Berilah makan
umat dengan tongkatmu
Mikha 7 : 14

Setiap umat penganut Kebenaran Sekarang tak dapat tiada sudah tahu, bahwa yang dimaksud dengan “Tongkat itu” adalah tak lain daripada Pekabaran Tongkat Gembala yang dinubuatkan pada Mikha 6 : 9, yang bunyinya : “Suara Tuhan berseru-seru kepada negeri itu, maka orang yang bijaksana akan menyaksikan namamu : Dengarlah olehmu akan tongkat itu, dan akan dia yang menetapkannya.”Mikha 6 : 9.

Karena kita sekarang ini sedang dalam perjalanan Exodus kedua kembali ke tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan kepada para nenek moyang umat Israel yang lalu, dan karena tanah perjanjian itu bukan di sorga, melainkan di Palestina, maka hendaklah selalu diingat, bahwa tak dapat tiada sebentar lagi kerajaan Daud itu sudah harus berdiri di Palestina bersama-sama kita yang berjumlah 144.000 itu.  

“Tongkat itu” sebagai sebuah pekabaran harus didengar apabila semua nubuatan dari nabi-nabi Wasiat Lama sudah terungkap pengertiannya di dalam ROH NUBUATAN di akhir zaman ini. 

Mikha 7 : 14  berbunyi :

“Berilah makan umat-mu dengan tongkatmu, yaitu mereka kawanan domba pusakamu itu, yang tinggal menyendiri di h u t a n, d i  t e n g a h – t e n g a h  K a r m e l : hendaklah mereka itu makan di Bashan dan di Gilead seperti halnya di hari-hari terdahulu.”Mikha 7 : 14.

Karena nubuatan ini sudah digenapi oleh datangnya nabi Victor T. Houteff dengan pekabaran Tongkat Gembalanya yang lalu, maka setelah berdirinya Markas Besar Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh dalam tahun 1935 sebagai Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA, maka contoh saingan dari “Gunung Karmel” yang dahulu di zaman Wasiat Lama kiranya sudah jelas digenapi di Waco, Texas, USA. 

Kini tinggal lagi “Bashan dan Gilead”, yang harus dicarikan contoh saingannya di akhir zaman ini. Karena keduanya itu juga harus diberi makan “Tongkat”, maka keduanya itu tak dapat tiada harus melambangkan c a b a n g – c a b a n g yang kecil-kecil yang mewakili Pusat Gunung Karmel itu di Waco, Texas, USA, dan yang kini tersebar di seluruh Davidian di muka bumi ini. 

Bacalah dengan saksama  Mikha 7 : 14  itu,  maka  akan  diketahui  bahwa  d i a  yang diperintahkan di dalam ayat itu untuk memberi makan Tongkat kepada mereka yang tinggal menyendiri di hutan, di tengah-tengah Karmel, tak dapat tiada adalah nabi Victor T. Houteff sendiri.

Peristiwa Sejarah yang s a m a
dalam sorotan beberapa nubuatan yang berbeda

Karena keberadaan nabi Houteff di Pusat Gunung Karmelnya itu hanya sampai tahun 1955, maka tugasnya memberi makan kawanan domba pusakanya itu akan sama saja dengan meletakkan landasan rumah yang dilakukan oleh tangan-tangan Zerubbabel yang dinubuatan pada Zakhariah 4 : 9. Zerubbabel sebagaimana diketahui adalah melambangkan nabi Victor T. Houteff.

Jadi, setelah nabi Houteff meninggal dunia sebagai gembala yang bertugas memberi makan kawanan domba pusakanya, maka sesuai nubuatan Zakhariah 13 : 6, 7  itu juga, Tuhan Allah sudah akan mengalihkan tangan-Nya ke atas “mereka yang kecil-kecil”. Siapakah mereka yang kecil-kecil itu kalau bukan mereka yang dinubuatkan berada di “B a s h a n dan  di G i l e a d“ itu juga, bukan  ? Mereka itu juga perlu diberi makan.

Setelah hamba Tuhan Houteff menyelesaikan tugasnya meletakkan landasan rumah dalam tahun 1955 yang lalu, maka berakhirlah tugasnya dan meninggallah ia dalam tahun itu juga. Pusat Gunung Karmelnya di Waco, Texas, sudah harus ditinggalkan untuk s e l a m a – l a m a n y a, sementara “mereka yang kecil-kecil“ di “B a s h a n  dan di G i l e a d“ sudah harus diberi makan sesuai yang dinubuatkan di atas. Di sinilah genap nubuatan Zakhariah 13 : 6 yang berbunyi : “Bunuhlah gembala itu, maka domba-domba itu akan tercerai-berai, maka Aku akan mengalihkan tangan-Ku ke atas mereka yang kecil-kecil.”Zakhariah 13 : 7.

Semenjak dari tahun 1955 itu juga Tuhan Allah sudah mengalihkan tangan-Nya keatas mereka yang kecil-kecil. Tegasnya, sesuai ramalan hamba Tuhan Nyonya White di dalam bukunya Testimonies to Ministers and Gospel Workers, p. 300, bahwa Tuhan lalu mengambil kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Dan ini mulai digenapi setelah ucapan dari hamba Tuhan Nyonya White di bawah ini menjadi kenyataan:

“Marilah ku beritahukan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu kebiasaan yang sangat berbeda daripada biasanya, dan dalam suatu cara yang akan bertentangan terhadap setiap perencanaan manusia. Akan ada di antara kita orang-orang yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte bahkan sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah arahan dari malaikat itu yang menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran yang akan disampaikan kepada dunia. Allah akan menggunakan berbagai cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terheran-heran oleh upaya-upaya yang sederhana yang akan Tuhan gunakan untuk memajukan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaran-Nya.“Testimonies To Ministers p. 300.

Malaikat itu  =  malaikat dari Wahyu 18 : 1. Gabungan dari kedua suara malaikat itu (malaikat ke-3 dari Nyonya White dan malaikat Wahyu 18 : 1 dari Houteff) di dalam ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10 akan menerangi bumi – Early Writings, p. 277

Tuhan kini bekerja
dalam cara yang sangat berbeda

Jika di zaman Nyonya White sampai dengan Houteff Tuhan Allah masih memanfaatkan Organisasi Pusat “yang berperaturan” untuk mengendalikan pekerjaan-Nya di seluruh dunia, maka setelah kematian hamba Tuhan yang sederhana itu dalam tahun 1955 yang lalu, Tuhan Allah sudah akan mengendalikan sendiri pekerjaan-Nya. Bacalah kembali buku Testimonies to Ministers, hal. 300 di atas dan kemudian ikutilah tulisan Nyonya White yang berikut ini :

“Adalah kekeliruan yang berbahaya untuk mengira bahwa pekerjaan penyelamatan jiwa bergantung hanya pada dinas kependetaan. ……………….. Allah akan mengutus ke dalam kebun anggur-Nya banyak orang yang b e l u m didedikasikan ke dalam dinas pelayanan kependetaan oleh tumpangan tangan.“The Acts of the Apostles, p. 110.

Ucapan hamba Tuhan Nyonya White di atas ini ternyata baharu digenapi sesudah kematian hamba Tuhan Victor T. Houteff dalam tahun 1955 yang lalu. Amatilah dengan saksama ucapan itu sebagai berikut : 

Karena pelantikan orang-orang ke dalam dinas pelayanan tidak lagi melalui tumpangan tangan, maka iaitu membuktikan bahwa mereka itu bukan lagi berasal dari sebuah Organisasi yang terpusat. Tegasnya, ucapan hamba Tuhan Nyonya White di atas tak dapat tiada baharu berlaku sesudah kematian hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1955 yang lalu. Dan inipun berarti Tuhan Allah tidak lagi bekerja melalui Organisasi Pusat manapun juga sejak itu. IA sudah akan memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Dan dalam cara yang sedemikian inilah tangan Tuhan sendiri akan mengendalikan “mereka yang kecil-kecil” itu yang kini sedang tercerai berai di banyak tempat di “Bashan dan Gilead” di muka bumi ini.

K e s i m p u l a n

“Berilah makan umat-mu dengan tongkatmu, yaitu mereka kawanan domba pusakamu itu, yang tinggal menyendiri di h u t a n, d i  t e n g a h – t e n g a h  K a r m e l : hendaklah mereka itu makan di Bashan dan di Gilead seperti halnya di hari-hari terdahulu.” – Mikha 7 : 14.

Pusat Gunung Karmel yang dibangun oleh hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1935 yang lalu benar-benar di tengah hutan yang jauh dari kota Waco di Texas, USA. Hamba Tuhan Houteff menamakannya : h u t a n  di tengah-tengah Karmel. Jadi, Karmel yang di Waco, Texas, USA itulah contoh saingan dari Karmel contohnya di zaman Israel Wasiat Lama yang lalu.  Dengan demikian, maka Bashan dan Glead tak dapat tiada juga merupakan contoh bagi contoh saingannya yang akan ditemukan di akhir zaman sekarang ini, yaitu semua persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh di muka bumi ini yang tecerai berai di sana sini setelah ditinggal mati gembala mereka Sdr. Victor T. Houteff dalam tahun 1955 yang lalu.  


******