Dosa-Dosa dari mereka yang
terbunuh pada waktu nubuatan Jesaya 66 : 16 – 20, Jehezkiel 9, dan Maleakhi 3 : 1,2   kelak digenapi




P e n d a h u l u a n

 

Perlu sekali diketahui, bahwa ada banyak sekali nubuatan Alkitab, baik yang ada di dalam Wasiat Lama, maupun di dalam buku Wahyu, dan bahkan di dalam berbagai perumpamaan Jesus di dalam Wasiat Baru. Karena sekaliannya itu baharu terungkap di akhir zaman sekarang ini, maka manfaatnya tak dapat tiada berlaku bagi hanya umat Allah yang hidup di waktu ini. Oleh sebab itu, maka tidaklah mengherankan apabila Iblis, musuh utama Allah dan umat kesucian-Nya di bumi sudah akan selalu berusaha dengan segala dayanya untuk merusak Sidang Jemaat Laodikea kita dari dalam.

Karena Tuhan Allah mengakui h a n y a  satu sidang jemaat-Nya di akhir dunia sekarang ini, maka Sidang Jemaat Laodikea adalah satu-satunya sidang jemaat milik Allah di akhir dunia sekarang ini, yang kondisi kerohaniannya sudah jatuh dalam dosa, yaitu “miskin, buta, dan telanjang rohani.” Baca : Wahyu 3 : 14 – 20.

Karena kondisi kerohanin itu tidak terdapat pada Gereja-Gereja Kristen lainnya di seluruh muka bumi sekarang ini, maka janganlah mengira, bahwa gereja-gereja mereka itu lebih direstui Allah atau lebih berkenan pada pemandangan mata-Nya di sorga daripada kita. Karena Tuhan Allah mengakui hanya satu umat-Nya di bumi, yaitu warga Kerajaan-Nya, maka mereka itulah yang dikenal sebagai Pemelihara Perintah-Perintah Allah dari Hukum Torat dan Kesaksian Jesus yang disebut ROH NUBUATAN itu saja. Sekalipun keberadaan mereka itu sudah sangat terbatas jumlahnya di dalam Sidang Jemaat Laodikea, namun karena keberadaan mereka itulah,  maka sidang jemaat Laodikea b e l u m   l a g i  dihukum. Namun sejak dari jauh-jauh hari sebelumnya rasul Petrus telah mengingatkan :

“KARENA WAKTYUNYA KELAK AKAN DATANG BAHWA PEHUKUMAN HARUS DIMULAI PADA I S I RUMAH ALLAH : MAKA JIKA IAITU PERTAMA SEKALI DIMULAI PADA KITA, MAKA APAKAH KELAK NASIB AKHIR DARI MEREKA YANG TIDAK MEMATUHI INJIL ALLAH ?  MAKA JIKA ORANG BENAR SAJA JARANG SEKALI DAPAT DISELAMATKAN, MAKA DI MANAKAH KELAK MEREKA YANG BERDOSA ITU, DAN MEREKA YANG TIDAK BERAGAMA ?” – 1 PETRUS 4 : 17, 18.       

Rasul Petrus menegaskan, bahwa PEHUKUMAN atau PENGADILAN SORGA sudah akan lebih dulu mengadili I S I  R U M A H  A L L A  H atau Sidang Jemaat Laodikea kita, mendahului kedatangan Jesus yang kedua kali pada akhir dunia yang akan datang. Permasalahan ini tampaknya tidak lagi dibicarakan di dalam Dunia Kristen pada umumnya, dan khususnya di dalam sidang jemaat Laodikea sendiri, tidak banyak lagi didengar, sehingga orang pada umumnya mengira, bahwa karena Jesus sudah mati menebus dosa semua umat-Nya di bumi, maka asalkan sudah menjadi Kristen, maka pasti sudah akan diselamatkan ke sorga. “Jesus menyelamatkan manusia bukan dalam dosa, melainkan dari dosa, maka barangsiapa yang mengasihi Dia, hendaklah menunjukkan kasihnya itu dalam penurutan.” – 6 Review and Herald p. 45.

Apakah anda mengira, bahwa sorga akan kembali menjadi sebuah dunia Kristen yang kacau balau fahamnya seperti sekarang ini ? Ataukah mungkin Tuhan sudah akan memberikan kepada semua umat-Nya h a t i yang b a r u, sehingga tidak perlu lagi diselenggarakan Pengadilan Sorga untuk mengadili semua umat-Nya di bumi ini ?

Adalah karena menjunjung tinggi hukum, maka Jesus telah merelakan dirinya mati untuk menggantikan semua umat-Nya yang melanggar hukum-Nya di bumi. Untuk itulah, maka hanya mereka yang bertobat yang ditebus dosa-dosa mereka oleh Jesus. Mereka yang lalai bertobat tak dapat tiada harus memikul sendiri hukumannya. Dan itulah maut yang kekal yang akan diputuskan kepada setiap umat Laodikea kita di dalam sidang pengadilan sorga yang k i n i sedang berlangsung di dalam kaabah kesucian yang di atas.    

Apabila Sidang Pengadilan itu sampai
  pada giliran kita Sidang Jemaat Laodikea untuk diadili

Apabila Sidang Pengadilan itu sampai pada giliran kita untuk mulai diadili, maka ketiga nubuatan dari nabi Jesaya, nabi Jehezkiel, dan nabi Maleakhi itu akan seluruhnya serentak digenapi. Ketiga nabi pilihan Allah itu sesungguhnya telah bernubuat perihal peristiwa yang sama yang akan menimpa kita umat Laodikea sebentar lagi. Untuk itulah, maka marilah kita ikuti pertama sekali, bagaimana nabi Jesaya menubuatkannya sebagai berikut :

“Karena  oleh  api dan oleh pedang-Nya Tuhan  akan  m e n g h i m b a u s e m u a   o r a n g : maka orang-orang yang kelak d i b u n u h Tuhan itu akan banyak sekali. Mereka yang mempersucikan dirinya, dan yang membersihkan dirinya di dalam t a m a n - t a m a n di balik sebuah pohon kayu yang ada di tengah-tengahnya, yang makan daging babi, dan makanan keji lainnya, dan juga tikus, semua mereka itu akan dihapuskan bersama-sama, demikianlah firman Tuhan. Karena Aku tahu semua perbuatan mereka itu dan semua pemikirannya : maka akan datang kelak kemudian, bahwa Aku akan menghimpun s e m u a bangsa dan bahasa-bahasa; dan mereka itu akan datang, lalu menyaksikan kemuliaan-Ku. Dan seterusnya  …………..” ----- Yesaya 66 : 16 – 24.

Oleh a p i  dan p e d a n g-N y a, artinya, oleh R O H dan FIRMAN-N Y A Tuhan akan pertama sekali menghimbau kita untuk ber e f o r m a s i dan b e r t o b a t. Ingat seruan pembangunan dan reformasi rohani  dari Nyonya White di dalam majalah Review and Herald tertanggal 25 Pebruari 1902. Karena nubuatan itu baharu berlaku sekarang ini, maka yang akan menghimbau itu tak dapat tiada adalah n a b i – n a b i akhir zaman dan ROH NUBUATAN yang mewakili Tuhan mereka. Karena para nabi akhir zaman itu sudah meninggal dunia, maka yang akan menggantikan mereka itu tak dapat tiada adalah ROH NUBUATAN saja, yaitu gabungan pekabaran Roh Nubuatan dari Malaikat yang ketiga di dalam Wahyu 14 dengan pekabaran Tongkat Gembala dari Malaikat Wahyu 18 : 1, yang kini sudah mulai menerangi bumi melalui dunia maya. Baca : Early Writings, p. 277.

Semua umat Laodikea yang meremehkan dan menolak himbauan tak dapat tiada akan dibunuh. Sesuai kata-kata ucapan nabi Jesaya di atas akan ada banyak sekali orang-orang Laodikea yang akan dibunuh Tuhan.

Dosa-dosa mereka yang
akan dibunuh menurut nabi Jesaya

  1. Mempersucikan diri dan membersihkan diri di dalam taman-taman di balik sebuah pohon kayu di tengah-tengahnya.
  2. Makan daging babi dan berbagai makanan keji lainnya, dan tikus.


 (1)


Pohon kayu di tengah-tengah taman itu tak dapat tiada melambangkan pemimpin atau pendeta. Ingat ! Mimpi raja Nebuchadnezar di zaman kerajaan Babilonia yang lalu. Ia oleh Tuhan Allah telah dilambangkan di dalam mimpinya itu dengan sebuah pohon kayu, dan rakyatnya dilambangkan dengan rerumputan. Jadi, taman-taman itu tak dapat tiada melambangkan gedung-gedung gereja.

Gedung-gedung gereja telah dijadikan tempat mencari penyucian dan pembersihan diri dari dosa. Dan pendeta-pendeta telah dibuat menjadi tumpuan harapan orang-orang yang buta ROH NUBUATAN, untuk memperoleh jaminan keselamatan hari depan mereka pada kedatangan Jesus yang kedua kali.   

Dengan demikian, makin rajin orang menghadiri berbagai pertemuan di gedung-gedung gerejanya, makin mereka itu dihargai dan dihormati sebagai tokoh-tokoh utama sidang yang kuat beriman. Padahal justru mereka itulah yang paling gigih menentang seruan pembangunan dan reformasi rohani tahun 1902 dari hamba Tuhan Nyonya White di dalam Sidang Jemaat Laodikea  sampai kepada hari ini. Bahkan justru mereka itulah yang paling menentang ROH NUBUATAN.  


(2)


Orang-orang Laodikea mungkin tidak merasa, bahwa nubuatan ini berlaku pada mereka, sebab belum pernah daging babi, tikus dan berbagai makanan keji lainnya itu masuk dalam menu makanan mereka. Namun mereka itu lupa, bahwa Hukum Kesehatan sebagai bagian dari ROH NUBUATAN itu masuk dalam Peraturan-Peraturan Pelaksanaan dari Hukum Torat yang berubah-rubah sifatnya. Berbeda daripada Hukum Dasar Torat yang kekal abadi sifatnya.

Jadi, mereka itu lupa bahwa semenjak dari tahun 1863 kita sudah memiliki Hukum Kesehatan yang baru, yang menggantikan Hukum Kesehatan yang lama dari Buku Immamat pasal 11, yang masih memisahkan daging yang haram daripada yang halal. Dalam Hukum Kesehatan tahun 1863 yang baru, semua makanan daging telah dinyatakan haram, sehingga tidak lagi layak untuk dimakan.

Dosa-dosa mereka yang akan
 dibunuh yang dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9


Jehezkiel pasal 9 :


“Dia berseru juga pada telingaku dengan suara nyaring, katanya: ‘Suruhkanlah mereka yang bertugas menjaga kota itu untuk datang ke sini, yaitu setiap orang dengan senjata pembantainya di tangannya. Maka, tengok datanglah enam orang dari jalan pintu gerbang yang lebih tinggi, yang terletak arah ke utara, masing-masingnya dengan sebuah alat pembantai di tangannya; maka salah seorang dari antara mereka itu berpakaian linen dan di sisinya terdapat suatu alat penulis; lalu masuklah mereka dan berdiri di sisi medzbah tembaga. Maka kemuliaan Allah dari Israel sudah naik dari atas cherub, tempatnya yang semula, ke ambang pintu rumah itu. Lalu dipanggilnya orang yang berpakaian linen itu, yang mempunyai alat penulis di sisinya. Lalu firman Tuhan kepadanya: ‘Berjalanlah di tengah-tengah kota, sepanjang tengah-tengah Jerusalem, dan bubuhlah suatu tanda pada dahi-dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan berteriak karena sebab segala perbuatan keji yang dilakukan di tengah-tengahnya. Dan kepada yang lainnya katanya pada pendengaranku: Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu lalu bunuhlah. Janganlah matamu menaruh sayang dan jangan kenal belas kasihan. Bunuhlah seluruhnya, baik orang-orang tua maupun orang-orang muda, baik anak-anak dara maupun anak-anak kecil dan perempuan-perempuan. Tetapi janganlah menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda itu. Dan mulailah pada kaabah kesucianku. Lalu mulailah mereka terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu. Kemudian katanya kepada mereka itu: Najiskanlah rumah itu dan penuhilah semua serambinya dengan orang-orang yang terbunuh itu. Keluarlah kamu! Lalu keluarlah mereka itu, dan membunuh di dalam kota. Maka terjadilah kemudian, sementara mereka itu membunuh orang-orang itu, dan aku dibiarkannya hidup, sehingga aku bersujud dengan mukaku ke tanah, lalu berseru, kataku: ‘Ya Tuhan Hua, hendakkah Engkau membinasakan seluruh Israel yang sisa dalam mencurahkan amarah-Mu ke atas Jerusalem? Jawab-Nya kepadaku: Kejahatan dari isi rumah Israel dan Jehuda sudah sangat besar, maka negeri itu adalah penuh darah dan kota itu penuh ketidak-adilan; sebab kata mereka: ‘Tuhan sudah meninggalkan tanah ini, dan Tuhan tidak melihatnya. Karena sebab itu aku juga tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan. Kelakuan mereka itu akan Ku timpakan atas kepala mereka. Maka, tengoklah, orang yang berpakaian linen dan yang mempunyai alat penulis di sisinya itu memberi laporan, katanya: ‘Aku sudah melaksanakan sesuai yang Engkau perintahkan kepadaku.” --- Jehezkiel  9 : 1 – 11.

Nubuatan Jehezkiel pasal 9 di atas ini tampaknya sudah meringkaskan/ menyimpulkan semua dosa-dosa dari seluruh umat Laodikea di akhir dunia sekarang ini ke dalam kata-kata : “SEGALA PERBUATAN KEJI YANG DILAKUKAN DI TENGAH-TENGAH MEREKA.”

Segala perbuatan keji itu tak dapat tiada dimaksud kepada semua perbuatan melanggar Hukum Allah. Karena Hukum Allah itu tidak berdiri sendiri, melainkan sangat erat kaitannya dengan ROH NUBUATAN yang berisikan semua peraturan pelaksanaannya, maka jelaslah bahwa segala perbuatan keji itu adalah akibat dari melalaikan ROH NUBUATAN dalam praktik kehidupan beragama kita selama ini.

Dari ROH NUBUATAN itu juga kepada kita diperingatkan dengan serius agar supaya :

“Pelajarilah Jehezkiel pasal 9. Semua perkataan itu akan digenapi sebagaimana yang tertulis (secara literal). Namun waktu terus berlalu, dan orang banyak itu terus tidur. Mereka menolak merendahkan jiwanya dan tidak mau bertobat. Tidak berapa lama lagi Tuhan akan menahan sabar terhadap orang-orang itu, yang telah memiliki kebenaran-kebenaran penting yang sedemikian luasnya yang telah diungkapkan kepada mereka, tetapi mereka menolak membawakan kebenaran-kebenaran ini ke dalam pengalaman-pengalaman pribadinya. Waktunya sudah singkat. Allah sedang memanggil; maukah engkau mendengar? Maukah engkau menyambut pekabaran-Nya? Maukah engkau bertobat sebelum terlalu terlambat? Segera, sangat segera, setiap perkara akan diputuskan untuk kekal selama-lamanya.” – Letter 106, 1909, pp. 2, 3, 5, 7. (Kepada gereja-gereja di Oakland dan Berkeley, September 26, 1909).“  --- Manuscript Releases, vol. 1, p. 260.

Dosa-Dosa mereka yang
akan dibunuh sesuai nabi Maleakhi

Maleakhi 3 : 1 – 11  :

“Bahwasanya Aku hendak mengirim utusan-Ku, maka ia akan mempersiapkan jalan mendahului-Ku : maka Tuhan yang kamu cari itu akan secara tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu Utusan Perjanjian itu yang kamu senangi itu : bahwasanya ia akan datang, demikianlah firman Tuhan. Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari kedatangan-Nya itu ? Dan siapakah yang dapat berdiri apabila ia muncul  kelak ? Karena Ia adalah bagaikan suatu api pembersih perak, dan bagaikan suatu sabun pemutih.” --- Maleakhi 3 : 1, 2.

“Maka Ia akan duduk bagaikan seorang pandai emas dan perak ; dan Ia akan menyucikan b a n i  L e w i, dan  membersihkan mereka itu seperti emas dan perak, s u p a y a  dapat mereka mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran. Kemudian persembahan Jehuda dan Jerusalem akan kelak berkenan kepada Tuhan sama seperti di zaman dahulu dan seperti pada tahun-tahun yang terdahulu.” Maleakhi 3 : 3 – 4.  ……………………………………………

“Karena Akulah Tuhan, Aku tidak berubah; karena sebab itulah kamu Anak-anak Jakub tidak dihabisi.” Maleakhi 3 : 6.

“Bahkan dari zaman para nenek moyangmupun kamu sudah meninggalkan perintah-perintah-Ku, dan tidak mematuhi sekaliannya. ‘Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.’ Tetapi kamu mengatakan: Dimanakah kami harus kembali ?” Maleakhi 3 : 7.
 
“Maukah seseorang merampok Allah ? Namun kamu s u d a h merampok Aku. Tetapipun kamu mengatakan : Dimanakah kami telah merampok Engkau ?  Dalam perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan tatangan.  T e r k u t u k l a h  kamu oleh suatu kutuk, karena kamu sudah merampok Aku,  b a h k a n  seluruh b a n g s a  i n i  sudah merampok Aku.”Maleakhi 3 : 8, 9. (Terjemahan yang lebih tepat dari Alkitab versi King James).

“Bawalah olehmu segala perpuluhan-perpuluhan itu ke dalam perbendaharaan, supaya ada tersedia makanan di dalam rumah-Ku, dan cobailah kepada-Ku sekarang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, kalau-kalau tidak Ku bukakan bagimu segala pintu langit, lalu menuangkan suatu berkat, sehingga kelak tidak tersedia cukup tempat untuk menampungnya.” --- Maleakhi 3 : 10. (Terjemahan yang lebih tepat).
 
“Maka oleh karenamu juga Aku akan menghukum si pembinasa supaya jangan lagi dibinasakannya hasil-hasil tanahmu, dan juga supaya buah anggurmu yang di padang tidak gugur sebelum waktunya, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.”Maleakhi 3 : 11.

Hamba Tuhan Ny. White menyimpulkan nubuatan Maleakhi 3 di atas ini sebagai berikut :

“Dengan serius para pelaku kejahatan diamarkan mengenai hari Pengadilan (Pengadilan orang hidup) yang akan datang, dan maksud Allah untuk mendatangkan kebinasaan dengan segera kepada setiap pelanggar. Namun tidak seorangpun dibiarkan tanpa pengharapan.  N u b u a t a n  Maleakhi mengenai pengadilan itu adalah diikuti dengan seruan kepada mereka yang tidak bertobat agar mereka mau  berusaha berdamai dengan Allah. ’Hendaklah kamu kembali kepada-Ku,’ demikianlah anjuran Tuhan, ‘maka Akupun akan kembali kepadamu.’  Maleakhi 3 : 7.“ – Prophets and Kings, p. 706 (Dalam kurung tambahan).

Seluruh umat Laodikea kita s u d a h terlibat dalam kejahatan besar yang serius. Kejahatan apakah itu ?  Kejahatan dalam permasalahan PERPULUHAN dan PERSEMBAHAN-PERSEMBAHAN TATANGAN. Banyak sekali orang yang sudah terkena k u t u k akibat dari kejahatan itu. Kejahatan itu biasanya melibatkan orang-orang yang terlalu bergantung pada Organisasi Gereja dan para pendetanya bagi keselamatan mereka di akhirat. Itulah orang-orang yang selalu mencari penyucian dan pembersihan diri di taman-taman, dan yang bergantung pada sebuah pohon kayu yang ada di tengah-tengah taman. Jadi, kesetiaan mereka dalam membayar perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan tatangannya, bukan untuk menunjang tersedianya ROH NUBUATAN sebagai makanan rohani di seluruh pelosok Sidang Jemaat Laodikea, melainkan untuk membayar uang iuran bulanan sebagai kewajiban berorganisasi.

Akibatnya, sekalipun kesetiaan mereka membayar Perpuluhan-Perpuluhannya kepada Organisasi Malaikat Sidangnya tidak pernah berkurang, namun “Pintu Langit“ tampaknya tidak pernah lagi terbuka bagi mereka untuk menuangkan ke bawah berkat-berkat rohani yang tidak lagi dapat ditampung sendiri. Berkat-berkat rohani itu sama sekali tidak pernah tampak.

Pembantaian itu di d u a  tempat :
(1) di  MAHK dari Sidang Jemaat Laodikea, dan (2) di Davidian MAHK dari Sidang Jemaat Laodikea.

(1)

Semua umat Laodikdea tak dapat tiada sudah harus memahami dengan benar nubuatan Zakharia pasal 4 yang membicarakan bagaimana Alkitab itu telah diungkapkan dan diinterpretasikan bagi kita ke dalam mangkok emas yang melambangkan ROH NUBUATAN. Pekerjaan itu baharu dilaksanakan di akhir zaman, sejak dari permulaan abad ke-18 yang lalu. 

Dengan demikian, maka sesuai ucapan nabi Musa di dalam bukunya Ulangan 29 : 29, maka ROH NUBUATAN itu sudah akan berisikan semua peraturan pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat bagi semua umat akhir zaman di waktu ini untuk selalu dipatuhi. Artinya, apabila ROH NUBUATAN dilalaikan atau dilanggar, maka berdosalah kita. Tetapi bagaimanakah kenyataannya di dalam Sidang Jemaat Laodikea kita sejak dari kejatuhan rohani malaikat sidang jemaatnya yang lalu ? Nabi Zakharia dalam kata-kata nubuatannya itu meramalkannya sbb. : 

“Maka kembalilah malaikat yang berbicara dengan aku itu, lalu dibangunkannya aku bagaikan orang yang dibangunkan daripada tidurnya. Maka katanya kepadaku, ‘Apakah yang engkau lihat ?  Maka jawabku, ‘Bahwasanya  aku melihat sebuah kaki pelita  yang dari emas seluruhnya, dan sebuah mangkok terdapat pada puncaknya, dan  iaitu memiliki tujuh buah pelita, dan tujuh buah pipa yang berada di atasnya, yang menghubungkan tujuh pelita itu, Dan ada dua pohon zaitun di sampingnya, yang sebuah pada sebelah kiri  dari mangkok itu, dan yang lainnya pada sebelah kanannya. Demikian jawabku lalu kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu, Apakah artinya semuanya ini, Tuanku ?’

“Maka jawab malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: ‘Tiadakah engkau mengetahui artinya ini ?’ Maka jawabku, ‘Tidak Tuan.’ Maka jawabnya dan katanya kepadaku: ‘ Inilah firman Tuhan kepada Zerubabel, bunyinya:  ‘B U K A N  OLEH K E K U A T A N, JUGA BUKAN OLEH K E K U A S A A N, MELAINKAN OLEH  R O H K U,  demikianlah firman Tuhan sekalian alam……” – Zakharia 4 : 1 – 6.

Karena nubuatan ini baharu terungkap di dalam sidang Jemaat Laodikea, tepatnya s e s u d a h malaikat sidang jemaatnya itu jatuh miskin, buta dan telanjang rohani, maka Zerubbabel tak dapat tiada melambangkan hamba Tuhan Victor T. Houteff, nabi terakhir yang telah menyampaikan nubuatan itu kepada kita berikut semua interpretasinya di dalam ROH NUBUATAN. 

“Bukan oleh kekuatan, bukan juga oleh kekuasaan, melainkan oleh Roh Allah saja". Tuhan Allah berfirman kepada kita umat Laodikea di akhir zaman melalui hamba-Nya Victor T. Houteff. Demikian kata malaikat itu. Artinya, b u k a n oleh kekuatan (pendeta dan hotbah-hotbahnya dari atas mimbar), juga b u k a n oleh kekuasaan ORGANISASI General Conference of SDA melalui buku-buku Sekolah Sabatnya, melainkan oleh R o h Allah saja yang telah memberikan kepada kita ROH NUBUATAN itu melalui hamba-Nya Houteff di dalam mangkok keemasan dari nubuatan Zakharia pasal 4 itu.

Jadi tidaklah mengherankan, bahwa karena ROH NUBUATAN itu tidak lagi dijunjung tinggi di dalam Sidang Jemaat Laodikea, maka semua mereka itu sudah akan harus dibantai.

(2)

Di dalam buku Amaran Sekarang, Jilid 1, No. 43 hamba Tuhan Houteff telah mengungkapkan bagi kita nubuatan dari Jesaya pasal 63, yang membicarakan adanya 2 (dua) pembantaian : Pembantaian  terhadap mereka yang masuk kategori “Edom” atau “Esau” yang menguasai Gereja MAHK dari Sidang Jemaat Laodikea di waktu ini, dan kedua terhadap mereka yang masuk kategori ”Bozrah” atau “kandang domba”, yang melambangkan Organisasi Pusat Davidian MAHK dari Sidang Jemaat Laodikea yang  berlokasi di Waco, Texas, USA.

Para Pembaca dipersilahkan membaca sendiri artikel khusus yang berjudul : “TAHUN PENEBUSAN-NYA ……. TANDA DARI HARI PEMBALASAN ITU (Jesaya pasal. 63)” – pada buku Timely Greetings, Jilid 1, No. 43, atau pada buku AMARAN SEKARANG, Jilid 1, no. 43.

Jika malaikat Sidang Jemaat Laodikea berikut semua pengikut setianya dibantai, maka itu adalah karena mereka menolak emas, pakaian putih, dan salp mata yang melambangkan ROH NUBUATAN. Namun jika orang-orang Davidian MAHK dari Sidang Jemaat Laodikea, yang sudah berlindung di Bozrahpun masih juga ikut dibantai, maka itu benar-benar terlalu bodoh, tolol dan bahkan terlalu jahat. Mereka itu tak dapat tiada sudah juga berdosa karena bergantung pada ORGANISASI dan pada pohon-pohon kayunya yang terdapat di tengah taman-taman yang ada. Mereka berdosa karena tidak menghargai guru-guru pilihan Ilahi yang sedang mengungkapkan bagian-bagian Pekabaran dari ROH NUBUATAN di dalam MANGKOK EMAS dari Zakharia pasal 4, di bawah terang dari Tongkat Gembala, yang dalam satu dan lain hal perlu diinterpretasikan lebih lanjut bagi kita. Guru-Guru pilihan Ilahi itu justru telah dituduh terlibat dalam dosa karena menambah-nambah dan mengurang-ngurang yang dilarang di dalam Wahyu 22 : 18, 19. 

Dosa karena m e r a m p o k Allah

“Maukah seseorang merampok Allah? Namun kamu s u d a h merampok Aku. Tetapi katamu : ‘Dalam hal apakah kami telah merampok Engkau ?’ Dalam perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan ………….  N u b u a t a n ini berlaku terutama di akhir zaman.” --- Testimonies, vol. 1, p. 222.

Lalai menunjang pekabaran Eliyah dari Maleakhi 3 : 1, 2 karena lalai mengembalikan uang-uang perpuluhan dan persembahan-persembahan milik Allah kepada perbendaharaan-Nya, yang berada dengan guru-guru pilihan-Nya sendiri, adalah s a m a  d e n g a n  merampok Allah. Para pelakunya itu dinyatakan sebagai orang-orang terkutuk, yaitu orang-orang yang sudah terlibat dalam dosa yang tak terampuni lagi. Sekalipun demikian, apabila masih ada dari mereka mau bertobat, maka hamba Tuhan mengatakan : 

“N u b u a t a n  Maleakhi  mengenai pehukuman (pengadilan) adalah diikuti dengan seruan kepada mereka yang tidak bertobat agar mereka mau berusaha berdamai dengan Allah. ’Hendaklah kamu kembali kepada-Ku’, demikianlah anjuran Tuhan,’maka Akupun akan kembali kepadamu.’ Maleakhi 3 : 7.”  --- Prophets and Kings, p. 706.

Karena pekabaran perihal “pengadilan” atau “Pembersihan Sidang Jemaat Laodikea” melalui sidang pengadilan di dalam kaabah kesucian sorga, yang dinubuatkan pada Maleakhi pasal 3 dan 4, adalah s a m a dengan pekabaran yang dinubuatkan pada Jesaya 66 : 16 – 20, dan pada Jehezkiel pasal 9, maka ketiga nubuatan itu tak dapat tiada erat sekali tak terpisahkan hubungannya. Oleh sebab itu, maka dalam membahas dosa-dosa yang melibatkan orang-orang Laodikea yang akan dibantai pada hari Tuhan yang besar dan mengerikan yang akan datang, kita harus memahami benar  setiap jenis dosa yang telah diramalkan di dalam nubuatan-nubuatan itu, sesuai pengertiannya yang ada di dalam ROH NUBUATAN.

K e s i m p u l a n

“KARENA WAKTYUNYA KELAK AKAN DATANG BAHWA PEHUKUMAN HARUS DIMULAI PADA I S I RUMAH ALLAH : MAKA JIKA IAITU PERTAMA SEKALI DIMULAI PADA KITA, MAKA APAKAH KELAK NASIB AKHIR DARI MEREKA YANG TIDAK MEMATUHI INJIL ALLAH ?  MAKA JIKA ORANG BENAR SAJA JARANG SEKALI DAPAT DISELAMATKAN, MAKA DI MANAKAH KELAK MEREKA YANG BERDOSA ITU, DAN MEREKA YANG TIDAK BERAGAMA ?” – 1 PETRUS 4 : 17, 18.       

Kiranya Tuhan memberkahi kita, dan semoga renungan ini dapat menggugah hati kita untuk senantiasa mau kembali berdamai dengan Allah.  A m i n.

*****