Oleh Api dan oleh Pedang-Nya

Tuhan akan menghimbau kita

 

 

 

 

Raja Daud pernah mengeluarkan sebuah pernyataannya sebagai berikut :

 

       “Bahwa FirmanMu adalah merupakan sebuah pelita bagi kakiku, dan sebuah terang bagi perjalananku.”Mazmur 119 : 105. Ucapannya yang sangat sederhana itu mengungkapkan kepada kita, bahwa seluruh firman Allah yang terungkap di dalam Alkitab sejak dari buku Kejadian sampai dengan buku Mazmur dan buku-buku lainnya, yang tersedia di zaman raja yang juga seorang nabi Tuhan Allah itu, sekaliannya itu sudah dapat dipahami dengan baik.

 

       Tetapi setelah nabi Jesaya datang menyampaikan berbagai firman Allah bawaannya, maka tampak jelas, bahwa tidak seluruh isi dari buku Jesaya itu begitu saja dapat dipahami. Ini dapat dimengerti sebab sebagian besar dari isi buku Jesaya itu terdiri dari nubuatan-nubuatan, yang baharu terungkap pengertiannya di akhir zaman. Dengan demikian genaplah ucapan hamba Tuhan Nyonya White yang mengatakan : “Setiap n a b i dari Wasiat Lama lebih sedikit berbicara bagi zamannya sendiri daripada bagi zaman kita, sehingga ucapan nubuatan mereka itu benar-benar berlaku bagi kita.” — 3 Selected Messages, p. 388.

 

       Salah satu nubuatan nabi Jesaya yang tampaknya sampai kepada hari ini belum pernah digenapi ialah nubuatan dari Jesaya 66 : 16 – 24. Kita ikuti nubuatan itu selengkapnya sebagai berikut :

 

“Karena oleh api dan oleh pedang-Nya Tuhan  akan  m e n g - h i m b a u   s e m u a   o r a n g : maka orang-orang yang kelak d i -b u n u h Tuhan itu akan banyak sekali.  Mereka yang mempersucikan dirinya, dan yang membersihkan dirinya di dalam    t a m a n-t a m a n di balik sebuah pohon kayu yang ada di tengah-tengahnya, yang makan daging babi, dan makanan keji lainnya, dan juga tikus, semua mereka itu akan dihapuskan bersama-sama, demikianlah firman Tuhan. Karena Aku tahu semua perbuatan mereka itu dan semua pemikirannya : maka akan datang kelak kemudian, bahwa Aku akan menghimpun s e m u a bangsa dan bahasa-bahasa; dan mereka itu akan datang, lalu menyaksikan kemuliaan-Ku.

 

       “Maka Aku akan menempatkan suatu tanda di antara mereka itu, lalu Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari mereka itu kepada segala bangsa, yaitu ke Tarshish, Pul dan Lud, mereka yang menarik kereta ke Tubal, dan ke Javan, ke pulau-pulau yang jauh-jauh yang belum pernah mendengar kebesaran nama-Ku, dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku; maka mereka itu akan mendeklarasikan kemuliaan-Ku di antara semua bangsa kapir.

 

       “Maka mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan kepada Tuhan, keluar dari semua bangsa dengan menunggang kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan usungan-usungan, dan dengan keledai-keledai, dan dengan menunggang binatang-binatang yang berlari cepat, menuju ke gunung kesucian-Ku Jerusalem, demikianlah firman Tuhan, seperti halnya bani Israel menghantarkan suatu persembahan di dalam suatu bejana yang bersih ke dalam rumah Tuhan.

 

       “Maka Aku juga akan mengambil dari antara mereka itu untuk menjadi imam-imam dan menjadi orang-orang Lewi, demikianlah firman Tuhan.

 

       “Karena sebagaimana segala langit yang baru dan bumi yang baru, yang akan Ku buat itu akan tetap ada di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan, maka sedemikian itu pula kelak benihmu dan namamu akan tetap ada.

 

       “Maka akan jadi kelak bahwa dari bulan baru yang satu ke bulan baru lainnya, dan dari Sabat yang satu ke Sabat yang lainnya, semua manusia akan kelak datang menyembah di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan.

 

      Maka mereka akan pergi keluar, dan memandang pada bangkai-bangkai dari orang-orang yang telah mendurhaka melawan-Ku: karena cacing-cacing dari mereka itu tidak akan mati, juga api yang membakar mereka itu belum akan padam; maka mereka itu akan menjadi sesuatu yang paling menjijikkan bagi semua orang.” --- Yesaya 66 : 16 – 24.

 

Beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari nubutan di atas ini adalah sebagai berikut : 

  1. Bahwa oleh a p i dan oleh p e d a n g Nya Tuhan akan menghimbau semua orang.
  2. Kemudian Tuhan akan membunuh banyak sekali orang
  3. Identitas dari mereka yang akan dibunuh itu sudah terinci dengan jelas. 
  4. Orang-orang yang luput dari pembantaian itu akan diutus kepada segala bangsa, yang belum pernah mendengar kebesaran nama Tuhan, dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Nya; maka mereka itu akan mendeklarasikan kemuliaan Tuhan di antara semua bangsa kapir.
  5. Orang-orang yang luput itu akan menghantarkan banyak sekali orang-orang yang ditobatkannya ke gunung kesucian Tuhan di Jerusalem, di Palestina.
  6. Kemudian dari Sabat kepada Sabat, dan dari bulan yang satu kepada bulan berikutnya semua orang akan datang berbakti kepada Tuhan.

 

Oleh api dan oleh pedang-Nya Tuhan akan menghimbau

 

       Karena semua mereka yang luput daripada pembantaian itu akan dikirim kepada semua bangsa kapir yang belum pernah mengenal kebesaran Tuhan Allah dan kemuliaan-Nya, maka pembantaian itu tak dapat tiada akan jadi h a n y a  terbatas di dalam lingkungan sidang jemaat milik Tuhan Allah saja. Lagi pula karena pembantaian yang diramalkan oleh nabi Jesaya itu  belum pernah digenapi sampai kepada hari ini, maka iaitu akan merupakan pelaksanaan pengadilan terhadap orang-orang hidup di dalam sidang jemaat Laodikea, dalam rangka pembersihan sidang yang akan datang dari semua orang jahat yang telah menguasai gereja-gereja kita selama ini. Inilah yang patut dipahami, sebab Tuhan Allah tidak mungkin dapat menyelesaikan pekerjaan penyelamatan-Nya ke seluruh dunia dengan menggunakan dinas pelayanan-Nya yang terus menerus menolak mematuhi ROH NUBUATAN-Nya yang ada.

 

       Oleh  sebab  itu ketahuilah, bahwa ”oleh  a p i  dan  oleh p e - d a n g – N y a“  atau dengan perkataan lain, oleh ROH NUBUATAN-NYA Tuhan Allah kini sedang menghimbau Saudara dan saya  untuk  segera  bertobat. A p i  melambangkan  Roh Suci  dan p e d a n g N y a  melambangkan Kebenaran Firman Allah, yang keduanya hanya dapat ditemukan di dalam ROH NUBUATAN, di dalam mangkok keemasan dari nubuatan Zakharia pasal 4.  Karena mangkok keemasan dari nubuatan Zakharia pasal 4 itu baharu hanya dikenal di dalam sidang jemaat Laodikea atau Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, maka hanya orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang melalaikannya yang akan kelak dibunuh Tuhan. Akan ada banyak sekali orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang akan dibantai pada hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.

 

       Dari nubuatan Zakharia pasal 4 itu pula telah dapat diketahui, bahwa ROH NUBUATAN di dalam mangkok emas itu melambangkan TERANG BESAR yang sedang menerangi bumi di waktu ini, dimulai di dalam GEREJA kita. Setelah Sdr. Victor T. Houteff datang dengan buku-buku terbitan Tongkat Gembalanya yang berisikan gabungan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White, maka genaplah ucapan Nyonya White berikut ini :

 

      “Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan tenaga bagi pekabarannya. Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan bagi pekabaran yang ketiga yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam yang telah bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” – Early Writings, p. 277.

 

Bagaimana Tuhan menawarkan

api dan pedang-Nya itu kepada kita

 

Nabi Maleakhi menubuatkannya sebagai berikut :

 

       “Bahwasanya Aku akan mengirim utusan-Ku, maka ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Ku; maka Tuhan yang kamu cari itu secara tiba-tiba akan datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian yang kamu rindukan itu. Bahwasanya Ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangan-Nya ? Dan siapakah yang akan kelak berdiri apabila Ia muncul ? Karena Ia adalah bagaikan api pembersih, dan bagaikan sabun pemutih. Maka Ia akan duduk bagaikan seorang pembersih dan pemurni perak; lalu Ia akan menyucikan bani Lewi dan membersihkan mereka itu bagaikan emas dan perak, supaya dapat mereka mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran. Kemudian kelak persembahan Jehuda dan Jerusalem akan berkenan kepada Tuhan, sama seperti di zaman dahulu, dan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.” – Maleakhi 3 : 1 – 4.

                                        

“Bahwasanya, Aku akan mengutus kepadamu Eliyah nabi itu dahulu daripada datang hari Tuhan yang besar dan  mengerikan itu. Maka ia akan membalikkan hati para bapa kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapa-bapa mereka, supaya jangan Aku datang lalu memalu bumi dengan suatu kutuk.” – Maleakhi 4 : 5, 6.

 

Hamba Tuhan Nyonya White kemudian menambahkannya sebagai berikut :

 

       “Tuhan berfirman : Bahwasanya Aku mengutus kepadamu Eliyah nabi itu, dahulu daripada datang hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu. S e s e o r a n g  akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, maka apabila ia muncul, orang-orang akan mengatakan : Engkau terlalu bersungguh-sungguh, engkau tidak menginterpretasikan Alkitab itu dalam cara yang sepatutnya. Marilah kuberitahukan kepadamu bagaimana caranya mengajarkan pekabaranmu itu.”Testimonies to Ministers, p. 475.

 

        Tuhan Allah ternyata telah menugaskan seseorang nabi yang terakhir di akhir zaman, yaitu seseorang Eliyah contoh saingan (an anti-typical Elijah), yang akan menawarkan “a p i  dan pedang Tuhan” itu kepada kita mendahului datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu. Eliyah contoh saingan itu tidak mungkin melambangkan pribadi Nyonya White, sebab sampai kepada akhir hayatnya para penguasa di General Conference of SDA belum pernah mengeritiknya  dengan mengatakan : Engkau terlalu bersungguh-sungguh, engkau tidak menginterpretasikan Alkitab itu dalam cara yang sepatutnya. Marilah kuberitahukan kepadamu bagaimana caranya mengajarkan pekabaranmu itu.”

 

        Lagi pula perlu juga diketahui, bahwa Roh Nubuatan dari Nyonya White sebagai pekabaran malaikat yang ketiga saja, belum cukup kuat untuk menerangi bumi. Oleh sebab itu, maka mau tak mau harus diakui, bahwa Eliyah contoh saingan itulah yang melambangkan pribadi dari Victor T. Houteff saja, yang telah datang menginterpretasikan bagi kita berbagai nubuatan dan perumpamaan dari Jesus. Dan karena berbagai interpretasinya itulah, maka ia telah dilawan dan ditentang sebagaimana yang diucapkan oleh hamba Tuhan Nyonya White di atas.

 

       “A p i dan p e d a n g Tuhan itu juga yang telah ditawarkan kepada kita berupa “pengetahuan dan doktrin” sebagaimana yang dinubuatkan oleh nabi Jesaya berikut ini : 

 

        “Siapakah yang akan diajarinya pengetahuan ? Dan siapakah yang akan dibuatnya mengerti doktrin ? Mereka yang sudah lepas susu dan berhenti menetek pada ibunya. Karena peraturan harus ditambah peraturan, peraturan demi peraturan, baris demi baris, baris demi baris, di sini sedikit dan di sana sedikit. Karena dengan bibir yang bergagapan, dan dengan suatu bahasa yang lain i a akan berbicara kepada  B A N G S A   I N I. -- Yesaya  28 : 9 – 11. 

 

        Dengan bibir yang bergagapan dan dengan suatu bahasa yang lain daripada bahasanya sendiri, maka Houteff yang berkewarga-negaraan Amerika Serikat, dan yang berasal keturunan dari Bulgaria itu telah berbicara kepada   “B a n g s a  I n i“ (Israel yang sisa atau Jehuda dan Israel di akhir zaman) dalam bahasa Inggeris, menawarkan “pengetahuan dan doktrin” yang dilambangkan oleh a - p i  dan  pedang Tuhan itu  kepada kita umat Masehi Advent Hari Ketujuh.

 

        Hamba Tuhan Victor T. Houteff sudah datang dalam tahun 1929 yang lalu sebagai utusan Tuhan untuk mempersiapkan jalan mendahului kedatangan-Nya secara tiba-tiba ke kaabah-Nya di bumi ini. Bahkan kedatangannya itu juga yang telah mendahului hari Tuhan yang besar dan mengerikan yang akan datang. Itulah hari yang besar bagi mereka yang akan luput, tetapi sangat mengerikan bagi mereka yang akan dibantai.

 

Banyak Sekali yang akan dibunuh oleh Tuhan

 

         Karena  pembunuhan massal yang akan datang, yang melibatkan umat Allah di dalamnya, akan merupakan juga sebuah peristiwa sejarah dunia yang besar, maka peristiwa yang sedemikian itu tak dapat tiada sudah dinubuatkan sebelumnya oleh nabi-nabi dari Wasiat Lama. Oleh sebab itu, maka nabi Maleakhi telah menubuatkannya sebagai berikut :

     

         “Bahwasanya Aku akan mengirim utusan-Ku, maka ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Ku; maka Tuhan yang kamu cari itu secara tiba-tiba akan datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian yang kamu rindukan itu. Bahwasanya Ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangan-Nya ? Dan siapakah yang akan kelak berdiri apabila Ia muncul ? Karena Ia adalah bagaikan api pembersih, dan bagaikan sabun pemutih. Maka Ia akan duduk bagaikan seorang pembersih dan pemurni perak; lalu Ia akan menyucikan bani Lewi dan membersihkan mereka itu bagaikan emas dan perak, supaya dapat mereka mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran. Kemudian kelak persembahan Jehuda dan Jerusalem akan berkenan kepada Tuhan, sama seperti di zaman dahulu, dan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.” – Maleakhi 3 : 1 – 4.

 

        Artinya, setelah utusan Tuhan, Victor T. Houteff, yang mempersiapkan jalan, menawarkan “a p i dan p e d a n g  Tuhan” kepada kita d i t o l a k  oleh sebagian terbesar umat kita, maka pada kedatangan Tuhan secara tiba-tiba ke kaabah-Nya yang akan datang, semua mereka itu tidak akan dapat tahan berdiri. Apakah artinya ini ? Nabi Jehezkiel menubuatkannya dengan lebih jelas sebagai berikut :

 

       Lalu firman Tuhan kepadanya : ‘Berjalanlah di tengah-tengah kota, sepanjang tengah-tengah Jerusalem, dan bubuhlah suatu tanda pada dahi-dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan berteriak karena sebab segala perbuatan keji yang dilakukan di tengah-tengahnya. Dan kepada yang lainnya katanya pada pendengaranku: Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu lalu bunuhlah. Janganlah matamu menaruh sayang dan jangan kenal belas kasihan. Bunuhlah seluruhnya, baik orang-orang tua maupun orang-orang muda, baik anak-anak dara maupun anak-anak kecil dan perempuan-perempuan. Tetapi janganlah menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda itu. Dan mulailah pada kaabah kesucianku. Lalu mulailah mereka terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu.  Kemudian katanya kepada mereka itu : Najiskanlah rumah itu dan penuhilah semua serambinya dengan orang-orang yang terbunuh itu. Keluarlah kamu ! Lalu keluarlah mereka itu, dan membunuh di dalam kota. Maka terjadilah kemudian, sementara mereka itu membunuh orang-orang itu, dan aku dibiarkannya hidup, sehingga aku bersujud dengan mukaku ke tanah, lalu berseru, kataku : ‘Ya Tuhan Hua, hendakkah  Engkau membinasakan seluruh Israel yang sisa dalam  mencurahkan amarah-Mu ke atas Jerusalem ? Jawab-Nya kepadaku : Kejahatan dari isi rumah Israel dan Jehuda sudah sangat besar, maka negeri itu adalah penuh darah dan kota itu penuh ketidak-adilan; sebab kata mereka : ‘Tuhan sudah meninggalkan tanah ini, dan Tuhan tidak melihatnya. Karena sebab itu aku juga tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan. Kelakuan mereka itu akan Ku timpakan atas kepala mereka.” --- Jehezkiel  9 : 1 – 11.

 

        Dalam mengomentari ucapan nubuatan nabi Jehezkiel itu, maka kepada kita hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

  

“Pelajarilah Jehezkiel pasal 9. Semua perkataan itu akan digenapi secara harafiah (literally fulfilled). Sekalipun demikian waktu terus berjalan, dan orang banyak itu sedang mengantuk. Mereka menolak untuk merendahkan jiwanya dan untuk bertobat. Tidak terlalu lama lagi Tuhan akan berlaku sabar terhadap orang banyak itu, yang telah memiliki kebenaran-kebenaran penting dan luas yang sudah diungkapkan kepada mereka, tetapi mereka menolak menghantarkan kebenaran-kebenaran ini ke dalam pengalaman pribadinya. Waktu sudah singkat. Allah sedang memanggil; maukah engkau mendengar ? Maukah engkau menyambut pekabaran-Nya ? Maukah engkau bertobat sebelum terlalu terlambat waktunya ? Segera. Sangat segera, setiap perkara akan diputuskan untuk selama-lamanya.” – Letter 106, 1909, pp. 2, 3, 5, 7. Dikutip dari buku :  EGW. Manuscript Releases, Vol. 1, p. 260.

 

Identitas orang-orang yang akan dibunuh

 

Nabi Jesaya menubuatkannya sebagai berikut :

“…………..:  maka orang-orang yang kelak d i b u n u h Tuhan itu akan banyak sekali. Mereka yang mempersucikan  dirinya, dan yang membersihkan dirinya  di  dalam  t a m a n- t a m a n di balik sebuah pohon kayu yang ada di tengah-tengahnya, yang makan daging babi, dan makanan keji lainnya, dan juga tikus, semua mereka itu akan dihapuskan bersama-sama, demikianlah firman Tuhan. Karena Aku tahu semua perbuatan mereka itu dan semua pemikirannya; maka  akan datang kelak kemudian, bahwa Aku akan menghimpun  s e m u a  bangsa dan bahasa-bahasa; dan mereka itu akan datang, lalu menyaksikan kemuliaan-Ku.” --- Jesaya 66 : 17 – 18.

 

Dari berbagai penjelasan sebelumnya di atas kiranya sudah dapat diketahui, bahwa pembunuhan atau pembantaian itu akan terlaksana di dalam Gereja Tuhan Allah sendiri. Sekaliannya itu akan terlaksana dalam rangka pembersihan sidang jemaat Laodikea, sebelum iaitu kelak ditugaskan keluar untuk menyelesaikan pekerjaan Injil di antara bangsa-bangsa kapir. Oleh sebab itu a p a yang dilambangkan oleh sebuah pohon kayu, rerumputan hijau, dan taman-taman akan dapat kita ikuti melalui tulisan hamba Tuhan berikut ini:

 

       “Bahwa ‘rerumputan hijau’ dan pohon-pohon kayu itu melambangkan dua kelas orang-orang yang hidup, akan segera terlihat pada mimpi dari Nebukhadnezar, dalam mana raja itu telah menyaksikan sendiri dirinya telah dipersamakan dengan sebuah pohon kayu, dan orang-orang biasa dipersamakan dengan rerumputan yang lemah di padang.” --- The Seven Trumpets, p. 42.

 

       Karena pohon-pohon kayu dan rerumputan hijau pada umumnya berada di dalam taman-taman, maka orang-orang yang mempersucikan diri dan membersihkan dirinya di dalam taman-taman di balik s e b u a h  pohon kayu itu, tak dapat tiada melambangkan setiap umat Advent (rumput hijau) yang setia berbakti pada setiap hari Sabat di gedung gerejanya (taman-taman) masing-masing, dan yang sepenuhnya bergantung pada hotbah-hotbah dan buku-buku Sekolah Sabat dari para pendeta (pohon-pohon kayu) bagi penyucian dan pembersihan diri daripada dosa-dosa mereka.

 

       Karena selalu menolak ROH NUBUATAN yang ditawarkan kepadanya, maka mereka itu sesungguhnya sudah kehilangan sama sekali bimbingan Roh Suci, sehingga kemampuannya untuk membedakan di antara mana yang benar dan mana yang salah sudah tidak lagi berdaya.  Mereka bahkan sama sekali tidak mau menginsyafi bahwa malaikat sidang jemaat Laodikea berikut semua pengikut setianya s u d a h diludahkan Kristus dari dalam mulut-Nya.  Hamba Tuhan Nyonya White sudah sejak lama menegaskan sebagai berikut :

 

       “Lambang meludahkan keluar dari mulut-Nya berarti Ia tidak mempersembahkan doa-doamu atau ungkapan-ungkapan kasihmu kepada Allah. Ia tidak dapat menunjang engkau mengajarkan firman-Nya atau tugas kerohanianmu dalam bentuk apapun juga. Ia tidak dapat mempersembahkan praktik-praktik ibadahmu disertai permohonan agar rahmat dikaruniakan kepadamu.” --- 6 Testimonies, p. 408.

 

Pemakan daging babi,

daging binatang-binatang keji lainnya

dan tikus.

 

       Salah satu identitas dari mereka yang akan dibantai  ialah : pemakan daging babi, daging binatang-binatang keji lainnya dan tikus. Sekalipun ini adalah bukan identitas dari umat Allah di zaman nabi Jesaya, bahkan juga bukan identitas kita sebagai umat Allah yang hidup di akhir zaman, namun secara nubuatan nabi Jesaya telah diilhami untuk mengidentifikasikannya sedemikian itu kepada kita, khususnya kepada saudara-saudara kita yang sampai kepada hari ini belum juga mau mereformasikan makanan mereka sesuai perundang-undangan dari Hukum Kesehatan yang baru, sebagaimana yang terakhir dirubah dan disempurnakan di dalam Hukum Reformasi Kesehatan tahun 1863 oleh Nyonya White, yang telah menggantikan perundang-undangan dari Hukum Kesehatan yang lama oleh Musa di dalam kitab Immamat pasal 11. Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

       “Berulang kali kepada saya ditunjukkan bahwa Allah sedang terus berusaha untuk menghantarkan kita kembali, langkah demi langkah kepada rencana-Nya yang semula, -- bahwa manusia harus hidup dari hasil-hasil alamiah dari bumi ini.” – Counsels on Diet and Food, p. 380.

 

       “Tuhan telah menyajikan ke hadapan saya suatu rencana umum. Kepada saya ditunjukkan, bahwa Allah hendak memberikan kepada umat pemelihara hukum-Nya suatu m a k a n a n   y a n g   b a r u  (a reform diet), dan bahwa jika mereka menerima ini, maka penyakit-penyakit dan berbagai penderitaan akan sangat berkurang. Kepada saya ditunjukkan bahwa pekerjaan ini akan maju pesat.” – Counsels on Health, p. 531.

 

       Setelah diundangkannya Hukum Kesehatan yang baru oleh Nyonya White sejak tahun 1863, maka perbedaan di antara binatang-binatang yang halal (clean) di satu pihak  dan binatang-binatang yang haram (abominable) di lain pihak, sebagaimana yang diatur di dalam kitab Immamat pasal 11, sudah tidak akan berlaku lagi. Akibatnya, maka  binatang apapun juga yang hidup di akhir zaman ini, sekaliannya itu telah dikategorikan sebagai binatang-binatang yang haram, yang tidak boleh dimakan dagingnya.

 

       Itulah sebabnya, maka orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang pada waktu ini belum juga mau mengakui keabsahan dari Hukum Reformasi Kesehatan tahun 1863 sebagai perundang-undangan kesehatan yang baru, mereka tak dapat tiada belum juga mau meninggalkan makanan daging dari binatang-binatang yang dihalalkan di dalam kitab Immamat pasal 11. Akibatnya, secara nubuatan mereka telah diidentifikasikan s a m a dengan orang-orang pemakan daging babi, daging dari berbagai binatang keji lainnya, serta tikuspun, sekalipun pada kenyataannya mereka belum pernah terlibat dalam makanan-makanan keji yang dituduhkan.

 

Aku tahu semua perbuatan mereka itu

dan semua pemikirannya, demikian firman Tuhan

(Jesaya  66 : 18)

 

       Perbuatan adalah buah dari pemikiran. Apa yang terkandung di dalam pikiran, sekaliannya itu juga yang akan tampak pada berbagai perbuatan kita.  Apakah seseorang itu benar-benar umat Allah iaitu akan tampak dari i m a n n y a. Oleh sebab itu ketahuilah, bahwa i m a n  dalam pengertian Alkitab ialah p e r c a -y a (yang terkandung di dalam pikiran)  +  p e r b u a t a n  atau penurutan yang nyata.

      

        Ucapan Tuhan pada Jesaya 66 : 18 di atas sesungguhnya adalah s a m a  seperti juga yang diucapkan-Nya kepada para penguasa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh  di dalam buku Wahyu 3 : 14 – 16  yang berbunyi :  Dan kepada malaikat sidang jemaatnya orang-orang Laodikea tuliskanlah sebagai berikut : ‘Semua perkara ini, kata Dia yang bernama Amin, Saksi yang setia dan benar itu, permulaan dari ciptaan Allah ; Aku tahu semua perbuatanmu, bahwa engkau adalah dingin tidak, panaspun tidak. Aku ingin engkau dingin atau panas. Olehnya itu karena sebab engkau adalah s u a m, dan dingin tidak panaspun tidak, maka Aku akan meludahkan engkau keluar dari mulut-Ku.” — Wahyu 3 : 14 – 16.

 

       Tuhan Allah menghendaki kita supaya benar-benar dingin, atau benar-benar panas. Kondisi s u a m rohani itu menunjukkan kita tidak bersungguh-sungguh beribadah. Itulah sebabnya, maka dalam menghadapi sesuatu krisis agama seperti sekarang, maka banyak orang lalu mengambil sikap n e t r a l.  Mereka merasa berat untuk melepaskan diri dari bawah bimbingan pendeta-pendetanya, sekalipun mereka juga berkeinginan untuk kembali mematuhi ROH NUBUATAN yang tersedia. Untuk inilah hamba Tuhan mengatakan :

 

       “Ketidak acuhan dan n e t r a l dalam sesuatu krisis agama, oleh Allah dianggap sebagai suatu kejahatan besar dan sama dengan bentuk permusuhan yang terburuk melawan Allah.” – 3 Testimonies, p. 281.

 

       Tidakkah nasehat dari Kristus itu kelak berpengaruh bagi sidang-sidang jemaat (tujuh sidang jemaat atau sidang jemaat Laodikea) itu ? Mengapakah berhenti di antara dua pendapat, hai kamu yang mengenal kebenaran ? ‘Jika Tuhan itu Allah, maka ikutilah Dia; tetapi sekiranya Dewa Baal itu Allah, ikutilah dia.’ Para pengikut Kristus tidak berhak untuk berdiri pada landasan yang netral. Ada lebih besar harapan bagi seseorang yang benar-benar musuh daripada bagi  seseorang yang netral.” – Review and Herald, Feb. 25, 1902 (Dalam kurung dari kami).

 

Pemberian t a n d a, Penugasan mereka

yang luput kepada semua bangsa, dan

Membawa semua yang bertobat ke Jerusalem, di Palestina

 

Nabi Jesaya menubuatkannya sebagai berikut :

 

       “Maka Aku akan menempatkan suatu tanda di antara mereka itu, lalu Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari mereka itu kepada segala bangsa, yaitu ke Tarshish, Pul dan Lud, mereka yang menarik kereta ke Tubal, dan ke Javan, ke pulau-pulau yang jauh-jauh yang belum pernah mendengar kebesaran nama-Ku, dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku; maka mereka itu akan mendeklarasikan kemuliaan-Ku di antara semua bangsa kapir. “Maka mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan kepada Tuhan, keluar dari semua bangsa dengan menunggang kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan usungan-usungan, dan dengan keledai-keledai, dan dengan menunggang binatang-binatang yang berlari cepat, menuju ke gunung kesucian-Ku Jerusalem, demikianlah firman Tuhan, seperti halnya bani Israel menghantarkan suatu persembahan di dalam suatu bejana yang bersih ke dalam rumah Tuhan.” – Jesaya 66 :  19 – 20.

 

       Tuhan Allah akan membubuhkan tanda kelepasan pada 144.000 umat pilihan-Nya dari antara orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang akan datang, lalu menugaskan mereka itu yang luput daripada pembantaian-Nya ke seluruh muka bumi dengan kuasa besar dari Roh Suci Hujan Akhir yang akan datang untuk menyelesaikan pekerjaan Injil dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Demikianlah mereka akan menghantarkan semua saudara kita yang berhasil ditobatkannya ke gunung kesucian Tuhan di Jerusalem, Palestina. Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

       “Curahan Roh di zaman rasul-rasul dahulu ialah Hujan Awal, dan gilang-gemilang hasilnya. Tetapi dengan Hujan Akhir (Roh Hujan Akhir) yang akan datang akan kelak lebih berlimpah-limpah lagi.” – Testimony Treasures, vol. 3, p. 211.  Artinya, jika oleh kuasa Roh Suci pada hari Pentakosta pertama di zaman rasul-rasul yang lalu, tiga ribu jiwa telah berhasil ditobatkan pada satu hari, maka oleh kuasa Roh Suci yang sama pada hari Pentakosta kedua yang akan datang, hasilnya pasti akan lebih berlimpah-limpah lagi.

 

Oleh sebab itu, maka kepada kita hamba Tuhan mengingatkan :

 

       “Kita memerlukan suatu reformasi yang menyeluruh di dalam semua gereja-gereja kita. Kuasa Allah yang mentobatkan itu harus datang memasuki sidang. Carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh, buangkanlah semua dosamu, dan  t u n g g u l a h  d i  J e r u s a - l e m  sampai kamu kelak diisi dengan k u a s a yang dari atas. Biarkanlah Allah menempatkan kamu secara terpisah bagi pekerjaan itu. S u c i k a n l a h jiwamu oleh  mematuhi kebenaran. I m a n  tanpa perbuatan adalah mati.” – Testimonies to Ministers, p. 443.

 

Perbaktian yang baru

di Gunung Kesucian Tuhan Jerusalem di Palestina

 

Nabi Jesaya menubuatkannya sebagai berikut :

 

        “Maka Aku juga akan mengambil dari antara mereka itu untuk menjadi imam-imam dan menjadi orang-orang Lewi, demikianlah firman Tuhan.

 

        “Karena sebagaimana segala langit yang baru dan bumi yang baru, yang akan Ku buat itu akan tetap ada di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan, maka sedemikian itu pula kelak benihmu dan namamu akan tetap ada.

 

       “Maka akan jadi kelak bahwa dari bulan baru yang satu ke bulan baru lainnya, dan dari Sabat yang satu ke Sabat yang lainnya, semua manusia akan kelak datang menyembah di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan.

 

       “Maka mereka akan pergi keluar, dan memandang pada bangkai-bangkai dari orang-orang yang telah mendurhaka melawan-Ku: karena cacing-cacing dari mereka itu tidak akan mati, juga api yang membakar mereka itu belum akan padam; maka mereka itu akan menjadi sesuatu yang paling menjijikkan bagi semua orang.” --- Yesaya 66 : 21 – 24.

 

       Segera setelah semua upaya penyelamatan manusia berakhir di dunia ini, maka berakhirlah pula tenggang waktu masa kasihan bagi semua penduduk bumi di dalam kaabah kesucian sorga, karena Jesus akan segera menanggalkan jubah keimmamatan-Nya sebagai Juruselamat, lalu mengenakan pakaian kebesaran-Nya yang baru sebagai Raja atas segala raja dan Tuhan atas semua tuan. Kemudian daripada itu murka Allah akan dituangkan ke bumi ini berupa tujuh bela atau tujuh celaka yang terakhir, sebagaimana yang diramalkan pada Wahyu pasal 16. Jesus baharu akan kembali ke bumi ini setelah celaka yang ketujuh selesai dituangkan.

 

       Semua umat kesucian yang sudah diselamatkan di gunung kesucian Tuhan di Jerusalem Palestina, yang sudah kembali berbakti dan menyembah Allah dalam kebenaran dan dalam suasana kesucian-Nya yang berbahagia, dari Sabat kepada Sabat, dan dari bulan baru ke bulan baru berikutnya, akan keluar menyaksikan sendiri mayat-mayat yang bergelimpangan di sana sini, yaitu mereka yang telah dibantai di bawah bela-bela dari tujuh celaka yang terakhir itu. 

 

H i m b a u a n   T u h a n

 

       Para pendeta dan u m a t hendaknya ingat, bahwa kebenaran Injil itu akan membinasakan, jika iaitu gagal menyelamatkan.” --- 5 Testimonies, p. 134.

 

       Sekalipun nubuatan Jesaya di atas ini belum pernah digenapi, namun karena iaitu pasti akan digenapi sebentar lagi, maka hendaklah kiranya kita sama-sama menyadari bahwa justru sekarang inilah Tuhan Allah telah menugaskan kepada kita s e s e -o r a n g yang telah datang dalam roh dan kuasa Eliyah untuk menawarkan ROH NUBUATAN itu dengan cuma-cuma. ROH NUBUATAN itulah yang merupakan A p i &  P e d a n g T u h a n yang sangat mematikan apabila iaitu gagal menyelamatkan.

         

       Bukan lagi waktunya kini bagi kita umat akhir zaman untuk mencari penyucian diri dan pembersihan diri di dalam gedung-gedung gereja, sebab para penguasa GEREJA kita sejak dari General Conference of SDA di Pusat, sampai dengan semua pendeta-pendeta bawahannya di seluruh dunia s u d a h  d i l u d a h k a n  Kristus keluar dari mulut-Nya.

       

       Semoga Tuhan memberkati kita untuk memanfaatkan nubuatan Jesaya ini dengan sebaik-baiknya selagi masih ada waktu.

 

 

 

                                         *  *  *