Menolak Mana Yang Jahat,  Memilih Mana Yang Baik

 [Jesaya 7 : 14, 15]

 

 

 

 

S

alah satu nubuatan Jesaya yang terkenal berbunyi sebagai berikut: “Oleh karena itu Tuhan sendiri akan memberikan kepadamu suatu tanda alamat. Bahwasanya, seorang anak dara akan mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan akan menyebut namanya  Immanuel.  Keju dan madu akan dimakannya, agar dapat ia mengetahui bagaimana menolak mana yang jahat, dan memilih mana yang baik.”  Jesaya  7 :  l4,  l5.

         

          Dunia Kristen sangat memahami, bahwa nubuatan itu meramalkan perihal kedatangan Jesus yang pertama sewaktu Ia  dilahirkan oleh perawan Maria di Palestina. Namun  tidak ada satupun catatan Alkitab yang menceriterakan, bahwa keju dan madu telah menjadi makanan kebiasaan Jesus, sehingga dapatlah Ia selalu menolak mana yang jahat dan memilih mana yang baik. Jesus justru  telah memakan semua makanan  yang  tersedia  di waktu   itu.  Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan keju dan madu itu, tak dapat tiada baharu merupakan kata-kata nubuatan yang masih perlu diinterpretasikan.  Perkataan “Immanuel” itupun masih dalam bahasa nubuatan, yang apabila  diinterpretasikan  akan berarti  Allah beserta kita.” Bacalah Matius 1 : 23. Jadi Jesus secara pribadi  memang  telah dilahirkan oleh perawan Maria, namun sesungguhnya I a telah dilahirkan oleh Roh Suci. Immanuel yang berarti Allah beserta kita itupun tentu dimaksudkan kepada Kristen-Kristen yang dilahirkan oleh Roh Suci. Keju sebagaimana diketahui berasal dari susu.  Itu adalah kepala susu yang keras. Madu terkenal karena khasiatnya dan juga karena rasa manisnya. Karena nubuatan Jesaya sebagaimana juga dengan nubuatan-nubuatan Wasiat Lama lainnya, baharu saja terungkap pengertiannya di akhir zaman, maka  “Immanuel”,  “susu”, “keju dan madu” itu harus kita cari kegenapan sejarahnya di akhir zaman di  waktu ini. Untuk itu kita perlu mengikuti pembicaraan  nabi Jesaya  berikutnya.

 

Immanuel, Susu, Keju dan Madu

 

          Nabi  Jesaya selanjutnya mengatakan :  Maka akan jadi kelak    p a - d a  h a r i  i t u, bahwa seseorang  akan memelihara seekor lembu muda, dan dua ekor domba. Lalu akan jadi  kelak, bahwa  karena kelimpahan s u - s u  yang  dihasilkan  oleh  hewan-hewan itu, I a  akan makan k e j u, karena k e j u  dan  m a d u  akan  dimakan  oleh  setiap orang yang  tertinggal di  tanah itu.”  Jesaya 7 : 21, 22. 

 

         Semua umat Allah di akhir dunia sekarang inilah yang akan  memperoleh manfaat dari nubuatan Jesaya itu. Jadi perkataan “Immanuel“ itu tak dapat tiada dimaksudkan kepada  umat Allah  di  akhir dunia sekarang ini. Saudara dan sayalah orang-orang itu, yaitu  setiap orang yang tertinggal di tanah itu (di bumi) sekarang ini.  Orang-orang Kristen Immanuel yang tertinggal di tanah itu sekarang ini, dikenal juga sebagai umat yang sisa (the remnant church).  Yahya Pewahyu menamakan mereka itu sebagai “Yang tersisa dari benih perempuan itu“ (the remnant of her seed), yaitu mereka yang memeliharakan perintah-perintah Allah dan memiliki kesaksian Jesus Kristus.“ Wahyu l2 : l7.  “ ......... Kesaksian Jesus Kristus itulah  ROH NUBUATAN.”  Wahyu l9 : l0 Bag. B. 

         

Keju dan madu akan dimakan oleh Immanuel, yaitu setiap orang yang tertinggal di tanah itu.  Dan itulah yang akan membuat mereka itu  mampu untuk menolak mana yang jahat dan memilih mana yang baik. Jelaslah bahwa keju dan madu itu tak dapat tiada dimaksudkan kepada Kebenaran Firman Allah  saja.  Kebenaran Firman Allah itulah yang telah dilambangkan oleh s u s u, yang kemudian telah  berkembang menjadi  k e j u,  yang khasiat  dan  rasanya  telah disebut sebagai  m a d u.  Karena  berasal dari s u s u, maka  susu itu tak dapat tiada bersumber dari lembu muda dan dua ekor domba itu saja.  Kedua  ekor domba itulah yang  melambangkan  Alkitab  Wasiat Lama dan Alkitab Wasiat Baru, dan  lembu muda itu yang baharu lahir kemudian, akan melambangkan rangkaian buku-buku Kesaksian Jesus Kristus  yang telah berkembang menjadi  ROH NUBUATAN.

         

Karena yang dimakan oleh Kristen-Kristen Immanuel di akhir dunia sekarang ini adalah k e j u yang lebih keras (bukan susu),  maka kita perlu mengikuti bagaimana pertumbuhan Kristen-Kristen Immanuel itu sejak dari kelahirannya di zaman Jesus yang lalu, sampai mencapai kedewasaannya di akhir dunia sekarang ini. Demikian pula halnya bagaimana proses perkembangan dari  s u s u  itu sendiri sampai menjadi k e j u  di waktu ini.   

 

Setelah lahirnya Kristen-Kristen Immanuel di zaman Jesus, maka oleh  Roh Suci Hujan Awal  semua mereka itu lalu  diberi  makan  dan dibesarkan dengan s u s u, yang melambangkan “segala kebenaran” (Yahya l6 : 13) sampai sekarang. “Segala kebenaran” itulah yang dalam bahasa nubuatan dari Yoel telah disebut “Hujan Awal”. Namun dari Yahya l6 : l3 itu pun dapat diketahui, bahwa “segala kebenaran” itu masih harus dilengkapi lagi dengan “segala perkara yang akan datang”, yaitu berbagai interpretasi nubuatan-nubuatan Alkitab dan perumpamaan-perumpamaan Jesus. Demikianlah  bagaimana  Hujan Awal itu  kini telah dilengkapi dengan Hujan Akhir,  menjadi ROH NUBUATAN dan bagaimana s u s u  itu pun telah berkembang menjadi k e j u  di akhir dunia sekarang ini.

         

          Madu itu memiliki khasiat dan rasa manis yang menggembirakan.  Itulah sebabnya, maka nabi Yoel mengatakan:  Bergembiralah pada waktu itu, hai anak-anak Sion, dan bersuka-citalah kamu dalam Tuhan Allahmu, karena IA telah memberikan kepadamu hujan awal itu dengan lunaknya, maka IA akan menurunkan bagimu hujan, yaitu hujan awal dan hujan akhir  dalam bulan yang pertama. Yoel 2 : 23.  Hujan awal   +    Hujan  Akhir   =  ROH  NUBUATAN.  Inilah yang dilambangkan oleh  k e j u   itu.  Karena khasiat dan manis madu itu mengesankan dan meyakinkan, maka “k e j u  dan  m a d u akan dimakan oleh setiap orang  yang tertinggal  di tanah itu.”  Jesaya 7 : 22. Artinya,  setelah  ROH NUBUATAN itu  dipelajari, maka iaitu langsung meyakinkan dan memberi harapan bagi anak-anak Sion, yaitu semua mereka yang disebut “Immanuel”  di akhir dunia sekarang ini.

 

Kelahiran kembali

sebagai Persyaratan yang Utama

 

           Jesus sebelum dilahirkan oleh perawan Maria sesungguhnya sudah lama ada bersama Bapa-Nya di sorga. Dengan demikian kelahiran-Nya itu merupakan kelahiran kembali.  Semua pengikut-Nya  diwajibkan juga mengalami kelahiran kembali, karena kita semua pernah dilahirkan dari kandungan i b u.  Kelahiran kembali  ini pernah diajarkan sendiri oleh Jesus kepada Nicodemus di Palestina, dan itu dimaksudkan kepada “baptisan dengan air” setelah lebih dulu memahami sepenuhnya makna dari kelahiran kembali itu. Jadi sebagaimana Jesus telah dilahirkan kembali oleh Roh Suci, maka semua pengikut-Nya harus juga dilahirkan oleh Roh yang sama, melalui upacara baptisan di dalam air. Namun dari berbagai pelaksanaan upacara baptisan yang diselenggarakan selama ini, dilihat dari persiapannya maupun dari hasil-hasilnya, terlihat jelas bahwa  sebagian besar umat Kristen belum menampakkan kelahirannya kembali oleh Roh Suci. Begitu banyak kelahiran kembali  umat Kristen selama ini  telah didapati cacad hukum (Allah),  sehingga sulit sekali untuk mengkategorikan mereka itu  ke dalam  “Immanuel”. Ini akan segera terbukti apabila kepada mereka itu ditawarkan  “k e j u,“ kepala susu yang sudah mengeras itu. Karena kelahiran kembali yang prematur (belum cukup bulannya), dan karena usus yang belum pernah mampu untuk mencerna makanan keras,  maka  pertumbuhan  kerohanian mereka itu akan tetap kerdil. Inilah mereka itu yang dinamakan : “Maher-shalal-hashbaz “ di dalam  nubuatan ini.  Bacalah Jesaya 8 : l - 4.

 

          Immanuel dan Maher-shalal-hasbaz sama-sama telah dilahirkan di dalam bangsa Iberani. Karena keduanya itu adalah nama-nama nubuatan, yang baharu akan digenapi di akhir zaman, maka tak dapat tiada kita akan menemukan mereka itu di akhir dunia sekarang ini. Mereka itu harus ditemukan di dalam GEREJA yang sama, sebab mereka juga berasal dari umat Allah yang sama. Karena Immanuel telah ditemukan melambangkan orang-orang Kristen yang dilahirkan oleh Roh Suci di akhir dunia sekarang ini, maka Maher-shalal-hasbaz  tentunya harus  melambangkan  orang-orang Kristen  lainnya yang t i d a k  dilahirkan oleh Roh Suci, namun berada di dalam GEREJA yang sama, yaitu GEREJA Masehi  Advent Hari Ketujuh kita.

         

Nabi Jesaya juga mengatakan: “Karena s e b e l u m  anak kecil   (Immanuel) itu mengerti untuk menolak mana yang jahat dan memilih mana yang baik, negeri yang kau benci itu akan ditinggalkan oleh kedua rajanya.” Jesaya  7 : l6,  dan  “Karena   s e b e l u m  anak kecil (Maher-shalal-hasbaz) itu kelak  mengenal  untuk  memanggil, Papaku, dan Mamaku, semua harta kekayaan Damaskus dan barang rampasan Samaria sudah akan disingkirkan  di hadapan raja Assiria.”  Jesaya  8 :  4.

 

 Artinya,  s e b e l u m  Kristen-Kristen Immanuel itu diberi k e j u dan m a d u, dan  s e b e l u m  Kristen-Kristen Maher-shalal-hasbaz mengenal kedua orangtuanya, harta kekayaan Damaskus berikut rajanya, dan barang rampasan Samaria berikut rajanya sudah akan lebih dulu  disingkirkan di hadapan raja Assiria.

 

Lambang dari

Syria, Israel, Jehuda, dan Assyria

 

Di dalam Jesaya pasal 7 dan 8 telah diceriterakan kepada kita tentang adanya persekongkolan jahat raja Israel dan raja Syria untuk memerangi raja Jehuda. Namun Tuhan Allah telah campur tangan, sehingga raja Assyiria telah datang mengalahkan kedua orang raja itu. Demikian itulah  Damaskus sebagai ibukota Syria dan Samaria sebagai ibukota Israel telah ditinggalkan oleh kedua rajanya, s e b e l u m   Maher-shalal-hasbaz cukup besar untuk mengenal kedua orangtuanya, dan s e b e l u m Immanuel mengerti  membuang mana yang jahat dan memilih mana yang baik. Karena kita sedang membicarakan sebuah nubuatan, maka Syria, Israel, Yehuda, dan Assyria itupun  merupakan objek-objek nubuatan yang baharu akan digenapi dalam sejarah Wasiat Baru. 

 

Perlu kiranya diketahui, bahwa Syiria, Israel, Jehuda, dan Assyiria  sebagai objek-objek dari nubuatan nabi Jesaya iaitu s u d a h   menemukan kegenapan sejarahnya dalam abad pertengahan yang lalu. Bacalah kembali nubuatan Jesaya pasal 7 dan pasal 8 dengan saksama. Pemuka-pemuka Kristen yang lalu (Israel) telah bekerjasama dengan elite-elite politik Romawi (Syiria), lalu memerangi dan menindas dengan kejamnya umat Kristen Pengikut Kristus yang setia (Jehuda). Tetapi Tuhan Allah telah campur tangan dengan menugaskan Martin Luther dan para pengikutnya (Assyiria) menghancurkan mereka itu  dalam sejarah yang lalu. Jadi, sesuai dengan kata-kata nubuatan Jesaya di atas, ceritera-ceritera perihal bayi-bayi Immanuel dan Maher-shalal-hasbaz itu baharu  akan muncul ke permukaan   s e s u d a h itu, yaitu sesudah Luther dan pergerakan reformasinya meruntuhkan Romawi Katholik dalam sejarah yang lalu. Dan di akhir dunia sekarang inilah bayi-bayi itu harus sudah berkembang  untuk menggenapi nubuatannya yang sudah terungkap. Hamba Tuhan  Houteff menuliskannya sebagai berikut :

 

“Jadi, tak dapat tiada harus ditemukan dalam sejarah Kristen suatu kekuatan Kristen yang murtad (Israel) yang bersekutu dengan suatu kekuatan kapir (Syria) untuk tujuan menggabungkan orang-orang Kristen Orthodoks itu (Jehuda) ke dalam persekutuan mereka atau sebaliknya melenyapkan mereka. Satu-satunya konfederasi yang sedemikian ini dalam sejarah Kristen ialah penggabungan yang tidak suci di antara Gereja dan Negara yang telah memerintah selama zaman kegelapan yang lalu, yang pernah berusaha menghancurkan “orang-orang yang sudah dilahirkan kembali”, yaitu mereka yang menolak beralih daripada iman para rasul, untuk tunduk kepada suatu konfederasi gabungan Kristen – Kapir (Israel – Syria).”War News Forecast, pp. 33, 34.

 

          Martin Luther telah muncul sebagai reformator Kristen yang pertama dalam abad pertengahan yang lalu. Bersama-sama dengan para pengikutnya mereka telah muncul sebagai suatu kekuatan Protestan, yang dalam nubuatan ini telah dilambangkan dengan “Assyria”.  Dengan pokok ajaran reformasinya yang pertama, “Orang Benar Hidup oleh Iman  mereka telah berhasil menghancurkan kuasa kepausan itu, yang ditandai dengan dipenjarakannya Paus oleh tentara Prancis dalam tahun 1798. Jadi, sesudah tahun 1798 itulah baharu akan dapat ditemukan Immanuel-Immanuel yang akan mampu membuang mana yang jahat, dan memilih mana yang baik itu. Sedemikian itu pula dengan bayi-bayi Mahershallal-hash-baz yang akan mampu untuk mengenali para orangtuanya, lalu menyapa : Papa dan Mama. Untuk ini hamba Tuhan Houteff selanjutnya mengatakan :

 

“Sebab itu, maka dengan sendirinya Assyiria kuno contoh itu akan menemukan “rangkapnya” dalam kekuatan yang telah memecahkan gabungan gereja dan negara itu dalam zaman pertengahan yang lalu. Dan karena gabungan itu telah dibubarkan oleh bangsa-bangsa Protestan yang ada sekarang, maka kesimpulannya yang tak terelakkan ialah bahwa Assyria modern itu akan sampai kepada sejarah kita, sehingga dengan demikian memastikan kenyataan  bahwa nubuatan Yesaya itu adalah berkaitan dengan nubuatan Nahum.

Tetapi karena  Assyria kuno telah mengalahkan persekutuan Israel-Syria itu berabad-abad lamanya s e b e l u m Immanuel lahir, dan karena Assyria modern mengalahkan gabungan gereja-negara dari zaman pertengahan itu berabad-abad lamanya s e s u d a h  Ia lahir, maka adalah masuk akal bahwa sebagaimana Syria, Jehuda, Israel, dan Assyria adalah merupakan contoh-contoh, maka demikian pula Immanuel harus merupakan contoh. Oleh sebab itu, nubuatan anak dara yang melahirkan itu tidak saja menunjuk kepada kelahiran Kristus, tetapi juga secara lebih berarti kepada para pengikut-Nya --- yaitu kelahiran dan perkembangan dunia Kristen. Berkaitan dengan itu, maka Mahershallal-hash-baz tak dapat tiada melambangkan suatu kelompok lain di dalam sejarah Kristen. Dan karena ia hanya mengetahui mengucapkan ‘Papa dan Mama’, sementara Immanuel (Kristus dalam pribadi umat-Nya) mengetahui bagaimana menolak mana yang jahat dan memilih mana yang baik, maka Mahershallal-hash-baz jelas tidak mungkin melambangkan seseorang yang hidup sebelum Immanuel.

 

“Selanjutnya  dari kenyataan bahwa keduanya akan lahir ke dalam Yehuda (Sidang), yang satunya dari Roh dan yang lainnya dari daging, maka terbuktilah keadaan keduanya  seperti yang dikatakan oleh nabi itu, yaitu bagi “tanda-tanda ajaib” dan bagi “tanda-tanda alamat” dari dua kelas anggota-anggota sidang yang hidup pada waktu yang sama.” – War News Forecast, pp. 34, 35.

 

Kristen Immanuel

Dan Kristen Maher-shallal-hashbaz

 

Setelah memakan k e j u  dan  m a d u  yang  tersedia di waktu ini, maka Kristen-Kristen Immanuel itu kini sudah makin dewasa, sehingga mampu untuk memilih mana yang baik dan membuang mana yang jahat. Ini berarti  mereka berada di bawah bimbingan Roh Suci yang memungkinkan mereka selalu dapat membedakan  di antara mana yang benar dan mana yang salah. Tetapi Kristen-Kristen  Maher-shalal-hasbaz itu tidak lagi memiliki pilihan lain untuk dimakan, selain daripada hanya s u s u  ibu  yang telah diperolehnya sejak lahir. Karena tidak lagi bertumbuh kerohaniannya, maka mereka dinubuatkan bagaikan bayi-bayi yang belum mampu mengenal ayah ibunya, sehingga b e l u m  juga mampu untuk  menyapa mereka:  P a -  p a!  dan  M a m a!

         

P a p a melambangkan Kristus, dan Kristus ialah F i r m a n. “Pada mula pertama ada firman, firman itu bersama dengan Allah dan firman itulah Allah. Maka firman itu sudah dibuat menjadi  manusia,  lalu  tinggal  di antara  kita.”  Yahya 1 : l,  l4.  Firman yang harus dikenal ialah firman yang seutuhnya semenjak dari mula pertama.

 

M a m a  melambangkan  GEREJA,   yaitu  perempuan yang telah melahirkan kita atau membaptis kita menjadi umat Allah di akhir zaman ini.  Mereka itulah para pendeta dari GEREJA Masehi Advent Hari Ketujuh kita yang dilambangkan oleh seorang perempuan. Tetapi bagaimanakah dengan para penguasa GEREJA Masehi Advent Hari Ketujuh sendiri ? Apakah mereka itu juga mau ikut menikmati  suguhan k e j u dan m a d u  yang  telah ditawarkan Tuhan kepadanya ?  Ternyata t i d a k, bukan? Jadi, dapatlah dimengerti, bahwa karena sebab pertumbuhan mereka sendiri tidak dibangun dengan keju dan madu, maka bayi-bayi Maher-shallal-hashbaz yang telah dilahirkannya, dan yang terus berada dalam asuhannya di dalam sidang Tuhan Masehi Advent Hari Ketujuh di akhir dunia sekarang ini, pada umumnya secara rohani tetap saja kerdil, kurang bergizi, dan tidak sehat. Susu yang sejak lahir telah disuguhkan kepada mereka sebagai makanan bayi ternyata belum pernah diganti. Ini terbukti dari kenyataan bahwa bayi-bayi Maher-shallal-hashbaz itu belum mampu untuk mengenali ayah ibunya sendiri, sekalipun sudah berpuluh-puluh tahun beragama, sehingga belum juga dapat menyapa mereka itu : P a p a !  dan M a m a ! 

 

Sesungguhnya sudah banyak sekali umat Masehi Advent Hari Ketujuh di waktu ini yang belum sepenuhnya mengenal Kristus sebagai “P a p a“, sebab b e l u m seluruh firman-Nya semenjak dari mula pertama dapat dipahami; dan bahkan s u d a h banyak sekali umat Advent yang tidak lagi sepenuhnya p u a s  pada  para p e n d e  t a n y a  sebagai  “M a m a“,  yang telah melahirkan kita semua ke dalam Sidang Tuhan, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, sebab pengetahuan para pendeta pada Alkitab dan ROH NUBUATAN sesungguhnya sudah  s a n g a t  m e r o s o t. Inilah yang membuktikan  bahwa Tuhan Allah tidak lagi berkenan mengendalikan mereka itu dengan Roh Kebenaran-Nya. Untuk semuanya inilah Rasul Paulus  mengatakan  :

 

 Karena  setiap  orang  yang menggunakan  s u s u   itu  tidak  memahami perkataan  kebenaran, karena  ia  adalah  seorang   bayi. Tetapi makanan keras adalah bagi mereka yang sudah dewasa, yaitu orang-orang yang karena sudah terbiasa menggunakannya,  mereka memiliki  pancaindera yang terlatih untuk mengenali  mana yang baik dan mana yang jahat. -- Iberani 5 : l3, l4.

 

Pengetahuan dan Doktrin = ROH NUBUATAN,

Ditawarkan kepada kita

 

Karena nubuatan Jesaya sebagaimana juga halnya dengan nubuatan-nubuatan dari Daniel, Wahyu dan lain-lainnya, baharu akan terungkap pengertiannya di akhir zaman, maka bagi kita yang hidup di akhir dunia sekarang ini, nabi Jesaya menanyakan sebagai berikut :

 

Siapakah yang akan diajarinya pengetahuan? Dan siapakah yang akan dibuatnya mengerti doktrin? (Lalu dijawabnya sendiri) Mereka yang sudah lepas susu dan berhenti menetek pada ibunya. Karena peraturan harus bertambah peraturan, peraturan demi peraturan, baris demi baris, baris demi baris, di sini sedikit dan dari sana sedikit. Karena dengan bibir-bibir yang bergagapan dan  dengan  suatu  bahasa  yang  lain  ia  akan berbicara  kepada b a n g s a  i n i.“ -- Jesaya 28 :  9 - ll.

 

Bangsa ini“ itu tak dapat tiada dimaksudkan kepada Sidang Jemaat Laodikea atau GEREJA Masehi Advent Hari Ketujuh saja.  Seseorang n a b i akan berbicara kepada kita bukan dalam bahasa Iberani di zaman Jesaya, melainkan dalam bahasa Inggeris dimana nubuatan ini telah diungkapkannya. Berbagai nubuatan Alkitab telah diungkapkan bagi kita dalam bahasa Inggeris oleh seseorang yang berkewarga - negaraan Amerika Serikat dari keturunan Bulgaria. Bibir-bibirnya telah dinyatakan bergagapan karena iaitu bukan bahasanya sendiri. Nubuatan Jesaya 28 : 9 – 11 itulah yang telah digenapi pada pribadi Sdr. Victor T. Houteff seorang Adventist di Amerika Serikat, yang berkewarga-negaraan Amerika Serikat dari keturunan Bulgaria. Dialah yang telah muncul di Amerika Serikat dalam tahun 1929 dengan pekabaran Tongkat Gembalanya, yang  telah  bergabung dengan pekabaran Roh Nubuatan dari Nyonya White, dan menghasilkan ROH NUBUATAN,  yaitu  Hujan Akhir dan Hujan Awal, menggenapi nubuatannya pada Yoel  2 : 23.

 

Hanya Kristen-Kristen Immanuel yang sudah lepas susu dan berhenti menetek pada ibu mereka, yang akan mampu memakan k e j u  dan  m a d u, yang melambangkan  “pengetahuan  dan doktrin”  itu.  Pengetahuan dan doktrin itu pula yang melambangkan Kesaksian Jesus Kristus yang disebut ROH NUBUATAN di akhir dunia sekarang ini. ROH NUBUATAN itu telah dihimpun bagi kita secara peraturan bertambah peraturan, peraturan demi peraturan, baris demi baris, disini sedikit dan dari sana sedikit. Ini tentunya dapat dimengerti  karena demikianlah  sejarah umat Allah di bumi ini telah diramalkan  dalam berbagai nubuatan dari para nabi dan dalam berbagai perumpamaan dari Jesus sendiri, yang kesemuanya itu saling melengkapi dan saling menunjang kebenarannya.

 

             ROH NUBUATAN atau k e j u adalah makanan keras, yang tidak begitu saja mudah dicerna di dalam perut bayi-bayi Maher-shallal-hashbaz, yang sudah terbiasa dengan susu sejak kelahirannya ke dalam Sidang Tuhan. Namun  karena banyak sekali dari mereka itu yang akan diselamatkan, maka kepada para penginjil, gembala dan guru yang bertugas membangun tubuh Kristus telah diperintahkan supaya lebih dulu menyederhanakan ajaran-ajaran dari Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala itu sesedemikian rupa, baharu ditawarkan kepada mereka. Untuk inilah maka hamba Tuhan Houteff mengatakan: “Namun, dalam membicarakan atau mempelajari bersama-sama dengan seseorang yang anda ketahui adalah seorang anggota baru, maka anda hendaklah sangat berhati-hati, adil dan bijaksana, untuk menyampaikan hanya kebenaran-kebenaran reformasi pertama yang paling sederhana, sehingga tidak membingungkan pikiran orang yang baru saja seorang “bayi” (seorang “Maher-shalal-hashbaz”) di dalam Alkitab.” -- Tanya Jawab, buku 5 pertanyaan No. 128, hal. 45, 46.

 

Merubah Status
Dari Maher-shallal-hashbaz menjadi Immanuel

 

          Pada umumnya, mereka yang telah dibaptis atau dilahirkan kembali melalui baptisan sesudah tahun 1935, setelah General Conference dan para pendetanya diludahkan keluar dari mulut Jesus karena menolak Victor T. Houteff dan pekabaran  malaikat Wahyu 18 : 1 yang dibawanya, mereka itulah yang di dalam nubuatan Yesaya pasal 8 telah dikategorikan ke dalam bayi-bayi Maher-shallal-hashbaz. Sedikit sekali dari mereka itu yang dapat dikategorikan ke dalam bayi-bayi Immanuel. Sekalipun demikian tidak semua mereka bayi-bayi Maher-shallal-hashbaz itu terlibat dalam dosa “suam rohani”, sebagai akibat dari penolakan malaikat sidang jemaat Laodikea terhadap “terang baru” dari penggabungan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 dari Houteff dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White. Itulah sebabnya, maka kepada bayi-bayi Maher-shallal-hashbaz masih diberi kesempatan untuk mengulangi kembali baptisannya, agar mereka dapat dilahirkan kembali oleh air dan oleh Roh Suci. Dan inilah satu-satunya jalan bagi mereka yang harus ditempuh untuk dapat merubah statusnya dari bayi Maher-shallal-hashbaz menjadi Kristen Immanuel.

 

         Pengalaman sedemikian inilah yang telah ditempuh sendiri oleh orang-orang Yahudi di zaman rasul-rasul yang lalu, yang merupakan   c o n - t o h  (type) yang harus ditiru oleh kita di akhir zaman ini dalam contoh saingannya (anti-type). Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

       

         “Masih ada lagi sebuah pelajaran yang lain bagi kita dalam pengalaman orang-orang Yahudi yang bertobat itu. Sewaktu mereka menerima baptisan di tangan Yahya mereka belum sepenuhnya memahami missi dari Jesus sebagai pemikul dosa. Mereka masih menganut berbagai kekeliruan yang serius. Namun oleh terang yang jelas, mereka dengan gembira telah menyambut Kristus sebagai Juruselamatnya, dan dengan langkah yang maju ini telah datang suatu perubahan dalam kewajiban-kewajiban mereka. Sementara mereka menerima iman yang lebih murni, terjadilah perubahan yang berkaitan dengan itu dalam kehidupan mereka. Dalam menandai perubahan ini, dan sebagai pengakuan iman mereka dalam Kristus, mereka telah d i b a p t i s   k e m b a l i   dalam nama Jesus.”The Acts of the Apostles, p. 285.

 

         “Penyelidik kebenaran yang jujur tidak akan menyatakan dirinya tidak mengetahui hukum sebagai alasan bagi pelanggaran. Terang berada dalam jangkauannya. Firman Allah adalah jelas, dan Kristus telah menawarkan kepadanya supaya menyelidiki Injil. Ia menghargai hukum Allah sebagai suci, adil, dan baik, lalu ia bertobat daripada pelanggarannya. Oleh iman ia memohon darah penebusan Kristus, dan berpegang pada janji pengampunan. Baptisannya yang p e r t a m a tidak lagi memuaskan dia sekarang. Ia menyadari dirinya seorang berdosa, yang bersalah oleh hukum Allah. Ia telah mengalami kembali suatu kematian bagi dosa, dan ia rindu kembali untuk dikuburkan bersama Kristus melalui b a p t i s a n, agar ia dapat bangkit berjalan dalam kehidupan yang baru.

 

         “Cara yang sedemikian inilah yang sesuai dengan teladan dari Paulus dalam membaptis orang-orang Yahudi yang bertobat. Peristiwa itu telah dicatat oleh Roh Suci sebagai sebuah pelajaran yang h a r u s  diikuti bagi  s i d a n g.” --- Evangelism, p. 372.

 

         Kristus telah membuat baptisan menjadi tanda masuk ke kerajaan kerohanian-Nya. Ini telah dibuat-Nya menjadi suatu persyaratan yang pasti dengan mana semua orang harus mengikutinya, yaitu setiap orang yang ingin diakui berada di bawah kekuasaan BAPA, ANAK, dan ROH SUCI. Demikian kata Nyonya White. Artinya, hanya oleh baptisan yang benar oleh air dan oleh Roh Suci, baharulah status seseorang dari bukan umat dapat berubah menjadi umat Allah, atau dari bayi Maher-shallal-hashbaz dapat berubah menjadi Kristen Immanuel. Tetapi bagaimanakah dapat diyakini, bahwa baptisan itu juga oleh Roh Suci ?

 

         Sah atau tidak sahnya sesuatu baptisan bukan bergantung pada orang yang membaptis, sebab terbukti orang-orang Yahudi yang telah dibaptis di tangan Yahya Pembaptis itupun sudah harus dibaptis kembali oleh rasul Paulus. Orang-orang  yang telah dibaptis oleh Roh Suci ialah mereka yang harus sudah dapat meyakini sendiri, bahwa karena sebab Roh Suci telah membawa mereka kepada s e m u a  Kebenaran, dan telah memberitahukan kepada mereka  s e g a l a  p e r k a r a yang akan datang (Yahya 16 : 13), maka mereka lalu menyerahkan dirinya kepada baptisan. 

 

Tujuan Utama dari Nubuatan nabi Jesaya ini

adalah bagi Akhir Zaman

 

Perhatikanlah kembali kepada ucapan hamba Tuhan di atas :

“Sebab itu, maka dengan sendirinya Assyiria kuno contoh itu akan menemukan “rangkapnya” dalam kekuatan yang telah memecahkan gabungan gereja dan negara itu dalam zaman pertengahan yang lalu. Dan karena gabungan itu telah dibubarkan oleh bangsa-bangsa Protestan yang ada sekarang, maka kesimpulannya yang tak terelakkan ialah bahwa Assyria modern itu akan sampai kepada sejarah kita, sehingga dengan demikian memastikan kenyataan  bahwa nubuatan Yesaya itu adalah berkaitan dengan nubuatan Nahum.

 

“Tetapi karena  Assyria kuno telah mengalahkan persekutuan Israel-Syria itu berabad-abad lamanya s e b e l u m  Immanuel lahir, dan karena Assyria modern mengalahkan gabungan gereja-negara  dari zaman pertengahan itu berabad-abad lamanya s e s u d a h  Ia lahir, maka adalah masuk akal bahwa sebagaimana Syria, Jehuda, Israel, dan Assyria telah merupakan contoh-contoh, maka demikian pula Immanuel harus merupakan contoh. Oleh sebab itu, nubuatan anak dara yang melahirkan itu tidak saja menunjuk kepada kelahiran Kristus, tetapi juga secara lebih berarti kepada para pengikut-Nya --- yaitu kelahiran dan perkembangan dunia Kristen”— War News Forecast, pp. 34, 35.

 

Karena keberadaan Assyria modern itu akan sampai kepada sejarah kita sekarang, dan karena Syria, Jehuda, Israel, Assyria, dan bahkan Immanuel  kini kembali merupakan contoh-contoh (Types), maka kita tak dapat tiada akan menemukan berbagai contoh saingannya di dalam sidang jemaat Laodikea sebentar lagi. Dari berbagai penyelidikan terhadap mereka 144.000 umat Israel pilihan Allah yang akan datang telah ditemukan, bahwa mereka itu tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita, karena mereka adalah anak-anak dara. Ini berarti mereka 144.000 itu bukan berasal dari Gereja-Gereja Babil yang cemar di luar, karena mereka itu berasal dari kelas lima anak dara yang bijaksana di dalam sidang jemaat Laodikea. Dari antara semua anak dara yang bijaksana di dalam sidang jemaat Laodikea, hanya mereka 144.000 itulah yang akan menjadi orang-orang pilihan Allah, karena di dalam mulut mereka tidak akan didapati t i p u. Jadi, Jehuda sebagai contoh akan menemukan contoh saingannya pada kelas lima anak dara yang bijaksana itu, dan Immanuel sebagai contoh akan menemukan contoh saingannya pada mereka 144.000 umat pilihan yang akan datang.

 

Jika Jehuda sebagai contoh menemukan contoh saingannya pada kelas anak-anak dara yang  bijaksana, maka Israel sebagai contoh akan menemukan contoh saingannya pada kelas anak-anak dara yang bodoh di dalam sidang jemaat Laodikea yang sama. Syria yang kapir itu tak dapat tiada akan menemukan contoh saingannya di luar lingkungan sidang jemaat Laodikea, dan Assyria suruhan Tuhan itupun tak dapat tiada juga akan menemukan contoh saingannya di luar sidang jemaat Laodikea, tetapi ia akan berasal dari  pihak Tuhan Allah sendiri. Karena nubuatan ini tak dapat tiada sudah akan digenapi sebentar lagi, maka sebentar lagi umat Allah sudah akan menghadapi masa kesusahan Jakub yang sangat mengerikan itu mendahului kelepasan mereka ke Gunung Sion di Palestina.

 

Ini berarti sebentar lagi kelas anak-anak dara yang bodoh itu sudah akan bekerjasama dengan para penguasa dari pihak Pemerintah untuk menindas saudara-saudaranya sendiri dari pihak anak-anak dara yang bijaksana. Dan inilah yang akan menimbulkan masa kesusahan besar atau masa kepicikan Jakub yang akan datang.  Para penguasa dari pihak Pemerintah itulah yang akan merupakan contoh saingan dari Syria (contoh) yang kapir itu.

 

Baharu kemudian datang malaikat-malaikat suruhan Tuhan Allah yang dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9  sebagai contoh saingan dari Assyria modern, yang akan membantai habis semua orang jahat di dalam sidang jemaat Laodikea, dan untuk melepaskan mereka 144.000 umat pilihan itu ke luar ke Palestina. Untuk inilah hamba Tuhan mengingatkan :

 

“Orang-orang yang berbeda faham daripada ajaran-ajaran yang diakui resmi telah dipenjarakan, dan disiksa sampai mati, karena hasutan orang-orang yang mengakui dirinya bertindak atas suruhan Kristus. Namun itu adalah roh Iblis, dan bukan Roh Kristus yang mengilhami tindakan-tindakan yang sedemikian itu. Ini adalah cara-cara dari Setan sendiri yang membawa dunia ke bawah kekuasaannya. Tuhan Allah telah diwakili secara salah oleh Gereja oleh cara yang sedemikian ini dalam menangani orang-orang yang dianggap sebagai penentang-penentang kebenaran.”Christ’s Object Lessons, p. 74.

 

Sekalipun demikian kepada kita telah diberi jaminan. Melalui nabi Daniel Tuhan Allah  berfirman :

 

“Maka pada masa itu akan bangkit berdiri Mikhail, Penghulu Besar itu yang akan membela bani bangsamu: maka akan jadi kelak suatu masa kesusahan besar, yang sedemikian itu belum pernah ada, semenjak dari berdirinya sesuatu bangsa sampai kepada saat itu: maka pada masa itu bangsamu akan dilepaskan, yaitu setiap orang yang kelak didapati  namanya tertulis di dalam kitab.” Daniel 12 : 1.

 

Campur tangan Mikhail pada waktu itu akan digenapi sesuai yang dinubuatkan oleh nabi Jehezkiel di dalam bukunya pasal 9.  Anda dipersilahkan membaca sendiri nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu dan kemudian ikutilah penjelasan hamba Tuhan di bawah ini:

 

         “Pelajarilah Jehezkiel pasal 9. Semua perkataan itu akan digenapi sebagaimana yang tertulis (secara literal). Namun waktu terus berlalu, dan orang banyak itu terus tidur. Mereka menolak merendahkan jiwanya dan tidak mau bertobat.  Tidak berapa lama lagi Tuhan akan menahan sabar terhadap orang-orang itu, yang telah memiliki kebenaran-kebenaran penting yang sedemikian luasnya yang telah diungkapkan kepada mereka, tetapi mereka menolak membawakan kebenaran-kebenaran ini ke dalam pengalaman-pengalaman pribadinya. Waktunya sudah singkat. Allah sedang memanggil; maukah engkau mendengar? Maukah engkau menyambut pekabaran-Nya? Maukah engkau bertobat sebelum terlalu terlambat?  Segera, sangat segera, setiap perkara akan diputuskan untuk kekal selama-lamanya.” – Letter 106, 1909, pp. 2, 3, 5, 7. (Kepada gereja-gereja di Oakland dan Berkeley, September 26, 1909). “  --- Manuscript Releases, vol. 1, p. 260.

 

Kristen-Kristen Immanuel itu sebagai contoh (type) akan mencapai kedewasaannya yang penuh pada waktu mereka terpilih masuk dalam rombongan 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang. Pada waktu itulah mereka akan benar-benar membuktikan kepada kita bahwa karena memakan “keju dan madu” mereka sudah akan berhasil menolak mana yang jahat dan memilih mana yang baik. Dan itulah sebabnya, “Maka di dalam mulut mereka tidak didapati t i p u, karena mereka adalah tanpa salah di hadapan tahta Allah.” – Wahyu 14 : 5.

 

 

*   *   *