Hal-hal yang perlu diingat
sebelum mulai mempelajari
 ROH NUBUATAN



 

Ada banyak sekali di antara kita, khususnya mereka yang berasal dari generasi muda dan orang-orang yang baharu saja bertobat menggabungkan diri ke dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, pada umumnya belum pernah memiliki pengalaman atau ikut dalam pembahasan-pembahasan nubuatan-nubuatan Alkitab dan berbagai interpretasinya oleh para nabi Wasiat Baru di dalam ROH NUBUATAN. Mereka itu tampaknya baharu hanya mengenal. Alkitab sebagai satu-satunya kitab dari Allah yang asli yang harus dipercayai melebihi semua buku-buku terbitan Gereja yang lainnya dan hanya para pendeta yang harus diharapkan untuk memberikan kepada mereka berbagai penjelasan terhadap Alkitab berikut berbagai rahasia yang terkandung di dalamnya.
 
Dan karena Organisasi dan para pendetanya sendiri sudah tidak lagi berkemampuan untuk mengungkapkan semua rahasia dari Alkitab, sebagaimana yang sudah tersedia di dalam ROH NUBUATAN, maka dapatlah Saudara meyakini sendiri, bahwa para generasi muda kita dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah orang-orang yang paling ragu-ragu di antara kita di dalam Sidang.  Ini akan tampak jelas di dalam setiap kelas diskusi, yang khusus membicarakan nubuatan-nubuatan Alkitab dan berbagai interpretasinya di dalam ROH NUBUATAN. Dan inilah keadaan yang telah memotivasi kami untuk mengangkat sebagian dari hal-hal tersebut ke permukaan, untuk hendaknya lebih dulu diingat sebelum mulai mempelajari nubuatan-nubuatan Alkitab berikut semua hasil interpretasi Ilhamnya di dalam ROH NUBUATAN. 

Ciri-Ciri Kerohanian dari Sidang Allah yang Sisa 

Di dalam buku Wahyu, dalam nubuatan yang berkaitan dengan kehidupan dan nasib dari Sidang Allah di akhir zaman, Yahya pewahyu mengatakan sebagai berikut :
 
“Maka naiklah amarah naga akan perempuan itu, lalu pergilah ia memerangi yang t e r s i s a  d a r i p a d a  b e n i h n y a, yaitu mereka yang m e m e l i h a r a  perintah-perintah Allah, dan memiliki kesaksian Jesus Kristus.” ------ sembahlah Allah : karena kesaksian Jesus Kristus itu ialah ROH NUBUATAN.” – Wahyu 12 : 17 ; 19 : 10 (bagian akhir)  

Perempuan atau wanita di dalam nubuatan melambangkan Sidang Jemaat atau Gereja.  Wanita yang baik melambangkan Sidang Allah. Dengan demikian, maka Gereja-Gereja di dalam sejarah Wasiat Baru yang sudah jatuh, di dalam Wahyu 14 : 4 disebut wanita-wanita yang cemar. Dan di dalam nubuatan dari nabi Jesaya 4 : 1 wanita-wanita yang cemar itu juga dilambangkan dengan “tujuh orang perempuan”, yang berpegang pada seorang laki-laki (Kristus) hanya untuk dipanggil oleh nama-Nya (Kristen), agar mereka dapat dikenal sebagai Sidang Allah. “Angka tujuh” di dalam nubuatan melambangkan kelengkapan. Perempuan dari Wahyu 12 : 17 itu melambangkan umat Allah yang sesungguhnya, yaitu Sidang Jemaat Laodikea atau Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.

Sidang Jemaat Laodikea ialah yang ketujuh, dari keseluruhan tujuh sidang jemaat nubuatan yang meliputi suatu masa periode panjang semenjak dari zaman rasul Paulus sampai kepada akhir masa kasihan yang akan datang. Berkenan dengan Sidang ini, hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :  

“Mengingat akan begitu banyaknya kebaikan moral yang sudah diperhitungkan, alangkah kerasnya tuduhan yang dikenakan terhadap Sidang Jemaat di Epesus : “Sekalipun demikian Aku memiliki sesuatu melawan kamu, sebab kamu sudah meninggalkan kasihmu yang mula-mula. Sidang ini pernah sangat dikasihi.  Iaitu didirikan oleh rasul Paulus. Pada kota yang sama itu juga terdapat kuil Diana, yang oleh keindahan dan kebesarannya, iaitu telah menjadi salah satu dari benda-benda keajaiban dunia. Sidang Epesus telah menghadapi tantangan besar, dan sebagian dari orang-orang Kristen yang mula-mula telah dianiaya…..”  – MS 11, 1906.

Jika Sidang Jemaat Epesus dimulai bersama rasul Paulus sebagai pendirinya, maka dari kenyataan sejarah tak dapat disangkal bahwa Sidang Jemaat Laodikea ialah Sidang yang tersisa di akhir zaman ini bersama dengan hamba Tuhan Nyonya White sebagai pendirinya. “Laodikea” berasal dari dua suku kata bahasa Gerika : Lao dan Dekei. Lao = orang-orang atau berkata ; Dekei = pehukuman. Jadi, Sidang Jemaat Laodikea ialah orang-orang yang memberitakan pemeriksaan pehukuman atau pengadilan di dalam kaabah kesucian sorga yang dimulai dalam tahun 1844. Inilah orang-orang yang muncul keluar pada akhir dari 2300 hari nubuatan dari Daniel 8 : 14 bersama sebuah pekabaran; dan itulah pekabaran tiga malaikat (atau yang biasanya juga disebut pekabaran malaikat yang ketiga) dari Wahyu 14. 

Pendiri Sidang Jemaat dan Tugasnya 

Sebagai pendiri dari Sidang Jemaat Epesus, bahkan sebagai rasul pilihan Tuhan Allah sendiri, Paulus telah mengatakan :  

“Maka IA (Jesus) memberikan sebagian orang, rasul-rasul ; dan sebagian orang,  n a b i - n a b i ; dan sebagian orang, penginjil-penginjil, dan sebagian orang, g e m b a l a - g e m b a l a  dan guru-guru, untuk melengkapi umat kesucian bagi tugas melayani, bagi membangun moral tubuh Kristus; sampai kita semua masuk dalam persatuan i m a n dan pengetahuan akan Anak Allah, menjadi manusia yang sempurna bagi ukuran kedewasaan Kristus. Agar supaya kemudian kelak kita jangan lagi diombang-ambingkan bagaikan anak-anak kecil oleh berbagai angin doktrin, oleh kelicikan orang-orang yang menyesatkan.” --- Epesus 4 : 11 - 14.

Ada terdapat lima jabatan pilihan Ilahi untuk membangun moral dan untuk mengontrol umat Allah sepanjang sejarah dari seluruh tujuh Sidang Jemaat nubuatan itu sampai kepada akhir zaman ini. Pada zaman Sidang Jemaat Epesus, Paulus telah dipilih menjadi rasul oleh Tuhan sendiri untuk melengkapi umat kesucian bagi tugas melayani, dan untuk membangun moral mereka sebagai tubuh Kristus. Tetapi kemudian sebagaimana yang telah dinubuatkan melalui buku Wahyu : “Mengingat akan begitu banyaknya kebaikan moral yang sudah diperhitungkan, alangkah kerasnya tuduhan yang dikenakan terhadap Sidang Jemaat di Epesus : “Sekalipun demikian Aku memiliki sesuatu melawan kamu, sebab kamu sudah meninggalkaan kasihmu yang mula-mula.” Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Sidang Epesus telah menghadapi tantangan besar, dan sebagian dari orang-orang Kristen yang mula-mula telah dianiaya; tetapi pun sebagian dari mereka ini telah berbalik dari berbagai kebenaran yang telah menyatukan mereka itu dengan para pengikut Kristus, lalu sebagai gantinya menganut berbagai kekeliruan yang luas yang diciptakan Setan. Perobahan ini ditunjukkan sebagai suatu kejatuhan rohani.” Oleh karena itu ingatlah dari mana kamu telah jatuh, dan bertobatlah lalu lakukanlah perbuatanmu yang mula-mula” --- sebagaimana dipaparkan pada ayat-ayat sebelumnya. Orang-orang percaya itu tidak merasakan kejatuhan kerohanian mereka.” MS 11, 1906.

Dan sebagai pendiri Sidang Jemaat Laodikea semenjak dari tahun 1844 Nyonya White mengatakan :

“Allah memiliki sebuah sidang, maka sidang itu memiliki sebuah dinas pelayanan pilihan Ilahi (a divinely appointed ministry). ‘Maka ia memberikan sebagian orang rasul-rasul, dan sebagian orang nabi – nabi, dan sebagian orang penginjil-penginjil, dan sebagian orang gembala-gembala dan guru-guru; untuk melengkapi umat kesucian bagi tugas melayani, untuk membangun moral tubuh Kristus …..”  -- Testimonies to Ministers, p. 52.   

Dinas pelayanan pilihan Ilahi di akhir zaman ini masih tetap sama, dengan hanya pengecualian para rasul, sebab mereka itu semuanya sudah meninggal dunia dalam abad yang pertama. Sama seperti juga halnya bagaimana orang-orang dari Sidang Jemaat Epesus harus mempertahankan ajaran-ajaran dari rasul Paulus, yang telah membangun moral mereka itu sejak dari mulanya, maka orang-orang dari Sidang Jemaat Laodikea kini pun harus mempertahankan berbagai ajaran dari Nyonya White dari pekabaran tiga malaikatnya itu di dalam buku-buku terbitan Roh Nubuatan, sebab ialah pendiri Sidang Jemaat dan pembangun tubuh Kristus kita semenjak dari tahun 1844. 

Dinas Pelayanan Pilihan Ilahi
dari Sidang Jemaat Laodikea dan Kondisi Kerohaniannya

Apakah anda mau percaya ataupun tidak adalah kenyataan, bahwa pada zaman Sidang Jemaat Epesus Tuhan Allah agaknya telah menentang mereka, sebab mereka telah meninggalkan kasihnya yang mula-mula. Bacalah Wahyu 2 : 4, 5. Untuk yang terakhir ini Nyonya White mengatakan :   

“…….. sebagian dari orang-orang Kristen yang mula-mula telah dianiaya; tetapi pun sebagian dari mereka ini telah berbalik dari berbagai kebenaran yang telah menyatukan mereka itu dengan para pengikut Kristus lalu sebagai gantinya  menganut berbagai kekeliruan yang luas yang diciptakan Setan. Perobahan ini ditunjukkan sebagai suatu kejatuhan rohani.”……... Orang-orang percaya itu tidak merasakan kejatuhan kerohanian mereka.--- MS 11, 1906.

Oleh karena itu, sebagaimana halnya orang-orang Kristen yang mula-mula tidak merasakan kejatuhan kerohanian mereka, maka sebagian besar orang-orang Kristen Laodikea kepunyaan Allah di waktu inipun masih terus menerus menyangkal kenyataan, bahwa malaikat Sidang Jemaat Laodikea kitapun telah dikenai tuduhan berat oleh Tuhannya sendiri di dalam buku Wahyu sebagai berikut :

“Dan kepada malaikat sidangnya orang-orang Laodikea, tuliskanlah sebagai berikut : Semua perkara ini, demikian kata Dia yang bernama Amin, saksi yang setia dan benar itu, yaitu permulaan dari ciptaan Allah: Aku tahu semua perbuatanmu, bahwa engkau adalah dingin tidak hangatpun tidak: Aku ingin engkau dingin  atau hangat. Maka sebab itu karena engkau adalah s u a m, dan dingin tidak hangatpun tidak, Aku akan meludahkan engkau dari dalam mulutku. Karena sebab katamu, aku kaya, dan telah bertambah kekayaanku, dan tidak memerlukan apa-apa lagi; padahal tidak engkau ketahui bahwa engkaulah orang malang, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang :   
 
Aku menasehati engkau untuk membeli kepadaku e m a s yang sudah teruji di dalam api, supaya kamu menjadi kaya, dan pakaian putih, supaya dapat kamu berpakaian, dan supaya malu ketelanjanganmu itu tidak tampak, dan supaya menggosok matamu dengan salp mata, supaya dapat engkau melihat.  

“Seberapa banyak orang yang Ku kasihi, Aku tegor dan hajar: oleh sebab itu  hendaklah kamu bersemangat dan bertobat. Tengoklah, Aku berdiri di muka pintu, dan mengetok : jika seseorang mendengarkan suaraKu, lalu membuka pintu, Aku akan masuk kepadanya, dan akan makan bersamanya, dan dia bersama-Ku. Kepada d i a yang menang Aku akan memberi dia duduk bersamaKu pada tahtaKu, sama seperti halnya Aku sudah menang, dan kini duduk bersama Bapa-Ku pada tahta-Nya. Dia yang bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada Sidang-Sidang Jemaat itu.”Wahyu 3 : 14 – 22.  

(1) Siapakah malaikat dari sidang jemaat Laodikea itu ?
                 
“Para p e n d e t a  milik Allah dilambangkan oleh t u j u h  b i n t a n g itu,  yang oleh Dia yang pertama dan terakhir itu telah dijaga dan dilindungi secara khusus.”Gospel Workers, p. 13.
“K e t u j u h  b i n t a n g  i t u  ialah malaikat-malaikat dari ketujuh Sidang Jemaat itu." Wahyu 1 : 20.  
          
Dapatlah disimpulkan kini dari kedua tulisan di atas, bahwa pendeta-pendeta milik Allah telah dilambangkan oleh malaikat-malaikat dari tujuh sidang jemaat itu. Dengan demikian, maka malaikat dari sidang jemaat Laodikea semenjak dari mulanya melambangkan pendeta-pendeta milik Allah dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Oleh karena itulah kita telah memiliki suatu dinas pelayanan pilihan ilahi untuk memimpin dan mengontrol umat Allah semenjak dari mulanya. Tetapi mengapakah mereka itu kemudian jatuh kerohaniannya, lalu tidak juga menyadari akan kejatuhan mereka sendiri sampai kepada hari ini ?   

(2) Mengapakah katanya : Aku adalah kaya, dan telah meningkat kekayaanku, dan tidak memerlukan apa-apa lagi  ?

Ini menunjukkan kepada kita bahwa kepada malaikat dari sidang jemaat Laodikea itu pernah ditawarkan sesuatu yang bernilai tinggi seperti misalnya emas yang sudah teruji di dalam api, dan pakaian putih. Dan karena ia terus menolak menerima tawaran itu, ia telah gagal untuk mengenali kejatuhan rohaninya sendiri, yaitu tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang.” Hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White mengatakan :  
                             
“Betapa besarnya kesesatan yang dapat menimpa pikiran manusia daripada sesuatu keyakinan bahwa mereka adalah benar padahal mereka semuanya keliru.? Pekabaran dari Saksi yang Benar itu menemukan umat Allah dalam suatu kesesatan yang sangat menyedihkan, tetapi j u j u r dalam kesesatan itu. Mereka tidak mengetahui bahwa kondisi mereka adalah sangat menyedihkan pada pemandangan Allah. Sementara itu mereka yang dituduh itu terus menyombongkan dirinya, bahwa mereka sedang berada dalam suatu kondisi kerohanian yang terpuji, pekabaran dari Saksi yang Benar itu memecahkan ketenangan mereka oleh tuduhan yang mengejutkan terhadap kondisi mereka yang sesungguhnya, yaitu buta rohani, melarat, dan sengsara. Kesaksian yang sedemikian keras dan tegas itu tidak mungkin salah, karena adalah Saksi Yang Benar itu sendiri yang berbicara, maka Kesaksian-Nya tak dapat tiada harus benar”Testimony Treasures, Book 1, p. 327, 328.

Malaikat dari Sidang Jemaat Laodikea itu tampaknya tidak sendirian, sebab ia telah berhasil memenangkan hati dari sebagian terbesar umat Allah, yang kini sudah ikut jatuh dalam kondisi kerohaniannya yang sudah lumpuh itu. Mungkinkah mereka kemudian di hari depan dapat kembali menyadari akan kejatuhannya, lalu kemudian menyambut semua tawaran dari Saksi Yang Benar itu, lalu tidak jadi diludahkan keluar dari mulut Jesus ? Hamba Tuhan kembali menegaskannya kepada kita sebagai berikut :   
             
Dalam khayalku yang terakhir kepada saya diperlihatkan bahwa bahkan pekabaran dari Saksi yang Benar yang sangat menentukan inipun tidak berhasil menyelesaikan rencana Allah. Orang banyak itu terus saja tidur dalam dosa-dosanya. Mereka terus saja menyatakan dirinya kaya dan tidak berkekurangan apapun lagi. Banyak dari mereka yang menanyakan. Mengapakah semua tegoran itu dikeluarkan? Mengapakah kesaksian-kesaksian itu terus menerus menuduh-nuduh kami murtad dan terlibat berbagai dosa-dosa yang besar ? Kami mencintai kebenaran; kami sedang berkembang maju; kami tidak memerlukan kesaksian-kesaksian yang berisikan amaran-amaraan dan tegoran-tegoran ini. Tetapi kalau saja mereka yang bersungut-sungut ini dapat melihat ke dalam hati mereka lalu memperbandingkan kehidupan mereka dengan ajaran-ajaran Alkitab yang patut dipraktikkan, maka hendaklah mereka itu merendahkan jiwa-jiwa mereka di hadapan Allah, hendaklah rahmat Allah itu menerangi kegelapan, lalu sisik-sisik akan jatuh keluar dari mata mereka, lalu mereka akan menyadari akan kemelaratan dan kesengsaraan rohani mereka yang sesungguhnya. Mereka akan merasa perlunya membeli emas, yaitu iman yang murni dan kasih; pakaian putih, yaitu suatu tabiat yang tidak bercacad cela yang disucikan dalam darah dari Juruselamat yang dicintainya, dan salp mata yaitu rahmat Allah dan yang akan memberikan penglihatan yang jelas terhadap berbagai perkara rohani dan untuk mampu mendeteksi dosa. Semua pegangan ini adalah jauh lebih berharga daripada emas dari Ophir.” 1 Testimony Treasures, p. 329.

(3) Apakah artinya diludahkan keluar dari mulut Jesus ?
Jesus sebagai Saksi yang Setia dan Benar itu mengatakan :
        
“Aku tahu semua perbuatanmu, bahwa engkau adalah dingin tidak hangatpun tidak: Aku ingin engkau dingin atau hangat. Maka sebab itu karena engkau adalah s u a m, dan dingin tidak hangatpun tidak, Aku akan meludahkan engkau dari dalam muluku.”Wahyu 3 : 15, 16.  

Karena sampai dengan khayalnya yang terakhir yang telah disaksikan oleh Nyonya White, ternyata belum juga tampak adanya kemauan baik dari pihak malaikat sidang jemaat Laodikea untuk menyambut tawaran emas, pakaian putih dan salp mata yang telah ditawarkan, maka ia kemudian mengatakan :

“…………bahwa bahkan pekabaran dari Saksi yang Benar yang sangat menentukan inipun tidak berhasil menyelesaikan rencana Allah. Orang banyak itu (malaikat sidang jemaat Laodikea dan para pengikut setia mereka di gereja-gereja) terus saja tidur dalam dosa-dosanya. Mereka terus saja menyatakan dirinya kaya dan tidak berkekurangan apapun lagi.”

Lalu kemudian tibalah waktunya bagi mereka itu untuk diludahkan keluar dari dalam mulut Jesus. Hamba Tuhan Nyonya White selanjutnya  mengatakan lagi :

“Kepada mereka yang acuh tak acuh saja di waktu ini amaran dari Kristus adalah : ‘Karena engkau adalah suam, dan dingin tidak hangatpun tidak, Aku akan meludahkan engkau keluar dari dalam mulut-Ku.’ Wahyu 3 : 16. Lambang meludahkan keluar dari dalam mulut-Nya itu artinya Ia tidak mungkin lagi dapat mempersembahkan doa-doamu atau berbagai pernyataan kasihmu kepada Allah. Ia tidak mungkin lagi dapat membenarkan engkau mengajarkan firman-Nya atau pekerjaan kerohanianmu dalam cara apapun juga. Ia tidak mungkin lagi dapat menyampaikan berbagai pelaksanaan ibadahmu yang disertai permohonan agar rahmat dapat dikaruniakan padamu.” –- 6 Testimonies, p. 408.

(4) Kapankah lambang “diludahkan keluar dari mulut Jesus” itu kelak  digenapi ?

Jawabannya sesungguhnya mudah saja, sebab lambang “meludahkan keluar” itu sudah sangat jelas. Oleh sebab itu diludahkan keluar mereka itu dari dalam mulut Jesus akan benar-benar terlaksana, apabila Jesus tidak lagi dapat mempersembahkan doa-doa ataupun berbagai pernyataan kasih mereka akan Allah yang keluar dari dinas pelayanan pilihan-Nya di General Conference of SDA berikut semua pendetanya di seluruh dunia, kepada Bapa-Nya di Sorga. Apabila Jesus tidak lagi dapat membenarkan mereka mengajarkan firman-Nya atau melaksanakan perbuatan rohani apapun juga, maka dapatlah kita meyakini bahwa malaikat Sidang Jemaat Laodikea, yang melambangkan General Conference of SDA berikut semua pendetanya di seluruh dunia, sudah diludahkan keluar dari mulut Jesus.  

Sekaliannya ini akan jelas sekali digenapi apabila Seruan bagi suatu Pembangunan Rohani dan suatu Reformasi Rohani oleh hamba Tuhan Nyonya White di dalam Review and Herald, February 25, 1902 mulai dipatuhi menjadi kenyataan di antara kita. Bagi suatu pembahasan yang lebih luas terhadap Seruan bagi suatu Pembangunan Rohani dan suatu Reformasi Rohani itu di dalam Review and Herald, February 25, 1902, kami menganjurkan kepada para pembaca untuk mempelajari artikel kami  berikutnya yang berjudul: “PANGGILAN BAGI SUATU PEMBANGUNAN ROHANI DAN SUATU REFORMASI ROHANI.”     
             
Marilah sejenak kita melihat ke dalam permasalahan itu melalui gambar bagan berikut ini :  

SUATU PEMBANGUNAN ROHANI & SUATU REFORMASI ROHANI
Review and Herald, Feb. 25, 1902

“Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua hal yang berbeda. Pembangunan berarti suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani.  Reformasi berarti suatu r e – organisasi, suatu perobahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan.  Reformasi tidak akan mengeluarkan buah pembenaran yang baik tanpa iaitu dikaitkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugasnya yang t e l a h  d i t e n t u k a n, maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung.” — Review & Herald, Feb. 25, 1902. 

Pembangunan menunjukkan :

1.

pembaharuan kembali kehidupan rohani

]

Berkaitan dengan pribadi-pribadi dari seluruh umat

2.

pembangkitan kuasa-kuasa pikiran dan hati

3.

kebangkitan dari mati rohani

Reformasi menunjukkan :

1.

suatu  r e – o r g a n i s a s i

]

Berkaitan dengan Organisasi General Conference of SDA & para penginjil, gembala dan guru-guru

2.

perubahan dalam pendapat-2 dan teori-2 kebiasaan-2 dan perbuatan-2

Pembangunan dan Reformasi akan melaksanakan tugas-tugasnya sebagaimana pada gambar bagan di atas. Namun dimanakah akan kita temukan petunjuk-petunjuk pelaksanaan yang lebih terinci dan mendetail bagi kita untuk mematuhinya? Sebagai nabi, hamba Tuhan Nyonya White telah dibebani tugas untuk mendirikan Organisasi General Conference of SDA dalam tahun 1863. Kemudian karena kejatuhan kerohanian mereka itu, ia kembali ditugaskan untuk mengeluarkan seruan bagi suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani dalam tahun 1902. Tetapi karena ia meninggal dunia dalam tahun 1915, padahal panggilan bagi suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani itu belum juga terlaksana, maka kita harus menyadari bahwa tak dapat tiada harus datang lagi sesudah kematiannya itu s e s e o r a n g  n a b i yang lain untuk tugas menyelesaikan penataan kembali Organisasi General Conference of SDA itu.

Dalam proses penataan kembali atau re-organisasi Organisasi General Conference nabi yang baru itu sudah akan mengukuhkan suatu Dinas Pelayanan Pilihan Ilahi yang baru, untuk menggantikan Dinas Pelayanan sebelumnya yang sudah jatuh, yaitu General Conference of SDA. Jadi, oleh berdirinya Organisasi yang sudah ditata kembali itu, maka General Conference sebagai malaikat Sidang Jemaat Laodikea berikut semua pendetanya di seluruh dunia sudah akan terludahkan keluar dari mulut Jesus untuk selamanya.  

Kedatangan Seseorang Nabi yang Baru
 Sudah Seharusnya, dan tak dapat Ditolak, Sebab Sudah Dinubuatkan Sebelumnya  

Sebagai pendiri Sidang Jemaat Laodikea semenjak dari mulanya dalam tahun 1844, hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :  

“Allah memiliki sebuah sidang, maka sidang itu memiliki sebuah dinas pelayanan pilihan Ilahi (a divinely appointed ministry). ‘Maka ia memberikan sebagian orang rasul-rasul, dan sebagian orang nabi – nabi, dan sebagian orang penginjil-penginjil, dan sebagian orang gembala-gembala dan guru-guru; untuk melengkapi umat kesucian bagi tugas melayani, untuk membangun moral tubuh Kristus …..” -- Testimonies to Ministers, p. 52.   

Semua rasul telah menyelesaikan tugas mereka dalam abad yang pertama, maka mereka yang tersisa dari dinas pelayanan Ilahi itu akan ditemukan sampai di akhir zaman. Sekalipun semua mereka itu telah dipilih (divinely appointed) untuk membangun moral tubuh Kristus atau umat Kristen, hanya para nabi yang memperoleh kuasa dari Tuhan Allah untuk diilhami khusus untuk menulis berbagai Kesaksian Jesus Kristus bagi kita, di dalam apa yang kini dikenal dengan nama ROH NUBUATAN itu.

Oleh sebab itu, maka ROH NUBUATAN itu adalah bukan Roh Allah. Itu adalah Kesaksian-Kesaksian tertulis dari Roh-Nya yang disampaikan kepada kita oleh para nabi dari akhir zaman (Nyonya Ellen G. White dan Sdr. Victor T. Houteff) Pemilik dari Roh itu adalah Allah Bapa dan Anak-Nya. Dan Kesaksian-Kesaksian Tertulis dari Roh Mereka itu di bumi ini semenjak dari mula pertama kejadian dunia, pertama sekali dikenal dengan nama : KESAKSIAN (Jesaya 8 : 20). Kemudian dengan nama : NABI- NABI (atau tulisan dari para nabi Wasiat Lama – Matius 7 : 12), dan kemudian setelah nama Jesus dikenal di bumi ini, nama itu kembali berkembang menjadi : KESAKSIAN JESUS KRISTUS (Wahyu 12 : 17). Dan pada akhirnya di akhir zaman setelah SEGALA PERKARA YANG AKAN DATANG (Yahya 16 : 13) yang diramalkan di dalam semua nubuatan Alkitab dan perumpamaan-perumpamaan Jesus berhasil diinterpretasikan, maka nama itu kembali berkembang menjadi ROH NUBUATAN, untuk menggenapi perkataan nubuatan dari Wahyu 19 : 10 (bagian akhir). Dalam ucapan nubuatannya nabi Jesaya pernah mengatakan : “Akan hukum Torat dan akan Kesaksian : jika mereka berbicara tidak sesuai dengan perkataan ini, itu adalah karena tidak ada terang dalam mereka.” Jesaya 8 : 20. Artinya, akan Sepuluh Perintah itu sebagai Hukum Dasar, dan akan Kesaksian sebagai Undang-Undang Pelengkap (the By-Laws atau Peraturan-Peraturan Pelaksanaan dari Hukum Dasar itu), jika kita berbicara tidak sesuai dengan sekaliannya itu, maka iaitu adalah karena tidak ada terang dalam kita. Itupun berarti pembicaraan itu keluar tanpa bimbingan dari Roh Kebenaran. Di sini kembali terbukti bahwa Tuhan Allah akan menyelamatkan umat-Nya hanya dengan sebuah Injil yang lengkap. Olehnya itu kita harus melandaskan iman kita pada pondasi dari sebuah Injil yang lengkap. Inilah satu-satunya persyaratan oleh mana semua umat Allah dapat diampuni dosa-dosanya untuk diselamatkan ke dalam Kerajaan Sorga. Sebaliknya, sekiranya Tuhan Allah karena sebab kasih sayang-Nya yang begitu besar, mau rela menyelamatkan kita dengan hanya sebagian Injil yang tidak lengkap, maka IA sudah seharusnya dapat juga menyelamatkan Gereja-Gereja yang sudah jatuh di luar, masing-masing dengan Injil mereka yang tidak sempurna itu. Dan inilah yang sama sekali tidak mungkin, tidak masuk akal, dan bahkan juga tidak sah secara hukum.

Kedatangan seorang nabi yang baru sesudah Nyonya Ellen G. White, sudah akan teridentifikasi atau dikenal oleh sebuah pekabaran baru atau sebuah kebenaran tambahan, yang akan datang bergabung dengan Roh Nubuatan atau pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 dari Nyonya White. Yahya Pewahyu sendiri telah meramalkannya sebagai berikut :

“Maka sesudah segala perkara ini aku tampak seorang malaikat yang lain turun dari langit, memiliki kuasa besar, lalu bumi diterangi oleh kemuliaannya.”Wahyu 18 : 1.

Hamba Tuhan Nyonya White dalam menginterpretasikan ayat itu, mengatakan sebagai berikut :

“Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberi kuasa dan kekuatan bagi pekabarannya. Kuasa besar dan kemuliaan diberikan kepada malaikat itu, maka sementara ia turun, bumi akan diterangi dengan kemuliaannya. …… Pekabaran ini tampaknya merupakan sebuah tambahan kepada pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya bagaikan seruan tengah malam yang telah bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.”Early Writings, p. 277.

Malaikat di dalam buku Wahyu melambangkan beberapa objek. Malaikat yang berteriak melambangkan sebuah pekabaran injil, seperti misalnya pekabaran malaikat yang pertama, kedua, dan ketiga dari Wahyu 14 : 6 – 9. Malaikat yang diam selalu melambangkan sesuatu umat atau suatu kepemimpinan, seperti misalnya malaikat Sidang Jemaat Laodikea, yang melambangkan General Conference of SDA berikut semua pendetanya di seluruh dunia.  

Kita semua sudah terbiasa dengan pekabaran dari malaikat yang ketiga, yaitu Roh Nubuatan dari hamba Tuhan Nyonya White, nabi itu. Tetapi mengapakah kita selalu lalai untuk mengetahui pekabaran tambahan dari malaikat yang keempat dari Wahyu 18 : 1, yang diucapkannya di dalam buku Early Writrings, p. 277 di atas ? Pekabaran malaikat yang ketiga saja tidak akan cukup mampu untuk menerangi bumi, bahkan pekabaran malaikat yang ke-empat itu sendiri tidak mungkin dapat menyelesaikan tugasnya untuk menerangi bumi ini. Oleh sebab itu, maka hanya kombinasi dari kedua pekabaran itu di dalam ROH NUBUATAN, yang akan menggenapi perkataan nubuatannya pada Wahyu 19 : 10  (bagian akhir), yang akan menyelesaikan seluruh tugas menerangi bumi ini, dimulai di dalam Sidang Jemaat Laodikea sendiri. Dan baharulah dapat kita semua berjalan dalam terang dari seluruh Firman di dalam Alkitab sebagaimana halnya nabi Daud yang tua itu pada zamannya, sewaktu ia mengatakan: “Firman-Mu itu adalah bagaikan pelita bagi kakiku, dan seperti sebuah terang bagi perjalananku.” Mazmur 119 : 105.  

Mendahului kembali-Nya Dia kepada Bapa-Nya di Sorga dalam tahun 31, Jesus pernah mengatakan : “Apabila ia, Roh Kebenaran itu, sudah datang, ia akan membawa kamu ke dalam s e g a l a  k e b e n a r a n : karena ia tidak akan berbicara dari dirinya sendiri, melainkan apa saja yang didengarnya, iaitulah yang akan dibicarakannya; maka ia akan menunjukkan kepadamu s e g a l a  p e r k a r a  y a n g  a k a n  d a t a n g.Jahya 16 : 13.     

“SEGALA KEBENARAN” itu sesungguhnya sudah datang semenjak dari penuangan Roh Suci Hujan Awal di zaman rasul-rasul yang lalu. Tetapi “PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG” belum datang di waktu itu, sebab nubuatan-nubuatan dari para nabi Wasiat Lama, buku Wahyu, dan berbagai perumpamaan Jesus, sekaliannya itu baharu berhasil diinterpretasikan bagi kita di akhir zaman. Itulah sebabnya, maka hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :     

“Di masa lalu Allah berbicara kepada manusia melalui mulut para nabi dan para rasul ( di dalam Alkitab ). Di hari-hari sekarang ini (di akhir zaman) IA berbicara kepada mereka melalui kesaksian-kesaksian dari Roh-Nya. (ROH NUBUATAN) Belum pernah ada sesuatu waktu apabila Allah telah menginstruksikan kepada umat-Nya dengan sedemikian seriusnya daripada yang Ia instruksikan kepada mereka di waktu ini mengenai kehendak-Nya, serta arah perjalanan yang Ia ingin mereka tempuh.” Evangelism, p. 255, 256. (Tambahan di dalam kurung)  

Tetapi betapa ironisnya bahwa KESAKSIAN-KESAKSIAN TERTULIS DARI ROHNYA di dalam buku-buku terbitan ROH NUBUATAN hampir sama sekali telah dilalaikan, sementara sebaliknya umat kita terus menerus diajarkan untuk kembali kepada Alkitab sebagai satu-satunya FIRMAN ALLAH yang otentik di atas semua buku terbitan lainnya, bahkan di atas ROH NUBUATAN itu sendiri.

PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG itu benar-benar kini sudah datang di antara kita sebagai pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1, yang bergabung dengan SEGALA KEBENARAN  dari pekabaran  malaikat yang ketiga dari Wahyu 14, maka di akhir zaman ini kita telah diberkahi dengan dua pekabaran yang saling melengkapi, bersatu di dalam ROH NUBUATAN. Hamba Tuhan Nyonya White sudah lebih dulu datang membawakan Roh Nubuatan yang berisikan SEGALA KEBENARAN itu, semenjak dari tahun 1844, kemudian disusul oleh hamba Tuhan Sdr. Victor T. Houteff membawakan TONGKAT GEMBALA yang berisikan PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG semenjak dari tahun 1929 yang lalu.

Oleh sebab itu, sebagai umat Allah kita seyogyanya harus bergembira dan berbesar hati oleh kedatangan pekabaran-pekabaran itu di atas, sebab sekaliannya itu juga telah menggenapi ucapan dari nabi Joel yang telah menubuatkannya sebagai berikut :

“Bergembiralah pada waktu itu, hai anak-anak Zion, dan bersuka-citalah dalam Tuhan Allahmu; karena Ia telah mengaruniakan padamu h u j a n a w a l  itu dengan lunaknya, maka Ia akan menurunkan bagimu h u j a n, yaitu Hujan Awal dan Hujan Akhir dalam bulan yang pertama. …………. Maka kamu akan makan dalam kelimpahan, dan sampai kenyang, lalu memuji-muji memuliakan nama Tuhan Allahmu, yang secara ajaib telah membantu kamu, maka umat-Ku tidak akan pernah malu. Maka akan diketahui olehmu bahwa Aku berada di tengah-tengah Israel, dan bahwa Akulah Tuhan Allahmu, dan tidak ada lagi yang lain: maka umat-Ku tidak akan pernah malu.”Joel 2 : 23, 26, 27.  
 
“Maka akan jadi kelak kemudian, bahwa Aku akan menuangkan roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan
anak-anakmu perempuan akan bernubuat, orang-orang tuamu akan memperoleh berbagai mimpi, orang-orang mudamu akan menyaksikan berbagai khayal: Maka juga atas semua hamba-hamba pelayan laki-laki dan pelayan perempuan pada masa itu Aku akan menuangkan roh-Ku.”Joel 2 : 28, 29.  

Karena kita kini sudah berada di akhir zaman, maka SEGALA KEBENARAN dan PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG yang dijanjikan Tuhan di dalam Yahya 16 : 13 itu sudah akan berada di sini, tersedia di dalam ROH NUBUATAN. HUJAN AWAL dan HUJAN AKHIR yang dinubuatkan oleh nabi Yoel itupun sudah akan merupakan perkara-perkara yang sama. HUJAN AWAL itu melambangkan SEGALA KEBENARAN dari pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 dan HUJAN AKHIR melambangkan PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG dari pekabaran Tongkat Gembala dari Wahyu 18 : 1. Kedua pekabaran itu kini bergabung, lalu menerangi bumi, dimulai di dalam Gereja kita Sidang Jemaat Laodikea. Oleh sebab itu, kedua pekabaran itulah yang akan mempersiapkan umat Allah di akhir zaman ini bagi berdirinya Kerajaan Sorga yang akan datang, serta bagi menyambut turunnya Roh Suci Hujan Akhir pada hari Pentakosta kedua yang akan datang, yang akan dimulai di Palestina.

Para pengikut setia Nyonya White dan Sdr. Victor T. Houteff, di waktu ini, sudah sepatutnya bergembira dan bersukaria dalam Tuhan Allah mereka, sebab sebagai anak-anak Zion kita semua kini sudah berada dalam bulan yang pertama, dimana HUJAN AWAL dan HUJAN AKHIR kini sedang turun dengan limpahnya. Kita semua akan makan dalam kelimpahan sampai kenyang, lalu memuji-muji nama Tuhan Allah kita. Sementara itu orang-orang yang terus menolak Houteff dan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 nya untuk bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 oleh Nyonya White, mereka sudah akan tetap tertinggal dalam kegelapan, sebab tidak akan ada satupun pekabaran dari malaikat-malaikat itu akan dapat menerangi bumi sendiri-sendiri secara terpisah. 

Perumpamaan Sepuluh Anak Dara dari Matius 25
berlaku khusus bagi Sidang Jemaat Laodikea yaitu Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.

JESUS  :
“P a d a  w a k t u  i t u  kerajaan sorga disamakan dengan sepuluh anak dara, yang membawa pelita-pelita mereka, lalu pergi keluar menyambut pengantin pria. Maka lima dari mereka itu adalah bijaksana, dan lima lainnya bodoh. Mereka yang
bodoh itu membawa pelita-pelitanya, tetapi tidak membawa minyak sertanya. Tetapi mereka yang bijaksana membawa minyak di dalam botol-botol mereka bersama-sama dengan pelita-pelita mereka. -- Matthew 25 : 1 – 4. --

Karena kita memiliki hanya satu kerajaan sorga yang ditemukan di dalam Alkitab, maka kerajaan sorga yang disamakan dengan sepuluh anak dara pada perumpamaan itu tak dapat tiada dimaksud kepada Sidang Jemaat. Itulah Sidang Jemaat milik Allah di bumi ini dengan lima anak dara yang bodoh di dalamnya, yang mewakili kerajaan Allah di sorga berikut Hukum Dasarnya yang terdiri dari Sepuluh Perintah itu. Dalam membahas perumpamaan ini hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :  

“Dalam perumpamaan itu kesepuluh anak dara itu pergi keluar menyambut Pengantin Pria. Semuanya memiliki pelita-pelita dan botol-botol minyak. S e l a m a  s e s u a t u  w a k t u  tidak tampak perbedaan apapun di antara mereka. Demikian itulah keadaan Gereja yang hidup  menjelang kedatangan Kristus yang  kedua kali. Semua memiliki pengetahuan Alkitab. Semua telah mendengar pekabaran tentang kedatangan Kristus yang sudah dekat, dan dengan sungguh-sungguh menunggu kedatangan-Nya. Tetapi sebagaimana dalam perumpamaan itu, demikian itulah halnya s e k a r a n g  i n i (so it is now). Waktu menunggu diperpanjang, i m a n  d i u j i; dan setelah terdengar seruan,‘Tengoklah, Pengantin Pria itu datang; pergilah  keluar menyambut Dia’ banyak orang tidak siap. Mereka tidak memiliki m i n y a k di dalam botol-botol mereka bersama-sama dengan pelita-pelitanya. Mereka adalah hampa akan Roh Suci.” Christ’ Object Lessons, p. 408.

Kini jelaslah bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang sisa sekarang inilah yang diumpamakan oleh kerajaan sorga itu. Hukum Dasar dari Sepuluh Perintah, dan Undang-Undang Pelengkap (the By-Laws) atau Peraturan-Peraturan Pelaksanaan dari Hukum Dasar itu di dalam ROH NUBUATAN, tak dapat tiada akan ditemukan di sini, untuk dipatuhi oleh umat yang sisa sebagai identitas kerohanian mereka. Baca Wahyu 12 : 17; 19 : 10. Tetapi mengapakah masih juga terdapat di antara mereka “lima anak dara yang bodoh itu ?” Jawabannya adalah, “Karena mereka tidak memiliki minyak di dalam botol-botol mereka bersama-sama dengan pelita-pelitanya. Mereka adalah miskin sekali tanpa Roh Suci.”  

Pada mulanya, ”Semua mereka memiliki pelita-pelita dan botol-botol minyak,” yang berarti semua mereka itu memiliki Alkitab dan Roh Nubuatan dari pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14. “Selama sesuatu waktu tidak tampak adanya perbedaan apapun di antara mereka. Demikian itulah keadaan Gereja yang hidup menjelang kedatangan Jesus yang kedua kali. Semua memiliki pengetahuan Alkitab. Semua telah mendengar pekabaran tentang kedatangan Kristus yang sudah dekat, dan dengan sungguh-sungguh menunggu kedatangan-Nya. Tetapi sebagaimana dalam perumpamaan itu, demikian itulah halnya s e k a r a n g  i n i (so it is now). Waktu menunggu diperpanjang, i m a n  d i u j i; dan setelah terdengar seruan, ‘Tengoklah, Pengantin Pria itu datang; pergilah keluar menyambut Dia,’ banyak orang tidak siap. Mereka tidak memiliki m i n y a k  di dalam botol-botol mereka bersama-sama dengan pelita-pelitanya. Mereka adalah hampa akan Roh Suci.”

Pelita-pelita dan botol-botol melambangkan Alkitab dan Roh Nubuatan dari hamba Tuhan Nyonya White. Minyak mereka itu sudah habis terpakai selama masa menunggu mereka diperpanjang. Dan hanya dara-dara yang bijaksana saja yang masih memiliki minyak extra di dalam botol-botol mereka. Setelah seruan terdengar, “Tengok, Pengantin pria  itu datang, pergilah kamu keluar menyambut Dia”, yang melambangkan pekabaran baru dari malaikat Wahyu 18 : 1 yang datang menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga dari Wahyu 14, maka banyak sekali orang yang tidak siap. Mereka tidak memiliki minyak extra di dalam botol-botolnya untuk mengisi ulang pelita-pelita mereka untuk menerangi sisa perjalanan mereka. Adalah karena tidak memiliki Roh Suci di dalam hati, maka mereka telah gagal untuk benar-benar memahami akan SEGALA KEBENARAN dan PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG, sebagaimana yang telah dijanjikan Tuhan di dalam Yahya 16 : 13, yang kini sudah tersedia di dalam ROH NUBUATAN. Dan inilah alasannya mengapa hamba Tuhan Nyonya White selanjutnya mengamarkan sebagai berikut :     

“Kita semua perlu menyelidiki lebih dalam daripada sebelumnya akan perumpamaan tentang sepuluh anak dara itu. Lima dari mereka itu bijaksana, tetapi lima lainnya adalah  b o d o h.  Mereka yang bijaksana membawa minyak di dalam botol-botol mereka berikut pelita-pelitanya. Inilah minyak yang suci itu yang dilambangkan di dalam Z a k h a r i a (Zakharia  4 : 11 – 14 dikutip). Gambaran ini memiliki akibat yang besar bagi orang-orang yang mengaku mengerti kebenaran. Tetapi jika kita tidak mempraktikkan kebenaran itu, kita tidak akan menerima minyak yang suci itu, yang telah dikosongkan keluar dari pipa-pipa keemasannya sendiri. Minyak itu diterimakan ke dalam botol-botol yang telah dipersiapkan untuk itu. Itulah R o h S u c i  di dalam hati yang bekerja oleh kasih lalu membersihkan jiwa ……….” -- EGW. Bible Commentary, Vol. 7 – A, p. 189.

Untuk penyelidikan selanjutnya terhadap nubuatan Zakharia pasal 4, anda dipersilahkan membaca artikel kami yang berjudul :”BUKAN OLEH KUAT JUGA BUKAN OLEH KUASA”, dan “PERUMPAMAAN SEPULUH ANAK DARA DARI JESUS.”

Karena pekabaran baru dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu berisikan PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG di dalam nubuatan-nubuatan dan berbagai perumpamaan dari Jesus, maka marilah sejenak kita melihat kepada nubuatan Daniel, sewaktu malaikat Jibrail ditugaskan turun kepadanya, untuk memberitahukan kepada Daniel bahwa semua nubuatannya yang berkaitan dengan akhir zaman baharu akan terungkap di akhir zaman. “Pergilah kamu Daniel; karena semua perkataan itu akan tertutup dan tersegel sampai ke akhir zaman. Banyak orang akan disucikan, dan diputihkan, dan dicobai; tetapi orang jahat akan makin melakukan kejahatan; dan tidak seorangpun dari orang-orang jahat itu akan mengerti, tetapi orang yang bijaksana akan mengerti.” Daniel 12 : 9, 10.

Dan karena Nyonya White juga mengatakan bahwa: ”Di dalam Wahyu semua buku-buku Alkitab bertemu dan berakhir. Di sinilah pelengkap dari Buku Daniel itu.”The Acts of the Apostles, p. 585; maka tak dapat tiada harus juga disimpulkan bahwa sesudah nubuatan-nubuatan Daniel dan Wahyu diinterpretasikan di akhir zaman ini, maka semua nubuatan dari buku-buku Alkitab lainnya sudah akan ikut diinterpretasikan. Dengan demikian baharu genaplah ucapan hamba Tuhan Nyonya White sebagai berikut :
 
“Di masa lalu Allah berbicara kepada manusia melalui mulut para nabi dan para rasul (di dalam Alkitab). Di hari-hari
sekarang ini (di akhir zaman) IA berbicara kepada mereka melalui kesaksian-kesaksian dari Roh-Nya. Belum pernah ada sesuatu waktu apabila Allah telah menginstruksikan kepada umat-Nya dengan sedemikian seriusnya daripada yang Ia instruksikan kepada mereka di waktu ini mengenai kehendak-Nya, serta arah perjalanan yang Ia ingin mereka tempuh.” Evangelism, p. 255, 256  (In brackets added).

Kini melalui kesaksian-kesaksian tertulis dari ROH-NYA di dalam ROH NUBUATAN Jesus berbicara kepada kita. IA mengamarkan kepada kita supaya berhati-hati terhadap mereka anak-anak dara yang bodoh itu, orang-orang jahat itu, di dalam Sidang, yang akan makin melakukan kejahatan, dan tidak seorangpun dari mereka itu akan mengerti, tetapi anak-anak dara yang bijaksanalah yang akan mengerti. Hanya dara-dara yang bijaksana yang akan mengerti PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG karena seekaliannya itu sudah diiterpretasikan di dalam ROH NUBUATAN. Mereka itulah yang kelak akan lebih dulu disucikan, dan diputihkan, dan dicobai, baharu kemudian mereka keluar menyambut Jesus pada kedatangan-Nya yang akan datang.  

Selama orang-orang jahat dari anak-anak dara yang bodoh masih terus mendominasi gereja-gereja kita, maka tidaklah mengherankan apabila anak-anak dara yang bijaksana itu akan terus mengalami aniaya di tangan mereka. Bahkan sampai kepada saat kelepasan mereka yang akan datang untuk kelak berdiri bersama Anak Domba Allah di gunung Zion, di Palestina. Yahya Pewahyu meramalkannya sebagai berikut :  

“Maka tiba-tiba aku tampak seekor Anak Domba berdiri di gunung Sion, dan bersama dengan-Nya adalah mereka yang 144.000 itu, yang memiliki nama Bapa pada dahi-dahi mereka. ……. Inilah mereka itu yang tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita karena mereka adalah anak-anak dara. ……Dan di dalam mulut mereka tidak didapati tipu; karena mereka adalah tanpa s a l a h di hadapan tahta Allah.”Wahyu 14 : 1, 4, 5.

Akan ada sejumlah 144.000 umat kesucian yang berasal dari antara anak-anak dara yang bijaksana itu, yang akan bertahan hidup melewati masa-masa sulit mereka selama masa kesusahan Yakub yang akan datang. Mereka itulah yang akan luput untuk kemudian dibawa ke gunung Sion di Palestina untuk berdiri bersama Jesus sebagai Anak Domba Allah di sana.

Kalau saja pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 di dalam buku-buku terbitan Tongkat Gembala masih terus saja ditolak di dalam gereja-gereja kita, maka dapatlah dipastikan,bahwa SEGALA KEBENARAN  di dalam  Roh Nubuatan dari Nyonya White tidak akan pernah sepenuhnya dapat dimengerti. Dan anda akan kehilangan semua pengetahuan terhadap PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG, untuk mempersiapkan anda bagi kedatangan Jesus, baik untuk berdiri bersama-Nya di gunung Sion di Palestina dalam rombongan besar 144.000 umat kesucian yang akan datang, maupun untuk kemudian menyambut Jesus pada kedatangan-Nya yang kedua kali di dalam awan-awan di langit.

Kedua Kelas Anak-Anak Dara itu.
Siapakah mereka itu ?


 “Allah memiliki sebuah Sidang, maka Sidang itu memiliki
sebuah dinas pelayanan pilihan Ilahi.”
--- Testimonies to Ministers, p. 52 ---

Oleh datangnya pekabaran baru dari malaikat Wahyu 18 : 1 dalam tahun 1929 untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga dari Wahyu 14, maka Sidang Jemaat Laodikea sudah akan terbagi ke dalam dua kelompok umat. Pada dasarnya umat kita sudah harus terbagi ke dalam kedua kelompok itu sesuai dengan perumpamaan dari Jesus: lima anak dara yang bijaksana pada kelompok yang satu, dan lima anak dara yang bodoh pada kelompok yang lainnya.  Pekabaran baru ini akan disambut oleh kelompok yang satu, sementara kelompok yang lainnya akan terus menolak dengan gigih pekabaran yang baru itu sampai pada akhirnya. Permasalahannya kini adalah, siapakah mereka itu masing-masing ?  

Karena Tuhan Allah memiliki hanya satu Sidang Jemaat yang mewakili Kerajaan Sorga-Nya di bumi ini, maka pembagian Sidang Jemaat-Nya itu sudah akan terjadi sebagai berikut: Sidang Jemaat Laodikea pada sisi yang satu, dan malaikat Sidang Jemaat Laodikea berikut semua pengikut setianya pada sisi yang lainnya. Sidang Jemaat Laodikea, sebagaimana sudah diketahui, melambangkan umat Allah yang memberitakan pekabaran pehukuman di dalam sidang peengadilan sorga, kepada seluruh penduduk bumi semenjak dari tahun 1844, sampai kepada akhir masa kasihan di dalam kaabah kesucian sorga.  

Sidang Jemaat milik Allah, sekalipun telah berubah namanya berkali-kali sampai kepada akhir zaman ini, iaitu akan selalu dikenal dari identitasnya sebagai pemelihara Hukum Allah dan penganut Kesaksian Jesus Kristus. Dan karena ia telah merangkul pekabaran baru itu di akhir zaman ini, dan telah dikategorikan sebagai anak-anak dara yang bijaksana sesuai perumpamaan Jesus dari Matius 25, maka iaitu akan selalu berada sebagai Sidang Jemaat milik Allah, sekalipun tidak lagi berkuasa untuk mendominasi dinas pelayanan bekas miliknya, yaitu Organisasi General Conference of SDA di Amerika Serikat. Inilah alasannya mengapa oleh perantaraan nabi Jeremiah Tuhan Allah telah menyampaikan amaran-Nya yang berikut ini :  

“Demikianlah firman Tuhan:‘Terkutuklah orang yang menaruh harap pada manusia, dan membuat manusia menjadi sandarannya, dan yang hatinya berpaling daripada Tuhan. Karena ia akan jadi seperti semak bulus di tengah-tengah padang tandus, yang tidak akan melihat apabila kebaikan datang; melainkan ia akan mendiami tempat-tempat yang gersang di hutan belantara, pada suatu padang asin yang tidak dapat didiami. Berbahagialah orang yang  menaruh harap pada Tuhan, dan yang harapannya adalah Tuhan saja.” --- Jeremiah 17 : 5, 6.

“Kita diperingatkan agar jangan menaruh harap pada manusia, dan jangan membuat manusia menjadi sandaran bagi kita. Suatu kutuk ada diucapkan bagi semua orang yang berbuat demikian.”Testimonies to Ministers, p. 367. “Tuhan Allah tidak mungkin dapat memuliakan nama-Nya melalui umat-Nya sementara mereka bersandar pada manusia dan membuat manusia menjadi pegangannya.” 5 Testimonies, p 729. “Setan sedang terus berusaha untuk menarik perhatian orang kepada manusia gantinya kepada Allah. Ia membawa orang-orang untuk memandang kepada para bishops, kepada para pendeta, kepada para professor theologia, sebagai pembimbing-pembimbing mereka, gantinya menyelidiki sendiri Alkitab untuk mencari tahu kewajiban-kewajiban mereka.”Spirit of Prophecy, vol. 4, p. 414.

“Kita telah cenderung mengira, bahwa dimana tidak terdapat pendeta-pendeta yang setia, tidak mungkin akan ada orang-orang Kristen yang sejati. Namun ini adalah bukan masalahnya. Allah telah berjanji, bahwa dimana para gembala didapati tidak benar, maka Ia akan menggembalakan sendiri kawanan domba itu. Allah tidak pernah membiarkan kawanan domba-Nya sepenuhnya bergantung pada alat-alat manusia. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sudah dekat sekali. Allah hendak memiliki suatu umat yang suci dan benar. Dalam penyaringan yang hebat, yang segera akan jadi kita akan lebih mampu mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda menunjukkan, bahwa masa itu sudah dekat apabila Tuhan akan menyatakan, bahwa sapu-Nya sudah ada di dalam tangan-Nya, dan Ia akan membersihkan sepenuhnya seluruh lantai-Nya.” --- 5 Testimonies, p. 80.
 
Jangan lagi cenderung untuk mengira bahwa dimana tidak ada lagi pendeta-pendeta yang setia di General Conference of SDA,
maka tidak akan mungkin lagi terdapat orang-orang Kristen yang benar di dunia ini. Ini adalah bukan lagi persoalannya. Tuhan Allah telah berjanji bahwa apabila malaikat Sidang Jemaat Laodikea dan para pendetanya terus saja menolak pekabaran baru dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu untuk bergabung suaranya dengan malaikat yang ketiga dari Wahyu 14, maka IA akan mengendalikan sendiri kawanan domba-Nya. Dan inilah kenyataannya mengapa artikel-artikel tulisan yang sedemikian ini tidak mungkin lagi datang kepada Saudara dan saya melalui para pendeta sidang yang resmi.  

Terang baru dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu pertama kali datang melalui Saudara Victor T. Houteff, Ketua Sekolah Sabat dari Gereja MAHK di Los Angeles, California, Amerika Serikat dalam tahun 1929. Pekabaran itu kemudian diberi nama “TONGKAT GEMBALA.” Petunjuk-petunjuk pelaksanaan bagi  “Seruan bagi suatu Pembangunan Rohani dan suatu Reformasi Rohani” oleh Nyonya White di dalam Review and Herald, February 25, 1902 itu, kemudian telah disusun di dalam sebuah buku kecil, yang namanya : KEIMAMMATAN DARI  DAVIDIAN  MAHK. Ini adalah salah satu dari buku-buku terbitan TONGKAT GEMBALA dari Houteff.

Sesudah memenangkan banyak pengikutnya yang menganut pekabaran baru itu dalam tahun 1930, maka Houteff dan sebagian para pengikutnya kemudian pindah ke Waco, Texas untuk mendirikan markas besar mereka di sana. Markas Besar itulah yang telah didirikannya di sekitar Danau Waco, di Texas, Amerika Serikat.  Dengan demikian pekerjaan mengre-organisasi kembali General Conference of SDA sesuai petunjuk pelaksanaannya yang resmi di dalam buku KEIMMAMATAN selesai dalam tahun 1935.  

Kini setelah selesai penataan kembali Organisasi General Conference of SDA itu menjadi General Association of Davidian SDA dalam tahun 1935, maka Tuhan Allah sudah akan meludahkan malaikat Sidang Jemaat Laodikea yang suam rohani itu keluar dari dalam mulut-Nya. Adalah tidak mungkin bagi Tuhan Allah untuk memiliki dua Organisasi yang saling bertentangan mewakili-Nya dalam masa yang sama sesudah itu. Sementara Organisasi yang satu terus berjuang untuk membangun dan reformasi sesuai berbagai petunjuk pelaksanaannya di dalam ROH NUBUATAN (di bawah pimpinan dari Roh Suci), sementara sebaliknya organisasi yang lainnya terus berjuang untuk menolaknya, baik secara langsung ataupun tidak langsung, dengan cara menghalangi ROH NUBUATAN itu mencapai seluruh umat. Dan inilah pula alasannya, mengapa “kaki pelita” yang melambangkan Sidang Jemaat milik Allah harus dipindahkan dari bawah pengawasan mereka, lalu ditaruh di bawah dinas pelayanan pilihan Ilahi yang baru.   

Kini jelaslah bahwa sekalipun anda menyetujui atau pun tidak menyetujui, adalah rencana dari Tuhan Allah sendiri bahwa umat yang sisa dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sudah harus dikategorikan ke dalam dua kelompok utama yang besar yaitu anak-anak dara bijaksana yang mengerti PERKARA-PERKARA YANG AKAN DATANG, yang kemudian akan disucikan, diputihkan dan dicobai di satu pihak, dan orang-orang jahat, yang tidak pernah lagi akan mengerti, sehingga mereka akan makin melakukan kejahatan sampai kepada akhir nasib mereka kemudian.

Hanya
Hukum Allah dan ROH NUBUATAN
  yang dapat menyelamatkan

Musa pernah mengatakan : “Perkara-perkara yang rahasia itu bagi milik Tuhan Allah saja : tetapi perkara-perkara itu yang diungkapkan adalah bagi kita dan bagi anak cucu kita sampai selama-lamanya, s u p a y a  dapat kita melakukan semua perkataan dari hukum Torat ini.”Ulangan 29 : 29.  

Segala perkara itu yang sudah terungkap di dalam Alkitab dan di dalam buku-buku terbitan ROH NUBUATAN adalah kini bagi kita, supaya dapat kita melakukan semua perkataan dari Sepuluh Perintah Torat itu. Oleh sebab itu, maka oleh mempraktikkan semua Sepuluh Perintah itu dalam peribadatan kita, oleh mematuhi semua perkara yang sudah terungkap itu, maka dapatlah kita meyakini bahwa keselamatan itu akan pada akhirnya menjadi milik kita.

Tetapi bagaimanakah dapat kita diselamatkan kalau saja nubuatan-nubuatan dari Alkitab yang sedemikian banyaknya itu, seperti misalnya nubuatan-nubuatan Daniel dan Wahyu dan bahkan juga nubuatan-nubuatan lainnya dari Jesaya, Jeremiah, Jeheskiel, Hosea, Amos, sampai dengan buku Maleakhi, belum juga sepenuhnya terungkap pengertiannya bagi kita untuk dipatuhi ? Dapatkah kita meyakini untuk siap menyambut Jesus pada kedatangan-Nya yang akan datang, sementara masih memiliki hanya sesuatu iman yang sederhana yang dilandaskan pada Injil yang sama sekali belum lengkap ? Sekiranya Tuhan Allah mau dan rela mengampuni, lalu kemudian menyelamatkan kita berlandaskan pada hanya Injil yang belum lengkap, IA sudah akan dapat menyelamatkan juga semua orang dari Gereja-Gereja yang sudah jatuh di luar sesuai dengan Injil dari masing-masing mereka itu yang juga belum sepenuhnya lengkap, bukan ?  Maka ini sudah akan berarti, bahwa semua upaya kita selama ini menghotbahkan Injil Kerajaan kepada dunia Kristen Babil di luar, adalah hanya untuk saling membagi-bagikan Injil yang tidak lengkap dengan mereka yang sama sekali tidak akan memiliki pengaruh penyelamatan apapun juga. Hamba Tuhan Nyonya White memperingatkan :  

“Apabila sebuah pekabaran datang dalam nama Tuhan kepada umat-Nya, tidak seorangpun boleh berdalih-dalih sebagai alasan untuk tidak menyelidiki berbagai tuntutan dari pekabaran itu. Tidak seorangpun boleh berdiri di belakang dalam sikap acuh tak acuh dalam percaya diri sendiri, lalu mengatakan : “Aku tahu arti kebenaran itu. Aku sudah puas dalam kedudukanku, akan sudah berketetapan hati, dan aku tidak mau lagi beralih dari kedudukanku, apapun juga yang akan terjadi. Aku tidak mau mendengar kepada pekabaran dari jurukabar ini, sebab aku tahu bahwa iaitu tidak mungkin kebenaran.”Adalah karena sebab mengikuti jalan yang sedemikian ini, maka Gereja-Gereja yang terkenal (Gereja-Gereja yang sudah jatuh di luar) sudah tertinggal dalam kegelapan sebagian (Injil yang tidak lengkap), dan itulah sebabnya mengapa pekabaran-pekabaran dari sorga tidak berhasil mencapai mereka.”Counsels on Sabbath School Work, p. 28 (in brackets is added).

“Masa-masa periode yang berbeda dalam sejarah Gereja masing-masingnya telah ditandai oleh berkembangnya sesuatu kebenaran khusus, yang disesuaikan bagi berbagai kebutuhan umat Allah pada waktu itu. Setiap kebenaran baru telah menempuh jalannya sendiri melawan berbagai kebencian dan tantangan; maka orang-orang yang diberkahi oleh terangnya itu telah diuji dan dicobai. Tuhan memberikan sebuah kebenaran khusus bagi umat dalam sesuatu keadaan darurat. Siapakah yang berani menolak memberitakannya ?”The Great Controversy, p. 609.

Saudara Pembaca yang kekasih! “Allah menyerukan suatu pembangunan  rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak terjadi, maka orang-orang yang suam itu akan terus bertumbuh makin menjijikkan di hadapan Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.” -- Review & Herald, February 25, 1902.


 

****