Kerajaan Sorga
Sebagai Sebuah Negara Hukum



Amzal Solaiman 28 : 19 :


“Orang yang mengalihkan telinganya daripada mendengar akan hukum, bahkan d o a n y a p u n akan dianggap keji.”

Didalam Negara hukum semua kegiatan warga maupun Pemerintahnya dibatasi oleh Hukum. Itulah sebabnya, maka di dalam Negara hukum banyak sekali hukum tertulis yang dibuat oleh lembaga-lembaga pembuat hukum, yaitu : Dewan Perwakilan Rakyat atau Parlemen di satu pihak sebagai Badan Legislatif (atau Badan Pembuat Undang-Undang), dan Pemerintah, yaitu Presiden dan para menterinya di lain pihak sebagai Badan Eksekutif, yaitu Badan Pelaksana Undang-Undang. Bahkan dalam berbagai kelompok masyarakatpun mereka membuat peraturan-peraturan hukumnya sendiri-sendiri untuk mengendalikan semua kegiatan mereka, misalnya dalam badan-badan usaha dagang, badan-badan sosial masyarakat, usaha-usaha koperasi dan lain-lain. Peraturan-peraturan hukum yang sedemikian itulah yang dikenal dengan nama : Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Hukum Kerajaan Sorga itu terdiri dari : (1) sebuah Undang-Undang Dasar yang terdiri dari Sepuluh Perintah Torat, yang dibuat dan diciptakan oleh Allah Bapa sendiri ; (2) sebuah Undang-Undang Biasa yang dibuat oleh  Allah Anak atau Yesus Kristus, yang berfungsi sebagai peraturan-peraturan pelaksanaan bagi Undang-Undang Dasar Torat. Ini jelas diketahui dari ucapan nabi Musa yang mengatakan :

“PERKARA-PERKARA YANG RAHASIA ITU ADALAH BAGI MILIK TUHAN ALLAH KITA, TETAPI PERKARA-PERKARA YANG DIUNGKAPKAN ITU ADALAH BAGI KITA DAN BAGI SEMUA ANAK CUCU KITA SAMPAI SELAMA-LAMANYA, S U P A Y A DAPAT KITA MELAKUKAN SEMUA PERKATAAN DARI H U K U M TORAT INI.” – Ulangan 29 : 29.

“Perkara-perkara yang diungkapkan” itulah yang ditemukan di dalam Alkitab berikut semua interpretasi ilhamnya di dalam ROH NUBUATAN. Bacalah Nubuatan Zakharia pasal 4 berikut seluruh interpretasinya di dalam ROH NUBUATAN, maka akan jelas dimengerti, bahwa perkara-perkara yang diungkapkan itulah yang akan ditemukan di akhir zaman ini di dalam “mangkok emas” dari nubuatan Zakharia  pasal 4 itu. Dan itulah ROH NUBUATAN yang dimaksud oleh Yahya Pewahyu di dalam Wahyu 19 : 10.

Jadi, jelaslah bahwa seluruh Alkitab berikut semua interpretasi ilhamnya di dalam ROH NUBUATAN berfungsi sebagai peraturan-peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Dasar Torat. Dan Undang-Undang Dasar dari Sepuluh Perintah Torat itu berikut Undang-Undang Biasa dari Alkitab dan ROH NUBUATAN sudah akan merupakan l a n d a s a n  h u - k u m  dari Kerajaan Sorga bagi Sidang Jemaat Laodikea kita di akhir dunia sekarang ini.

Sifat-Sifat dari Hukum Kerajaan Sorga

Undang-Undang Dasar Torat yang berisikan Sepuluh Perintah Allah itu k e k a l  sifatnya, artinya, sebagaimana Allah Bapa Samawi itu kekal sifatnya, tidak pernah berubah-ubah dari kekal sampai kepada segala kekekalan yang akan datang, maka demikian itu pula halnya dengan tabiat–Nya yang telah dituangkan-Nya di dalam Sepuluh Perintah dari Hukum Dasar Torat itu.

Sekalipun demikian tidak demikian halnya dengan Undang-Undang Biasa buatan Allah Anak atau YESUS yang merupakan peraturan-peraturan pelaksanaan dari UNDANG-UNDANG DASAR TORAT. Undang-Undang Biasa yang dikenal dengan nama “KESAKSIAN YESUS” itu terus bertambah dan berubah-ubah. Bahkan sampai kelak di akhir dunia yang akan datang. Jadi, apabila anda menemukan sesuatu  ayat atau ketentuan di dalam Wasiat Lama yang bertentangan dengan ayat atau ketentuan perihal yang sama di dalam Wasiat Baru, maka yang harus dianut adalah yang terungkap di dalam Wasiat Baru. Demikian pula halnya apabila ada sesuatu ketentuan di dalam ROH NUBUATAN yang bertentangan dengan hal yang sama di dalam Alkitab, maka yang harus dianut ialah yang diatur di dalam ROH NUBUATAN. Bahkan di dalam ROH NUBUATAN itu sendiri ada banyak ucapan hamba Allah Nyonya White maupun Houteff yang mungkin berbeda daripada ucapan-ucapan mereka yang terdahulu. Untuk itu anutlah ucapan mereka yang paling terakhir, sebab demikian itulah yang kelak digenapi di akhir zaman sekarang ini.

Perhatian :  Waspadalah terhadap mereka yang menolak Nyonya White dan Sdr. Houteff karena alasan di atas, sebab mungkin mereka telah menemukan berbagai ucapan kedua hamba Allah itu yang saling bertentangan. Mereka itu pada umumnya berpikiran pendek, sebab mungkin sekali mereka belum memiliki pengetahuan “hukum” yang memadai untuk menggali Alkitab dan ROH NUBUATAN sesuai prosedurnya yang benar. Hamba Tuhan Nyonya White memperingatkan : “DALAM ILMU PENGETAHUAN YANG BENAR TIDAK MUNGKIN ADA TERDAPAT PERTENTANGAN APAPUN JUGA DENGAN AJARAN DARI FIRMAN ALLAH, SEBAB KEDUANYA ITU BERASAL DARI NARA SUMBER YANG SAMA.” – 8 Testimonies, p. 258.

Ingatlah selalu, bahwa h a n y a Undang-Undang Dasar dari Sepuluh Perintah Torat itu saja yang k e k a l dan p e r m a n e n sifatnya. Alkitab dan ROH NUBUATAN itu dapat saja berubah-ubah, bahkan ada yang sudah menemui kegenapan sejarahnya, sehingga sudah tidak akan berlaku lagi. 

H U K U M   I T U M E N G I K A T
BUKAN SAJA BAGI WARGA KERAJAAN, MELAINKAN JUGA BAGI PARA PENGUASA YANG MENCIPTAKAN HUKUM ITU SENDIRI

Hukum itu mengikat bagi semua pihak, bukan saja bagi para warga negara, melainkan juga bagi mereka yang membuat dan menciptakan H u k u m itu sendiri. Para Penguasa dari Hukum itu adalah : (a). Pembuat Undang-Undang Dasar Negara (MAHKAMAH PEMBUAT UUD atau Konstitusi), (b). Para anggota dari Badan Legislatif atau Parlemen/Para anggota DPR, dan (c). Mereka Badan Ekskutif, yaitu Kepala Negara atau Presiden dan para Menterinya.

Di dalam Kerajaan Sorga Allah Bapa dikenal sebagai Pembuat Undang-Undang Dasar dari Sepuluh Perintah Torat itu. Alkitab dan seluruh interpretasinya di dalam ROH NUBUATAN dikenal sebagai Kesaksian dari Yesus Kristus (Baca : Jesaya 8 : 20, Wahyu 12 : 17 ; Wahyu 19 : 10). Jadi, Yesus Kristus adalah Pembuat Alkitab dan semua interpretasinya di dalam ROH NUBUATAN. Dan ROH SUCI dikenal sebagai Penggerak atau Eksekutor dari semua Peraturan Hukum yang dikenal di dalam kerajaan sorga. Yesus pernah mengatakan :

“Apabila IA, ROH KEBENARAN itu datang IA akan memimpin kamu ke dalam segala kebenaran : karena IA tidak akan berbicara dengan mau-Nya sendiri, melainkan apapun saja yang kelak didengar-Nya, itulah yang akan dibicarakannya, maka akan ditunjukkan kepadamu perkara-perkara yang akan datang.” – Yahya 16 : 13.

Roh Suci adalah Penguasa yang ketiga di dalam sorga. Dalam hubungan-Nya dengan semua warga kerajaan di bumi Ia tampaknya tidak bisa bertindak dari diri-Nya sendiri, melainkan a p a saja yang diperintahkan kepada-Nya, maka itulah yang disampaikan-Nya kepada kita.  Sesuai ucapan-Nya di atas, maka apabila IA datang “SEGALA KEBENARAN” dan “SEGALA PERKARA YANG AKAN DATANG“ sudah akan disampaikan-Nya kepada kita.

Roh Suci itu sesungguhnya s u d a h datang semenjak dari Hari Pentakosta yang pertama dalam tahun 34 yang lalu di Palestina. ROH itu masih tetap tinggal dengan kita sampai kepada hari ini, maka itulah sebabnya “segala kebenaran” dan “segala perkara yang akan datang” itu sudah berada bersama kita umat Penganut Kebenaran Sekarang di akhir zaman sekarang  ini.

Jadi, D O S A  =  PELANGGARAN H U K U M, maka upahnya ialah Maut yang kekal. Maut yang kekal itupun dapat saja berlaku bagi seluruh ketiga penguasa sorga di atas apabila ada dari antara mereka itu didapati berdosa karena melanggar hukum.  

YESUS TELAH MEMIKUL MAUT DI BUMI INI,
TETAPI BUKAN KARENA DOSA PRIBADI-N Y A  SENDIRI

Kematian Yesus di Palestina dahulu sesungguhnya masih merupakan tanda tanya besar di dalam benak sebagian besar orang Kristen :  Mungkinkah Yesus sebagai Tuhan dan Pencipta seluruh alam semesta dapat dibunuh dengan sedemikian kejam, hina dan sedemikian mudahnya ?  Begitu tegakah Allah Bapa membiarkan Anak-Nya mati sedemikian rupa penderitaannya, hanya untuk meloloskan manusia–manusia pelanggar hukum, yang pada kenyataannya tidak banyak mau berkorban untuk kembali mematuhi Undang-Undang Dasar kerajaan dan berbagai peraturan pelaksanaannya di dalam ROH NUBUATAN ? 

Melihat kepada berbagai bentuk ibadah orang-orang Kristen di akhir dunia sekarang ini, gantinya mereka kembali kepada mematuhi h u k u m kerajaan sorga sesuai berbagai peraturan pelaksanaannya di dalam ROH NUBUATAN, mereka justru lebih suka memperbanyak doa-doa yang tidak jelas tujuannya, sambil memuja-muja nama Yesus dengan berbagai ucapan yang muluk-muluk, yang antara lainnya : “YESUS senantiasa di dalam hatiku,” “Aku bersandar pada Yesus,“ “Aku tidak takut karena Yesus adalah Pelindungku.” “Yesus Juru Selamat ku”, “Yesus adalah guruku,” dan sebagainya dsbnya, dsbnya. Bahkan sampai matipun mereka masih percaya bahwa mereka sudah akan langsung ditempatkan pada sisi Yesus di dalam sorga.

Jadi pada setiap ibadah di dalam gedung-gedung gereja, gantinya Hukum Allah  berikut berbagai Peraturan Pelaksanaannya di dalam Alkitab dan ROH NUBUATAN diajarkan untuk selalu dipatuhi dengan benar, kepada mereka justru diajarkan agar selalu ingat untuk mengenangkan kembali kehidupan Yesus yang lalu untuk selalu berbuat baik kepada sesama manusia seperti akan dirinya sendiri.  

Prasyarat utama bagi keselamatan
 umat akhir zaman ditentukan di dalam Buku Wahyu

Buku Wahyu sebagai buku terakhir dari Alkitab, iaitu baharu selesai ditulis dalam tahun 96. Perihal buku itu hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

“Tuhan sendiri mengungkapkan kepada hamba-Nya berbagai rahasia yang terkandung di dalam buku ini, maka IA menghendaki agar semuanya itu kelak terbuka bagi penyelidikan semua orang. Kebenaran-kebenarannya itu dialamatkan kepada orang-orang yang hidup di akhir zaman dari sejarah bumi ini, sama halnya bagi mereka yang hidup di zaman Yahya. Sebagian dari berbagai gambaran yang dilukiskan di dalam nubuatan ini berlaku di masa lalu, sebagiannya lagi sedang berjalan; sebagian mengungkapkan dekatnya pertikaian besar di antara kekuatan-kekuatan kegelapan dan Putera Mahkota sorga, dan sebagian mengungkapkan kemenangan-kemenangan dan kesukaan-kesukaan dari umat tebusan di dalam bumi yang sudah diperbaharui.

“Jangan ada yang mengira, bahwa karena mereka tidak dapat menjelaskan arti dari setiap lambang di dalam buku Wahyu, maka iaitu tidak berguna bagi mereka untuk menyelidiki buku ini dalam upaya untuk mengetahui arti daripada kebenaran yang terkandung di dalamnya. DIA yang mengungkapkan rahasia-rahasia yang misterius ini kepada Yahya akan memberikan kepada pencari kebenaran yang rajin, suatu selera terhadap perkara-perkara samawi. Orang-orang yang hatinya terbuka bagi menerima kebenaran akan dimungkinkan untuk mengerti ajaran-ajarannya, dan akan dikaruniai berkat yang dijanjikan kepada mereka yang “mendengar segala perkataan dari nubuatan ini, dan yang mematuhi segala perkara itu yang tertulis di dalamnya.”

“Di dalam buku Wahyu semua buku-buku Alkitab bertemu dan berakhir. Di sinilah terdapat pelengkap dari buku Daniel itu. Yang satu adalah sebuah nubuatan; yang lainnya sebuah wahyu. Buku yang tersegel itu adalah bukan buku Wahyu, melainkan bagian dari nubuatan Daniel yang berkaitan dengan akhir zaman. Perintah dari malaikat itu adalah, “Tetapi akan dikau, hai Daniel, tutuplah semua perkataan itu, dan segellah buku itu, bahkan sampai kepada akhir zaman :  banyak orang akan berlarian pergi datang, dan pengetahun akan dipertambahkan.” -- Daniel 12 : 4.“ ---- Ellen G. White, The Acts of the Apostles, pp. 584, 585.

Akhir zaman sekarang ini sejak mulanya telah ditandai oleh ramainya lalu lintas manusia di antara bangsa-bangsa dan negara-negara di bumi, dan meningkatnya ilmu pengetahuan dan tehnologi di muka bumi ini. Semuanya ini dimulai dalam abad 18 yang lalu. Demikian itulah, maka sejak tahun 1831 yang lalu telah muncul hamba Tuhan William Miller mendirikan Sidang Jemaat Philadelfia dari Gereja Masehi Advent Hari Pertama di Amerika Serikat. 

Dan semenjak dari saat itu pula nubuatan perihal : PEMBERSIHAN KAABAH sejak dari akhir nubuatan 2300 pagi dan petang dari Daniel 8 : 14 yang jatuh pada 22 Oktober 1844 mulai diungkapkan. Pertama sekali diungkapkan oleh William Miller, kemudian dikoreksi oleh Nyonya White, dan terakhir disempunakan oleh hamba Tuhan Victor T. Houteff. Dengan demikian itulah, maka sampai dengan tahun 1955 saat hamba Tuhan Victor T. Houteff meninggal dunia, maka lengkaplah sudah pengungkapan seluruh rahasia Allah yang dinubuatkan oleh nabi Amos di dalam bukunya Amos 3 : 7. Dan genaplah sudah ucapan nabi Zakhariah pasal 4, yang menubuatkan, bahwa seluruh minyak keemasan dari kedua pohon Zait yang melambangkan Alkitab itu telah diinterpretasikan habis ke dalam mangkok emas yang melambangkan ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10.

Pembersihan kaabah melalui Sidang Pengadilan di dalam kaabah kesucian sorga sejak tahun 1844

Karena sorga itu adalah Negara Hukum, maka sebagaimana H u k u m dijunjung tinggi di Negara kita INDONESIA, maka setiap warga kerajaan sorga / umat Allah semenjak dari ADAM dan HAWA leluhur kita yang pertama sampai kepada kita sendiri di akhir zaman sekarang ini p e r l u diadili di dalam sebuah Sidang Pengadilan yang terbuka. Setiap umat Allah perlu memperoleh pengadilan yang adil dan terbuka, yang disaksikan oleh seluruh umat manusia penduduk bumi, baik yang sudah lebih dulu dibangkitkan, maupun oleh malaikat-malaikat sorga yang akan hadir sebagai saksi-saksi.

Sidang itu telah diselenggarakan terdiri dari Allah Bapa sebagai Hakim, Dua puluh empat tua-tua sebagai dewan juri, Yesus sebagai Pembela, malaikat-malaikat sorga sebagai saksi-saksi, sejumlah umat kesucian yang sudah lebih dulu dibangkitkan di masa lalu sampai dengan mereka yang dibangkitkan pada kebangkitan Yesus dalam tahun 31 yang lalu, sebagai saksi-saksi, dan kita semua sebagai tertuduh.

Karena sidang Pengadian itu sudah dimulai pada akhir dari nubuatan 2300 hari dari Daniel 8 : 14 yang jatuh pada 22 Oktober 1844 yang lalu, maka segera apabila sidang pengadilan terhadap warga kerajaan yang sudah lebih dulu meninggal dunia itu berakhir, maka segera pula giliran kita yang masih hidup ini akan diadili. Hamba Tuhan Nyonya White dalam tahun 1884 pernah mengatakan :

“Pengadilan itu kini masih berlangsung di dalam kaabah kesucian yang di atas. Empat puluh tahun sudah pekerjaan ini berlangsung. Segera --- tidak seorangpun tahu berapa segeranya ------ iaitu akan berlangsung terhadap perkara-perkara dari orang-orang yang h i d u p. Di hadapan hadirat Allah yang menakutkan itu semua kehidupan kita akan muncul terbuka untuk ditinjau kembali. Pada waktu ini di atas segala-galanya yang lain, demi kepentingan setiap jiwa kita supaya memperhatikan nasehat Juruselamat yang berbunyi: ‘Berjagalah dan berdoalah selalu, karena tidak engkau ketahui kapan waktu itu tiba.’” --- Spirit of Prophecy, vol. 4, p. 315. 

Hamba Tuhan Houteff kemudian menambahkan :

“Pengadilan Orang Hidup di bumi dimulai dengan Jehezkiel pasal 9, tetapi di dalam sorga (di dalam buku-buku) adalah sesudah Jehezkiel pasal 9.  Pengadilan Orang Hidup itu berlangsung dalam dua tahapan: Tahap pertama ialah suatu pemisahan yang akan menyingkirkan keluar orang-orang jahat dari antara orang-orang benar, Jehezkiel pasal 9. Tahap kedua ialah pemrosesan melalui b u k u (book work) sewaktu dilakukan pemeriksaan, dan sewaktu dosa-dosa dari orang benar dan nama-nama dari orang jahat dihapuskan dari berbagai catatan di dalam sorga. Tahap yang kedua inilah yang merupakan persidangan hukum itu, yang akan dimulai s e s u d a h Jehezkiel pasal 9.” -- The Symbolic Code, vol. 12, No. 3, pp. 19, 20.   

Karena pengadilan orang hidup itu akan berlangsung pertama sekali terhadap kita umat Sidang Jemaat Laodikea, maka sesuai dengan ucapan hamba Tuhan Houteff di atas, iaitu tak dapat tiada akan dimulai dengan pembubuhan meterai tanda kelepasan pada dahi-dahi dari mereka 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang. Baharu kemudian disusul dengan pembantaian mereka yang tidak memperopleh meterai tanda kelepasan itu karena penolakan mereka terhadap ROH NUBUATAN. 

Sidang Pengadilan itu akan menghasilkan umat Allah
 warga kerajaan yang suci dan benar

Karena sidang itu berlangsung hanya dua kali :  (1)  Sidang pengadilan bagi Orang mati yang dimulai sejak tahun 1844 sampai tahun 2027 yang akan datang. Dan  (2) Sidang Pengadilan Orang hidup sejak tahun 2027 sampai tahun 2031 saat masa kasihan berakhir di dalam Sidang Pengadilan di dalam kaabah kesucian sorga, maka marilah kita melihat bagaimana  :  Undang-Undang Dasar dari Hukum Torat Allah itu berikut seluruh petunjuk pelaksanaannya di dalam Alkitab dan ROH NUBUATAN menyelamatkan semua warga kerajaan sorga yang akan datang.

Landasan Hukum bagi sidang pengadilan orang mati :

  1. Undang-Undang Dasar dari Sepuluh Perintah Torat dan Petunjuk Pelaksanaannya di dalam Alkitab dan semua Interpretasinya yang dikenal sampai di zaman William Miller dari Sidang Jemaat Philadelfia.
  2. Semua Interpretasi yang dikenal sampai di zaman William Miller ialah semua yang diajarkan oleh hamba Tuhan Martin Luther, John Knox, John Wesley, Alexander Campbell, sampai dengan William Miller.

Karena semua mereka itu sudah lama meninggal dunia, maka semua mereka  itulah yang akan dibangkitkan pada kebangkitan yang pertama dari Wahyu 20 : 6, yang berbunyi : “Berbahagialah dan sucilah d i a  yang memperoleh bagian dalam kebangkitan yang pertama : terhadap mereka ini mati yang kedua itu tidak lagi berdaya, maka mereka akan menjadi imam-imam bagi Allah dan Kristus, dan akan memerintah bersama-Nya selama seribu tahun.” – Wahyu 20 : 6. Mereka itu juga yang diucapkan oleh rasul Paulus di dalam Injil 1 Thessalonika 4 : 16 – 18.

Landasan Hukum bagi sidang pengadilan orang hidup :

  1. Undang-Undang Dasar dari Sepuluh Perintah Torat dan semua Petunjuk Pelaksanaannya di dalam Alkitab. Dan kemudian Alkitab itu sendiri berikut semua interpretasinya di dalam Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala yang dikenal di dalam Sidang Jemaat Laodikea.
  2. Terang yang bernilai mahal yang cocok bagi waktu ini. Baca : 5 Testimonies, p. 707. Inilah satu-satunya TERANG yang berhasil membuat sepakat,  sehati   dan sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Sekaligus menyingkirkan keluar semua “Davidian-Davidian Sekam” yang ada.

Sementara itu semua umat dari sidang jemaat Laodikea yang meninggal dunia sejak dari tahun 1844, yang memelihara Sabat, mereka itu akan dibangkitkan pada kebangkitan khusus yang dinubuatkan pada buku Daniel 12 : 2, yang berbunyi : “Maka banyak dari mereka yang tidur di dalam lebu bumi akan bangkit, sebagian kepada hidup yang kekal, dan sebagian kepada kehinaan dan malu yang kekal.”Daniel 12 : 2.

Karena semua mereka itu adalah khusus umat Laodikea dari Masehi Advent Hari Ketujuh, baik mereka yang tergolong anak-anak dara yang bijaksana maupun dari mereka yang tergolong anak-anak dara yang bodoh, ataupun mereka yang masuk kategori anak-anak dara bijaksana yang memiliki tipu di dalam mulutnya / Wahyu 14 : 5. Semua mereka itu akan dibangkitkan pada kebangkitan khusus itu. Kebangkitan itu juga dikenal dengan kebangkitan campuran antara orang jahat dan orang benar. Mereka yang sampai pada saat kematiannya masih setia menganut Undang-Undang Dasar Torat dan Alkitab dan ROH NUBUATAN, mereka itu akan bangkit bagi keselamatannya yang kekal. Tetapi mereka yang sampai kepada akhir hayatnya tetap menolak “Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani“ tahun 1902 dari hamba Tuhan Nyonya White, yang sampai kepada saat kematiannya masih terus menolak untuk reformasi, maka mereka akan bangkit bagi kehinaannya yang kekal. Mereka itu akan mati kembali dan baharu akan bangkit sesudah 1000 tahun millenium bersama-sama dengan kebangkitan orang-orang jahat sesudah masa 1000 tahun millennium yang akan datang. Masa 1000 tahun millennium itu terhitung semenjak dari kedatangan Jesus yang kedua kali sampai kepada kebangkitan semua orang jahat yang akan datang, yang akan mengalami mati yang kedua, dari mana tidak akan ada lagi kebangkitan bagi mereka untuk selama-lamanya.

J E S U S   :


“B U K A N  SETIAP ORANG YANG MENGATAKAN KEPADAKU, T U H A N, T U H A N, AKAN MASUK KE DALAM KERAJAAN SORGA : MELAINKAN HANYA D I A  YANG MELAKUKAN K E H E N D A K BAPAKKU YANG DI DALAM SORGA.” --- MATIUS  7 : 21

Jesus telah mengajarkan kepada kita sebuah bentuk d o a yang cukup singkat, padat, namun sangat bermakna, untuk diucapkan apabila kita datang berdoa kepada-Nya. Ia mengatakan :

“Oleh karena itu berdoalah sebagai berikut: ‘Bapa kami yang di sorga, dipersucikanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi ini seperti halnya di sorga, .............. dan seterusnya.” -- Matius 6 : 9 - 13.

Setiap orang Kristen tentu cukup fasih untuk mengucapkannya. Namun dari semua perkataan doa itu, kata-kata, “Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti halnya di dalam sorga,” tampaknya tidak banyak orang Kristen m a u memahaminya. Mereka lebih suka agar Jesus datang saja segera di dalam awan-awan di langit, sesuai kehendak hatinya, karena mereka sudah siap untuk menyambut-Nya, lalu bersama-sama dengan-Nya bertolak ke sorga. Jadi, gantinya mereka melakukan kehendak dari Allah Bapa di sorga untuk mendirikan Kerajaan itu di bumi di akhir zaman ini, mereka justru memaksakan kehendak hatinya sendiri kepada Bapa di sorga agar segera saja datang karena mereka sudah siap untuk menyambut-Nya.

Karena Kerajaan itu sendiri masih belum datang, dan kehendak Allah di bumi seperti halnya di dalam sorga, juga belum pernah tampak sampai kepada hari ini, maka kita hendaknya mengerti bahwa berdirinya Kerajaan itu kelak di Palestina bersama mereka 144.000 umat kesucian yang akan datang, tak dapat tiada masih sangat bergantung pada hasil dari Sidang Pengadilan itu sendiri, yang kini masih berlangsung di dalam kaabah kesucian sorga yang di atas. Itulah sebabnya, maka sejak dari mulanya hamba Tuhan Nyonya White telah mengingatkan :

‘MARILAH KITA BERJUANG DENGAN SEGALA KEKUATAN YANG TELAH DIKARUNIAKAN ALLAH PADA KITA UNTUK MASUK DI ANTARA MEREKA YANG 144.000 ITU.” – Review and Herald, March 9, 1905.

P e n u t u p

Kami ingin mengingatkan kembali, bahwa selama buku Wahyu itu belum sepenuhnya terungkap bagi penyelidikan kita di akhir zaman sekarang ini, maka selama itu pula nasib selamat kita di depan sebagai warga kerajaan sorga dari Sidang Jemaat Laodikea belum akan dapat diketahui dengan pasti. Hamba Tuhan Nyonya White sebagai Pendiri Sidang Jemaat Laodikea kita sejak dari mulanya sudah mengatakan:   

“BUKU WAHYU ITU MENGUNGKAPKAN KEPADA DUNIA A P A YANG SUDAH TERJADI, A P A YANG SEDANG BERLANGSUNG, DAN A P A  YANG AKAN JADI ; ADALAH IAITU BERUPA PETUNJUK BAGI KITA DIMANA AKHIR DUNIA SEDANG AKAN DATANG. IA ITU HARUS DIPELAJARI DENGAN PENUH KESUNGGUHAN. KITA BERKESEMPATAN UNTUK MENGETAHUI A P A YANG PATUT BAGI PENYELIDIKAN KITA. ……………..

“Tuhan sendiri mengungkapkan kepada hamba-Nya Yahya berbagai misteri dari buku Wahyu, dan rencana-Nya agar sekaliannya itu akan terbuka bagi penyelidikan semua orang. Di dalam buku ini digambarkan berbagai keadaan yang kini sudah berlalu, dan beberapa kepentingan kekal yang sedang tejadi di sekeliling kita; yang lainnya sesuai nubuatan-nubuatannya belum akan menemui kegenapannya yang lengkap sebelum akhir sejarah, apabila pertikaian besar yang terakhir di antara penguasa-penguasa  kegelapan dan Putera Mahkota sorga akan terjadi.” -- EGW. Comments, SDA BIBLE COMMENTARY VOL. 7 – A, p. 398.

*******