Kapan dan bagaimana
kelima anak dara bijaksana
yang memiliki tipu di mulut itu dapat
  dikenal di waktu ini ?




Pendahuluan

 

Jesus sewaktu di Palestina dahulu telah memberikan kepada kita sebuah perumpamaan-Nya perihal Sepuluh Anak Dara. Kata-Nya : Pada waktu itu kerajaan sorga itu disamakan dengan sepuluh anak dara, yang membawa pelita-pelitanya lalu keluar hendak menyambut pengantin pria. Maka lima dari mereka itu adalah bijaksana, tetapi lima lainnya adalah bodoh."Matius 25 : 1. 2.  

Karena perumpamaan itu baharu digenapi di akhir zaman sekarang ini, maka kerajaan sorga yang dimaksud tak dapat tiada dimulai dari sidang jemaat Philadelfia dari William Miller, dan baharu kemudian dengan Sidang Jemaat Laodikea kita. 

Sidang jemaat di bumi ini ternyata telah merupakan sebagian dari kerajaan sorga yang di atas, maka ini tak dapat tiada akan tampak dari landasan hukumnya. Untuk inilah hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Tuhan telah menetapkan Sidang-Nya sebagai sebuah terang di dunia ini untuk mengendalikan dunia ke sorga. Iaitu  merupakan sebagian dari sorga di bumi, yang memancarkan terang ilahi pada jalan dari jiwa-jiwa yang gelap.” – The Faith I live by, p. 304.

“Tuhan memiliki suatu umat, suatu umat pilihan, yaitu Sidang-Nya, untuk menjadi milik-Nya, yaitu benteng pertahanan-Nya sendiri, yang Ia pertahankan di dalam sebuah dunia yang telah memberontak dan terhantam dosa ; maka Ia menghendaki agar tidak ada penguasa lain yang dikenal di dalamnya, tidak ada lagi hukum-hukum lain yang diakui olehnya, selain daripada hukum-Nya saja.” Testimonies to Ministers, p. 16.

Karena kerajaan sorga yang diumpamakan dengan kesepuluh anak dara itu mulai berlaku terhadap sidang jemaat Philadelfia di zaman William Miller, maka oleh munculnya Sidang Jemaat Laodikea dalam tahun 1844 yang lalu, tak dapat tiada sudah akan menggenapi munculnya lima anak dara yang bijaksana itu sejak dari mulanya. 

Sidang Jemaat Laodikea
sejak mulanya terdiri dari kelas lima anak dara yang bijaksana saja

Hamba Tuhan Ny. White menuliskannya sebagai berikut :

“Dalam musim panas dan musim gugur tahun 1844 seruan : ‘Tengoklah, Pengantin Pria itu datang,’ disampaikan. Dua kelas orang-orang yang dilambangkan oleh anak-anak dara yang bijaksana dan anak-anak dara yang bodoh itu kemudian berkemas-kemas --- kelas yang satu, yaitu mereka yang memandang dengan gembira akan kedatangan Tuhan, dan yang dengan tekun bersedia untuk menyambut Dia; kelas yang lainnya, yang dipengaruhi oleh takut lalu bertindak karena tergerak perasaannya, yang puas dengan teori kebenaran, tetapi miskin akan karunia Allah. Dalam perumpamaan itu, setelah Pengantin Pria itu datang, mereka yang bersedia lalu masuk bersama-sama dengan-Nya ke perkawinan itu. Kedatangan Pengantin Pria itu yang dikemukakan di sini berlangsung mendahului perkawinan itu. Perkawinan itu sendiri melambangkan resepsi penerimaan Kristus akan kerajaan-Nya.” The Great Controversy, p. 426.

“Kedua kelas orang-orang yang menunggu itu melambangkan dua kelas orang-orang yang mengaku sedangkan menunggu Tuhan mereka. Mereka disebut anak-anak dara, sebab mereka  menganut i m a n  yang murni.”Positive Christian Living, pp. 406, 407.

Gereja MAHK sejak dari mula berdirinya dalam tahun 1844 yang lalu, terdiri dari hanya orang-orang yang masuk kategori anak-anak dara yang bijaksana saja. Mereka disebut anak-anak dara sebab mereka menganut iman yang murni. Dan mereka kemudian telah masuk dalam kategori anak-anak dara yang bijaksana, sebab mereka dengan penuh pengertian yang meyakinkan telah menunggu Tuhan mereka.

Jika sidang Jemaat Laodikea berdiri dalam tahun 1844, maka malaikat sidangnya sebagai Organisasi General Conference of SDA baharu dilahirkan dalam tahun 1863. Hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut :               

“Allah memiliki sebuah sidang, maka sidang itu memiliki sebuah dinas pelayanan pilihan Ilahi (a divinely appointed ministry). ‘Maka ia memberikan sebagian orang rasul-rasul, dan sebagian orang nabi–nabi, dan sebagian orang penginjil-penginjil, dan sebagian orang gembala-gembala dan guru-guru; untuk melengkapi umat kesucian bagi tugas melayani, untuk membangun tubuh Kristus, sampai kita semua masuk dalam kesatuan iman, dan pengetahuan akan Anak Allah, menjadi manusia yang sempurna sesuai ukuran kedewasaan Kristus."  -- Testimonies to Ministers, p. 52.  

Jadi, perlu sekali diketahui, bahwa yang melahirkan malaikat sidang Jemaat Laodikea ke dunia ini dalam tahun 1863 yang lalu adalah Sidang Jemaat Laodikea. Bukan sebaliknya. Sementara itu sidang jemaat Laodikea sebagai “sidang Tuhan”, iaitu juga merupakan “benteng pertahanan” milik Allah di bumi ini. Oleh sebab itu, maka sidang jemaat Laodikea sebagai benteng pertahanan Tuhan Allah di bumi b e l u m  p e r n a h  jatuh, dan tidak akan pernah lagi jatuh semenjak dari pertama kali berdirinya dalam tahun 1844 yang lalu. 

Bagaimana sidang jemaat Laodikea
 dari lima anak dara yang bijaksana kembali menjadi sepuluh anak dara : lima bijaksana dan lima bodoh.

Setelah sekian tahun lamanya Sidang Jemaat Laodikea dan malaikat sidang jemaatnya b e b a s  dari pengaruh lima anak darah yang bodoh di dalamnya, maka semenjak dari pertemuan General Conference tahun 1888 di Minneapolis yang gagal itu,   lima anak dara yang bodoh kembali menyusup masuk ke tengah-tengah mereka. Akibatnya, maka Sidang Jemaat Laodikea  kembali terdiri dari Sepuluh Anak Dara.

Sekalipun demikian, identitas dari kedua kelas anak-anak dara itu masih sangat kabur, sehingga belum tampak jelas perbedaan di antara mereka. Untuk itulah, maka hamba Tuhan Nyonya White sudah harus mengeluarkan seruan kepada mereka untuk membangun dan reformasi. Seruan itulah yang dituangkannya di dalam lembaran resmi Review and Herald, February 25, 1902 yang antara lainnya berbunyi sebagai berikut :

Panggilan Bagi Suatu Pembangunan
dan Reformasi Rohani
(Review & Herald, February 25, 1902)

“Saya diperintahkan untuk mengatakan bahwa semua perkataan ini adalah berlaku bagi gereja-gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam kondisi mereka yang sekarang. Kasih Allah sudah hilang, dan ini berarti tidak ada terdapat kasih di antara sesamanya. Sifat mementingkan diri, sifat mementingkan diri, sifat mementingkan diri sedang dipelihara, dan sedang berjuang bagi keunggulan. Berapa lamakah hal ini akan terus berlangsung ? Tanpa terdapat sesuatu pertobatan  kembali, maka segera akan terjadi suatu kegagalan peribadatan yang sedemikian rupa, sehingga sidang akan dilambangkan oleh sebatang pokok ara yang tidak berbuah. Terang besar telah dikaruniakan kepadanya. Ia telah memperoleh kesempatan yang luas untuk berbuah. Tetapi sifat mementingkan diri telah masuk, maka Allah berfirman : ‘Aku ……… akan memindahkan kakidianmu daripada tempatnya, terkecuali engkau bertobat.’ ………………………………………………..
……………………………………………………………

“Terhadap para pendeta dan umat, Allah menyampaikan tuduhan berat karena kelemahan rohani, kata-Nya: ‘Aku tahu segala perbuatanmu bahwa engkau adalah dingin tidak hangatpun tidak; Aku ingin engkau dingin atau hangat. Sebab itu karena engkau adalah s u a m, dan dingin tidak hangatpun tidak, maka Aku akan meludahkan engkau keluar dari mulut-Ku. Sebab engkau mengatakan: Aku kaya, dan telah melimpah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, padahal tidak engkau ketahui bahwa engkau adalah orang yang malang dan sengsara, dan miskin, dan buta dan bertelanjang. Aku menasehatkan kamu supaya membeli kepada-Ku emas yang teruji di dalam api supaya engkau menjadi kaya; dan pakaian putih supaya engkau berpakaian dan supaya malu ketelanjanganmu tidak tampak, dan supaya menggosok matamu dengan salp mata supaya engkau dapat melihat.

“Allah menyerukan suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak terlaksana, maka mereka yang suam itu akan terus bertumbuh makin menjijikkan di hadapan Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.”

“Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua hal yang berbeda. Pembangunan berarti suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani.  Reformasi berarti suatu r e – organisasi, suatu perubahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan. Reformasi tidak akan mengeluarkan buah pembenaran yang baik tanpa iaitu dikaitkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugasnya yang t e l a h  d i t e n t u k a n, maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung.“  …………………..dst.nya !

*****

Hamba Tuhan Ny. White meninggal dunia dalam tahun 1915. Sementara itu seruan pembangunan dan reformasinya itu sama sekali b e l u m direalisasikan. Jadi, bagaimanakah selanjutnya ? Karena sampai dengan kematiannya seruan pembangunan dan reformasi itu belum juga terlaksana, maka General Conference of SDA dan semua pengikutnya tampaknya sudah lupa. Sementara itu kerohanian mereka makin hari makin merosot saja. Oleh sebab itu setelah datang hamba Tuhan Houteff dengan pekabaran Tongkat Gembalanya untuk menghidupkan kembali seruan pembangunan dan reformasi itu sejak tahun 1929 yang lalu, maka pekabaran Tongkat Gembalanya itu lalu ditolak dan hamba Tuhan Houteff sendiri kemudian dipecat dari keanggotaan gerejanya. 

Tandailah dengan saksama tugas dari misi nabi Houteff di bawah ini, yaitu menghidupkan semua petunjuk dari seruan pemba-ngunan dan reformasi itu sebagaimana  di bawah ini:


Pembangunan,  artinya :

1.

Suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani

]

Bersifat pribadi

2.

Suatu kebangkitan kuasa pikiran dan hati

3.

Suatu kebangkitan dari mati rohani

 

Reformasi,  artinya :

1.

Suatu  r e – o r g a n i s a s i

]

Bersifat organisasi

2.

Suatu perubahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan

Seruan pembangunan itu telah menghasilkan pekabaran Tongkat Gembala, yang kemudian telah bergabung dengan Roh Nubuatan dari Ny. White ke dalam ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10.  Baca Early Writings, p. 277. Sedangkan seruan reformasi itu mewajibkan Houteff untuk mere-organisasikan kembali Organisasi General Conference of SDA menjadi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, USA. sesuai buku KEIMMAMATAN DAVIDIAN MAHK.

Jadi, setelah selesai pekerjaan re-organisasi Organisasi General Conference of SDA di Waco, Texas, USA, maka hamba Tuhan Houteff dan para pengikutnya mulai menempati markas besar baru mereka di sana, terhitung sejak tahun 1935. Dan semenjak itulah sidang jemat Laodikea kembali terbagi dua : (1) General Conference of SDA berikut semua pengikut setianya sebagai kelas lima anak dara yang bodoh di satu pihak, dan (2) hamba Tuhan Houteff berikut semua umat reformasinya sebagai kelas dari lima anak dara yang bijaksana, semua mereka bermarkas besarnya di Waco. Texas, USA, di lain pihak.

Perhatian : Inilah satu-satunya “pembangunan dan reformasi” yang diajarkan di dalam ROH NUBUATAN. Dicetuskan pertama sekali oleh nabi Nyonya White, dan direalisasikan kemudian oleh nabi Victor T. Houteff.  Seruan pembangunan dan reformasi itulah yang telah melahirkan umat Laodikea yang bereformasi dengan nama “Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh.”

Bagaimana kelima anak dara
 yang bijaksana itu akan kembali terpecah dua

Karena mereka 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang adalah anak-anak dara, yang tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita, yang melambangkan Gereja-Gereja Babil yang cemar di luar, maka mereka itu tak dapat tiada harus berasal dari hanya Gereja MAHK saja, dari antara anak-anak dara yang bijaksana itu saja. Untuk itu marilah kita meneliti kembali bagaimana Yahya pewahyu sejak mulanya telah memperinci bagi kita ciri-ciri dari mereka 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang sebagai berikut :

“Maka aku tampak, dan heran, seekor anak domba berdiri di Gunung Sion, dan bersama dengan-Nya mereka yang 144.000 itu, yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi-dahi mereka ………………………………. Inilah mereka itu yang tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita; karena mereka adalah anak-anak dara. Inilah mereka itu yang mengikuti Anak Domba itu kemana saja Ia pergi. Mereka ini ditebus dari antara manusia, merupakan buah-buah pertama bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka tidak didapati  t i p u : karena mereka adalah tanpa salah di hadapan tahta Allah.”Wahyu 14 : 1, 4, 5. 

Seratus empat puluh empat ribu umat pilihan Allah yang akan datang itu tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita, artinya, mereka itu bukan berasal dari Gereja-Gereja Kristen Babil yang cemar di luar. Wanita = Gereja. Gereja-Gereja itu dinyatakan cemar, sebab hanya namanya saja “Kristen”, namun semua doktrin dan firman kebenarannya diciptakannya sendiri. Mereka itulah yang dinubuatkan pada buku Jesaya 4 : 1. Sekalipun Sidang Jemaat Laodikea sudah juga tercemar oleh dosa-dosa yang sama yang dinubuatkan oleh nabi Jesaya 4 : 1 itu, namun khusus dalam hal ini ia telah diumpamakan dengan 10 anak dara, yang di dalamnya terdapat lima anak dara yang bodoh dan cemar itu.

Karena mereka 144.000 itu adalah anak-anak dara, maka mereka itu tak dapat tiada berasal dari kelima anak dara yang bijaksana saja. Namun karena di antara anak-anak dara yang bijaksana itupun masih juga terdapat tipu di dalam mulut mereka, sementara mereka 144.000 itu adalah tanpa salah di hadapan tahta Allah, maka ini berarti semua anak-anak dara bijaksana pengikut nabi Houteff itupun masih perlu disaring kembali. 

Penyaringan itu ternyata belum pernah terjadi selama di bawah kepemimpinan nabi Houteff di Markas Besarnya di Waco, Texas, sebab selama itu semua umat Davidian masih bersatu dengan kokoh. Bahkan dunia mengakui bahwa selama Houteff masih hidup, maka hanya dikenal di dunia ini  ada s a t u Persekutuan Umum Davidian MAHK, s a t u umat dengan doktrin kebenaran firmannya yang sama, dan hanya ada s a t u lokasi dari Pusat Pekabaran Tongkat Gembala di Waco, Texas, USA. Ini berarti, sampai dengan akhir kepemimpinan hamba Tuhan Houteff di dunia ini, kelima anak dara yang bijaksana itu masih murni iman mereka, seluruh ajaran Tongkat Gembala itu masih utuh kebenarannya, sehingga belum ada seorangpun dari mereka itu terlibat dalam dosa karena memiliki t i p u  di dalam mulut.

Sesudah tahun 1955 setelah hamba
Tuhan Houteff meninggal dunia

Adanya tipu di dalam mulut dari sebagian anak-anak dara yang bijaksana itu tak dapat tiada baharu akan tampak sesudah tahun 1955, sesudah hamba Tuhan Houteff yang mewakili Jesus sebagai Pemilik kebun anggur itu meninggal dunia. Itulah sebabnya, maka semua kegiatan umat Davidian sesudah tahun 1955 hendaknya dapat dipantau dengan saksama.

Perlu sekali diketahui, bahwa sampai dengan kematian Houteff dalam tahun 1955 Sidang Jemaat Laodikea masih terdiri dari hanya dua kelas umat, yaitu : (1) mereka dari kelas lima anak  dara yang bijaksana atau kelas “g a n d u m” itu pada pihak hamba Tuhan Houteff dan Markas Besarnya Davidian MAHK di Waco, Texas, dan (2) kelima anak dara yang bodoh atau kelas “l a l a n g”  yang melambangkan General Conference of SDA dan para pengikut setianya. 

Tetapi secepatnya setelah hamba Tuhan yang sederhana itu meninggal dunia dalam tahun 1955, maka telah berdiri beberapa Pusat Gunung Karmel di Amerika Serikat, yang menamakan dirinya General Association of Davidian SDA. Mereka itu pada waktu ini adalah: a. Branch Davidian SDA di Elk, Texas, b. General Association of Davidian SDA di Salem, Carolina Selatan, c. Gen. Association of Davidian SDA di Mountaindale, New York, d. General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, di lokasinya yang semula. Dan mungkin masih ada lagi yang lain-lainnya. Semua mereka itu tidak lagi sama pemahamannya pada ajaran Tongkat Gembala dari nabi Houteff.

Namun karena pekabaran Tongkat Gembala dan jurukabarnya Houteff sampai dengan kematiannya dalam tahun 1955 hanya mengakui Organisasi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, sebagai satu-satunya Organisasi General Conference of SDA yang sudah dire-organisir kembali sesuai seruan pembangunan dan reformasi rohani dari Nyonya White tertanggal 25 Pebruari 1902 yang lalu, maka organisasi-organisasi Pusat Davidian SDA yang disebut di atas itu agar supaya tidak perlu lagi dihiraukan. Kita supaya memusatkan perhatian kita pada Organisasi dari General Association of Davidian SDA yang di Waco, Texas, itu saja sesuai nasibnya yang telah dinubuatkan, dan sesuai yang pernah diramalkan sendiri oleh Nyonya White dan nabi Houteff sebelum kematian mereka yang lalu.  

(1)    Dari nubuatan Zakharia 13 : 7 yang berbunyi :

“Bangkitlah hai pedang, melawan gembalaku, dan melawan orang itu yaitu rekanku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, bunuhlah gembala itu, maka domba-domba itu akan tercerai-berai : maka aku akan mengalihkan tanganku ke atas mereka yang kecil-kecil.” – Zakharia 13 : 7.

Organisasi General Association of DSDA itu terdiri dari asosiasi-asosiasi yang kecil - kecil yang banyak sekali di seluruh dunia. Mereka itulah yang dinubuatkan sebagai “mereka yang kecil-kecil” itu. Sedangkan mereka yang besar-besar ialah Organisasi-Organisasi Pusat Davidian yang didirikan setelah Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955. Melalui nubuatan Zakharia di atas kepada kita Tuhan  berjanji, bahwa apabila hamba-Nya meninggal dunia, Dia akan menaruh tangan-Nya atas “mereka yang kecil-kecil”, artinya, Jesus sudah akan mengendalikan sendiri kita melalui hamba-hamba pilihan-Nya sampai kelak kita akan sepakat, sehati dan sepikir dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Artinya, sampai kelak kita semua masuk dalam rombongan 144.000 umat kesucian pilihan yang akan datang.

(2)    Dari ucapan Nyonya White berikut ini :

“Allah akan membangunkan umat-Nya; jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang bertentangan akan masuk di antara mereka, yang akan m e n y a r i n g  mereka itu, m e m i s a h k a n  s e k a m  daripada  g a n d u m. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. Terang yang bernilai mahal sudah datang, yang sesuai bagi waktu ini.”Testimonies, vol. 5, p. 707.

Perlu sekali diketahui, bahwa pemisahan gandum daripada lalang adalah sama dengan pemisahan kelas anak-anak dara yang bijaksana daripada kelas anak-anak dara yang bodoh. Dan ini terjadi semenjak dari kedatangan hamba Tuhan Houteff dengan pekabaran Tongkat Gembalanya di dalam sidang jemaat Laodikea. Jadi, kebenaran dari pekabaran Tongkat Gembala itulah yang telah memisahkan anak-anak dara yang bijaksana itu daripada rekan-rekan mereka yang bodoh di dalam sidang jemaat Laodikea yang sama.

Tetapi pemisahan gandum daripada “s e k a m” itu terjadi di dalam tubuh umat Davidian sendiri, di dalam kelompok    anak-anak dara yang bijaksana itu saja. Namun karena pemisahan itu belum pernah jadi selama nabi Houteff masih hidup, maka iaitu tak dapat tiada harus jadi sesudah tahun 1955, sesudah hamba Tuhan yang sederhana itu meninggal dunia.  

Jadi, berbagai faham yang saling bertentangan itu akan masuk di antara semua umat Davidian yang telah ditinggal mati Houteff semenjak dari tahun 1955 yang lalu.  

Terang yang bernilai mahal itu
 sudah datang, yang sesuai bagi waktu ini

Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan : 

“Allah akan membangunkan umat-Nya; jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang bertentangan akan masuk di antara mereka, yang akan m e n y a r i n g  mereka itu,  m e m i s a h k a n  s e k a m  daripada  g a n d u m. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. Terang yang bernilai mahal sudah datang, yang sesuai bagi waktu ini.Testimonies, vol. 5, p. 707.

Umat Tuhan di zaman Ny. White belum pernah terbagi ke dalam dua kelas. Baharu di zaman nabi Houteff umat Tuhan terbagi ke dalam dua kelas : kelas gandum di pihak Houteff dan kelas lalang di pihak General Conference dan para pendetanya. Pekabaran Tongkat Gembala itulah yang telah membagi umat Laodikea ke dalam dua kelas umat di zaman Houteff.

Tetapi untuk memisahkan kita umat Davidian daripada kelas “s e - k a m” di waktu ini, kita ternyata memerlukan sesuatu terang yang bernilai mahal, yang mungkin sekali belum pernah dikenal di zaman Ny. White maupun Houteff. Perihal terang itu sejak jauh-jauh hari sebelumnya Nyonya White sudah menamakannya  : “TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU SUDAH DATANG, YANG SESUAI BAGI WAKTU INI.”

Karena Terang itu “sesuai bagi w a k t u  i n i” , maka terang itu harus mampu membuat kita sepakat, sehati dan sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama, karena inilah ciri-ciri dari mereka 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang. Jadi, terang yang manakah itu ?  Sepintas lalu orang akan menjawab bahwa itulah ROH NUBUATAN, gabungan dari pekabaran Tongkat Gembala dari Houteff dengan pekabaran Roh Nubuatan dari Nyonya White. Namun karena kedua hamba Allah itu sendiri sudah lebih dulu meninggal dunia sebelum bagian-bagian pekabaran (passages) dari ROH NUBUATAN di dalam mangkok emas dari Zakharia pasal 4 diinterpretasikan bagi kita, maka jelaslah bahwa TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU YANG SESUAI BAGI WAKTU INI tak dapat tiada dimaksudkan kepada semua hasil karya tulis dari guru-guru tongkat gembala pilihan Ilahi, yang menginterpretasikan bagian-bagian pekabaran dari ROH NUBUATAN di dalam mangkok emas itu bagi kita, yang akan benar-benar sesuai bagi waktu ini. Artinya, terang itu sesungguhnya belum pernah terungkap di zaman kedua hamba Allah yang sudah meninggal dunia itu. Untuk itulah, maka hamba Tuhan Houteff sudah lebih dulu menginformasikannya kepada kita sebagai berikut :

“……………….sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian MAHK), k a m i (bukan nabi) harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu  b a g i a n – b a g i a n  pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Jesaya 52 : 8).” – Fundamental Beliefs of the Davidian SDA, p. 27.  

Ucapan hamba Tuhan Houteff di atas baharu berlaku sesudah kematiannya, sesudah tahun 1955, bahkan sekarang inilah ucapan kata-kata itu supaya benar-benar diperhatikan. 

Jadi, TERANG YANG BERNILAI MAHAL YANG SESUAI BAGI WAKTU INI itu tak dapat tiada dimaksudkan kepada berbagai hasil interpretasi dari para guru Tongkat Gembala (pilihan Ilahi) terhadap bagian-bagian pekabaran dari seluruh ROH NUBUATAN yang ada di dalam mangkok emas dari Zakharia pasal 4.  

Oleh sebab itu, maka kenalilah guru-guru pilihan Ilahi itu melalui berbagai hasil karya tulis mereka, dan bukan oleh Organisasi Markas Besar mereka di Amerika Serikat atau pun dimana saja. Karena mereka itu adalah b u k a n guru-guru pilihan Organisasi, melainkan adalah pilihan Ilahi yang dedikasinya kepada tugas penyelamatan umat adalah tanpa melalui tumpangan tangan di depan umum orang banyak. Demikian inilah yang diajarkan kepada kita oleh hamba Tuhan Nyonya White di dalam bukunya : The Acts of the Apostles, hal. 110.

 Kapan dan bagaimana
mengidentifikasi  s e k a m – s e k a m itu ?

Dari semua pembahasan di atas kiranya sudah dapat dipahami, bahwa sekam itu tidak sama dengan lalang. Pemisahan lalang daripada gandum belum pernah ada di zaman Nyonya White. Pemisahan itu baharu terjadi di masa hidupnya hamba Tuhan Houteff. Jadi, umat Laodikea di zaman nabi Houteff terdiri dari (a). Mereka yang masuk kategori gandum atau anak-anak dara yang bijaksana di bawah kepemimpinan nabi Houteff, di satu pihak dan (b). mereka yang masuk kategori lalang di bawah Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea dan pendeta-pendetanya di lain pihak.

Tetapi setelah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955, maka mereka yang masuk kategori gandum atau anak-anak dara yang bijaksana itu ternyata kembali pecah dua : (1) mereka yang benar-benar gandum murni melambangkan calon-calon 144.000 umat kesucian yang akan datang di satu pihak, dan (2) mereka yang memiliki tipu di dalam mulutnya, akan masuk kategori “s e k a m” di lain pihak. Hanya ada dua pihak umat Davidian MAHK di waktu ini. Tidak ada lagi yang lain. Tetapi siapakah mereka itu yang terlibat dosa karena menambah-nambah dan mengurang-ngurang yang dinubuatkan pada Wahyu 22 : 18, 19 ? 

Karena hanya umat Davidian yang mampu mengungkapkan semua nubuatan Alkitab termasuk buku Wahyu yang sangat misterius itu di akhir zaman ini, maka tak dapat tiada merekalah yang akan terlibat dalam dosa karena menambah-nambah atau mengurang-ngurang yang dinubuatkan itu. Tidak mungkin lagi orang lain. Jadi, karena hanya guru-guru pilihan Ilahi yang dedikasinya ke dalam tugas tanpa melalui tumpangan tangan (Baca : The Acts of the Apostles, p. 110) yang akan mengajar di bawah terang dari Tongkat bagian-bagian pekabaran itu, yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan, dan karena semua hasil interpretasi dari guru-guru pilihan Ilahi itulah yang selalu ditolak oleh mereka yang masuk kategori sekam di atas, maka akibatnya justru Davidian-Davidian sekam itulah yang pasti sudah akan terlibat dalam dosa karena menambah-nambah ataupun mengurang-ngurangi itu. Dan mereka itulah yang memiliki tipu di dalam mulutnya.

Davidian-Davidian sekam di atas itu sesungguhnya tidak mampu berbuat apa-apa, sebab mereka itu adalah bukan guru-guru pilihan Ilahi. Mereka itu adalah justru guru-guru dan pendeta-pendeta pilihan Organisasi yang dedikasinya ke dalam tugas selalu didahului oleh upacara pelantikan yang resmi di depan umum melalui tumpangan tangan.

Jadi, sekalipun mereka itu tidak berbuat apa-apa, bahkan tidak berani menciptakan apapun yang baru untuk menghindari dosa dari Wahyu 22 : 18, 19 itu, namun karena mereka terus menentang dan menolak “TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU YANG SESUAI BAGI WAKTU INI”, maka semua mereka itu sudah akan terlibat dalam dosa melawan Terang yang tak terampuni lagi, baik di waktu ini maupun di dalam dunia yang akan datang.

Akibat daripada menolak TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU, maka kebenaran Tongkat Gembala yang ada pada mereka tanpa sengaja telah ditambah-tambahi ataupun dikurang-kurangi, bahkan sudah akan terus direkayasa sedemikian rupa supaya berbeda daripada TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU YANG SESUAI BAGI WAKTU INI.

Itulah sebabnya mereka tidak mau mngakui adanya dua kelas umat di dalam Davidian MAHK, yang terdiri dari gandum dan sekam, sebab bagi mereka sekam itu sama saja dengan lalang, yang melambangkan General Conference of SDA dan para pengikut setianya. Itulah pula sebabnya, maka mereka berpegang teguh, bahwa nubuatan Zakharia 13 : 6 dan 7 itu sudah digenapi di zaman Jesus di Palestina yang lalu, dan sudah selesai. Sekalipun tidak disangkalnya, bahwa nubuatan Zakharia termasuk pasalnya yang ke-13 di atas berlaku justru bagi akhir zaman ini.

Sesungguhnya masih banyak lagi yang dapat diungkapkan di sini, namun waktu dan kesempatan yang terbatas, maka para pembaca dipersilahkan untuk mengikuti saja melalui tulisan-tulisan kami yang lainnya.

P e n u t u p

“TERANG YANG BERNILAI
MAHAL ITU SUDAH DATANG YANG SESUAI BAGI WAKTU INI” 

“Allah akan membangunkan umat-Nya; jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang bertentangan akan masuk di antara mereka, yang  akan  m e n y a r i n g   mereka  itu,  m e m i s a h - k a n  s e k a m  daripada  g a n d u m. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. Terang yang bernilai mahal sudah datang, yang sesuai bagi waktu ini.Testimonies, vol. 5, p. 707.

Sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, maka semua umat Allah di dunia kini pada umumnya berada dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil. Dengan hanya Alkitab, Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala sebagai landasan iman, mereka kini bertahan sambil menunggu hari kelepasannya yang akan datang. Kapan tepatnya hari kelepasan itu juga belum jelas. Bahkan itupun masih terus dipersengketakan sampai kepada hari ini.

Sesungguhnya masih banyak lagi yang masih dipersengketakan, tetapi kepada siapakah dapat kita memperoleh jalan keluarnya ? Untuk itu Yahya Pewahyu sejak jauh-jauh hari sebelumnya sudah memperingatkan :

“Berbahagialah d i a yang membaca, dan m e r e k a  yang mendengar segala perkataan dari nubuatan ini, dan mematuhi perkara-perkara itu yang terkandung di dalamnya, karena waktu itu sudah dekat.”Wahyu 1 : 3.

Masing-masing kita harus membaca sendiri-sendiri Alkitab, Roh Nubuatan, dan Tongkat Gembala, sebab para penulisnya sudah semuanya meninggal dunia. Namun membaca saja belum cukup, sebab ternyata masih ada lagi TERANG YANG BERNILAI MAHAL YANG SESUAI BAGI WAKTU INI yang perlu dicarikan kepada hamba-hamba pilihan Allah yang masih hidup.

Karena Terang Yang Bernilai Mahal itu baharu muncul sekarang, maka sesudah membaca sendiri-sendiri,  k i t a  selanjutnya  harus mendengar kepada hamba-hamba pilihan Allah yang masih hidup. Mereka itu tidak gampang dikenal, namun tanpa mereka itu dengan berbagai karya tulisnya yang sedang menerangi di waktu ini kita tidak akan pernah berbahagia di depan.

Ingatlah, bahwa h a n y a oleh Terang yang bernilai mahal itu, maka kita semua akan dibuat sepakat, sehati dan sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Baharulah pantas bagi kita untuk masuk ke dalam rombongan 144.000 umat kesucian pilihan Allah yang akan datang.

*******