Mengapakah penetapan waktu kedatangan Jesus itu selalu ditentang di waktu ini ?



J e s u s  :
“Tetapi akan hari dan jamnya itu tidak seorangpun tahu, tidak seorangpun, bahkan malaikat-malaikat sorga pun tidak, melainkan hanya Bapak-Ku saja.” – Matius 24 : 36.
 

 
Pengantar

 

Marilah kita membaca kembali Injil Matius pasal 24 itu, lalu mengikuti ucapan hamba Tuhan Tuhan Nyonya White  di bawah  ini : 

“Kata-kata ucapan Kristus itu telah disampaikan-Nya dalam pertemuan sejumlah besar orang-orang; namun sewaktu Dia berada sendirian, maka Petrus, Jahya, Jakub, dan Andreas telah datang kepada-Nya sewaktu Ia lagi duduk di Gunung Zaitun. Kata mereka : “Ceriterakanlah kepada kami kapan kelak terjadi segala perkara ini ? Dan apakah kelak pertanda dari kedatangan-Mu dan dari akhir dunia ini ?” Jesus tidak menjawab para murid-Nya itu dengan cara membicarakan secara terpisah perihal kebinasaan Jerusalem dan perihal hari besar kedatangan-Nya. Ia menggabungkan gambaran dari kedua peristiwa itu menjadi satu. Kalau saja telah diungkapkan-Nya kepada para murid-Nya itu peristiwa-peristiwa yang akan datang itu sebagaimana yang sudah disaksikan-Nya, mereka tidak mungkin mampu tahan menyaksikan gambaran dari peristiwa-peristiwa itu. Dalam kemurahan-Nya terhadap mereka Ia telah menggabungkan gambaran dari kedua peristiwa krisis yang besar itu, sambil membiarkan para murid itu mempelajari sendiri pengertiannya. Sewaktu Ia mengarahkan mereka kepada kebinasaan Jerusalem, kata-kata nubuatan-Nya menjangkau jauh melampaui peristiwa itu sampai kepada kebakaran besar yang terakhir pada hari sewaktu Tuhan akan bangkit keluar dari tempat-Nya untuk menghukum dunia karena kejahatan mereka, sewaktu bumi akan mengeluarkan darahnya, dan tidak akan lagi menutupi orang-orang yang mati dibunuh di dalamnya. Keseluruhan pembicaraan ini telah diberikan, bukan hanya bagi para murid-murid itu saja, melainkan juga bagi orang-orang yang akan hidup dalam berbagai gambaran yang terakhir dari sejarah bumi ini.” The Desire of Ages, p. 628.

Dua pertanyaan yang disampaikan oleh para murid itu kepada Jesus adalah : “Kapan kelak terjadi segala perkara ini ? Dan apakah kelak pertanda dari kedatangan-Mu dan dari akhir dunia ini ?”

Sekalipun semua pertanyaan itu sudah dijawab oleh Jesus, namun pada kenyataannya hanya kehancuran Jerusalem, kaabah kebanggaan bangsa Yahudi di masa itu, yang telah digenapi sejarahnya. Peristiwa-peristiwa yang lainnya ternyata baharu digenapi sesudah itu bahkan sampai di akhir zaman, yaitu sesudah abad 18, sesudah ucapan malaikat Jibrail kepada nabi Daniel di dalam Daniel 12 : 9, 10 menemui kegenapan sejarahnya, yaitu semenjak dari zaman hamba Tuhan William Miller dan Sidang Jemaat Philadelfianya.  

William Miller dan Pekabarannya,
yang ditolak oleh sebagian besar orang-orang

Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

“Kepada William Miller dan rekan-rekan kerjanya telah diijinkan untuk menghotbahkan amaran itu di Amerika. Negeri ini telah menjadi pusat pergerakan Advent yang luas. Adalah di sini nubuatan mengenai pekabaran malaikat yang pertama itu benar-benar telah menemui kegenapannya yang langsung. Tulisan-tulisan dari Miller dan rekan-rekan kerjanya itu telah dibawa sampai ke tanah-tanah yang jauh. Dimana saja para missionaris itu berhasil menerobos masuk di seluruh dunia, kabar-kabar gembira perihal kedatangan Kristus yang segera itu telah disampaikan. Jauh dan meluas tersebar pekabaran mengenai Injil yang kekal : “TAKUTLAH AKAN ALLAH, DAN MULIAKANLAH DIA; KARENA JAM PEHUKUMAN-NYA SUDAH SAMPAI.”

“Kesaksian dari nubuatan-nubuatan itu yang tampaknya menunjuk kepada kedatangan Kristus dalam musim bunga tahun 1844 telah menjadi pegangan kuat dalam pikiran orang-orang. Sebagaimana halnya pekabaran itu bergerak dari negara bagian yang satu kepada negara bagian yang lainnya, maka telah terjadi kebangkitan perhatian yang luas dimana-mana.” The Great Controversy, p. 368.

Sekalipun demikian, Nyonya White selanjutnya mengatakan :

“Yesus bukan datang ke bumi seperti yang di harap-harapkan oleh rombongan orang banyak yang menantikanNya dengan penuh kegembiraan itu, untuk menyucikan k a a b a h  k e s u c i a n  oleh membersihkan  b u m i dengan a p i. Aku tampak bahwa mereka itu benar dalam menghitung masa-masa nubuatan itu; masa nubuatan itu berakhir dalam tahun 1844 (22 Oktober 1844), lalu Yesus memasuki Tempat Yang Maha Suci untuk menyucikan kaabah kesucian pada akhir dari hari-hari itu (2300 hari itu). K e k e l i r u a n  mereka adalah karena tidak memahami a p a yang dimaksud dengan k a a b a h  k e s u - c i a n  dan b a g a i m a n a  iaitu dibersihkan.” --- Early Writings, p. 243 (Dalam kurung tambahan dari penulis).

“Kalau saja William Miller sudah dapat melihat terang dari pekabaran malaikat yang ketiga, maka banyak perkara yang tampaknya gelap dan rahasia baginya  sudah akan dapat dijelaskan.”Early Writings, p. 258.

Pergerakan William Miller itu sesuai sejarahnya pertama kali muncul dalam tahun 1831.  Ini berarti sampai dengan tahun 1844 hamba Tuhan Miller belum juga mengerti perihal adanya kedatangan Jesus secara tiba-tiba ke kaabah-Nya di Palestina seperti yang dinubuatkan pada Wahyu 14 : 1. Dia hanya tahu perihal kedatangan Jesus kedua kali yang telah diberitahukan sendiri oleh Jesus kepada para murid-Nya sewaktu masih di Palestina dahulu sampai dengan tahun 31 yang lalu.

Jadi, semua umat Kristen sampai di zaman  Miller pada umumnya masih  berpegang pada ucapan Jesus semenjak dari tahun 31 yang lalu, kurang lebih 1800 tahun sebelumnya, yang mengatakan :  “Tetapi akan hari dan jamnya itu tidak seorangpun tahu, tidak seorangpun, bahkan malaikat-malaikat sorga pun tidak, melainkan hanya Bapak-Ku saja.” – Matius 24 : 36. Untuk inilah, maka hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Hotbah mengenai w a k t u  y a n g  d i t e t a p k a n  itu mengundang tantangan besar dari semua kelas orang-orang, mulai dari pendeta di atas mimbar turun sampai kepada orang-orang berdosa yang sangat ceroboh yang berani menentang sorga. “Tidak seorangpun tahu akan hari dan jamnya,” terdengar dari pendeta yang munafik dan dari pengolok-olok yang berani. Mereka Juga tidak ada yang mau diberi petunjuk dan diberitahu kesalahan mereka oleh orang-orang yang sedang mengarahkan mereka kepada tahun itu yang telah mereka yakini masa-masa nubuatannya yang sudah akan berakhir, dan kepada berbagai pertanda yang menunjukkan Kristus sudah dekat, bahkan sudah di depan pintu.  Banyak gembala dari kawanan domba, yang mengaku mencintai Jesus, mengatakan, bahwa mereka tidak menentang hotbah tentang kedatangan Kristus, tetapi mereka berkeberatan terhadap waktunya yang d i t e t a p k a n itu.  Mata penglihatan Allah yang sempurna membaca hati mereka. Mereka itu tidak mencintai Jesus. Mereka tahu bahwa kehidupan Kristen mereka yang palsu itu tidak akan mampu tahan menghadapi ujian, karena mereka tidak berjalan pada langkah yang sederhana yang telah digariskan oleh-Nya. Gembala-gembala yang palsu ini berdiri menghalangi pekerjaan Allah. Kebenaran yang dibicarakan dalam kuasanya yang meyakinkan itu telah membangunkan banyak orang, maka  sebagaimana halnya penunggu penjara yang lalu, mulai menanyakan, “Apakah yang harus saya perbuat untuk diselamatkan ? Tetapi gembala-gembala yang palsu ini melangkah masuk berdiri di antara kebenaran dan orang banyak itu, lalu menghotbahkan perkara-perkara yang menenteramkan hati untuk mengalihkan mereka dari kebenaran. ……” The Early Writings, pp. 233, 234.

Bentuk Penolakan yang sama di akhir
dunia sekarang ini, bahkan lebih jelas dan tegas
sesuai yang telah dinubuatkan

Bentuk penolakan umat akhir zaman sekarang ini bukan lagi terhadap kedatangan Jesus itu sendiri, melainkan lebih jelas dan tegas melawan hari dan jam kedatangan-Nya. Baik mengenai hari dan jam kedatangan-Nya di Gunung Sion di Palestina maupun mengenai hari dan jam kedatangan-Nya yang kedua kali yang akan datang. Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Pemberitaan mengenai sesuatu waktu yang tetap bagi kedatangan Kristus telah mendatangkan pertentangan besar dari banyak kelas orang-orang, mulai dari pendeta di mimbar turun sampai kepada orang-orang berdosa yang sangat ceroboh yang berani menentang sorga. Genaplah kata-kata nubuatan yang berbunyi : “Akan datang kelak di akhir zaman para pengolok-olok, yang berjalan mengikuti napsu-napsu mereka sendiri, yang mengatakan : ‘Dimanakah janji tentang kedatangan-Nya itu ? Karena semenjak dari para nenek moyang jatuh tertidur, segala perkara terus berlanjut sebagaimana biasanya semenjak dari permulaan kejadian bumi.” 2 Peterus 3 : 3, 4. Banyak yang mengaku mencintai Juruselamat menyatakan bahwa mereka tidak menentang / melawan doktrin perihal kedatangan Jesus yang kedua kali; mereka hanya keberatan terhadap waktunya yang sudah ditetapkan itu.” The Great Controversy, p. 370.

Karena umat Allah di akhir zaman sekarang ini adalah hanya orang-orang dari sidang jemaat Laodikea dari Gereja MAHK, maka tidaklah mengherankan apabila berbagai penolakan yang terjadi di zaman William Miller itu juga yang masih akan kembali terlihat di sini, sesuai yang telah dinubuatkan. Jadi, sebagaimana sidang jemaat Laodikea itu sudah harus terbagi dua, terdiri dari kelas lima anak dara yang bijaksana di satu pihak dan kelas lima anak dara yang bodoh di lain pihak; dan kelas lima anak dara yang bijaksana itupun sudah akan juga kembali terbagi dua, terdiri dari mereka calon 144.000 umat pilihan Allah di satu pihak dan mereka anak-anak dara bijaksana yang masih memiliki tipu di dalam mulutnya di lain pihak, maka mereka yang akan memberitakan “penetapan waktu” kedatangan Jesus yang akan datang tak dapat tiada adalah hanya mereka calon-calon 144.000 umat pilihan Allah itu saja. Hanya mereka itulah yang sesungguhnya sudah tahu berapa dekatnya waktu kelepasan mereka yang akan datang sebentar lagi. Dan orang-orang yang terus menolak “penetapan waktu” kedatangan Jesus itu ialah para pengolok-olok yang berbicara hanya sesuai selera hatinya, yang tidak pernah lagi berkembang pengetahuannya, selain daripada hanya sejauh yang diucapkan Jesus semenjak lebih dari 1800 tahun yang lalu di dalam Matius 24 : 36 itu saja. 

Sadarkah Miller bahwa penemuan  22 Oktober 1844 sebagai akhir dari 2300 hari nubuatan Daniel 8 : 14, ia sudah akan menyalahi ucapan Jesus pada Matius 24 : 36 ?

Miller sesunggguhnya mengira bahwa yang diberitakannya itu adalah perihal kedatangan Jesus kedua kali, yang dinubuatkan pada pekabaran malaikat yang pertama dari Wahyu 14 : 7, yang akan jadi pada akhir dari nubuatan Daniel 8 : 14 : “SAMPAI 2300 HARI,  K E M U D I A N KAABAH KESUCIAN ITU AKAN DIBERSIHKAN.” Jadi, setelah ditemukannya 22 Oktober 1844 sebagai permulaan masa pehukuman, maka dia yakin bahwa semenjak itulah Jesus sudah akan membersihkan bumi ini dengan api. Namun hamba Tuhan Nyonya White kemudian telah mengungkapkan kekeliruannya itu sebagai berikut : 

Yesus bukan datang ke bumi seperti yang di harap-harapkan oleh rombongan orang banyak yang menantikanNya dengan penuh kegembiraan itu, untuk menyucikan k a a b a h  k e s u c i a n  oleh membersihkan  b u m i dengan a p i.  Aku tampak bahwa mereka itu benar dalam menghitung masa-masa nubuatan itu; masa nubuatan itu berakhir dalam tahun 1844 (22 Oktober 1844), lalu Yesus memasuki Tempat Yang Maha Suci untuk menyucikan kaabah kesucian pada akhir dari hari-hari itu (2300 hari itu). K e k e l i r u a n  mereka adalah karena tidak memahami a p a yang dimaksud dengan k a a b a h   k e s u c i a n  dan b a g a i m a n a  iaitu dibersihkan.” --- Early Writings, p. 243 (Dalam kurung tambahan dari penulis).

Terbukti kini, bahwa apa yang diucapkan Jesus pada Matius 24 : 36 itu adalah hanya perihal kedatangan-Nya yang kedua kali, yang akan jadi pada akhir sejarah dunia yang akan datang. Padahal sebelum itu sudah akan ada beberapa lagi kedatangan-Nya yang lain. Salah satunya ialah kedatangan-Nya ke dalam kaabah kesucian di dalam sorga pada 22 Oktober 1844 yang lalu, yang secara keliru telah diberitakan oleh Miller kepada dunia semenjak dari permulaan pergerakannya dalam tahun 1831 yang lalu.

Sesungguhnya menurut akal yang sehat, dunia Kristen yang sampai kini masih terus merindukan kedatangan Jesus yang kedua kali, tetapi menolak mengetahui hari dan jam dari kedatangan-Nya itu, adalah sama saja dengan kelak melalaikan sama sekali kedatangan Jesus itu. Ini terbukti karena mereka sama sekali tidak mempersiapkan diri bagi menyambut kedatanganNya itu. Hukum Allah terus dilalaikan, dan berbagai Peraturan Pelaksanaannya di dalam ROH NUBUATAN bahkan sama sekali belum dikenal.   

Hari dan Jam dari kedatangan Jesus kedua kali akan diumumkan sendiri oleh ALLAH BAPA  

Semua orang harus tahu, bahwa kedatangan Jesus yang diucapkan-Nya   pada injil Matius 24 : 36 itu ialah kedatangan-Nya yang kedua kali pada akhir sejarah dunia yang akan datang. Kedatangan itu baharu akan jadi sesudah masa kasihan berakhir di dalam kaabah kesucian sorga, sesudah Jesus mengakhiri semua tugas pembelaan-Nya bagi manusia di dalam sidang pengadilan sorga dalam tahun 2031 yang akan datang.

Jadi, kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang itu bukan lagi sebagai PEMBELA dan PENEBUS UMAT MANUSIA, melainkan sebagai RAJA ATAS SEGALA RAJA dan TUAN DARI SEMUA TUAN.  Semua umat-Nya yang masih hidup sudah akan suci keadaannya dan sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam Kerajaan-Nya di Palestina. Itulah sebabnya, maka pada kedatangan-Nya  yang  akan  datang itu  s e m u - a  m a t a  sudah akan mampu memandang DIA dalam  kemuliaan-Nya yang besar, sementara IA turun dari langit diiringi oleh beribu-ribu dan berpuluh-puluh ribu malaikat-Nya. 

Namun menjelang berlangsungnya peristiwa besar yang gilang gemilang itu hamba Tuhan Nyonya White sudah lebih dulu mengingatkan kepada kita, bahwa :

Suara Allah terdengar dari langit, mendeklarasikan h a r i dan j a m dari kedatangan Jesus, dan menyampaikan janji yang kekal kepada umat-Nya. Bagaikan gema-gema dari bunyi guntur yang keras ucapan kata-kata-Nya mengalir ke seluruh bumi. Israel milik Allah berdiri mendengarkan, dengan mata mereka terpaku ke atas. Wajah-wajah mereka diterangi dengan kemuliaan-Nya, dan bersinar-sinar seperti wajah Musa sewaktu ia turun dari Sinai. Orang-orang jahat tidak dapat memandang pada mereka. Dan sewaktu berkat diumumkan pada mereka yang telah memuliakan Allah oleh memeliharakan kesucian Sabat-Nya yang suci itu, terdengarlah suatu suara kemenangan yang kuat sekali.

Tak lama sesudah itu muncul di sebelah timur sebuah awan hitam kecil, kira-kira sebesar setengah ukuran tangan manusia. Itulah awan yang mengelilingi Juru Selamat dan yang tampak di kejauhan terselubung dalam kegelapan. Semua umat Allah mengenal ini sebagai tanda dari Anak manusia.“The Great Controversy, p. 640.

Ucapan Jesus pada Injil Matius 24 : 36 itu telah dijelaskan oleh hamba Tuhan Nyonya White di atas, bahwa Ia itu baharu akan digenapi pada akhir sejarah dunia yang akan datang. Pada waktu itulah Tuhan Allah Bapa sendiri yang akan mendeklarasikan h a r i dan j a m dari kedatangan Jesus itu kepada semua umat kesucian-Nya, baik yang masih  terus menunggu di  dalam kerajaan di Palestina, maupun kepada mereka (termasuk Paulus, Petrus, Jakub, dan Andreas) dan semua umat kesucian yang baharu akan dibangkitkan sendiri oleh  Allah Bapa sesuai yang dinubuatkan pada Wahyu 20 : 6 pada menjelang kedatangan Jesus yang kedua kali itu.

Permasalahannya kini adalah : Mengapakah  h a n y a  h a r i  dan j a m - n y a yang dirahasiakan ?  Mengapa bukan t a n g g a l,  b u l a n, dan t a - h u n  dari kedatangan Jesus itu yang dirahasiakan  dari kita ? 

Karena hanya h a r i dan j a m yang akan diberitahukan, maka iaitu berarti pemberitahuan itu baharu akan dikeluarkan  s a t u   m i n g - g u  s e b e l u m n y a. Satu minggu mendahului kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang, baharulah hari dan jam dari Matius 24 : 36 itu dideklarasikan ke seluruh bumi.

Bulan, dan tahun dari kedatangan Jesus kedua kali itu tak dapat tiada sudah akan banyak diketahui, sebab s e b e l u m itu sudah ada beberapa kedatangan Jesus yang sudah lebih dulu terlaksana. Beberapa contoh berikut ini yang sudah dapat diketahui tanggal, bulan dan tahunnya dengan tepat, antara lainnya :

  1. Tanggal 22, Oktober 1844 saat dimulainya Sidang Pengadilan orang mati di dalam kaabah kesucian sorga, yang diberitakan oleh Miller sebagai pekabaran malaikat yang pertama dari Wahyu 14 : 7.
  2. Tanggal 2 Oktober 2027 yang akan datang, saat pemeteraian mereka 144.000 umat kesucian yang akan datang. Bacalah artikel : “WAKTUNYA SAAT MEREKA YANG 144.000 ITU DIMETERAIKAN.” Kunjungilah juga website kami berikut ini :  www.nubuatan-berbicara.org
  3. Tahun 2031 saat berakhirnya masa kasihan di dalam kaabah kesucian sorga, saat Sidang Pengadilan di sana berakhir, setelah keluar  pengumuman dari Jesus :  “DIA YANG JAHAT BIARLAH IA TERUS BERTAMBAH JAHAT, DAN DIA YANG CEMAR BIARLAH IA TERUS CEMAR, DAN DIA YANG BENAR BIARLAH IA TERUS BERTAMBAH BENAR, DAN DIA YANG SUCI BIARLAH IA TERUS BERTAMBAH SUCI.“ – Wahyu 22 : 11.  
  4. W A K T U  K I A M A T yang akan datang, yang akan memakan waktu 15 bulan semenjak dari tahun 2031. Kiamat yang akan datang itu akan berupa tujuh bela /celaka yang terakhir yang akan menimpa bumi ini selama 15 bulan sampai kepada kedatangan Jesus yang kedua kali.  Waktu kiamat ini secara lebih terinci akan dibicarakan di lain kesempatan.

Ternyata sampai kepada kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang Hari dan Jam dari kedatangan-Nya itu yang diucapkan Jesus pada Matius 24: 36 belum pernah diketahui seorangpun di bumi ini. Tetapi mengapakah setiap penetapan waktu yang berkaitan dengan kedatangan  Jesus masih selalu saja ditentang ?

K e s i m p u l a n  dan  P e n u t u p

Karena Kerajaan Sorga ialah negara hukum, dan hukum yang telah dijadikan landasan peribadatan umat Allah di bumi ini adalah Hukum Dasar Torat dan Kesaksian Jesus, yang sudah selengkapnya berkembang menjadi ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10. Kita hendaknya mengerti, bahwa tanggal 22 Oktober 1844 hasil penemuan nabi William Miller itu telah membuktikan dimulainya Sidang Pengadilan di dalam kaabah kesucian sorga, yang mengadili semua umat Allah di bumi  ini semenjak dari para penghuninya yang pertama, Adam dan Hawa. Untuk itulah, maka melalui pekabaran malaikat yang pertama dari Wahyu 14 : 7 kepada semua kita yang masih hidup berlaku seruan itu : “TAKUTLAH AKAN ALLAH DAN MULIAKANLAH D I A ; KARENA J A M  DARI P E H U -  K U M A N /PENGADILAN-NYA ITU SUDAH TIBA : DAN SEMBAHLAH D I A YANG TELAH MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI DAN LAUT DAN SEMUA MATA AIR.” – Wahyu 14 : 7. Artinya, bertobatlah dan kembali mematuhi Hukum Dasar Torat dan semua peraturan pelaksaaannya di dalam ROH NUBUATAN; karena sidang pengadilannya sudah dimulai.

Bersyukurlah kita kepada Tuhan karena penetapan waktu 22 Oktober 1844 dari Miller itu kini sudah tidak lagi ditentang oleh semua umat akhir zaman. Tetapi mengapakah penetapan tanggal 2 Oktober 2027 yang secara tidak langsung telah ditetapkan kepada kita oleh hamba Tuhan Victor T. Houteff, nabi akhir zaman yang terakhir itu, masih saja ditentang dengan gigih sampai kepada hari ini ? Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan : 

“Genaplah kata-kata nubuatan yang berbunyi : “Akan datang kelak di akhir zaman para pengolok-olok, yang berjalan mengikuti napsu-napsu mereka sendiri, yang mengatakan : ‘Dimanakah janji tentang kedatangan-Nya itu ? Karena semenjak dari para nenek moyang jatuh tertidur, segala perkara terus berlanjut sebagaimana biasanya semenjak dari permulaan kejadian bumi.” 2 Petrus 3 : 3, 4. Banyak yang mengaku mencintai Juruselamat menyatakan bahwa mereka tidak menentang doktrin perihal kedatangan Jesus yang kedua kali; mereka hanya keberatan terhadap waktunya yang sudah ditetapkan itu.”The Great Controversy, p. 370. Sekalipun pada kenyataannya waktu yang tetap dari kedatangan Jesus kedua kali dari Matius 24 : 36 itu belum pernah dan tidak akan pernah dapat diketahui oleh seorangpun di muka bumi ini.


******