Sesudah semua
nabi akhir zaman : William Miller,
E. G. White dan Victor T. Houteff
meninggal dunia



 


 
Yahya Pewahyu :

“Berbahagialah d i a yang m e m b a c a, dan m e r e k a  yang m e n d e n g a r segala perkataan dari nubuatan ini, dan  mematuhi perkara-perkara itu yang tertulis di dalamnya; karena masanya sudah singkat.” -- Wahyu 1 : 3.



 

Pendahuluan

Buku Wahyu adalah pelengkap dari buku Daniel. Buku Daniel itu telah ditulis oleh nabi Daniel kira-kira pada 2.500 tahun yang lalu, dan buku Wahyu itu ditulis oleh rasul Yahya pada tahun 96 Tarikh Masehi yang lalu. Kedua buku itu baharu saja diungkapkan pengertiannya di akhir zaman ini oleh nabi-nabi akhir zaman, yang baru saja muncul sejak permulaan abad 18 yang lalu, menggenapi ucapan malaikat Jibrail kepada nabi Daniel dan ucapan nubuatan nabi Amos yang masing-masingnya mengatakan sebagai berikut : 

“Tetapi akan dikau, hai Daniel, tutuplah semua perkataan itu, dan meteraikan buku itu, bahkan sampai di akhir zaman. Banyak orang akan berlarian pergi datang, dan pengetahuan akan ditingkatkan.”

“Lalu katanya : Pergilah Daniel : karena semua perkara itu tertutup dan tersegel sampai di akhir zaman. …………… .” — Daniel 12 : 4, 9 – 10.

Dan di akhir zaman genaplah ucapan nabi Amos di bawah ini :

“Sesungguh-sungguhnya Tuhan tidak akan berbuat apapun sebelum diungkapkan-Nya rahasia-Nya kepada para hamba-Nya, yaitu n a b i – n a b i.” – Amos 3 : 7.

Ternyata kedua buku itu, buku Daniel dan buku Wahyu, adalah yang pertama sekali diungkapkan rahasianya bagi kita di akhir zaman ini, baharu menyusul berbagai rahasia dari buku-buku nubuatan para nabi Wasiat Lama lainnya. Dari buku Daniel yang pertama sekali terungkap pengertiannya ialah nubuatan Daniel 8 : 14 perihal pehukuman/pengadilan yang dimulai di dalam kaabah kesucian sorga semenjak dari akhir masa 2300 hari atau tahun dari nubuatan Daniel 8 : 14, yang jatuh pada 22 Oktober 1844. William Miller adalah nabi Tuhan Allah yang pertama sekali mengungkapkan permasahan ini semenjak dari permulaan pergerakannya dalam tahun 1831.

Kemudian menyusul hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White, pendiri Sidang Jemaat Laodikea kita, yang telah mengungkapkan rahasia dari buku Wahyu itu dimulai dari Wahyu pasal 3, yang membicarakan kejatuhan rohani malaikat sidang jemaat Laodikea setelah ia menolak menyambut pokok pekabaran “Pembenaran oleh Iman” yang ditawarkan di General Conference tahun 1888 di Minneapolis Amerika Serikat oleh pendeta-pendeta Jones dan Waggoner. Akibat dari penolakan itu, maka kerohanian dari seluruh umat kita menjadi sedemikian merosotnya, sehingga hamba Tuhan Nyonya White sudah harus menyerukan perlunya dilaksanakan suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani, yang telah disampaikannya di dalam majalah The Review and Herald tertanggal 2 Pebruari 1902.

Hamba Tuhan Nyonya White meninggal dunia dalam tahun 1915. Ternyata sampai dengan kematiannya itu, seruan pembangunan rohani dan reformasi rohani itu belum juga terlaksana. Baharu setelah datang hamba Tuhan Houteff dengan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 nya bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White, baharulah seluruh petunjuk pelaksanaan bagi seruan pembangunan dan reformasi rohani itu diterimakan kepada General Conference of SDA dalam tahun 1929.  

Pada waktu ini rahasia-rahasia dari Alkitab yang terdiri dari nubuatan-nubuatan dari Wasiat Lama, buku Wahyu dan berbagai perumpamaan Jesus di dalam Wasiat Baru, semuanya itu sudah seluruhnya terungkap pengertiannya di dalam ROH NUBUATAN. Inilah ROH NUBUATAN yang dimaksud pada Wahyu 19 : 10 itu, yaitu gabungan pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 dari Nyonya White dengan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dari Sdr. Victor T. Houteff. Gabungan dari kedua pekabaran itulah yang kini sedang menerangi bumi, dimulai di dalam gereja-gereja dari Sidang Jemaat Laodikea kita.

Sebelum nabi-nabi Tuhan itu meninggal dunia

Yahya Pewahyu mengatakan : “Lalu ku lihat, maka heran Anak Domba itu berdiri di gunung Sion, dan bersama-sama dengan-Nya adalah mereka yang 144.000 itu, yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi-dahi mereka. ………… Inilah mereka itu yang tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita karena mereka itu adalah anak-anak dara.” – Wahyu 14 : 1, 4.

Dalam membicarakan nubuatan Alkitab, w a n i t a umumnya melambangkan Sidang Jemaat atau Gereja. Di akhir zaman sekarang ini, sesudah kejatuhan malaikat Sidang Jemaat Laodikea dalam dosa suam rohani, maka tidak ada lagi satu Gerejapun yang masih berkenan di hadapan Allah. Untuk itulah, maka genaplah nubuatan Jesaya 4 : 1 yang berbunyi : Pada waktu itu 7 (tujuh) orang perempuan akan berpegang pada seorang laki-laki sambil mengatakan : biarkanlah kami makan roti buatan kami sendiri dan pakaian buatan kami sendiri, asalkan perkenankanlah kami dipanggil dengan nama-Mu (Kristen) untuk membuang semua kejelekan kami.” Yesaya 4 : 1. 

Karena semua nubuatan dari Wasiat Lama, termasuk nubuatan Jesaya baru terungkap pengertiannya di akhir zaman, maka anak-anak dara bijaksana calon 144.000 umat pilihan itu tidak akan mungkin lagi berasal dari Gereja-Gereja manapun juga di akhir zaman ini. Bahkan mereka itu pun tidak mungkin lagi berasal dari pihak malaikat sidang jemaat Laodikea dan para pengikut setianya yang membentuk Gereja MAHK yang ada sekarang. Angka 7 berarti lengkap. Jadi, tujuh orang perempuan itu tak dapat tiada meliputi juga perempuan atau sidang jemaat yang ketujuh, yaitu Gereja MAHK.

Oleh karena itu hendaklah dipahami, bahwa oleh kedatangan Victor T. Houteff sebagai juru kabar dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 menggabungkan ajarannya dengan pekabaran Roh Nubuatan dari Nyonya White di dalam ROH NUBUATAN, maka semenjak itulah Gereja MAHK sudah akan terpecah dua. Sejak itulah perumpamaan Jesus perihal Kerajaan sorga, yang diwakili oleh Sidang Jemaat Laodikea di akhir zaman ini, yang diumpamakan terdiri dari sepuluh anak dara itu, sudah akan terbagi ke dalam dua kelas umat, yaitu mereka yang masuk kategori kelas lima anak dara yang bijaksana di satu pihak, dan mereka yang masuk kategori kelas lima anak dara yang bodoh di lain pihak. Atau juga disebut, mereka yang masuk kelas gandum di satu pihak dan mereka yang masuk kelas lalang di lain pihak. Bacalah injil Matius pasal 25.

Dalam pada itu mereka yang masuk kategori lima anak dara yang bijksana atau kelas gandum itu akan berada langsung di bawah kepemimpinan dari nabi Houteff sendiri, yang bermarkas besarnya di General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, USA. Dan mereka itulah calon-calon dari 144.000 umat kesucian yang akan datang sesuai yang diucapkan oleh Yahya Pewahyu di atas.

Sementara itu, mereka yang masuk kategori lima anak dara yang bodoh atau kelas lalang akan tetap berada di bawah kepemimpinan Organisasi General Conference of SDA di Amerika Serikat. Adanya dua kelas umat Kristen di dalam Gereja yang sama dari Sidang Jemaat Laodikea sekarang ini, akan merupakan salah satu ciri khas dari Gereja Kristen milik Tuhan Allah, yang membedakannya daripada semua Gereja Kristen lainnya di akhir zaman sekarang ini. Jadi, janganlah mengira bahwa karena kita semua adalah pemelihara Hari Sabat Tuhan yang suci, maka kita sudah akan merupakan biji mata Tuhan dari umat yang sisa. Atau karena kita sudah bertarak dalam hal makanan, minuman dan pakaian, maka kita sudah akan masuk kategori umat-Nya yang istimewa, calon-calon mereka yang 144.000 itu. Sekali-kali tidak !  

Selama Houteff masih hidup, maka selama itu pula seluruh umat dari kelas anak-anak dara yang bijaksana itu masih dapat bersatu seutuhnya di bawah kepemimpinannya. Namun sesudah kematiannya dalam tahun 1955 yang lalu, maka genaplah ucapan Yahya Pewahyu yang berikut ini :

“Lalu ku lihat, maka heran Anak Domba itu berdiri di gunung Sion, dan bersama-sama dengan-Nya adalah mereka yang 144.000 itu, yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi-dahi mereka. ………… Inilah mereka itu yang tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita karena mereka itu adalah anak-anak dara .…………… Mereka ini ditebus dari antara orang-orang, merupakan buah-buah pertama bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka itu tidak didapati t i p u, karena mereka itu adalah tanpa salah di hadapan tahta Allah.” – Wahyu 14 : 1, 4, 5.

Anak-anak dara yang dimaksud tak dapat tiada hanyalah mereka yang masuk kategori anak-anak dara yang bijaksana saja. Mereka itulah yang selama itu terus berada di bawah pimpinan hamba Tuhan Houteff sampai kepada akhir hayatnya dalam tahun 1955 yang lalu.

Namun dari ayat itu juga akan tampak bahwa tidak semua anak-anak dara yang bijaksana itu akan masuk ke dalam rombongan 144.000 umat pilihan  Allah yang akan datang, sebab ternyata masih ada di antara mereka itu yang memiliki t i p u di dalam mulutnya. Adanya t i p u di dalam mulut dari sebagian mereka itu baharu akan tampak jelas,

Sesudah V.T. Houteff
 sebagai nabi terakhir meninggal dunia

Seluruh dunia sesungguhnya tahu, bahwa selama nabi Houteff yang sederhana itu masih hidup dan bermarkas di Pusat Gunung Karmelnya di Waco, Texas, USA, maka hanya ada s a t u  umat Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di muka bumi ini. Ini dapat dimengerti karena hanya ada satu faham yang dianut bersama oleh semua umat Davidian yang ada di waktu itu bersama-sama dengan gembala mereka, yaitu nabi Victor T. Houteff. Tetapi setelah hamba Allah mereka itu meninggal dunia, maka telah muncul bermacam-macam faham yang tampaknya sudah sulit untuk dipersatukan. Namun demikian jauh sebelum meninggal dunia, nabi Tuhan Houteff sudah lebih dulu mengamarkan dan memperingatkan kepada kita   untuk mewaspadai hal-hal yang berikut ini :

Pertama :

“Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan melawan pekabaran sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan (a knockout blow) kepadanya. Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama perihal mereka 144.000 itu.” ---------- Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

Karena hamba Tuhan Houteff sampai kepada akhir hayatnya hanya mengenal satu-satunya Organisasi Pusat Davidian MAHK yang dibangunnya sendiri sejak dari  tahun 1935 di Waco, Texas, USA, sebagai hasil dari re-organisasi General Conference of SDA, maka “musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus”, yang diucapkannya di atas tak dapat tiada dimaksudkan kepada sebuah organisasi Sanhedrin contoh saingan di akhir zaman ini. Karena kesetiaan mereka itu sebagai  sebuah Organisasi s a - m a  d e n g a n  para imam dari Organisasi Sanhedrin di zaman Jesus yang lalu, maka kita harus benar-benar waspada terhadap mereka itu di waktu ini.

Sesungguhnya tidak sulit bagi kita untuk mengenal mereka itu, sebab kesetiaan mereka itu benar-benar sama dengan kesetiaan dari para imam Yahudi di zaman Jesus yang lalu. Artinya, mereka itu adalah penganut faham fundamentalisme sempit dan kaku, sama dengan yang dianut oleh Organisasi Sanhedrin di zaman Jesus. Faham yang sedemikian itulah yang sulit sekali diterima di dalam dunia Ilmu Pengetahuan.

Bayangkanlah sendiri, bagaimana para imam Yahudi yang lalu sampai mempersalahkan dan menuduh Jesus melanggar kesucian hari Sabat, karena memetik gandum pada hari Sabat dan karena menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Mereka itu tidak sadar, bahwa yang dituduhnya itu justru adalah Tuhan atas Hari Sabat itu sendiri. 

Faham fundamentalisme sempit yang sangat kaku itu kini terbukti sangat bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan pada umumnya. Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

“Dalam ilmu pengetahuan yang benar tidak akan terdapat apapun yang bertentangan dengan firman Allah karena keduanya itu berasal dari NARA SUMBER yang sama. Suatu pengertian yang benar / tepat terhadap keduanya akan selalu membuktikan bahwa keduanya itu sama sesuai Kebenaran, apakah itu di dalam alam ataupun di dalam wahyu adalah sesuai dengan sendirinya dalam semua manifestasinya. Tetapi pikiran yang tidak diterangi oleh Roh Allah akan selalu berada dalam kegelapan terhadap kuasa-Nya.” --- 8 Testimonies, p. 258.

Beberapa bentuk dari faham fundamentalisme sempit yang sangat kaku itu kini dipromosikan di Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, Sanhedrin contoh saingan itu, sebagai berikut : 

  1. Guru-guru tidak diperkenankan mengajar menggunakan gambar-gambar bagan buatan sendiri. Sekalipun hamba Tuhan Nyonya White sudah mengatakan : “Oleh menggunakan gambar-gambar bagan, lambang-lambang, dan berbagai macam peragaan, maka pendeta dapat membuat kebenaran itu tampak jelas dan nyata. Inilah alat bantu yang sesuai dengan firman Allah.” — Gospel Workers, p. 355.
  2. Guru-guru dilarang menulis dan mengajar di luar apa yang sudah tersedia di dalam buku-buku dan majalah-majalah yang resmi dari Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala. Guru-guru dilarang menulis buku-buku.
  3. Penetapan waktu (time setting) terhadap peristiwa-peristiwa apapun yang akan jadi di akhir zaman ini tidak diperkenankan untuk diajarkan.
  4. Buku-buku tulisan Houteff harus dicetak sesuai dengan format aslinya, artinya, harus sesuai dengan formatnya  yang kecil-kecil.
  5. Tidak mengakui adanya guru-guru / pendeta-pendeta pilihan ilahi yang belum pernah diurapi oleh tumpangan tangan. Sekalipun hamba Tuhan Nyonya White sudah mengatakan : “Adalah suatu kekeliruan yang sangat berbahaya untuk mengira, bahwa pekerjaan penyelamatan  jiwa-jiwa bergantung hanya pada dinas kependetaan (Organisasi) …… Allah akan mengutus keluar ke dalam kebun anggur-Nya banyak orang yang belum didedikasikan ke dalam dinas kependetaan oleh tumpangan tangan.” – The Acts of the Apostles, p. 110.

Kedua :

Jesaya 2 : 11 :

“Segala mata orang yang tinggi akan direndahkan dan segala sombong orang laki-laki akan ditundukkan, maka pada hari itu hanya Tuhan jua yang tertinggi.”

Sudah lama manusia meninggikan dirinya sendiri; sedemikian banyaknya, dalam kenyataannya, sehingga hanya terdapat sedikit orang-orang Kristen di dunia yang betul-betul mengikuti “terang dari Tuhan.” Banyak dari mereka sedang mengikuti percikan cahaya dari manusia, mengikuti interpretasi-interpretasi Alkitab yang tidak diilhami, yaitu hasil-hasil penyelidikan orang-orang, yaitu orang-orang yang mengolok-olok terhadap hasil pendapat ilham. Mereka tidak lagi melihat perlunya lebih banyak kebenaran atau nabi-nabi, walaupun mereka cukup mengetahui, bahwa satu-satunya kebenaran yang pernah datang adalah melalui perantaraan hamba-hamba pilihan Allah. Bahkan para penganut kebenaran sekarangpun (orang-orang Davidian MAHK) belum sepenuhnya sadar kepada wahyu yang mengejutkan ini. Banyak dari mereka terbawa pergi oleh setiap angin ajaran, yang banyak daripadanya diciptakan oleh pengacau-pengacau seperti halnya Korah, Dathan, dan Abiram (Bilangan 16 : 9 – 11) yang mengingini jabatan Musa  --- yaitu para perampas Tahta Ilham --- yang berpihak sebagian kepada Paulus dan yang lainnya kepada Apolos. Mata ilham yang difokuskan kepada masa kini dan pekabaran, menunjukkan bahwa banyak dari pada penipuan diri sendiri ini adalah hasil daripada apa yang dilukiskan oleh Roh sebagai kemunafikan bermuka dua ……” – Amaran Sekarang, Jilid 1, No. 5, hal. 81.

Sesudah nabi Houteff meninggal, maka telah muncul dari antara para pengikutnya itu contoh–contoh saingan dari Korah, Dathan dan Abiram yang telah menyesatkan banyak dari mereka itu. Korah, Dathan, dan Abiram contoh saingan itu tidak mungkin berasal dari malaikat sidang jemaat Laodikea dan pendeta-pendetanya, sebab para pendeta itu tidak menguasai ajaran dari pekabaran Tongkat Gembala. Bahkan pada kenyataannya kini sudah ada beberapa orang Davidian yang mengakui dirinya contoh saingan dari nabi Eliyah. Jadi, setelah nabi Houteff sebagai Eliyah contoh saingan itu meninggal dunia, maka telah muncul Eliyah-Eliyah yang baru yang sama sekali tidak dikenal di dalam ROH NUBUATAN.

Jadi, semua umat penganut Kebenaran Sekarang hendaknya waspada karena sesudah kematian nabi akhir zaman yang terakhir dalam tahun 1955 yang lalu, maka telah berdiri kembali tepatnya pada lokasi dari Pusat Gunung Karmel bekas milik hamba Tuhan Houteff yang lalu sebuah Organisasi Sanhedrin contoh saingan sejak tahun 1991. 

Sementara itu adanya lagi beberapa Pusat Gunung Karmel di beberapa tempat yang lain di Amerika Serikat, seyogyanya tidak perlu lagi dihiraukan, sebab mereka itu sudah tidak lagi dikenal di dalam ROH NUBUATAN.

Bagaimanakah nasib umat
sesudah kematian hamba Tuhan Houteff ?

Nabi Zakariah sejak jauh-jauh hari sebelumnya sudah menubuatkannya sebagai berikut :

“Maka seseorang akan mengatakan kepadanya, Luka-luka apakah ini pada tanganmu ? Kemudian akan dijawabnya, Orang-orang itulah dengan mana aku telah dilukai di dalam rumah dari kawan-kawanku.

“Bangkitlah, hai pedang, melawan gembalaku, dan melawan orang itu yaitu temanku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : bunuhlah gembala itu, maka domba-dombanya akan tercerai-berai : lalu aku akan mengalihkan tanganku ke atas mereka yang kecil-kecil itu.” – Zakharia 13 : 6, 7.

Nubuatan ini pernah digenapi pada pribadi Jesus selama missi penebusan-Nya di Palestina pada tahun 31 yang lalu. Namun karena seluruh pasal 13 itu berlaku di akhir zaman ini, maka Zakharia 13 : 6, 7 itu tak dapat tiada akan terutama berlaku pada pribadi nabi Houteff pada tahun 1955 yang lalu. Jadi, sekalipun nabi Houteff sudah meninggal dunia dan Organisasinyapun sudah bubar, namun tangan Tuhan masih tetap mengendalikan mereka yang kecil-kecil, yaitu kelompok-kelompok persekutuan Davidian MAHK yang sudah ditinggal mati gembala dan organisasinya itu semenjak dari tahun 1955 yang lalu.

Namun bagaimanapun juga hamba Tuhan Houteff tak dapat tiada harus juga diwakili sesudah kematiannya, maka untuk itulah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Adalah suatu kekeliruan yang sangat berbahaya untuk mengira bahwa pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa itu bergantung hanya pada dinas kependetaan (Organisasi). …….. Allah akan mengirim keluar ke dalam kebun anggurnya b a n y a k   o r a n g  yang belum pernah didedikasikan ke dalam dinas kependetaan oleh tumpangan tangan.” -- The Acts of the Apostles, p. 110. (In brackets added).

Dan jauh-jauh hari sebelumnya hamba Tuhan Houteff sendiripun sudah mengatakan :  

“………….. sebagai guru-guru (bukan nabi) dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian MAHK), k a m i harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal p e r l u untuk diinterpretasikan. HANYA DENGAN DEMIKIAN INILAH SEMUA PENGANUT KEBENARAN SEKARANG AKAN SENANTIASA MEMILIKI PEMIKIRAN YANG SAMA, SEPAKAT DAN MEMBICARAKAN PERKARA-PERKARA YANG SAMA (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Jesaya 52 : 8).“ --- Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK, hal. 26, 27.

Sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, maka hanya guru-guru dan pendeta-pendeta pilihan Ilahi yang telah diurapi oleh Tuhan Allah sendiri tanpa tumpangan tangan, yang diperkenankan-Nya untuk mengajarkan bagian-bagian dari pekabaran di dalam ROH NUBUATAN dalam terang dari Tongkat Gembala, yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan lebih lanjut. Tetapi guru-guru dan pendeta-pendeta itu tidak boleh lagi menginterpretasikan Alkitab lebih lanjut, sebab sekaliannya itu sudah selesai diinterpretasikan oleh nabi-nabi akhir zaman yang dinubuatkan oleh Amos 3 : 7. Perhatikanlah prosedur kerja dari para nabi dan guru/pendeta pilihan Allah itu pada gambar nubuatan dari Zakhariah pasal 4.

Sekalipun semua rahasia Alkitab sudah selesai diinterpretasikan oleh nabi-nabi akhir zaman, namun pada saat kegenapannya para nabi itu sudah meninggal dunia. Dan ternyata masih ada lagi bagian-bagian dari pekabaran mereka itu yang masih perlu diinterpretasikan lebih lanjut. Tugas inilah yang dibebankan pada guru-guru dan pendeta-pendeta pilihan Ilahi itu yang belum pernah diurapi dengan cara tumpangan tangan di depan sidang jemaatnya yang hadir. Dan justru itulah sebabnya, maka mereka itu tidak banyak dikenal oleh kita semua. Dan mereka itu tidak akan pernah dapat ditemukan pada Pusat-Pusat Organisasi Davidian MAHK manapun juga di Amerika.

Berbahagialah d i a yang
         membaca dan m e r e k a yang mendengar …..          (Wahyu 1 : 3)

Hamba Tuhan Houteff mengatakan :

“Karena Alkitab dan buku-buku Roh Nubuatan merupakan satu-satunya sumber dari pekabaran Tongkat Gembala, maka apabila Tongkat itu diajarkan, Alkitab dan Roh Nubuatan juga harus diajarkan.” – Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK, hal. 29.

Sesudah meninggal dunia hamba Tuhan Houteff sebagai nabi akhir zaman yang terakhir dalam tahun 1955 yang lalu, maka genaplah pula ucapan Yahya Pewahyu pada Wahyu 1 : 3 di atas bagi kita. Artinya, semenjak itu masing-masing kita wajib membaca sendiri Alkitab, buku-buku Roh Nubuatan dari Nyonya White, dan buku-buku terbitan Tongkat Gembala dari Houteff. Ini berarti masing-masing kita secara pribadi wajib m e m b a c a / b e l a j a r  s e n d i r i  semua buku-buku itu, sebab para penulisnya sudah semuanya meninggal dunia.

Tetapi membaca/belajar sendiri saja tidak cukup. S e m u a  k i t a masih harus m e n d e n g a r  lagi kepada para utusan Allah yang masih hidup. Hamba Tuhan Houteff sendiri sudah mengingatkan, bahwa apabila d i a sudah tidak ada, maka sebagai guru-guru (bukan nabi-nabi) dari Tongkat Gembala mereka akan mengajar hanya dalam terang dari Tongkat bagian-bagian pekabaran (passages) itu yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan lebih lanjut.

Artinya, hanya oleh perantaraan guru-guru / pendeta-pendeta pilihan Ilahi itulah semua umat penganut Kebenaran Sekarang yang sudah membaca sendiri Alkitab, Roh Nubuatan, dan Tongkat Gembala, akan dapat dibuat sepakat, sehati sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Lalu dengan demikian itulah akan berangsur-angsur terbentuk kelompok anak-anak dara bijaksana yang tidak lagi bercacad cela, yaitu mereka 144.000 umat pilihan Allah itu yang akan datang.

Kesimpulan akhir

Apabila kita ingin memperoleh meterai tanda kelepasan dari pada bencana besar yang akan datang, apabila nubuatan Jehezkiel 9 / nubuatan Jesaya 66 : 16 – 19 dan nubuatan Maleakhi 3 kelak digenapi di dalam gereja-gereja kita sebentar lagi, maka sejak sekarang berjuanglah dengan seluruh kekuatan yang telah dikaruniakan Allah pada kita untuk masuk dalam rombongan mereka 144.000 itu. Demikianlah ucapan hamba Tuhan Nyonya White. Hanya 144.000 umat kesucian yang hidup yang akan diluputkan untuk bersama-sama dengan Jesus mendirikan KerajaanNya yang akan datang di Gunung Sion, Palestina.

Untuk itulah, maka pertama-tama sekali masing-masing kita harus kembali membaca sendiri buku-buku ALKITAB, ROH NUBUATAN, dan TONGKAT GEMBALA itu berikut berbagai interpretasi Ilhamnya yang tersedia di dalam ROH NUBUATAN. Dan kemudian kita semua harus m e n d e n g a r kepada hamba-hamba Allah yang masih hidup, yaitu GURU-GURU / PENDETA-PENDETA pilihan Ilahi, yang belum pernah dikenal oleh Pusat-Pusat Organisasi DAVIDIAN MAHK manapun juga di dunia ini. Hanya mereka itulah sebagai Eliyah-Eliyah masa kini, yang akan berhasil membalikkan hati para bapa kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya, artinya, hanya mereka itulah yang akan kelak berhasil membuat kita semua sepakat, sehati sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Dan hanya mereka itulah yang akan kelak berhasil mempersiapkan kita masuk dalam rombongan 144.000 umat kesucian pilihan Allah yang akan datang untuk bersama-sama berdiri dengan Jesus di Gunung Sion di Palestina.


 

*****