Setelah Berakhir

 Penuaian Buah-Buah Pertama

 

 

Jesaya  63 : 3, 4  :

. karena Aku akan mengirik mereka itu dalam murka-Ku, dan menginjak-injak mereka dalam amarah-Ku; maka darah mereka akan terpercik pada baju-Ku dan Aku akan menodai seluruh pakaian-Ku. Karena hari pembalasan itu sudah ada di dalam hati-Ku dan tahun penebusan-Ku ada datang.

 

 

 

Di dalam salah sebuah khotbahnya yang disampaikan dalam bulan Agustus 1935, Sdr. Houteff mengatakan : 

 

Memang benar kami sedang mendirikan markas besar kami pada gunung ini yang terdapat di dalam nubuatan, namun keberadaan kami di sini akan sangat sangat singkat, karena 'Ia akan menyelesaikan pekerjaan itu dan mempersingkatkannya dalam kebenaran : sebab suatu pekerjaan yang singkat akan Tuhan lakukan di bumi.' (Rum 9 : 28).

 

'Hal itu mungkin menarik bagi Pendeta G. untuk mengetahui bahwa pemberian nama bagi 'perkemahan' kami, Pusat Gunung Karmel, terjadi dalam cara yang sama dengan pemberian nama bagi penerbitan buku-buku kami 'Tongkat Gembala,' karena kami sebelumnya tidak tahu bahwa iaitu ada di dalam nubuatan sampai kemudian perhatian kami terarahkan ke Mikha 7 : 14 dan Amos 1 : 2. Di dalam nubuatan Amos kita baca sebagai berikut : 

 

Tuhan akan bergemuruh suara-Nya dari Zion, dan mengeluarkan suara-Nya dari Jerusalem; maka  tempat-tempat  tinggal  para  gembala  akan meratap dan p u n - c a k  K a r m e l  akan layu.

 

.................................................................................................... 

     

Nabi Jeremiah dalam kata-kata berikut menjelaskan bahwa ratapan ini oleh orang-orang yang telah disesatkan sedemikian itu akan terjadi pada akhir masa kasihan. Karena mereka akan mengatakan, 'penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, tetapi kami belum juga selamat.' Artinya, sesudah penuaian, waktu dimana mereka seharusnya sudah dapat diselamatkan, mereka akan sadar bahwa masa kasihan sudah berakhir. Pada waktu itulah tempat-tempat kediaman para gembala akan meratap, dan puncak Karmel akan layu. Oleh karena itulah, sebelumnya puncak Karmel tak dapat tiada harus hijau kehijauan penuh dengan padang rumput, sebab jika tidak, tidak mungkin ada sesuatu yang akan layu, artinya, sekalipun Karmel pada waktu ini (dalam tahun 1935 sewaktu hotbah ini disampaikan) sedang melimpah padang rumputnya (kebenaran sekarang), apabila masa kasihan berakhir iaitu akan ditinggalkan 'layu', karena Roh Nubuatan mengatakan : 'Dalam masa kesusahan besar, kita semua akan lari meninggalkan kota-kota dan kampung-kampung. Early Writings, p. 34.

 

Demikianlah kelak puncak Karmel itu akan layu, maka mereka yang tidak mau mematuhi himbauan, 'Hari ini jika engkau kelak mendengar suara-Nya, janganlah mengeraskan hatimu, pada akhirnya akan gempar karena kesempatan mereka untuk menyambut kebenaran itu sudah lenyap. Kemudian dalam keadaan yang tergesa-gesa, dalam usahanya yang bagaikan orang gila, untuk memperkenalkan dirinya kepada kebenaran sekarang yang keluar dari puncak Karmel, secara tak terduga mereka akan menemukan bahwa Karmel telah mengakhiri tugasnya, semua penghuninya sudah pindah, dan masa kasihan sudah berakhir, pada saat mana para penghuni Karmel hanya dapat mengulangi ucapan, 'penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, maka kami tidak lagi memiliki apa-apa bagimu.' --- The Symbolic Code, Vol. 11, No. 12, p. 32. 

 

P e r h a t i a n !

 

Adalah tak dapat disangkal bahwa dari mulut hamba Tuhan itu sendiri dapatlah kita mengetahui bahwa puncak Karmel itu memiliki lokasinya yang permanen di Waco, Texas. USA, sampai kepada akhir penuaian yang akan datang dan padang rumputnya yang hijau melambangkan Kebenaran sekarang yang dipersiapkan bagi kita oleh Sdr. Houteff. Kebenaran sekarang yang keluar dari puncak Karmel semasa hidupnya itu, kini sudah dapat ditemukan dimana-mana di hampir seluruh dunia Masehi Advent Hari Ketujuh, bahkan juga pada situs-situs internet dalam dunia maya. Sdr. Houteff sendiri telah mengatakan : Berjuta-juta ! Begitulah halnya, bahwa penyiaran-penyiaran kecil yang amat berarti ini, yaitu awan-awan cerah itu yang dibebani dengan kebenaran-kebenaran sekarang, kini sedang disebarkan bagaikan daun-daunan di musim gugur di seluruh Laodekia kepada masing-masing anggota sidang, yaitu kepada setiap rumput di dalam kebun anggur Tuhan. Hasil akhirnya? Ilham menyatakan, bahwa lebih dari seribu orang akan bertobat dalam sehari, . TG. Vol. 1, No. 17, p. 5. 

 

Oleh sebab itu, Kebenaran sekarang yang disebut di atas, yang keluar dari puncak Karmel, janganlah dimanipulasikan pengertiannya kepada ajaran-ajaran yang keluar dari rekan-rekan penginjil itu, yang tidak kurang setianya daripada para imam Yahudi di zaman Kristus, yang justru kini sedang menguasai puncak Karmel di Texas. Adalah tidak mungkin bagi Kebenaran sekarang untuk keluar dari puncak Karmel yang ada sekarang di Texas selama rekan-rekan penginjil itu yang kini sedang mendominasi puncak Karmel itu masih saja memiliki tipu di dalam mulut mereka.

 

Hari ini jika engkau kelak mendengar suara-Nya, janganlah mengeraskan hatimu !

 (Oleh : Victor T. Houteff)

 

Memang benar kami sedang mendirikan markas besar kami pada gunung ini yang terdapat di dalam nubuatan, namun keberadaan kami di sini akan sangat sangat singkat, karena 'Ia akan menyelesaikan pekerjaan itu, dan mempersingkatkannya dalam kebenaran: sebab suatu pekerjaan yang singkat akan Tuhan lakukan di bumi.' (Rum 9 : 28).

 

'Hal itu mungkin menarik bagi Pendeta G. untuk mengetahui bahwa pemberian nama bagi 'perkemahan' kami Pusat Gunung Karmel', terjadi dalam cara yang sama dengan pemberian nama bagi penerbitan buku-buku kami 'Tongkat Gembala,' karena kami sebelumnya tidak tahu bahwa iaitu ada di dalam nubuatan sampai kemudian perhatian kami terarahkan ke Mikha 7 : 14 dan Amos 1 : 2. Di dalam nubuatan Amos kita baca sebagai berikut : 

 

Tuhan akan bergemuruh suara-Nya dari Zion, dan mengeluarkan suara-Nya dari Jerusalem; maka tempat-tempat tinggal  para  gembala  akan  meratap  dan p u n - c a k  K a r m e l  akan layu.

 

Dengan sedikit komentar terhadap tulisan di atas, maka setiap siswa Alkitab akan mengenalnya sepintas lalu bahwa iaitu berlaku di akhir zaman, sebagaimana yang dijelaskan oleh nabi Injil berikut : 'Maka akan jadi kelak di akhir zaman, bahwa gunung dari rumah Tuhan akan didirikan pada puncak dari gunung-gunung, dan iaitu akan ditinggikan di atas bukit-bukit . karena dari Zion akan terbit hukum, dan firman Tuhan dari Jerusalem.' (Jesaya 2 : 2, 3), yang dalam bahasa dari Amos berbunyi : 'Mengucapkan suara-Nya dari Jerusalem. 'Sambil memandang kepada masa yang sama ini Joel mengemukakannya sebagai berikut : 'Maka Tuhan akan mengucapkan suaranya  ke hadapan bala tentaranya : karena kemah-Nya : besar sekali : karena Ia adalah kuat yang melaksanakan firman-Nya; karena hari Tuhan itu besar adanya dan sangat mengerikan, maka siapakah yang dapat tahan berdiri ?' (Joel 2 : 11).

 

Sebagaimana Amos mengatakan: 'Tempat-tempat tinggal dari para gembala akan meratap,' adalah jelas bahwa nubuatan Amos itu masih akan jadi di depan, karena kata-kata 'tempat-tempat tinggal' (tempat-tempat) itu terdapat dalam bentuk jamak yang tidak mungkin dapat diaplikasikan kepada satu tempat tinggal gembala (gereja) saja, melainkan kepada semua gereja yang berada pada waktu itu. Sebutan 'gembala-gembala' berarti, sebagaimana difahami, sama dengan 'para tua-tua yang berada di depan rumah itu' --- yaitu para pendeta. 'Testimonies for the Church, vol. 5, p. 211. Perhatikanlah bahwa para gembala itu sendiri tidak meratap, melainkan hanya 'tempat-tempat tinggal mereka' (rumah-rumah mereka); artinya, para anggota dari gereja-gereja, kenyataan mana mengungkapkan bahwa yang sedemikian itu akan jadi apabila rombongan orang banyak yang tertidur dalam gereja-gereja bangkit dari lumpuh kerohanian mereka itu lalu menemukan bahwa para gembala mereka itu yang sudah mereka sepenuhnya percaya bagi penyelamatannya justru telah menyesatkan mereka semua.

 

Nabi Jeremiah dalam kata-kata berikut ini menjelaskan bahwa ratap tangis ini dari mereka yang sedemikian itu telah disesatkan akan jadi pada akhir masa kasihan. Karena mereka akan mengatakan 'penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, dan kami belum juga selamat' (Jeremiah 8 : 20). Artinya, sesudah penuaian, masa dimana mereka sudah harus dapat diselamatkan, akan mereka sadari bahwa masa kasihan sudah berakhir. Pada waktu itulah 'tempat-tempat tinggal dari para gembala itu akan meratap, dan puncak Karmel akan layu.' Sebab itu, sebelum masa itu puncak Karmel tak dapat tiada harus hijau keadaannya dengan padang rumput yang luas, sebab jika tidak, maka tidak akan ada yang layu; artinya, sekalipun Karmel pada waktu ini melimpah rerumputan hijaunya (Kebenaran sekarang), apabila masa kasihan berakhir iaitu harus ditinggalkan ('layu'), karena Roh Nubuatan mengatakan: 'Dalam masa kesusahan itu kita semua melarikan diri dari kota-kota dan kampung-kampung.' -- Early Writings, p. 34.

 

Demikianlah kelak puncak Karmel itu akan layu, maka mereka yang tidak mau mematuhi himbauan, 'Hari ini jika engkau kelak mendengar suara-Nya, janganlah mengeraskan hatimu, pada akhirnya akan gempar karena kesempatan mereka untuk menyambut kebenaran itu sudah lenyap. Kemudian dalam keadaan yang tergesa-gesa, dalam usahanya yang bagaikan orang gila, untuk memperkenalkan dirinya kepada kebenaran sekarang yang keluar dari puncak Karmel, secara tak terduga mereka akan menemukan bahwa Karmel telah mengakhiri tugasnya, semua penghuninya sudah pindah, dan masa kasihan sudah berakhir, pada saat mana para penghuni Karmel hanya dapat mengulangi ucapan, 'penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, maka kami tidak lagi memiliki apa-apa bagimu.'

 

Kemudian akan jadi kelak bahwa 'Mereka akan mengembara dari laut yang satu ke laut yang lainnya, dan dari utara sampai ke timur, mereka akan pergi kesana kemari mencari firman Tuhan, tetapi tidak akan dapat menemukannya. Pada hari itu anak-anak dara yang cantik dan orang-orang muda akan lemah lunglai karena kehausan. Tengoklah, hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan mengirim suatu kelaparan di dalam negeri itu, bukan kelaparan terhadap roti, juga bukan kehausan terhadap air, melainkan kerinduan untuk mendengarkan firman Tuhan.' (Amos 8 : 12, 13, 11). Oh, betapa kecewanya kelak nanti !

 

Dan kini mataku bersama mata dari nabi yang meratap itu 'gagal penuh air mata, karena binasa puteri bangsaku; karena anak-anak dan budak-budak penyusu lemah lunglai di jalan-jalan negeri itu. Nabi-nabimu (guru-guru) telah bernubuat dusta dan perkara-perkara yang bodoh bagimu dan mereka tidak menemukan kesalahanmu untuk mengalihkan perhambaanmu; melainkan telah menyaksikan bagimu beban-beban dan sebab-sebab pembuangan yang palsu.' (Nubuatan Jeremiah 2 : 11, 14).

 

Karena Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya dalam kegelapan, kita menemukan pekerjaan dari Tongkat Gembala itu secara jelas digariskan di dalam nubuatan di seluruh Alkitab, maka satu-satunya alasan mengapa saudara-saudara pemimpin kita tidak dapat melihat kebenaran di dalamnya dan tidak mengenal 'dia yang telah menetapkannya' ialah karena mereka mencoba melihatnya melalui uang dollar dan sen gantinya melalui Roh Nubuatan, yaitu mata bagi sidang, yang hanya melaluinya dapat mereka melihat kebenaran itu dan menyaksikan kondisi keadaan mereka yang sebenarnya yaitu buta rohani, melarat dan sengsara rohani, serta kebutuhan terhadap salp mata, karena apakah yang diketahui orang akan perkara-perkara dari seseorang, kalau bukan roh orang itu yang terdapat di dalam dirinya ? Demikian itu pula dengan perkara-perkara Allah tidak seorangpun mengetahui terkecuali Roh Allah saja.' (1 Korinthi 2 : 11).

 

Tetapi kini sementara Roh Kebenaran itu ada datang, Ia akan memimpin ke dalam semua kebenaran : karena Ia tidak akan berbicara dari diri-Nya sendiri ; melainkan apapun saja yang kelak didengarNya, itulah yang akan dibicarakannya ; maka Ia akan menunjukkan kepadamu perkara-perkara yang akan datang' (Yahya 16 : 13). Karena tanpa Roh Allah tidak seorangpun dapat mengetahui perkara-perkara Allah. -- THE SYMBOLIC CODE, Vol. 1, No. 14. (August, 1935), pp. 5 7.

 

*  *

 

 R i n g k a s a n

 

Ringkasan dari seluruh cerita yang dibicarakan di dalam tulisan ini akan tampak melalui gambar bagan berikut ini. Bacalah dengan saksama gambar bagan ini, lalu ikutilah penjelasan kami berikutnya.

 

   

 

 

General Conference of SDA pertama kali berdiri di Amerika Serikat dalam tahun 1863, maka secara nubuatan malaikat sidang jemaat Laodikea lahir.

 

Pendirian Markas Besar General Association of Davidian SDA dalam tahun 1935 di Waco, Texas, USA, adalah hasil dari upaya penataan kembali Markas Besar General Conference of SDA oleh hamba Tuhan Sdr. Victor T. Houteff, untuk menggenapi seruan bagi suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani oleh hamba Tuhan Nyonya White di dalam Review and Herald, Pebruari 25, 1902. Oleh karena itu, jelaslah dipahami bahwa pada waktu yang sama itu juga Markas Besar General Conference of SDA yang telah dinubuatkan sebagai malaikat sidang jemaat Laodikea yang sudah jatuh, sudah akan terludahkan keluar dari mulut Jesus. Demikian itulah yang diucapkan oleh Nyonya White sebagai berikut : 

 

  Terhadap mereka yang acuh tak acuh saja pada waktu ini Kristus mengamarkan : Karena sebab engkau adalah suam, dingin tidak hangatpun tidak, Aku akan meludahkan engkau keluar dari mulut-Ku.' Wahyu 3 : 16. Lambang meludahkan keluar dari mulut-Nya berarti bahwa Ia tidak mungkin lagi mempersembahkan doa-doamu atau berbagai pernyataan kasihmu kepada Allah. Ia tidak mungkin lagi membenarkan engkau mengajarkan firmanNya atau mengerjakan pekerjaan kerohanianmu dalam cara apapun juga. Ia tidak mungkin lagi mempersembahkan semua gerakan ibadahmu yang memohon agar rahmat dapat dikaruniakan kepadamu. - 6 Testimonies, p. 408.

  

Semasa hidup hamba Tuhan Houteff yang lalu, Markas Besar General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, telah berhasil mencapai kemajuannya yang luar biasa. Pergerakan reformasi Davidian di bawah kendali Houteff telah berhasil menerobos masuk hampir di seluruh dunia Masehi Advent Hari Ketujuh, sampai kepada saat ia meninggal dunia dalam tahun 1955. Selama itu pula dunia telah menyaksikan sendiri adanya h a n y a  s a t u General Association of Davidian SDA yang berkedudukan di Waco, Texas. Lokasi itulah yang telah dikenal sampai kepada hari ini oleh nama nubuatannya : 'Pusat Gunung Karmel.' Tetapi setelah kematian hamba Tuhan yang sederhana itu dalam tahun 1955, maka telah muncul berbagai markas besar baru yang juga menamakan diri mereka General Association of Davidian SDA di beberapa tempat di Amerika Serikat. Untuk hal yang terakhir inilah, maka hamba Tuhan Houteff sebelum kematiannya telah mengeluarkan beberapa amarannya, yang antara lainnya sebagai berikut :

 

Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan melawan pekabaran sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan  kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain.Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang  mematikan (a knockout blow) kepadanya. Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu juga akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. ---    Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

 

Berbagai kenyataannya sekarang adalah cukup jelas, bahwa Musuh itu sudah berhasil melontarkan d u a  k a l i pukulannya yang mematikan terhadap para pemimpin di Texas : pukulan pertama dilontarkan setelah kematian Houteff dalam tahun 1955 sampai tahun 1991, dan pukulan yang kedua sesudah tahun 1991 sampai kepada hari ini. Kedua pukulan itu tampaknya sudah cukup untuk melumpuhkan untuk selamanya para pemimpin di Puncak Karmel di Texas. Ini akan terbukti dari fakta-fakta berikut di bawah ini :

 

1.        Banyak yang sudah mengajar dalam nama-Ku, demikian kata Jesus, akan didapati gagal pada akhirnya. Banyak yang akan mengatakan kepada-Ku pada hari itu, Tuhan, Tuhan, bukankah sudah kami bernubuat dalam nama-Mu ? dan dalam nama-Mu sudah membuang setan-setan ? dan dalam nama-Mu sudah melakukan banyak pekerjaan yang mentaajubkan ? Maka kemudian akan Ku tegaskan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenal kamu, pergilah daripada-Ku, kamu yang berbuat kejahatan. -- Dikutip dari buku Amaran Sekarang, Jilid 1, No. 4.  

 

Satu-satunya umat di akhir zaman ini yang memiliki kapasitas untuk bernubuat atau mengajarkan ROH NUBUATAN hanyalah umat Masehi Advent Hari Ketujuh penganut Kebenaran sekarang dari Davidian MAHK.

 

2.              Penjelasan di dalam buku Amaran Sekarang, Jilid 1, No. 43 :

 

Jesaya 63 : 3 5 --- Aku seorang diri melakukan pengirikan itu, dan dari mereka itu tidak seorangpun ikut bersama-Ku : karena aku akan mengirik mereka itu dalam murka-Ku, dan menginjak-injak mereka dalam amarah-Ku; maka darah mereka akan terpercik pada baju-Ku, dan aku akan menodai seluruh pakaian-Ku. Karena hari pembalasan itu sudah ada di dalam hati-Ku, dan tahun penebusan-Ku ada datang. Dan sudah Ku pandang, tetapi tidak ada seorangpun membantu ; maka heran Aku karena tidak ada seorangpun menunjang : olehnya itu lenganKu sendirilah yang membawa keselamatan bagi-Ku; dan murka-Ku itulah yang menunjang-Ku.

 

Kata-kata : Aku seorang diri melakukan pengirikan itu, Sudah Ku pandang, tetapi tidak ada seorangpun membantu, maka heran Aku karena tidak ada seorang pun menunjang (sekaliannya dalam 'past tense'/masa lampau) menunjukkan semangat dan tekad dari Juruselamat untuk menyelamatkan umat-Nya yang sesat pada kedatangan-Nya yang pertama, sekalipun tidak ada seorangpun bersama-Nya untuk membantu, artinya, semua imam dan para pemimpin agama General Conference di zaman-Nya (Sanhedrin) telah menentang Dia gantinya membantu dalam tugas-Nya. Tetapi kata-kata : karena Aku akan mengirik mereka itu dalam murka-Ku, dan menginjak-injak mereka itu dalam amarah-Ku, maka darah mereka  akan terpercik pada baju-Ku, dan Aku akan menodai seluruh pakaian-Ku, karena; hari pembalasan itu sudah ada di dalam hati-Ku, dan tahun penebusan-Ku ada datang; dan sudah Ku pandang, tetapi tidak ada seorangpun membantu ; dan heran Aku karena tidak ada seorangpun menunjang : oleh karena itu lengan-Ku sendiri membawakan selamat bagiKu, dan amarah-Ku, itulah yang menunjang-Ku (semuanya dalam 'future tense'/masa yang akan datang) --- menunjukkan kepada kondisi sidang yang sekarang yang bukan saja sama buruknya dengan kondisi pada kedatangan-Nya yang pertama, melainkan bahkan jauh lebih buruk lagi. Betapa tepatnya sejarah itu berulang.! Sementara hari pembalasan itu makin mendekat, maka orang-orang yang dianggap menunjang dan membantu dalam pekerjaan penebusan, yaitu para pendeta dan para pemimpin agama, Sanhedrin contoh saingan masa kini (General Conference) kini justru tampak sedang menutup jalan,  berdiri menghalangi Dia mencapai umat-Nya. Demikianlah mereka membangkitkan amarah-Nya, sehingga perlu Ia bangkit membebaskan umat-Nya dari tangan-tangan para gembala yang tidak setia itu. Merekalah yang membuat Dia menodai baju-Nya dengan darah mereka sementara Dia menginjak-injak mereka itu dalam murka-Nya.

 

Jesaya 63 : 6 --- Maka Aku akan menginjak-injak mereka itu dalam murka-Ku, dan membuat mereka mabuk dalam amarah-Ku, maka Aku akan menjatuhkan kekuatan mereka sampai ke tanah.

 

Penjelasan singkat mengenai keadaan itu dari Tuhan lebih diperluas lagi oleh nabi Jehezkiel yang menuliskannya sebagai berikut :

 

Dia berseru juga pada telingaku dengan suara nyaring, katanya: 'Suruhkanlah mereka yang bertugas menjaga kota itu untuk datang ke sini, yaitu setiap orang dengan senjata pembantainya di tangannya. Maka, tengok datanglah enam orang dari jalan pintu gerbang yang lebih tinggi, yang terletak arah ke utara, masing-masingnya dengan sebuah alat pembantai di tangannya; maka salah seorang dari antara mereka itu berpakaian linen dan di sisinya terdapat pena penyurat : maka masuklah mereka, lalu berdiri di sisi medzbah tembaga. Maka kemuliaan Allah Israel naik dari malaikat cerubium, dimana iaitu berada, sampai ke ambang pintu rumah itu. Lalu dipanggilnya orang yang berpakaian linen itu, yang memiliki pena penyurat pada sisinya. Maka firman Tuhan kepadanya, Pergilah kamu melewati tengah-tengah kota itu, melalui tengah-tengah Jerusalem, lalu bubuhlah sebuah tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh-kesah dan berseru-seru karena sebab berbagai kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya. Dan kepada yang lainnya ia mengatakan pada pendengaranku, Pergilah kamu mengikuti dia ke seluruh kota itu, dan bunuhlah: janganlah matamu menaruh sayang, dan jangan kenal belas kasihan. Bunuhlah seluruhnya, baik orang-orang tua maupun orang-orang muda, baik anak-anak dara maupun anak-anak kecil, dan perempuan-perempuan; Tetapi janganlah menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda itu. Dan mulailah pada kaabah kesucianku. Lalu mulailah mereka terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu. Jeheskiel  9 : 1 6.

 

Nubuatan Jeheskiel mengungkapkan dengan jelas bahwa pekerjaan pembersihan ini dilaksanakan di dalam sidang (Jerusalem), dalam masa pemisahan orang-orang yang tidak setia dari antara orang-orang yang setia, dalam masa penghancuran lalang-lalang (Matius 13 : 30), pembuangan keluar ikan-ikan yang jelek (Matius 13 : 47 49), untuk membersihkan sidang (Testimonies, vol. 5, p. 80), untuk membersihkan dinas kependetaan (Maleachi 3 : 1 3), untuk penyucian kaabah (Daniel 8 : 14) yaitu pekerjaan Pengadilan bagi Orang Hidup. Roh Nubuatan di zaman kita memberitahukannya sebagai berikut :

 

Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sudah dekat sekali datangnya. Allah hendak memiliki suatu umat yang suci dan benar. Dalam penyaringan yang hebat yang tak lama lagi akan dilaksanakan, kita akan lebih mampu mengukur kekuatan Israel. Tanda-tandanya mengungkapkan bahwa waktu itu sudah dekat apabila Tuhan akan kelak memanifestasikan, bahwa sapu pembersih-Nya sudah ada di dalam tangan-Nya, maka Ia akan membersihkan seluruh lantai-Nya. .         

 

Di sini kita saksikan bahwa sidang -- kaabah kesucian milik Tuhan itu -- adalah yang pertama sekali akan merasakan pukulan dari murka Allah. Orang-orang bangsawan, kepada siapa Allah telah memberikan terang besar, dan yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal dari semua kepentingan kerohanian umat, telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepada mereka. Mereka telah mengambil tempat agar kita tidak perlu lagi menunggu mengharapkan berbagai keajaiban dan dan manifestasi kuasa Allah seperti halnya di zaman dahulu. Masanya sudah berubah. Kata-kata ini menguatkan ketidak-percayaan mereka, lalu mereka mengatakan: Tuhan tidak akan berbuat yang baik, juga tidak akan dilakukan-Nya yang jahat. Ia adalah sangat pengampun untuk mendatangkan celaka pada umat-Nya dalam penghukuman. Dengan demikian damai dan sejahtera akan diserukan oleh orang-orang yang tidak akan pernah lagi mengangkat suaranya bagaikan trompet untuk menunjukkan kepada umat Allah berbagai pelanggaran mereka dan isi rumah Jakub berbagai dosa mereka. Anjing-anjing yang bisu ini, yang tidak mau menggonggong, kelak merupakan orang-orang yang akan merasakan pembalasan yang adil dari suatu Allah yang murka. Laki-laki, wanita-wanita, dan anak-anak kecil, semuanya akan binasa bersama-sama. Testimonies, vol. 5, pp. 80, 211.

 

Kemudian Rasul Peterus menambahkan : Karena waktu itu akan datang apabila pengadilan harus dimulai terhadap isi rumah Allah ; maka jika iaitu pertama sekali dimulai pada kita, apakah kelak nasib mereka yang tidak mematuhi injil Allah ? Dan jika orang benar saja jarang untuk dapat diselamatkan, dimanakah kelak orang-orang yang tidak beriman dan orang-orang berdosa itu ? -- 1 Petrus 4 : 17, 18.  

 

Karena umat Allah di waktu ini tidak berada di tanah Edom, di Selatan Palestina, melainkan sedang tercerai-berai di seluruh bumi, dan karena Tuhan akan membantai musuh-musuh mereka untuk membebaskan mereka itu, maka kebenarannya cukup jelas bahwa : Mereka inilah Edom dan Bozrah contoh saingan itu.

 

Setelah Esau yang lalu itu menjual hak kesulungannya untuk seharga semangkok kacang merah ia telah dinamai Edom, dan nama Bozrah berarti kawanan domba. Jadi jelaslah, bahwa orang-orang Edom dari Jesaya 63 : 1 itu ialah orang-orang yang di zaman kita telah menjual hak kesulungan mereka, dan yang pada waktu yang sama sedang menganiaya (seperti yang dilakukan Esau terhadap Jakub) orang-orang yang telah membeli hak kesulungan itu, demikian itulah seandainya. Demikian itulah kelak halnya sebagaimana umat Allah harus dilepaskan dari Sanhedrin di zaman Kristus, mereka kini harus juga dilepaskan dari General Conference, saudara-saudara orang Edom contoh saingan itu, supaya dapat dihantarkan ke dalam segala Kebenaran, dan ke dalam tanah nenek moyang mereka.

Kata-kata, tahun penebusan-Ku ada datang, dan hari pembalasan itu ada di dalam hati-Ku, jelas mengungkapkan bahwa perbuatan tangan Tuhan yang aneh di Edom dan Bozrah ialah hari pembalasan dan sebuah pertanda tentang Israel contoh saingan (sidang yang sudah dibersihkan) kembali ke tanah airnya. -- Amaran Sekarang, Jilid 1, No. 43. 

Perhatian !

Sekalipun Houteff, dalam penjelasannya terhadap Jesaya 63 : 3 5 di atas menyebut h a n y a General Conference of SDA sebagai Sanhedrin contoh saingan di akhir zaman, iaitu tidak mungkin terbatas pada General Conference of SDA saja sebagai satu-satunya Sanhedrin contoh saingan di waktu ini apabila nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu kelak digenapi di depan. Kegenapan nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu baharu akan jadi di depan, padahal General Conference itu sendiri sudah harus lebih dulu mengalami proses re-organisasi atau penataan kembali ke dalam General Association of Davidian SDA dalam tahun 1935 untuk menggenapi Seruan bagi suatu Pembangunan rohani dan suatu Reformasi rohani oleh Nyonya White di dalam Review and Herald, tertanggal 25 Pebruari 1902.  

Bahkan General Association of Davidian SDA yang merupakan Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas itupun harus menemukan kegenapan sejarahnya pada nubuatan dari Jesaya 63 : 3 5 di atas. Justru mereka itulah yang merupakan Sanhedrin contoh saingan di waktu ini. Dan inilah alasannya mengapa mendahului kematiannya dalam tahun 1955 hamba Tuhan Houteff mengeluarkan amarannya yang berbunyi : Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu juga akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus.. Pembina Gedung Putih, hal. 35.

 

Rekan-rekan penginjil yang sama di Waco, Texas, yaitu mereka yang tidak kurang setianya daripada para imam Jahudi di zaman Kristus, mereka itulah musuh-musuh yang tidak mudah untuk dicurigai dari Sanhedrin contoh saingan di waktu ini.

 

3.         Dari buku Amaran Sekarang, Jilid 2 No. 44, hal. 38 (bahasa Inggeris)     terdapat ucapan hamba Tuhan berikut ini :

Di sini dapat anda mencatat, bahwa apabila waktu itu tiba tidak ada terdapat seorangpun di antara hamba-hamba-Nya (Sanhedrin di waktu ini) yang menunjang pekerjaan penuaian itu, sehingga akibatnya Tuhan sendiri melakukan pekerjaan itu tanpa ikut serta mereka.

 

Sanhedrin contoh saingan di akhir zaman tidak mungkin diaplikasikan hanya kepada General Conference of SDA saja, melainkan harus juga kepada General Conference of SDA yang sudah dire-organisir, yaitu General Association of Davidian SDA, yaitu mereka yang memimpin di Waco, Texas yang tidak kurang setianya daripada para imam Jahudi di zaman Kristus. Itulah pula sebabnya, maka mereka itulah yang lebih cocok dan lebih tepat untuk disebut Sanhedrin contoh saingan di akhir zaman ini.

 

4.        Akibatnya, maka penuaian itu tak dapat tiada harus dilakukan oleh Tuhan sendiri bersama-sama dengan mereka yang sebelumnya berdiri-diri di pasar saja karena menganggur. Berkenan dengan rombongan mereka yang terakhir ini hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut : 

 

Bukan hanya pada pendeta yang sudah diurapi saja terletak tanggung jawab untuk pergi keluar memenuhi penugasan ini. Setiap orang yang telah menerima Kristus akan dipanggil untuk bekerja bagi penyelamatan orang-orang sesamanya. Roh dan pengantin itu mengatakan : Mari. Maka hendaklah ia yang mendengar mengatakan, M a r i. Wahyu 22 : 17. Orang percaya yang rendah hati yang mau berbakti, pada siapa Pemilik kebun anggur menempatkan suatu beban tanggung jawab bagi jiwa-jiwa, akan diberikan dorongan oleh orang-orang pada siapa Tuhan sudah meletakkan berbagai tanggung jawab yang lebih besar. Mereka yang berdiri sebagai pemimpin-pemimpin di dalam sidang Allah hendaknya menyadari bahwa penugasan dari Juruselamat itu diberikan kepada  s e m u a yang percaya pada nama-Nya. Allah hendak mengutus keluar ke dalam kebun anggur-Nya banyak orang, yang belum pernah didedikasikan ke dalam dinas kependetaan oleh cara tumpangan tangan. The Acts of the Apostles, p. 110.

 

Kelompok yang terakhir ini akan benar-benar merupakan Davidian-Davidian sejati. Mereka itu akan muncul keluar sebagai hasil dari saringan di antara berbagai persekutuan Davidian di dunia pada waktu ini, apabila Davidian-Davidian yang masuk kategori sekam kelak akan tersaring keluar. Hamba Tuhan Nyonya White sejak jauh-jauh hari sebelumnya sudah menuliskannya sebagai berikut : 

 

Allah akan membangkitkan umat-Nya; jika cara lain gagal, maka berbagai faham yang saling bertentangan akan masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, untuk memisahkan s e  k a m (bukan lalang) daripada g a n d u m. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangkit daripada tidur (untuk segera pulih kesadarannya daripada pukulan yang mematikan (knockout blows). Terang yang berharga mahal sudah datang, yang c o c o k bagi masa ini. Itulah kebenaran Alkitab yang menunjukkan berbagai bahaya yang kini di depan kita. Terang inilah yang hendaknya membawa kita kepada suatu penyelidikan Alkitab yang rajin dan suatu penyelidikan yang sangat saksama terhadap berbagai pendirian yang kita anut. 5 Testimonies for the Church, pp. 707 708. (In brackets added)

 

Allah hendak membangunkan

 para penganut Kebenaran sekarang-Nya

 

Berkenan dengan para penganut Kebenaran sekarang atau umat Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh yang kini hidup di akhir zaman, hamba Tuhan Houteff dalam mengungkapkan nubuatan Jesaya, mengatakan sebagai berikut :

 

Sudah lama manusia meninggikan dirinya sendiri; sedemikian rupa, dalam kenyataan, sehingga hanya terdapat sedikit orang-orang Kristen di dunia yang benar-benar mengikuti 'terang dari Tuhan.' Banyak dari mereka sedang mengikuti percikan cahaya dari manusia, mengikuti interpretasi-interpretasi Alkitab yang tidak diilhami yaitu hasil-hasil penyelidikan orang-orang.. Bahkan para penganut Kebenaran Sekarangpun belum sepenuhnya sadar kepada wahyu yang mengejutkan ini, banyak dari mereka terbawa pergi oleh setiap angin ajaran, yang banyak daripadanya diciptakan oleh pengacau-pengacau seperti halnya Korah, Dathan, dan Abiram (Bilangan 16 : 9 11) yang mengingini jabatan Musa --- yaitu para perampas Tahta Ilham ---yang berpihak sebagian kepada Paulus dan yang lainnya kepada Apolos. Mata Iilham yang difokuskan terhadap masa kini dan pekabaran, menunjukkan bahwa banyak dari pada penipuan diri sendiri ini adalah hasil dari pada apa yang dilukiskan oleh Roh sebagai kemunafikan bermuka dua, yang berbunyi :  

 

Adapun akan dikau, hai Anak Adam, segala bani bangsamu berkata-kata akan halmu seorang dengan seorang pada segala dinding dan pada segala pintu rumah; mereka itu berkata seorang kepada seorang dan saudara kepada saudaranya, katanya : Marilah kita pergi juga untuk mendengar apa-apa firman yang keluar dari mulut Tuhan. Maka datanglah mereka itu kepadamu  dengan banyak orangnya, lalu duduklah mereka itu di hadapan mukamu, yaitu umat-Ku, dan didengarnya segala perkataanmu, tetapi tiada diturutnya akan dia; dalam antara mereka itu membawa mulut yang manis-manis, adalah hatinya juga menyengajakan laba yang keji. Karena sesungguhnya engkaulah baginya laksana orang yang merawankan hati dengan nyanyian, yang merdu bunyi suaranya dan yang pandai memetik bunyi-bunyian; jadi mereka itu mendengar juga segala perkataanmu tetapi seorang pun tiada menurut dia. Maka apabila hal ini kelak jadi, maka akan diketahui oleh mereka, bahwa adalah seorang nabi di tengah-tengahnya. Jehezkiel 33 : 30 33. Kita perlu menjadi pelaku-pelaku firman Firman itu bukan pendengar-pendengar saja.

 

Jesaya 2 : 12, 13, 15, 16 --- Karena satu hari telah ditentukan oleh Tuhan serwa sekalian alam bagi segala orang yang sombong dan angkuh dan bagi segala orang yang mengatas-ataskan dirinya supaya mereka itu direndahkan. Dan bagi segala pohon araz di Lebanon yang besar lagi tinggi dan bagi segala pohon jati di Bazan .. dan atas segala menara yang tinggi-tinggi dan bagi segala pagar tembok yang teguh-teguh, dan bagi segala kapal dari Tarsis dan bagi segala patung yang indah-indah.

 

Semua ini tentunya adalah ucapan-ucapan yang mengandung lambang yang ditujukan kepada orang-orang yang sombong dan yang merasa kecukupan sendiri yang di pemandangan orang adalah bagaikan pohon-pohon araz Lebanon dan bagaikan pohon-pohon jati dari Bashan.

 

Jesaya 2 : 17 18

Maka kebesaran manusia itu akan ditundukkan, dan kesombongan orang-orang akan direndahkan, maka Tuhan sendirilah yang akan ditinggikan pada hari itu. Maka dewa-dewa itu akan dihapuskan-Nya sama sekali.

 

Dewa-dewa apakah yang akan dihapuskan ? --- Dewa-dewa yang berjalan. Oleh sebab itu, maka mereka itulah orang-orang yang didewakan oleh orang banyak. Mereka berikut semua orang yang mendewakan mereka akan lari ke dalam lobang-lobang batu karang, dan ke gua-gua di bumi. Hanya orang-orang yang membuang dewa-dewa mereka yang akan diluputkan. Di dalam ayat-ayat ini ada tiga jenis dewa yang disebut : (1) berbagai perbuatan tangan manusia, (2) manusia-manusia yang disembah-sembah, (3) emas dan perak yang disembah. Sekaliannya ini akan dihapuskan, kelak tidak akan ada lagi dewa-dewa itu. Amaran Sekarang, Jilid 1, No. 5, hal. 81 - 83.

 

Dari fakta-fakta sejarah yang ada dunia sudah dapat menyaksikan sendiri adanya h a n y a  s a t u General Association of Davidian SDA yang berkedudukan di Waco, Texas, USA selama masa hidup Sdr. Victor T. Houteff yang lalu sebagai pendirinya. Mereka telah berhasil secara gemilang memasuki hampir seluruh Masehi Advent Hari Ketujuh di dunia ini, dan pekabaran Tongkat Gembalanya telah berhasil menerobos masuk di banyak tempat sampai pula di INDONESIA. Tetapi tak lama kemudian setelah kematian hamba Allah yang sederhana itu dalam tahun 1955, Iblis juga langsung berhasil melontarkan pukulan knockout nya yang mematikan terhadap mereka yang masih tinggal di Waco, Texas, USA.

 

Puncak Karmel yang pernah megah itu akhirnya telah dilikwidasi dalam tahun 1962, semua assetnya yang berbentuk tanah dan bangunan telah dijual, sampai kemudian baharu dapat ditebus kembali secara mentaajubkan oleh bantuan Tuhan Allah sendiri dalam tahun 1991.

 

Sekalipun demikian, semenjak dari saat ditinggal mati oleh Houteff, maka telah berdiri beberapa Markas Besar Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh yang baru di Amerika Serikat, antara lainnya : (1) Branch Davidian SDA di Elk, Texas, (2) General Association of Davidian SDA / Mount Carmel Center di Salem, Carolina Selatan, USA, (3) The General Association of Davidian SDA / Mount Carmel Center di Mountaindale, New York, USA, dan beberapa lagi yang lainnya, yang juga berdomisili di Amerika Serikat. Semua mereka itu mengakui dirinya Pusat Gunung Karmel, di Amerika Serikat, dengan berbagai fahamnya yang saling bertentangan satu dengan yang lainnya, sementara terus berusaha untuk menampung semua umat Davidian yang tercerai berai di sana sini setelah Puncak Karmel dilikwidasi dalam tahun 1962.

 

Dengan adanya berbagai fakta sejarah di atas di dalam ingatan kita, maka dapatlah kita kini membaca kembali dengan saksama nubuatan nabi Jesaya itu berikut ungkapan pengertiannya oleh nabi Victor T. Houteff, sebagaimana yang dialamatkannya kepada kita pada buku Amaran Sekarang, Jilid 1, No. 5. Dengan demikian dapatlah diketahui, bahwa para penganut Kebenaran sekarang di akhir zaman ini adalah tak lain daripada umat Masehi Advent Hari Ketujuh penganut pekabaran Tongkat Gembala saja, yaitu semua mereka yang kini sedang bergabung dengan berbagai Markas Besar Davidian MAHK di Amerika Serikat.  

 

Kepada mereka yang kini bergabung dengan Markas Besar Davidian MAHK yang berlokasi di Puncak Karmel di Waco, Texas, hendaknya waspada, sebab justru mereka itulah yang telah dinubuatkan pada tulisan nabi Amos 1 : 2 (di atas) sebagai tempat-tempat tinggal dari para gembala di padang rerumputan Karmel. Mereka itu kelak akan meratap dan menangis karena sebab disesatkan oleh para gembala Karmel itu. Kesesatan itu mungkin belum banyak dirasakan sekarang, namun pada akhir penuaian yang akan datang iaitu akan benar-benar sepenuhnya digenapi. Tidaklah mengherankan, mengapa hamba Tuhan Houteff sampai mengatakan : Hari ini jika engkau kelak mendengar suara-Nya, janganlah mengeraskan hatimu !

Kemudian kepada mereka yang kini bergabung dengan berbagai Markas Besar Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh yang lainnya, hendaklah juga waspada karena para gembala mereka itu adalah contoh-contoh saingan dari Korah, Dathan, dan Abiram di akhir zaman ini. Hamba Tuhan Houteff sudah sejak jauh-jauh hari sebelumnya memperingatkan sebagai berikut :

Bahkan para penganut Kebenaran sekarang belum sepenuhnya bangun untuk mewaspadai nubuatan yang mengejutkan ini, banyak dari mereka itu sudah hanyut terbawa oleh setiap angin doktrin, yang banyak dari antaranya diciptakan oleh para pengacau seperti halnya Korah, Dathan dan Abiram (Bilangan 16 : 9 11) yang mengingini menguasai jabatan Musa ---- yaitu para perampas Tahta Ilham --- yang berpihak, seseorang berpihak kepada Paulus dan yang lainnya kepada Apollos, misalnya !   

 

Dalam keadaan yang belum sepenuhnya pulih dari dua kali pukulan Iblis yang mematikan (knockout blows) setelah kematian Houteff yang lalu, maka hampir semua umat Davidian penganut Kebenaran sekarang sudah hanyut terbawa oleh setiap angin doktrin yang diciptakan oleh para Korah, Dathan, dan Abiram contoh saingan di atas. Dan kemudian setelah rekan-rekan penginjil yang menguasai Puncak Karmel itupun ikut jatuh dalam dosa dari para imam Jahudi yang lalu, maka Tuhan Allah sudah harus memegang sendiri pemerintahan di dalam tangan-Nya.

 

Tuhan Allah kini memegang kendali pemerintahan di dalam tangan - Nya sendiri

 

Nyonya Ellen G. White mengatakan :

Mari kuberitahukan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya, dan dalam cara yang bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah pengarahan dari malaikat itu yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran (ROH NUBUATAN) yang akan diberikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terpesona oleh sarana-sarana yang sederhana yang akan digunakan-Nya untuk membuat dan memantapkan pekerjaan pembenaran-Nya. Testimonies to Ministers, p. 300. (dalam kurung tambahan) (Dikutip dari buku Pembina Gedung Putih, hal. 43).

 

Dengan cara yang sama sekali berbeda Tuhan Allah kini menunjukkan kepada kita, bahwa Dia tidak lagi mengendalikan perwakilannya di Pusat Karmel di Waco, Texas. Dia juga menunjukkan, bahwa Dia belum pernah mengendalikan mereka yang bermarkas besar sebagai Branch Davidian SDA di Elk, Texas; ataupun mereka yang bermarkas besar di Salem, Carolina Selatan, USA, ataupun yang bermarkas besar di Mountaindale, New York., USA, dan lain-lainnya.

 

Tuhan Allah kini menunjukkan dengan jelas, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri, untuk mengendalikan sendiri semua umat penganut Kebenaran sekarang-Nya, untuk keluar melepaskan diri dari berbagai tempat-tempat tinggal para gembala dari padang rumput Karmel, yang berkuasa di Waco, Texas, USA. Dan juga supaya segera keluar melepaskan diri dari bawah kekuasaan para contoh saingan dari Korah, Dathan, dan Abiram di Amerika Serikat. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja (di Pusat Karmel di Waco, Texas) akan terpesona oleh sarana-sarana yang sederhana yang akan digunakan-Nya untuk membuat dan memantapkan pekerjaan pembenaran-Nya.

 

Tuhan Allah kini menunjukkan dengan jelas, bahwa Dia masih tetap mengakui anda dan saya sebagai para penganut Kebenaran sekarang-Nya, yang karena tidak sadar (unwittingly) secara terpaksa telah bergabung ke dalam berbagai perwakilan dari beberapa Markas Besar Persekutuan Davidian MAHK di Amerika Serikat. Kini Tuhan Allah tidak lagi mengakui mereka itu untuk mewakili-Nya di bumi di akhir zaman sekarang ini.  

 

Para Penganut Kebenaran Sekarang

Masih Akan Mengalami Saringan

 

Allah akan membangkitkan umat-Nya; jika cara lain gagal, maka berbagai faham yang saling bertentangan akan masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, untuk memisahkan s e k a m (bukan lalang) daripada g a n d u m. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangkit daripada tidur (untuk segera pulih kesadarannya daripada pukulan yang mematikan (knockout blows). Terang  yang  berharga  mahal  sudah  datang, yang c o c o k bagi masa ini. Itulah kebenaran Alkitab yang menunjukkan berbagai bahaya yang kini di depan kita. Terang inilah yang hendaknya membawa kita kepada suatu penyelidikan Alkitab yang rajin dan suatu penyelidikan yang sangat saksama terhadap berbagai pendirian yang kita anut. 5 Testimonies for the Church, pp. 707 708. (In brackets added)

 

Terang yang berharga mahal itu tak dapat tiada dimaksud kepada gabungan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dari Houteff dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 dari Nyonya White, yang kini sedang menerangi bumi. Setelah disinari oleh terang yang mahal itu semenjak dari permulaan penyinarannya dalam tahun 1929, maka telah terjadi dua kali pemisahan di antara umat Allah. Pemisahan pertama terjadi di dalam Sidang Jemaat Laodikea yang telah memisahkan di antara lima anak dara yang bijaksana atau gandum di satu pihak, dan lima anak dara yang bodoh atau lalang di lain pihak. Ini secara resmi direalisasikan dalam tahun 1935, sewaktu Puncak Karmel untuk pertama kalinya diresmikan keberadaannya di Waco, Texas, USA.

 

Pemisahan yang kedua ialah pemisahan yang kini sedang berlangsung di bawah penyinaran dari terang yang sama yang benar-benar cocok dan tepat bagi masa ini. Pemisahan ini baharu akan terjadi sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955. Proses pemisahan ini, akan terlaksana di dalam umat Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh sendiri, yaitu di antara umat penganut Kebenaran sekarang yang kini sedang tercerai-berai di antara beberapa Markas Besar Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh yang sudah kami sebutkan di atas. Pemisahan yang terakhir ini akan menyingkirkan keluar daripada gandum sekam-sekamnya yang harus dibuang, atau dengan perkataan lain, menyingkirkan keluar dari anak-anak dara yang bijaksana itu kelompok anak-anak dara yang masih memiliki tipu di dalam mulutnya.   

 

Untuk mendapatkan interpretasi yang lebih tepat bagi s e k a m, hamba Tuhan mengamarkan kepada kita sebagai berikut :

 

Para guru hendaknya meniru teladan dari Guru Besar itu, yang telah memberikan berbagai ilustrasi dari berbagai pandangan biasa di dalam alam, untuk menyederhanakan ajaran-Nya, lalu memantapkan sekaliannya itu di dalam berbagai pikiran dari para pendengar-Nya.  

 

Burung-burung yang bernyanyi-nyanyi di antara dahan-dahan pohon  yang berdaun lebat, bunga-bunga di lembah, pohon-pohon kayu yang tinggi-tinggi, tanah-tanah yang penuh buah-buahan, biji-bijian yang berjatuhan, tanah yang tandus, matahari terbenam yang menghiasi segala langit dengan awan-awan keemasan, ---- sekaliannya itu berfungsi sebagai sarana bagi pemberian petunjuk. Ia mengaitkan berbagai perbuatan sang Pencipta yang tampak dengan berbagai firman kehidupan yang diucapkan-Nya, agar supaya apabila objek-objek ini kelak dihadapkan ke depan mata dari para pendengar-Nya, pikiran mereka dapat diarahkan kepada berbagai pelajaran dari kebenaran yang sudah Ia kaitkan dengan mereka. --  Patriarchs and Prophets, pp. 596, 599.

 

Oleh sebab itu, kita hendaknya berhati-hati terhadap mereka yang dengan sengaja mencoba memanipulasi arti dari sekam, dengan cara menyamakan pengertiannya dengan lalang. Ini hendaknya dipahami, sebab dewa-dewa yang berjalan di Pusat Karmel di Waco, Texas, sudah akan berusaha dengan cara apapun saja untuk menutup-nutupi masalah ini, supaya para pengikutnya dapat selalu mendewa-dewakan mereka untuk berpikir bagi keselamatan mereka ke Gunung Sion di Palestina. Mempersamakan sekam dengan lalang tentunya sangat tidak alamiah, bukan ?

 

Perkara-Perkara yang menghalangi Allah

Mengeluarkan 144.000 buah-buah pertama-Nya

 yang masih kabur itu.

 

Kita juga harus waspada untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang dari musuh-musuh yang secara tak terduga,  sama sekali tidak dicurigai --- dari rekan-rekan penginjil yang professional, yaitu mereka yang kesetiaannya tidak kurang daripada kesetiaan para imam Jahudi di zaman Kristus. Lagi pula, terutama akan jadi, bahwa Musuh akan mempekerjakan setiap agen perantara yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah-buah pertama-Nya itu yang kini masih kabur, yaitu mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9).  Musuh akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, menggelapkan, dan untuk menutupi Kebenaran itu, khususnya mengenai permasalahan mereka 144.000 itu.  -- Pembina Gedung Putih, hal. 35.

 

Dengan terang yang mahal itu yang kini sedang menyinari di tengah-tengah kita, hendaklah kita terbawa kepada suatu penyelidikan yang tekun serta suatu pendalaman yang saksama terhadap berbagai pendirian yang kita anut. Musuh masih terus mempekerjakan setiap agen perantara yang mungkin untuk menghalangi Tuhan memunculkan keluar 144.000 hamba-hamba-Nya yang masih kabur itu. Artinya, selama Saudara dan saya tidak segera membebaskan diri daripada menyembah sujud kepada dewa-dewa yang berkuasa di Amerika Serikat, maka mereka 144.000 hamba-hamba Allah itu belum mungkin dapat muncul keluar segera dalam waktu dekat. Tuhan Allah telah memberikan kepada kita hak-hak khusus (privilege) untuk bertindak mempercepatkan Tuhan mengeluarkan hamba-hamba-Nya yang masih sangat rahasia itu dalam kata-kata-Nya sebagai berikut :  

 

Bukan hanya pada pendeta yang sudah diurapi saja terletak tanggung jawab untuk pergi keluar memenuhi penugasan ini. Setiap orang yang telah menerima Kristus akan dipanggil untuk bekerja bagi penyelamatan orang-orang sesamanya. Roh dan pengantin itu mengatakan: Mari. Maka hendaklah ia yang mendengar mengatakan, M a r i. Wahyu 22 : 17. Orang percaya yang rendah hati yang mau berbakti, pada siapa Pemilik kebun anggur menempatkan suatu beban tanggung jawab bagi jiwa-jiwa, akan diberikan dorongan oleh orang-orang pada siapa Tuhan sudah meletakkan berbagai tanggung jawab yang lebih besar. Mereka yang berdiri sebagai pemimpin-pemimpin di dalam sidang Allah hendaknya menyadari bahwa penugasan dari Juruselamat itu diberikan kepada s e m u a yang percaya pada nama-Nya. Allah hendak mengutus keluar ke dalam kebun anggur-Nya banyak orang, yang belum pernah didedikasikan ke dalam dinas kependetaan oleh cara tumpangan tangan. The Acts of the Apostles, p. 110.

  

Pemilik kebun anggur meletakkan beban tanggung jawab bagi penyelamatan jiwa-jiwa pada orang-orang percaya yang rendah hati dan penuh penyerahan diri. Orang-orang yang sudah lebih dulu memperoleh tanggung jawab yang lebih besar, akan memberi dorongan keberanian kepada mereka itu. Dengan demikian tidak akan lagi tampak adanya persaingan di antara para pekerja pendatang baru dengan para pekerja yang lebih tua. Mereka justru akan sepakat, sehati dan sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Dan ini membuktikan bahwa mereka semuanya berada di bawah kendali dari Roh Kebenaran yang sama. Demikianlah bagaimana Tuhan akan memberi kuasa bagi mereka, agar supaya ucapan perumpamaan-Nya yang berbunyi : Karena banyak yang terpanggil, tetapi sedikit (hanya 144.000) yang terpilih, akan secepatnya direalisasikan, sehingga penuaian sudah akan segera selesai, sesuai jadwalnya yang sudah ditetapkan.

 

Karena banyak yang terpanggil,

tetapi sedikit yang terpilih.

(Matius 20 : 16)

 

Para penganut Kebenaran sekarang semuanya mengerti, bahwa kata-kata perumpamaan: Karena banyak yang terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih. berarti hanya sejumlah kecil sebesar 144.000 hamba-hamba Allah yang akan dipilih keluar dari antara sejumlah besar orang-orang yang akan diselamatkan dari dalam sidang jemaat Laodikea oleh pekabaran ROH NUBUATAN. Karena pada kenyataannya jumlah umat penganut Kebenaran sekarang di dunia pada waktu ini sedikit sekali, belum sampai mencapai 5.000 jiwa, maka tak dapat tiada harus diakui bahwa kata-kata perumpamaan Jesus itu masih belum digenapi sampai kepada hari ini. Tidak adanya kuasa Roh Suci untuk mempersatukan iman umat penganut Kebenaran sekarang, untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan Allah semenjak dari tahun 1955 yang lalu, tampak jelas merupakan halangan-halangan yang utama sampai kepada hari ini. Dan ini membawa kepada akibat yang lebih serius, yaitu tidak adanya kemampuan umat untuk bersepakat, untuk sehati dan sepikir, dan untuk memiliki kemampuan untuk membicarakan perkara-perkara yang sama.

 

Oleh sebab itu, kini, oleh perantaraan artikel-artikel tulisan sedemikian ini yang disampaikan kepada para pembaca, adalah harapan dan doa kami, semoga para pembaca segera dapat mengerti, bahwa 'Banyak yang terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih,' tak lama lagi akan digenapi sebagai 'gandum yang murni', yang sudah akan selengkapnya tersaring dan terpisah daripada 'sekam'-nya. Atau dengan perkataan lain, mereka itu akan muncul keluar sebagai anak-anak dara, yang sudah dipisahkan daripada rekan-rekan sesama anak daranya yang masih memiliki tipu di dalam mulutnya. Muncul keluarnya mereka itu sudah sejak lama diramalkan oleh Nyonya White dan Sdr. Houteff sebagai berikut :

 

Kemudian, juga, hujan akhir rohani itu harus turun secara gratis dan tanpa dibayar kepada para penerimanya sama seperti halnya hujan yang sesungguhnya. Demikianlah halnya, bahwa belum pernah sebelumnya dunia menyaksikan begitu banyak bahan bacaan yang benar-benar gratis disebarkan seperti halnya bahan bacaan ini. Berjuta-juta ! Demikian itulah halnya bahwa buku-buku kecil yang mudah dipahami ini, yang bagaikan awan-awan cerah, yang berisikan Kebenaran sekarang, kini tersebar bagaikan daun-daunan luruh di musim gugur di seluruh Laodikea bagi setiap anggota gereja, kepada setiap rerumputan di dalam kebun anggur Tuhan. Bagaimanakah hasil-hasil akhirnya ? Lebih dari seribu, demikian ditegaskan oleh Ilham, akan segera bertobat dalam sehari, kebanyakan dari mereka itu akan menelusuri kembali pengakuan-pengakuan mereka pertama sekali mereka membaca buku-buku terbitan kita itu. Review and Herald, Nov. 10, 1885. Timely Greetings, Vol. 1, No. 17, p. 5.

 

Berjuta-juta buku-buku terbitan Kebenaran sekarang sudah pernah tersebar kemana-mana di dalam Sidang Jemaat Laodikea semenjak dari zaman Houteff. Baru kemudian nanti lebih dari seribu jiwa akan bertobat setiap harinya. Kebanyakan dari mereka itu akan menelusuri kembali pengakuan-pengakuannya sewaktu mereka membaca buku-buku itu sebelumnya. Dan kini waktunya sudah sampai bagi mereka untuk menentukan pendiriannya untuk berdiri pada pihak Tuhan dan Kebenaran-Nya, lalu bergabung dengan para penganut Kebenaran sekarang yang juga akan melepaskan diri daripada dewa-dewa mereka sebelumnya. Di bawah Roh Kebenaran yang sama semua mereka itu akan dipanggil keluar, sebagian akan keluar meninggalkan dewa-dewanya di General Conference of SDA di Amerika Serikat, sebagian lagi akan keluar meninggalkan dewa-dewanya yang pernah menguasainya di Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA, sebagian lagi akan keluar dari bawah penguasaan dewa-dewanya, yaitu contoh-contoh saingan dari Korah, Dathan, dan Abiram, di Amerika Serikat, dan lain-lainnya. Semua mereka itu akan segera bertobat setiap harinya, sampai kepada saat penuaian itu selesai. Baru kemudian hanya sejumlah 144.000 jiwa dari keseluruhan mereka itu yang akan dinyatakan pantas untuk menjadi umat kesucian yang hidup (the living saints), yaitu orang-orang yang tidak akan pernah lagi mengalami maut di bumi ini. Semua orang lainnya yang terpanggil oleh Tuhan dan Roh Kebenaran-Nya mendahului masa kesusahan Jakub, sekalian mereka itu akan diistirahatkan di dalam kubur untuk sementara waktu sampai kepada Kerajaan itu berdiri di Palestina. Kemudian mereka akan dibangkitkan dalam kebangkitan khusus dari nubuatan Daniel 12 : 2. Perihal kebangkitan yang khusus ini hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :       

Tugasmu, tugasku, tidak akan berakhir dengan hidup ini saja. Untuk sementara waktu kita dapat beristirahat di dalam kubur, namun, apabila panggilan datang kita akan kelak, di dalam kerajaan Allah, menyandang tugas kita sekali lagi.   Testimonies for the Church, vol. 7, p. 17.

 

Hamba Tuhan, Houteff menambahkannya sebagai berikut :   

S e m u a  orang yang ditemukan sebagai anggota sidang  p a d a  waktu Jehezkiel 9 digenapi, akan menerima meterai lalu menjadi bagian dari mereka 144.000 itu, atau sebaliknya akan dibiarkan di luar lalu jatuh ke bawah senjata-senjata pembantai dari kelima orang itu. Hanya mereka yang 'berkeluh-kesah dan berteriak' karena sebab semua kekejian di dalam sidang yang akan luput dari kebinasaan itu.   The Symbolic Code, Vol. 1, No. 11, 12, p. 9.

 

Artinya, pada akhir penuaian, yaitu pada kegenapan dari nubuatan Jehezkiel pasal 9 yang akan datang, h a n y a 144.000 umat kesucian Allah yang dapat luput dari kebinasaan, sebaliknya semua umat Masehi Advent Hari Ketujuh yang banyak lainnya itu akan binasa.   

 

 Setelah Penuaian berakhir 

 

Kembali kepada hamba Tuhan Houteff di dalam The Symbolic Code Vol. 1, No. 14, Agustus 1935 hal 5 7  (di atas), kami kutip kembali di bawah ini pernyataannya sebagai berikut :

 

Sebagaimana Amos mengatakan : 'Tempat-tempat tinggal dari para gembala akan meratap,' adalah jelas bahwa nubuatan Amos itu masih akan jadi di depan, karena kata-kata 'tempat-tempat tinggal' (tempat-tempat) itu terdapat dalam bentuk jamak yang tidak mungkin dapat diaplikasikan kepada satu tempat tinggal gembala (gereja atau persekutuan) saja, melainkan kepada semua gereja (persekutuan) yang berada pada waktu itu. Sebutan 'gembala-gembala' berarti, sebagai difahami, sama dengan 'para tua-tua yang berada di depan rumah itu' --- yaitu para pendeta. 'Testimonies for the Church, vol. 5, p. 211. Perhatikanlah bahwa para gembala itu sendiri tidak meratap, melainkan hanya 'tempat-tempat tinggal mereka' (rumah-rumah mereka); artinya, para anggota dari gereja-gereja (persekutuan-persekutuan) itu, kenyataan mana mengungkapkan bahwa yang sedemikian itu akan jadi apabila rombongan orang banyak yang tertidur di dalam gereja-gereja (persekutuan-persekutuan) bangkit dari lumpuh (knockout) kerohanian mereka itu lalu menemukan bahwa para gembala (dewa-dewa) mereka itu yang sudah mereka sepenuhnya percaya bagi penyelamatannya, justru telah menyesatkan mereka semua.

 

Nabi Jeremiah dalam kata-kata berikut ini menjelaskan bahwa ratap tangis ini dari mereka yang sedemikian itu telah disesatkan akan jadi pada akhir masa kasihan. Karena mereka akan mengatakan 'penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, dan kami belum juga selamat' (Jeremiah 8 : 20). Artinya, sesudah penuaian, masa dimana mereka sudah harus dapat diselamatkan, akan mereka sadari bahwa masa kasihan sudah berakhir. Pada waktu itulah 'tempat-tempat tinggal dari para gembala itu akan meratap, dan puncak Karmel akan layu.' Sebab itu, sebelum masa itu puncak Karmel tak dapat tiada harus hijau keadaannya dengan padang rumput yang luas, sebab jika tidak, maka tidak akan ada yang layu; artinya, sekalipun Karmel pada waktu ini melimpah rerumputan hijaunya (Kebenaran sekarang), apabila masa kasihan berakhir iaitu harus ditinggalkan ('layu'), karena Roh Nubuatan mengatakan : 'Dalam masa kesusahan itu kita semua melarikan diri dari kota-kota dan kampung-kampung.' Early Writings, p. 34. -- The Symbolic Code Vol. 1, No. 14, Agustus 1935 hal 5 7 (Dalam kurung tambahan)

 

Karena Tuhan Allah mengakui hanya s a t u Gunung Karmel, yang menggenapi lokasi nubuatannya yang permanen di Waco, Texas, USA, maka tempat-tempat tinggal dari para gembala di padang rerumputan Karmel itu tak dapat tiada melambangkan berbagai persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di seluruh dunia berikut pendeta-pendeta mereka, yang kesemuanya bergabung dengan Puncak Karmel di Waco, Texas. 

 

Pada akhir penuaian yang akan datang, kelak akan ada banyak sekali penganut Kebenaran sekarang yang kini, baik langsung ataupun tidak langsung, didapati masih tetap bergantung pada pendeta-pendeta dari Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas. Mereka itulah yang akan meratap dan menangis karena sadar akan kesesatannya. Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

Ratap tangis yang nyaring terdengar pada semua penjuru, mengatakan : 'Kamu yang telah menghalangi aku menerima kebenaran itu yang sedianya sudah akan menyelamatkanku daripada jam yang mengerikan ini.' Orang banyak itu berbalik menghantam para pendeta mereka dengan kebencian yang sangat pahit lalu mengejek mereka itu, katanya, 'Kamu tidak mengamarkan kami. Kamu memberi tahu kami bahwa seluruh dunia akan ditobatkan, lalu menyerukan, damai, damai, untuk menenangkan setiap ketakutan yang timbul. Kamu tidak memberi tahu kami perihal jam ini, dan orang-orang yang mengamarkannya kepada kami, kamu nyatakan sebagai orang-orang fanatik dan orang-orang jahat, yang hendak membinasakan kami. Tetapi aku tampak bahwa pendeta tidak akan luput daripada murka Allah. Penderitaan mereka itu akan kelak sepuluh kali lipat lebih besar daripada penderitaan para pengikutnya. Early Writings, p. 282.

 

Karena penuaian itu akan berakhir dalam tahun 2027 yang akan datang, padahal mereka itu yang banyak terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih masih belum juga tampak sampai kepada hari ini, maka dapatlah kita meyakini bahwa kegenapannya tak dapat tiada masih di depan. Mereka itu akan terdiri dari dua kelompok : yaitu 144.000 umat kesucian yang hidup, dan kelompok besar orang banyak lainnya, dari mana kelompok istimewa umat kesucian yang hidup itu akan terpilih keluar. (Matius 20 : 16).

 

Tuhan menghendaki juga dari kita untuk mengetahui, bahwa sampai kepada akhir penuaian yang akan datang IA terpaksa bekerja sendiri, tidak ada seorangpun dari antara hamba-hamba-Nya ikut membantu mengerjakan penuaian itu. Hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut :  

Ternyata Anak manusia sendiri m e n u a i  buah-buah pertama itu, sebab hamba-hamba-Nya (yang melambangkan malaikat sidang jemaatnya orang-orang Laodikea) tidak siap untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang sedemikian itu, karena mereka sendiri adalah tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang, dan tidak mengetahuinya. (Wahyu 3 : 14 18).

Memandang jauh ke masa sekarang ini, Roh Nubuatan di zaman nabi Jesaya menuliskannya sebagai berikut :

 

Jesaya 63 : 5 --- Lalu Ku pandang, tetapi tidak ada seorangpun membantu; lalu heranlah Aku karena tidak ada seorangpun ikut menunjang: oleh sebab itu lengan-Ku sendiri yang membawakan penyelamatan bagi-Ku; dan amarah-Ku, itulah yang membantu-Ku.

 

Di sinilah dapat anda perhatikan, bahwa apabila waktu itu datang tidak ada bahkan seorangpun dari antara hamba-hamba-Nya m e m b a n t u melakukan penuaian itu, sehingga akibatnya Tuhan sendiri melakukan pekerjaan itu tanpa ikut serta mereka. -- Timely Greetings, Vol. 2, No. 44, pp. 37, 38.

 

Akibatnya sebagaimana yang dideklarasikan sendiri oleh Tuhan adalah :

 

karena Aku akan menginjak-injak mereka itu dalam murka-Ku, dan akan melindasi mereka dalam amarah-Ku; maka darah mereka itu akan terpercik pada baju-baju-Ku, dan Aku akan menodai seluruh pakaian-Ku. Karena hari pembalasan itu sudah ada didalam hati-Ku, dan tahun penebusan-Ku itu sudah sampai. Jesaya 63 : 3, 4.

 

Sekaliannya ini akan digenapi sesuai rinciannya yang dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9. Bukan saja para gembala dari General Conference of SDA, bukan juga hanya para Korah, Dathan, dan Abiram contoh saingan, melainkan juga para gembala dari berbagai tempat kediaman mereka di seluruh padang rumput Karmel. Semua mereka itu berikut para pengikut setia mereka akan binasa. Dan khususnya kepada para gembala itu sendiri diingatkan : Penderitaan mereka itu  kelak s e p u - l u h   k a l i   l i p a t  lebih besar daripada penderitaan para pengikutnya. Early Writings, p. 282.

 

 

*   *   *