Nasib dari bayi-bayi yang mati
 sebelum tahu berbuat sesuatu. Bebaskah mereka itu dari dosa ?



 

Keluaran 20 : 5, 6  :

“….. karena Akulah Tuhan Allahmu, Allah yang cemburu yang membalas durhaka para bapa kepada anak-anaknya sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari mereka yang membenci akan Daku. Tetapi menunjukkan kemurahan-Ku kepada beribu-ribu mereka yang mencintai Aku, dan mematuhi perintah-perintah-Ku.”

 

***


 

P e n g a n t a r

 

Dosa ialah pelanggaran h u k u m, dan upah d o s a ialah kematian yang kekal. Karena Adam dan Hawa sebagai leluhur kita yang pertama telah melanggar hukum Allah, maka akibat dari pendurhakaan mereka itu telah ditimpakan Tuhan pada anak cucu mereka, sampai kepada generasi yang ketiga maupun yang keempat. Dan kemudian karena para anak cucu mereka itupun telah juga berdosa, maka  kejahatan itu terus turun, dan terus berlanjut sampai kepada hari ini, sehingga pada akhirnya semua manusia telah berdosa tanpa kecuali.

Pada waktu ini hukum Allah itu sudah tidak banyak lagi dikenal di sebagian besar bumi ini. Bahkan di seluruh dunia Kristenpun Hukum Sabat, Perintah ke – IV dari Undang-Undang Dasar Torat itu, sudah tidak banyak lagi dikenal. Apalagi untuk dipatuhi. Demikian itulah, maka tidaklah mengherankan apabila ROH NUBUATAN yang berisikan seluruh interpretasi dari ALKITAB Wasiat Lama dan Wasiat Baru itupun sudah banyak ditinggalkan oleh Penguasa Sidang Jemaat Laodikea. Padahal justu Alkitab berikut seluruh interpretasinya di dalam ROH NUBUATAN itulah yang berisikan seluruh peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Dasar Torat, yang harus dipahami untuk dipatuhi.

Tidak mengenal Hukum TORAT dan ROH NUBUATAN tidak mungkin dapat diadili  berdasarkan Hukum itu.  Namun tidak berdosakah mereka itu di dalam sidang pengadilan orang jahat yang akan datang ?

Anak-anak yang terlibat perbuatan melanggar hukum sesuatu Negara sering sekali dibebaskan dari sanksi hukumannya, sebab mereka itu masih di bawah umur, belum dewasa. Usia dewasa ialah kematangan usia yang dianggap cukup untuk memikul tanggung jawab hukum di dalam masyarakat. Hukuman mereka itu pada umumnya dilimpahkan pada para orangtuanya. Atau mereka akan ditempatkan di bawah pembinaan Negara sampai dewasa.

Di dalam ROH NUBUATAN orang-orang yang tidak mengenal hukum Allah tidak akan dihukum berdasarkan Hukum itu, namun mereka tidak bisa mewarisi kehidupan yang kekal di dalam dunia baru yang akan datang. Ini hendaknya dipahami, sebab sekalipun dirinya sendiri tidak berdosa, namun dosa dari para leluhurnya akan turun ke dalam pribadi mereka. Ingat ucapan nabi Musa pada Keluaran 20 : 5 di atas. Akibatnya, maka mereka akan dikategorikan ke dalam kelas orang-orang jahat yang akan diadili selama 1000 tahun millennium yang akan datang. Dan kebangkitan mereka ke permukaan bumi pada akhir 1000 tahun millennium yang akan datang akan diperpanjang dengan 100 tahun lagi untuk mencapai kedewasaannya. Dengan demikian selama 100 tahun itu semua orang jahat yang buta h u k u m berikut seluruh bayi-bayi keturunan mereka akan terlebih dulu dibuat mengerti akan berbagai perbuatan pelanggaran mereka, baharu api dari sorga dituangkan ke atas mereka di seluruh permukaan bumi ini.

Adanya hukum menghendaki
adanya Sidang pengadilan untuk mengadili perkara

Karena posisi semua umat Allah di bumi ini adalah  sebagai “t e r d a k  -  w a”, maka ucapan nabi Daniel itu bagi kita merupakan “pemberitahuan” perihal Sidang Pengadilan yang akan mulai duduk bersidang di dalam kaabah kesucian di sorga semenjak dari akhir dari 2.300 hari atau tahun nubuatan Daniel itu, yang jatuh pada 22 Oktober 1844 yang lalu, untuk memulihkan kesucian kaabah, baik di bumi maupun di dalam sorga. Mereka yang pertama sekali diadili di sana tak dapat tiada adalah Adam dan Hawa sebagai leluhur kita yang pertama sekali berdosa di muka bumi ini berikut anak cucunya. Menyusul Nabi Nuh dan keluarganya, nabi Musa dan orang-orangnya, para nabi Wasiat Lama, para rasul dari Wasiat Baru, Luther Knox, Wesley, Campbell, William Miller, Ellen. G. White, dan Houteff, bahkan sampai dengan banyak lagi orang-orang Laodikea yang terakhir meninggal dunia sesudah itu, yang s e d a n g diperiksa perkara-perkara mereka di sana sekarang ini. Sesi pertama sidang pengadilan itu akan berakhir dengan pengadilan umat sidang Jemaat Laodikea yang terakhir meninggal dunia sampai tahun 2027.

Sidang pengadilan itu akan berhenti selama kurang lebih setengah jam nubuatan dalam tahun 2027 yang akan datang, atau kira-kira tujuh hari, untuk kemudian dimulai lagi dengan Sesi kedua Pengadilan terhadap semua umat Sidang Jemaat Laodikea yang masih hidup.

Karena semua dokumen dari berbagai perkara kita sudah cukup lengkap tersedia di dalam kaabah kesucian di sorga, di dalam sidang pengadilan itu di sana, maka segera setelah Sesi kedua Pengadilan bagi Orang Hidup dibuka, maka segera pula sudah dapat diketahui siapa-siapa mereka itu yang akan memperoleh bubuhan meterai tanda kelepasan Allah pada dahi-dahi mereka yang 144.000 itu, dan siapa-siapa mereka itu yang sudah akan dibantai sesuai yang dinubuatkan pada buku Jehezkiel pasal 9. Di dalam nubuatan itu nabi Jehezkiel mengatakan antara lainnya sebagai berikut :

“Bunuhlah seluruhnya baik t u a  maupun m u d a, baik anak-anak gadis maupun anak-anak kecil, dan wanita-wanita : tetapi janganlah kamu datang menghampiri setiap orang yang padanya terdapat t a n d a  itu, maka mulailah di kaabah kesucianKu. Lalu mulailah mereka terhadap para pemuka / tua-tua Sidang Jemaat yang ada di depan Sidang Jemaat.“Yehezkiel 9 : 6.

“Anak-anak kecil” yang disebut di atas tak dapat tiada meliputi juga bayi-bayi. Karena  pembantaian itu akan terlaksana di dalam Sidang Jemaat Laodikea dari Gereja MAHK, maka mustahil akan ditemukan bayi-bayi yang tidak berdosa, tetapi dibantai.

Selama seribu tahun millennium sidang
pengadilan orang jahat berlangsung di dalam kaabah
 kesucian sorga

Hendaklah diketahui bahwa setelah seluruh tujuh murka Allah dituangkan ke bumi ini  ke atas kepala semua orang jahat selama 15 bulan, sesudah berakhirnya masa kasihan dalam tahun 2031 yang akan datang, maka kemudian daripada itu kedatangan Jesus yang kedua kali akan menjadi kenyataan. JESUS akan datang diiringi oleh beribu-ribu malaikat-Nya dalam cahaya kemuliaan mereka yang sangat mematikan itu, maka tidaklah mengherankan apabila semua orang jahat yang masih hidup di permukaan bumi ini sudah akan mati seluruhnya. Sementara itu semua umat kesucian semenjak dari Adam dan Hawa leluhur kita yang pertama sampai dengan nabi William Miller dan teman-temannya sudah akan bangkit pada kebangkitan ini sebagai kebangkitan yang pertama.  Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan dibawah ini :

(a)
Mengadili orang-orang jahat

“Selama seribu tahun di antara kebangkitan yang pertama dan kebangkitan yang kedua pengadilan terhadap orang-orang jahat akan berlangsung. Rasul Paulus menunjuk kepada pengadilan ini sebagai sesuatu peristiwa yang akan menyusul kedatangan Jesus yang kedua kali. “Janganlah menghakimi apapun sebelum waktunya, sampai Tuhan datang, yang akan membuka perkara-perkara gelap yang tersembunyi, dan IA akan memanifestasikan apa yang direncanakan di dalam hati.” 1 Korinthi 4 : 5. Daniel menyatakan, bahwa apabila DIA yang tidak berkesudahan hari-Nya itu datang, pengadilan sudah akan diberikan kepada umat kesucian dari Yang Maha Tinggi.” Daniel 7 : 22. Pada waktu inilah orang-orang benar akan memerintah bagaikan raja-raja dan imam-imam bagi Allah. Yahya di dalam Wahyu mengatakan :

“Pada waktu ini orang-orang benar memerintah bagaikan raja-raja dan imam-imam bagi Allah. Yahya di dalam Wahyu mengatakan : “Aku tampak tahta-tahta, dan mereka yang duduk di atas tahta-tahta itu, dan pengadilan diberikan kepada mereka itu.” Mereka akan menjadi imam-imam bagi Allah dan Kristus, dan akan memerintah bersama-NYA seribu tahun lamanya.” Wahyu 20 : 4, 6. Adalah pada waktu inilah, bahwa sebagaimana diramalkan oleh Paulus, “umat kesucian akan mengadili dunia.” 1 Korinthi 6 : 2. Bergabung dengan Kristus mereka mengadili orang-orang jahat, membanding-bandingkan perbuatan-perbuatan mereka itu dengan buku peraturan, Alkitab, lalu memutuskan setiap perkara sesuai dengan perbuatan yang dibuat pada tubuh. Kemudian bagian upah yang harus dibebankan pada orang jahat ditetapkan, sesuai dengan perbuatan-perbuatan  mereka ; dan iaitu dicatat pada sisi nama-nama mereka, di dalam buku kematian.” --- Great Controversy, pp. 660 – 661.

(b)
Mengadili Setan dan malaikat-malaikatnya

“Juga Setan berikut malaikat-malaikat jahat akan diadili oleh Kristus dan orang-orang-Nya. Paulus mengatakan : “Tidakkah kamu ketahui, bahwa kita akan mengadili malaikat-malaikat ? Ayat 3. Dan Jehuda mengatakan bahwa “malaikat-malaikat yang tidak mempertahankan batas-batas kekuasaan mereka, tetapi meninggalkan tempat kediaman mereka, IA siapkan di dalam rantai-rantai yang kekal di dalam kegelapan sampai kepada hari besar pehukuman yang akan datang.” Yudas 6.   

“Pada akhir dari seribu tahun itu akan menyusul kebangkitan yang kedua. Pada waktu itulah orang-orang jahat akan dibangkitkan lalu muncul di hadapan Allah bagi menerima eksekusi hukuman yang sudah diputuskan. (“the judgment written.”) Demikianlah kata Pewahyu, setelah menggambarkan kebangkitan orang-orang benar itu, ia mengatakan : “Orang-orang mati yang lainnya belum akan bangkit s e b e l u m seribu tahun itu berakhir.” Wahyu 20 : 5. Jesaya juga mengatakan perihal orang-orang jahat itu sebagai berikut : “Mereka akan dikumpulkan bersama-sama bagaikan orang-orang tawanan dikumpulkan di dalam l o b a n g, dan akan dikonci di dalam penjara, dan sesudah beberapa hari dan berhari-hari mereka akan dieksekusi.” -- Isaiah 24 : 22. – Great Controversy, p. 661.

Eksekusi Hukuman sesudah berakhir
Seribu Tahun Millenium

“Pada akhir dari seribu tahun millennium itu Kristus akan kembali ke bumi. IA akan diikuti oleh sejumlah besar orang-orang tebusan, dan diiringi oleh sejumlah malaikat pengawal. Sementara IA turun dalam kebesaran yang begitu menakutkan, IA memanggil orang-orang jahat yang mati untuk bangkit untuk menerima hukuman mereka. Mereka itu muncul keluar, sebuah bala tentara orang banyak yang kuat, tidak terhitung jumlahnya bagaikan pasir di pantai laut. Betapa mencoloknya perbedaan mereka itu dengan orang-orang yang bangkit pada kebangkitan yang pertama ! Orang-orang benar itu berpakaikan kehidupan orang-orang muda yang cantik yang tidak mengenal kematian. Orang-orang jahat membawa bekas-bekas penyakit dan kematian.” --- Great Controversy, p. 662.

Setiap mata di tengah-tengah rombongan besar orang banyak itu menoleh dan memandang pada kemuliaan Anak Allah. Dengan sebuah suara serentak rombongan besar orang-orang jahat itu menyerukan : “Berbahagialah  DIA yang datang dalam nama Tuhan!” Adalah bukan karena mencintai Jesus yang mengilhami mereka berucap sedemikian itu. Kuasa kebenaran yang mendorong ucapan kata-kata itu keluar dari bibir-bibir mereka yang tidak rela. Sebagaimana orang-orang jahat itu pergi masuk ke kubur-kubur mereka sebelumnya, sedemikian itu pula mereka bangkit keluar dengan kebencian yang sama terhadap Kristus dan dengan roh pendurhakaan yang sama. Mereka tidak akan lagi diberikan masa kasihan yang baru dimana mereka dapat memperbaiki berbagai cacad kehidupan mereka yang lalu. Tidak ada apapun juga yang dapat dimanfaatkan dari keadaan ini. Suatu pelanggaran selama hidup sebelumnya tidak dapat melunakkan hati mereka.“ – Great Controversy, p. 662.

Tuhan ternyata tidak langsung menghujani mereka dengan a p i setelah kebangkitan mereka di atas,  sebab mereka masih diberi kesempatan hidup di muka bumi ini selama seratus tahun lagi.  Mereka diberi kesempatan untuk terlebih dulu mengerti akan semua pelanggaran Hukum para orangtua mereka dan berbagai kelalaian mereka. Dan inilah sebabnya, sewaktu memandang akan kemuliaan Anak Allah yang turun dari atas   mereka mengucapkan : “Berbahagialah DIA yang datang dalam nama Tuhan  …….. !”

Semua mereka itu adalah orang-orang jahat yang sampai kepada akhir masa kasihan/ tahun 2031 yang akan datang akan tetap menolak seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga, yang diserukan ke seluruh bumi oleh mereka yang 144.000 itu berikut semua orang  yang bersama-sama dengan mereka itu.

Jadi, jelaslah kiranya dipahami bahwa anak-anak maupun bayi-bayi yang tidak berdosa tidak mungkin lagi dapat ditemukan di antara orang-orang jahat itu yang perkara mereka akan disidangkan dalam masa seribu tahun millennium yang akan datang. 

 Kesimpulan akhir dan Penutup

Tuhan Allah kita adalah Allah yang adil, maka untuk menegakkan keadilan hukum-Nya di bumi ini, telah dibentuk-Nya Sidang Pengadilan yang terbuka. Kepada kita umat akhir zaman IA memberitahukannya melalui nabi Daniel, di dalam Daniel 8 : 14. Lalu dijelaskan-Nya secara panjang lebar di dalam ROH NUBUATAN-NYA.

Jadi, Sidang Jemaat Laodikea kita memiliki duplikatnya, yaitu “kaabah kesucian” di sorga. Melalui Daniel diberitahukan, bahwa Sidang Jemaat Laodikea kita sebagai kaabah kesucian akan dibersihkan dari semua manusia yang telah mencemarkannya, melalui sebuah sidang pengadilan yang terbuka. Siapa-siapa mereka itu yang mencemarkannya, nabi Tuhan mengatakan :  

“Ada banyak p e n d e t a yang b e l u m p e r n a h b e r t o b a t ….. Kristus tidak tinggal di dalam hati mereka oleh iman.” -- Review and Herald, vol. 2, p. 337.

“Banyak  dari mereka yang nama-namanya tercatat pada buku-buku sidang adalah bukan orang-orang Kristen.” --- Review & Herald, May 21, 1901.

Perhatikanlah dengan saksama, bahwa Kristus melalui Kesaksian-Nya yang dikenal dengan nama ROH NUBUATAN itu t i d a k tinggal di dalam hati para pendeta Sidang Jemaat Laodikea kita oleh iman. Jadi, tidaklah mengherankan apabila pada setiap Hari Sabat ROH NUBUATAN tidak lagi dapat diharapkan datang dari atas mimbar-mimbar sidang ataupun dari buku-buku Sekolah Sabat ciptaan mereka itu.  

Para pendeta yang belum pernah bertobat itu berikut para anggota Sidangnya  yang bukan Kristen, tampaknya dengan begitu gampang mengatakan bahwa semua anak-anak bayi adalah t i d a k berdosa. Akibatnya, semenjak dari bayi-bayi yang dianggap tidak berdosa sampai dengan orang-orang dewasa dan bahkan p e n d e t a – p e n d e t a yang belum pernah bertobat, k i n i bersama-sama mengusai Sidang Jemaat Laodikea dari Gereja MAHK di seluruh dunia, sambil menunggu kedatangan Jesus kedua kali untuk dibawa ke sorga, tanpa perlu melalui sesuatu sidang pengadilan yang dinubuatkan oleh nabi Daniel di atas.  

Sesungguhnya ada dua kali Sidang Pengadilan Sorga yang akan datang : (1) Pertama, Sidang Pengadian bagi Umat Allah semenjak dari leluhur kita yang pertama, yaitu Adam dan Hawa. Sidang Pengadilan ini sudah berjalan, dan sudah dimulai sejak dari tahun 1844 yang lalu. Hasilnya yang diberitahukan kepada kita adalah sebagai berikut :  

  1. Karena semua mereka yang diadili pada Sesi yang pertama itu sudah meninggal dunia, maka semua mereka yang luput dan menang dari mereka itu akan dibangkitkan pada Kebangkitan yang pertama dari Wahyu 20 : 6, pada kedatangan Jesus yang kedua kali. Tetapi mereka yang dianggap orang jahat akan dialihkan nama-nama mereka kepada Pengadilan Orang jahat selama 1000 tahun millennium, sesudah kedatangan Jesus yang kedua kali itu.
  2. Kemudian pada Sesi kedua Pengadilan Orang Hidup dari Sidang Jemaat Laodikea Yang akan datang, akan kelak luput 144.000 umat kesucian yang hidup, dan yang bersama-sama dengan mereka itu, yang akan dibangkitkan pada kebangkitan khusus dari Daniel 12 : 2 yang akan datang. Kemudian akan diselamatkan juga semua orang dari luar yang menyambut Seruan Keras dari pekabaran malaikat yang ketiga yang diserukan oleh 144.000 umat kesucian itu berikut yang bersama-sama dengan mereka itu ke seluruh bumi sampai kepada akhir masa kasihan yang akan datang dalam tahun 2031.

Kemudian akan duduk lagi Sidang Pengadilan (Ke-2) bagi orang-orang jahat dari seluruh bumi yang akan diselenggarakan selama 1000 tahun millennium yang akan datang. Pada akhir dari 1000 tahun millennium itu semua orang jahat di bumi ini akan dibangkitkan. Untuk itu kepada semua mereka akan diberikan lagi kesempatan hidup 100 tahun lamanya, sehingga tidak akan ada lagi di antara mereka bayi-bayi yang belum cukup umur untuk memikul sendiri tanggung jawab hukumannya.

Baharulah Tuhan menuangkan a p i turun dari sorga untuk membakar habis mereka dan menyucikan bumi ini bagi pendirian kembali E D E N yang baru, yang akan jauh lebih indah dari pada yang semula di zaman Adam dan Hawa.


 

*******