“Siapakah yang akan diajarinya pengetahuan? Dan siapakah yang akan dibuatnya mengerti doktrin ?” Jesaya 28 : 9



Matius 11 : 13
“Karena semua nabi-nabi dan hukum
Bernubuat  sampai kepada tampilnya Yahya.”

 

Nabi-nabi yang dimaksud di atas ialah para nabi Wasiat Lama, dan Hukum yang dimaksud ialah hukum upacara bayangan dari nabi Musa. Sekaliannya itu terdapat di dalam Wasiat Lama. Jadi hendaklah selalu diingat, bahwa selama dalam masa periode Wasiat Lama nabi-nabi Wasiat Lama dan hukum upacara bayangan dari nabi Musa, telah mempersiapkan bagi kita berbagai nubuatan-nubuatan Alkitab, yang baharu di akhir zaman sekarang inilah sekaliannya itu diungkapkan pengertiannya menggenapi nubuatan Amos 3 : 7 yang mengatakan : “BAHWA SESUNGGUHNYA TUHAN HUWA TIDAK MAU BERBUAT APA-APA MELAINKAN DIUNGKAPKANNYA RAHASIA-NYA KEPADA PARA HAMBANYA, YAITU N A B I – N A B I.”

Jadi, sekalipun dunia Kristen di akhir dunia sekarang ini tidak banyak lagi mengenali n a b i – n a b i akhir zaman itu, yang telah mengungkapkan bagi kita berbagai rahasia Allah di dalam ROH NUBUATAN, kita harus yakin bahwa seluruh rahasia dari nubuatan-nubuatan para nabi Wasiat Lama, buku Wahyu, dan berbagai perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru itulah yang telah diungkapkan di dalam ROH NUBUATAN bagi kita. Dan sekaliannya itulah yang harus dipatuhi sebagai peraturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat. Bacalah Ulangan 29 : 29.

Salah seorang nabi Wasiat Lama yang paling banyak bernubuat perihal permasalahan kita di akhir zaman ini adalah n a b i Jesaya. Nabi Tuhan ini hidup kira-kira di antara 600 – 500 tahun sebelum Tarikh Masehi. Ucapannya yang paling terkenal, yang kini menjadi alat penguji iman kita ialah :  “AKAN HUKUM TORAT DAN AKAN KESAKSIAN : JIKA MEREKA BERBICARA TIDAK SESUAI DENGAN PERKATAAN INI, ITU ADALAH KARENA SEBAB TIDAK ADA TERANG DI DALAM MEREKA.” – JESAYA 8 : 20.

Hukum Torat dan Kesaksian adalah landasan iman umat Allah pada segala zaman. Torat ialah Undang-Undang Dasar Kerajaan Allah, dan Kesaksian ialah Kesaksian Jesus yang berisikan Peraturan-Peraturan Pelaksanaan dari Undang-Undang Dasar itu. Undang-Undang Dasar itu adalah produk buatan Allah Bapa, sedangkan Peraturan-Peraturan Pelaksanaan itu adalah produk buatan Jesus. Di dalam Wasiat Baru Kesaksian itu dikenal dengan nama Kesaksian Jesus, dan setelah semua rahasia Allah terungkap di akhir zaman sekarang ini, maka nama Kesaksian Jesus itu kembali berkembang menjadi ROH NUBUATAN menggenapi nubuatannya pada Wahyu 19 : 10. (Bag. Akhir).

Satu lagi nabi Wasiat Lama yang tulisan nubuatannya adalah sangat penting bagi kita, ialah nabi Daniel. Kepada nabi yang sangat dikasihi Tuhan itu malaikat Jibrail mengatakan :

“Pergilah Daniel, karena semua perkataan itu tertutup dan tersegel sampai di akhir zaman. Banyak orang akan disucikan, dan diputihkan, dan diuji, tetapi orang jahat akan makin melakukan kejahatan, dan tidak seorangpun dari orang-orang jahat akan mengerti, melainkan orang-orang yang bijaksana yang akan mengerti.” -- Daniel 12 : 4, 9 – 10.

Kita semua memahami, bahwa buku Daniel itu hanya dirahasiakan Tuhan sampai di akhir zaman. Karena kita sekarang sudah berada di akhir zaman, maka buku Daniel berikut pelengkapnya buku Wahyu sudah akan seluruhnya terungkap pengertiannya di dalam ROH NUBUATAN oleh perantaraan nabi-nabi akhir zaman. Jadi, orang-orang Kristen di akhir zaman yang masih saja melalaikan buku Daniel dan buku Wahyu pelengkapnya itu, mereka sudah akan melalaikan juga berbagai  buku nubuatan Wasiat Lama lainnya, dan mereka sudah akan masuk kategori orang-orang jahat yang tidak mungkin lagi mengerti untuk dapat disucikan, diputihkan  dan diuji. 

Wahyu 3 : 14 -  22 meramalkan
Penolakan General Conference tahun 1888 di Minneapolis terhadap Pekabaran Malaikat Wahyu 18 : 1 pada kedatangannya yang pertama

Yahya Pewahyu mengatakan :
“Dan kepada malaikat sidang jemaatnya orang-orang Laodikea tuliskanlah sebagai berikut: “Segala perkara ini,” demikian kata Dia yang bernama Amin, Saksi yang setia dan benar itu, permulaan dari ciptaan Allah itu, “Aku tahu semua perbuatanmu, bahwa engkau itu adalah dingin tidak hangatpun tidak. Aku ingin engkau dingin atau hangat. Oleh sebab itu karena engkau adalah s u a m, dan dingin tidak hangatpun tidak, maka Aku hendak meludahkan kamu keluar dari dalam mulut-Ku. Sebab katamu: Aku adalah kaya, dan terus bertambah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi. Padahal tidak engkau ketahui bahwa engkau adalah orang yang malang, dan sengsara, dan miskin, dan buta dan bertelanjang.” -- Wahyu 3 : 14 – 17.
 
Karena penolakan tahun 1888 itulah, maka kondisi kerohanian dari General Conference of SDA berikut semua pendetanya sebagai malaikat sidang jemaat Laodikea jatuh merosot menjadi dingin tidak hangatpun tidak, atau tegasnya s u - a m. Bagian terbesar Sidang Jemaat Laodikea kini ikut terlibat dalam dosa-dosanya itu. Sekalipun demikian, kesempatan untuk kembali bertobat masih terbuka, sebab Yesus masih menawarkan  kepadanya  sekali lagi jalan keluarnya sebagai berikut:

“Aku menasehati kamu supaya membeli kepada-Ku emas yang sudah teruji di dalam api, supaya kamu dapat menjadi kaya, dan pakaian putih, supaya kamu dapat berpakaian dan supaya malu ketelanjanganmu itu tidak tampak, dan supaya menggosok matamu dengan salp mata supaya engkau dapat melihat. Seberapa banyak orang yang Kukasihi Aku tegor dan hajar; maka sebab itu bergairahlah dan bertobat. Tengoklah, Aku berdiri di depan pintu, dan mengetok. ……………”Wahyu 3 : 18 –  20.

Adanya tawaran emas, pakaian putih, dan salp mata itu sesungguhnya s a m a  s a j a dengan adanya Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani yang disampaikan oleh hamba Tuhan Nyonya White di dalam majalah Review and Herald tgl. 25 Pebruari 1902. Nyonya White sendiri ternyata belum berhasil merealisasikannya bagi kita sampai kepada saat kematiannya dalam tahun 1915.

Oleh karena itu, maka oleh datangnya kembali pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu bersama nabi Victor T. Houteff dalam tahun 1929 merealisasikan Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itu sampai tahun 1935 yang lalu, maka lengkaplah Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itu ditawarkan kepada General Conference of SDA sebagai malaikat sidang jemaat Laodikea di akhir dunia sekarang ini.

Oleh karena itu, maka setelah Seruan Reformasi Rohani itu berhasil menata kembali Organisasi General Conference of SDA di Waco, Texas, dalam tahun 1935, maka genaplah ucapan Jesus, bahwa malaikat sidang jemaat Laodikea yang melambangkan Organisasi General Conference of SDA berikut semua pendeta-pendetanya  di  bumi  ini  sudah  akan  d i l u - d a h k a n  untuk s e l a m a – l a m a n y a. Sorga dan seluruh penghuninya tidak akan lagi mengakui adanya malaikat sidang jemaat Laodikea, yang melambangkan General Conference of SDA berikut pendeta-pendetanya di bumi ini, untuk mewakilinya.

Bagaimanakah n a s i b 
orang-orang Laodikea yang telah menjadi pengikut setia malaikat sidangnya selama ini ?

Karena masa kasihan masih belum berakhir di dalam sidang pengadilan di dalam kaabah kesucian sorga, maka berarti setiap orang baik pendeta-pendeta yang selama ini terus menentang reformasi, ataupun para anggota biasa, pengikut setia dari pendeta-pendeta itu, yang selama ini terus menolak berbagai nubuatan Daniel dan Wahyu yang ditawarkan kepadanya, atau siapapun juga yang mungkin selama ini sudah dianggap suci karena pengabdiannya, Tuhan Allah masih terus menawarkan emas, pakaian putih dan salp mata. Untuk itulah, maka sejak jauh-jauh hari sebelumnya nabi Jesaya telah menubuatkannya sebagai berikut :

“SIAPAKAH YANG AKAN DIAJARINYA PENGETAHUAN ? DAN SIAPAKAH YANG AKAN DIBUATNYA MENGERTI DOKTRIN ? MEREKA YANG LEPAS SUSU, DAN YANG BERHENTI MENETEK PADA IBUNYA. KARENA PERATURAN HARUS BERTAMBAH PERATURAN, PERATURAN TAMBAH PERATURAN, BARIS DEMI BARIS, BARIS DEMI BARIS ; DI SINI SEDIKIT, DAN DISANA SEDIKIT. KARENA DENGAN BIBIR-BIBIR YANG BERGAGAPAN DAN DENGAN SUATU BAHASA YANG LAIN I A AKAN BERBICARA KEPADA BANGSA INI. KEPADA MEREKA IA AKAN MENGATAKAN : INILAH PERHENTIAN DENGAN MANA ENGKAU DAPAT MEMBUAT ORANG YANG LETIH LESU  BERISTIRAHAT; DAN INILAH PENYEGARAN, TETAPI MEREKA ITU TIDAK MAU MENDENGARKANNYA. TETAPI FIRMAN TUHAN BAGI MEREKA ITU ADALAH PERATURAN BERTAMBAH PERATURAN, PERATURAN DEMI PERATURAN ; BARIS DEMI BARIS, BARIS DEMI BARIS, DI SINI SEDIKIT DAN DISANA SEDIKIT ; AGAR SUPAYA MEREKA DAPAT PERGI, DAN JATUH KEBELAKANG, DAN HANCUR, DAN TERJERAT, DAN TERTANGKAP.“ --- Jesaya 28 : 9 – 13.   (Terjemahan yang lebih pas dari Alkitab King James Version).

Karena nubuatan dari nabi Jesaya, sebagaimana juga dengan nubuatan-nubuatan lainnya dari nabi-nabi Wasiat Lama, sekaliannya itu baharu akan digenapi dan berlaku di akhir zaman ini, maka ucapan nubuatan Jesaya pasal 28 itu sudah seharusnya dimengerti sebagai berikut :

 

  1. Pengetahuan dan Doktrin itu tak dapat tiada dimaksud kepada Hukum Dasar Torat sebagai Undang-Undang Dasar d a n Alkitab dan ROH NUBUATAN sebagai peraturan-peraturan pelaksanaannya.
  2. Orang-orang MAHK yang pernah dilahirkan kembali / dibaptis oleh ibu-ibu mereka / pendeta-pendeta atau malaikat sidang jemaat Laodikea; apabila mereka itu mau diajari pengetahuan dan dibuat mengerti  doktrin, mereka harus lepas susu dan berhenti menyusu pada ibu-ibu itu, artinya mereka harus stop bergantung pada khotbah-khotbah dan pelajaran-pelajaran Sekolah Sabat yang sudah usang dan tidak lagi menyelamatkan itu. Ingat ! Nubuatan Zakharia 4 : 6 : “Bukan oleh kekuatan (pendeta dan khotbah-khotbahnya), bukan juga oleh kekuasaan (Organisasi General Conference dan Sekolah-Sekolah Sabatnya), melainkan oleh ROH-KU (pada ROH NUBUATAN).” (Tambahan dari kami penulis).
  3. Hukum Allah, Alkitab, dan ROH NUBUATAN akan diajarkan kepada mereka itu peraturan bertambah peraturan, peraturan bertambah peraturan, peraturan demi peraturan, peraturan demi peraturan, baris demi baris, baris demi baris, di sini sedikit di sana sedikit.
  4. Akan ada seseorang yang akan menyampaikan Pengetahuan dan Doktrin itu kepada bangsa ini, maka yang dimaksud dengan bangsa ini tak dapat tiada adalah umat Allah dari sidang jemaat Laodikea di akhir zaman sekarang ini. Yaitu mereka yang mau melepaskan diri dari bawah malaikat sidang jemaat Laodikea, ibu mereka yang sejak mulanya telah melahirkan/membaptis mereka ke dalam sidang jemaat Laodikea atau Gereja MAHK.
  5. Dengan bibir-bibir yang bergagapan dan dengan suatu bahasa yg lain I a  akan berbicara kepada bangsa ini.  Karena “bangsa ini” itu sudah diketahui melambangkan umat MAHK dari sidang jemaat Laodikea, maka  orang yang dimaksud tak dapat tiada adalah hamba Tuhan nabi Victor T. Houteff, seorang warga Negara Amerika Serikat keturunan Bulgaria yang sejak mulanya telah menyampaikan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu di Amerika Serikat dalam bahasa Inggris, yang bukan bahasanya sendiri.


“KARENA DENGAN BIBIR-BIBIR YANG BERGAGAPAN DAN DENGAN SUATU BAHASA YANG LAIN I A AKAN BERBICARA KEPADA BANGSA INI. KEPADA MEREKA IA AKAN MENGATAKAN :  INILAH PERHENTIAN DENGAN MANA ENGKAU DAPAT MEMBUAT ORANG YANG LETIH LESU BERISTIRAHAT; DAN INILAH PENYEGARAN, TETAPI  MEREKA ITU TIDAK MAU MENDENGARKANNYA. TETAPI FIRMAN TUHAN BAGI MEREKA ITU ADALAH PERATURAN BERTAMBAH PERATURAN, PERATURAN DEMI PERATURAN ; BARIS DEMI BARIS, BARIS DEMI BARIS, DI SINI SEDIKIT DAN DISANA SEDIKIT ; AGAR SUPAYA MEREKA DAPAT PERGI, DAN JATUH KEBELAKANG, DAN HANCUR, DAN TERJERAT, DAN TERTANGKAP.“ --- Jesaya 28 : 9 – 13.

Saudara !  Hamba Tuhan nabi Victor T. Houteff sudah datang sebagai nabi akhir zaman yang terakhir sejak tahun 1929 yang lalu. Dan dialah yang telah menggabungkan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 ke dalam ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10. (bagian akhir). ROH NUBUATAN yang berisikan seluruh peraturan pelaksanaan dari Sepuluh Perintah Torat itu akan memberikan “PERHENTIAN” bagi kita semua umat Laodikea yang sudah letih lesu karena dibesarkan oleh susu-susu yang tidak pernah diganti dengan makanan keras di akhir zaman ini. Bahkan bukan hanya itu, sebab ROH NUBUATAN itu juga merupakan “PENYEGARAN” bagi kita, bukan ?

Tetapi sayang seribu sayang, sebab malaikat sidang jemaat Laodikea atau General Conference of SDA dan semua pengikut setianya tidak mau mendengarkannya. Mereka tetap tidak mau menyambut pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 berikut jurukabarnya Houteff sebagai nabi akhir zaman yang terakhir. Sekalipun nabi E.G. White sendiri sebagai pendiri Gereja MAHK kita sudah menegaskan :

“Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan dorongan kepada pekabarannya. Kuasa besar dan kemuliaan telah diberikan kepada malaikat itu, maka sementara ia turun bumi akan diterangi oleh kemuliaannya. ……. Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan kepada malaikat yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” -- Early Writings, p. 277.

Nabi Jesaya dalam ucapan nubuatannya di atas menegaskan, bahwa sekalipun malaikat sidang jemaat Laodikea dan semua pengikut setianya terus saja menolak mendengarkan Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani dari hamba pilihan Allah yang sederhana itu, “FIRMAN TUHAN BAGI MEREKA ITU ADALAH PERATURAN BERTAMBAH PERATURAN, PERATURAN DEMI PERATURAN ; BARIS DEMI BARIS, BARIS DEMI BARIS, DI SINI SEDIKIT DAN DISANA SEDIKIT ; AGAR SUPAYA MEREKA DAPAT PERGI, DAN JATUH KEBELAKANG, DAN HANCUR, DAN TERJERAT, DAN TERTANGKAP.“ --- Jesaya 28 : 9 – 13.

Artinya, apabila FIRMAN TUHAN itu bagi kita akan mendatangkan PERHENTIAN dan PENYEGARAN, maka FIRMAN yang sama itu juga pada akhirnya akan membawa petaka bagi mereka ; mereka pergi untuk jatuh ke belakang, dan hancur, dan terjerat dan tertangkap. Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White mengingatkan : 

“Para p e n d e t a  dan  u m a t  hendaknya ingat, bahwa kebenaran Injil itu akan membinasakan jika ia gagal menyelamatkan.“ -- Testimonies, vol. 5, p. 134.

Artinya, semua orang yang l a l a i  menyambut seruan nabi Jesaya di atas, mereka sebagai umat Laodikea sudah akan pergi meninggalkan umat Laodikea lainnya, lalu jatuh ke belakang dan tertangkap untuk selanjutnya dibantai pada kegenapan nubuatan Jesaya 66 : 16 – 19 dan Jehezkiel pasal 9 yang akan datang. 

Kesimpulan Akhir

Dalam bahasa nubuatan nabi Jesaya membuat pertanyaan : “SIAPAKAH YANG AKAN DIAJARINYA PENGETAHUAN ? DAN SIAPAKAH YANG AKAN DIBUATNYA MENGERTI DOKTRIN ?” Nabi itu sendiri menjawabnya : “MEREKA YANG LEPAS SUSU, DAN YANG BERHENTI MENETEK PADA IBUNYA.” Karena nubuatan ini baharu akan diungkapkan dan berlaku di akhir zaman sekarang ini, maka setelah dilahirkan / dalam arti dibaptis ke dalam Sidang Jemaat Laodikea dan setelah dibesarkan oleh susu ibu untuk sekian lamanya, maka orang seharusnya sudah beralih kepada makanan keras untuk kelak bertumbuh dewasa. Namun karena makanan keras belum pernah tersedia, dan susu ibu yang adapun sudah tidak lagi bemutu bagi pertumbuhan, maka tidaklah mengherankan apabila hamba Tuhan Nyonya White pernah mengatakan : “Banyak  dari mereka yang nama-namanya tercatat pada buku-buku sidang adalah bukan orang-orang Kristen.” --- Review & Herald, May 21, 1901. Artinya, banyak sekali baptisan yang diberikan kepada orang-orang luar selama ini tidak berhasil merobah status mereka dari b u k a n  u m a t Allah kepada umat Allah. Untuk inilah Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Tuhan tidak bekerja pada waktu ini untuk membawa banyak jiwa kepada kebenaran, sebab adanya anggota-anggota gereja yang belum pernah bertobat, dan mereka yang pernah bertobat namun sudah jatuh kembali. Pengaruh apakah dari para anggota yang tidak berserah diri ini bagi orang-orang yang baru bertobat? Tidakkah mereka itu menyia-nyiakan pekabaran karunia Allah yang justru harus dibawa oleh umat-Nya?” --  6 Testimonies, p. 371.
 
“Ada    b a n y a k    p e n d e t a   y a n g    b e l u  m    p e r n a h     b e r t o - b a t ….. Kristus tidak tinggal di dalam hati mereka oleh iman.”Review and Herald, vol. 2, p. 337.

Emas, pakaian putih, dan salp mata, yang oleh nabi Jesaya dinyatakan sebagai PENGETAHUAN dan DOKTRIN itu, sesungguhnya tidak lain daripada hanya HUKUM TORAT dan KESAKSIAN  JESUS  itu saja. HUKUM ialah Sepuluh Perintah ALLAH, yaitu Undang-Undang Dasar Kerajaan Allah yang tidak pernah berubah sepanjang zaman. KESAKSIAN JESUS itulah yang telah berubah-ubah dan berkembang sampai di akhir dunia sekarang ini menjadi ROH NUBUATAN, yaitu ALKITAB yang telah diinterpretasikan seluruh i s i n y a  ke dalam ROH NUBUATAN oleh nabi-nabi akhir zaman, sesuai yang telah dinubuatkan di dalam Zakharia pasal 4 dan Amos 3 : 7.

PENGETAHUAN DAN DOKTRIN yang juga merupakan emas, pakaian putih, dan salp mata, yang terdiri dari HUKUM T O R A T  DAN  ROH NUBUATAN  itu baharu dapat kita terima, apabila persyaratan utamanya dipenuhi, yaitu apabila kita mau berhenti menetek pada ibu. Artinya, hanya apabila kita mau sepenuhnya berhenti bergantung pada malaikat sidang jemaat Laodikea atau General Conference of SDA dan pendeta-pendetanya. Namun karena ternyata himbauan Jesus melalui ucapan nabi Jesaya itupun belum juga mau dipatuhi sampai kepada saat ini, maka nabi Jeremiah secara lebih tegas lalu mengatakan :

“Demikianlah firman Tuhan : Terkutuklah orang yang menaruh harap pada manusia dan yang membuat manusia menjadi tempat sandarannya, dan yang hatinya beralih daripada Tuhan …….. Jeremiah 17 : 5.

Sementara Tuhan kini memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya, maka melalui g u r u – g u r u pilihan-Nya sendiri, seluruh umat yang sudah berhenti menetek pada ibu mereka yang kini tercerai berai di sana sini dalam kelompok-kelompok kecil di seluruh Davidian MAHK, semua  mereka akan dibuat sehati sepikir, sepakat dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Dengan demikian inilah, maka semua umat yang masuk kategori “s e k a m“ yang masih ada di antara umat Davidian MAHK sudah akan tersingkir keluar dengan sendirinya.  Lalu  kemudian daripada itu nubuatan Jeheskiel pasal 9 atau Jesaya 66 : 16 – 19 itu sudah akan segera digenapi. Demikian itulah, maka Pembersihan Sidang Jemaat Laodikea yang sudah lama ditunggu-tunggu itu akan segera digenapi. Muncullah umat pilihan Allah yang 144.000 itu ke atas pentas sejarah dunia. Lalu genaplah ucapan d o a setiap umat Kristen sesuai yang diajarkan sendiri oleh Jesus sejak dahulu : Datanglah Kerajaan-MU dan Jadilah Kehendakmu di bumi ini seperti halnya di dalam sorga ….. !. 



******