Nasib dari anak-anak keturunan Jakub non-Adventist yang di Jerusalem, Palestina, dan yang berada di berbagai sekte Protestan lainnya di dunia ini





Victor T. Houteff :

“Sedangkan orang-orang Kristen seharusnya tidak berbuat apa-apa selain membuktikan kepada dunia oleh persekutuan yang sempurna, bahwa Bapak telah mengutus Putera-Nya itu. Dengan menunjukkan bahwa Ia mengakui hanya satu organisasi gereja, maka Kristus mengatakan : “Maka ada lagi pada-Ku domba-domba yang lain, yang bukan dari kandang ini; mereka itupun harus Ku bawa, maka mereka akan kelak mendengar suara-Ku ; maka akan ada satu kandang dan satu gembala saja.” Yahya 10 : 16. Oleh sebab itu, adanya perpecahan di antara orang-orang Kristen di waktu ini bukanlah menggenapi maksud Allah, melainkan menggenapi tekad Setan semenjak dari sebelumnya.”Mengapa Binasa ? hal. 9 - 10.

 

*****

 

Dalam hotbahnya yang berjudul “Sebuah penyelidikan dalam lambang-lambang“ yang disampaikan oleh Sdr. Victor T. Houteff pada tanggal 15 Juli 1944, Ia pernah menyampaikan ucapan-ucapannya sebagai berikut:  

“Kita sekarang bukan hidup dalam masa contoh saingan dari Israel, nama yang sudah berubah itu, melainkan dalam masa contoh saingan dari “Jakub”. Anda dapat saja mengatakan, bahwa Jakub adalah nama yang bersifat jasmani, sebuah nama yang sama sekali tidak berkaitan dengan penghulu ataupun orang suci. Mengapa kita sekarang masih berada dalam masa yang digambarkan oleh nama Jakub yang berdosa itu ? --- Sebab kita belum beranjak untuk pulang. Apabila kita mulai beranjak untuk pulang seperti halnya Jakub, maka kita pun akan menghadapi masa kesusahan kita, yaitu masa kesusahan Jakub. Maka pada masa itu kita akan sepenuhnya bertobat kembali kepada Allah untuk selamanya, dan nama kita akan diubahkan sebagaimana yang diramalkan pada Jesaya 61 : 6, dan iaitu akan merupakan sebuah nama yang Tuhan sendiri akan mengaruniakannya kepada kita. Apabila kita memamerkan bahwa kita benar-benar sudah bertobat, maka berkat besar yang dijanjikan ini akan mendatangi kita. Dan apabila nama kita sudah berubah iaitu menunjukkan bahwa kita adalah calon-calon yang pasti untuk masuk ke dalam Kerajaan yang kekal itu.”Symbolic Code, Vol. 12, no. 5, pp. 15, 16.

“Dalam penyelidikan kita hari ini kita telah menelusuri jalan yang telah dilalui oleh sidang sepanjang sejarahnya yang panjang. Perjalanan kita telah menghantarkan kita melalui periode kepala suku dan kemudian zaman kerajaan sementara itu, dan terus sepanjang pengembaraan sidang di antara bangsa-bangsa Kapir. Iaitu menghantarkan kita sampai ke tempat kita sekarang berada – pada perbatasan menjelang bertolak ke Kerajaan yang kekal itu, yang juga berarti, bahwa kita sudah hampir memasuki masa kesusahan kita yang besar itu dan memperoleh penggantian nama kita ; baharu kita akan disambut ke dalam Kerajaan itu  yang Allah sedang perdirikan, yang akan kekal selama-lamanya. Ibid. p. 16.

Menjelang bertolak ke Kerajaan itu

Hamba Tuhan Houteff selanjutnya mengatakan :  

“Untuk beberapa menit berikut ini kita akan meninggalkan penerapan secara umum kiasan-kiasan itu terhadap sidang yang hidup sepanjang zaman, dan marilah kita juga melihat pelajaran apa yang terdapat di dalamnya bagi sidang di waktu ini.  

“Rebekah yang melahirkan secara alami kedua anak kembarnya – Esau dan Jakub – melambangkan sidang yang melahirkan secara rohani dua kelas umat, yang satu baik dan yang satunya jelek. Karena sungguhpun bertentangan dengan tradisi yang ada, berkat itu harus dianugerahkan kepada yang lebih muda, maka iaitu menunjukkan bahwa dalam pengalaman sidang akhir zaman, kelas orang-orang yang seharusnya menerima berkat rohani itu akan melepaskannya kepada kelas yang lainnya – kelas yang lebih muda.  

“Dari salah seorang kembar ini akan datang dua belas suku bangsa bani Israel --- bani Israel rohani 144.000 buah-buah pertama itu. Apabila sampai masanya bagi mereka 144.000 itu lahir, maka kelas orang-orang yang diwakili Esau akan memperoleh kesempatan pertama untuk sadar akan hak dan kesempatannya memimpin mereka yang 144.000 itu, yang akan menghantarkan datang Kerajaan itu yang akan diperintah oleh Kristus.    

“Pada waktu Nyonya White, pendiri Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pertama sekali memulai pekerjaannya, ia telah memperoleh suatu khayal yang berkenan dengan pengumpulan mereka yang 144.000 itu, yang akan merupakan tugas dari sidang. Jadi dalam bahasa kiasan, gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pada waktu itu sedang kesakitan karena mengandung anak kembar contoh saingan, dan hendak akan melahirkan anak-anak keturunan Jakub dan anak-anak keturunan Esau. Siapakah mereka yang akan diklasifikasi sebagai anak-anak keturunan Esau, dan siapa sebagai anak-anak keturunan Jakub --- dua umat yang ada di dalam sidang sekarang ? Anak-anak keturunan Esau adalah mereka yang lebih tua dalam pekabaran Advent, mereka yang pertama datang dan memimpin anak-anak keturunan Jakub, mereka yang lebih muda itu ke dalam sidang. Dan karena yang lebih muda itulah yang sepanjang sejarah sidang paling mendambakan berkat-berkat rohani yang seharusnya sudah dimiliki sendiri oleh orang-orang yang lebih tua, maka demikian itulah bahwa anak-anak yang lebih muda dalam kebenaran Advent --- sidang Allah yang benar pada waktu ini --- akan meneruskan garis keturunan sidang yang hidup itu. Mereka yang lainnya, orang-orang yang lebih tua, yang karena hak kesulungannya menjadi pemimpin-pemimpin dari mereka 144.000 penghulu-penghulu itu, yang berdiri bersama-sama dengan Anak Domba di atas Gunung Sion, mereka itu akan rugi. Pada waktu Nyonya White pertama sekali menyaksikan kedatangan dua belas ribu orang ini yang berasal dari dua belas suku bangsa itu, iaitu menunjukkan bahwa sidang sedang kesakitan karena mengandung mereka itu, maka mereka akan segera lahir. Semenjak dari saat itu sampai tahun 1930, sewaktu pekabaran Tongkat Gembala datang, tidak ada lagi kebenaran yang diungkapkan mengenai masalah 144.000 itu. Dan karena pekabaran dari Tongkat telah menjelaskan siapa mereka yang 144.000, dan juga telah mengumumkan bahwa sekaranglah saatnya bagi mereka itu untuk muncul, maka dapatlah kita ketahui bahwa mereka, anak-anak keturunan Jakub itu, sudah lahir semenjak dari saat pekabaran itu datang. ………………

“Sesuai contoh yang sedang kita pelajari, dan juga nubuatan, anak-anak keturunan Jakub itu kini sedang akan berkumpul bersama-sama dan meninggalkan bangsa-bangsa Kapir untuk kembali ke tanah air mereka sendiri, Palestina. Dan pada perjalanan mereka, mereka akan bertemu dengan Esau dan mereka akan memperoleh penggantian namanya menjadi Israel. Tetapi karena Esau tidak pergi ke bangsa-bangsa Kapir, melainkan adalah Jakub yang telah pergi dan datang ke sini, maka tak dapat tiada harus ada juga anak-anak keturunan Esau di Palestina. Benarkah itu ? Sekalipun benar bahwa kita berhubungan dengan anak-anak keturunan Edom di dalam sidang, yaitu mereka yang telah meremehkan hak kesulungannya dan yang akan Allah singkirkan, -- adalah sama benarnya bahwa di samping itu ada lagi terdapat anak-anak keturunan Esau yang lain, karena tidak semua anak-anak keturunan Esau itu berada di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Tidak, tidak semua mereka adalah anak-anak keturunan Esau. Sebagai tambahan kepada anak-anak keturunan Esau yang ada di dalam gereja Advent, ada anak-anak keturunan Esau di Palestina, dan ada juga anak-anak keturunan Esau di dalam gereja-gereja lain, dan juga di antara mereka itu anak-anak keturunan Jakub lainnya harus dikumpulkan. Tidakkah anda melihat, bahwa anak-anak keturunan Esau itu sedang akan naik amarahnya terhadap umat Allah lalu mengacaukan mereka dari belakang dan bahkan lebih menyusahkan lagi di depan ? Dan di samping semua kesusahan yang akan diderita Jakub dari Esau, ia juga akan dikejar Laban dari belakang. Seseorang yang dilambangkan oleh Laban akan mengejar Jakub contoh saingan dan menyusahkan dia.“ Ibid. pp. 16 – 19.

Komentar !
Menjelang bertolak ke Kerajaan yang kekal itu, anak-anak keturunan Jakub tampaknya akan ditemukan bukan hanya di dalam gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, melainkan juga di Jerusalem, Palestina, dan bahkan di berbagai sekte agama Kristen Protestan di dunia ini. Inilah sebabnya, maka semua mereka itu masih harus dikumpulkan. Sekalipun sepintas lalu tampaknya bertentangan dengan identitas dari mereka 144.000 itu di dalam Wahyu 14 : 4 yang berbunyi : “Inilah mereka itu yang tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita, karena mereka adalah anak-anak dara …..” Kecocokannya sudah akan terselesaikan dengan sendirinya kemudian.

Berikutnya, dalam mengungkapkan nubuatan Jesaya 28, hamba Tuhan Houteff juga menulis sebagai berikut :

“Pada masa pemerintahan dari puteranya Solaiman, anda ingat, kerajaan Israel telah terbagi ke dalam dua kerajaan. Ephraim, atau kerajaan Israel, yang terdiri dari sepuluh suku, adalah merupakan bagian yang utama. Yang “tersisa” ialah isi rumah atau kerajaan Jehuda, dan iaitu terbentuk dari dua suku bangsa yang tersisa, Jehuda dan Benjamin. Sesudah kerajaan Israel terbagi ke dalam kedua kerajaan ini, maka suku-suku bangsa yang ada di dalam masing-masing kerajaan itu saling bergabung, sehingga demikianlah membuat masing-masing kerajaan itu memiliki di dalamnya orang-orang dari kedua belas suku bangsa itu. Tetapi, kedua kerajaan itu tidak pernah bergabung menjadi satu kerajaan saja.

Yesaya 28 : 5, 6 ----  
“Pada hari itu Tuhan serwa sekalian alam akan menjadi sebuah mahkota kemuliaan, dan sebuah karangan bunga yang indah-indah, bagi yang tersisa dari umat-Nya, dan bagi suatu roh pehukuman bagi dia yang duduk di pengadilan, dan kekuatan bagi mereka yang mengalihkan peperangan itu sampai ke pintu gerbang.”  

IA akan menjadikan sekaliannya ini bagi yang tersisa dari umat-Nya --- Jehuda.  

Kita telah mengetahui bahwa adalah dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh akan muncul keluar mereka 144.000 itu, dan bersama merekalah akan mulai didirikan kerajaan Jehuda, lalu orang-orang dari kerajaan Ephraim akan bergabung dengan kerajaan Jehuda, lalu bersama-sama mereka akan menjadi satu bangsa. Jika mereka 144.000 itu berada di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, maka Ephraim tak dapat tiada harus ditemukan di dalam sesuatu gereja yang lain. Gereja-gereja Protestan mengira pada sesuatu saat mereka akan dapat bergabung bersama-sama ke dalam sebuah unit agama, dan anda mengetahui, bahwa untuk sesuatu waktu mereka itu sedang bekerja ke arah tujuan itu. Kita pahami bahwa nama Ephraim di dalam nubuatan ini terutama membicarakan perihal berbagai sekte agama Protestan, karena gereja Katholik adalah sebuah gereja Kristen yang sudah dikapirkan.    

Isaiah 28 : 7 --- “Tetapi mereka juga sudah keliru karena air anggur, dan karena minuman keras mereka sudah tersesat keluar, imam dan nabi sudah keliru karena minuman keras,  mereka sudah tertelan oleh  air anggur,  mereka sudah tersesat keluar karena minuman keras, mereka keliru dalam penglihatannya, mereka terantuk dalam keputusannya.”  

Dalam ayat 1 kepada kita diberitahukan bahwa Ephraim telah dikuasai oleh air anggur dan karena sebab Itulah dia menjadi pemabuk. Dan ayat 7 memberitahukan kepada kita bahwa “mereka” (yang tersisa itu --- Jehuda) juga telah keliru karena air anggur. Dengan kata lain, keduanya baik gereja-gereja Protestan maupun gereja kita sendiri Masehi Advent Hari Ketujuh telah menjadi mabuk karena “air anggur” – yaitu berbagai teori ciptaan manusia.” --- The Symbolic Code, Vol. 12, No. 8, 9, pp. 4 – 6.  

Komentar  !
Kondisi kerohanian gereja-gereja kita Masehi Advent Hari Ketujuh di seluruh dunia pada waktu ini sudah sedemikian memburuknya, sehingga benar-benar tidak lagi mudah bagi kita untuk dapat membedakan di antara mana doktrin Advent yang murni di satu pihak dan doktrin-doktrin dan berbagai teori ciptaan manusia yang kini sudah menguasai gereja-gereja kita di seluruh dunia. Bahkan sebagian besar pendeta-pendeta yang menguasai mimbar di seluruh dunia tidak lagi mengakui Roh Nubuatan sebagai pekabaran tiga malaikat dari Wahyu 14. Mereka bahkan tidak lagi mengetahui bahwa hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White adalah pendiri Gereja ini sejak mulanya, yang bertugas membangun tubuh Kristus sesuai ucapan rasul Paulus di dalam Epesus 4 : 11 – 14.   

Sesudah kematian hamba Tuhan Houteff,
dan akibatnya sampai kepada hari ini

Sebagai pembawa pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 sejak tahun 1929 yang lalu, yang telah menggabungkan pekabarannya dengan Roh Nubuatan dari Nyonya White ke dalam ROH NUBUATAN dari nubuatan Wahyu 19 : 10 (bagian akhir), maka kepergiannya dalam tahun 1955 yang lalu tak dapat tiada sudah akan membawa akibat tersendiri bagi semua umat penganut kebenaran sekarang yang ditinggalkannya. Untuk itulah mari kita baca nubuatan Zakharia 13 : 6, 7.  

Nubuatan Zakharia 13 : 6, 7 itu oleh hamba Tuhan Nyonya White dijelaskan sebagai berikut :

"Maka salah seorang akan mengatakan kepadanya, Luka-luka apakah ini pada kedua tanganmu ? Kemudian akan dijawabnya. Dengan mereka itulah aku terluka di dalam rumah kawan-kawanku. Bangkitlah hai pedang, melawan gembalaku, dan melawan orang itu yang merupakan kawanku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : tebaslah gembala itu, maka kawanan domba akan tercerai berai, maka aku akan membalikkan tanganku ke atas mereka yang kecil-kecil.Zakharia 13 : 6, 7.    

“Dengan matinya Kristus itu, maka semua harapan dari para muridnya pupus sudah. …….. Sampai terakhir mereka belum percaya bahwa Ia akan mati, mereka hampir-hampir tak dapat percaya bahwa Ia benar-benar mati. Dirundung kesedihan yang dalam, mereka lupa akan ucapan-ucapan-Nya yang meramalkan keadaan ini yang sesungguhnya terjadi. Tidak ada apapun juga yang pernah Ia ucapkan dapat meredakan mereka. Yang mereka saksikan hanya kayu palang itu dan korbannya yang bermandikan darah. Masa depannya tampaknya suram dan putus asa. Iman mereka pada Jesus pupus sudah, namun belum pernah mereka mencintai Tuhan seperti sekarang. Belum pernah sebelumnya mereka merasakan betapa berharganya Dia dan betapa kehadiranNya dibutuhkan oleh mereka.”Desire of Ages, p. 772.

Sementara itu komentar dari hamba Tuhan Houteff terhadap kedua ayat dari Zakharia 13 itu dapat dibaca pada buku Amaran Sekarang, Jilid 1 nomor 18. sebagai berikut :  

“Saya tidak memiliki komentar khusus terhadap Zakharia 13 : 6 dan 7 itu selain daripada apa yang sudah umum dipahami di antara orang-orang Kristen.“   

Komentar !  
Sekalipun Houteff sama sekali tidak mengomentari kedua ayat dari nubuatan Zakharia itu, namun kita harus mengerti, bahwa karena semua nubuatan dari para nabi Wasiat Lama akan terungkap selengkapnya di akhir zaman, maka nubuatan Zakharia 13 : 6 dan 7 itu tak dapat tiada akan sekali lagi menggenapi kegenapannya di zaman kita. Dengan demikian, maka pengalaman dari para murid setelah ditinggal mati Kristus Tuhan mereka yang lalu, pengalaman itu pula yang akan kita alami sendiri di waktu ini setelah ditinggal mati hamba Tuhan Houteff pada tahun 1955 yang lalu. “Firman Tuhan serwa sekalian alam bunyinya : tebaslah gembala itu, maka kawanan domba akan tercerai berai, maka Aku akan membalikkan tanganku ke atas mereka yang kecil-kecil.”  

Beberapa tahun sebelum meninggal, hamba Tuhan Houteff telah mengamarkan kepada kita sebagai berikut :   

       “Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan  kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain.Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan kepadanya. Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu juga akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi Kebenaran, terutama perihal mereka 144.000 itu.” ---------------- Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

“Betapa menyeramkan tanggung jawab yang ada pada mereka yang menangani Firman Allah secara serampangan, yaitu mereka yang berdiri sebagai  pengawal jiwa dari orang-orang,  namun pada kenyataannya mereka sedang mengawal agar tidak ada satu jiwapun luput dari neraka. Baik mereka maupun kekejiannya akan jatuh ke dalam selokan. Sesungguhnya, sekiranya diperlukan sesuatu reformasi di dalam dunia Kristen, maka iaitu pasti sangat diperlukan dalam garis yang satu ini.   

“Sesudah mengetahui kini dengan lebih baik, maka jangan lagi kita menjadikan manusia sebagai dewa-dewa, jangan lagi memberikan tempat di dalam diri kita bagi roh-roh yang najis. Melainkan hendaklah kita memberikan kepada Roh Allah kesempatan untuk membawa kita ke dalam Kebenaran-Nya yang senantiasa berkembang dengan pengertian pribadi.    

“Marilah kita menjadi pengikut-pengikut Kristus, jangan lagi menjadi pengikut Paulus, atau Appolos, atau Cephas, atau siapapun yang lain.” -- Timely Greetings, vol. 1, No. 18, pp. 17, 18.   

Sesudah kematian Sdr. Victor T. Houteff, maka kata-kata nubuatan dari Zakharia 13 : 6, 7 mulai menemui kegenapannya secara epektif, sama seperti juga halnya dengan kata-kata amaran dari Houteff di dalam buku Pembina Gedung Putih, halaman 33, dan juga yang terdapat pada buku Timely Greetings, vol. 1, No. 18, pp. 17, 18 di atas. Dan akibatnya adalah bahwa para penganut Kebenaran Sekarang kembali terpecah dua : (1)  Domba-domba yang tercerai-berai di satu pihak, dan (2) Mereka yang kecil-kecil yang berada di bawah bimbingan tangan Tuhan sendiri di lain pihak. Atau dengan perkataan lain : (1) mereka lima anak dara bijaksana calon 144.000 yang akan datang di satu pihak, dan (2) mereka lima anak dara bijaksana yang memiliki tipu di dalam mulutnya di lain pihak. Atau : (1) mereka dari kelompok gandum murni di satu pihak, dan (2) mereka dari kelompok sekam di lain pihak.

Setelah mengetahui kini dengan lebih baik Kebenaran Sekarang melalui ROH NUBUATAN, maka mereka yang kecil-kecil milik Allah itu tidak akan lagi mendewa-dewakan mereka yang memimpin di Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA, ataupun mereka yang memimpin di Markas Besar Davidian SDA di Mountaindale, New York, atau yang berkuasa di Salem, Carolina Selatan, Amerika Serikat. Mereka akan memberi kesempatan bagi Roh Allah masuk ke dalam hati mereka untuk membawa mereka ke dalam Kebenaran yang terus berkembang, yang sesuai dengan pengertian pribadinya masing-masing.

Dan karena kita tidak lagi dibenarkan untuk menjadi pengikut Paulus, rasul yang sangat dikasihi Tuhan itu, maka tidaklah mengherankan apabila sudah sampai waktunya kini agar kita supaya tidak lagi menjadi pengikut para pemimpin di Pusat Karmel di Waco, Texas. Kepemimpinan General Conference of SDA yang sudah suam rohani itu sudah sejak tahun 1935 diludahkan Kristus dari dalam mulutNya.

Firman Tuhan serwa sekalian alam : “Aku akan mengalihkan
 tangan-Ku ke atas mereka yang kecil-kecil itu.” Siapakah mereka yang kecil-kecil itu ?

Karena ucapan nubuatan di atas ini baharu digenapi setelah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955, maka berbagai peristiwa yang diamarkan olehnya di dalam buku Pembina Gedung Putih hal. 33 itupun akan sama kegenapan sejarahnya, sesudah tahun 1955. Ini berarti sesudah tahun 1955 yang lalu umat Davidian Seventh Day-Adventists sudah akan kembali terbagi dalam dua kategori : (1) Domba-domba yang tercerai berai itu, dan (2) mereka yang kecil-kecil. Tangan Tuhan akan berada pada mereka yang kecil-kecil itu.   

Karena umat Davidian MAHK sebagai penganut Kebenaran sekarang sejak mulanya sudah dikategorikan di dalam gereja MAHK sebagai  “gandum” atau “kelas lima anak dara yang bijaksana” di satu pihak, dan “lalang” atau kelas “lima anak dara yang bodoh” yang melambangkan kepemimpinan gereja di lain pihak, maka apabila kelas gandum itu  kembali  terpecah dua sesudah kematian hamba Tuhan Houteff, maka hasilnya tak dapat tiada adalah gandum murni akan berada pada satu pihak, dan sekam akan berada pada pihak lainnya. Siapakah mereka itu yang dikategorikan sebagai sekam, hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :   

“Allah akan membangunkan umat-Nya. Jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang saling bertentangan akan masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, memisahkan s e k a m (bukan lalang) daripada gandum. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. Terang yang berharga mahal sudah datang, yang pantas sesuai bagi masa ini. Itu adalah kebenaran Alkitab, yang menunjukkan berbagai bencana yang akan menimpa kita.  Terang ini hendaknya membawa kita kepada suatu penyelidikan Firman Allah yang lebih tekun, dan suatu pemeriksaan yang lebih saksama terhadap posisi dimana kita berdiri.” -- 5 Testimonies for the Church, pp. 707 – 708. (tambahan dalam kurung)

Para penganut Kebenaran Sekarang yang masuk kategori “sekam” itulah yang disebut “domba-domba yang tercerai-berai”, setelah kematian Houteff sampai kepada hari ini. Sebaliknya mereka yang kecil-kecil itu ialah orang-orang Davidian penganut Kebenaran Sekarang, yang sesudah memeriksakan secara kritis posisi mereka yang harus diambil sesuai amaran dari buku Pembina Gedung Putih, hal. 33, mereka telah memutuskan untuk tidak lagi mendewa-dewakan manusia-manusia yang memimpin di Pusat Karmel di Waco, Texas, atau dimanapun juga di dunia ini. Tidak lagi mereka mau menjadi pengikut-pengikut rasul Paulus atau Apollos, atau Cephas, atau siapapun juga yang lainnya. Mereka sepenuhnya percaya pada .Jesus dan Kesaksian-Nya, yaitu ROH NUBUATAN. Dan mereka sepenuhnya percaya pada ucapan hamba Tuhan Nyonya White berikut ini :  

“Mari kuberitahukan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya, dan dalam cara yang bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah pengarahan dari malaikat itu yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran (ROH NUBUATAN) yang akan diberikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terpesona oleh sarana-sarana yang sederhana yang akan digunakan-Nya untuk membuat dan memantapkan pekerjaan pembenaran-Nya.”Testimonies to Ministers, p. 300. – (dalam kurung tambahan)

Dalam kata-kata perumpamaan dari Jesus “mereka yang kecil-kecil” itu adalah sama saja dengan “para penganggur di pasar”. Tuhan Allah akan kelak memilih dari antara mereka itu pemuka-pemuka buah-buah pertama (the vanguards). Lalu kemudian para pemuka itu bersama-sama dengan bala tentara mereka kelak akan membentuk 144.000 anak-anak keturunan Jakub sebentar lagi. 

   Bagaimana
anak-anak keturunan Jakub non Adventist menerima pekabaran ROH NUBUATAN 
 

Pada akhir penyelidikan dalam lambang-lambang itu hamba Tuhan Houteff kemudian mengatakan :  

“Kalau saja kita memiliki sebuah perwakilan gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di sini bersama-sama dengan perwakilan-perwakilan dari Protestant dan Katholik, dan kalau saja kita pada sesuatu peragaan dapat menunjukkan kepada mereka sejumlah Kebenaran yang luas yang kita peroleh sebagai berkat dari lambang-lambang dan nubuatan, mereka sudah akan terpesona dan merasa malu. Sama seperti halnya wanita dari Samaria itu yang berbicara dengan Jesus di tepi sumur menyatakan, sebab Ia mampu mengungkapkan semua yang pernah diperbuatnya, maka mereka itupun akan bertanya, “Dari manakah orang-orang ini belajar sedemikian luas perihal perkara-perkara yang akan jadi ?” -- Symbolic Code, vol. 12, no. 5, p. 20.

Pekabaran tentang pemeteraian itu tampaknya tidak lagi dibatasi hanya bagi orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh saja. Sebagaimana kita kini menyaksikan sendiri bagaimana ilmu pengetahuan dan tehnologi berkembang dengan begitu pesat di banyak negara di dunia, hendaklah kita ingat pada firman Allah oleh perantaraan hamba-Nya Victor Houteff sebagai berikut :

“Karena pekerjaan adalah sedemikian luasnya, perluasannya pun begitu cepat, dan kepentingannya begitu besar, maka Allah telah mengilhami ilmu pengetahuan modern untuk menciptakan, dan membangun peralatan-peralatan yang cepat untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan-Nya.”2 Shepherd’s Rod, p. 229.

Bersyukur kepada kemajuan yang mentaajubkan dari ilmu pengetahuan dan tehnologi, pekabaran dari ROH NUBUATAN ini kini sudah dapat menerangi anak-anak keturunan Jakub dimana saja mereka itu berada di muka bumi ini. Tidak lagi iaitu dibatasi bagi hanya Jehuda yang tersisa dari dua suku bangsa itu, melainkan juga bagi Ephraim dari sepuluh suku bangsa itu.  

Bahkan anak-anak keturunan Jakub yang bukan Advent yang kini diam di Jerusalem, Palestina, dan anak-anak keturunan Jakub yang bukan Advent, yang kini berafiliasi ke dalam berbagai sekte agama Protestan di dunia ini, di samping anak-anak keturunan Jakub dari gereja Masehi Advent Hari Ketujuh kita sendiri, semua mereka itu sudah akan dapat memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan tehnologi, sehingga pekabaran pemeteraian mereka 144.000 ini sudah akan dapat melepaskan semua mereka itu dari pada bencana besar yang tak terelakan yang akan datang sebagaimana yang sudah dinubuatkan dengan jelas dan tegas melalui nubuatan Jehezkiel pasal 9.

Bagaimana caranya semua
anak-anak keturunan Jakub kelak dilepaskan

Hamba Tuhan Houteff mengatakan :   

“Allah telah memberitahukan kepada kita bagaimana menabur, bagaimana menuai, dan bagaimana mengirik. Dalam alam kerohanian, kita sebagai orang-orang Adventist  telah belajar satu hal : bahwa pekabaran ini akan diberitakan ke seluruh ujung bumi, kemudian berakhir masa kasihan dan setiap perkara turun ke bawah dan kita akan naik masuk ke Sorga. Hanya baharu sekarang kita mulai mengetahui bagaimana Allah melakukan penuaian terhadap berbagai hasil panen-Nya. IA akan pertama sekali menuai orang-orang benar (orang-orang yang suka belajar) dari gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (isi rumah Jehuda), berikutnya, Ia akan menuai umat-Nya dari antara orang-orang Protestan (isi rumah Israel), dan terakhir, Ia akan menuai dari orang-orang Kapir mereka yang hendak berbalik untuk menyembah Dia. Masing-masing dari hasil panen ini Ia secara bijaksana menuai dengan cara yang berbeda-beda dan pada masa penuaian mereka yang telah ditentukan.”  – The Symbolic Code, Vol. 12, No. 8, 9, p. 15.

Komentar !
Karena kita kini berada dalam masa penuaian buah-buah pertama, maka  waktu yang telah ditentukan bagi Allah untuk menuai umat-Nya dari orang-orang Kapir ialah setelah berdiri Kerajaan yang kekal itu di Palestina. Itulah penuaian buah-buah kedua dari seluruh dunia. Lalu berakhirlah masa kasihan bagi seluruh penduduk bumi untuk selama-lamanya.   

Dalam membahas nubuatan Zakharia, khususnya yang berkaitan dengan kelepasan anak-anak keturunan Jakub yang akan datang dan berdirinya Kerajaan kekal itu di Palestina, Sdr. Houteff telah menuliskan pembahasan berikut ini :

“N a s i b  dari Jerusalem”

“Zakharia 14 : 2  ----
“Karena Aku akan menghimpun semua bangsa melawan Jerusalem untuk berperang, maka kota itu akan direbut, dan rumah-rumah akan dijarahi, dan wanita-wanita digagahi, dan separuh kota itu akan keluar ke dalam tawanan, dan orang-orang yang tersisa tidak akan ditumpas dari kota itu.”  

Mengingat akan kenyataan bahwa Jerusalem akan dilindungi oleh sebuah tembok api (Zakharia 2 : 5) selagi isi rumah Jehuda memerintah di sana, maka adalah pasti bahwa peperangan itu yang digambarkan di sini tak dapat tiada baru berlangsung sebelum isi rumah Jehuda berdiri. Dalam peperangan itu bangsa-bangsa akan mengalahkan para penguasa di Tanah Suci itu. Kemudian isi rumah Jehuda mulai dibangun.  

Karena bangsa-bangsa yang berperang itu mengepung kota, dan rumah-rumah dijarahi, juga wanita-wanita digagahi, maka mereka itu tidak mungkin bangsa-bangsa dari orang-orang benar, tetapi karena tidak semua penduduknya masuk ke dalam tawanan, dan karena tidak semua ditumpas dari kota itu, maka iaitu tak dapat tiada berarti orang jahat akan dibuang keluar dan orang benar ditinggalkan untuk bergabung dengan isi rumah Jehuda.

Zakharia 14 : 3, 4 --- “Kemudian Tuhan akan keluar , lalu berperang melawan bangsa-bangsa itu, seperti halnya sewaktu Ia berperang pada hari pertempuran. Maka kakinya pada hari itu akan berdiri di atas Gunung Zaitun, yang berada di depan Jerusalem pada sebelah timur, maka Gunung Zaitun itu akan terpotong di tengah-tengahnya arah ke timur dan arah ke barat, maka akan ada sebuah lembah yang sangat luas, maka sebagian dari gunung itu akan berpindah arah ke utara, dan sebagiannya lagi arah ke selatan.”    

Pada waktu itu Jerusalem, yang ada sekarang runtuh, kaki Tuhan akan berdiri di atas Gunung Zaitun lalu di sana terjadilah sebuah lembah yang luas sekali. Artinya, semua gangguan dan halangan disingkirkan, lalu dengan demikian mempersiapkan tanah Itu bagi umat-Nya kembali ke sana. Kemudian itulah yang diramalkan oleh nubuatan Zakharia 10 : 8 bahwa Tuhan akan memberi pertanda kepada umat-Nya akan digenapi.  

Zechariah 14 : 5 --- “Maka kamu akan melarikan diri ke lembah dari gunung-gunung itu, karena lembah gunung gunung itu akan sampai ke Azal : benar, kamu akan melarikan diri, bagaikan kamu melarikan diri dari hadapan gempa bumi di zaman Uzziah raja Jehuda : maka Tuhan Allahku akan datang, dan semua umat kesucian bersama-Mu.”  

Setelah sedemikian ini membuka jalan bagi diperdirikan kembali isi rumah Jehuda, umat-Nya, yaitu mereka yang sebelumnya telah diberi tahu akan hal itu melalui Kebenaran sekarang, mereka akan lari ke lembah itu, ke tempat dimana kaki Tuhan berdiri, mereka akan lari secepat-cepatnya seolah-olah mereka melarikan diri dari gempa bumi, dan semua umat kesucian sesudah itu akan mengikuti mereka. Ada beberapa fakta dalam firman ini sendiri yang membuktikan bahwa peristiwa ini terjadi sebelum seribu tahun millennium : (1) Perhatikanlah bahwa kaki Tuhan berdiri di gunung itu pada hari perang itu berlangsung dimana  Jerusalem direbut oleh bangsa-bangsa Kapir. (2) Mereka yang melarikan diri ke lembah itu bukan turun dari langit. (3) Mereka itu tidak mungkin orang-orang jahat karena mereka bukan melarikan diri dari Tuhan, melainkan melarikan diri kepada-Nya, ke mana kaki-Nya berdiri. (4) Semua umat kesucian menyusul mengikuti mereka.” Buku “Early Writings,” p. 53, mengaplikasikan firman ini kepada peristiwa yang sama sesudah seribu tahun millennium yang akan datang.

“Pada hari itu, demikianlah firmanTuhan, Aku akan memalu setiap ekor kuda dengan kejutan, dan pengendaranya dengan gila : maka Aku akan membuka mata-Ku selalu atas isi rumah Jehuda, dan memalu setiap ekor kuda milik orang-orang itu dengan kebutaan.” Zakariah 12 : 4. Artinya, secara mengherankan Allah akan mengacaukan orang-orang jahat itu, sehingga mereka akan mulai bertindak bagaikan orang-orang gila. Pada waktu Tuhan melakukan sekaliannya ini, Ia melindungi isi rumah Jehuda.   

“Pada hari itu Aku akan membuat para pemimpin orang Jehuda menjadi bagaikan sebuah tungku perapian di antara kayu-kayu bakar, dan bagaikan sebuah api di dalam sebuah ikatan, maka mereka akan menelan habis semua orang di sekelilingnya, baik pada sebelah kanan maupun pada sebelah kiri : maka Jerusalem akan kembali didiami di tempatnya yang semula, yaitu di Jerusalem. Zakariah 12 : 6.

Apabila Tuhan kelak memalu semua bala tentara dari bangsa-bangsa, Ia juga akan membuat para penguasa Jehuda menjadi bagaikan tungku perapian di antara kayu-kayu bakar. Demikianlah mereka bersama “Injil yang kekal“ akan kelak menelan semua orang kapir di sekelilingnya, lalu demikianlah Jerusalem akan kembali didiami dengan damai oleh umat Allah yang setia.

Demikianlah halnya bahwa “pada zaman raja-raja ini (bukan sesudah zaman mereka) Allah di sorga akan mendirikan sebuah Kerajaan, yang tidak akan pernah dapat dibinasakan : maka Kerajaan itu tidak akan ditinggalkan kepada bangsa lain, melainkan iaitu akan menghancurkan berkeping-keping dan menghabiskan semua kerajaan ini, lalu ia akan berdiri untuk selama-lamanya..” -- Daniel 2 : 44.

Kemudian akan jadi kelak, bahwa “banyak bangsa akan datang, dan mengatakan, Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan itu, dan ke rumah Allah Jakub, maka Ia akan mengajarkan kepada kita semua jalan-jalan-Nya, dan kita akan berjalan pada semua lorong-Nya : karena hukum akan keluar dari Zion, dan Firman Tuhan dari Jerusalem.” Mikah 4 : 2. --- The Fate of Jerusalem, Timely Greetings, Vol. 1, no. 19, pp. 3 – 6.

Di dalam buku The Symbolic Code, Vol. 13, No. 1, 2 p. 6, Sdr. Houteff juga mengatakan :

“Dan karena nubuatan (dari Zakharia) ini belum pernah digenapi, maka iaitu tak dapat tiada harus jadi pada sesuatu masa di depan. Melalui sekaliannya itu kita saksikan di dalam nubuatan Zakharia suatu ramalan bahwa pada sesuatu hari bangsa-bangsa Kapir akan terlibat dalam membangun kembali kerajaan Israel di Palestina, yang pernah dihancurkan. Kita juga menyaksikan bahwa akan ada suatu perang dunia dimana bangsa-bangsa Kapir dari luar Palestina dan bangsa-bangsa Kapir di dalamnya akan terlibat di dalam perang itu. Umat Allah, Jehuda, Israel, dan Jerusalem akan dilepaskan dan dibebaskan. Dan kerajaan itu akan dibangun kembali. Itulah yang paling jelas pernah saya saksikan.

Di dalam Lukas 21 : 24 kita temukan kata-kata berikut ini : “Maka mereka akan jatuh dimakan pedang, lalu akan dibawa keluar dengan tertawan ke dalam semua bangsa-bangsa, maka Jerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa Kapir sampai semua masa dari bangsa-bangsa Kapir itu kelak digenapi.”

Adalah kelak pada masa nubuatan Zakharia itu digenapi --- sewaktu empat tukang kayu itu menghalau keluar orang-orang Kapir itu – maka Jerusalem tidak akan lagi diinjak-injak oleh orang-orang Kapir itu, karena masa mereka untuk menduduki Tanah Suci itu akan diakhiri.

Orang-orang Yahudi akan kembali dan menguasai tanah itu. Yesaya, Daniel, dan Nahum juga memberikan kesaksian nubuatan kepada kenyataan, bahwa akan terjadi suatu peperangan dan kekacauan, dan kelepasan bagi umat Allah pada saat Kerajaan-Nya dipulihkan di bumi.” --- The Symbolic Code, Vol. 13, No. 1, 2, pp. 6, 7.

Komentar !
Umat Allah, Jehuda, Israel, dan Jerusalem adalah tak lain daripada anak-anak keturunan Jakub saja, sebab semua mereka ini adalah hasil dari penuaian buah-buah pertama. Jehuda sebagai anak-anak keturunan Jakub dari gereja Advent akan kemudian diikuti oleh anak-anak keturunan Jakub dari dunia Protestan untuk bergabung, dan juga dari Jerusalem Palestina anak-anak keturunan Jakub akan ikut bergabung dengan Jehuda yang tersisa. 

Kesimpulan
dari Tanya – Jawab, Buku 4, hal. 35, 36

Pertanyaan No. 93 :
Sekalipun saya belum menjadi anggota dari gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, namun karena saya sudah memiliki terang dari nubuatan Jehezkiel pasal 9 dan kebenaran perihal mereka 144.000 itu, akankah saya jatuh dalam pembantaian orang jahat jika saya tidak sepenuhnya menerima dan menghayati terang itu ? Dan, sebaliknya, akankah saya ikut menikmati berbagai hak dan kesempatan istimewa dari mereka 144.000 itu lalu menjadi salah seorang dari mereka jika saya mematuhi semua terang dari pekabaran ini ?

J a w a b :
Sekalipun anda belum menjadi anggota gereja, anda akan tetap bertanggung jawab untuk terang yang sudah anda miliki perihal permasalahan itu, karena tidak ada seorangpun dapat menemukan kebenaran itu secara kebetulan, atau melihatnya tanpa bantuan Roh Suci.

Berdasarkan hukum tanggung jawab yang sama atau tanggung jawab yang suci, bahkan sekalipun anda mungkin baharu saja mengikuti pekabaran itu terakhir baru-baru ini, anda masih dapat terpanggil bagi pemilihan mereka 144.000 itu, jika anda menghayati pekabaran itu yang akan menyucikan dan memeteraikan mereka. Namun, pasti atau tidaknya anda akan menjadi salah satu dari mereka itu, kami belum tahu. Tetapi jika anda setia dan jujur kepada pekabaran itu, maka sedikit-dikitnya anda bisa menjadi salah seorang yang akan bersama-sama dengan mereka itu.  

Komentar !
Ini adalah sebuah contoh pertanyaan yang datang dari seseorang anak keturunan Jakub yang bukan Adventist.

Jawaban dari hamba Tuhan Houteff itupun membuktikan, bahwa hanya akan ada 144.000 umat kesucian yang hidup (the living saints), sebagai hasil dari penuaian buah-buah pertama di seluruh dunia, yang keseluruhannya akan berasal dari anak-anak keturunan Jakub saja, baik yang berasal dari gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, maupun dari luar.   

Hamba Tuhan Houteff juga telah mengatakan :

(1)

“Semua orang yang ditemukan sebagai anggota sidang sampai pada nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu digenapi, mereka akan menerima meterai lalu menjadi bagian dari, atau sebagian bersama-sama dengan, mereka 144.000 itu, atau sebaliknya akan tertinggal di luar tanpa meterai lalu jatuh ke bawah senjata-senjata pembantai dari lima orang itu.” The Symbolic Code Series, vol. 2, No. 5, 6, p. 8.

(2)

“Semua orang yang ditemukan sebagai anggota sidang p a d a waktu nubuatan Jehezkiel 9 itu digenapi akan menerima meterai, lalu menjadi mereka 144.000 itu, atau sebaliknya akan tertinggal di luar lalu jatuh ke bawah senjata pembantai dari kelima orang itu. Hanya mereka yang berkeluh kesah dan berteriak karena sebab semua kekejian di dalam sidang, yang akan luput dari kehancuran itu.”The Symbolic Code, vol. 1, No. 11, 12, p. 9.

Komentar !
Karena hanya 144.000 umat kesucian yang hidup pada waktu nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu digenapi, maka semua mereka yang
kelak selamat bersama-sama dengan mereka 144.000 itu yang akan datang, tak dapat tiada sudah akan lebih dulu beristirahat sementara di dalam kubur, baharu kemudian akan dibangkitkan pada kebangkitan khusus orang mati dari nubuatan Daniel 12 : 2.

Persyaratan “anggota sidang” pada kedua ucapan hamba Tuhan Houteff di atas, kini tidak lagi dibatasi kepada nama-nama yang terdaftar di dalam buku sidang atau registrasi keanggotaan di gereja-gereja Advent saja, melainkan sudah diperluas kepada semua anak-anak keturunan Jakub di luar yang mematuhi pekabaran perihal pemeteraian mereka 144.000 di dalam ROH NUBUATAN.

P e n u t u p

“Betapa menyeramkan tanggung jawab yang ada pada mereka yang menangani Firman Allah secara serampangan, yaitu mereka yang berdiri sebagai pengawal jiwa dari orang-orang, namun pada kenyataannya mereka sedang mengawal agar tidak ada satu jiwapun luput dari neraka. Baik mereka maupun kekejiannya akan jatuh ke dalam selokan. Sesungguhnya, sekiranya diperlukan sesuatu reformasi di dalam dunia Kristen, maka iaitu pasti sangat diperlukan dalam barisan yang satu ini.” -- Timely Greetings, vol. 1, No. 18, pp. 17, 18.   

Siapakah mereka itu yang disebut di atas, yang dituduh oleh Tuhan karena kelalaiannya menangani Firman Allah, yang berdiri sebagai pengawal-pengawal jiwa dari orang banyak pada jam-jam terakhir sekarang ini ? Bukankah mereka itu juga yang oleh hamba Tuhan Houteff dikatakan :

“Kita harus juga waspada untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengherankan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai -- dari rekan-rekan penginjil yang bertugas, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus ?” Pembina Gedung Putih, hal. 33.”  

Mereka itu tak dapat tiada adalah Sanhedrin contoh saingan di waktu ini, sebab mereka itu tidak kurang setianya daripada para imam Jahudi dari Sanhedrin contoh yang lalu di zaman Kristus. Memang, tepatlah apabila hamba Tuhan mengatakan, ‘Sekiranya sesuatu reformasi diperlukan di dalam dunia Kristen, maka pasti iaitu sangat diperlukan pada barisan yang satu ini.’    

“Sesudah mengetahui kini dengan lebih baik, maka jangan lagi kita menjadikan manusia sebagai dewa-dewa, jangan lagi memberikan tempat di dalam diri kita bagi roh-roh yang najis. Melainkan hendaklah kita memberikan kepada Roh Allah kesempatan untuk membawa kita ke dalam Kebenaran-Nya yang senantiasa berkembang dengan pengertian pribadi.

“Marilah kita menjadi pengikut-pengikut Kristus, jangan lagi menjadi pengikut Paulus, atau Appolos, atau Cephas, atau siapapun juga yang lain.”  -- Timely Greetings, vol. 1, No. 18, pp. 17, 18. Apalagi untuk menjadi pengikut mereka yang memimpin di Puncak Karmel di Waco, Texas, USA. Karena bagi kita sekarang ini, menjadi pengikut Kristus oleh memeluk berbagai Kesaksian-Nya di dalam ROH NUBUATAN adalah jauh lebih pasti bagi keselamatan ke dalam Kerajaan yang kekal itu di Palestina.

***