Umat Davidian dalam
 Penglihatan Ilham





Ellen G. White :

“Allah akan membangunkan umat-Nya; jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang saling bertentangan akan masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, memisahkan s e k a m  daripada  g a n d u m. -- 5 Testimonies, p. 707.

***

Umat Davidian sebagai penganut “Kebenaran Sekarang” hendaknya menyadari, bahwa karena kita sudah memiliki “Segala Kebenaran” dan “Perkara-Perkara yang akan Datang” (Yahya 16 : 13) itu di tengah-tengah kita,  maka kita tak dapat tiada sudah akan menjadi sasaran Setan yang terakhir yang paling dahsyat, sebab dia mengetahui bahwa masa kesempatannya sudah hampir habis. Karena sudah ditegaskan oleh Jesus sendiri, bahwa Roh Kebenaran itulah yang sudah akan menghantarkan kepada kita “Segala Kebenaran” dan “Perkara-Perkara yang akan Datang” itu, maka keberadaan dari Roh Kebenaran itu seharusnya sudah dapat dirasakan di tengah-tengah kita sekarang, sebab Ialah yang akan selalu mengiringi “Segala Kebenaran” dan “Perkara-Perkara yang akan datang” itu di tengah-tengah kita. Sekalipun sebagai Roh Suci Roh Kebenaran itu tidak tampak, namun keberadaannya di tengah-tengah umat akan selalu terbukti ditandai oleh selalu adanya kesepakatan, sehati-sepikir, dan kemampuan untuk membicarakan perkara-perkara yang sama. Roh Allah itulah yang memberikan kepada kita kemampuan untuk membedakan di antara mana yang benar dan mana yang salah.

Sekalipun demikian suasana kerohanian umat yang sangat kita dambakan bersama  di atas pada kenyataannya tidak sedemikian itu keadaannya. Sebab apa ?  Dari penegasan hamba Tuhan di atas dapatlah diketahui, bahwa sebagian besar umat Davidian belum sepenuhnya bangun daripada tidurnya. Karena Tuhan Allah tidak sepenuhnya berhasil membangunkan mereka (melalui dinas pelayanan pilihan-Nya sendiri), maka berbagai faham yang saling bertentangan akan dibiarkan-Nya masuk di antara umat-Nya, untuk kelak menyaring mereka itu, memisahkan gandum daripada sekam (bukan lalang).

Umat Penganut Kebenaran Sekarang  
 dalam Penglihatan Ilham

Semenjak dari beberapa ribu tahun sebelumnya hamba Tuhan nabi Jesaya telah menubuatkannya bagi kita, maka oleh perantaraan Houteff, nabi Tuhan Allah bagi   akhir zaman ini, melalui hotbahnya di dalam buku Amaran Sekarang, Jilid 1 no. 5, kita dianjurkan untuk membacanya dengan teliti. Perkenankanlah kami mengutip kembali sebagian dari hotbah itu di bawah ini dimulai dari halaman 14 (bahasa Inggris) sebagai berikut :

“Yesaya 2 : 11:
“Segala mata orang yang tinggi itu akan direndahkan dan segala sombong orang laki-laki akan ditundukkan, maka pada hari itu hanya Tuhan jua yang tertinggi.”

Sudah lama manusia meninggikan dirinya sendiri; sedemikian banyaknya, dalam kenyataannya, sehingga hanya terdapat sedikit orang-orang Kristen di dunia yang betul-betul mengikuti “terang dari Tuhan.” Banyak dari mereka sedang mengikuti percikan cahaya dari manusia, mengikuti interprestasi-interprestasi Alkitab yang tidak diilhami, yaitu hasil-hasil penyelidikan orang-orang, orang-orang yang mengolok-olok terhadap hasil pendapat Ilham; mereka tidak lagi melihat perlunya lebih banyak Kebenaran atau nabi-nabi, walaupun mereka cukup mengetahui, bahwa satu-satunya Kebenaran yang pernah datang adalah melalui perantaraan hamba-hamba pilihan Allah. Bahkan para penganut Kebenaran sekarang pun belum sepenuhnya sadar kepada wahyu yang mengejutkan ini, banyak dari mereka terbawa pergi oleh setiap angin ajaran, yang banyak daripadanya diciptakan oleh pengacau-pengacau seperti halnya Korah, Dathan dan Abiran (Bilangan 16 : 9 – 11) yang mengingini jabatan Musa --- yaitu para perampas Tahta Ilham --- yang berpihak sebagian kepada Paulus dan yang lainnya kepada Apollos. Mata Ilham yang difokuskan terhadap masa kini dan pekabaran, menunjukkan bahwa banyak daripada penipuan diri sendiri ini adalah hasil dari pada apa yang dilukiskan oleh Roh sebagai kemunafikan bermuka dua, yang berbunyi:

“Adapun akan dikau, hai anak Adam, segala bani bangsamu berkata-kata akan halmu seorang dengan seorang pada segala dinding dan pada segala pintu rumah; mereka itu berkata seorang kepada seorang dan saudara kepada saudaranya, katanya: Marilah kita pergi juga untuk mendengar apa-apa firman yang keluar dari pada Tuhan. Maka datanglah mereka itu kepadamu dengan banyak orangnya, lalu duduklah mereka itu di hadapan mukamu, yaitu umat-Ku, dan di dengarnya segala perkataanmu, tetapi tiada diturutinya akan dia; dalam antara mereka itu membawa mulut yang manis-manis, adalah hatinya jua menyengajakan laba yang keji. Karena sesungguhnya engkaulah baginya laksana orang yang merawankan hati dengan nyanyiannya. Yang merdu bunyi suaranya, dan yang pandai memetik bunyi-bunyian; jadi mereka itu menurut dia. Maka apabila hal ini kelak jadi, maka akan diketahui oleh mereka, bahwa adalah seorang nabi di tengah-tengahnya.” --- Yeheskiel 33 : 30 – 33. Kita perlu menjadi pelaku-pelaku dari Firman itu bukan hanya pendengar-pendengar saja.

Yeheskiel 2 : 12, 13, 15, 16:
“Karena satu hari telah ditentukan oleh Tuhan serwa sekalian alam bagi segala orang yang sombong dan angkuh dan bagi segala orang yang mengatas-ataskan dirinya supaya mereka itu direndahkan. Dan bagi segala pohon araz di Lebanon yang besar lagi tinggi dan bagi segala pohon jati di Bazan . . . . dan atas segala menara yang tinggi-tinggi dan bagi segala pagar tembok yang teguh-teguh, dan bagi segala kapal dari Tarzis dan bagi segala patung yang indah-indah.”

Semua ini tentunya adalah ucapan-ucapan yang mengandung lambang yang ditujukan kepada orang-orang yang sombong dan yang merasa kecukupan sendiri yang di pemandangan orang adalah bagaikan pohon-pohon araz Lebanon dan bagaikan pohon-pohon jati dari Bashan.

Yesaya 2 : 17 – 20:
“Maka pada hari itu segala kebesaran manusia akan ditundukkan dan segala ketinggian orang laki-laki akan direndahkan, maka pada hari itu hanya Tuhan sendiri juga yang  dipuja. Maka segala berhala pun akan dilenyapkan-Nya sama sekali. Maka pada hari itu orang akan masuk kedalam gua-gua di gunung dan kedalam lobang-lobang di tanah dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya, apabila Ia bangkit berdiri untuk mengejutkan segala isi bumi. Maka pada hari itu juga tiap-tiap orang akan membuang segala berhala emas dan segala berhala perak yang telah diperbuatnya untuk menyembah sujud kepadanya, dan dicampakkannya kepada dandam dan kelelawar,”

Berhala-berhala apakah yang akan dimusnahkan? Segala berhala yang dapat berjalan. Oleh karena itu, maka mereka itu adalah oran-orang yang dipuja-puja oleh orang banyak. Mereka berikut semua orang yang memuja-muja mereka akan berlari-lari ke dalam lobang-lobang gunung, dan ke dalam gua-gua di dalam tanah. Hanya mereka yang telah membuang segala berhala itu yang akan luput. Di dalam ayat-ayat ini, tiga jenis berhala telah disebutkan: (1) segala perbuatan tangan manusia; (2) orang-orang yang dipuja-puja; (3) emas dan perak yang disembah-sembah. Semua ini akan dibinasakan, sehingga tidak akan ada berhala-berhala lagi. Mereka itu berikut orang–orang yang menyembahnya adalah:

Yesaya 2 : 21:
“Berlari-lari masuk ke dalam celah-celah bukit batu dan ke dalam gua-gua di gunung dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya, apabila bangkit Ia berdiri hendak mengejutkan segala isi bumi.”

Jika kita sekarang tidak rela membuang segala berhala kita, maka kita akan dipaksa untuk membuangnya kemudian, tetapi apakah kebaikannya terhadap kita kelak pada waktu itu ?” --- Amaran Sekarang Jilid 1, No. 5, hal. 14 – 15. (Bahasa Inggris).

Bacalah dengan saksama bagian hotbah Houteff di atas, dan ikutilah penjelasan kami sebagai berikut :

  1. Hotbah dari Amaran Sekarang, Jilid 1 No. 5 itu dialamatkan kepada semua umat Masehi Advent Hari Ketujuh, termasuk pula bagi mereka yang sudah menyambut Houteff dan pekabarannya.
  2. Mulai dari kalimat : ‘Bahkan para penganut Kebenaran sekarang pun ………..'   dan seterusnya, itu lebih banyak dialamatkan kepada umat penganut kebenaran sekarang dari Houteff, yaitu umat Davidian.
  3. Korah, Dathan, dan Abiram melambangkan pengacau-pengacau doktrin di dalam Persekutuan umat Davidian sendiri.
  4. Jabatan Musa melambangkan jabatan Houteff yang setelah kematiannya kini dipegang oleh para penginjil, gembala, dan guru-guru pilihan Ilahi.
  5. Para perampas tahta Ilham itu sebagian berpihak kepada Paulus, yang melambangkan kepemimpinan Markas Besar Davidian yang satu (misalnya di Waco, Texas) dan yang lainnya kepada Appolos, yang melambangkan kepemimpinan Markas Besar yang lain (misalnya di New York  atau di Salem dan sebagainya).
  6. Adanya seorang nabi di tengah-tengah mereka, artinya, peristiwa-peristiwa yang diramalkan di atas itu dimulai semenjak dari keberadaan Houteff di tengah-tengah para pengikutnya, bahkan sampai sekarang.
  7. Para pengacau Davidian berikut para pengikut mereka itu oleh Roh Nubuat disebut orang-orang munafik bermuka dua, sebab mereka telah menyesatkan dirinya sendiri, dan tidak mau menjadi pelaku-pelaku firman.

Para Penganut Kebenaran Sekarang Belum
Sepenuhnya Sadar, Sementara  Faham Yang Menentang
Terus Bermunculan

Para penganut Kebenaran Sekarang seharusnya sadar, bahwa setelah kematian hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1955, maka kepemimpinannya tak dapat tiada harus diteruskan oleh orang-orang dari Dinas Pelayanan Pilihan Allah saja. Untuk beberapa tahun lamanya umat Allah berada dalam keadaan tidak berdaya (knockout), karena berbagai ulah dari Nyonya Houteff yang telah melikwidasi Markas Besar Davidian MAHK di Waco, Texas, USA. Bahkan sesudah tahun 1991, setelah lokasi dan gedung-gedung di Markas Besar itu berhasil dikuasai kembali, kita kembali terkena pukulan yang mematikan (the second knockout blow) karena ulah dari rekan-rekan penginjil yang sama yang tidak kurang setianya daripada para imam Yahudi di zaman Kristus.  

Kini setelah Tuhan Allah mengambil kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri, maka semua umat penganut Kebenaran Sekarang seharusnya sudah membuang semua dewa-dewa  yang dinubuatkan oleh nabi Jesaya di atas. Dewa-dewa yang dapat berjalan di Pusat-Pusat Organisasi di Amerika Serikat harus dibuang, dan jangan lagi diandalkan untuk berpikir bagi kita. Dewa-dewa buatan tangan manusia yang berupa Organisasi Pusat, Gedung-Gedung, jumlah keanggotaan yang besar atau Dana yang besar, tidak boleh lagi diandalkan.sebagai restu Ilahi. Karena Tuhan Allah kini memegang sendiri pemerintahan di dalam tangan-Nya.  Tuhan Allah sudah berjanji :  

“Allah akan membangunkan umat-Nya; jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang saling bertentangan akan masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, memisahkan s e k a m  daripada  g a n d u m. -- 5 Testimonies, p. 707.

Artinya, sementara Allah membangunkan umat-Nya oleh perantaraan dinas pelayanan pilihan-Nya sendiri, maka sementara itu pula akan muncul beberapa Korah, Dathan dan Abiram dengan berbagai faham mereka yang bertentangan. Berbagai tuduhan klasik yang sudah dilontarkan sejak dulu melawan gembala dan guru pilihan Ilahi yang membangun Kebenaran Sekarang di Indonesia, kembali dilontarkan ke hadapan kita, mulai dari tuduhan membuat interpretasi sendiri, menambah-nambah dan mengurang-ngurangi kebenaran, menetapkan waktu kedatangan Jesus, dan lain sebagainya. Sekaliannya itu telah dituduhkan secara samar-samar saja, tanpa disajikan secara rinci dan tanpa bukti tulisan-tulisan mana yang telah dilanggar. Sekalipun demikian hamba Tuhan Houteff mengatakan :
            
“Bahkan para penganut kebenaran sekarang pun belum sepenuhnya sadar ………….. banyak dari mereka terbawa pergi oleh setiap angin ajaran, yang banyak daripadanya diciptakan oleh pengacau-pengacau seperti halnya Korah, Dathan dan Abiran (Bilangan 16 : 9 – 11) yang mengingini jabatan Musa.”  

Berkenan dengan dosa Korah, Dathan, dan Abiram, hamba Tuhan Nyonya White memperingatkan kita sebagai berikut :

“Tetapi orang-orang akan dipersalahkan, yaitu mereka yang keluar memberitakan suatu terang yang indah, tetapi memisahkan diri dari agen-agen perantara yang  sedang berada di bawah pimpinan Allah. Inilah caranya dimana Korah, Dathan, dan Abiram lakukan, maka perbuatan mereka itu telah dicatat sebagai suatu peringatan kepada semua orang lainnya. Janganlah kita berbuat seperti yang sudah mereka itu perbuat --- menuduh-nuduh dan mempersalahkan orang-orang pada siapa Allah telah meletakkan beban tanggung jawab pekerjaan itu.” “Allah berbicara melalui agen-agen pilihan-Nya, maka janganlah seorangpun, ataupun kelompok orang-orang menghina Roh Allah dengan cara menolak mendengarkan pekabaran firman Allah dari lidah para utusan pilihan-Nya.” ---- Test. to Ministers, p. 56 , 54.

Orang-orang Davidian penganut “kebenaran sekarang” yang belum juga bangun kesadarannya akan cepat sekali terjerat ke dalam bujuk rayu rekan-rekan mereka Korah, Dathan, dan Abiram itu. Lalu kemudian membangun kelompok-kelompok tandingan melawan agen-agen pilihan Allah dan umat-Nya. Dengan demikian, maka peristiwa contoh di zaman nabi Musa dahulu akan kembali menemukan contoh saingannya di dalam umat Davidian penganut kebenaran sekarang di waktu ini.

“Kemunafikan Yang Bemuka Dua“

Hasil dari kemunafikan bermuka dua ialah penipuan diri sendiri. Artinya, akibat daripada kemunafikan yang bermuka dua, maka diri sendiri akan tertipu dan disesatkan. Pelakunyapun adalah diri sendiri. Untuk dapat lebih jelas memahami- nya ikutilah kembali dengan saksama tulisan hamba Tuhan Houteff di bawah ini :  

“Bahkan para penganut Kebenaran sekarang pun belum sepenuhnya sadar kepada wahyu yang mengejutkan ini, banyak dari mereka terbawa pergi oleh setiap angin ajaran, yang banyak daripadanya diciptakan oleh pengacau-pengacau seperti halnya Korah, Dathan dan Abiran (Bilangan 16 : 9 – 11) yang mengingini jabatan Musa --- yaitu para perampas Tahta Ilham --- yang berpihak sebagian kepada Paulus dan yang lainnya kepada Apollos. Mata Ilham yang difokuskan terhadap masa kini dan pekabaran, menunjukkan bahwa banyak daripada penipuan diri sendiri ini adalah hasil daripada apa yang dilukiskan oleh Roh sebagai kemunafikan bermuka dua, yang berbunyi:

“Adapun akan dikau, hai anak Adam, segala bani bangsamu berkata-kata akan halmu seorang dengan seorang pada segala dinding dan pada segala pintu rumah; mereka itu berkata seorang kepada seorang dan saudara kepada saudaranya, katanya: Marilah kita pergi juga untuk mendengar apa-apa firman yang keluar dari pada Tuhan. Maka datanglah mereka itu kepadamu dengan banyak orangnya, lalu duduklah mereka itu di hadapan mukamu, yaitu umat-Ku, dan di dengarnya segala perkataanmu, tetapi tiada diturutinya akan dia; dalam antara mereka itu membawa mulut yang manis-manis, adalah hatinya jua menyengajakan laba yang keji. Karena sesungguhnya engkaulah baginya laksana orang yang merawankan hati dengan nyanyiannya. Yang merdu bunyi suaranya, dan yang pandai memetik bunyi-bunyian; jadi mereka itu menurut dia. Maka apabila hal ini kelak jadi, maka akan diketahui oleh mereka, bahwa adalah seorang nabi di tengah-tengahnya.” --- Yeheskiel 33 : 30 – 33. Kita perlu menjadi pelaku-pelaku dari Firman itu bukan hanya pendengar-pendengar saja.”

“Adalah seorang nabi di tengah-tengahnya”, menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa yang diramalkan di atas itu dimulai semenjak dari keberadaan Houteff di tengah-tengah para pengikutnya, bahkan sampai sekarang. Kini setelah kematian Houteff, maka pekabaran Tongkat Gembala itu sendiri yang masih terus mewakilinya, dan akan terus diberitakan oleh para “penginjil, gembala, dan guru pilihan Ilahi” yang masih ada.   

“Penginjil, Gembala, dan Guru pilihan Ilahi” yang telah membangun “Kebenaran Sekarang” di Indonesia, maka oleh berbagai upaya dari mereka itu juga “Seruan bagi suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani,” yang dipesankan oleh hamba Tuhan Nyonya White di dalam Review and Herald, 25 Pebruari 1902, dan yang telah dirinci dalam berbagai petunjuk pelaksanaannya di dalam TONGKAT GEMBALA oleh Houteff, telah dikumandangkan mulai dari Sabang sampai Merauke.  

Semua orang yang mengakui dirinya Davidian Penganut Kebenaran Sekarang di INDONESIA tak dapat menyangkal akan kenyataan ini. Dan tidak seorangpun dari mereka membantah akan kenyataan bahwa “Penginjil, Gembala, dan Guru pilihan Ilahi” itu masih hidup sampai kepada hari ini. Sekalipun demikian, sebagaimana yang sudah dinubuatkan semenjak dari ribuan tahun yang lalu, iaitu juga tak dapat tiada harus digenapi, sebab telah dikatakan :
     
“Maka datanglah mereka itu kepadamu (kepada Houteff, kemudian kepada para penginjil, gembala, dan guru pilihan Ilahi) dengan banyak orangnya, lalu duduklah mereka itu di hadapan mukamu, yaitu umat-Ku, dan di dengarnya segala perkataanmu, tetapi tiada diturutinya akan dia; dalam antara mereka itu membawa mulut yang manis-manis, adalah hatinya juga menyengajakan laba yang keji.”
“Bahkan para penganut kebenaran sekarang pun belum sepenuhnya sadar …………, banyak dari mereka terbawa pergi oleh setiap angin ajaran …..”
 
Artinya, sekalipun umat Davidian penganut Kebenaran Sekarang di INDONESIA tidak sedikit jumlahnya, namun sebagian besar dari mereka itu sesungguhnya belum sepenuhnya sadar untuk sepenuhnya bergantung pada Allah saja oleh perantaraan dinas pelayanan pilihan-Nya yang masih ada. 

Nasib  tragis sedang
 menunggu Korah, Datham, Abiram dan
 para pengikut mereka di depan

Nasib tragis yang dialami oleh Korah, Datham, dan Abiram berikut seluruh umat pengikut mereka di zaman nabi Musa sesungguhnya bukan lagi rahasia bagi kita. Namun bagi pengacau-pengacau Korah, Datham, dan Abiram berikut seluruh umat Davidian pengikut mereka itu di akhir zaman ini, nabi Jesaya menubuatkannya sebagai berikut :

Yesaya 2 : 17 – 20:
“Maka pada hari itu segala kebesaran manusia akan ditundukkan dan segala ketinggian orang laki-laki akan direndahkan, maka pada hari itu hanya Tuhan sendiri juga yang dipuja. Maka segala dewa pun akan dilenyapkan-Nya sama sekali. Maka pada hari itu orang akan masuk kedalam gua-gua di gunung dan kedalam lobang-lobang di tanah dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya, apabila Ia bangkit berdiri untuk mengejutkan segala isi bumi. Maka pada hari itu juga tiap-tiap orang akan membuang segala dewa emas dan segala dewa perak yang telah diperbuatnya untuk menyembah sujud kepadanya, dan dicampakkannya kepada dandam dan kelelawar,”

Para pengacau Korah, Datham, dan Abiram di akhir zaman akan mendewakan diri mereka di depan para pengikutnya. Mereka akan berbuat seolah-olah seperti Musa, sehingga tampaknya mereka juga mampu menjadi agen-agen pilihan Allah yang berfungsi memberi makan tubuh Kristus. Dengan demikian Davidian-Davidian penganut kebenaran sekarang yang belum sepenuhnya bangun, akan beralih menyembah mereka, dengan harapan para pengacau itu dapat berpikir bagi keselamatannya. Namun sekalian mereka itu akan dibantai pada hari pehukuman orang hidup yang akan datang, yaitu pada kegenapan nubuatan Jehezkiel pasal 9 yang mengerikan itu.  

Kesimpulan Akhir   

“Allah memiliki sebuah sidang, maka sidang itu memiliki sebuah dinas pelayanan pilihan Ilahi …… Allah berbicara melalui agen-agen pilihan-Nya, maka janganlah seorangpun, ataupun kelompok orang-orang menghina Roh Allah dengan cara menolak mendengarkan pekabaran firman Allah dari lidah para utusan pilihan-Nya.” -- Testimonies to Ministers, p. 52, 54.

Karena ternyata masih banyak dari mereka yang mengakui dirinya “Davidian penganut kebenaran sekarang” belum juga sepenuhnya bangun daripada kondisi kerohaniannya yang lama, yaitu suam rohani, maka belum banyak dari umat kita mampu untuk mengenali agen-agen pilihan Allah-Nya, yaitu penginjil, gembala,  guru yang telah membangun tubuh Kristus di INDONESIA. Akibatnya, gantinya mereka sebagai tubuh Kristus dibangun oleh penginjil. gembala, dan guru, pilihan Ilahi yang ada, mereka itu justru berbalik membangun kembali dirinya sendiri lepas daripada agen-agen pilihan Allah yang sudah sejak lama ada.   

Kemudian karena ternyata masih ada saja sebagian umat yang kembali berbalik dari kami untuk mengikuti para pengacau itu di antara kita, maka tepatlah apabila  dalam penglihatan Ilham dari nubuatan nabi Jesaya, hamba Tuhan Victor T. Houteff menuliskannya sebagai berikut :

“Bahkan para penganut Kebenaran sekarang pun belum sepenuhnya sadar kepada wahyu yang mengejutkan ini, banyak dari mereka terbawa pergi oleh setiap angin ajaran, yang banyak daripadanya diciptakan oleh pengacau-pengacau seperti halnya Korah, Dathan dan Abiran (Bilangan 16 : 9 – 11) yang mengingini jabatan Musa (salah satu jabatan dari dinas pelayanan pilihan Ilahi).

Mata Ilham yang difokuskan terhadap masa kini dan pekabaran, menunjukkan bahwa banyak daripada penipuan diri sendiri ini adalah hasil daripada apa yang dilukiskan oleh Roh sebagai kemunafikan bermuka dua.”

Sebagian besar umat Davidian di waktu itu telah dituduh oleh Roh Allah sebagai orang-orang munafik yang bermuka dua, yaitu mereka yang suka sekali mendengarkan firman dari mulut agen-agen pilihan Allah, tetapi tidak mau melaksanakannya. Alhasil mereka telah menyesatkan dirinya sendiri untuk kemudian terperangkap ke dalam berbagai ajaran dari para pengacau Korah, Datham dan Abiram contoh saingan di akhir zaman ini.

P e n u t u p

“Allah berbicara melalui agen-agen pilihan-Nya, maka janganlah seorangpun, ataupun kelompok orang-orang menghina Roh Allah dengan cara menolak mendengarkan pekabaran firman Allah dari lidah para utusan pilihan-Nya.” ---- Tesimonies to Ministers, p. 54.

“Tetapi orang-orang akan dipersalahkan, yaitu mereka yang keluar memberitakan suatu terang yang indah, tetapi memisahkan diri dari agen-agen perantara yang  sedang berada di bawah pimpinan Allah. Inilah caranya dimana Korah, Dathan, dan Abiram lakukan, maka perbuatan mereka itu telah dicatat sebagai suatu peringatan kepada semua orang lainnya. Janganlah kita berbuat seperti yang sudah mereka itu perbuat --- menuduh-nuduh dan mempersalahkan orang-orang pada siapa Allah telah meletakkan beban tanggung jawab pekerjaan itu.” Test. to Ministers, p. 56.

Setiap umat Davidian penganut kebenaran sekarang b e b a s untuk ikut memberitakan kemana saja t e r a n g  y a n g  i n d a h  dari kebenaran sekarang yang dianutnya, tetapi apabila dia memisahkan diri daripada agen-agen perantara pilihan Allah, yaitu penginjil, gembala, dan guru pilihan Ilahi (the divinely appointed ministry) yang ada, lalu membangun rumah perbendaharaan Allahnya sendiri, maka dia akan secepatnya masuk  ke dalam  kategori “s e k a m”, karena dia akan termasuk dalam kelompok “anak-anak dara bijaksana” yang memiliki t i p u di dalam mulutnya. Dengan demikian tepatlah sudah apabila Roh Allah sendiri menjulukinya dengan nama : “m u n a f i k  y a n g  b e r m u k a  d u a.”

***