun itulah pekerjaan yang terberat dari tahun dimulai. Dan walaupun masa penuaian adalah yang tersingkat daripada semua periode tahun penuaian, namun pekerjaan pengumpulan itu bukannya dilakukan dalam sekejap mata saja. Ia itu memakan waktu. Hasil itu bukanlah dikumpulkan dengan cara membalikkan ladang langsung ke dalam lumbung; bukan, supaya kelak merupakan segumpal besar barang gantinya sebuah hasil penuaian. Pertama-tama gandum itu dipotong dengan sabit, selanjutnya gandum itu diikat menjadi berberkas-berkas ikatan, kemudian diinjak-injak, sesudah itu dimasukkan ke dalam lumbung; dan kemudian daripada itu sekam dan lalang dibinasakan. Karena pekerjaan ini diselesaikan selama musim gugur, maka ia itu menunjukkan bahwa penuaian adalah suatu periode musim setelah musim panas berlalu, dan bahwa ia itu diikuti dengan periode musim gugur yang tidak menghasilkan buah.

 

          Demikian itulah harus jadi dengan penuaian rohani, sebab jika tidak, maka penuaian rohani itu tidak mungkin dilukiskan dengan penuaian yang sebenarnya. Janganlah meremehkan hikmah kepintaran Allah; gambaran lukisan-lukisanNya adalah sempurna.

 

        Bayangkanlah sekarang, dengan betapa tepatnya Tuhan menegaskan kebenaran-kebenaran penuaian rohani itu sesuai dengan penuaian alami: Biarkanlah keduanya bertumbuh bersama-sama sampai kepada penuaian, demikian kataNya, maka dalam masa penuaian Aku akan mengatakan kepada para pengumpul itu, Kumpulkanlah pertama-tama olehmu lalang-lalang itu, dan ikatkanlah sekaliannya dalam berkas-berkas untuk dibakar; tetapi himpunkanlah gandum itu ke dalam lumbungKu. Matius 13 : 30.

 

          Dalam kata-kata perumpamaan ini Kristus telah membuat metode penuaian rohani itu sama dengan metode penuaian alami. Sekiranya yang satunya itu tidak tepat sama dengan yang lainnya, maka Ia sudah akan menunjukkan perbedaannya. Oleh karena itu berhati-hatilah, jangan membiarkan persangkaan-persangkaan yang sia-sia masuk ke dalam ingatanmu, melainkan pertahankanlah Injil pada segala pihak, karena sekaliannya itu penuh dengan pengertian yang tak terbatas nilainya --- sesungguhnya sekaliannya itu adalah kehidupanmu yang sebenarnya.

 

       Karena  perkataan until  berarti sampai kepada, maka lalang-lalang itu akan dikumpulkan, bukan sebelum atau sesudah penuaian itu, melainkan pada permulaan penuaian itu. Dan karena masa penuaian adalah akhir dari masa kasihan (Christ's Objects Lessons, p. 72), maka penuaian itu sendiri perlu mendahului akhir masa kasihan itu --- yaitu musim gugur yang tidak menghasilkan buah itu. Dengan sendirinya, maka lalang-lalang itu dipisahkan dari antara gandum sebelum, bukan sesudah, akhir dari masa kasihan.

 

          Gandum, anak-anak kerajaan (ayat 38), dikumpulkan ke dalam lumbung, kerajaan, 'lalang-lalang', anak-anak dari si jahat itu (ayat 38) --- orang-orang yang hanya mengaku, mereka yang bukan pelaksana Firman itu, dan yang diberikan keanggotaan gereja selagi orang-orang tidur --- dikumpulkan dan dibakar di dalam api (ayat 40), sesudah gandum diikat ke dalam ikatan-ikatan. --- Dikutip seluruhnya dari Buku PEHUKUMAN DAN PENUAIAN  hal. 47 - 58.

         

* *  

 

P e m b a h a s a n

 

         Kristus, dalam membicarakan nasib umatNya yang hidup di akhir zaman ini, telah mempersamakan sidang jemaat-Nya dengan kerajaan sorga yang berisikan dua kelas umat : masing-masing mereka yang dikategorikan sebagai g a n d u m  di satu pihak dan mereka yang masuk kategori l a l a n g di lain pihak.

 

          Dalam perumpamaan-Nya di atas, Kristus telah melukiskan bagaimana gandum itu semenjak dari saat penaburan benih, selama pertumbuhannya, dan sampai kepada penuaiannya, keseluruhannya memakan waktu h a n y a  s a t u  t a h u n.

 

          Untuk memudahkan pembahasannya, maka hamba Tuhan Houteff secara singkat telah memasukkan ceritera perumpamaan Kristus itu ke dalam dua buah gambar. Itu adalah gambar mengenai satu siklus tahunan (yearly cycle) yang terdiri dari masa 12 bulan. Ikutilah dengan seksama gambar siklus tahunan itu di bawah ini. Oleh sebab itu, sekalipun tahun peristiwa kejadiannya berbeda-beda, namun bulan dan hari kejadiannya dapat saja dimasukkan di dalam satu siklus tahunan saja, tanpa menyebutkan tahun peristiwa kejadiannya. Contoh : baptisan Kristus dalam tahun 27 tarikh Masehi dan kematian-Nya dalam tahun 31 tarikh Masehi, sekalipun terjadi dalam dua tahun yang berbeda, namun dapat saja dimasukkan ke dalam gambar dari satu siklus tahunan saja, sekalipun tanpa menyebutkan tahun-tahun dari peristiwa-peristiwa kejadiannya yang berbeda-beda itu.

 

Dengan demikian, maka apabila h a r i dan b u l a n dari beberapa upacara bayangan bangsa Yahudi dimasukkan juga di dalam gambar siklus ini, maka akan segera tampak pula  h a r i  dan  b u l a n  dari contoh-contoh saingannya yang akan jadi di akhir zaman ini.

 

                                   Penjelasan Gambar Ke - I

 

 

Semua yang dibicarakan hamba Tuhan Houteff di atas sudah dapat diikuti di dalam Gambar Ke - 1 diatas. Dari antara sekaliannya itu, yang pertama kami ingatkan adalah :

 

Lima bulan simbolis sampai kepada

Hari Tuhan yang Besar dan Mengerikan itu.

Maleakhi  4 : 5,  Wahyu 9 : 5

 

Hari Tuhan yang Besar ialah pada saat mereka 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang memperoleh pemeteraian tanda kelepasan mereka. Hari Tuhan yang Mengerikan akan jadi sesudah itu, yaitu pada saat semua umat lainnya yang tidak memperoleh meterai tanda kelepasannya d i b a n t a i. Kedua peristiwa ini telah dinubuatkan di dalam buku Jehezkiel pasal 9. Jadi jelaslah, bahwa nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu sesungguhnya meramalkan peristiwa besar p e n u a i a n  buah-buah pertama  g a n d u m  yang akan datang. Penuaian itulah yang akan jadi sesudah akhir musim panas (sesudah bulan yang ke 6, dan dalam musim gugur selama bulan yang ke - 7 dari tahun penanggalan Yahudi.)

 

Musim gugur itu sendiri akan dimulai sesudah tanggal 22 September, yaitu permulaan dari bulan yang ke - 7 dari tahun penanggalan Yahudi. (Lihat Gambar Ke - 2).

 

Lima bulan simbolis itu dimulai semenjak dari saat kematian Kristus di Golgotha, pada tanggal 16 dari bulan Abib (bulan yang pertama), yaitu semenjak Jesus mati  dan berhasil menebus kembali semua umat ciptaan-Nya dari kematian yang kekal di bumi ini, yang telah dilambangkan sebagai lobang yang tak terduga dalamnya itu. Jadi, lima bulan simbolis itu berlangsung sampai kepada akhir musim panas, yaitu sampai akhir bulan yang ke - 6 dari tahun penanggalan Yahudi. Dan ini akan sampai kepada tanggal 22 September.

 

Permasalahan lima bulan simbolis itulah yang telah dinubuatkan pada Wahyu 9 : 1 5, sebagai pekabaran dari suara malaikat yang kelima setelah ia meniupkan trompetnya. Pekabaran dari keseluruhan Tujuh Trompet dapat dibaca pada Buku :  AMARAN TERAKHIR TUJUH TROMPET oleh : Victor T. Houteff.   

 

Hari Grafirat dan contoh saingannya

Di waktu ini

 

Hari Grafirat adalah hari pengampunan dosa bagi seluruh bangsa Israel. Jika pada setiap harinya orang harus mengorbankan seekor domba melalui imam biasa sebagai tanda pengakuan dosanya, maka dalam satu tahun sekali akan ada upacara bayangan sedemikian itu, yang akan dilakukan hanya oleh Imam Besar di dalam tempat yang maha suci dari kaabah kesucian mereka, bagi seluruh bangsanya.  Pada hari itu seluruh bangsa Israel, akan memperoleh kepastian bahwa semua mereka sudah memperoleh pengampunan dari dosa-dosanya. Dan sesudah itulah akan diselenggarakannya sebuah pesta besar perayaan tabernakel selama tujuh hari, yang sekaligus akan merupakan pesta perayaan tutup tahun pertanian. Hamba Tuhan Houteff menuliskannya sebagai berikut :

 

Sama seperti yang dijelaskan oleh Roh Nubuatan, bahwa keseluruhan jaringan contoh-contoh dan lambang-lambang adalah sebuah susunan nubuatan Injil yang padat, yaitu sebuah penyajian yang di dalamnya terikat janji-janji penebusan (The Acts of the Apostles, p. 14), maka demikian itulah rencana penyelamatan diungkapkan, bukan hanya dalam Kesaksian-Kesaksian dari para nabi dan dalam Perumpamaan-Perumpamaan Kristus, melainkan juga dalam contoh-contoh dan lambang-lambang dari kaabah kesucian di bumi. Sebagai tambahan untuk ini, maka kepada kita diceriterakan bahwa pengalaman-pengalaman umat dalam masa periode contoh yang lalu telah terjadi atas mereka itu sebagai contoh; dan sekaliannya itu ada tertulis sebagai nasehat bagi kita yang hidup di akhir zaman. 1 Korinthi 10 : 11. Demikianlah secara masuk akal kita terikat pertama-tama untuk datang kepada petunjuk Tuhan Allah kepada Musa yang berbunyi :

 

Pada hari ke-sepuluh  dari bulan yang ketujuh ini akan ada suatu hari grafirat : Akan diadakan suatu grafirat (pengampunan) bagimu di hadapan hadirat Tuhan Allahmu. Maka sebab itu barangsiapa pun juga yang kelak tidak merendahkan hatinya pada hari itu, iaitu akan ditumpas kelak dari antara bangsanya. Pada setahun sekali hendaklah diadakan grafirat bagi bani Israel Immamat 23 : 27 - 29; 16 : 34.

Bilamana seseorang ditumpas dari antara bangsanya karena sebab dosa, maka namanya pun harus dicoret dari buku orang-orang yang hidup. Mazmur 69 : 28. Dengan sendirinya, maka hari grafirat pada waktu itu adalah suatu hari pehukuman, sebagaimana iaitu masih tetap biasanya disebut oleh orang-orang Yahudi; maka oleh hari grafirat itu sebagai tanda, maka iaitu telah didirikan sebagai contoh (type) bagi hari grafirat contoh saingan yang besar (pemeriksaan pengadilan  itu) --- yaitu hari dimana Tuhan akan mencoret dari buku-Nya nama-nama dari semua orang berdosa, dan menumpas dari perhimpunan umat-Nya semua orang yang nama-namanya tidak terdapat di dalam buku itu.

 

Mengenai hari grafirat contoh itu, maka perintah Tuhan melalui Musa adalah sebagai berikut : Pada hari itu  kelak akan diadakan suatu pengampunan bagimu oleh Imam, untuk menyucikan kamu, supaya dapatlah kamu menjadi bersih daripada semua dosamu di hadapan hadirat Tuhan .. maka ia akan mengadakan suatu pengampunan  bagi kaabah kesucian yang suci itu, dan ia akan mengadakan suatu pengampunan bagi tabernakel perhimpunan itu, dan bagi medzbah itu. -- Immamat 16 : 30, 33.

 

Karena merupakan hari pengampuan dalam contoh bagi baik orang-orang yang sudah mati maupun bagi orang-orang yang hidup, maka pelayanan dari tabernakel di bumi ini memproyeksikan hari pengampunan itu dalam contoh saingannya, yaitu pembersihan kaabah kesucian di dalam sorga dari nama-nama orang-orang yang tidak patut berada di dalam buku-buku, dan pembersihan sidang di bumi daripada anggota-anggotanya yang tidak setia dan tidak bertobat, ----- sehingga dengan demikian mendatangkan masa dari buku-buku yang bersih, sidang yang bersih, dan umat yang bersih. -- Pehukuman dan Penuaian, hal. 64, 65.

 

Hari Grafirat atau hari pengampunan itu jatuh pada hari ke - 10 dari bulan ke - 7 penanggalan Yahudi, yaitu dalam bulan Oktober. Jadi, bagaimanakah Hari Grafirat itu bagi kita dalam contoh saingannya yang akan datang ?

 

Karena hari Grafirat itu juga merupakan hari pehukuman, maka kegenapannya yang akan datang akan dibuktikan oleh dimulainya nubuatan Jehezkiel pasal 9 menemukan kegenapannya. Inilah yang akan ditandai oleh adanya pembubuhan meterai tanda kelepasan kepada 144.000 umat Israel akhir zaman yang akan datang di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, pada hari ke - 10 dari bulan yang ke - 7  itu.   

 

Perlu sekali diketahui bahwa semenjak dari kedatangan malaikat Wahyu 18 : 1 dalam tahun 1929 menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga dari Wahyu 14, maka semenjak itulah pekerjaan penghabisan bagi sidang dimulai. Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

Terutama pada pekerjaan penghabisan bagi sidang, dalam masa pemeteraian mereka 144.000 itu yang akan berdiri tanpa salah di hadapan tahta Allah. Testimonies, vol. 3, p. 266.

 

Jadi, apabila hari Grafirat itu di akhir zaman telah dimulai sejak tanggal 22 Oktober 1844 yang lalu bagi semua umat yang sudah mati, baik mereka yang tergolong buah-buah pertama maupun buah-buah kedua, maka hari Grafirat pada hari ke - 10 dari bulan yang ke - 7 yang akan datang tak dapat tiada akan digenapi pertama sekali bagi mereka yang 144.000 itu, sebagai buah-buah pertama orang-orang hidup. Baharu kemudian akan digenapi lagi bagi mereka yang tergolong buah-buah kedua orang-orang hidup. 

 

Sesudah memperoleh

 bubuhan meterai tanda kelepasannya

 

Sesuai kata-kata perumpamaan-Nya sendiri, Jesus mengatakan :

 

" ...... pekerjaan pengumpulan itu bukannya dilakukan dalam sekejap mata saja. Ia itu memakan waktu. Pertama-tama gandum itu dipotong dengan sabit, selanjutnya gandum itu diikat menjadi berberkas-berkas ikatan, kemudian diinjak-injak, sesudah itu dimasukkan ke dalam lumbung; dan kemudian daripada itu sekam dan lalang dibinasakan.  -- Tract. no. 3, The Judgment and the Harvest p. 65.

 

Pada hari ke - 10 dari bulan yang ke - 7 yang akan datang, mereka 144.000 itu yang dilambangkan oleh gandum tentunya sudah akan selesai disabit dan diikat berberkas-berkas. Giliran berikutnya. sekaliannya itu harus terlebih dulu dinjak-injak atau dipukul-pukul sebelum dimasukkan ke dalam lumbung, yang melambangkan kerajaan di Palestina.    

 

Demikian itulah mereka 144.000 itu sudah akan lebih dulu mengalami suatu masa kesusahan Jakub yang sedemikian hebatnya selama kurang lebih 5 (lima) hari lamanya sampai kepada hari ke - 15 dari bulan ke - 7 itu juga. Dan kemudian daripada itu, mereka akan dilepaskan menggenapi ucapan nubuatan Daniel 12 : 1. 

 

Tujuh Hari

Pesta Perayaan Tabernakel

Dari Hari ke - 15 sampai Hari ke - 21

Bulan ke - 7

 

Mereka 144.000 itu sebagai gandum yang murni sudah akan terlebih dulu dipotong dengan sabit dan diikat berberkas-berkas. Akan ada banyak sekali berkas ikatan gandum di seluruh dunia Masehi Advent Hari Ketujuh yang akan datang, sesuai dengan banyaknya kelompok-kelompok para penganggur di pasar yang tercerai-berai di sana sini, yang tidak lagi berada di bawah kendali Pusat General Conference of SDA ataupun Pusat dari General Association of Davidian SDA di Amerika Serikat. Ini hendaknya dapat dimengerti karena Tuhan sudah memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri, maka satu-satunya kendali yang dapat menghimpun mereka 144.000 itu bersama-sama, ialah yang dinubuatkan oleh Yahya pada Wahyu 14 : 1.

 

Ini berarti Tujuh Hari pesta perayaan Tabernakel itu tak dapat tiada akan menemukan contoh saingannya di Gunung Sion di Palestina, apabila selama kurang lebih setengah jam nubuatan Jesus akan meninggalkan tugas-Nya sebagai Imam Besar di dalam Kaabah Kesucian sorga, untuk turun berdiri bersama-sama mereka 144.000 itu di gunung Sion, Palestina, untuk meresmikan berdirinya Kerajaan Daud di bumi ini.  

 

Kemudian daripada itu

s e k a m dan l a l a n g dibinasakan

 

Adanya diam selama kurang lebih setengah jam nubuatan di dalam kaabah kesucian sorga itu terjadi karena telah berakhirnya sidang pengadilan bagi orang mati. Sidang pengadilan berikutnya baharu akan dimulai lagi setelah Jesus kembali dari bumi, dan setelah Dia menuangkan Roh Suci Hujan Akhir ke atas semua mereka yang tergolong buah-buah pertama di Palestina. Bacalah kembali Wahyu 8 : 1 5.

 

Jadi, segera setelah Jesus kembali memulai tugas-Nya sebagai Imam Besar di depan medzbah keemasan, maka segera pula sidang pengadilan orang hidup akan dimulai. Untuk inilah hamba Tuhan mengatakan :

 

Pehukuman Orang Hidup di bumi dimulai dengan Jehezkiel 9, tetapi di sorga (pada buku-buku) sesudah Jehezkiel 9. Pehukuman Orang Hidup berjalan dalam dua tahap : Tahap pertama ialah pemisahan yang membuang keluar orang-orang jahat dari antara orang-orang benar, Jehezkiel 9. Tahap kedua ialah pemeriksaan pada buku-buku, sewaktu dosa-dosa dari orang-orang benar dan nama-nama dari orang-orang jahat dihapus dari berbagai catatan di dalam Sorga. Tahap yang kedua ini, berupa sidang pengadilan di sorga akan dimulai s e s u d a h Jehezkiel 9. The Symbolic Codes, Vol. 12, No. 3, pp. 19, 20.

 

Jadi, sesuai gambaran yang diberikan hamba Tuhan Houteff pada Gambar Ke - 1 di atas, dapatlah diketahui secara meyakinkan, bahwa nubuatan Jehezkiel pasal 9 akan digenapi sebagai berikut :

  1. Pemeteraian mereka 144.000 itu terjadi pada tanggal 10 dari bulan ke - 7.
  2. Masa Kesusahan Jakub akan berlaku sampai kepada keberangkatan mereka ke gunung Sion di Palestina pada tanggal 15 dari bulan ke 7 itu juga.
  3. Peresmian berdirinya Kerajaan Daud di Palestina di antara tanggal 15 sampai tanggal 21 dari bulan yang ke - 7 penanggalan Yahudi.
  4. Turunnya Roh Suci Hujan Akhir di Palestina sesudah tanggal 21 bulan ke - 7.
  5. Selama mereka 144.000 itu berada di Palestina, maka di seluruh Laodikea di luar Palestina terdengar suara-suara dimana-mana, menggenapi ucapan nabi Jeremiah yang berbunyi : Penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, tetapi kami belum juga selamat. Jeremiah 8 : 20.
  6. Pembantaian orang-orang jahat di dalam sidang Laodikea secepatnya terjadi sesudah tanggal 21 dari bulan yang ke - 7 itu juga. 

Penjelasan Gambar Ke - 2

 

 

Gambar siklus yang kedua inipun  berisikan 12 bulan, baik bulan kalender maupun bulan Yahudi. Bulan ke - 1 Yahudi (Bulan Abib) jatuh pada sekitar bulan April. Bulan ke - 1 Yahudi memiliki 30 hari, bulan Ke - 2 nya memiliki 29 hari, bulan ke - 3 nya kembali memiliki 30 hari, dan seterusnya secara bergantian. Padahal bulan kalendar kita Januari memiliki 31 hari, Februari memiliki 28 hari (dan setiap empat tahun sekali) memiliki 29 hari. Maret kembali memiliki 31 hari, April 30 hari, secara bergantian sampai dengan bulan Desember memiliki 31 hari.

 

Musim Bunga dimulai semenjak dari Bulan Ke - 1 dari kalendar Yahudi. Musim Panas dimulai semenjak dari Bulan Ke - 3 kalendar Yahudi. Musim Panas itu berakhir dengan Bulan Ke - 6 kalendar Yahudi, yaitu pada tanggal 22 September.  

 

Karena segera sesudah 22 September itu adalah musim gugur yang jatuh pada Bulan Ke - 7 dari penanggalan Yahudi, maka hendaklah kita memperhatikan kembali ucapan hamba Tuhan Houteff yang mengatakan :

 

Pertama-tama gandum itu dipotong dengan sabit, selanjutnya gandum itu diikat menjadi berberkas-berkas ikatan, kemudian diinjak-injak, sesudah itu dimasukkan ke dalam lumbung; dan kemudian daripada itu sekam dan lalang dibinasakan. Karena pekerjaan ini diselesaikan selama musim gugur, maka ia itu menunjukkan bahwa penuaian adalah suatu periode musim setelah musim panas berlalu, dan bahwa ia itu diikuti dengan periode musim gugur yang tidak menghasilkan buah. - Tract no. 3. The Judgment and the Harvest, p. 65.

 

Tampak jelas bahwa proses penuaian itulah yang telah dinubuatkan oleh nabi Jehezkiel di dalam bukunya pasal 9. Ia itu dimulai dengan pembubuhan tanda kelepasan pada dahi-dahi mereka yang 144.000 itu, dan berakhir dengan pembantaian semua mereka yang tidak memiliki tanda kelepasan pada dahinya. Pekerjaan inil akan diselesaikan dalam musim gugur, yang dimulai pada tanggal 10 dari bulan ke - 7 dari kalender Yahudi.

 

Waktunya

 saat mereka 144.000 itu dimeteraikan

 

Hamba Tuhan Houteff telah menegaskan bahwa :

 

Orang-orang Yahudi menghendaki sebuah kerajaannya sendiri, yaitu sebuah kerajaan dari dunia ini (orang-orang suci dan orang-orang berdosa di dalamnya). Mereka menghendaki sebuah kerajaan di bumi, bukan di dalam sorga. Apalagi, mereka menghendakinya 2000 (dua ribu) tahun lebih cepat daripada yang direncanakan. Secara bertentangan, dalam masa pendirian kembali kerajaan itu sekarang ini, ORGANISASI mengambil sikap sebaliknya : Ia menghendaki sebuah kerajaan di dalam sorga, bukan di bumi. - Timely Greetings, vol. 1, No. 15, p. 20.

 

Keinginan orang-orang Yahudi untuk mendapatkan kembali kerajaannya telah diperlihatkannya langsung kepada Jesus dalam tahun 27 Tarikh Masehi, yaitu sesudah tanggal 16 dari bulan ke - 7 penanggalan Jahudi. (Lihat Gambar Ke - I). Kerinduan mereka itu ternyata 2000 tahun terlalu cepat daripada yang sudah direncanakan oleh Tuhan Allah. Oleh karena itulah, maka tahun berdirinya kerajaan Daud itu tak dapat tiada akan jatuh pada tahun 2027 Tarikh Masehi yang akan datang.

 

Kemudian karena hari Grafirat itu jatuh pada tanggal 10 dari bulan ke - 7 penanggalan Yahudi, yang juga menandai hari dimana Israel akhir zaman akan memperoleh pemeteraian tanda kelepasan mereka dalam tahun 2027 yang akan datang, maka dari Gambar Ke - 2 di atas itu juga akan dapat diketahui bahwa 10 hari dari bulan ke - 7 itu akan sama dengan 10 hari terhitung dari tanggal 22 September, yang akan jatuh pada tanggal 2 Oktober. Jadi, tegasnya, pemeteraian mereka 144.000 umat Israel akhir zaman akan benar-benar terlaksana pada tanggal 2 Oktober 2027 yang akan datang. Dan peresmian berdirinya Kerajaan Daud di Palestina akan berlangsung sejak tanggal 15 sampai 21 dari bulan ke - 7 Yahudi, yaitu sejak tanggal 7 Oktober sampai dengan tanggal 13 Oktober 2027 yang akan datang.

  

Kesimpulan akhir

 

Perumpamaan Jesus perihal penaburan benih gandum sampai kepada penuaiannya itu, ternyata hanya untuk menunjukkan kepada kita h a r i dan b u l a n dari  pembubuhan meterai tanda kelepasan mereka 144.000 umat pilihanNya itu. Karena iaitu kelak merupakan hari Tuhan yang besar bagi mereka yang 144.000 itu, dan juga merupakan hari Tuhan yang mengerikan bagi mereka yang akan dibantai sesudah itu, maka jelaslah betapa pentingnya nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu diamanatkan kepada kita. Demikian pentingnya nubuatan itu bagi kita, maka sampai kepada T a h u n, B u l a n, dan T a n g g a l kegenapan peristiwanya yang akan datang, sekaliannya itulah yang telah diungkapkan secara gamblang oleh hamba-Nya Nyonya Ellen G. White dan Sdr. Victor T. Houteff bagi kita.    

 

 

 

 

*  *  *