Dana Perpuluhan

untuk Menunjang Pekabaran Eliyah

 

 

 

“Bawalah olehmu s e m u a  perpuluhan-perpuluhan ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada tersedia makanan di dalam rumah-Ku, maka buktikanlah sekarang kepada-Ku dengannya, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam,  kalau-kalau tidak akan Kubukakan kepadamu jendela-jendela sorga, lalu menuangkan keluar atasmu s u a t u berkat, yang kelak tidak akan tersedia cukup ruangan untuk menerimanya.” - Maleakhi 3 : 10.

 

 

Dalam membicarakan tulisan Maleakhi 3 : 10 di atas, kita hendaknya waspada, sebab tulisan itu sekali-kali bukanlah sebuah peraturan yang berkenan dengan pembayaran jenis-jenis Perpuluhan yang diwajibkan. Menurut sejarah, tulisan dari buku Maleakhi itu baru saja muncul di dunia ini kira-kira di antara tahun 445 dan tahun 397 sebelum Tarich Masehi.  Padahal pelaksanaan membayar perpuluhan-perpuluhan itu sendiri sesungguhnya sudah menjadi kebiasaan umat Allah sejak ribuan tahun sebelumnya, jauh sebelum tulisan Maleakhi 3 : 10 itu untuk pertama kalinya muncul di dunia ini.

 

Sejarah Alkitab menunjukkan bahwa Ibrahim yang masa hidupnya kira-kira di tahun 1900 an sebelum Tarich Masehi yang lalu itupun sudah terbiasa melaksanakan pembayaran uang perpuluhannya dengan tertib. Dari tulisan Ibrani pasal 7 dapat kita saksikan, bahwa uang perpuluhan dari Ibrahim telah disalurkannya kepada Melkizedek, raja di Salem, yang juga adalah seorang imam dari Tuhan Allah. Ini berarti lebih dari seribu lima ratus tahun sebelum tulisan nabi Maleakhi pasal 3 : 10 itu muncul di dunia ini peraturan perpuluhan itu sesungguhnya sudah lama dipatuhi.

 

Kebiasaan membayar perpuluhan sudah sejak lama dilaksanakan oleh umat Israel di zaman nabi Musa, bahkan kebiasaan itupun sudah menjadi kebiasaan pribadi dari nabi Maleakhi sendiri sampai kepada saat tulisan Maleakhi 3 : 10 itu ditulisnya bagi kita. Setiap orang yang berakal sehat tentunya akan bertanya:  Kalau  memang tulisan Maleakhi 3 : 10 itu bukan sebuah peraturan hukum yang berkenan dengan pembayaran uang perpuluhan, maka merupakan apakah tulisan itu bagi kita ? Untuk itu marilah kita ikuti catatan dari ROH NUBUATAN yang mengungkapkan tulisan Maleakhi itu bagi kita sebagai berikut :

 

“N u b u a t a n  Maleakhi  mengenai pehukuman (pengadilan) adalah diikuti dengan seruan kepada mereka yang tidak bertobat agar mereka mau berusaha berdamai dengan Allah. ’Hendaklah kamu kembali kepada-Ku’, demikianlah anjuran Tuhan,’maka Akupun akan kembali kepadamu.’ Maleakhi 3 : 7.”  --- Prophets and Kings, p. 706.

 

“Maukah seseorang merampok Allah? Namun kamu s u d a h  merampok Aku. Tetapi katamu : ‘Dalam hal apakah kami telah merampok Engkau ?’ Dalam perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan ………….  N u b u a t a n ini berlaku terutama di akhir zaman.” --- Testimonies, vol. 1, p. 222.

 

Tulisan Maleakhi 3 : 10 itu kini terbukti merupakan bagian dari nubuatan Maleakhi yang berlaku terutama di akhir zaman sekarang ini. Nubuatan Maleakhi itu berlaku khusus bagi sidang jemaat Laodikea, karena hanya di dalam sidang jemaat inilah rahasia dari nubuatan itu akan selengkapnya diungkapkan. Diungkapkan oleh siapa ? Tentu saja oleh seseorang nabi dari pihak Tuhan Allah. Sejak jauh-jauh hari sebelumnya nabi Amos telah menubuatkannya bagi kita : “Bahwa sesungguhnya Tuhan Allah tidak akan berbuat apapun, melainkan diungkapkan-Nya rahasia-Nya kepada para hamba-Nya, yaitu nabi-nabi.” - Amos 3 : 7.

 

Jadi, karena tulisan Maleakhi 3 : 10 itu adalah bagian dari sebuah nubuatan yang lebih lengkap dan utuh dari nabi Maleakhi, maka untuk membicarakannya secara rinci kita harus membicarakan nubuatan Maleakhi pasal 3 itu mulai dari ayat pertama.

       

Utusan dan Utusan Perjanjian

 

Maleakhi 3 : 1 berbunyi :

 

“Bahwasanya, Aku akan menugaskan utusan-Ku, maka ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Ku; maka Tuhan yang kamu cari itu akan secara tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian, yang kamu rindukan itu. Tengoklah, Ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.”

 

Ayat ini berbicara tentang adanya dua orang utusan yang akan bertugas di bumi di akhir zaman ini. Utusan yang pertama adalah seseorang manusia biasa, tetapi utusan yang kedua itu adalah seseorang utusan perjanjian. Utusan perjanjian itu melambangkan Kristus sendiri. Kedua mereka itu ditugaskan oleh Allah Bapa untuk mendatangi Kaabah-Nya di akhir zaman, untuk mendatangi Sidang Jemaat Laodikea atau Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh kita.

 

Utusan yang pertama itu ditugaskan oleh Tuhan Allah untuk mempersiapkan jalan, artinya, mempersiapkan Sidang Jemaat Laodikea untuk menyambut Kristus, utusan perjanjian itu, yang akan mendatangi sidang jemaat-Nya secara tiba-tiba. Memang ini adalah suatu kunjungan Kristus ke kaabah-Nya di akhir zaman yang tidak disangka-sangka bagaikan pencuri pada malam hari. Banyak sekali anggota dari kaabah-Nya yang tidak akan siap untuk menyambut-Nya, yaitu mereka yang tidak mau merelakan dirinya untuk dipersiapkan oleh utusan yang pertama itu.  Siapakah dia utusan yang pertama itu ?

 

Perhatikanlah,bahwa utusan yang pertama itu adalah suruhan Allah. Berarti ia adalah seseorang n a b i, yang akan dijumpai di akhir zaman ini di dalam sidang jemaat Laodikea atau Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh kita. Dalam bahasa nubuatan ini namanya telah disebut : n a b i  Eliyah.  Ini diketahui dari tulisan Maleakhi 4 : 5 yang berbunyi : “Bahwasanya, Aku akan mengutus kepadamu E l i y a h  nabi itu mendahului datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.”

 

Karena nubuatan Maleakhi ini berlaku di akhir zaman, dan karena nabi Eliyah sudah sejak lama menetap di sorga, maka secara bijaksana orang akan bertanya : Mungkinkah Eliyah akan kembali ditugaskan turun ke bumi ke dalam sidang jemaat Laodikea yang kondisi kerohaniannya sedang suam sekarang ini? Hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

“Nubuatan harus digenapi. Tuhan berfirman : ‘Bahwasanya, Aku akan menugaskan kepadamu Eliyah nabi itu mendahului datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu. S e s e o r a n g  akan datang dalam r o h  dan k u a s a  Eliyah, maka apabila ia muncul orang akan mengatakan : ‘Engkau terlalu bersungguh-sungguh. Engkau tidak menginterpretasikan Alkitab itu dalam cara yang sepatutnya. Marilah ku beritahukan kepadamu bagaimana caranya mengajarkan pekabaranmu itu.’” - Testimonies to Ministers, p. 475.

 

Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, artinya, seorang nabi Eliyah contoh saingan (an anti-typical Elijah) akan datang s e s u d a h nabi Nyonya Ellen G. White. Jadi, jelaslah dimengerti bahwa Nyonya White adalah bukan nabi Tuhan Allah yang terakhir bagi kita di akhir zaman ini, sebab terbukti dari ucapannya sendiri bahwa masih akan datang lagi seseorang nabi Eliyah contoh saingan bagi kita. Sebagaimana Nyonya White telah datang membukukan seluruh pekabaran Tiga Malaikat dari Wahyu 14 : 6 - 9 itu di dalam buku-buku Roh Nubuatannya, maka demikian itu pula Sdr. Victor T. Houteff telah datang sebagai nabi Eliyah contoh saingan membukukan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 di dalam buku-buku terbitan Tongkat Gembalanya untuk melengkapi pekabaran Tiga Malaikat dari hamba Tuhan Nyonya White. Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

“Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan kekuatan bagi pekabarannya. Kuasa besar dan kemuliaan telah diberikan kepada malaikat itu, maka sementara ia turun bumi akan diterangi dengan kemuliaannya ……….. Pekabaran ini  merupakan suatu tambahan bagi pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya  bagaikan seruan tengah malam yang telah bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” --- Early Writings, p. 277.

 

Malaikat Wahyu 18 : 1 itu ternyata bukan saja menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga atau Roh Nubuatan, melainkan juga memberikan kuasa dan kekuatan baginya, bahkan sampai menerangi bumi dengan kemuliaannya. Jadi, berbagai petunjuk dari Roh Nubuatan itu baru akan berhasil dimengerti dan dipatuhi apabila petunjuk-petunjuk dari Tongkat Gembala itu juga dipelajari dan dipatuhi. Kiranya dapat dimengerti bahwa hanya setelah malaikat Wahyu 18 : 1 itu menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, baru bumi ini dapat diterangi dengan kemuliaannya. Artinya baru seluruh i s i Alkitab itu menjadi terang bagi kaki kita dan suluh bagi perjalanan kita.

 

Hari Tuhan yang besar dan mengerikan

 

Maleakhi 3 : 2  berbunyi :

 

“Tetapi siapakah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangan-Nya itu ? Dan siapakah yang kelak berdiri apabila Ia muncul ? Karena Ia adalah bagaikan suatu api dari pandai emas, dan seperti sabun pemutih.”

 

Ayat ini meramalkan suatu peristiwa besar pembersihan sidang (the purification of the church), yang akan datang pada saat Kristus secara tiba-tiba datang ke kaabah-Nya di dunia di akhir zaman ini. Mereka yang sudah lebih dulu menyambut nabi Eliyah contoh saingan itu dan pekabarannya pasti akan dapat berdiri dan bertahan pada hari itu untuk menyambut Kristus utusan perjanjian yang akan datang itu. Sebaliknya mereka yang lainnya tak dapat tiada akan binasa. Bagi mereka yang sudah dipersiapkan oleh Eliyah contoh saingan berikut pekabarannya, hari itu akan merupakan Hari Tuhan yang Besar, sebab sejak dari saat itu genaplah ucapan kata-kata nabi Maleakhi yang berbunyi :

 

“Maka Ia akan duduk bagaikan seorang pandai emas dan perak ; dan Ia akan menyucikan b a n i  L e w i, dan  membersihkan mereka itu seperti emas dan perak, s u p a y a  dapat mereka mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran. Kemudian persembahan Jehuda dan Jerusalem akan kelak berkenan kepada Tuhan sama seperti di zaman dahulu dan seperti pada tahun-tahun yang terdahulu.” - Maleakhi 3 : 3 - 4.

 

Artinya, mereka itu akan disucikan s u p a y a dapat mereka menyelesaikan pekerjaan Injil ke seluruh dunia untuk kemudian menghantarkan h a n y a jiwa-jiwa baru yang berkenan kepada Tuhan, sama seperti di zaman dahulu.

 

Tetapi bagi mereka yang  menolak Eliyah contoh saingan itu berikut pekabarannya, hari itu akan kelak merupakan Hari Tuhan Yang Mengerikan sekali, karena semenjak dari saat itu juga genaplah kelak kata-kata ucapan nabi Maleakhi yang berbunyi :

 

“Maka Aku akan datang hampir kepadamu ke p e n g a d i l a n  ………..”  “Karena bahwasanya, hari itu datang, yang akan membakar bagaikan sebuah dapur api ; maka semua orang yang s o m b o n g, bahkan juga semua orang yang makin melakukan kejahatan, akan jadi  bagaikan jerami; maka hari yang datang itu akan membakar habis mereka itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, sehingga tidak akan lagi mereka itu yang luput baik akar maupun cabang-cabangnya.” - Maleakhi 3 : 5 ;  4 : 1.

      

Artinya mereka itu akan habis dibantai pada saat pelaksanaan sidang pengadilan terhadap orang-orang hidup yang akan datang.

 

Setiap umat Advent tak dapat tiada sudah mengetahui, bahwa nubuatan perihal 2.300 hari dari Daniel 8 : 14  itu telah berakhir dalam tahun 1844 yang lalu.  Pada   saat   itulah  sidang   pengadilan   atau   pehukuman   terhadap   i s i  r u m a h  A l l a h  telah dimulai di dalam kaabah kesucian di dalam sorga. Untuk itu hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

“Kedatangan Kristus sebagai Imam Besar kita ke tempat yang maha suci bagi penyucian kaabah kesucian (sanctuary), yang dikemukakan  pada Daniel 8 : 14, kedatangan Anak Manusia kepada DIA yang tidak berkesudahan hari-Nya itu yang diperlihatkan pada Daniel 7 : 13, dan kedatangan Tuhan ke kaabah-Nya (His temple), yang diramalkan oleh Maleakhi, adalah gambaran-gambaran perihal peristiwa yang sama;  dan inipun yang dilambangkan oleh kedatangan Pengantin Pria itu ke perkawinan, yang digambarkan oleh Kristus di dalam perumpamaan sepuluh anak dara dari Matius 25.” --- The Great Controversy, p. 426.

 

“Pengadilan itu kini sedang berlangsung di dalam kaabah yang di atas. Sudah 40 tahun pekerjaan itu berjalan. Segera --- tidak seorangpun tahu berapa segeranya pengadilan itu akan berlangsung bagi perkara-perkara dari orang-orang yang hidup. Dalam hadirat Allah yang  menakutkan itu kehidupan k i t a akan muncul terbuka di depan. Pada waktu ini di atas segala-galanya yang lain, peristiwa itu mewajibkan setiap jiwa untuk memperhatikan nasehat dari Juruselamat yang berbunyi : ‘Oleh sebab itu berjagalah supaya jangan tiba-tiba Ia datang mendapatkan kamu tertidur.“ --- Spirit of Prophecy, p. 315.

 

Pekerjaan penyucian sidang di bumi dan penyucian kaabah kesucian di dalam sorga telah dilakukan melalui proses pengadilan. Pengadilan itu telah dimulai dalam tahun 1844 memproses perkara-perkara dari semua umat Tuhan yang sudah meninggal dunia. Inilah yang dinubuatkan pada Daniel 8 : 14. Sesudah selesai, maka tiba gilirannya bagi semua umat yang masih hidup untuk diadili. Demikian inilah yang dinubuatkan pada buku  Maleakhi pasal 3 dan 4 itu. Dan pada akhir dari seluruh proses pengadilan itu Kristus akan dibawa ke hadapan DIA Yang Tiada Berkesudahan Hari-Nya itu, sebagaimana yang diungkapkan pada Daniel 7 : 13 itu.

 

Jika pada pengadilan orang-orang yang sudah mati proses pemeriksaan pengadilan dilakukan terhadap hanya buku-buku catatan harian, buku kehidupan, dan buku kematian yang ada di dalam kaabah kesucian sorga, maka pada pemeriksaan orang-orang yang masih hidup di bumi di dalam kaabah-Nya, akan dimulai dengan pembantaian terhadap semua orang yang menolak Eliyah dan pekabarannya. Baru kemudian pemrosesan diteruskan di dalam kaabah kesucian sorga pada buku-buku. Hamba Tuhan Houteff menuliskannya sebagai berikut :

 

“Pengadilan orang-orang hidup di bumi dimulai dengan Jehezkiel pasal 9, tetapi di dalam sorga (di dalam buku-buku) s e s u d a h Jehezkiel pasal 9. Pengadilan orang-orang hidup itu terjadi dalam dua tahap :  tahap pertama ialah pemisahan yang akan membuang keluar orang-orang jahat dari antara orang-orang benar, Jehezkiel pasal 9. Tahap kedua ialah pemrosesan buku-buku sewaktu pemeriksaan dilakukan, dan sewaktu dosa-dosa dari semua orang benar dan nama-nama dari orang-orang jahat dihapuskan dari semua buku-buku di dalam Sorga. Tahap yang kedua ini, yaitu sidang pengadilan di dalam sorga,  ialah  peristiwa yang akan  dimulai  s e s u d a h Jehezkiel pasal 9.” - The Symbolic Code, Vol. 12, No. 3, pp. 19, 20.

 

Perhatian !

Orang-orang Lewi ialah orang-orang yang khusus melayani di kaabah. Bangsa Israel memiliki suatu tradisi bahwa setiap anak laki-laki yang pertama lahir di dalam keluarga akan diserahkan untuk mengabdi sebagai orang-orang Lewi. Orang-orang Lewi di dalam nubuatan Maleakhi ini melambangkan 144.000 buah-buah pertama yang dituai dari dalam kaabah Kristus di akhir zaman, untuk disucikan dan dipersiapkan untuk menyelesaikan pekerjaan Injil ke seluruh bumi.

 

*  *  *

 

Kedatangan Kristus ke kaabah-Nya di bumi ini sebagaimana yang dinubuatkan oleh nabi Maleakhi di atas b u k a n dimaksudkan kepada kedatangan Kristus yang kedua kali yang akan datang. Ini adalah kedatangan-Nya yang dimaksud pada nubuatan Wahyu 14 : 1. Yahya mengatakan : “Maka tiba-tiba aku tampak seekor Anak Domba berdiri di gunung Sion, dan bersama-sama dengan-Nya mereka yang 144.000 itu, yang  memiliki nama Bapa-Nya tercatat pada dahi-dahi mereka.” - Wahyu 14 : 1.

 

Pada kedatangan-Nya ini Kristus masih dalam status-Nya sebagai seekor Anak Domba atau Penebus dosa manusia. Ini menunjukkan bahwa masa kasihan atau tenggang waktu bagi manusia untuk bertobat belum berakhir.

 

Kondisi kerohanian malaikat Sidang Jemaat Laodikea sewaktu Eliyah contoh saingan itu datang 

 

Kedatangan nabi Eliyah yang melambangkan Sdr. Victor T. Houteff  dengan pekabaran Tongkat Gembalanya dalam tahun 1929 yang lalu, telah menemukan Malaikat Sidang Jemaat Laodikea kita dalam kondisi s u a m rohani. Inilah yang dinubuatkan pada Wahyu 3 : 14 - 17. Dan ini adalah akibat daripada penolakannya terhadap pekabaran “Pembenaran Oleh Iman” yang ditawarkan oleh pendeta-pendeta Waggoner dan Jones di General Conference tahun 1888 yang bersidang di kota Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat. Pekabaran “Pembenaran oleh Iman” itu sendiri baru merupakan permulaan dari terang dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 yaitu ajaran Tongkat Gembala yang baru datang kemudian sejak tahun 1929 bersama Sdr. Houteff sebagai nabi Eliyah contoh saingan.

 

Jadi, emas, pakaian putih, dan salp mata, yang ditawarkan kepada malaikat sidang jemaat Laodikea (Wahyu 3 : 18) yang sudah s u a m  kerohaniannya itu, tak dapat tiada melambangkan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu juga, bersama Sdr. Victor T. Houteff sebagai nabi Eliyah contoh saingan. Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

“Masa ujian itu sudah sampai pada kita, karena seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga itu sudah mulai dalam mengungkapkan pembenaran Kristus, Juruselamat Pengampun dosa itu. Inilah  p e r m u l a a n  dari t e r a n g dari malaikat itu (malaikat Wahyu 18 : 1), yang kemuliaannya a k a n memenuhi seluruh bumi.” - Review and Herald, Nov. 22, 1892.

 

Artinya, permulaan dari terang dari malaikat Wahyu 18 : 1 itulah yang merupakan pekabaran Pembenaran Oleh Iman, yang telah disampaikan di General Conference tahun 1888 di Minneapolis. Dan keseluruhan terang dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu baru disampaikan kemudian kepada malaikat sidang jemaat Laodikea sejak tahun 1929, berupa emas, pakaian putih, dan salp mata. Tetapi sayang, sebab seluruh pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu masih terus saja ditolak sampai kepada hari ini. Kondisi kerohanian sedemikian inilah yang telah dinubuatkan oleh nabi Maleakhi yang mengatakan :

 

“Bahkan dari zaman para nenek moyangmupun kamu sudah meninggalkan perintah-perintah-Ku, dan tidak mematuhi sekaliannya. ‘Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.’ Tetapi kamu mengatakan: Dimanakah kami harus kembali ?” - Maleakhi 3 : 7.

 

Artinya, kondisi kerohanian Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sejak kejatuhannya dalam tahun 1888 itu adalah s a m a dengan kondisi kerohanian umat Israel Wasiat Lama selama 40 tahun pengembaraan mereka di Padang Tiah. Mereka seolah-olah kembali lagi ke Mesir. Hamba Tuhan Nyonya White sejak beberapa tahun sebelumnya telah meramalkannya sebagai berikut :

 

“Sidang telah berbalik daripada mengikuti Kristus Pemimpinnya dan sedang terus menerus kembali menuju Mesir. Namun ada sejumlah kecil orang yang waspada atau tercengang karena mereka kekurangan kuasa rohani. Keragu-raguan, dan bahkan ketidak-percayaan terhadap kesaksian-kesaksian dari Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita dimana-mana. Setan menghendakinya demikian. Para pendeta yang menghotbahkan dirinya sendiri sebagai pengganti Krisus menghendakinya demikian. Tulisan-tulisan kesaksian itu adalah tidak dibaca dan tidak disukai. Allah telah berbicara kepadamu. Terang sedang terus  menyinari dari firman-Nya dan dari tulisan-tulisan kesaksian itu, tetapi kedua-duanya telah diremehkan dan dilalaikan. Akibatnya adalah nyata tidak adanya kemurnian dan penyerahan diri dan iman yang bersungguh-sungguh di tengah-tengah kita.” - Testimonies, vol. 5, p. 217. 

 

Sekalipun sedemikian dalam kejatuhan kita, namun melalui nubuatan Maleakhi 3 : 7 di atas kita masih terus dihimbau untuk segera kembali bertobat. Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

“Dengan serius para pelaku kejahatan diamarkan mengenai hari Pengadilan (Pengadilan orang hidup) yang akan datang, dan maksud Allah untuk mendatangkan kebinasaan dengan segera kepada setiap pelanggar. Namun tidak seorangpun dibiarkan tanpa pengharapan. N u b u a t a n  Maleakhi mengenai pengadilan itu adalah diikuti dengan seruan kepada mereka yang tidak bertobat agar mereka mau  berusaha berdamai dengan Allah.’Hendaklah kamu kembali kepada-Ku,’ demikianlah anjuran Tuhan, ‘maka Akupun akan kembali kepadamu.’  Maleakhi 3 : 7.

 

Tampaknya seolah-olah setiap hati hendaknya menyambut sesuatu undangan yang seperti ini. Allah segala langit itu sedang berbicara dengan anak-anak-Nya yang berdosa (umat MAHK) untuk kembali kepada-Nya, s u - p a y a  mereka  boleh s e k a l i  l a g i bekerjasama dengan Dia dalam memajukan pekerjaan-Nya di bumi (menyelesaikan pekerjaan Injil ke seluruh bumi). --- Prophets and Kings, p. 706 (Dalam kurung dari penulis).

 

Para pelaku kejahatan di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh kini terus diberi amaran oleh pekabaran Eliyah berkenan dengan Pengadilan Orang Hidup yang akan datang, dan  rencana Allah untuk membantai orang-orang jahat yang ada di dalamnya. Melalui pekabaran Eliyah Tuhan Allah segala langit itu sedang berbicara kepada kita. Tetapi ternyata masih banyak orang yang mengaku percaya pada Kebenaran Bagi Zaman Ini belum juga mau menyadarinya.

 

 Uang-Uang Perpuluhan yang diselewengkan sewaktu Eliyah datang

 

Himbauan melalui nubuatan Maleakhi yang berbunyi : “Kembalilah kepada-Ku, maka Akupun akan kembali kepadamu, demikian firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi kamu mengatakan : Dimanakah kami harus kembali ?” - Maleakhi 3 : 7, iaitu sesungguhnya baru digenapi  semenjak pekabaran Eliyah datang dalam tahun 1929, sebab tanpa pekabaran itu yang telah bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga, lalu menerangi bumi dengan kemuliaannya, maka mustahil kita sebagai umat akhir zaman masih dapat kembali berdamai dengan Tuhan Allah.  Ini akan jelas terlihat dari pertanyaan : ‘Dimanakah k a m i harus kembali?’  Untuk itulah, maka Tuhan Allah sendiri kemudian menjawab :

 

“Maukah seseorang merampok Allah ?  Namun kamu s u d a h  merampok Aku. Tetapipun  kamu mengatakan : Dimanakah kami telah merampok Engkau ?  Dalam perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan tatangan. T e r k u t u k l a h  kamu oleh suatu kutuk, karena kamu sudah merampok Aku,  b a h k a n  seluruh b a n g s a  i n i  sudah merampok Aku.” - Maleakhi 3 : 8, 9.  (Terjemahan yang lebih tepat dari Alkitab versi King James).

 

Nubuatan Maleakhi pasal 3 di atas semenjak dari ayat 7, 8 dan 9  seolah-olah berisikan sebuah pembicaraan dua pihak, di antara Tuhan Allah di satu pihak dan malaikat sidang jemaat Laodikea yang sudah jatuh sejak tahun 1888 di lain pihak. Pembicaraan itu mengandung makna penting bagi kita untuk benar-benar dihayati. Dalam pembicaraan itu Tuhan Allah telah berbicara dalam alam pengertian dari hukum-Nya sendiri, sementara malaikat sidang jemaat Laodikea sebagai rekan dialog-Nya telah menjawab dalam alam pengertian dari budaya atau kebiasaan yang dominan di dunia ini.

         

Dalam pengertian hukum Allah, maka sewaktu Eliyah datang menawarkan pekabarannya dalam tahun 1929, malaikat sidang jemaat Laodikea berikut semua pengikut setianya pada saat itu sesungguhnya s u d a h  merampok Allah. ‘Bahkan seluruh bangsa ini sudah merampok Aku,’ demikian firman Tuhan. Tetapi dalam pengertian budaya atau kebiasaan yang dominan di dunia ini, malaikat sidang jemaat Laodikea dan para pengikut setianya belum juga menyadari bahwa semua mereka itu sudah meninggalkan Kristus Pemimpinnya dan sedang terus merampok Allah semenjak dari tahun 1888 sampai kepada hari ini.

 

Kebanyakan orang Advent mengira, bahwa membayar perpuluhan dan persembahan tatangan adalah suatu kewajiban berorganisasi. Dengan demikian, maka perpuluhan dianggap sebagai iuran wajib dan persembahan tatangan sebagai sumbangan sukarela, yang harus dipatuhi untuk dibayar secara periodik oleh setiap anggota warga Organisasi Gereja. Sekalipun disadarinya, bahwa membayar perpuluhan itu adalah sesuai petunjuk dari Maleakhi 3 : 10, namun pelaksanaannya ternyata disesuaikan menurut pengertian budaya dan tradisi dunia ini. Artinya, semata-mata menurut kesadaran berorganisasi saja. Padahal tidak disadarinya bahwa petunjuk pada Maleakhi 3 : 10 itu justru merupakan c a r a bagaimana umat Masehi Advent Hari Ketujuh dapat kembali  berdamai dengan Allah.

 

Dana Perpuluhan untuk membiayai Pekabaran Eliyah

 

Jika selama ini perpuluhan diberikan hanya untuk menunjang Organisasi yang sudah suam kerohaniannya, maka setelah terungkapnya nubuatan Maleakhi ini di tengah-tengah kita, maka perhatikanlah himbauan Tuhan Allah di bawah  ini:

 

“Kembalilah kepada-Ku, maka Akupun akan kembali kepadamu,” demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi katamu : “Dimanakah kami harus kembali ?”

 

“Bawalah olehmu segala perpuluhan-perpuluhan itu ke dalam perbendaharaan, supaya ada tersedia makanan di dalam rumah-Ku, dan cobailah kepada-Ku sekarang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, kalau-kalau tidak Ku bukakan bagimu segala pintu langit, lalu menuangkan suatu berkat, sehingga kelak tidak tersedia cukup tempat untuk menampungnya.” --- Maleakhi 3 : 7, 10. (Terjemahan yang lebih tepat).

 

Perpuluhan itu berfungsi bagi pengadaan MAKANAN di dalam PERBENDAHARAAN-Nya, dan PERBENDAHARAAN itu sendiri terdapat  di dalam RUMAH ALLAH, yaitu Sidang Jemaat Laodikea. Tetapi mengapakah dalam ayat 7 dan 8 umat Masehi Advent Hari Ketujuh dituduh telah meninggalkan Allah, dan telah merampok-Nya ?

 

Semenjak kegagalan General Conference tahun 1888 yang lalu semua perpuluhan-perpuluhan sesungguhnya tidak lagi berhasil membiayai pengadaan MAKANAN YANG BARU. Fungsi perpuluhan-perpuluhan itu ternyata telah diubah untuk menunjang ORGANISASI dan pendeta-pendetanya. Kenyataan ini terus berlangsung sampai kemudian nabi Eliyah contoh saingan itu datang dalam tahun 1929, dan sampai nubuatan Maleakhi ini diungkapkan ke hadapan General Conference dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuhnya. Tetapi apakah General Conference dan para pengikutnya bersedia menyambut Eliyah dan pekabarannya sesuai yang terungkap dari nubuatan Maleakhi pasal 3 dan 4 itu ? Apakah General Conference dan para pengikutnya bersedia menyambut Malaikat Wahyu 18 : 1 itu yang telah datang menggabungkan suaranya dengan Malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 : 9  ?

 

Sejarah membuktikan bahwa oleh datangnya nabi Eliyah contoh saingan itu dalam tahun 1929 yang lalu, maka pecahlah dunia Masehi Advent Hari Ketujuh kita menjadi dua kelas umat.  Mereka yang tergolong pada kelas lima anak dara yang bijaksana terus berusaha kembali berdamai dengan Allah, membawa semua perpuluhannya ke dalam perbendaharaan, sehingga tersedia MAKANAN SEGAR yang melimpah di tengah-tengahnya; sementara kelas dari lima anak dara yang bodoh itu terus saja menunjang ORGANISASI dan pendeta-pendetanya dengan perpuluhan-perpuluhan mereka, sekalipun hanya untuk memperoleh hotbah-hotbah yang itu-itu saja dari waktu ke waktu, dan berbagai hasil dari adu argumentasi yang tidak menentu dari Sekolah-Sekolah Sabatnya.

 

Sesuai Panggilan Bagi Suatu Pembangunan dan Reformasi Rohani, yang disampaikan oleh hamba Tuhan Nyonya White di dalam majalah Review & Herald, February 25, 1902, dapatlah dimengerti bahwa kakidian atau kaki pelita yang melambangkan Sidang Jemaat Laodikea itu sesungguhnya sudah dialihkan daripada tempatnya, artinya, semenjak dari tahun 1929 yang lalu Sidang Tuhan sudah dialihkan dari bawah kepemimpian Malaikat Sidang Jemaat Laodikeanya. Demikian pula sesuai khayal dari Nyonya White tahun 1903, maka semua umat Advent yang kembali berdamai dengan Allah telah dipersilahkan masuk ke dalam BARISAN mereka sendiri. Mereka telah menyalurkan semua dana perpuluhannya ke dalam perbendaharaan rumah Allah, maka mereka telah berhasil menikmati dengan limpahnya suatu berkat dari sorga yang tidak mampu untuk ditampungnya sendiri.

 

Makanan dari Perbendaharaan Rumah Allah itu adalah berupa buku-buku gratis yang berisikan pekabaran Eliyah, atau pekabaran Malaikat Wahyu 18 : 1, atau emas, pakaian putih, dan salp mata. Sekaliannya itu berisikan ungkapan rahasia dari nubuatan-nubuatan Wasiat Lama,  nubuatan dari buku Wahyu, dan berbagai perumpamaan dari Jesus, yang belum pernah terungkap pengertiannya di dalam Gereja manapun juga di akhir zaman ini. Sekaliannya itu telah disajikan secara tertulis, otentik, sesuai aslinya yang berasal dari Eliyah nabi itu sendiri, yang telah datang mempersiapkan jalan mendahului datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.

 

Saudara !  Kita kini berada dalam masa kegenapan dari nubuatan Maleakhi itu. Apabila Anda masih setia membawa semua perpuluhanmu sesuai petunjuk dari Maleakhi 3 : 10, maka ingatlah, bahwa Anda baru akan berhasil kembali berdamai dengan Allah jika Anda mau mematuhi keempat persyaratan di bawah ini :  

 

  1. Menyambut nabi Eliyah contoh saingan itu berikut pekabarannya, yang akan mempersiapkan kita semua untuk menyambut Kristus, Utusan Perjanjian yang Anda rindukan itu, yang akan datang secara tiba-tiba ke kaabah-Nya.
  2. Membawa segala perpuluhan dan persembahan tatangan ke dalam perbendaharaan Sidang Tuhan, yang kini berada dengan Barisan dari kelas lima anak dara yang bijaksana itu.
  3. Meyakini sepenuhnya bahwa pekabaran Eliyah itulah MAKANAN  yang harus ditunjang pengadaannya sesuai petunjuk dari nubuatan Maleakhi. 
  4. Meyakini sepenuhnya bahwa mematuhi kewajiban perpuluhan sesuai keutuhan nubuatan Maleakhi (bukan hanya Maleakhi 3 : 10) berarti berusaha kembali berdamai dengan Allah. 

                                 

T e r k u t u k l a h   K a m u  ……!

 

Terhadap mereka yang telah merampok Allah dan yang masih tetap  menolak Eliyah dan pekabarannya Tuhan Allah mengatakan :  “TERKUTUKLAH KAMU DENGAN SESUATU KUTUK ……” Maleakhi 3 : 9. Kutukan ini adalah khusus kutuk rohani, yaitu dosa melawan Roh Suci  yang tidak akan terampuni lagi. Ini berarti sekalipun mereka itu masih tetap berpesta pora dengan berbagai berkat-berkat materinya yang berlimpah ruah, namun kerohaniannya sesungguhnya sudah mati dan semua kuasa pikiran dan hatinya sudah lumpuh.

 

Sekalipun demikian orang-orang yang terkena kutuk rohani itu masih tetap menguasai gereja-gereja kita di dunia ini. Inilah pula sebabnya, maka  melalui Panggilan Bagi Suatu Pembangunan dan Reformasi Rohani di dalam majalah Review & Herald, February 25, 1902, hamba Tuhan Nyonya White mengatakan:

 

Saya diperintahkan untuk mengatakan bahwa semua perkataan ini adalah berlaku bagi gereja-gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam kondisi mereka yang sekarang. Kasih Allah sudah hilang, dan ini berarti tidak ada terdapat kasih di antara sesamanya. Sifat mementingkan diri, sifat mementingkan diri, sifat mementingkan diri sedang dipelihara, dan sedang berjuang bagi keunggulan. Berapa lamakah hal ini akan terus berlangsung? Tanpa terdapat sesuatu pertobatan  kembali, maka segera akan terjadi suatu kegagalan peribadatan yang sedemikian rupa, sehingga sidang akan dilambangkan oleh sebatang pokok ara yang tidak berbuah.  Terang besar telah dikaruniakan kepadanya. Ia telah memperoleh kesempatan yang luas untuk bertobat. Tetapi sifat mementingkan diri telah masuk, maka Allah berfirman : ‘Aku ……….akan memindahkan kakidianmu daripada tempatnya, terkecuali engkau bertobat.’ - Review and Herald, Febr. 25, 1902.

 

Nyonya White kembali menambahkan :

 

“Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya dan sedang terus mundur menuju Mesir. Namun ada sebagian kecil yang waspada dan tercengang karena kebutuhan mereka akan kuasa rohani ……..” - 5 Testimonies, p. 217.

 

“Mereka (yang sebagian kecil) itu menangis di hadapan Allah karena melihat agama diremehkan di dalam rumah-rumah tangga orang-orang yang telah memperoleh  t e r a n g   b e s a r  (pekabaran empat  malaikat). Mereka meratap dan sedih jiwanya karena kesombongan, keras kepala, sifat mementingkan diri, dan kesesatan dalam hampir segala bentuk terdapat di dalam  s i d a n g  (Gereja MAHK). Roh Allah yang  mendorong untuk  menegor dosa telah diinjak-injak, sementara  sebaliknya h a m b a - h a m b a  Setan (para pendeta) berhasil  menang.” - 5 Testimonies, p. 210, 211. (Dalam kurung dari penulis).

 

“Ada banyak p e n d e t a  yang b e l u m  p e r n a h bertobat. Mereka datang ke tempat pertemuan sembahyang lalu mengucapkan doa yang sama yang sudah usang dan tidak hidup itu berulang-ulang; mereka menghotbahkan hotbah-hotbah yang sama yang sudah kering itu berulang-ulang, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan. Mereka tidak lagi memiliki sesuatu  yang baru dan menghidupkan untuk disampaikan kepada para hadirin. …..” - Review and Herald, vol. 2, p. 337.

 

Satu saja pendeta yang belum pernah bertobat, maka sekian banyak jiwa sudah pasti akan sesat. Betapa pula  apabila  yang  belum  pernah  bertobat  itu  b a n y a k  pendeta ?

 

PERPULUHAN UNTUK MEMBIAYAI PEKABARAN ELIYAH (MALEAKHI pasal 3 dan 4)

 

NUBUATAN DAN KEGENAPAN SEJARAHNYA

UTUSAN TUHAN/

NABI

PEKABA-RANNYA

KESAMAAN-NYA

FUNGSINYA

 

 

 

 

NUBUATAN

 

 

 

ELIYAH (Maleakhi 3:1; 4:5)

 

 

 

 

PEKABARAN ELIYAH

 

Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat Wahyu 18

 

Tawaran emas, Pakaian Putih dan Salp Mata

(Wahyu 3:14-22)

 

 

Mempersiap- kan umat MAHK untuk menyambut Jesus yang akan datang ke KaabahNya di Palestina. Maleakhi 3:1; Wahyu 14:1

 

 

 

SEJARAH

 

 

Victor T. Houteff

(TM,  p. 475)

 

 

BUKU-BUKU

TONGKAT GEMBALA

 

Seruan Pembangunan dan Reformasi. Masalah 144.000 Umat Pilihan Allah. Review & Herald, 25 Febr 1902

Tongkat Gembala Jilid 1, Hal. 5

 

Berkat - Berkat Yang Dijanjikan

 

Kepada semua orang yang mematuhi petunjuk-petunjuk dari nubuatan Maleakhi pasal 3, dan 4 Tuhan Allah memberikan jaminan-Nya sebagai berikut :

 

I.             Berkat Rohani

“Cobailah akan Daku sekarang, kalau-kalau tiada Aku bukakan bagimu segala pintu langit lalu menuangkan kepadamu s u a t u   b e r k a t  yang tidak sempat tertampung, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.” - Maleakhi 3 : 10.

 

II.           Berkat  Materi

“Maka oleh karenamu juga Aku akan menghukum si pembinasa supaya jangan lagi dibinasakannya hasil-hasil tanahmu, dan juga supaya buah anggurmu yang di padang tidak gugur sebelum waktunya, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.” - Maleakhi 3 : 11.

 

Berkat Rohani memang selalu dijanjikan mendahului berkat materi. Jesus sendiri pernah  mengatakan : ‘Tetapi carilah dahulu olehmu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka segala perkara ini akan ditambahkan kepadamu.” - Matius 6 : 33.  Artinya, carilah dahulu berkat rohani yang dari atas, maka semua berkat materi yang ada di sini akan ditambahkan kepada kita.

 

Berkat yang disebut pada Maleakhi 3 : 10 itu ialah perolehan pekabaran Eliyah yang limpah, sehingga tidak sempat untuk ditampung sendiri. Sehingga iaitu perlu dibagi-bagikan kepada rekan-rekan Saudara yang lain. Berkat ini pernah diperoleh beberapa pelopor pergerakan Pembangunan dan Reformasi di Indonesia sejak tahun 1950 an yang lalu. Sekalipun kondisi ekonomi mereka itu cukup miskin secara materi, namun terbukti berkat rohani perolehan mereka itu telah berhasil dibagi-bagikan sampai ke seluruh pelosok Indonesia.

 

Tetapi bagaimanakah dengan berkat-berkat materi yang dijanjikan ? Tuhan berfirman : “Aku akan  menghukum si pembinasa supaya jangan lagi dibinasakannya hasil-hasil tanahmu, dan juga supaya  buah-buah anggurmu yang di padang tidak gugur sebelum waktunya. …..” Maleakhi 3 : 11. Ini berarti, sekalipun perolehan pekabaran Eliyah akan sedemikian limpah ruahnya, namun perolehan berkat-berkat materi hanya akan secukupnya seluas tanah dan padang yang diolah. Tegasnya, kepada semua orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang mematuhi petunjuk-petunjuk nubuatan Maleakhi dijamin, bahwa semua usaha badani mereka akan diberkati.

 

Perhatian !

      Berkat-berkat yang dijanjikan di dalam nubuatan Maleakhi hampir-hampir tidak lagi tampak di dalam gereja-gereja kita, sebab Eliyah contoh saingan itu berikut pekabarannya tidak banyak disambut di dalam GEREJA Masehi Advent Hari Ketujuh selama ini. Oleh sebab itu hendaklah dipahami, bahwa orang-orang kaya Advent yang ada pada waktu ini pada umumnya adalah b u k a n  orang-orang yang telah diberkati  Tuhan sesuai janji-Nya pada Maleakhi 3 : 11 (berkat materi), sebab mereka itu belum pernah melaksanakan petunjuk dari Maleakhi 3 : 10 (berkat rohani) itu sebagaimana mestinya. Tegasnya, tidak ada bedanya mereka itu dengan orang-orang kaya yang di luar. Tetapi justru mereka itulah yang sedang menguasai mimbar-mimbar GEREJA MAHK  di waktu ini. Oleh sebab itu, maka tepatlah apabila Jesus mengatakan: “Lebih mudah bagi seekor onta masuk melalui lobang jarum daripada bagi seseorang yang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan Allah.” - Markus 10 : 25.

 

Siapakah Eliyah itu ?

 

Siapakah Eliyah itu, dan mengapakah pekabarannya itu disebut pekabaran Eliyah ? Mengapa tidak disebut pekabaran Daud atau pekabaran Solaiman dan sebagainya ?  Dalam membicarakan kedatangan Eliyah yang dinubuatkan pada Maleakhi 3 : 1 dan Maleakhi 4 : 5 itu hamba Tuhan Nyonya White menuliskannya sebagai berikut :

 

“Nubuatan harus digenapi. Tuhan berfirman : ‘Bahwasanya, Aku akan mengutus kepadamu Eliyah, nabi itu, mendahului datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.’  S e s e o r a n g akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, maka apabila ia muncul orang akan mengatakan: ‘Engkau terlalu serius. Engkau tidak menginterpretasikan Alkitab itu dalam cara yang sepatutnya. Marilah kuceriterakan kepadamu bagaimana mengajarkan pekabaranmu itu.’” - Testimonies to Ministers, p. 475.

 

“Ahab menganggap Eliyah sebagai musuhnya, sebab nabi itu dengan jujur mengungkapkan kejahatan-kejahatan raja itu yang tersembunyi.  D e m i k i a n  p u l a  d i  w a k t u  i n i  hamba Kristus, penegor dosa itu, menghadapi celaan dan ejekan. Kebenaran Alkitab, agama Kristus, berperang melawan suatu arus kebejatan moral yang kuat. Syakwasangka adalah jauh lebih kuat di dalam hati orang-orang masa kini daripada di zaman Kristus yang lalu.” - The Desire of Ages, p. 587.

 

Ciri-ciri dari Eliyah yang akan datang itu sesuai kedua tulisan Nyonya White di atas adalah sebagai berikut :

 

  1.       Ia adalah s e s e o r a n g, artinya bukan beberapa orang.
  2.      Ia adalah seorang nabi, yaitu seseorang Eliyah contoh saingan,    yang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah yang dahulu.
  3.      Sebagai nabi ia akan menginterpretasikan Alkitab, tetapi ia akan ditentang dan dituduh tidak melakukan interpretasi Alkitab dalam cara yang sepatutnya.
  4.    Sebagaimana raja Ahab dahulu memusuhi nabi Eliyah, maka  Pemimpin Israel zaman ini (malaikat sidang jemaat Laodikea) pun akan memusuhi Eliyah contoh saingan itu, sebab melalui berbagai interpretasi Alkitab ia akan menelanjangi semua perbuatan kekejian General Conference dan para pendetanya.
  5.    Sebagai nabi atau hamba Kristus dan penegor dosa, ia akan mengalami berbagai celaan dan ejekan di dalam gereja-gereja kita. Kebejatan moral di dalam gereja-gereja kita di waktu ini justru jauh lebih kuat daripada di zaman Kristus yang lalu.
  6.       Roh dan Kuasa Eliyah itulah yang disebut pekabaran Eliyah, dan pekabaran itulah yang telah menaikkan amarah para pemimpin Israel, baik Israel Wasiat Lama dahulu maupun Israel Wasiat Baru di akhir zaman ini untuk memusuhi jurukabarnya.

 

Pekabaran Eliyah sama dengan Pekabaran dari Malaikat Wahyu 18 : 1 pada kedatangannya yang kedua kali dalam tahun 1929

 

Nyonya White mengatakan :

 

“Dalam pertemuan General Conference tahun 1888 yang diselenggarkan di Minneapolis malaikat Wahyu 18 itu telah turun melaksanakan tugasnya, tetapi telah ditertawakan, di kritik dan dan ditolak.; maka apabila pekabaran itu kembali lagi dibawakannya dan berkembang menjadi sebuah seruan keras, maka itupun akan ditertawakan dan dilawan dan ditolak oleh pihak mereka yang mayoritas.” - EGW in “Taking Up a Reproach.”

 

Kuasa besar dan kemuliaan telah diberikan kepada malaikat itu (Malaikat Wahyu 18 : 1) maka sementara ia turun bumi diterangi dengan kemuliaannya.” - Early Writings, p. 277.

 

Kita mengetahui, bahwa pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu pada kedatangannya yang pertama di General Conference Minneapolis tahun 1888 telah dibawa oleh Pendeta-Pendeta Jones dan Waggoner. (Dua orang). Pada kedatangan kembalinya dalam tahun 1929 baru dibawa sendiri oleh hanya Sdr. Victor T. Houteff. (Satu orang).

 

Pekabaran Eliyah itu s a m a d e n g a n Tawaran Emas, pakaian putih dan salp mata dari Wahyu 3 : 17

dan

Pekabaran Eliyah itu juga s a m a  d e n g a n Seruan Bagi suatu Pembangun Rohani dan suatu Reformasi Rohani di dalam Review and Herald, tertanggal 25 Pebruari 1902.

 

T a n y a  --  J a w a b

 

T a n y a  :

Bukankah perbuatan mengalihkan Perpuluhan itu sama dengan keluar dari Organisasi, lalu memasuki sesuatu Organisasi yang baru ? Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

 

“Kita sekarang tidak dapat melangkah keluar daripada pondasi yang sudah Allah perdirikan. Kita sekarang tidak dapat memasuki sesuatu Organisasi yang baru karena ini akan berarti murtad dari kebenaran.” - Selected Messages, Book 2, p. 390.

 

Mohon dijelaskan  !

 

J a w a  b   :  Yang dimaksud dengan Organisasi ialah General Conference of SDA, yang dalam bahasa nubuatan disebut : malaikat sidang jemaat Laodikea. Sesuai sejarahnya malaikat sidang jemaat Laodikea baru lahir dalam tahun 1863, kurang lebih 19 tahun sesudah sidang jemaat Laodikea muncul untuk pertama kalinya di Amerika Serikat. Sesudah General Conference berdiri, maka ia kemudian telah mengorganisasikan seluruh gereja-gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di dunia ini menjadi suatu badan yang terorganisasi (an organized body), yang terdiri dari sidang jemaat Laodikea di satu pihak, dan malaikat sidangnya di lain pihak. Untuk inilah, maka hamba Tuhan Nyonya White mengatakan: “Saudara-Saudaraku, saya tegaskan kepadamu, bahwa Tuhan mempunyai sebuah badan yang terorganisasi (an organized body) yang oleh perantaraannya IA akan bekerja.” - Review and Herald, vol. 6, p. 515.

 

Pondasi yang sudah Tuhan Allah perdirikan sebagai landasan pada mana badan yang terorganisasi itu berdiri ialah Hukum Torat dan Kesaksian Jesus Kristus yang telah berkembang menjadi ROH NUBUATAN. Bahkan berlandaskan pada pondasi Hukum Torat dan ROH NUBUATAN itu juga, maka ORGANISASI sudah ditata kembali menjadi  General Association of Davidian SDA yang  berkedudukan di Waco, Texas, USA. Jadi, oleh perantaraan badan yang sudah terorganisasi, yang kemudian juga sudah dire-organisasi kembali atau ditata kembali menjadi General Association of Davidian SDA itulah Tuhan Allah akan bekerja.

       

Karena malaikat sidang jemaat Laodikea itu dibangun dan dilahirkan dari sidang jemaat Laodikea sebagai induknya, maka setelah malaikat sidang jemaat Laodikea diludahkan keluar dari mulut Jesus, maka sidang jemaat Laodikea sudah akan menata kembali atau mengreorganisasi Organisasi General Conference (malaikat sidang jemaat Laodikea) itu menjadi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, USA. Untuk memenuhi seruan Pembangun dan Reformasi Rohani dari Nyonya White di Review and Herald, tertanggal 25 Pebr. 1902.

      

Karena sidang jemaat Laodikea itu sendiri (yang kini menjadi umat Davidian MAHK) belum pernah melangkah keluar daripada pondasi Hukum Torat dan ROH NUBUATAN yang sudah Tuhan Allah perdirikan bagi kita, maka dengan bergabungnya mereka ke dalam ORGANISASI (General Conference) yang sudah ditata kembali menjadi General Association of Davidian SDA, tidak mungkin berarti murtad dari kebenaran. Bagaimanakah mungkin umat Davidian dinyatakan murtad dari kebenaran, sementara mereka adalah satu-satunya umat di akhir zaman ini yang sedang mempromosikan kebenaran dari Hukum Torat dan ROH NUBUATAN  itu bagi kita ?

 

Sekalipun umat Davidian itu terdiri dari hanya sekelompok kecil anak-anak dara yang bijaksana, yang selalu terkena aniaya dari saudara-saudaranya sendiri, namun sejak jauh-jauh hari sebelumnya Jesus telah mengatakan : “Berbahagialah mereka yang terkena aniaya karena sebab kebenaran (dari ROH NUBUATAN), karena mereka itulah yang empunya kerajaan sorga.” - Matius 5 : 10. Karena kerajaan sorga yang terdiri dari sepuluh anak dara itu melambangkan GEREJA MAHK, maka semua umat Davidian tidak akan pernah mau melepaskan keanggotaan gerejanya dengan cara apapun juga, sekalipun dipecat, karena menyadari, bahwa merekalah yang empunya kerajaan sorga yang melambangkan GEREJA MAHK di akhir dunia sekarang ini.

 

T a n y a  :

Dalam berbagai hotbah yang membicarakan “Uang-Uang Perpuluhan”, seringkali beberapa anggota yang kaya secara materi dipromosikan sebagai anggota-anggota teladan, yang karena kesetiaan mereka membayar Perpuluhan, maka kini mereka telah menjadi penunjang-penunjang utama pekerjaan Tuhan di Indonesia. Semenjak dari dibaptis pada beberapa tahun yang lalu sampai kepada hari ini kamipun masih tetap mematuhi kewajiban membayar Perpuluhan dengan setia. Namun kondisi ekonomi rumah tangga kami tetap merana, artinya kaya tidak melarat juga tidak. Kami yakin, bahwa masih banyak anggota kita yang masih bernasib sama dengan kami. Pertanyaan kami adalah : (a)  Apakah Tuhan Allah itu pilih kasih ? (b) Mengapakah Tuhan Allah tidak konsekwen dengan janji-Nya di dalam Maleakhi 3 : 10, sehingga hanya beberapa gelintir orang yang diberkati dengan melimpah ?

 

J a w a b  :

Membayar Perpuluhan adalah salah satu perbuatan iman. Orang melakukan pembayaran Perpuluhan karena mereka mengerti dan percaya (meyakini). Sesudah tulisan Maleakhi 3 : 10 itu dimengerti dan diyakini, maka Perpuluhan akan dibayar dengan harapan apa yang diyakini itu akan menjadi kenyataan. Namun karena kenyataannya sangat bertentangan, maka seyogyanya Anda mempertimbangkan kembali apakah memang Tuhan Allah itu pilih kasih dan tidak konsekwen dengan janji-Nya, ataukah memang tulisan Maleakhi 3 : 10 itu  yang sudah salah diinterpretasikan.

 

Kita mempunyai Khalik Pencipta yang adil dan konsekwen dengan kata-kata-Nya, maka IA tidak mungkin pilih kasih dan tidak konsekwen. Oleh sebab itu, maka Maleakhi 3 : 10 itu pasti sudah salah diartikan di antara kita selama ini. Oleh sebab itu hendaklah dipahami sekarang,  bahwa tulisan Maleakhi 3 : 10 itu adalah bagian dari n u b u a t a n  Maleakhi pasal 3 dan 4. Jadi, sekalipun petunjuk Perpuluhan itu terdapat hanya di dalam Maleakhi 3 : 10, namun maksud dan tujuan dari Perpuluhan itu harus ditelusuri kembali ke belakang dimulai dari Maleakhi 3 : 1. Sesudah itu supaya diikuti ke depan sampai dengan Maleakhi pasal 4. Dengan demikian akan ditemukan sebuah nubuatan yang lengkap, yang meramalkan tentang akan datangnya seseorang nabi Eliyah contoh saingan (the anti-typical Elijah) dengan pekabarannya yang akan  mempersiapkan  kita untuk menyambut Jesus yang akan datang ke kabah-Nya di bumi ini.

 

Berkat yang dijanjikan pada Maleakhi 3 : 10 itu adalah hanya berkat rohani. Sedangkan berkat materinya dijanjikan pada ayat 11. Dengan demikian, setelah pekabaran Eliyah itu datang dalam tahun 1929 yang lalu, maka semua mereka yang telah membayar Perpuluhannya menunjang pekabaran itu, sudah akan dapat menyaksikan sendiri betapa limpahnya berkat-berkat rohani dari Maleakhi 3 : 10 itu yang telah dinikmatinya, sehingga tidak dapat ditampung sendiri. Berkat-berkat itulah yang pada akhirnya telah dibagi-bagikan dengan cuma-cuma dalam bentuk buku-buku, brosur-brosur, dan selebaran-selebaran, yang telah dibagi-bagikan ke hampir seluruh dunia MAHK termasuk pula di Indonesia. Padahal berbagai berkat materi dari para anggota teladan, yang telah dipromosikan dari atas mimbar-mimbar GEREJA kita selama ini pada umumnya telah ditampung sendiri, dan jarang sekali dapat ikut dinikmati oleh sesama anggotanya yang lain.

 

Sesungguhnya apabila janji berkat dari Maleakhi 3 : 10 itu diinterpretasikan h a n y a sebagai berkat materi, maka GEREJA-GEREJA Protestan dan Pentakosta lebih banyak memiliki anggota-anggotanya yang berkekayaan materi jauh lebih banyak daripada kekayaan para anggota teladan MAHK kita yang dibangga-banggakan itu, sebab mereka juga membayar Perpuluhannya untuk mematuhi Maleakhi 3 : 10 sambil mendambakan berkat-berkat materi yang sama.

 

Jelaslah dipahami, bahwa oleh mengartikan berkat dari Maleakhi 3 : 10 itu kepada jenis berkat materi, maka para penghotbah MAHK dengan sengaja telah memperlihatkan Tuhan Allah ke hadapan seluruh umat-Nya sebagai Khalik Pencipta yang pilih kasih dan tidak konsekwen pada ucapan-Nya kata-kata sendiri, sebab  b e l u m  p e r n a h  tulisan Maleakhi 3 : 10 itu digenapi di antara kita dalam pengertian tersebut.

 

P e n u t u p

 

Perpuluhan sesungguhnya bukan lagi merupakan masalah baru bagi kita, sebab semenjak dari zaman Ibrahimpun peraturan membayar Perpuluhan itu sudah dipatuhi dengan ketat. Tetapi seruan untuk membayar Perpuluhan pada nubuatan Maleakhi 3 : 10 adalah masalah tersendiri yang paling baru, sebab rahasia dari nubuatan Maleakhi itu baru saja terungkap pengertiannya di akhir zaman ini. “Bahwasanya, Aku akan mengirim utusan-Ku, maka ia akan menyediakan jalan di hadapan-Ku; maka Tuhan yang kamu cari itu akan secara tiba-tiba datang ke kabaah-Nya, yaitu Utusan Perjanjian, yang kamu dambakan itu. Tengoklah, ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.” - Maleakhi 3 : 1.

 

Utusan itulah nabi Eliyah contoh saingan, yang melambangkan Victor T. Houteff yang telah datang mempersiapkan jalan mendahului kedatangan Jesus, Utusan Perjanjian itu yang akan datang secara tiba-tiba ke kaabah-Nya di Palestina. Pekerjaan mempersiapkan jalan itulah yang patut dibiayai dengan Perpuluhan.  Nyonya White memperingatkan :

 

“H a n y a  terdapat d u a  t e m p a t  di dalam alam ini dimana dapat kita menempatkan segala perbendaharaan kita, --- di dalam perbendaharaan  rumah  Allah  a t a u  di dalam  perbendaharaan  Setan ; maka  semua  yang   t i d a k  diserahkan bagi tugas pekerjaan Allah akan diperhitungkan pada pihak Setan.” - Counsels on Stewardship, p. 35.

 

“Suatu  perpuluhan  dari  semua  penghasilan  kita  adalah kepunyaan  T u h a n. IA telah mencadangkannya bagi diri-Nya sendiri untuk digunakan bagi segala keperluan i b a d a h.  Perpuluhan itu adalah  s u c i. ……. Kelalaian atau penundaan terhadap kewajiban ini akan menimbulkan murka Allah. Kalau saja semua umat Kristen mau secara jujur membawakan perpuluhan-perpuluhannya kepada Allah, maka perbendaharaan rumah-Nya sudah akan penuh.” - Counsels on Stewardship, p. 67.

 

 

 

*   *   *