Permasalahan

Kita Dari Engedi sampai

ke Eneglaim

 

 

 

 

 

Penjelasan gambar bagan 

  1. Doktrin Tongkat Gembala bersama nabi Houteff pertama kali datang dalam 1929 di Los Angeles, California, USA. Langsung ditolak oleh Organisasi General Conference of SDA.
  2. Tahun 1935 nabi Houteff berikut semua pengikutnya pindah ke Waco, Texas, lalu mendirikan General Association of Davidian SDA di sana, yang juga dikenal dengan nama : The Mount Carmel Center of Davidian SDA atau Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas.
  3. Pekabaran Tongkat Gembala dibangun semenjak dari tahun 1929 di Los Angeles, California, sampai tahun 1955 di Waco, Texas. Dalam tahun 1955 inilah nabi Houteff meninggal dunia, sesudah seluruh pekabaran Tongkat Gembalanya atau pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 sepenuhnya bergabung dengan Roh Nubuatan atau pekabaran Malaikat Yang Ketiga dari Ny. White di dalam ROH NUBUATAN.
  4. Dalam tahun 1954, Tuhan Allah telah menugaskannya untuk menulis di dalam The Symbolic Code / 10 SC 1 : 3 – 6 (Sept 1954) agar menjual seluruh harta kekayaan Pusat Gunung Karmel  dimulai dari harta kekayaan yang kelebihan.
  5. Tahun 1955 nabi Houteff meninggal dunuia. Organisasi Pusat Gunung Karmel lalu diteruskan oleh Nyonya Houteff sebagai Vice President yang dibantu oleh rekan-rekan pekerjanya yang masih ada.
  6. Tahun 1962 Pusat Gunung Karmel milik Allah yang dibangun oleh hambaNya Houteff itu dilikwidasi dan dijual kepada Gereja Presbyterian.
  7. Karena tidak ada lagi sesuatu petunjuk apapun dari Tuhan Allah melalui hamba-Nya nabi Houteff maupun oleh Nyonya White ataupun melalui sesuatu perkataan nubuatan dari para nabi Wasiat Lama ataupun dari sesuatu perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru, untuk membangun kembali Pusat Gunung Karmel itu kemudian, maka jelaslah terbukti bahwa bubarnya Pusat Gunung Karmel di Waco. Texas dalam tahun 1962 itu sudah akan berlaku untuk kekal selamanya.
  8. Sekalipun demikian, nasib dari umatNya sesudah ditinggal mati oleh nabi Houteff dalam tahun 1955 itu tidak begitu saja diterlantarkan, sebab sudah sejak jauh-jauh hari sebelumnya dinubuatkan oleh nabi Zakariah 13 : 6 dan 7, dan telah diramalkan oleh hamba Tuhan Nyonya White sebelumnya di dalam bukunya yang berjudul  TESTIMONIES TO MINISTERS, P. 300.
  9. Nabi Zakariah dan Nyonya White telah memberi jaminannya yang pasti, bahwa sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955, maka semenjak itu sampai kepada Hari Tuhan yang Besar dan mengerikan yang akan datang apabila nubuatan Jehezkiel 9 digenapi, Tuhan Allah sudah akan memegang sendiri kendali pemerintahan di dalam tanganNya. 
  10. Tuhan Allah sudah akan bekerja dengan suatu cara yang lain daripada yang biasanya melalui Organisasi Pusat di Amerika Serikat. Tuhan Allah akan bekerja melalui kelompok-kelompok organisasi yang kecil-kecil, yang akan dipimpin oleh guru-guru pilihanNya sendiri yang tidak lagi dikenal oleh karena peresmian mereka itu di bawah tumpangan tangan. 

Waspadalah !

Segera setelah nabi Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955 yang lalu, maka telah berdiri beberapa Markas Besar Pusat Gunung Karmel di Amerika Serikat, antara lainnya sebagai berikut :  

              Pusat Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di Elk, Texas

              Pusat Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di Salem, Carolina Selatan

              Pusat Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di Mountain Dale, New York,

              Pusat Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di Waco, Texas.

Pusat Davidian MAHK yang berlokasi di Waco, Texas, sekarang ini adalah yang terakhir didirikan dalam tahun 1991, setelah lokasi yang lama berhasil dibeli kembali dari Gereja Presbyterian dalam tahun 1991.

Semua mereka pendiri organisasi – organisasi Pusat di atas bersikukuh, bahwa pendirian organisasi-organisasi mereka itu adalah sah secara hukum, sebab sekaliannya itu telah didirikan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dari Buku Keimmamatan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh yang dibuat sendiri oleh nabi Houteff.

Padahal  mereka tidak menyadari, bahwa tidak ada satupun petunjuk dari nabi, baik itu dari hamba Tuhan Houteff ataupun Nyonya White, ataupun dari berbagai perkataan nubuatan yang pasti dari nabi-nabi Wasiat Lama yang mewajibkan pendirian kembali Pusat Davidian MAHK itu setelah nabi Houteff meninggal dunia. Bahkan mereka sedikitpun belum juga menyadari bahwa pekabaran Tongkat Gembala sebagai pekabaran dari Panggilan Jam Kesebelas tidak akan pernah berhasil menyelamatkan Organisasi Pusat Davidian manapun juga di akhir zaman ini, sebab Panggilan Jam Ke-sebelas itu khusus bagi para penganggur di Pasar. Artinya, hanya diperuntukkkan bagi penyelamatan para anggota Gereja, bukan bagi penyelamatan Organisasinya.

Sementara itu semua Pusat Davidian MAHK di atas kini berlomba-lomba untuk mengajarkan pekabaran Tongkat Gembala itu dengan sebaik-baiknya, bahkan dengan semurni-murninya supaya organisasi-organisasi mereka dapat dikagumi sebagai para pemimpin yang berada di bawah kendali dari Roh Kebenaran.

Oleh sebab itu, maka waspadalah Saudara-Saudara Pencari Kebenaran yang kekasih !

Ingatlah selalu, bahwa sekalipun semua pekabaran Tongkat Gembala yang dibawakan oleh Pusat-Pusat Davidian MAHK yang disebut di atas sudah b e n a r dan tidak terbantahkan, namun organisasi-organisasi mereka itu pada akhirnya akan binasa menjadi “garam”. Ingatlah pada nasib isteri Lot yang pada akhirnya binasa menjadi tiang garam.

Contoh dari Rawa-Rawa dan tempat-tempat yang berlumpur dalam dari sungai besar nubuatan Jehezkiel 47

Perlu sekali diketahui, bahwa yang diceriterakan kepada kita perihal sungai dari nubuatan Jehezkiel pasal 47 itu adalah terutama perihal peristiwa-peristiwa contoh-saingan yang masih akan digenapi di depan. Sesuai dengan nubuatan itu, maka kita sekarang berada dalam masa periode dari “ENGEDI” atau sidang jemaat Laodikea. Sedangkan semua yang diramalkan pada contoh saingannya yang akan datang ialah dalam masa periode dari “ENEGLAIM”.  

Penyelamatan jiwa-jiwa di ENEGLAIM yang akan datang dilakukan oleh mereka 144.000 itu, yaitu apabila pekabaran Tiga Malaikat kelak diberitakan dengan seruan keras kepada dunia. Hasilnya kelak berupa air-air yang tidak lagi terukur tingginya, sehingga harus diarungi secara berenang. Itulah mereka yang dinubuatkan pada Wahyu 7 : 9, yaitu rombongan besar orang banyak yang tak terhitung banyaknya. Tetapi sebaliknya nabi itu mengatakan :

“Tetapi tempat-tempat yang berlumpur dalam dan tempat-tempat yang berawa-rawa tidak akan disembuhkan; sekaliannya itu akan dibiarkan menjadi garam.” (Jehezkiel 47 : 11). “Tempat-tempat yang berawa-rawa dan tempat-tempat yang berlumpur dalam melambangkan gereja-gereja dan sekte-sekte agama yang terpisah dari sungai yang besar itu, dan bahwa mereka itu tidak akan diselamatkan atau disembuhkan. Menjadi garam berarti hilang untuk selamanya, seperti halnya isteri Lot dahulu.”– Tongkat Gembala Jilid 2, hal. 464.

Sebagaimana dalam contoh saingannya di ENEGLAIM yang akan datang pekabaran tiga malaikat dari mereka 144.000 itu tidak akan berhasil menyelamatkan gereja-gereja dan sekte-sekte agama, maka dalam peristiwa contohnya di ENGEDI sekarang ini, tidaklah mengherankan apabila pekabaran Panggilan Jam Ke-11 itupun tidak akan berhasil menyelamatkan “Gereja-gereja dan Sekte-sekte agama yang ada di dalam Sidang Jemaat Laodikea.

Karena pekabaran Tongkat Gembala atau Panggilan Jam Ke-11 itu diperuntukkan hanya bagi umat Laodikea, maka tidaklah sulit untuk dapat mengindentifikasi mereka itu yang  merupakan contoh dari organisasi-organisasi dan sekte-sekte contoh saingan yang akan datang itu di waktu ini.  Ini dapat dimengerti, sebab mereka itu adalah bukan orang-orang pribadi, melainkan Gereja-Gereja dan sekte-sekte. Artinya, mereka tak dapat tiada adalah organisasi-organisasi dari Pusat-Pusat Davidian MAHK yang kami sebutkan di atas.

Tandailah Keberadaan kita kini di dalam gambar bagan  perihal  sungai besar dari nubuatan Jehezkiel pasal 47

Tandailah bahwa mata air yang muncul keluar itu melambangkan pekabaran Tongkat Gembala pertama kali muncul keluar di Los Angeles California, USA. Mata air itu juga melambangkan k u a s a, dan juga orang-orang.

Pada gambar bagan nubuatan itu kemajuan pekerjaan selama di Eneglaim telah diperlihatkan secara berurutan. Sementara itu kemajuan pekerjaan selama di Engedi selama ini (sebagai contohnya) kita sudah akan dapat mengalaminya sendiri. Oleh sebab itu, maka kita sudah akan dapat mengidentifikasinya sendiri pada gambar bagan yang satunya semenjak dari kedatangan nabi Houteff pertama kali bersama pekabaran Tongkat Gembalanya di kota Los Angeles, California, dalam tahun 1929, yang dilambangkan oleh terpancarnya mata air besar itu yang melambangkan (1) pekabaran Tongkat Gembala, (2) Kuasa Besar, dan (3) orang-orang.

(1) Contoh Saingan :

Perhatikanlah bahwa setelah sungai itu mengalir keluar yang dimulai dengan mereka 144.000 umat pilihan itu keluar memberitakan injil ke seluruh dunia, maka secara bertahap semua kemajuan mereka itu akan diukur. Yang diperlihatkan pada gambar bagan itu adalah peristiwa contoh saingannya yang akan datang. Pengukuran pertama adalah kemajuan pekerjaan semenjak mereka 144.000 itu mulai bekerja. Kedalaman air pada waktu itu adalah sampai di mata kaki.

(1) Contohnya :

Mulai dari tahun 1929 sampai tahun 1935.  Kemajuan yang berhasil diraih sampai pada waktu itu seolah-olah sampai di mata kaki.

(2) Contoh Saingan :

Pada pengukuran yang kedua ternyata air-air itu sudah sampai ke lutut.

(2) Contohnya :

Dari tahun 1935 sampai dengan kematiannya dalam tahun 1955 nabi Houteff ternyata telah menginterpretasikan seluruh isi Alkitab dan menggabungkannya dengan Roh Nubuatan dari Nyonya White di dalam ROH NUBUATAN, maka ROH NUBUATAN inilah yang dimaksud pada Wahyu 19 : 10.

(3) Contoh Saingan :

Pada pengukuran yang ketiga ini air-air itu sudah sampai ke pinggang.

(3) Contohnya :

Kemajuan pekerjaan sekarang ini adalah semenjak dari kematian hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1955 sampai kepada munculnya mereka 144.000 umat kesucian itu yang akan datang, yang akan berdiri bersama Jesus di Gunung Sion di Palestina.   

(4) Contoh Saingan :

Dalam contoh saingan yang akan datang selama dalam masa periode ENEGLAIM  yang melambangkan dunia Babil di luar, ternyata ada terdapat sekte-sekte maupun Gereja-Gereja yang dilambangkan oleh tempat-tempat yang berawa-rawa dan tempat-tempat yang berlumpur dalam. Sekaliannya itu akan menjadi garam artinya binasa untuk selamanya. Ingatlah kepada isteri Lot yang telah menjadi tiang garam, artinya binasa untuk selamanya.

Karena contoh saingannya sudah jelas dan pasti, maka kita tak dapat tiada akan menemukan juga sekte-sekte maupun gereja-gereja di dalam masa periode ENGEDI sekarang ini, yang akan mengalami nasib yang sama. Siapakah mereka itu ?

(4) Contohnya :

Karena pekabaran Tongkat Gembala  atau Panggilan Jam Ke-11 itu diberitakan hanya kepada sidang jemaat Laodikea selama masa periode dari sidang jemaat Laodikea yang dilambangkan oleh ENGEDI, maka sekte-sekte dan gereja-gereja itu tak dapat tiada akan ditemukan hanya di sini. Dan karena sekte-sekte dan gereja-gereja itu  berupa organisasi-organisasi (bukan orang-orang pribadi), maka tentunya tidak lagi sulit bagi kita untuk mengidentifikasi mereka itu. Ini berarti semenjak dari sekarang inipun kita sudah dapat meyakini melalui nubuatan Jehezkiel 47, bahwa mereka-mereka yang akan binasa menjadi garam pada kegenapan nubuatan Jehezkiel pasal 9 yang akan datang ialah :

  1. The General Conference of SDA 
  2. The General Association of Davidian SDA di Waco, Texas,
  3. The General Association of Davidian SDA di Elk Texas,
  4. The General Association of Davidian SDA di Mountain Dale, New York
  5. The General Association of Davidian SDA di Salem, South Caroline
  6. Dan lain-lain sejenisnya.

K e s i m p u l a n

Hamba Tuhan Houteff sebagai nabi Tuhan Allah yang terakhir di akhir zaman, kini sudah tiada. Sudah semenjak dari tahun 1955 yang lalu kita sudah tidak lagi berada di bawah bimbingan seorang nabipun. Karena pekabaran Tongkat Gembala sebagai Panggilan Jam Ke-11, tidak lagi dapat menyelamatkan Organisasi Pusat Gunung Karmel manapun juga di akhir zaman ini, maka hendaklah dimengerti bahwa sampai kepada akhir hayatnya dalam tahun 1955 yang lalu hamba Tuhan Houteff belum pernah meninggalkan kepada kita sesuatu pesan ataupun restu untuk membangun kembali sesuatu organisasi sejenis untuk meneruskan misinya dan memberitakan pekabaran Tongkat Gembala itu sampai kepada kegenapan nubuatan Jehezkiel pasal 9 yang akan datang.  

Organisasinya sendiripun setelah kematiannya, dan setelah dikendalikan dan diteruskan oleh Nyonya Houteff sebagai Vice President, ternyata tidak mampu bertahan lama. Sebab apa ? Karena Pekabaran Tongkat Gembala sebagai Panggilan Jam Ke-11 tidak dapat menyelamatkan Organisasi. Jadi jelaslah dimengerti, bahwa setelah seluruh harta kekayaan Pusat Gunung Karmel dijual dalam tahun 1962 yang lalu, maka bubarlah Organisasi milik Allah itu untuk selama-lamanya di bumi ini.

Dan semenjak itulah Tuhan Allah lalu memegang kendali pemerintahan di dalam tanganNya sendiri, lalu ucapan nubuatan nabi Zakariah 13 : 6, 7  itu menjadi kenyataan di antara kita, dan genaplah pula ucapan hamba Tuhan Nyonya White di dalam bukunya Testimonies to Ministers, hal. 300. Lalu bagaimanakah kelak pelaksanaannya?

Untuk  itulah Yahya Pewahyu mengatakan :  “BERBAHAGIALAH  D I A   YANG   M E M B A C A, DAN MEREKA YANG M E N D E N G A R SEGALA PERKATAAN DARI NUBUATAN INI …….… “ -- WAHYU 1 : 3.

Setiap  orang  harus membaca sendiri, yaitu belajar sendiri buku-buku Alkitab, Roh Nubuatan, dan Tongkat Gembala., sebab para penulis buku-buku itu semuanya sudah meninggal dunia. Tetapi dengan membaca dan mempelajari sendiri  buku-buku itu,  tampaknya  belum  cukup. Kita  masih  harus  lagi  m e n - d e n g a r kepada mereka yang masih hidup. Siapakah mereka itu yang akan mewakili nabi Houteff dan meneruskan misinya sampai kepada Hari Tuhan Yang Besar dan Mengerikan yang akan datang ?

Untuk inilah hamba Tuhan Houteff sendiri menjawab sebagai berikut :  

“…………..  sebagai guru-guru (bukan nabi) dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian MAHK), kami harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal p e r l u untuk diinterpretasikan. HANYA DENGAN DEMIKIAN INILAH SEMUA PENGANUT KEBENARAN SEKARANG AKAN SENANTIASA MEMILIKI PEMIKIRAN YANG SAMA, SEPENDAPAT DAN MEMBICARAKAN PERKARA-PERKARA YANG SAMA (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Jesaya 52 : 8).“ --- Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK, hal. 26, 27.

Ucapan hamba Tuhan Houteff di atas baharu akan berlaku sesudah kematiannya. Ucapannya   itu   membuktikan   bahwa   sesudah   kematiannya  guru – guru  Tongkat Gembala pilihan ilahi sudah akan dikuasakan untuk mewakili Houteff untuk meneruskan misinya sampai semua calon-calon 144.000 umat pilihan Allah itu berhasil memiliki pemikiran yang sama, sependapat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama.

Dan g u r u – g u r u itupun baharu akan muncul sesudah kematian nabi Houteff, Mereka itu bukan muncul keluar dari sesuatu organisasi Pusat Davidian yang akan menjadi garam di atas. Nyonya White sejak jauh-jauah hari sebelumnya sudah meramalkan perihal mereka itu sebagai berikut :

“Allah akan mengutus keluar ke dalam kebun anggur-Nya (Sidang Laodikea) banyak orang yang belum pernah didedikasikan ke dalam tugas kependetaan melalui tumpangan tangan.” – The Acts of the Apostles, p. 110.

Artinya, mereka itu bukan muncul dari dalam sesuatu  Pusat Organisasi Davidian SDA yang disebut, di atas, sebab mereka itu belum pernah didedikasikan ke dalam tugas kependetaan melalui tumpangan tangan. Artinya, mereka itu akan sama sekali tidak dikenal oleh Organisasi Pusat Davidian manapun juga di akhir zaman ini.

* * *

SUNGAI DARI KHAYALNYA YEHESKIEL

Oleh V. T. Houteff

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa nubuatan Zakharia itu adalah berlaku bagi sidang dalam masa "Seruan Keras". Dengan demikian ia itu menjadi kebenaran sekarang. Kami mengutip dari Zakharia 12 : 8 sebagai berikut: "Pada hari itu Tuhan akan melindungi semua penduduk Yerusalem; maka isi rumah Daud akan jadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu" - di hadapan rombongan besar orang banyak dari Wahyu 7 : 9.

Sidang dalam kesuciannya disebut oleh Firman sebagai "Rumah Daud." Oleh sebab itu, maka sebutan ini akan menjadi salah satu dari nama-nama dari sidang dalam masa "Seruan Keras." Dengan demikian sidang yang berada dibawah nama ini akan kelak jadi seperti Allah di hadapan semua umat. Pengertiannya disini adalah sama seperti yang terdapat di dalam Keluaran 7 : 1 yang berbunyi: "Maka firman Tuhan kepada Musa, lihatlah Aku telah menjadikan dikau suatu ilah kepada Phiraun; dan Harun saudaramu akan menjadi nabimu" (hamba). Artinya, "Engkau harus mewakili diri-Ku, dan bertindak seperti Allah dengan cara memerintahkan kepatuhan mereka kepada perintah-perintahmu, dan oleh menghukum orang-orang yang mendurhaka dengan hukuman yang sedemikian rupa yang tak ada orang lain dapat melakukannya terkecuali Allah; untuk mana engkau akan memperoleh bantuan kekuatan-Ku yang maha kuasa.

"Ini adalah tugas bagi sidang dalam masa penuaian. Rasul Petrus dulu dipenuhi dengan kuasa ilahi sedemikian ini sewaktu ia mengatakan: "Engkau bukan membohong terhadap manusia, melainkan terhadap Allah. Maka Ananias, setelah mendengar semua perkataan ini jatuhlah ia ke bawah, lalu menghembuskan napasnya …… Dan adalah kira-kira antara tiga jam kemudian, pada waktu isterinya, yang tidak mengetahui apa yang telah terjadi masuk. Kemudian kata Petrus kepadanya …… tengoklah, kaki-kaki mereka yang telah menguburkan suamimu itu berada di depan pintu, dan mereka pun akan membawamu keluar. Kemudian jatuhlah ia langsung pada kaki Petrus, lalu menghembuskan napasnya; maka orang-orang muda itu masuk, dan mendapatkannya telah mati, maka mereka membawanya keluar dan dikuburkannya di samping suaminya." (Kisah Rasul-Rasul 5 : 4, 5, 7, 9, 10).

"Pada hari itu akan ada kelak sebuahmata air yang terbuka bagi isi rumah Daud dan bagi semua penduduk Yerusalem bagi pencucian dosa dan kecemaran." (Zakharia 13 : 1). Perhatikanlah, bahwa mata air ini adalah mampu untuk mencuci bersih dua hal; pertama dosa, dan kedua kecemaran. Apakah perbedaan di antara yang satu dengan yang lainnya itu ? "Dosa ialah pelanggaran terhadap hukum."(1 Yahya 3 : 4). Maka akibat dari dosa ialah rusaknya tubuh. "Berbicaralah kepada bani Israel, dan katakanlah kepada mereka itu, bahwa apabila seorang laki-laki mengeluarkan lelehan dari dagingnya, maka cemarlah ia karena lelehannya itu." (lmmamat 15 : 2). Sebutan Alkitab untuk sakit ialah "Kecemaran."  Juga, memasukkan ke dalam tubuh bentuk makanan yang dilarang oleh Firman Allah, ialah pelanggaran hukum, dan penyelewengan terhadap tubuh (kecemaran).

"Sebab itu keluarlah kamu dari antara mereka itu, dan berpisahlah, demikianlah firman Tuhan, dan janganlah menyentuh barang yang cemar maka Aku hendak menerima kamu." (2 Korinthi 6 : 17). "Untuk ini ketahuilah olehmu, bahwa  tiada orang  yang berzinah, atau pun orang yang cemar, atau orang yang tama, yang adalah penyembah berhala, dapat memperoleh sesuatu warisan di dalam kerajaan Kristus dan kerajaan Allah itu. Janganlah membiarkan siapapun memperdaya kamu dengan kata-kata yang sia-sia, karena sebab segala perkara ini datang murka Allah atas anak-anak durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Sebab dahulu kamu gelap, tetapi sekarang kamu adalah terang dalam Tuhan; berjalanlah sebagai anak-anak terang …… Dan janganlah kamu bersekutu dengan pekerja-pekerja kegelapan yang tidak membawa hasil, melainkan sebaiknya kamu menegor mereka itu." (Epesus 5 : 5 - 8, 11). Allah adalah mampu untuk menyembuhkan jiwa dan tubuh; tetapi Ia tidak mau menyembuhkan tubuh sebelum Ia berhasil menyembuhkan jiwa - "dosa" lebih dulu, kemudian baharu "kecemaran." Aku juga hendak menyelamatkan kamu dari semua kecemaranmu; dan Aku hendak mengambil gandum, dan akan melimpahkannya, dan tiada Aku mendatangkan kelaparan atasmu." (Yeheskiel 36 : 29). Kuasa yang mampu mencuci bersih kecemaran dari setiap orang itu, akan "terbuka bagi isi rumah Daud dan bagi semua penduduk Yerusalem" dan adalah dilambangkan oleh "mata air" pada nubuatan Zakharia.

Yeheskiel mengatakan: "Dalam tahun yang kedua puluh lima dari perhambaan kami." dan "dalam tahun ke empat belas sesudah kota itu dibinasakan, pada hari yang sama itu juga adalah tangan Tuhan di atasku, lalu dibawa-Nya akan daku ke sana." (YeheskieI 40 : 1). Sebagaimana yang tercatat di dalam pasal empat puluh tujuh, kepada Yeheskiel telah diperlihatkan dalam khayal hal-hal  tertentu dari pernbangunan kaabah itu beberapa tahun sebelum orang-orang Israel itu dibebaskan dari tawanan di Babil. Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kaabah yang didirikan sesudah perhambaan mereka itu adalah sebuah contoh dari sidang yang khusus ini dalam  masa "seruan keras" - "yaitu isi rumah Daud." Oleh sebab itu, maka sungai yang keluar dari kaabah itu menurut khayal dari Yeheskiel adalah berlaku pada masa ini, dan hanyalah berupa perluasan dari "mata air" ini yang akan berada di dalam "rumah Daud" sidang itu. "Dari mata air ini mengalirlah keluar sungai yang besar itu yang terlihat dalam khayal dari Yeheskiel." - Counsels on Health, p. 210. Sejauh ini kami telah menjelaskan penerapan dari "mata air" ini, tempat dan waktunya; juga bahwa sungai yang besar itu yang terlihat dalam khayal dari Yeheskiel akan mengalir keluar dari padanya. Sekarang kita akan mempelajari arti dari sungai yang besar itu.

Yeheskiel 47

Ayat 1: "Setelah itu dibawanya kembali aku sampai ke pintu rumah itu; maka tengoklah, air-air mengalir keluar dari bawah ambang pintu rumah itu arah ke timur; karena bagian depan rumah itu berdiri arah ke timur, maka air-air itu mengalir dari bawah dari sebelah kanan rumah itu, pada sebelah selatan dari medzbah." Karena air-air itu datang dari sebelah selatan medzbah itu, lalu kemudian pergi arah ke timur, maka ia itu menunjukkan dengan jelas bahwa sekaliannya itu keluar dari utara,yang secara simbolis menunjukkan bahwa apapun juga arti dari pada "air-air itu" sekaliannya itu datangnya dari tahta Allah, karena Tahta itu berada "pada belahan-belahan utara (in the sides of the north)." (Yesaya 14 : 14; Mazmur 48 : 2, 75 : 6).

Sementara perhatian Yeheskiel diarahkan ke bagian dalam dimana ia pertama sekali menyaksikan air-air itu, maka katanya: "Lalu dibawanya akan daku keluar dari jalan pintu gerbang arah ke utara, dan dipimpinnya aku berkeliling jalan itu sampai ke pintu gerbang yang di luar melalui jalan yang memandang ke arah timur; maka tengoklah, di sana memancar keluar air-air pada sebelah kanan. Maka setelah orang yang memegang tali pengukur dalam tangannya itu berjalan keluar arah ke timur, diukurnya seribu hasta, lalu dibawanya akan daku melalui air-air itu; air-air itu adalah sampai ke mata kaki dalamnya. Kembali ia mengukur seribu hasta lagi, lalu dibawanya akan daku melewati air-air itu; air-air itu kini sampai ke lutut dalamnya. Kembali lagi ia mengukur seribu, dan dibawanya aku melewatinya; maka air-air itu kini sampai ke pinggang dalamnya. Kemudian ia mengukur lagi seribu; maka itulah sebuah sungai yang tak dapat ku arungi; karena air-air itu telah naik menjadi air-air untuk direnangi di dalamnya, yaitu suatu sungai yang tidak dapat dilewati. Maka katanya kepadaku, hai anak Adam, sudahkah engkau melihat ini ? Lalu dibawanya akan daku, dan disuruhnya aku kembali ke tepi sungai itu. Sekarang setelah aku kembali, bahwasanya, pada tepi sungai itu ada banyak sekali pohon-pohon kayu pada sisi yang satu dan pada sisi lainnya. Maka katanya kepadaku, Sekalian air-air ini mengalir keluar arah ke negeri timur, dan masuk ke dalam padang belantara, lalu pergi masuk ke laut; yang karena dibawa masuk ke laut, maka air-air itu kelak akan disembuhkan. Maka akan jadi kelak, bahwa setiap mahluk yang hidup, yang bergerak, ke mana pun saja sungai-sungai itu kelak datang, akan hidup; maka kelak akan ada sejumlah besar sekali ikan, sebab air-air ini akan datang ke sana; karena mereka akan disembuhkan; dan segala apapun akan hidup kemana sungai itu datang. Maka akan jadi kelak, bahwa para nelayan akan berdiri di atasnya mulai dari Engedi sampai ke En-eglaim; keduanya itu akan menjadi suatu tempat untuk merentangkan pukat-pukat; ikan-ikan mereka akan terdapat sesuai dengan jenis-jenisnya, seperti ikan dari lautan yang luas, yang banyak sekali. Tetapi tempat-tempatnya yang berlumpur dalam dan tempat-tempatnya yang berawa-rawa tidak akan disembuhkan; sekaliannya itu akan dibiarkan menjadi garam. Dan dekat sungai itu pada tepinya, pada sisi yang ini dan pada sisi yang sana akan bertumbuh semua pohon bagi makanan, yaitu yang daunnya tidak akan layu, dan buah-buahnya pun tidak akan habis. Ia akan mengeluarkan buah baru sesuai dengan bulan-bulannya, sebab air-airnya itu mereka pancarkan keluar dari kaabah kesucian; maka buahnya itu akan berguna bagi makanan, dan daunnya bagi obat-obatan."(Yeheskiel 47 :  2 - 12).

Dapatlah dicatat, bahwa sebagaimana Yeheskiel pertama sekali menyaksikan air-air itu di sisi medzbah itu, sekaliannya itu sedikit saja artinya dibandingkan dengan apa yang ia saksikan di luar pintu gerbang itu. Sebagaimana anak sungai kecil itu dengan begitu cepat berkembang menjadi suatu sungai yang besar, maka ia itu melambangkan sesuatu yang pertumbuhannya cepat sekali. Air-air ini menunjukkan hal yang sama seperti halnya air-air di dalarn Wahyu 17 : 15, yaitu "Segala umat, dan orang banyak, dan bangsa-bangsa, dan bahasa-bahasa." Karena malaikat itu mengatakan kepada Yeheskiel: "Yang karena di bawa masuk ke laut, maka air-airitu akan disembuhkan." (Ayat 8). Oleh karena itu, maka air-air ini adalah melambangkan suatu rombongan besar orang-orang yang banyak sekali "yang tak seorang pun dapat menghitungnya" yang kelak akan disembuhkan dari dosa dan penyakit, yaitu diselamatkan dalam masa "seruan keras" melalui pelayanan dari "isi rumah Daud" itu (sidang). Karena Yeheskiel tidak dapat berenang melewati sungai ini, maka simbol ini adalah sesuai tepat dengan Wahyu 7 : 9, yaitu "Suatu rombongan besar orang-orang yang tak seorang pun dapat rnenghitungnya, berasal dari pada segala bangsa, dan suku-suku bangsa, dan umat, dan bahasa-bahasa …………. berpakaian jubah-jubah putih, dan pelepah kurma di dalam tangan mereka."

Perhatikanlah, bahwa alasan mengapa air-air itu disembuhkan ialah karena mereka itu "dibawa masuk ke laut." Jika sungai yang besar itu melambangkan orang-orang suci dari bumi, maka laut harus merupakan simbol dari dunia-dunia yang tidak berdosa (penduduk-penduduk) di dalam alam semesta Allah. Sebagaimana sungai itu dibawa masuk ke laut, maka itu menunjukkan bahwa orang-orang suci akan datang berhubungan dengan bangsa-bangsa yang kekal yang tidak mengenal dosa, dan karena "dibawa keluar," kita harus "disembuhkan" sebelum kita bertemu satu dan lainnya. Kenyataan-kenyataan dari simbol ini membuktikan, bahwa ini adalah bagian yang terakhir dari sidang Allah ----- sidang yang akan diobahkan tanpa merasai kematian. Bersedialah, bersedialah, bersedialah, kita sedang berdiri sekarang pada sayap-sayap dari kekekalan itu - kehidupan yang kelak tidak akan pernah berakhir.

Air-air yang membentuk sungai yang besar ini melambangkan rombongan besar orang-orang suci yang dilengkapi dengan kuasa penyembuhan yang berasal dari tahta Allah; karena Firman mengatakan: "Dan segala-segalanya akan hidup kemana saja sungai itu datang."(Ayat 9, bagian terakhir), Penyembuhan ini bukanlah tidak tetap, melainkan tetap; karena kita baca: "Maka akan jadi kelak, bahwa segala-galanya yang hidup, yang bergerak, kemana pun sungai itu kelak datang, akan hidup" (selama-lamanya).

Sesudah malaikat itu mengukur tiga kali seribu hasta, maka Yeheskiel mengatakan: "Maka katanya kepadaku, hai anak Adam, sudahkah engkau melihat ini ? Maka dibawanya akan daku, dan disuruhnya aku kembali ke tepi sungai itu. Sekarang setelah aku kembali, bahwasanya pada tepi sungai itu terdapat banyak sekali pohon-pohon pada sisi yang satu dan pada sisi yang lainnya. Dan dekat sungai itu pada tepinya," demikian kata malaikat itu, "pada sisi yang ini dan pada sisi yang sana,' akan bertumbuh semua pohon bagi makanan, yaitu yang daunnya tidak akan layu, dan buah-buahnya pun tidak akan habis; ia akan mengeluarkan buah baru sesuai dengan bulannya, sebab air-airnya itu mereka pancarkan keluar dari kaabah kesucian; maka buahnya itu akan berguna bagi makanan,dan daunnya bagi obat-obatan." (Ayat 6, 7, 12).

Nilai dari daun-daun dan buah dari pohon-pohon ini adalah sama identik seperti halnya pohon hayat menurut Wahyu 22 : 2 yang berbunyi: "Maka pada kedua tepi sungai itu ada terdapat pohon hayat yang berbuah dua belas macam, dan mengeluarkan buahnya setiap bulan; dan daun-daun pohon itu adalah bagi penyembuhan segala bangsa." Artinya adalah, bahwa sidang Allah (rumah Daud) akan diberkahi dengan kuasa dari tahta untuk menawarkan kehidupan kekal tanpa merasai kematian bagi orang-orang yang menyambut kebenaran, dan yang rindu menjadi sebagian dari pada sungai yang besar ini. Karena ini adalah satu-satunya bagian dari sidang Allah yang telah dikaruniai injil kekuasaan bagi penyembuhan tetap dan kehidupan yang kekal, maka Firman menyatakan: "Ia yang lemah di antara mereka pada hari itu akan jadi seperti Daud; dan rumah Daud akan jadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan dihadapan mereka itu." (Zakharia 12 : 8).

"Maka kelak akan ada sejumlah besar sekali ikan, sebab air-air ini akan datang ke sana …… Maka akan jadi kelak, bahwa para nelayan akan berdiri di atasnya mulai dari Engedi sampai ke En-eglaim ….. Ikan-ikan mereka akan terdapat sesuai dengan jenis-jenisnya, seperti ikan dari lautan yang luas, yang banyak sekali." (Yeheskiel 47 : 9, 10). Ikan-ikan itu melambangkan orang-orang yang akan bertobat bagi sidang - "sungai." "Dan segala-galanya akan hidup kemana pun sungai itu datang." (Ayat 9). Dinas kependetaan dilambangkan sebagai nelayan-nelayan. "Maka kata Yesus kepada mereka itu, Ikutlah Aku, maka Aku hendak menjadikan kamu nelayan-nelayan penangkap manusia." (Markus 1 : 17). Para rasul pada sesuatu waktu telah meninggalkan pukat Injil dan berhenti menjadi nelayan-nelayan penangkap manusia, karena mereka itu pergi mencari ikan untuk mengejar keuntungan, "maka malam itu mereka tidak berhasil menangkap apapun. Tetapi setelah terbit fajar, berdirilah Yesus di pantai lalu kata Yesus kepada mereka itu: 'Hai anak-anak-Ku, adakah lauk padamu ? Maka jawab mereka kepada-Nya, 'Tidak ada.' Lalu kata Yesus kepada mereka itu: 'Labuhkanlah pukatmu di sebelah kanan perahu itu, maka kamu akan dapat. Maka dilabuhkannya pukatnya itu, dan sekarang mereka tidak dapat menarik pukatnya karena terlalu banyak ikan yang masuk." (Yahya 21 : 3 - 6). Keberhasilan tidak pernah gagal bilamana perintah Tuhan dipatuhi. Kalau saja pihak kependetaan senantiasa bertanyakan pada Yesus dimana dan bagaimana melabuhkan pukatnya, maka sudah akan banyak "ikan" yang tertangkap - orang-orang bertobat - sehingga tidak pernah akan kekurangan "lauk" - uang.

"Karena bagian depan rumah itu berdiri arah ke timur." (Yeheskiel 47 : 1). Kedudukan rumah itu membuktikan, bahwa ia itu melambangkan suatu peribadatan yang benar, karena demikianlah umat pilihan Allah telah diberi petunjuk untuk membangun kaabah-kaabah mereka. Israel menyembah Allah dengan punggungnya arah ke timur untuk mengingatkan mereka, bahwa mereka tidak diperkenankan menaruh perhatian kepada penyembahan matahari dan penyembahan berhala.

"Maka katanya kepadaku, 'Sekalian air-air ini mengalir ke luar arah ke negeri timur, dan masuk ke dalam padang belantara, dan pergi masuk ke dalam laut." (Ayat 8). Adalah nyata sekali untuk diperhatikan betapa tepatnya simbol-simbol ini yang terdapat dalam setiap contoh peristiwa. Arah kompas ini menunjukkan, bahwa pekabaran "seruan keras" itu akan bertolak arah ke timur semenjak ia itu diungkapkan pada pertama kalinya. Keanggotaan Gereja sebagian besar di sebelah timur California, dan di seberang Lautan Atlantik, dengan sendirinya pekabaran itu harus bertolak arah ke timur. Nubuatan simbolis ini mengungkapkan, bahwa pekabaran "seruan keras" itu akan bersumber di California. Dengan demikian menggenapi kata-kata nubuatan dari Roh nubuat di dalam sebuah surat yang ditujukan kepada pendeta E. E. Andross yang berbunyi: "Saya merasa yakin, pendeta Andross, bahwa saudara-saudara di California Selatan akan menemukan berkat dalam meninjau kembali ajaran-ajaran Injil mengenai mereka yang 144.000 itu sambil membawakan untuk menunjukkan hubungan ajaran-ajaran ini dengan terang apapun yang mungkin terdapat di dalam tulisan-tulisan Roh Nubuat yang telah diterbitkan, dan karena perhatian yang penuh doa telah diberikan terhadap masalah itu dalam segala persoalannya, maka saya percaya bahwa Allah kelak akan membuat kebenaran itu menjadi jelas sepenuhnya untuk sedapat mungkin menghindarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu dan tak bermanfaat yang tidak penting bagi keselamatan jiwa-jiwa yang berharga."

Timur adalah arah Alkitab mengenai penyembahan berhala. Ia itupun mengartikan, bahwa pekabaran itu adalah menuju mengarah kepada pertobatan orang-orang berdosa dan pembasmian penyembahan berhala. "Maka akan jadi kelak pada hari itu, demikianlah Firman Tuhan serwa sekalian alam, bahwa Aku hendak menghapuskan nama-nama dewa dari tanah itu, sehingga sekaliannya itu tidak lagi akan diingat, dan lagi segala nabi dan roh-roh yang najis akan Ku lalukan dari tanah itu." (Zakharia 13 : 2).

 Malaikat itu mengukur empat kali seribu hasta menuju ke timur (seribu --- "sepuluh" kali seratus). Mengapa empat kali seribu? Mengapa tidak lebih ataupun kurang? Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa angka bilangan "sepuluh” ialah simbol dari universal, dan angka bilangan empat simbol dari kelengkapan dari bumi atau empat titik arah dari kompas. Dengan demikian ia itu secara simbolis menunjukkan, bahwa pekabaran itu akan meliputi seluruh dunia; maka sementara ia itu bertolak arah ke timur, ia akan menyebar dari kutub ke kutub, sehingga mengelilingi bumi selengkapnya (10 x 100 = 1000 --- empat kali). Adalah sama tepat dengan kata-kata Kristus yang berbunyi: "Maka injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia bagi suatu kesaksian kepada segala bangsa; lalu kemudian kelak datang kesudahan." (Matius 24 : 14).

"Tetapi tempat-tempatnya yang berlumpur dalam dan tempat-tempatnya yang berawa-rawa tidak akan disembuhkan; sekaliannya itu akan dibiarkan menjadi garam." (Yeheskiel 47 : 11). "Tempat-tempat yang berawa-rawa" dan "tempat-tempat yang berlumpur dalam" melambangkan gereja-gereja dan sekte-sekte agama yang terpisah dari "sungai yang besar" itu, dan bahwa mereka itu tidak akan diselamatkan, atau disembuhkan. "Menjadi garam" berarti hilang untuk selama-lamanya, seperti halnya isteri Lot dahulu. "Maka seperti halnya di zaman Nuh dahulu, demikian itu pula kelak pada zaman Anak manusia …… Sama pula halnya seperti di zaman Lot dahulu …… Ingatlah akan isteri Lot." (Lukas 17 : 26, 28, 32).

"Maka akan jadi kelak, bahwa para nelayan akan berdiri di atasnya mulai dari En-gedi sampai ke En-eglaim; keduanya itu (kedua kota itu) akan menjadi suatu tempat untuk merentangkan pukat-pukat." (Yeheskiel 47 : 10). Kedua kota ini mengungkapkan, bahwa ikan-ikan itu ditangkap di dua tempat, yaitu En-gedi (Masehi Advent Hari Ketujuh) dimana mereka yang 144.000 itu dikumpulkan – yaitu buah-buah pertama, dan En-eglaim (Babil atau dunia) dimana rombongan besar orang banyak dari Wahyu 7 : 9 itu dikumpulkan. Gambar pada halaman 460, melambangkan gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (En-gedi) sementara ia itu menjadi "rumah Daud," dan tempat dari sungai itu (En-eglaim) menunjukkan dunia. Aliran dari mata air dimana ia itu pertama sekali keluar menuju ke pintu gerbang sebelah timur, melambangkan mereka yang 144.000 itu, dan sungai itu melambangkan rombongan besar orang banyak itu. "Akan ada sebuah sungai, aliran-aliran airnya akan kelak menggembirakan kota Allah itu, yaitu tempat yang suci dari tabernakel-tabernakel dari Dia Yang Maha Tinggi. Allah ada di tengah-tengahnya; ia tidak dapat digoncangkan: Allah akan membantunya, dan itu adalah sejak fajar merekah." (Mazmur 46 : 4, 5). – Dari buku Tongkat Gembala jilid 2 hal. 454 – 465.

 

***