Hanya Para Penganggur
Dari Pasar Sidang Jemaat Laodikea yang akan dipekerjakan di dalam kebun anggur bumi dalam tahun 2027 yang akan datang




 
Pendahuluan

Kita harus mengerti, bahwa pekabaran Tongkat Gembala itu b u-   k a n  mempersiapkan kita untuk langsung menyambut Jesus pada kedatangan-Nya yang kedua kali untuk langsung dibawa ke sorga. Sekali-kali tidak. Pekabaran itu justru mempersiapkan kita untuk membangun sebuah kerajaan sorga di Palestina yang terdiri dari 144.000 warga kerajaan itu yang pertama dan yang utama.

Sidang Jemaat Laodikea atau Gereja MAHK dengan jumlah keanggotaannya yang baharu hanya sekitar 15 juta jiwa di waktu ini, sesungguhnya masih jauh daripada jumlah seluruh umat manusia yang mau Tuhan selamatkan dari bumi ini sebelum masa kasihan berakhir di depan. Apalagi setelah malaikat sidang jemaatnya atau Organisasi General Conference of SDA diludahkan keluar dari mulut Jesus dalam tahun 1935 sampai kepada hari ini, besarnya jumlah umat Allah sejak itu sesungguhnya tidak banyak lagi bertambah, sekalipun jumlah keanggotaan mereka masih terus meningkat dengan pesatnya. Itulah sebabnya,  maka Nyonya White sebagai Pendiri Sidang Jemaat Laodikea sejak dari mulanya sudah memperingatkan :  

“Adalah merupakan penegasan yang serius yang ku buat kepada sidang, bahwa b e l u m   a d a   s a t u  d i   a n t a r a    d u a  p u l u h  nama yang terdaftar pada buku-buku sidang yang siap untuk mengakhiri sejarah bumi mereka, dan mereka benar-benar akan jadi bagaikan tanpa Allah dan tanpa harapan di dunia ini sebagai orang berdosa biasa. Mereka mengaku sedang berbakti kepada Allah, namun mereka sedang lebih bersunggguh-sungguh melayani mammon. Pekerjaan yang setengah-setengah ini adalah sama dengan suatu perbuatan menyangkal Kristus yang tetap, dan bukan sebuah pengakuan terhadap Kristus. ………….”General Conference Bulletin, 1893, pp. 132, 133 (Christian Service, p. 41).

Untuk itulah, maka Pekabaran atau Doktrin Tongkat Gembala itu juga akan merupakan Pekabaran dari Panggilan Jam Ke-11, yaitu sebuah pekabaran atau doktrin Alkitab yang berfungsi mengumpulkan mereka 144.000 orang-orang pilihan Allah itu sebagai buah-buah pertama dari dalam sidang jemaat Laodikea, yang kelak akan menyelesaikan missi penyelamatan jiwa-jiwa dari buah-buah kedua ke seluruh muka bumi pada akhir masa kasihan yang akan datang.

Karena sidang jemaat Laodikea adalah sidang jemaat yang terakhir di akhir sejarah dunia sekarang ini, maka d i a l a h  yang tak dapat tiada harus menyelesaikan seluruh pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa itu ke seluruh muka bumi ini. Namun karena kondisi kerohaniannya yang digambarkan oleh nabi Pendiri Sidang  Jemaat  itu di atas, maka tak dapat tiada akan hanya 144.000 orang saja yang akan dipilih bagi tugas itu. Untuk itulah, maka sebagaimana TONGKAT GEMBALA dari Musa telah  berhasil membawa Israel yang sisa memasuki tanah Perjanjian yang lalu, maka dalam perjalanan Exodus kedua kita umat Israel akhir zaman sekarang ini, TONGKAT GEMBALA itu juga sebagai sebuah pekabaran akan kelak berhasil menghantarkan 144.000 Israel yang sisa memasuki Tanah  Palestina pada  tahun 2027 yang akan datang.

Dalam masa penuaian sekarang ini

Di dalam Injil Matius 20 : 1 – 16 telah diceriterakan kepada kita sebuah perumpamaan perihal bagaimana bumi ini sebagai sebuah kebun anggur yang luas harus dituai dalam beberapa kali penuaian semenjak dari pagi-pagi sekali. Karena kita kini hidup di akhir zaman, maka tinggal lagi saja dua penuaian yang harus diselesaikan : yaitu penuaian buah-buah pertama mereka 144.000 umat pilihan itu dari dalam sidang jemaat Laodikea, dan kemudian penuaian buah-buah kedua dari seluruh bumi, yang kelak tidak terhitung banyaknya.

Karena hanya tinggal satu pekabaran lagi, yaitu Pekabaran Tongkat Gembala dengan nabinya yang terakhir, Sdr. Victor T. Houteff, yang telah menggabungkan semua ajaran Alkitab berikut seluruh interpretasinya ke dalam ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10,  atau Mangkok Emas dari nubuatan Zakharia pasal 4, maka ROH NUBUATAN itu juga yang tak dapat tiada akan melambangkan PANGGILAN JAM KE-SEBELAS dari perumpamaan Jesus pada Matius 20 : 1 – 16 di atas.

Karena semua rahasia Allah yang diungkapkan oleh para nabi akhir zaman yang dinubuatkan pada Amos 3 : 7 itu, sudah akan selengkapnya terungkap di dalam sidang jemaat Laodikea, maka sekaliannya itu juga yang tak dapat tiada akan ditemukan di dalam ROH NUBUATAN itu saja.

Dari nubuatan nabi Jesaya yang juga sedang digenapi sekarang ini, Tuhan berfirman :

“Karena oleh a p i dan oleh p e d a n g – N y a Tuhan akan menghimbau semua manusia, maka mereka yang dibunuh Tuhan itu kelak akan banyak sekali. Mereka yang mempersucikan diri dan membersihkan diri di dalam taman-taman di belakang sebuah pohon kayu di tengah-tengahnya, yang makan daging babi dan berbagai makanan haram dan tikus, akan kelak dibinasakan sama sekali. Demikianlah firman Tuhan.”Jesaya 66 : 16 – 17

Karena nubuatan Jesaya inipun sudah akan terungkap pengertiannya di dalam ROH NUBUATAN bagi sidang jemaat Laodikea di akhir zaman sekarang ini, maka hendaklah dipahami, bahwa  :
                      a p i     =    Roh Suci atau Roh Kebenaran
                     Pedang  =    Firman Allah dari ROH NUBUATAN
        Semua manusia   =    Semua umat sidang jemaat Laodikea
         Taman-taman    =    Gedung-Gedung Gereja
               Pohon kayu  =    Pemimpin / Pendeta
  Daging babi dsbnya   =    Sesuai ajaran Reformasi Kesehatan
                                       tahun 1863 semua makanan hewani
                                       sudah seluruhnya diharamkan dan       
                                       masuk kategori babi, tikus dll.

Kita harus faham, bahwa oleh Roh Kebenaran dan melalui ROH NUBUATAN kita kini sedang dihimbau / atau tegasnya dituai untuk masuk ke dalam 144.000 buah-buah pertama itu.  Sesudah itu semuanya yang lain akan dibantai. Pembantaian  inilah yang juga telah dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9.

AJARAN TONGKAT GEMBALA
 s a m a  d e n g a n
SERUAN PANGGILAN JAM KE-SEBELAS

Jika melalui nubuatan Jesaya di atas, maka oleh “a p i“ dan “P e d a n g” Tuhan menghimbau kepada semua manusia dari sidang jemaat Laodikea-Nya, maka melalui “Seruan Panggilan Jam Ke-sebelas“ orang-orang yang akan dipanggil itu sudah akan lebih dibatasi lagi. Artinya, hanya para penganggur di Pasar Sidang Jemaat Laodikea yang dipanggil. Mereka yang bukan penganggur di Pasar Sidang Jemaat Laodikea tidak perlu lagi menyambut seruan panggilan jam ke-sebelas itu. Sebab pasti tidak akan terpilih. Hendaklah selalu diingat, bahwa sekalipun banyak yang terpanggil, namun akan sedikit saja yang kelak terpilih. Demikianlah yang telah diucapkan oleh Jesus sendiri. Baca : Matius 20 : 16.

Nabi Victor T. Houteff adalah yang pertama sekali dipanggil dari Pasar Sidang Jemaat Laodikea. Dia kemudian telah ditugaskan mewakili Jesus sebagai Pemilik Kebun Anggur di bumi ini, yaitu sidang jemaat Laodikea. Dan dia juga yang telah memanggil rekan-rekan penganggurnya yang lain, lalu bersama-sama mereka mere-organisasikan kembali Organisasi General Conference of SDA menjadi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, USA, sesuai seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani dari hamba Tuhan Nyonya White pada Review and Herald tertanggal February 25, 1902.

Tetapi setelah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955, maka tampak jelas bahwa JESUS sebagai  Pemilik Kebun anggur tidak lagi berkenan untuk diwakili, baik oleh Organisasi General Conference of SDA yang sudah direorganisasikan kembali, menjadi General Association of Davidian SDA  di Waco, Texas, USA  itu, maupun oleh seseorang nabi pilihan-Nya yang lain. Dari nubuatan Zakharia 13 : 7 diketahui, bahwa Jesus hendak mengendalikan sendiri semua penganggur di Pasar Sidang Jemaat Laodikea.

Kenalilah dahulu
Pasar-Pasar sidang Jemaat Laodikea yang ada berikut
Para penganggur yang ada di dalamnya

Karena Sidang Jemaat Laodikea meliputi suatu masa periode yang terakhir dari sejarah Wasiat Baru sampai kepada akhir masa kasihan yang akan datang, maka para penganggur itu akan dipanggil dari dua pasar sidang Laodikea yang berbeda, yang sama-sama masih ada di waktu ini. Yang pertama ialah Pasar Sidang Jemaat Laodikea dari Masehi Advent Hari Ketujuh, yang dibangun oleh hamba Tuhan Nyonya White sejak dari mulanya. Dan yang kedua, ialah Pasar Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK yang dibangun oleh hamba Tuhan Victor T. Houteff sejak tahun 1929 sampai kepada kematiannya dalam tahun 1955 yang lalu.

Dari kedua pasar Sidang Jemaat Laodikea itu “di waktu ini” akan dipanggil para penganggur yang masih berada di dalamnya. Jadi, para penganggur itu ialah mereka yang sama sekali tidak lagi terikat oleh sesuatu perjanjian/kontrak kerja dengan Organisasi-Organisasi Sidang Jemaat Laodikea yang bersangkutan.

Jadi, karena ternyata ada dua Organisasi Sidang Jemaat Laodikea di waktu ini : (1) Organisasi Sidang Jemaat Laodikea dari MAHK di satu pihak, dan (2) Organisasi Sidang Jemaat Laodikea yang sudah direorganisir kembali menjadi Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK di lain pihak, maka para penganggur itu akan dipanggil keluar dari kedua pasar sidang jemaat Laodikea itu saja. Tuhan Allah ternyata tidak lagi berkenan pada Organisasi-Organisasi mereka itu untuk mewakili-Nya di akhir dunia ini.

Dari Pekabaran Seruan Panggilan Jam Ke-sebelas itu juga akan diketahui, bahwa setelah kematian hamba-Nya Houteff dalam tahun 1955 yang lalu, maka seruan panggilan jam ke-sebelas itu sudah akan diteruskan oleh guru-guru pilihan Jesus (Baca : Fundamental Beliefs of Davidian SDA, p. 27) yang akan bekerja di bawah kendali dari tangan-Nya sendiri. Ingat Zakariah 13 : 7. Dan apa yang diajarkan oleh guru-guru pilihan Jesus itu di waktu ini akan kelak merupakan TERANG YANG BERNILAI MAHAL YANG SESUAI BAGI WAKTU INI. Inilah yang diucapkan oleh hamba Tuhan Nyonya White di bawah ini : 

“Allah akan membangunkan umat-Nya; jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang bertentangan (heresies) akan masuk di antara mereka, yang akan    m e n y a r i n g  mereka itu,  m e m i s a h k a n  s e k a m  daripada  g a n d u m. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. Terang yang bernilai mahal sudah datang, yang sesuai bagi waktu ini. Itulah kebenaran dari Alkitab, yang menunjukkan berbagai bahaya yang sedang akan menimpa kita. T E R A N G  I N I  (Terang yang bernilai mahal Itu) hendaknya membimbing kita kepada suatu penyelidikan yang tekun terhadap Alkitab, dan suatu pemeriksaan yang saksama terhadap posisi kita sekarang.” – Testimonies, vol. 5, p. 707 – 708.   

Pemisahan gandum daripada lalang itu pertama sekali terjadi di dalam pasar Sidang  Jemaat Laodikea dari MAHK. Tetapi pemisahan Gandum daripada sekam itu akan terjadi hanya di dalam Sidang Jemaat Ladikea dari Davidian MAHK. Jadi, hendaklah dimengerti bahwa ucapan hamba Tuhan Nyonya White di atas tak dapat tiada baharu akan berlaku sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, yaitu sesudah tahun 1955  dan seterusnya.

Hanya 144.000 orang penganggur
yang akan dipekerjakan di kebun anggur bumi
yang akan datang

Hanya 144.000 orang penganggur yang akan terpanggil dan terpilih bagi tugas penuaian buah-buah kedua yang akan datang dari seluruh kebun anggur bumi yang luas. Mereka itulah yang akan keluar ke seluruh muka bumi dalam  kuasa besar dari ROH SUCI HUJAN AKHIR yang akan datang, maka merekalah yang akan menuai di seluruh kebun anggur bumi ini, menghimpun seluruh buah-buah kedua yang tak terhitung banyaknya itu (Baca : Wahyu 7 : 9) baharulah berakhir seluruh upaya penuaian buah-buah bumi  dalam tahun 2031 yang akan datang.  Lalu berakhirlah pula masa kasihan atau masa pengampunan bagi semua umat manusia yang berdosa di bumi ini untuk selama-lamanya. 

Setelah berakhir masa kasihan atau masa pengampunan bagi seluruh penduduk bumi yang masih hidup, maka segera menyusul sesudah itu  H A R I - H A R I  K I A M A T selama 15 bulan lamanya yang akan membalas durhaka kepada semua orang jahat yang telah menolak berbagai tawaran yang telah disampaikan kepada mereka selama 4 (empat) tahun lamanya untuk bertobat, semenjak dari tahun 2027 yang akan datang sampai kepada tahun 2031 saat berakhirnya masa pengampunan yang telah ditawarkan itu. Permasalahan Hari-Hari Kiamat itu akan dibicarakan lagi di lain kesempatan.

Sekalipun demikian, karena hari-hari kiamat itu memakan waktu sebanyak 15 bulan, maka akhir dari sejarah dunia ini sudah akan diketahui jatuh pada kira-kira tahun 2033 yang akan datang.  Dan dalam tahun itulah Jesus sudah akan datang pada kedua kalinya ke bumi ini. “TETAPI AKAN HARI DAN JAMNYA TIDAK SEORANGPUN TAHU. BAHKAN MALAIKAT-MALAIKAT SORGAPUN TIDAK TAHU, MELAINKAN HANYA B A P A   SAJA.” – Matius 24 : 36. Artinya, hari dan jam dari kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang tidak juga diketahui-Nya, sehingga iaitu tidak perlu lagi dicari di dalam Alkitab maupun ROH NUBUATAN yang merupakan KESAKSIAN-NYA itu.
 
Jadi, sekalipun hari dan jam dari kedatangan kedua kali Jesus yang akan datang tidak seorangpun tahu, namun tahun kedatangan-Nya itu tidak mungkin lagi dapat disembunyikan. Ini sudah akan dimengerti, sebab setelah berdirinya Kerajaan Daud di Palestina diketahui jatuh pada tahun 2027, dan setelah diketahui masa kasihan akan berakhir dalam tahun 2031, dan hari-hari kiamat akan memakan waktu 15 bulan, maka dengan sendirinya tahun kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang sudah akan dapat diketahui dengan meyakinkan, sebab ketiga peristiwa itu akan jadi dan digenapi secara berurutan.

Siapakah mereka
penganggur-penganggur  itu yang sebenarnya ?

Victor T. Houteff sejak mulanya telah dipanggil sendiri oleh Jesus untuk mewakili-Nya menyerukan Panggilan Jam Ke-Sebelas di Pasar Sidang Jemaat Laodikea kepada para penganggur di sana. Karena dia juga bertugas untuk mengre-organisasikan Organisasi General Conference of SDA atau Malaikat Sidang Jemaat Laodikea, maka demikian itulah Organisasi General Association of Davidian SDA telah berdiri sejak tahun 1935 di Waco, Texas, USA. Dan pada waktu yang sama itu juga Malaikat Sidang Jemaat Laodikea sudah harus diludahkan keluar dari mulut Jesus, menggenapi nubuatannya di dalam Wahyu 3 : 16.

Umat Laodikea yang sudah celek mata rohaninya sudah dapat melihat sendiri, maka mereka itulah yang telah bergabung dengan Houteff ke dalam Organisasi General Conference of SDA yang sudah direorganisir menjadi General Association of DSDA di Waco, Texas sejak tahun 1935 yang lalu. Untuk sementara tampak jelas bahwa Houteff dan Organisasinya sudah mewakili Jesus menyerukan Panggilan Jam Ke-Sebelas itu di seluruh Pasar Sidang Jemaat Laodikea dari MAHK.

Tetapi setelah ia meninggal dunia, maka telah  masuk di antara mereka berbagai faham yang saling bertentangan. Berarti organisasi mereka itu sudah harus dibubarkan, dan mereka sudah harus kembali menjadi penganggur-penganggur di Pasar Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK. Dengan demikian, maka sudah akan ada 2 (dua) Pasar Sidang Jemaat Laodikea dengan banyak sekali penganggur-penganggurnya di sana, yaitu Pasar Sidang Jemaat Laodikea dari MAHK, dan Pasar Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK. 

Namun karena ternyata sudah berdiri kembali Pusat Gunung Karmel yang baru di lokasinya yang semula di Waco, Texas dalam tahun 1991 untuk melanjutkan missi dari Houteff sebelumnya, dan karena sudah hampir semua pengikut Houteff ternyata sudah bergabung ke sana, maka kita akan bertanya : Siapakah sebenarnya orang-orang yang patut dikategorikan sebagai penganggur-penganggur di Pasar sidang Jemaat Laodikea di waktu ini ?  Untuk itu berpikirlah sebagai berikut :

Sidang Jemaaat Laodikea sejak mulanya dibangun oleh hamba Tuhan Nyonya White, maka semua umat Laodikea adalah umat Allah. Tetapi karena alasan berbagai kebutuhan yang meningkat, maka sejak tahun 1863 Organisasi Malaikat Sidang Jemaatnya telah dibangun oleh Pendirinya Nyonya E. G. White bersama-sama dengan Sidang Jemaat. Jadi, sejak itulah, maka Organisasi General Conference of SDA berikut semua yang terikat dengannya oleh sesuatu kontrak kerja di satu pihak disebut para “pekerja” (worker) ; dan semua umat yang tidak terikat oleh sesuatu kontrak  kerja apapun dengannya disebut “anggota biasa” (laymen). Mereka yang tidak terikat oleh kontrak kerja apapun dengan Organisasi, baik itu Organisasi General Conference of SDA ataupun Organisasi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, atau apapun yang lainnya, mereka itulah yang pantas untuk dikategorikan sebagai “PENGANGGUR-PENGANGGGUR DI PASAR.”
 
Perhatian : Di zaman nabi Houteff semua pengikutnya telah diwajibkan setiap tahun mengisi sesuatu daftar isian, yang melaporkan semua kepatuhan mereka membaca dan mematuhi buku-buku dan bacaan-bacaan yang diwajibkan, membayar uang-uang perpuluhan pertama, kedua dan sebagainya, mematuhi reformasi kesehatan dalam hal makanan, pakaian dan lingkungannya, dan melakukan berbagai kegiatan yang diwajibkan, baharu kepada mereka dapat diberikan kartu keanggotaan DAVIDIAN MAHK. Kewajiban untuk memiliki kartu-kartu Keanggotaan itu kini telah makin ditonjolkan, sehingga tampaknya tidak lagi berbeda daripada sesuatu ikatan kontrak kerja dengan Organisasi-Organisasi Pemberi Kerja pada umumnya.

Setelah kematian hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1955 Organisasi Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, yang seharusnya sudah dibubarkan berikut juga semua persyaratan bagi pemilikan KARTU KEANGGOTAANNYA yang sudah tidak lengkap itu, ternyata kini malahan lebih ditonjolkan seolah-olah telah merupakan persyaratan utama bagi perolehan bubuhan meterai tanda kelepasan mereka 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang. 

Demikian inilah, maka tidak sedikit umat Davidian penganut Kebenaran Sekarang telah melalaikan TERANG YANG BERNILAI MAHAL itu yang ditawarkan kepada mereka oleh guru-guru pilihan Ilahi, hanya karena belum cukup memahami posisi mereka yang sebenarnya sebagai “Penganggur-Penganggur” di Pasar Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK.

K e s i m p u l a n   A k h i r

“Allah akan membangunkan umat-Nya; jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang bertentangan (heresies) akan masuk di antara mereka, yang akan  m e n y a r i n g  mereka itu,  m e m i s a h k a n  s e k a m  daripada  g a n d u m. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. Terang yang bernilai mahal sudah datang, yang sesuai bagi waktu ini. Itulah kebenaran dari Alkitab, yang menunjukkan berbagai bahaya yang sedang akan menimpa kita. T E R A N G  I N I  (Terang yang bernilai mahal Itu) hendaknya membimbing kita kepada suatu penyelidikan yang tekun terhadap Alkitab, dan suatu pemeriksaan yang saksama terhadap posisi kita sekarang.Testimonies, vol. 5, p. 707 – 708.   
 
SAUDARA !  Amatilah dengan saksama ucapan hamba Tuhan Nyonya White di atas. Ucapan itu belum pernah dimengerti di zaman Nyonya White. Bahkan di zaman nabi Houteff pun tidak, sebab ucapan kata-kata itu belum juga digenapi di masa hidupnya;  maka kewajiban untuk mematuhi TERANG YANG BERNILAI MAHAL itu belum juga dikenal oleh Houteff dan pembantu-pembantunya sampai kepada akhir hayat mereka. Artinya,  baharu setelah tahun 1955 sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, baharulah muncul guru-guru pilihan ilahi itu yang sudah akan mengungkapkan bagi kita bagian-bagian dari pekabaran di dalam ROH NUBUATAN, yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan lebih lanjut bagi kita. Baharulah datang TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU YANG SESUAI BAGI WAKTU INI.

Saudara-Saudara para penganggur di Pasar, baik yng masih berada di Pasar Sidang Jemat Laodikea dari MAHK maupun yang sudah berada di Pasar Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK, manfaatkanlah TERANG YANG BERNILAI MAHAL itu, karena itulah PANGGILAN JAM KE-SEBELAS yang akan mempekerjakan Saudara ke dalam Kebun Anggur Bumi sebentar lagi.

 

******