Kegagalan
General Conference of SDA tahun 1888 di Minneapolis, Minnasota, USA


 

Sekalipun para penguasa Gereja MAHK di seluruh dunia masih belum juga mau mengakui kegagalan mereka di atas, namun setiap umat Allah tak dapat tiada sudah harus mengerti, bahwa peristiwa kegagalan itu merupakan permulaan dari kegenapan nubuatan Wahyu 3 : 14 – 22 di akhir zaman sekarang ini di dalam Gereja-2 dari Sidang Jemaat Laodikea kita, yaitu MAHK. Dan sebagai nabi akhir zaman Nyonya Whitelah yang telah mulai mengungkapkan kegenapan dari nubuatan Wahyu 3 : 14 – 22 itu sebagai berikut :  

“Tuhan Allah menyampaikan tuduhan berat terhadap pendeta-pendeta dan umat karena kelemahan kerohanian mereka dengan mengatakan, “Aku tahu semua perbuatanmu, bahwa kamu adalah dingin tidak hangatpun tidak : Aku ingin kamu dingin atau panas. Maka karena sebab kamu adalah suam, dan dingin tidak hangatpun tidak, maka Aku akan meludahkan kamu keluar dari mulutKu. Karena sebab katamu, aku kaya, dan telah meningkat kekayaanku, dan tidak lagi memerlukan apa-apa; padahal tidak engkau ketahui bahwa engkau adalah orang malang, sengsara, dan miskin, dan buta dan telanjang : Aku menasehati kamu membeli kepadaku emas yang sudah teruji di dalam api, supaya kamu menjadi kaya; dan pakaian putih, supaya engkau berpakaian, dan supaya malu ketelanjanganmu itu tidak tampak, dan supaya menggosok matamu dengan salp mata, supaya engkau dapat melihat.”Review and Herald, Febr. 25, 1902.

Perhatikanlah dengan saksama, bahwa akibat dari kegagalan di Minneapolis yang sangat bersejarah itu, maka General Conference dan semua pendetanya sudah jatuh dalam dosa suam rohani, yaitu secara rohani mereka sudah jatuh miskin, buta dan telanjang. Namun mereka tidak begitu saja dibiarkan jatuh dalam jenis dosa yang melawan Roh Kebenaran itu. Jesus masih menawarkan lagi kepada mereka emas, pakaian putih dan salp mata.

Sekaliannya itulah yang telah ditawarkan dimulai dengan Seruan dari hamba Tuhan Nyonya White kepada mereka bahkan kepada kita semua untuk b a n g u n  dan  r e f o r m a s i  di bawah bimbingan ROH Kebenaran. Seruan Pembangunan Rohani, dan Reformasi Rohani itulah yang dituangkan oleh Nyonya White di dalam organisasi resmi milik MAHK, The Review and Herald, tgl 25 Pebruari 1902.

Sekalipun semenjak dari kegagalan General Conference of SDA tahun 1888 Nyonya White sudah berniat untuk membubarkan Organisasi, namun niatnya itu tertunda sampai kemudian niatnya itu telah dituangkan di dalam Seruan Pembangunan Rohani dan Reformasi Rohani tahun 1902 itu.  Tetapi hamba Tuhan Allah yang sederhana itu telah meninggal dunia dalam tahun 1915, sebelum Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itu direalisasikannya bagi kita.

Permasalahannya kini adalah siapakah yang mampu merealisasikan Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itu bagi kita ? General Conference dan pendeta-2nya sudah jatuh, sementara semua umat masih sepenuhnya bergantung pada penguasa Gereja. Jadi, bagaimanakah ?

Demikian itulah, maka Tuhan Allah telah mengirimkan kepada kita pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1, melalui juru kabarnya  Sdr. Victor T. Houteff  dalam tahun 1929.  Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itulah yang kini ditemukan di dalam buku-buku terbitan Tongkat Gembala. Gabungan dari pekabaran Tongkat Gembala itu dengan Roh Nubuatan dari Nyonya White telah menggenapi ucapan hamba Tuhan Nyonya White yang mengatakan :

“Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan dorongan kepada pekabarannya. Kuasa besar dan kemuliaan telah diberikan kepada malaikat itu, maka sementara ia turun bumi akan diterangi oleh kemuliaannya. ……. Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan kepada malaikat yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” -- Early Writings, p. 277.

Dengan demikian Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itu baharu dimulai semenjak dari datangnya pekabaran Tongkat Gembala dari malaikat Wahyu 18 : 1 bergabung dengan Roh Nubuatan dari pekabaran malaikat yang ketiga, di dalam ROH NUBUATAN  dari Wahyu 19 : 10.

Perihal Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itu hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :                                     

“Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua hal yang berbeda. Pembangunan berarti suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani. Reformasi berarti suatu r e – organisasi, suatu perubahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan. Reformasi tidak akan mengeluarkan buah pembenaran yang baik tanpa iaitu dikaitkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugasnya yang t e l a h  d i t e n t u k a n, maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung.Review and Herald, February 25, 1902.

Pembangunan,  artinya :

1.

Suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani

]

Bersifat pribadi

2.

Suatu kebangkitan kuasa pikiran dan hati

3.

Suatu kebangkitan dari mati rohani



Reformasi,  artinya :

1.

Suatu  r e – o r g a n i s a s i

]

Bersifat organisasi

2.

Suatu perubahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan

Pembangunan dan Reformasi akan melaksanakan tugasnya yang telah ditentukan. Ditentukan dimana ?

Petunjuk bagi pembangunan rohani itu tak dapat tiada akan ditemukan di dalam Hukum Dasar Torat dan Alkitab dan ROH NUBUATAN. ROH NUBUATAN ialah gabungan pekabaran Roh Nubuatan dari Ny. White dan Pekabaran Tongkat Gembala dari Sdr. Houteff.

Reformasi dalam arti Re-organisasi tak dapat tiada berarti menata kembali Organisasi General Conference of SDA, yang harus ditempuh mengikuti petunjuk pelaksanaannya di dalam buku Keimmatan dari DMAHK. Nabi Houteff-lah yang telah memberikan kepada kita buku Keimmamatan itu. Ternyata Sdr. Victor T. Houteff adalah juru kabar dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1, maka dialah nabi akhir zaman yang terakhir dari pihak Tuhan Allah bagi kita.    

Bagaimana Seruan
Pembangunan dan Reformasi Rohani itu direalisasikan

Karena sampai kepada kematian hamba Tuhan Nyonya White dalam tahun 1915 yang lalu Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itu belum juga direalisasikan, dan karena tugas melaksanakan pembangunan dan reformasi rohani itu tidak mungkin lagi mampu direalisasikan oleh malaikat sidang jemaat Laodikea yang sudah jatuh kerohaniannya itu, maka  kita tak dapat tiada harus menunggu sampai pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu datang kembali menggabungkan pekabaran Tongkat Gembalanya dengan Roh Nubuatan dari Nyonya White di dalam ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10 (bagian b).

Perhatian !  Doktrin “PEMBENARAN OLEH IMAN” dari pendeta-2 Jones dan Waggoner itu adalah bagian dari pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14.  Namun iaitu juga merupakan “permulaan” dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1.  Demikianlah penjelasan dari nabi Nyonya White. Jadi pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu yang lengkap baharu datang kemudian dalam  tahun 1929 oleh Sdr. Victor T. Houteff sebagai nabi akhir zaman yang terakhir.

Demikian itulah, maka dalam tahun 1929 setelah hamba Tuhan Victor T. Houteff datang menawarkan pekabaran Tongkat Gembalanya sebagai emas, pakaian putih dan salp mata kepada General Conference of SDA  yang sedianya  sudah miskin, buta, dan telanjang rohani itu, maka mereka langsung menolaknya. Hamba Tuhan Allah yang sederhana itu bahkan kemudian telah dipecat dari keanggotaan gerejanya.

Hanya dalam jangka waktu enam tahun kemudian, dalam tahun 1935, setelah terkumpul cukup sejumlah anggotanya di Los Angeles, California, maka Sdr. Houteff dan para pengikutnya lalu pindah membangun markas besar Persekutuan Davidian MAHK di Waco, Texas, USA.  Demikian itulah, maka sementara pekerjaan Pembangunan Rohani terus berlangsung, sementara itupun pekerjaan Reformasi dalam arti me-reorganisasikan Organisasi General Conference of SDA juga berhasil diselesaikan di Waco, Texas, USA.

Jadi, bagaimanakah nasib “malaikat sidang jemaat Laodikea” atau  General Conference of SDA  dan pendeta-pendetanya semenjak dari tahun 1935 yang lalu sampai kepada hari ini ?  Adakah mereka itu masih berada di bawah kendali dari Tuhan Allah dan ROH Kebenaran-Nya ? Ataukah bagaimana ? Hal ini hendaknya tidak ditanyakan kepada nabi E. G. White, sebab beliau sudah meninggal dunia dalam tahun 1915, jauh sebelum Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itu direalisasikan.

Untuk jelasnya, marilah kita kembali kepada Yahya Pewahyu dan kata-kata nubuatannya, yang sudah diungkapkan oleh Nyonya White sebagai berikut,  

“Tuhan Allah menyampaikan tuduhan berat terhadap pendeta-pendeta dan umat karena kelemahan kerohanian mereka dengan mengatakan, “Aku tahu semua perbuatanmu, bahwa kamu adalah dingin tidak hangatpun tidak : Aku ingin kamu dingin atau panas. Maka karena sebab kamu adalah suam, dan dingin tidak hangatpun tidak, maka Aku akan meludahkan kamu keluar dari mulutKu”Review and Herald, Febr. 25, 1902.

Karena terbukti tawaran emas, pakaian putih, dan salp mata yang ditawarkan oleh nabi akhir zaman yang terakhir, Sdr. Victor T. Houteff, iaitu tidak juga mau diterimanya, maka setelah pekerjaan Reformasi dalam arti menata kembali Organisasi General Conference of SDA s e l e s a i di Waco Texas, semenjak dari tahun 1935 yang lalu,  t e r l u d a h k a n l a h  k e l u a r  dari mulut Jesus malaikat sidang jemaat Laodikea kita berikut semua pendeta-pendetanya untuk selama-lamanya.  

Saudara ! Ucapan kata-kata, “Aku akan meludahkan kamu keluar dari mulut-Ku”, adalah sebuah ucapan yang sangat keras dan pasti, yang tidak mungkin lagi untuk ditarik kembali. Mustahil sesuatu yang sudah diludahkan keluar dari mulut seseorang iaitu akan mau dijilat kembali, bukan ?   

Masih adakah lagi j a l a n
bagi pendeta dan kita semua untuk bertobat ?

Kita hendaknya mengerti, bahwa umat Allah yang terakhir di dunia ini dikenal oleh ciri-ciri kerohaniannya yang dinubuatkan di dalam Jesaya 8 : 20 dan Wahyu 12 : 17; 19 : 10 (bagian b), yaitu orang-orang Kristen pemelihara Sepuluh Perintah dari Hukum Dasar Torat dan Kesaksian Jesus atau ROH NUBUATAN yang berisikan peraturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat itu. Jadi, identitas umat Allah di akhir dunia sekarang ini bukan hanya pemelihara Hari Sabat dari perintah ke - 4 dari Hukum Dasar Torat, melainkan pemelihara seluruh Sepuluh Perintah Torat  sebagai Undang-2 Dasar Kerajaan, dan ROH NUBUATAN (bukan hanya Roh Nubuatan dari Nyonya White) sebagai peraturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat itu.

Ingatlah selalu, bahwa tanpa mematuhi seluruh petunjuk hukum di dalam ROH NUBUATAN, maka tidak seorangpun di bumi ini dapat mematuhi Sepuluh Perintah dari Hukum Dasar Torat itu dengan benar. Artinya, tidak akan ada seorangpun dapat sepenuhnya bertobat daripada semua dosanya.                                  

Sidang Jemaat Laodikea ialah orang-orang Kristen yang tugasnya memberitakan pekabaran tiga malaikat dari Wahyu 14. Pekabaran Tiga Malaikat itu ialah pekabaran pehukuman, yang memberitakan kepada dunia bahwa sidang pengadilan untuk menghakimi semua umat Allah, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup sekarang ini (Sidang Jemaat Laodikea) sudah dimulai di dalam kaabah kesucian sorga semenjak dari tanggal 22 Oktober 1844 yang lalu. Sidang Pengadilan itu diselenggarakan dalam rangka menyucikan umat Allah yang masih hidup sekarang ini, yaitu umat sidang jemaat Laodikea, supaya mereka dapat menyelesaikan pemberitaan Injil Kerajaan ke seluruh dunia dengan kuasa besar dari ROH SUCI Hujan Akhir sampai kelak berakhir masa kasihan atau masa sidang pengadilan itu di dalam sorga yang akan datang.

Dengan demikian apabila kelak masa kasihan berakhir di dalam kaabah kesucian sorga, maka semua umat Allah sudah akan didapati benar-benar s u c i, dan siap dan mampu untuk bertahan menghadapi kedatangan Jesus kedua kali, yang cahaya kemuliaan kedatanganNya itu akan sangat dahsyat dan mematikan. Ingat pengalaman rasul Paulus sewaktu Jesus memanggilnya untuk diberi jabatan rasul yang lalu.

Selama masa kasihan di dalam sidang pengadilan sorga itu masih terbuka, maka masing-masing kita masih saja dapat bertobat. Masing-masing kita secara pribadi masih dapat diterima kembali sebagai umat Allah, tetapi bukan sebagai “malaikat sidang jemaat Laodikea.”  Semua kita akan kelak diterima di dalam kerajaan sebagai umat Laodikea, tetapi bukan sebagai   p e n d e t a sidang jemaat Laodikea, sebab jabatan itu sudah diludahkan keluar dari mulut Jesus untuk selama-lamanya. Kekal selama-lamanya.

Akhir kata, perkenankanlah kiranya kami mengingatkan kembali kepada ucapan nabi akhir zaman Nyonya Ellen G. White yang mengatakan:                                          

“Allah menyerukan suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak terlaksana, maka mereka yang suam itu akan terus bertumbuh makin menjijikkan di hadapan Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.” --- Review and Herald, February 25, 1902.

****

 

Persyaratan Utama
yang harus dipenuhi agar Emas, Pakaian Putih, dan Salp Mata (Wahyu 3 : 18) itu dapat diterima menjadi milik kita


 

“Karena semua n a b i – n a b i dan h u k u m
 bernubuat sampai kepada tampilnya Yahya.” –
 Matius 11 : 13

Nabi-nabi yang dimaksud di atas ialah para nabi Wasiat Lama, dan Hukum yang dimaksud ialah hukum upacara bayangan dari nabi Musa. Sekaliannya itu terdapat di dalam Wasiat Lama. Jadi hendaklah selalu diingat, bahwa selama dalam masa periode Wasiat Lama nabi-nabi Wasiat Lama dan hukum upacara bayangan dari nabi Musa, telah mempersiapkan bagi kita berbagai nubuatan-nubuatan Alkitab, yang baharu di akhir zaman sekarang inilah sekaliannya itu diungkapkan pengertiannya menggenapi nubuatan Amos 3 : 7 yang mengatakan : “BAHWA SESUNGGUHNYA TUHAN HUWA TIDAK MAU BERBUAT APA-APA MELAINKAN DIUNGKAPKANNYA RAHASIA-NYA KEPADA PARA HAMBANYA, YAITU N A B I – N A B I.”

Jadi, sekalipun dunia Kristen di akhir dunia sekarang ini tidak banyak lagi mengenali n a b i – n a b i akhir zaman itu, yang telah mengungkapkan bagi kita berbagai rahasia Allah di dalam ROH NUBUATAN, kita harus yakin bahwa seluruh rahasia dari nubuatan-nubuatan para nabi Wasiat Lama, buku Wahyu, dan berbagai perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru itulah yang telah diungkapkan di dalam ROH NUBUATAN bagi kita. Dan sekaliannya itulah yang harus dipatuhi sebagai peraturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat. Bacalah Ulangan 29 : 29.

Salah seorang nabi Wasiat Lama yang paling banyak bernubuat perihal permasalahan kita di akhir zaman ini adalah n a b i Jesaya. Nabi Tuhan ini hidup kira-kira di antara 600 – 500 tahun sebelum Tarikh Masehi. Ucapannya yang paling terkenal, yang kini menjadi alat penguji iman kita ialah :  “AKAN HUKUM TORAT DAN AKAN KESAKSIAN : JIKA MEREKA BERBICARA TIDAK SESUAI DENGAN PERKATAAN INI, ITU ADALAH KARENA SEBAB TIDAK ADA TERANG DI DALAM MEREKA.” – JESAYA 8 : 20.

Hukum Torat dan Kesaksian adalah landasan iman umat Allah pada segala zaman. Torat ialah Undang-Undang Dasar Kerajaan Allah, dan Kesaksian ialah Peraturan-Peraturan Pelaksanaan dari Undang-Undang Dasar itu. Undang-Undang Dasar itu adalah produk buatan Allah Bapa, sedangkan Peraturan-Peraturan Pelaksanaan itu adalah produk buatan Jesus. Di dalam Wasiat Baru Kesaksian itu dikenal dengan nama Kesaksian Jesus, dan setelah semua rahasia Allah terungkap di akhir zaman sekarang ini, maka nama Kesaksian Jesus itu kembali berkembang menjadi ROH NUBUATAN menggenapi nubuatannya pada Wahyu 19 : 10. (Bag. Akhir).

Satu lagi nabi Wasiat Lama yang tulisan nubuatannya adalah sangat penting bagi kita, ialah nabi Daniel. Kepada nabi yang sangat dikasihi Tuhan itu malaikat Jibrail mengatakan :

“Pergilah Daniel, karena semua perkataan itu tertutup dan tersegel sampai di akhir zaman. Banyak orang akan disucikan, dan diputihkan, dan diuji, tetapi orang jahat akan makin melakukan kejahatan, dan tidak seorangpun dari orang-orang jahat akan mengerti, melainkan orang-orang yang bijaksana yang akan mengerti.” -- Daniel 12 : 4, 9 – 10.

Kita semua memahami, bahwa buku Daniel itu hanya dirahasiakan Tuhan sampai di akhir zaman. Karena kita sekarang sudah berada di akhir zaman, maka buku Daniel berikut pelengkapnya buku Wahyu sudah akan seluruhnya terungkap pengertiannya di dalam ROH NUBUATAN oleh perantaraan nabi-nabi akhir zaman. Jadi, orang-orang Kristen di akhir zaman yang masih saja melalaikan buku Daniel dan buku Wahyu pelengkapnya itu, maka mereka sudah akan melalaikan juga berbagai  buku nubuatan Wasiat Lama lainnya, dan mereka sudah akan masuk kategori orang-orang jahat yang tidak mungkin lagi mengerti untuk dapat disucikan, diputihkan  dan diuji.   

Wahyu 3 : 14 -  22 meramalkan
Penolakan General Conference tahun 1888 di Minneapolis terhadap Pekabaran Malaikat Wahyu 18 : 1 pada   kedatangannya yang pertama

Yahya Pewahyu mengatakan :
“Dan kepada malaikat sidang jemaatnya orang-orang Laodikea tuliskanlah sebagai berikut: “Segala perkara ini,” demikian kata Dia yang bernama Amin, Saksi yang setia dan benar itu, permulaan dari ciptaan Allah itu, “Aku tahu semua perbuatanmu, bahwa engkau itu adalah dingin tidak hangatpun tidak. Aku ingin engkau dingin atau hangat. Oleh sebab itu karena engkau adalah s u a m, dan dingin tidak hangatpun tidak, maka Aku hendak meludahkan kamu keluar dari dalam mulut-Ku. Sebab katamu: Aku adalah kaya, dan terus bertambah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi. Padahal tidak engkau ketahui bahwa engkau adalah orang yang malang, dan sengsara, dan miskin, dan buta dan bertelanjang.” -- Wahyu 3 : 14 – 17.
 
Karena penolakan tahun 1888 itulah, maka kondisi kerohanian dari General Conference of SDA berikut semua pendetanya sebagai malaikat sidang jemaat Laodikea jatuh merosot menjadi dingin tidak hangatpun tidak, atau tegasnya s u a m. Bagian terbesar Sidang Jemaat Laodikea kini ikut terlibat dalam dosa-dosanya itu. Sekalipun demikian, kesempatan untuk kembali bertobat masih terbuka, sebab Yesus masih menawarkan  kepadanya  sekali lagi jalan keluarnya sebagai berikut:

“Aku menasehati kamu supaya membeli kepada-Ku emas yang sudah teruji di dalam api, supaya kamu dapat menjadi kaya, dan pakaian putih, supaya kamu dapat berpakaian dan supaya malu ketelanjanganmu itu tidak tampak, dan supaya menggosok matamu dengan salp mata supaya engkau dapat melihat. Seberapa banyak orang yang Kukasihi Aku tegor dan hajar; maka sebab itu bergairahlah dan bertobat. Tengoklah, Aku berdiri di depan pintu, dan mengetok. ……………” Wahyu 3 : 18 –  20.

Adanya tawaran emas, pakaian putih, dan salp mata itu sesungguhnya s a- m a  s a j a dengan adanya Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani yang disampaikan oleh hamba Tuhan Nyonya White di dalam majalah Review and Herald tgl. 25 Pebruari 1902.  Nyonya White sendiri ternyata belum berhasil merealisasikannya bagi kiita sampai kepada saat kematiannya dalam tahun 1915.

Oleh karena itu, maka oleh datangnya kembali pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu bersama nabi Victor T. Houteff dalam tahun 1929 merealisasikan Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itu sampai tahun 1935 yang lalu, maka lengkaplah Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani itu ditawarkan kepada General Conference of SDA sebagai malaikat sidang jemaat Laodikea di akhir dunia sekarang ini.

Oleh karena itu, maka setelah Seruan Reformasi Rohani itu berhasil menata kembali Organisasi General Conference of SDA di Waco, Texas, maka genaplah ucapan Jesus, bahwa malaikat sidang jemaat Laodikea yang melambangkan Organisasi General Conference of SDA berikut semua pendeta-pendetanya di bumi ini sudah akan d i l u d a h k a n untuk s e l a m a – l a m a n y a.  Sorga dan seluruh penghuninya tidak akan lagi mengakui adanya malaikat sidang jemaat Laodikea, yang melambangkan General Conference of SDA berikut pendeta-pendetanya di bumi ini, untuk mewakilinya.

Bagaimanakah n a s i b  
orang-orang Laodikea yang telah menjadi pengikut setia malaikat sidangnya selama ini ?

Karena masa kasihan masih belum berakhir di dalam sidang pengadilan di dalam kaabah kesucian sorga, maka berarti setiap orang baik pendeta-pendeta yang selama ini terus menentang reformasi, ataupun para anggota biasa, pengikut setia dari pendeta-pendeta itu, yang selama ini terus menolak berbagai nubuatan Daniel dan Wahyu yang ditawarkan kepadanya, atau siapapun juga yang mungkin selama ini sudah dianggap suci karena pengabdiannya, Tuhan Allah masih terus menawarkan emas, pakaian putih dan salp mata. Untuk itulah, maka sejak jauh-jauh hari sebelumnya nabi Jesaya telah menubuatkannya sebagai berikut :

“SIAPAKAH YANG AKAN DIAJARINYA PENGETAHUAN ? DAN SIAPAKAH YANG AKAN DIBUATNYA MENGERTI  DOKTRIN ? MEREKA YANG LEPAS SUSU, DAN YANG BERHENTI MENYUSU PADA IBUNYA. KARENA PERATURAN HARUS BERTAMBAH PERATURAN, PERATURAN TAMBAH PERATURAN, BARIS DEMI BARIS, BARIS DEMI BARIS ; DI SINI SEDIKIT, DAN DISANA SEDIKIT. KARENA DENGAN BIBIR-BIBIR YANG BERGAGAPAN DAN DENGAN SUATU BAHASA YANG LAIN I A AKAN BERBICARA KEPADA BANGSA INI. KEPADA MEREKA IA AKAN MENGATAKAN : INILAH PERHENTIAN DENGAN MANA ENGKAU DAPAT MEMBUAT ORANG YANG LETIH LESU  BERISTIRAHAT; DAN INILAH PENYEGARAN, TETAPI MEREKA ITU TIDAK MAU MENDENGARKANNYA. TETAPI FIRMAN TUHAN BAGI MEREKA ITU ADALAH PERATURAN BERTAMBAH PERATURAN, PERATURAN DEMI PERATURAN ; BARIS DEMI BARIS, BARIS DEMI BARIS, DI SINI SEDIKIT DAN DISANA SEDIKIT ; AGAR SUPAYA MEREKA DAPAT PERGI, DAN JATUH KEBELAKANG, DAN HANCUR, DAN TERJERAT, DAN TERTANGKAP.“ --- Jesaya 28 : 9 – 13. (Terjemahan yang lebih tepat dari Alkitab King James Version).

Karena nubuatan dari nabi Jesaya, sebagaimana juga dengan nubuatan-nubuatan lainnya dari nabi-nabi Wasiat Lama, sekaliannya itu baharu akan berlaku dan digenapi di akhir zaman ini, maka ucapan nubuatan Jesaya pasal 28 itu sudah seharusnya dimengerti sebagai berikut :

  1. Pengetahuan dan Doktrin itu tak dapat tiada dimaksud kepada  Hukum Dasar Torat  sebagai Undang-Undang Dasar d a n Alkitab dan ROH NUBUATAN sebagai peraturan-peraturan pelaksanaannya.
  2. Orang-orang MAHK yang pernah dilahirkan kembali / dibaptis oleh ibu-ibu mereka / pendeta-pendeta atau malaikat sidang jemaat Laodikea; apabila mereka itu mau diajari pengetahuan dan dibuat mengerti  doktrin, mereka harus lepas susu dan berhenti menyusu pada ibu-ibu itu, artinya mereka harus stop bergantung pada khotbah-2 dan  pelajaran-pelajaran Sekolah Sabat yang sudah usang dan tidak lagi menyelamatkan itu. Ingat ! Nubuatan Zakharia 4 : 6 : “Bukan oleh kekuatan (pendeta dan khotbah-khotbahnya), bukan juga oleh kekuasaan (Organisasi General Conference dan Sekolah-2 Sabatnya), melainkan oleh ROH-KU (pada ROH NUBUATAN).”
  3. Hukum Allah, Alkitab, dan ROH NUBUATAN akan diajarkan kepada mereka itu peraturan bertambah peraturan, peraturan bertambah peraturan, peraturan demi peraturan, peraturan demi peraturan, baris demi baris, baris demi baris, di sini sedikit di sana sedikit.
  4. Akan ada seseorang yang akan menyampaikan Pengetahuan dan Doktrin itu kepada bangsa ini, maka yang dimaksud dengan bangsa ini tak dapat tiada adalah umat Allah dari sidang jemaat Laodikea di akhir zaman sekarang ini. Yaitu mereka yang mau melepaskan diri dari bawah malaikat sidang jemaat Laodikea, ibu mereka yg sejak mulanya telah melahirkan/membaptis mereka ke dalam sidang jemaat Laodikea atau Gereja MAHK.
  5. Dengan bibir-bibir yang bergagapan dan dengan suatu bahasa yg lain I a akan berbicara kepada bangsa ini.  Karena “bangsa ini” itu sudah diketahui melambangkan umat MAHK dari sidang jemaat Laodikea, maka  orang yang dimaksud tak dapat tiada adalah hamba Tuhan nabi Victor T. Houteff, seorang warga Negara Amerika Serikat keturunan Bulgaria yang sejak mulanya telah menyampaikan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu di Amerika Serikat dalam bahasa Inggris, yang bukan bahasanya sendiri.

“KARENA DENGAN BIBIR-BIBIR YANG BERGAGAPAN DAN DENGAN SUATU BAHASA YANG LAIN I A AKAN BERBICARA KEPADA BANGSA INI. KEPADA MEREKA IA AKAN MENGATAKAN :  INILAH PERHENTIAN DENGAN MANA ENGKAU DAPAT MEMBUAT ORANG YANG LETIH LESU  BERISTIRAHAT; DAN INILAH PENYEGARAN, TETAPI  MEREKA ITU TIDAK MAU MENDENGARKANNYA. TETAPI FIRMAN TUHAN BAGI MEREKA ITU ADALAH PERATURAN BERTAMBAH PERATURAN, PERATURAN DEMI PERATURAN ; BARIS DEMI BARIS, BARIS DEMI BARIS, DI SINI SEDIKIT DAN DISANA SEDIKIT ; AGAR SUPAYA MEREKA DAPAT PERGI, DAN JATUH KEBELAKANG, DAN HANCUR, DAN TERJERAT, DAN TERTANGKAP.“ --- Jesaya 28 : 9 – 13.

Saudara !  Hamba Tuhan nabi Victor T. Houteff sudah datang sebagai nabi akhir zaman yang terakhir sejak tahun 1929 yang lalu. Dan dialah yang telah menggabungkan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 ke dalam ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10. (bagian akhir). ROH NUBUATAN yang berisikan seluruh peraturan pelaksanaan dari Sepuluh Perintah Torat itu akan memberikan “PERHENTIAN” bagi kita semua umat Laodikea yang sudah letih lesu karena dosa di akhir zaman ini. Bahkan bukan hanya itu, sebab ROH NUBUATAN itu juga merupakan “PENYEGARAN” bagi kita, bukan ?

Tetapi sayang seribu sayang, sebab malaikat sidang jemaat Laodikea atau General Conference of SDA dan semua pengikut setianya tidak mau mendengarkannya. Mereka tetap tidak mau menyambut pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 berikut jurukabarnya Houteff sebagai nabi akhir zaman yang terakhir. Sekalipun nabi E. G.White sendiri sebagai pendiri Gereja MAHK kita sudah menegaskan :

“Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan dorongan kepada pekabarannya. Kuasa besar dan kemuliaan telah diberikan kepada malaikat itu, maka sementara ia turun bumi akan diterangi oleh kemuliaannya. ……. Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan kepada malaikat yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” -- Early Writings, p. 277.

Nabi Jesaya dalam ucapan nubuatannya di atas menegaskan, bahwa sekalipun malaikat sidang jemaat Laodikea dan semua pengikut setianya terus saja menolak mendengarkan Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani dari hamba pilihan Allah yang sederhana itu, “FIRMAN TUHAN BAGI MEREKA ITU ADALAH PERATURAN BERTAMBAH PERATURAN, PERATURAN DEMI PERATURAN ; BARIS DEMI BARIS, BARIS DEMI BARIS, DI SINI SEDIKIT DAN DI SANA SEDIKIT ; AGAR SUPAYA MEREKA DAPAT PERGI, DAN JATUH KEBELAKANG, DAN HANCUR, DAN TERJERAT, DAN TERTANGKAP.“ --- Jesaya 28 : 9 – 13.

Artinya, apabila FIRMAN TUHAN itu bagi kita akan mendatangkan PERHENTIAN dan PENYEGARAN, maka FIRMAN yang sama itu juga pada akhirnya akan membawa mereka pergi untuk jatuh ke belakang, dan hancur, dan terjerat dan tertangkap. Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White mengingatkan :  

“Para p e n d e t a  dan  u m a t  hendaknya ingat, bahwa kebenaran Injil itu akan membinasakan jika ia gagal menyelamatkan.“ -- Testimonies, vol. 5, p. 134.

Kesimpulan akhir 

Emas, pakaian putih, dan salp mata, yang oleh nabi Jesaya dinyatakan sebagai PENGETAHUAN dan DOKTRIN itu, sesungguhnya tidak lain daripada hanya HUKUM dan KESAKSIAN JESUS itu saja. HUKUM ialah Sepuluh Perintah ALLAH, yaitu Undang-Undang Dasar Kerajaan Allah yang tidak pernah berubah sepanjang zaman. KESAKSIAN JESUS  itulah yang telah berubah dan berkembang sampai di akhir dunia sekarang ini menjadi ROH NUBUATAN, yaitu ALKITAB yang telah diinterpretasikan seluruh i s i n y a  ke dalam ROH NUBUATAN oleh nabi-nabi akhir zaman, sesuai yang telah dinubuatkan di dalam Zakharia pasal 4.

PENGETAHUAN DAN DOKTRIN yang juga merupakan emas, pakaian putih, dan salp mata, yang terdiri dari HUKUM T O R A T  DAN  ROH NUBUATAN  itu baharu dapat kita terima, apabila persyaratan utamanya dipenuhi, yaitu apabila kita mau berhenti menyusu pada ibu. Artinya, hanya apabila kita mau sepenuhnya berhenti bergantung pada malaikat sidang jemaat Laodikea atau General Conference of SDA dan pendeta-pendetanya, yang sedianya sudah terludahkan keluar dari mulut Jesus setelah Organisai mereka direorganisir di Waco, Texas sejak tahun 1935 yang lalu. Baharulah ROH ALLAH akan mau membimbing kita kepada semua kebenaran dan segala perkara yang akan datang. Baharulah dapat kita sepenuhnya bertobat untuk kemudian diselamatkan ke dalam Kerajaan di Palestina.

 

****