PERHITUNGAN PINTU KASIHAN TERTUTUP PADA TAHUN 2031

 


 



Dasar pemikiran :

1. Kemenangan Akhir (Great Controversy) halaman 389 :
“Suatu ucapan Juruselamat tidak boleh dibuat untuk merusakkan ucapan-Nya yang lain. Walaupun tidak seorang pun tahu akan hari dan saat kedatangan-Nya, kita diberi petunjuk  dan diwajibkan untuk mengetahui kapan kedatangan-Nya itu sudah dekat. Lebih jauh kepada kita diajarkan bahwa mengabaikan amaran-Nya dan menolak atau tidak mau mengetahui kapan kedatangan-Nya itu, akan sama bahayanya bagi kita seperti halnya kepada mereka di zaman Nuh dahulu. Mereka itu tidak mengetahui kapan air bah itu akan datang.”

2. Testimonies to Ministers, p. 452 :
“Hendakah Allah memaksakan kepatuhanmu, maukah IA memaksakan kehendak hatimu? Sekali-kali tidak. Tuhan telah memperlengkapi engkau dengan berbagai kemampuan, dengan kecerdasan berpikir, dengan akal yang sehat”.

3. Pehukuman dan penuaian, halaman 96 :
“Alkitab seringkali menggunakan sarana matematika dalam menentukan eksistensi waktu, dan jumlah tahun-tahun dari peristiwa Alkitab yang satu ke peristiwa Alkitab lainnya.”

Kutipan tulisan Ny. White dan V. T. Houteff :

  1. “Oleh sebab itu, angka bilangan simbolis kita mengenai masa Alkitab, 600 harus dikalikan dengan 10. Dengan demikian 600 x 10 = 6000 tahun masa kasihan. Ini membuktikan jangka waktu Kristus akan menjadi Juruselamat bagi orang-orang berdosa ; dan bahwa dunia Kita yang penuh dosa ini akan mencapai 6000 tahun usianya apabila Masa Kasihan Berakhir; dan bahwa kita sekarang hidup dalam Masa Akhir Zaman.” --- Pehukuman dan Penuaian,  hal. 100.
  2. “Pekerjaan pembinasaan Setan itu untuk selama-lamanya berakhir. Selama 6000 tahun ia telah melaksanakan kehendaknya, memenuhi bumi ini dengan sengsara dan menimbulkan kesedihan di seluruh alam semesta. -- Great Controversy, p. 573.
  3. “Selama 4000 tahun Kristus bekerja bagi pengangkatan manusia, sedangkan Setan mengusahakan kehancuran dan kehinaannya. Dan seluruh alam semesta menyaksikan sekaliannya.” -- The Desire of Ages, p. 759.
  4. ”Dalam tahun 31 TM, tiga setengah tahun sesudah baptisanNya, Tuhan kita telah disalibkan. Dengan korban yang besar itu yang dipersembahkan di Golgotha, berakhirlah upacara mengenai berbagai persembahan korban yang selama 4000 tahun telah menunjuk ke depan kepada Anak Domba Allah. -- Great Controversy, p. 327, 328.
  5. “Orang-orang Yahudi menghendaki sebuah kerajaannya sendiri, yaitu sebuah kerajaan dari dunia ini (orang suci dan orang berdosa di dalamnya). Mereka  menghendaki sebuah kerajaan di bumi, bukan di dalam sorga. Apalagi, mereka menghendakinya 2000 tahun lebih cepat daripada yang direncanakan. Secara bertentangan (ironisnya) dalam masa pendirian kembali kerajaan itu sekarang ini, ORGANISASI mengambil sikap sebaliknya : ia menghendaki sebuah kerajaan di dalam sorga, bukan di bumi.” -- Timely Greetings (Amaran Sekarang), vol. 1 No. 15, p. 20.
  6. “Sewaktu Anak Manusia dalam kemenanganNya mengendarai (seekor keledai) memasuki Jerusalem, mereka (orang-orang Yahudi) menghendaki Dia supaya dimahkotai sebagai Raja. Orang banyak itu berkerumun datang dari semua daerah sekeliling, lalu berseru dan berteriak: Hosannah bagi Putera Daud. -- Matius 21 : 9 – Life Sketches, p 62.                     Perlu diketahui bahwa untuk memulai misiNya Yesus telah datang kepada Yahya pembaptis dalam tahun 27 TM yang lalu untuk dibaptis. Setelah Yahya mengetahui bahwa yang dibaptis itu adalah Yesus, Messias yang telah ditunggu-tunggu itu, maka ia kemudian telah menghotbahkan kepada semua bahkan memberitakan bahwa Yesus akan mendirikan KerajaanNya. Selanjutnya dalam tahun yang sama itu juga orang-orang Yahudi lalu mempersiapkan sebuah penyambutan yang sangat meriah sebagaimana yang telah ditulis didalam injil Matius 21.
  7. “Dari titik itu pada bagan (berakhirnya masa kasihan) sampai kepada kedatangan Kristus yang kedua kali dan permulaan dari seribu tahun millennium itu, akan ada lima belas bulan yaitu “satu musin dan satu masa”. (Daniel 7 : 11, 12). -- Tongkat Gembala Jilid 2 halaman 234.

Penjelasan :

Sesuai dengan kata-kata Ny. White pada buku The Great Controversy (Kemenangan Akhir) yang menjadi dasar pemikiran kita di atas, yang menyebutkan bahwa “kita diberi petunjuk” mengandung arti bahwa sebelum kita diperintahkan dan diwajibkan untuk mengetahui kapan kedatangan Nya itu kelak (oleh karena Ny. White belum mengetahui akan adanya sesuatu kedatangan Yesus sebelum kedatangannya yang kedua kali, yaitu kedatangan ke kaabahnya, maka kata-kata tersebut tak dapat tiada berlaku juga kepada kedatangan Yesus ke kaabahnya tersebut – karena hal itulah bagi kita yang menentukan dan bila kita abaikan dapat membuat nasib kita sama dengan orang-orang di zaman Nuh dahulu), Ny. White dan V. T. Houteff telah memberikan petunjuk-petunjuknya melalui tulisan-tulisannya,

V. T. Houteff dan Ny. White mengatakan :

“… sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala (terbitan resmi dari persekutuan Davidian masehi Advent hari Ketujuh), kita harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. -- Kepercayaan Dasar Davidian MAHK, hal. 27.

“Para anggota dari sidang Allah perlu diberikan petunjuk dan dididik, baris demi baris sebagai suatu kelas dari Alkitab, Sembilan Puluh persen dari umat kita, termasuk banyak guru-guru dan pendeta-pendeta kita sudah merasa puas dengan kebenaran-kebenaran yang dangkal…… Saya menyerukan kepada Saudara – Saudaraku dalam nama Tuhan agar masukkanlah penggalimu itu lebih dalam lagi ke dalam tambang-tambang kebenaran” -- Ms. 35, 1901.

“Banyak yang sedang melayani sebagai pendeta perlu menyelidiki Firman. Galilah  dalam-dalam untuk mendapatkan kebenaran itu. Mohon kepada Tuhan untuk mendapatkan pengertian terhadap FirmanNya. Mereka yang merasa memerlukan bantuan khusus dari Allah dapat memohon kepadaNya. Sumber dari semua hikmah pengetahuan itu untuk mengisi semua kebutuhan mereka. Mohon kepadaNya untuk menerangi pengertianmu agar dapat engkau mengerti bagaimana memberikan terang kepada orang lain. Ingatlah selalu hal itu. Jangan sekali merasa puas dengan hanya sebagian pengetahuan akan kebenaran.” -- Ms. 174, 1899, pp. 7, 8 dikutip dari Manuscript release, vol. 1, p. 38.

“Oleh menggunakan gambar-gambar bagan, lambang-lambang dan berbagai macam peragaan, maka Pendeta dapat membuat kebenaran itu tampak jelas dan nyata. Inilah alat Bantu yang sesuai dengan Firman Allah”. -- Gospel Workers, p. 355.

Maka karena telah ditugaskan oleh Ny. White dan V. T. Houteff tersebut, para penginjil, gembala dan guru merangkai dan menuangkannya dalam perhitungan dan bagan agar mudah dipahami. Kemudian dengan telah dibukakannya petunjuk-petunjuk tersebut kepada kita maka keseluruhannya itu menjadi tanggungjawab kita untuk memahaminya dan merupakan bagian dari makanan pada waktunya.

Lebih jauh lagi setelah kita mempelajari buku Pehukuman dan Penuaian (halaman 48), terdapat bagan yang diberikan oleh V. T. Houteff dalam menjelaskan mengenai penuaian akhir zaman yang dipersamakan dengan penuaian alamiah tahunan, walaupun secara tertulis Ia tidak memberikan penjelasan secara rinci dari bagan tersebut namun di dalam bagan ditunjukkan kepada kita bahwa terjadinya kegenapan Yehezkiel 9 adalah antara bulan September dan Oktober.

Contoh untuk Renungan :

Mengingat kepada bagaimana Tuhan mengendalikan umatNya dimasa lalu dimana tidak pernah Tuhan secara langsung memberitahukan sesuatu hal kepada umatNya melainkan mereka diperintahkan untuk mencari tahu atau menyelidiki sendiri dan karena kita merupakan contoh saingan bangsa Israel yang keluar ke tanah kanaan, kepada kita diberikan contoh terhadap hal tersebut yaitu antara lain tertulis dalam Yusak 7 : 13, 24, 25:

“Tuhan berfirman: “Ada sesuatu yang terkutuk di tengah-tengahmu, hai Israel tiada dapat kamu tahan berdiri di hadapan musuh-musuhmu, sebelum kamu membuang perkara yang terkutuk itu dari antaramu ……… Maka diambil oleh Yosua dan segenap orang Israel bersamanya akan Akhan ………berikut semua yang dimilikinya ……… lalu segenap orang Israel melontari dia dengan batu”.

Ucapan Tuhan tersebut diberikan oleh karena bangsa Israel mengalami kekalahan dari bangsa Ai dikarenakan terdapat suatu kutuk diantara bangsa Israel, kita tahu dari cerita tersebut sebenarnya Tuhan dapat saja langsung memberi tahukan kepada mereka siapa yang merupakan suatu kutuk dalam bangsa Israel tersebut agar dapat ia dan keluarganya langsung dibinasakan namun bukan itu cara Tuhan bekerja, pada waktu mereka mengalami kekalahan Tuhan hanya memberikan petunjuk mengenai adanya sesuatu yang terkutuk diantara mereka dan kemudian Yoshua memerintahkan untuk mencari dari antara suku-suku bangsa Israel, akhirnya ditemukan dari suku bangsa Yehuda seseorang bernama Akhan yang merupakan kutuk itu.

Dan demikian pula halnya dengan kita sekarang (Israel modern), sesuai dengan kata-kata dasar pemikiran diatas bahwa Tuhan tidak tidak mau memaksakan kepatuhan Seseorang kepada suatu kebenaran, melainkan Ia telah memberikan akal pikiran yang sehat untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya, dan sekaligus dengan cara tersebut Ia membiarkan adanya perselisihan yang akhirnya merupakan penyaringan-penyaringan untuk memperoleh umat yang benar-benar bergantung hanya kepada FirmanNya, sebagaimana dikatakan Ny. White berikut :

“Allah akan membangunkan umat-Nya, jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang saling bertentangan akan masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, memisahkan sekam dari pada gandum. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada FirmanNya supaya bangun daripada tidur mereka. Terang yang berharga sudah datang, yang sesuai bagi masa ini.” -- 5 Testimonies, p. 707.


 

******