Organisasi,
Permasalahan hidup atau mati
Bagi umat akhir zaman



 

P e n g a n t a r

Di dalam buku Wahyu seluruh sejarah Wasiat Baru telah dibagi ke dalam tujuh masa periode dari Sidang Jemaat. Sidang Jemaat Ephesus menempati masa periode yang pertama dalam abad yang pertama. Sidang Jemaat ini dibangun oleh rasul Paulus. Sedangkan masa periode yang terakhir ialah masa periode dari Sidang Jemaat Laodikea di akhir zaman. Sidang Jemaat ini dibangun oleh Nyonya Ellen G. White sebagai nabinya sejak tahun 1844 yang lalu. Tetapi para malaikat dari Sidang-Sidang Jemaat itu biasanya baharu diresmikan keberadaan mereka  kemudian. Malaikat dari sesuatu Sidang Jemaat ialah Organisasi dari Sidang Jemaat itu.

Oleh sebab itu, apabila Sidang Jemaat Laodikea itu  muncul di bumi ini sejak tahun 1844 yang lalu, maka malaikat Sidang Jemaat Laodikeanya  baharu akan lahir 19 tahun kemudian dalam tahun 1863. Malaikat Sidang Jemaat Laodikea itu lahir dari induknya, yaitu Sidang Jemaat Laodikea atau Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Amerika Serikat. Malaikat Sidang Jemaat Laodikea ialah Organisasi dari General Conference of SDA
di Amerika Serikat. Yahya Pewahyu mengatakan :
 
“Aku berada dalam Roh pada hari Tuhan (Hari Sabat), dan terdengar di belakangku sebuah suara besar, yang bagaikan bunyi dari sebuah trompet, katanya, Akulah Alpha dan Omega, yang pertama dan yang terakhir : maka apa yang kau lihat, tuliskanlah itu di dalam sebuah buku, lalu kirimkanlah itu kepada t u j u h  sidang jemaat yang di Asia : yaitu kepada Ephesus, dan kepada Smyrna, dan kepada Pergamus, dan kepada Thyatira, dan kepada Sardis, dan kepada Philadelfia, dan kepada Laoddikea.”Wahyu 1 : 10 – 11.
 
Buku Wahyu itu sesuai ucapan Yahya di atas diperuntukkan bagi keseluruhan tujuh Sidang Jemaat itu. Namun karena buku Wahyu itu baharu terungkap pengertiannya di akhir zaman, maka iaitu baharu  diterimakan kepada Sidang Jemaat yang ketujuh saja, yaitu Sidang Jemaat Laodikea. Sidang Jemaat Laodikea inilah, yang dalam bahasa nubuatan disebut “Tujuh Sidang Jemaat”. Artinya, Sidang Jemaat yang sama itu juga yang sudah akan menjelajahi seluruh tujuh masa periode Sidang Jemaat semenjak dari masa periode Sidang Jemaat yang pertama dari Wasiat Baru. Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Di dalam Wahyu semua buku-buku Alkitab bertemu dan berakhir. Di sinilah pelengkap dari buku Daniel itu. Yang satu adalah sebuah nubuatan, yang lainnya sebuah wahyu.”The Acts of the Apostles, p. 585.

Artinya, apabila kelak buku Daniel itu terungkap pengertiannya di akhir zaman, maka buku Wahyu sebagai pelengkapnyapun sudah akan juga terungkap. Lalu kemudian semua buku-buku Alkitab akan terungkap pengertiannya menyusul buku Wahyu itu. Dan semuanya itu tak dapat tiada akan diserahkan kepada “tujuh Sidang Jemaat di Asia”, yaitu Sidang Jemaat Laodikea.

Organisasi
General Conference of SDA sebagai
Malaikat Sidang Jemaat Laodikea dan tugasnya

Sesudah semua buku-buku Alkitab itu terungkap pengertiannya dan bertemu di buku Wahyu, untuk kemudian diserahkan kepada Sidang Jemaat Laodikea, maka kita ikuti berikut ini bagaimana penyampaian buku-buku itu kepada umat Laodikea atau umat Masehi Advent Hari Ketujuh.   Yahya Pewahyu menubuatkannya sebagai berikut :

Wahyu 3 : 14 – 17 :
“Dan kepada malaikat dari sidang jemaatnya orang-orang Laodikea tuliskanlah sebagai berikut :  “Segala perkara ini,” demikian kata Dia yang bernama Amin, Saksi yang setia dan benar itu, permulaan dari ciptaan Allah itu, “Aku tahu semua perbuatanmu, bahwa engkau itu adalah dingin tidak hangatpun tidak. Aku ingin engkau dingin atau hangat. Oleh sebab itu karena engkau adalah s u a m, dan dingin tidak hangatpun tidak, maka Aku hendak meludahkan kamu  keluar dari dalam mulut-Ku.”

“Sebab katamu : Aku adalah kaya, dan terus bertambah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi. Padahal tidak engkau ketahui bahwa engkau adalah orang yang malang, dan sengsara, dan miskin, dan buta dan bertelanjang.”

Tampak jelas bahwa penyampaian pekabaran dari sorga itu bukan langsung kepada Sidang Jemaat Laodikea, melainkan melalui Organisasi malaikat Sidang Jemaatnya.

Adanya kata-kata penolakan yang berbunyi : Aku adalah kaya, dan terus bertambah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi…..” dari pihak Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea itu, menunjukkan bahwa mereka telah menolak pekabaran sorga itu.     

Akibat dari penolakan itu, maka hamba Tuhan Nyonya White lalu menulis di dalam Review and Herald, ttg. 25 Pebruari 1902 menyerukan bagi diadakannya suatu pembangunan Rohani dan Reformasi Rohani. Namun sampai kepada kematiannya dalam tahun 1915 seruan pembangunan rohani dan reformasi rohani itu belum juga direalisasikan. Iaitu baharu direalisasikan setelah datangnya hamba Tuhan Victor T. Houteff dalam tahun 1929 dengan pekabaran Tongkat Gembalanya, yang bergabung dengan pekabaran Roh Nubuatan dari Nyonya White di dalam ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10. ROH NUBUATAN itulah yang akan menerangi seluruh bumi dimulai di dalam Sidang Jemaat. Laodikea sendiri.   

Seruan pembangunan rohani itu membawa kita kepada kepatuhan kepada ROH NUBUATAN sebagai peraturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat. Dan Seruan Reformasi Rohani itu menghantarkan kita kepada penataan kembali Organisasi General Conference of SDA menjadi Organisasi General Association of Davidian SDA, sesuai petunjuk pelaksanaannya pada buku Keimmamatan Davidian MAHK.

Akibatnya, maka Organisasi General Conference of SDA sebagai malaikat Sidang Jemaat Laodikea lalu diludahkan Jesus dari dalam mulut-Nya kira-kira semenjak dari tahun 1935 yang lalu. Ini hendaknya dipahami, sebab Tuhan Allah tidak mungkin dapat merestui dua Organisasi-Nya yang saling bermusuhan bekerja bagi-Nya, bukan ?

Pusat Gunung Karmel
Ialah General Conference of SDA
yang sudah dire-organisir sejak tahun 1935

Dalam rangka pembangunan kembali Gereja kita, akibat dari penolakan General Conference of SDA  terhadap pekabaran “PEMBENARAN OLEH IMAN” di Minneapolis USA tahun 1888 yang lalu, maka sesuai Seruan Pembangunan dan Reformasi rohani dari Nyonya White berikut ini,

“Allah menyerukan suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak terlaksana, maka mereka yang suam itu akan terus bertumbuh makin menjijikkan di hadapan Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.”

“Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua hal yang berbeda. Pembangunan berarti suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani. Reformasi berarti suatu r e – organisasi ………….” – Review and Herald, 25 February, 1902.

maka Organisasi General Conference of SDA sudah di r e – organisasikan oleh nabi Victor T. Houteff menjadi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, USA. pada tahun 1935. Dalam tahun itu juga hamba Tuhan Houteff menulis di dalam The Symbolic Code, vol. 1, No. 16 (Texas – 1935) sebagai berikut : 

“GUNUNG KARMEL KINI
DIMULIAKAN DENGAN RUMAH MARKAS BESARNYA.”

“Dengan berbahagia kami memberitahukan bahwa kantor markas besar dari pekabaran pemeteraian telah pindah dari Waco ke Pusat Gunung Karmel pada tanggal 29 September ke lokasi tempat tinggalnya yang b a r u  dan p e r m a n e n  bagi pemberitaan pekabaran dari “Saksi Yang Setia kepada orang-orang Laodikea.” Testimonies for the Church, vol. 3, p. 253. Olehnya itu, kami menghimbau semua saudara dalam kebenaran sekarang agar menghampiri tahta kemurahan dengan syukur dan puji-pujian kepada Bapa samawi kita untuk rahmat dan kebaikan-Nya dan berkat-berkat yang begitu banyak.   

“Bangunan-bangunan yang tadinya dibangun sudah selesai dan siap untuk dihuni telah membawakan suatu perasaan lega yang besar bagi kita semua, maka pada tanggal 16 bulan ini, sekalipun masih sangat berantakan, para pengikut Gunung Karmel yang datang dari negara-negara bagian lainnya akan dapat tinggal di gunung yang s u c i ini.” --  The Symbolic Code. vol. 1, No. 16, p. 1.
 
Jelaslah dipahami, bahwa yang dimaksud oleh nabi Houteff dengan Gn. Karmel itu ialah sebuah lokasi yang letaknya beberapa mil dari kota Waco di Texas, USA. Markas besar dari pekabaran pemeteraian itu pertama sekali dari Los Angeles pindah ke kota Waco. Sesudah gedung-gedung di Gn. Karmel selesai dibangun baharulah pada tanggal 29 September 1935 markas besar itu dialihkan ke sana. Dan semenjak itulah markas besar dari pekabaran pemeteraian itu disebut Pusat Gunung Karmel, Waco, Texas, di USA.

Ini berarti bahwa sebelum tahun 1935 sebutan Gunung Karmel atau Pusat Gn. Karmel-nya itu belum pernah dikenal orang di seluruh bumi Amerika. Orang akan bertanya, dari manakah gerangan datang nama itu ke sana ? Hamba Tuhan Houteff sendiri menuliskannya sebagai berikut :

“Adalah menarik bagi Pendeta G. untuk mengetahui bahwa pemberian nama kepada ‘perkemahan’ kita dengan “PUSAT GUNUNG KARMEL” telah datang secara kebetulan dalam cara yang sama dengan pemberian nama kepada penerbitan-penerbitan ‘TONGKAT GEMBALA’ kita, sebab kami tidak mengetahui sebelumnya bahwa iaitu terdapat di dalam nubuatan, sampai kemudian perhatian kami terbawa kepada tulisan Mikha  7 : 14 dan Amos  1 : 2. Di dalam nubuatan Amos kita baca,

“Tuhan akan bergemuruh suara-Nya dari Sion, dan mengeluarkan suara-NYa dari Jerusalem ; maka rumah-rumah tempat tinggal para gembala akan meratap, dan puncak Karmel akan layu.”Amos 1 : 2.

“Sebagaimana Amos mengatakan : ‘Rumah-Rumah tempat tinggal para gembala akan meratap,’ jelaslah bahwa nubuatan Amos itu baharu akan digenapi di depan., …………….
Sebagaimana diketahui, sebutan ‘para gembala’ adalah sama dengan ‘para tua-tua yang berada di depan rumah itu’ --- yaitu para pendeta. Testimonies for the Church, vol. 5, p. 211. Perhatikanlah bahwa para gembala itu sendiri tidak meratap, melainkan ‘rumah-rumah tempat tinggal mereka’ yang meratap; yaitu para anggota dari gereja-gereja mereka, kenyataan mana mengungkapkan bahwa demikian itulah yang akan jadi pada waktu apabila orang banyak yang tertidur di dalam gereja-gereja kelak bangkit dari mati rohani mereka, dan menemukan bahwa para gembala yang telah mereka menaruh harap sepenuhnya bagi penyelamatannya telah menyesatkan semua mereka itu.”   
       

“Nabi Yeremiah ………. menjelaskan bahwa ratapan ini oleh orang-orang yang sedemikian itu telah disesatkan akan jadi pada akhir masa kasihan.” - The Symbolic Code, vol. 11, No. 12, hal. 30, 31.  
 
Pusat Gunung Karmel itu sesuai nubuatannya akan tetap berada di Waco, Texas, USA sampai kepada akhir masa kasihan bagi sidang jemaat Laodikea yang akan datang. Artinya, sampai kepada datang hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu. Baharu pada akhir masa kasihan yang akan datang itulah Puncak Karmel itu akan layu.

Karena para gembala dan rumah-rumah tinggal yang dinubuatkan di atas  berada di Gunung Karmel, maka kita hendaknya tidak mencampur adukkan mereka itu dengan malaikat sidang jemaat Laodikea yang sedianya sudah sejak lama diludahkan Tuhan keluar dari mulut-Nya bersama-sama dengan para pengikut setia mereka, yang berada jauh di luar Gunung Karmel. Mereka itupun sudah akan mengalami nasib yang sama pada akhir masa kasihan itu, yaitu pada waktu Puncak Karmel kelak layu.

Para gembala Karmel di atas tidak meratap, tetapi rumah-rumah tinggal mereka itulah yang akan meratap. Rumah-rumah tinggal itulah yang melambangkan para pengikut setia gembala-gembala Karmel itu. Mereka itu meratap sejadi-jadinya setelah menyadari bahwa semua mereka itu sudah dipukul jatuh (knocked out) oleh “rekan-rekan penginjil yang sama yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Jesus.”  Hamba Tuhan Houteff jauh-jauh hari sebelum kematiannya  telah memperingatkan kepada semua umat pengikutnya sebagai berikut :  

“Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan melawan pekabaran sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan  kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan (a knockout blow) kepadanya. Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu  mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9 ). Musuh itu akan mencoba apa saja yang  mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama perihal mereka 144.000 itu.” ---------- Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

Ucapan nabi Houteff di atas ini mulai digenapi tak lama sesudah kematiannya dalam tahun 1955. Ada dua kali pukulan mematikan yang telah dilontarkan oleh Musuh kepada semua mereka yang telah ditinggal mati oleh Houteff.

Pukulan yang pertama telah menjatuhkan Nyonya Houteff dan rekan-rekannya, yang pada akhirnya Organisasi Pusat Gunung Karmel itu telah dilikwidasi dan seluruh kekayaannya dijual kepada Gereja Presbyterian, yang telah menguasainya sampai tahun 1991. Tetapi pukulan-pukulan selanjutnya bukan lagi datang dari Musuh atau Iblis, melainkan justru dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus yang lalu.  

Jika para imam di zaman Kristus yang lalu dikenal dengan nama Sanhedrin, maka rekan-rekan penginjil yang sama itu tak dapat tiada dimaksudkan kepada Sanhedrin contoh saingan di akhir dunia sekarang ini. Dan mereka itulah Organisasi Pusat Gunung Karmel terakhir yang telah menguasai kembali Gunung Karmel itu sejak tahun 1991 sampai kepada saat Puncak Karmel itu kelak layu di depan.

Bacalah dengan saksama semua ucapan hamba Tuhan Houteff di atas, maka akan jelas sekali dimengerti, bahwa pada waktu Puncak Karmel itu layu pada akhir masa kasihan yang akan datang, baik para gembala maupun rumah-rumah tinggal mereka, semua mereka itu sudah  bukan lagi umat Allah.

Sewaktu Puncak Karmel itu kelak layu

Sesudah rumah-rumah tinggal dari para gembala di Gunung Karmel meratapi lenyapnya kesempatan mereka untuk diselamatkan pada akhir masa penuaian yang akan datang, maka mereka sudah akan mengutuk dan mencaci maki para gembala mereka itu karena telah menyesatkan mereka sedemikian lama. Oleh sebab itu, maka hendaklah dimengerti bahwa baik para gembala maupun semua rumah-rumah tinggal mereka itu di Karmel sudah akan binasa bersama-sama. Tetapi di lain pihak Hamba Tuhan Houteff masih lagi mengatakan :  
 
“Demikianlah kelak puncak Karmel itu akan layu, maka orang-orang yang tidak mau menghiraukan perkataan firman yang berbunyi : “Pada hari ini jika engkau kelak mendengar suara-Nya, janganlah mengeraskan hatimu,” mereka pada akhirnya akan gempar karena kesempatan untuk menyambut kebenaran itu sudah lepas. Kemudian dalam keadaan yang tergesa-gesa dan dalam usaha yang meluap-luap untuk dapat memperkenalkan dirinya kepada kebenaran sekarang yang keluar dari puncak Karmel, dalam keadaan yang sangat terperanjat itu mereka akan menemukan bahwa Karrmel telah menyelesaikan tugasnya, p a r a p e n g h u n i n y a sudah pindah, dan masa kasihan sudah berakhir, pada waktu mana para penghuni “Karmel” hanya dapat mengulangi perkataan : Penuaian sudah berlalu, musim panas sudah berakhir, kami sudah tidak lagi memiliki apa-apa bagimu.” -- The Symbolic Code, Vol. 11, No. 12, p. 33.  

Para penghuni Karmel di atas ini tak dapat tiada dimaksudkan kepada mereka 144.000 itu saja, yang akan ditemukan di seluruh Laodikea di muka bumi ini. Bacalah kembali nubuatan Zakharia 13 : 7 itu ! Pada waktu Puncak Karmel layu, mereka itu akan sangat dicari-cari oleh orang-orang yang baharu sadar akan kelalaian mereka sebelumnya.  

Tetapi rumah-rumah tinggal dari para gembala Karmel yang diucapkan Sdr. Houteff pada bagian pertama di atas, mereka itu dinyatakan meratap dan menangis karena sebab disesatkan oleh para gembalanya. Mereka itu, berikut semua gembalanya di gunung Karmel akan sama-sama binasa, pada waktu puncak Karmel kelak layu di depan.

Jadi, jelaslah kiranya dipahami, bahwa karena “Gunung Karmel” itu sedianya sudah ada di dalam nubuatan, dan karena sudah dijelaskan oleh hamba Tuhan Houteff merupakan suatu lokasi yang permanen, maka Pusat Gunung Karmel, yang melambangkan General Association of Davidian SDA itu tak dapat tiada dimaksudkan kepada hanya Pusat Gunung Karmel yang kini berada di Waco, Texas, USA sampai kepada akhir masa kasihan yang akan datang.

Tetapi yang dimaksud dengan Puncak Karmel, karena iaitu sangat erat kaitannya dengan pekabaran Tongkat Gembala yang kini sudah tersebar luas di seluruh Laodikea, maka Puncak Karmel berikut penghuninya yang 144.000 umat pilihan itu, tak dapat tiada sudah akan terdapat di seluruh Laodikea. Apabila mereka 144.000 umat pilihan itu sudah terkumpul, maka pekabaran pemeteraian di seluruh Laodikea sudah akan berakhir. Dan demikian itulah Puncak Karmel akan layu, dan masa kasihan akan berakhir bagi seluruh umat Laodikea.

Sesudah ditinggal mati
hamba Tuhan Victor T. Houteff sejak tahun 1955

Sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, maka sesuai Buku Keimmamatan dari Davidian MAHK, ia sudah harus diganti oleh wakilnya. Untuk itulah, maka Organisasi Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas itu telah terus bekerja di bawah pimpinan wakil Presidennya : Nyonya Houteff.

Tetapi karena Nyonya Houteff dan kawan-kawannya juga jatuh terkena pukulan yang mematikan dari Musuh, maka akhirnya Pusat Gunung Karmel itu dilikwidasi dan seluruh harta kekayaannya dijual kepada Gereja Presbyterian. Orang yang bijaksana tak dapat tiada akan bertanya :  Mengapakah Tuhan Allah membiarkan Organisasi Pusat Pekabaran-Nya itu begitu mudah jatuh ke bawah kekuasaan Musuh ?  Apakah itu akibat dari kesalahan Nyonya Houteff, ataukah memang demikian itulah kehendak dari Tuhan Allah sendiri ?  Jawabnya :  Tuhan yang maha kuasa tidak akan mungkin membiarkan Markas Besar-Nya di Gunung Karmel, Texas, begitu saja mudah jatuh ke tangan Musuh. Namun karena masa tugasnya sudah berakhir, maka Pusat Gunung Karmel itu sudah harus dilikwidasi. Oleh sebab itu tak ada gunanyalah bagi kita untuk mempersalahkan Nyonya Houteff.              

Sesudah Pusat Gunung Karmel itu dijual, maka para pemuka Davidian MAHK di Amerika telah berusaha mencari untuk menemukan kembali sesuatu tempat yang lain bagi mendirikan Organisasi Pusat Pergerakan Reformasi yang baru. Mereka telah menelusuri pergerakan dari Pekabaran itu ke timur sesuai arah aliran sungai besar dari nubuatan Jehezkiel pasal 47. Tetapi lagi-lagi mereka tidak berhasil menemukannya. Sementara itu  telah diusulkan oleh sebagian Saudara-Saudara untuk kembali saja lagi ke Gunung Karmel di Waco, Texas. Namun dalam dua kali pertemuan umum Session para pemuka Davidian SDA dalam tahun 1988 dan 1990 di New York, usul untuk kembali lagi ke Gunung Karmel di Waco, Texas,  terus saja ditolak oleh mayoritas suara anggota yang hadir. Bagaimanapun juga suara mayoritas umat di waktu itu adalah sama dengan suara Allah sendiri, sebab mereka pada waktu itu belum jatuh dalam sesuatu dosa apapun. Bacalah kembali artikel kami yang berjudul : “PERMASALAHAN WACO, TEXAS, DARI EN-GEDI SAMPAI KE EN-EGLAIM.”

Sekalipun demikian beberapa Saudara telah memberanikan diri untuk kembali, dan berhasil membeli kembali Gunung Karmel itu dari Gereja Presbyterian. Demikian itulah, maka Pusat Gunung Karmel itu telah berhasil dikuasai kembali sejak tahun 1991 yang lalu sampai kepada hari ini.  Permasalahannya kini adalah :

Siapakah yang dapat mewakili Jesus
menyampaikan  Panggilan Jam ke-Sebelas itu sampai kepada akhir masa kasihan yang akan datang ?

Pekabaran Panggilan Jam Ke-11 itu berasal dari Jesus sebagai Pemilik kebun anggur, kepada para penganggur di Pasar yang membentuk sidang jemaat Laodikea di akhir zaman ini. Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :
             
“Kata-kata ucapan Kristus itu berlaku bagi S i d a n g  : “Mengapakah berdiri-diri saja kamu di sini sepanjang hari menganggur ? Mengapakah kamu tidak bekerja pada sesuatu jenis pekerjaan di dalam kebun anggur-Nya? Berulang kali Ia telah mengundang kamu. Masuklah kamu juga ke dalam kebun anggur itu, maka apapun yang pantas, iaitu akan kamu terima.” Tetapi panggilan kemurahan dari sorga ini telah dilalaikan oleh bagian terbesar orang-orang.”Testimonies for the Church, vol. 5, p. 203.

Kata-kata ucapan Kristus itu berlaku hanya bagi para anggota biasa di dalam S i d a n g (laymen). Bukan kepada mereka dari Organisasi. Inilah sasaran utama dari pekabaran Panggilan Jam Ke-Sebelas itu semenjak dari mulanya.  

Sebagai seorang nabi pilihan Ilahi, maka Victor T. Houteff telah dipilih Tuhan untuk mewakili-Nya “membangun” dengan cara menyampaikan pekabaran panggilan jam ke-11 itu di akhir dunia sekarang ini. Dan kemudian “mengre-organisir” General Conference of SDA menjadi General Association of Davidian SDA di Gunung Karmel di Texas sesuai seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani dari Nyonya White.

Jadi jangan sekali mengira bahwa Organisasi Pusat Gunung Karmel itulah yang mewakili Jesus Pemilik Kebun Anggur menyampaikan panggilan jam ke-11 itu kepada para penganggur di pasar. Sekali-kali tidak. Olehnya itu, maka tidaklah mengherankan apabila nabi Victor T. Houteff meninggal dunia, organisasinya itu pun sudah akan bubar dengan sendirinya.   

Namun bagaimanapun juga hamba Tuhan Houteff tak dapat tiada harus juga diwakili sesudah kematiannya, maka untuk itulah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :
“Adalah suatu kekeliruan yang sangat berbahaya untuk mengira bahwa pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa itu bergantung hanya pada dinas kependetaan (Organisasi). ……. Allah akan mengirim keluar ke dalam kebun anggurnya b a n y a k  o r a n g  yang belum pernah didedikasikan ke dalam dinas kependetaan oleh tumpangan tangan.” -- The Acts of the Apostles, p. 110. (In brackets added).

Dan hamba Tuhan Houteff juga telah mengatakan :

“…………. sebagai guru-guru (bukan nabi) dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian MAHK), k a m i harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal p e r l u untuk diinterpretasikan. HANYA DENGAN DEMIKIAN INILAH SEMUA PENGANUT KEBENARAN SEKARANG AKAN SENANTIASA MEMILIKI PEMIKIRAN YANG SAMA, SEPAKAT DAN MEMBICARAKAN PERKARA-PERKARA YANG SAMA (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Jesaya 52 : 8).“ --- Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK, hal. 26, 27.

Jadi, jelaslah kiranya, bahwa sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, maka guru-guru dan pendeta-pendeta pilihan Allah, yang tidak dikenal oleh Organisasi, sudah akan meneruskan pemberitaan Panggilan Jam Kesebelas itu kepada para penganggur di pasar, di gereja-gereja MAHK di seluruh dunia Laodikea sampai semua calon 144.000 umat kesucian pilihan Allah yang akan datang sehati sepikir, sepakat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Artinya, sampai berakhir masa kasihan yang akan datang bagi Sidang Jemaat Laodikea.

Sesudah meninggal
 hamba Tuhan Houteff, maka digenapilah nubuatan
 Zakharia 13 : 6 dan 7

Nabi Zakharia menubuatkannya sebagai berikut :  “Maka seseorang akan mengatakan kepadanya, Luka-luka apakah ini pada tanganmu ? Kemudian akan dijawabnya, Orang-orang itulah dengan mana aku telah dilukai di dalam rumah dari kawan-kawanku.

“Bangkitlah, hai pedang, melawan gembalaku, dan melawan orang itu yaitu temanku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : bunuhlah gembala itu, maka domba-dombanya akan tercerai-berai : lalu aku akan mengalihkan tanganku ke atas mereka yang kecil-kecil itu.”Zakharia 13 : 6, 7.

Ucapan nubuatan dari nabi Zakharia di atas ini pernah digenapi pada pribadi Jesus pada kedatangan-Nya yang pertama di Palestina dahulu. Namun karena nubuatan-nubuatan dari Wasiat Lama “sesuai prosedurnya” baharu diungkapkan pengertiannya di akhir zaman, oleh nabi-nabi akhir zaman, maka nubuatan Zakharia 13 : 6, 7 itu tak dapat tiada sudah harus digenapi sekali lagi pada pribadi dari hamba Tuhan Victor T. Houteff, nabi akhir zaman yang terakhir itu. Ini seharusnya dimengerti, sebab tidak mungkin semua nubuatan dari nabi Zakharia yang sedianya berlaku bagi  akhir zaman ini, sementara satu dua ayat dari Zakharia pasal 13 itu diperuntukkan bagi hanya pribadi Jesus pada kedatangan-Nya yang lalu.   

Jadi, hendaknya dapat dimengerti mengapa setelah kematian hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1955 yang lalu, maka Organisasi Pusat Gunung Karmelnya itu sebagai sarana pemersatu umat Davidian di akhir zaman, ternyata tidak dapat  bertahan hidup lebih lama lagi.

Demikian itulah, maka mau tak mau harus diakui, bahwa oleh meninggalnya hamba Tuhan Victor T. Houteff dalam tahun 1955 yang lalu, maka sejak itu pula berakhirlah masa tugas dari Organisasi Pusat Gunung Karmelnya itu untuk selama-lamanya di akhir zaman ini. Untuk itulah, maka dalam tahun 1954, setahun sebelum kematiannya hamba Tuhan yang sederhana itu telah ditugaskan Tuhan untuk menulis di dalam majalah the Symbolic Code sebagai berikut :  

“Kini kembali, bahkan dengan tekanan yang lebih besar untuk mencapai tujuannya, maka PUSAT GUNUNG KARMEL membuat pemberitahuan berikut ini kepada semua umat Davidian yang setia mau menyadari bahwa berita yang baik ini barangkali juga penting sebagai sebuah pertanda. Oleh mulai pertama sekali menjual kelebihan harta miliknya, kemudian  s e l u r u h  h a r t a, maka PUSAT GUNUNG KARMEL secara simbolis sedang memelopori rencana yang digariskan di dalam Alkitab dan ROH NUBUATAN  ……………………….”The Symbolic Code Vol. 10, No. 1, halaman 4.      

Di zaman hamba Tuhan Houteff PUSAT GUNUNG KARMEL sudah mulai menjual sebagian dari luas tanah miliknya. Tetapi sampai kepada akhir hayatnya dalam tahun 1955, PUSAT GUNUNG KARMEL itu ternyata belum sampai menjual seluruh harta miliknya.
 
Tetapi dalam tahun 1962 di bawah kepemimpinan Nyonya Houteff sebagai wakil Presiden, maka PUSAT GUNUNG KARMEL ternyata telah melikwidasi PUSAT GUNUNG KARMEL itu, dan menjual seluruh harta kekayaan miliknya kepada Gereja Presbyterian,  lalu membubarkan diri.
 
Demikian itulah, maka Gereja Presbyterian telah menguasai seluruh kompleks Gunung Karmel itu selama kurang lebih 30 tahun lamanya sampai tahun 1991, setelah mana iaitu baru dikuasai kembali oleh mereka yang menamakan dirinya GENERAL ASS. OF DAVIDIAN SDA atau PUSAT GUNUNG KARMEL di WACO, TEXAS, USA. sampai kepada hari ini. Setiap orang yang berakal sehat tak dapat tiada akan bertanya :  Adakah pendirian kembali PUSAT GUNUNG KARMEL di Waco, Texas sekarang ini membantu JESUS membimbing “mereka yang kecil-kecil” dari nubuatan Zakharia 13 : 7 di atas, ataukah justru mewakili Musuh mengirimkan pukulan yang mematikan (knockout blows) kepada semua pengikutnya ???

Sesudah ditinggal mati Houteff, maka sesuai nubuatannya semua umat penganut Kebenaran Sekarang harus terbagi dua : mereka yang masuk kategori anak-anak dara pintar calon 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang di satu pihak, dan mereka anak-anak dara pintar yang memiliki tipu di dalam mulutnya di lain pihak. Atau juga dikenal dengan nama mereka yang masuk kategori gandum di satu pihak, dan mereka yang masuk kategori sekam di lain pihak. Jadi, sesuai nubuatan Zakharia 13 : 7 di atas, maka “mereka yang kecil-kecil” yang berada di bawah kendali tangan Tuhan Allah itulah calon 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang. Sebaliknya mereka yang kembali berorganisasi meneruskan Pusat Gunung Karmel kepunyaan Houteff itu tidak lagi dikenal pada nubuatan Zakharia pasal 13 di atas. 

Nasib dari ORGANISASI
 yang dinubuatkan pada  Jehezkiel pasal 47

Nubuatan Jehezkiel pasal 47 memiliki aplikasi rangkap, artinya, di samping meramalkan Gereja kita MAHK di waktu ini, nubuatan Jehezkiel 47 itu juga meramalkan sidang Tuhan dalam masa Seruan Keras yang akan datang. Ini dapat diketahui dari ucapan hamba Tuhan Houteff berikut ini :

“Maka akan jadi kelak, bahwa para nelayan akan berdiri di atasnya mulai dari En-gedi sampai ke En-eglaim; keduanya itu (kedua kota itu) akan menjadi suatu tempat untuk merentangkan pukat-pukat.” (Jehezkiel 47 : 10). Kedua kota ini mengungkapkan, bahwa ikan-ikan itu ditangkap di dua tempat, yaitu En-gedi (Masehi Advent Hari Ketujuh) dimana mereka 144.000 itu dikumpulkan ---- yaitu buah-buah pertama, dan En-eglaim (Babil atau Dunia) dimana rombongan besar orang banyak dari Wahyu 7 : 9 itu dikumpulkan. ……………. Aliran dari mata air dimana iaitu pertama sekali keluar menuju ke pintu gerbang sebelah timur, melambangkan  mereka yang 144.000 itu, dan sungai itu melambangkan rombongan besar orang banyak itu.” --- Tongkat Gembala  Jilid II, No. 3, hal. 429.

Karena memiliki aplikasi rangkap, artinya berlaku di dua tempat, maka kemajuan penarikan jiwa-jiwa di En-gedi akan menjadi c o n t o h dan kemajuan penarikan jiwa-jiwa di En-eglaim akan menjadi c o n t o h  s a i - n g a n n y a. Hal yang unik dari nubuatan ini adalah, bahwa justru semua tahapan kemajuan penarikan jiwa-jiwa di En-eglaim yang lebih dulu diberitahukan kepada kita, padahal tahap-tahap kemajuan penarikan jiwa-jiwa di En-gedi selama masa periode Sidang Jemaat Laodikea masih harus dicari. Sekalipun demikian semuanya itu sudah pasti akan ditemukan, sebab semua peristiwa contoh saingannya sudah lebih dulu diungkapkan di dalam nubuatan Jehezkiel 47 itu.   

Karena Tuhan Allah kini tidak lagi merestui satupun Organisasi-Nya untuk  mempersatukan umat-Nya di akhir dunia sekarang ini, maka genaplah nubuatan Jehezkiel pasal 47 itu yang memberitahukan kepada kita melalui contoh saingannya di atas sebagai berikut :

“Maka akan jadi kelak, bahwa para nelayan akan berdiri di atasnya dari En-gedi sampai ke En-eglaim; keduanya itu akan menjadi tempat bagi merentangkan pukat-pukat ; ikan-ikan tangkapan mereka itu akan sesuai dengan jenis-jenisnya, karena ikan-ikan itu berasal dari lautan yang luas, yang banyak sekali.

“T e t a p i tempat-tempatnya yang berlumpur dalam dan tempat-tempatnya yang berawa-rawa tidak akan disembuhkan ; sekaliannya itu akan dibiarkan menjadi garam.”  --- Yehezkiel 47 : 13, 14.

Sekalipun mereka 144.000 umat kesucian yang akan datang sudah akan berhasil menarik jiwa-jiwa di seluruh dunia yang hampir tak terhitung jumahnya (Wahyu 7 : 9), mereka tidak akan pernah berhasil menarik berbagai organisasi Gereja-Gereja, dan berbagai sekte agama di luar (Babil). Semua mereka itu akan dibiarkan menjadi garam, artinya binasa bagaikan Isteri Lot yang telah menjadi garam dalam sejarah yang lalu.

Dalam “c o n t o h n y a“ sekarang ini di dalam masa periode dari En-gedi atau Sidang Jemaat Laodikea kita, maka ORGANISASI-ORGANISASI yang tak mungkin lagi dapat diselamatkan oleh pekabaran Panggilan Jam Ke-11 itu tak dapat tiada adalah Malaikat Sidang Jemaat Laodikea atau General Conference of SDA, dan semua mereka yang menamakan diri nya, General Association of Davidian SDA  atau Pusat Gunung Karmel di Amerika Serikat. Dengan demikian, maka semua pengikut mereka itu di seluruh dunia sudah akan mengalami nasib yang sama.
 
Dengan demikian, maka semua umat penganut kebenaran sekarang yang belum juga mau meninggalkan dewa-dewa mereka, yaitu dewa-dewa berjalan dan dewa-dewa buatan manusia, mereka sudah akan binasa apabila Puncak Karmel kelak layu sebentar lagi.

Organisasi – Organisasi
dari pasangan kuda dauk dan pasangan kuda teji
dari nubuatan Zakharia pasal 6

Setelah berdirinya Organisasi Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, oleh hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1935 yang lalu, maka semenjak dari saat itu kereta yang melambangkan Sidang Jemaat Laodikea atau Gereja MAHK sudah akan ditarik oleh dua pasang kepemimpinan sidang : pasangan kuda dauk yang melambangkan Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea atau General Conference of SDA di satu pihak, dan pasangan kuda teji yang melambangkan Organisasi Pusat Gunung Karmel atau General Association of Davidian SDA dengan nabinya Sdr. Victor T. Houteff di lain pihak.

Pasangan kuda dauk menarik kereta yang melambangkan Sidang Jemaat Laodikea kita ke selatan, yaitu ke arah Mesir, yang melambangkan kekapiran. Tetapi pasangan kuda teji itu menarik kereta yang sama untuk mengembara kesana kemari di seluruh bumi, karena mereka itulah yang melambangkan 144.000 umat pilihan Allah yang akan menyelesaikan  seluruh pemberitaan Injil ke seluruh dunia.
              
Sampai kepada hari ini kereta yang melambangkan Sidang Jemaat Laodikea itu tampaknya belum banyak beranjak maju dari tempatnya, sebab penarikan dari kedua pasangan kuda itu berlawanan arah satu daripada yang lainnya.

Sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955, maka Organisasi Pusat Gunung Karmelnya itupun menyusul bubar dan dilikwidasi dalam tahun 1962. Namun karena tugasnya untuk menarik kereta itu berkeliling ke seluruh dunia belum terlaksana, maka ini berarti tugas itu baharu akan direalisasikan di depan.
 
Karena nabi Houteff sebagai juru kabar dari Pekabaran Panggilan Jam Ke-11 tidak dapat diwakilkan kepada Organisasi manapun juga, selain kepada guru-guru atau pendeta-pendeta pilihan Ilahi yang belum pernah dilantik melalui tumpangan tangan, maka mereka itulah bagian dari 144.000 umat pilihan itu yang sudah akan bertugas pada pasangan kuda teji itu semenjak dari  kematian hamba Tuhan Houteff yang lalu.

Berapa tepatnya angka bilangan mereka itu pada waktu ini hanya Tuhan yang tahu. Ini hendaknya dimengerti, sebab sesuai nubuatan Zakharia 13 : 7 di atas semua umat Allah di akhir zaman ini sudah akan tercerai-berai sesudah kematian gembala mereka. Sekalipun demikian semua mereka itu masih tetap berada di bawah kendali dari tangan Tuhan Allah sendiri.   

Segera setelah angka bilangan mereka itu (144.000) tercapai, maka kedua pasangan kuda itu sudah akan dipisahkan serentak satu daripada yang lainnya. Pada waktu itulah Puncak Karmel sudah akan layu, dan sampailah kita pada Hari Tuhan Yang Besar dan Mengerikan itu. Hari itu benar-benar besar bagi mereka 144.000 itu yang akan memperoleh meterai tanda kelepasan mereka, tetapi benar-benar mengerikan bagi pasangan kuda dauk dan semua pengikutnya di dalam kereta. Dan bahkan lebih mengerikan lagi bagi mereka anak-anak dara bijaksana yang memiliki tipu di dalam mulutnya, atau mereka yang masuk kategori s e k a m itu.

K e s i m p u l a n

ORGANISASI dalam pengertan ROH NUBUATAN yang dibicarakan di atas ini adalah hanya terbatas pada ORGANISASI PUSAT milik Tuhan Allah yang telah dibangun oleh hamba-hamba-Nya semenjak dari berdirinya sidang jemaat Laodikea dalam tahun 1844 yang lalu. ORGANISASI malaikat sidang jemaat Laodikea mulai berdiri dalam tahun 1863.

Dalam tahun 1888 pada pertemuan Minneapolis yang sangat bersejarah itu ORGANISASI kepunyaan Tuhan Allah ini dengan beraninya telah menolak pekabaran “Pembenaran Oleh Iman” dari Tuhan Allah. Dan pada tahun 1929 Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani dari Nyonya White yang mulai direalisasikan oleh nabi Victor Houteff melalui pekabaran Tongkat Gembalanya itupun kembali ditolak. Dan bahkan nabi utusan sorga itu dipecat dari keanggotaan Sidang Tuhan Allah.

Dalam tahun 1935 ORGANISASI malaikat sidang jemaat Laodikea itu dire-organisasikan menjadi ORGANISASI PUSAT GUNUNG KARMEL di Waco, Texas. Lalu pada waktu itu pula malaikat sidang jemaat Laodikea berikut semua pendetanya diludahkan Jesus dari dalam mulut-Nya.

ORGANISASI PUSAT GUNUNG KARMEL itupun ternyata hanya bertahan sampai kepada akhir masa tugas dari nabi pendirinya, Sdr. Victor T. Houteff dalam tahun 1955. Sesudah itu dan bahkan sampai kepada hari ini Tuhan Allah ternyata tidak lagi merestui satupun ORGANISASI PUSAT GUNUNG KARMEL apapun yang lain bagi kita di akhir dunia ini. Untuk itulah, maka melalui perkataan nubuatan yang pasti dari nabi Zakharia, kepada kita semua Tuhan Allah berfirman :      
   
“Bangkitlah, hai pedang, melawan gembalaku, dan melawan orang itu yaitu temanku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : bunuhlah gembala itu, maka domba-dombanya akan tercerai-berai : lalu aku akan mengalihkan tanganku ke atas mereka yang kecil-kecil itu.”Zakharia 13 : 6, 7.

Artinya, sekalipun nabi Houteff sudah meninggal dunia, dan sekalipun semua kawanan dombanya sudah tercerai-berai di sana sini tanpa  sesuatu ORGANISASI PUSAT GUNUNG KARMEL yang kuat sebagai PEMERSATU, Tuhan Allah sudah berjanji akan mengalihkan tangan-Nya ke atas kita semua yang kecil-kecil, yang kini sedang tercerai berai di sana-sini di seluruh Laodikea. Untuk itulah, maka kita semua akan sehati, sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Dan inilah ciri-ciri dari mereka 144.000 umat kesucian pilihan Allah yang akan datang.

****