Berhati-hatilah
terhadap Faham Fundamentalisme yang Sempit  dan Kaku



 

Umat Allah bagaimanapun juga sudah akan dikenal sebagai penganut faham fundamental yang liberal, sebab kita bertanggung jawab kepada Tuhan Allah untuk mengajarkan hanya kebenaran-kebenaran firman Allah yang tertulis. Dengan demikian, maka semua kebenaran yang diajarkan itu harus benar-benar sesuai dengan aslinya yang tertulis, yang berasal dari hamba-hamba Allah, baik itu nabi-nabi Wasiat Lama, atau para rasul dari Wasiat Baru ataupun para nabi dari akhir zaman, baik itu Nyonya White ataupun Sdr. Houteff. 

Namun kita juga diberi kebebasan untuk berbicara dan berbuat apa saja, agar supaya kekebenaran-kebenaran itu dapat menerobos masuk ke dalam hati orang-orang betapapun kerasnya hati mereka itu yang biasanya menentang kebenaran.

Ada beberapa cara telah diberikan kepada mereka yang mau mengajarkan kebenaran itu dengan lebih berhasil, misalnya dengan menggunakan alat bantu atau gambar bagan. Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Oleh menggunakan gambar-gambar bagan, lambang-lambang, dan berbagai macam peragaan, maka Pendeta dapat membuat kebenaran itu tampak jelas dan nyata. Inilah alat bantu yang sesuai dengan Firman Tuhan.”Gospel Workers, p. 355.

Kita juga dapat menggunakan beberapa metode interpretasi dari Ilmu Hukum, maka Ny. White mengatakan :

“Dalam Ilmu pengetahuan yang sesungguhnya tidak akan ada terdapat pertentangan apapun terhadap firman Allah, sebab keduanya itu berasal dari Narasumber yang sama. Suatu pemahaman yang benar terhadap keduanya akan selalu membuktikan keduanya itu berada dalam kesesuaian.”Testimonies, vol. 8, p. 258. 

Hamba Tuhan Houteff bahkan juga mengatakan :
“Bahwa Alkitab mengungkapkan kebenaran-kebenarannya yang hebat itu dalam berbagai cara --- dalam urutan angka-angka, dalam lambang-lambang, dalam perumpamaan-perumpamaan dan kiasan-kiasan, dalam mimpi-mimpi dan khayal-khayal, dalam contoh-contoh dan kejadian-kejadian -- bahkan juga sepenuhnya dikenal dalam pengalaman aneh Israel kuno yang lalu pergi memasuki Mesir. Di dalamnya setiap siswa Alkitab yang tahu akan melihat, bukan secara kebetulan saja, melainkan sudah secara terencana dibuat oleh tangan Dia yang maha kuasa. Sesungguhnya Yusuf sendiri sebagai pemeran utama dalam drama yang besar itu, sedemikian itu mengakuinya : “Allah telah mengutus aku mendahului kamu,” demikian pernyataannya, “untuk memeliharakan nyawa orang.” Kejadian 45 : 5. – Tongkat Gembala, edisi khusus, hal. 31.

Dan bagi orang-orang yang melayani sebagai pendeta-pendeta, mereka perlu menggali lebih dalam lagi. Untuk ini Nyonya White kembali mengatakan :

“Banyak yang sedang melayani sebagai gembala-gembala injil perlu mempelajari Firman itu. Wahyu berarti sesuatu yang diungkapkan, yang semua orang harus mengerti. Galilah lebih dalam lagi kebenaran itu. Mohon kepada Tuhan untuk dapat memahami Kebenaran-Nya.”Manuscript Releases, vol. 1, p. 38.

Bahkan kita juga dapat menggunakan hasil-hasil ciptaan teknologi untuk mempercepat pekerjaan. Untuk inilah hamba Tuhan Houteff mengatakan:

“Karena pekerjaan itu adalah sedemikian luasnya, perluasan ekspansinya juga begitu cepat, dan kepentingannya begitu besar, maka Allah telah mengilhami ilmu pengetahuan modern untuk mencipta dan membangun peralatan-peralatan yang cepat untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan-Nya.” The Shepherd’s Rod, Vol. 2, p. 229. 

Faham fundamental sempit dan kaku itu sesungguhnya belum pernah dikenal di zaman nabi Houteff dan para pengikutnya. Namun jauh sebelum meninggal dunia dalam tahun 1955, beliau sudah lebih dulu memperingatkannya kepada semua pengikutnya sebagai berikut :

“Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang dimanifestasikan melawan pekabaran sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selama-lamanya --- sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi  yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini adalah sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke-sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat dirinya melawan usaha musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan kepadanya.

“Kita juga harus waspada untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula, adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi kebenaran, terutama mengenai masalah 144.000 itu.” Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35.

Artinya, di akhir zaman sekarang ini sesudah ditinggal mati oleh hamba Tuhan Houteff, akan  muncul penginjil-penginjil yang terorganisasi yang kesetiaannya adalah s a m a  dengan kesetiaan dari para imam Yahudi dari organisasi Sanhedrin di zaman Jesus di Palestina. 

Faham fundamentalisme sempit dan kaku

Faham fundamentalisme sempit dan kaku itu berasal dari para pemimpin Yahudi di zaman Jesus, yang telah menguasai sepenuhnya Organisasi Sanhedrin di waktu itu. Karena faham itu ternyata hidup kembali di antara kita umat penganut Kebenaran Sekarang dari Houteff, maka kita hendaknya berhati-hati dan waspada terhadap mereka itu.  Mereka itu tak dapat tiada adalah penginjil-penginjil dari Organisasi Sanhedrin contoh saingan di akhir zaman sekarang ini. Mereka telah  menguasai kembali bekas Pusat Gunung Karmel milik Tuhan Allah  di Waco, Texas, USA, setelah membelinya kembali dari Gereja Presbyterian dalam tahun 1991. Sebagaimana para imam Yahudi yang lalu telah mempersalahkan Jesus karena melanggar hukum Sabat, oleh menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat dan karena memetik gandum pada hari Sabat, maka para penguasa dari Sanhedrin contoh saingan itupun sudah mengeluarkan beberapa pembatasan yang aneh, yang antara lainnya sebagai berikut :

  1. Para guru maupun para pendeta tidak boleh banyak menulis agar tidak terlibat dalam dosa karena menambah-nambah ataupun mengurang-ngurang yang dilarang pada Wahyu 22 : 18, 19.
  2. Buku-buku terbitan Tongkat Gembala itu harus  dicetak dalam format kecil yang sesuai dengan aslinya.                                          
  3. Guru tidak boleh mengajar dengan menggunakan alat bantu buatan sendiri (seperti misalnya gambar bagan), selain daripada gambar bagan buatan nabi Houteff sendiri.
  4. Mereka tidak mengakui adanya pendeta-pendeta ataupun    guru-guru pilihan Allah yang berasal dari luar Pusat Gunung Karmel, sekalipun hamba Tuhan Nyonya White sudah mengatakan perihal keberadaan mereka itu. Baca : The Acts of the Apostles, p. 110.
  5. Untuk tidak terlibat dalam dosa menambah-nambah atau mengurang-ngurang, maka para guru dibatasi berbicara atau menulis, agar lebih banyak membaca saja dari buku-buku yang tersedia pada waktu mengajar. Justru cara inilah yang tidak dikenal dalam dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan.
  6. Mereka juga menentang apa yang disebutnya “Penetapan waktu kedatangan Jesus,” baik di Palestina maupun pada kedatangan-Nya yang kedua kali.  

Salahkah mereka membeli kembali lokasi bekas Pusat Gunung Karmel milik Allah itu sesudah 30 tahun berlalu?  

Kita perlu sekali mengerti bahwa semua nubuatan dari Wasiat Lama, buku Wahyu dan berbagai perumpamaan dari Jesus itu baharu menemui kegenapannya di akhir zaman. Kematian hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1955 yang lalu itupun telah menemui kegenapan nubuatan dari Zakharia 13 : 6, 7  yang berbunyi sebagai berikut :

“Maka seseorang akan mengatakan kepadanya : Luka-luka apakah ini pada tangan-tanganmu ? Maka akan dijawabnya : Sekaliannya itu aku terluka di rumah rekan-rekanku. Bangkitlah hai pedang, melawan gembalaku, dan melawan orang itu yaitu rekanku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, maka domba-domba itu akan tercerai-berai : maka aku akan mengalihkan tanganku ke atas mereka yang kecil-kecil.”Zakharia 13 : 6, 7.

Nubuatan ini pertama sekali digenapi pada pribadi Jesus pada kedatanganNya yang pertama di Palestina. Namun karena semua nubuatan Wasiat Lama itu berlaku terutama bagi akhir zaman, dan karena ayat-ayat dari nubuatan Zakharia pasal 13 itu telah diungkapkan oleh Houteff di akhir zaman ini, maka Zakharia 13 : 6, 7 itu tak dapat tiada harus kembali berlaku terhadap Houteff dan semua umat pengikutnya di akhir zaman ini.  Jadi, sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, dan sesudah Pusat Gunung Karmelnya itu dijual, maka cabang-cabang Karmel berikut semua umat pengikut Houteff  sudah akan tercerai-berai. Dan Tuhan tidak lagi menghendaki mereka itu kembali dipersatukan/dipersekutukan oleh Organisasi, melainkan h a n y a oleh firman kebenaran-Nya. Maka dalam keadaan yang tercerai berai itulah Tuhan sudah akan mengangkat tanganNya ke atas mereka untuk mengendalikan sendiri mereka itu sampai kepada saat kelepasannya yang akan datang. 

Sebagai Pekabaran dari
Panggilan Jam Ke-sebelas dan Fungsi kerjanya

Karena tidak ada lagi nubuatan ataupun sesuatu petunjuk dari hamba-hamba Allah di akhir zaman ini untuk membangun kembali sesuatu Organisasi untuk mempersatukan semua umat penganut kebenaran sekarang yang sedang tercerai-berai sekarang ini, sesudah kematian hamba Tuhan Houteff yang lalu, maka kita semua harus yakin, bahwa  berapapun banyaknya kelompok-kelompok umat Davidian yang ada,   tangan Tuhan sendiri, oleh perantaraan guru-guru dan pendeta-pendeta pilihan-Nya, yang belum pernah diurapi melalui tumpangan tangan, semua umat sudah akan dibuat sehati-sepikir, sepakat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Dan inilah mereka 144.000 umat kesucian yang akan datang itu, yang akan segera muncul ke permukaan sejarah dunia sebentar lagi.

Pekabaran Tongkat Gembala sebagai pekabaran dari Panggilan Jam Ke-sebelas, sesudah kematian hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1955,  tidak mungkin lagi dapat menyelamatkan Organisasi Pusat Davidian MAHK manapun juga di akhir zaman ini. Ini hendaknya dimengerti, sebab mereka itu adalah b u k a n  penganggur-penganggur di pasar.

Houteff dikenal sebagai “penganggur yang pertama” sekali dipanggil langsung oleh Jesus, maka dia kemudian telah memanggil semua rekan-rekan kerjanya dari dalam pasar sidang jemaat Laodikea untuk bersama-sama mere-organisasikan Organisasi General Conference of SDA, menjadi Organisasi Davidian MAHK di Waco, Texas, sesuai petunjuk Seruan Pembangunan dan Reformasi Rohani tahun 1902 dari Nyonya White.  Jadi, selama hamba Tuhan Houteff masih hidup, maka  d i a adalah satu-satunya  yang mewakili Jesus sebagai Pemilik Kebun anggur di bumi. Tetapi setelah Houteff meninggal dunia, mereka sebagai Organisasi Pusat Davidian MAHK seharusnya membubarkan diri. Sebab sejak itu mereka adalah b u k a n lagi penganggur-penganggur di Pasar Sidang Jemaat Laodikea. 

P a s a r  Sidang Jemaat Laodikea masih tetap ada, dan berada di bawah kendali kekuasaan dari malaikat sidang jemaat Laodikea yang sudah diludahkan Jesus keluar dari mulut-Nya sejak tahun 1935 yang lalu. Pekabaran Panggilan Jam Ke-sebelas itu masih terus ditawarkan di dalam gereja-gereja dari Sidang Jemaat Laodikea sampai kepada akhir masa pemeteraian yang akan datang.   

Sementara itu semua umat Davidian penganut Kebenaran Sekarang kini berada di bawah kendali dari tangan Tuhan Allah sendiri. Sekalipun tanpa adanya sesuatu Organisasi Pusat Davidian MAHK milik Tuhan Allah sebagai sarana Pemersatu mereka di waktu ini.

Sesudah tahun 1955
Sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia

Sidang jemaat Laodikea adalah yang terakhir dibangun oleh Nyonya White menjadi Sidang Jemaat Laodikea dari MAHK. Oleh datangnya hamba Tuhan Houteff membangun dan mereformasikan Gereja ini sejak tahun 1929 yang lalu, maka namanya menjadi Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK. Dan apabila mereka 144.000 itu kelak muncul di Palestina, maka iaitu akan menjadi Sidang Jemaat Laodikea dari sebuah nama yang baru (baca : Jesaya 62 : 2) yang belum diketahui sekarang.

Perlu juga diketahui, bahwa hamba Tuhan Houteff adalah nabi yang terakhir dari nabi-nabi akhir zaman yang dinubuatkan pada Amos 3 : 7. Dari buku Zakharia pasal 4 akan diketahui, bahwa nabi Houteff telah dinubuatkan sebagai seseorang yang bernama : Zerubabel. Dia adalah n a b i  yang terakhir di akhir zaman ini. Tidak ada lagi yang lain. Untuk itu nabi Zakhariah menubuatkannya sebagai berikut :

“Tangan-tangan Zerubabel telah meletakkan landasan dari rumah ini, maka tangan-tangannya juga yang akan menyelesaikannya; maka akan diketahui olehmu bahwa Tuhan serwa sekalian alam telah mengutus aku kepadamu.”Zakhariah 4 : 9.

Tangan-tangan Zerubabel telah meletakkan landasan dari rumah, artinya, pekabaran Tongkat Gembala (yang telah bergabung dengan Roh Nubuatan dari Wahyu 14 di dalam ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10) telah diletakkan oleh Houteff menjadi landasan dari Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK. Dan karena tangan-tangannya juga yang akan menyelesaikan rumah itu, maka berarti ROH NUBUATAN yang terdiri dari Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala itu juga yang akan menyelesaikan berdirinya kerajaan Daud yang akan datang menjadi Sidang Jemaat Laodikea dari sebuah nama yang baru (baca : Jesaya 62 : 2). 

Sekalipun ternyata nabi Houteff yang disebut Zerubabel itu sudah meninggal dunia,  namun karena tangan-tangannya sudah meletakkan landasan dari “r u m a h” itu, maka rumah itu yang kelak berdiri dimulai dengan 144.000 umat kesuciannya yang akan datang, pasti sudah akan selesai terbangun pada waktunya sesuai yang sudah direncanakan.

Guru-Guru pilihan Allah kini
sedang mewakili Houteff mempersiapkan mereka 144.000 itu bagi hari kelepasan mereka yang akan datang

Sekalipun sampai kepada kematian dari kedua hamba Allah itu : Nyonya White dan terakhir Sdr. Houteff dalam tahun 1955,  seluruh i s i  Alkitab itu sudah habis diinterpretasikan ke dalam mangkok keemasan yang melambangkan ROH NUBUATAN dari nubuatan Zakharia pasal 4, namun ternyata belum semua hasil interpretasi dari mereka itu sepenuhnya dapat dimengerti. Untuk itulah, maka kita perlu berpegang pada ucapan kata-kata hamba Tuhan Houteff berikut ini :

“Hanya itu yang diajarkan !

“Karena Alkitab dan buku-buku Roh Nubuatan merupakan satu-satunya sumber dari pekabaran Tongkat Gembala, maka apabila Tongkat itu diajarkan, Alkitab dan Roh Nubuatan juga harus diajarkan. Dan karena tidak satupun selain Roh Kebenaran yang telah mengirim rahasia-rahasia Ilham itu, yang dapat menginterpretasikan sekaliannya, maka orang-orang yang mencoba mengajarkannya tanpa Otoritas interpretasi yang diilhami ini, tak dapat tiada akan jatuh ke dalam praktek interpretasi sendiri yang terlarang itu (2 Petrus 1 : 20) --- yaitu kejahatan besar yang telah menjerumuskan dunia Kristen ke dalam perpecahannya yang hampir tak menentu sekarang ini, berikut kekacauan, persaingan, dan ketidakmampuannya yang ada.

“Karena kami tidak berani ikut berjalan pada jalan yang sedemikian itu, maka sebagai g u r u – g u r u (jamak) dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian MAHK), k a m i harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Jesaya 52 : 8).” --- Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK, hal. 26, 27.

Perhatian !  Victor Houteff  adalah seorang nabi b u k a n  guru. Yang diucapkannya di atas adalah g u r u – g u r u, yang berarti lebih dari seorang guru. Jelaslah dimengerti, bahwa ucapannya itu tak dapat tiada baharu digenapi sesudah tahun 1955 apabila ia sudah meninggal dunia.

Sesudah kematian hamba Tuhan Houteff, maka akan muncul ke permukaan guru-guru pilihan Ilahi, yang sebelumnya telah diramalkan oleh Nyonya White di dalam bukunya  : The Acts of the Apostles, p. 110. Dan yang disebut oleh Houteff pada buku Kepercayaan2 Dasar Davidian MAHK, hal. 26, 27 di atas. Mereka itu belum banyak dikenal, sebab mereka itu adalah bukan pilihan Organisasi. Mereka akan mengajarkan kepada kita bagian-bagian pekabaran itu yang ada di dalam ROH NUBUATAN (Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala) yang belum pernah sepenuhnya jelas dimengerti, sebab sekaliannya itu belum pernah digenapi di masa hidup Nyonya White dan Victor T. Houteff. Namun sebagaimana ditegaskan di atas hamba Tuhan Houteff mengatakan :

“Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa memiliki pemikiran yang sama, sependapat dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Jesaya 52 : 8).” --- Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK, hal.  27.

Artinya, hanya oleh berbagai upaya dari guru-guru pilihan Ilahi itulah, maka kita umat Davidian penganut Pekabaran Jam Ke-Sebelas akan dapat dipersiapkan untuk masuk dalam rombongan 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang. Karena hanya mereka itulah yang akan dapat dibuat sepakat, sehati dan sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama.

Manfaatkanlah
“Terang yang bernilai mahal itu yang
cocok bagi waktu ini”

Berbagai interpretasi terhadap bagian-bagian pekabaran dari ROH NUBUATAN oleh guru-guru Tongkat Gembala itulah yang akan merupakan Terang yang bernilai mahal yang cocok bagi waktu ini. Nyonya White mengatakan :

“Allah akan membangunkan umat-Nya; jika cara-cara lain gagal, maka berbagai faham yang bertentangan (heresies) akan masuk di antara mereka, yang akan  m e n y a r i n g  mereka itu,  m e m i s a h k a n   s e - k a m  daripada  g a n d u m. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. Terang yang bernilai mahal sudah datang, yang sesuai bagi waktu ini.” –  Testimonies, vol. 5, p. 707.

Umat Tuhan di zaman Nyonya White belum pernah terbagi dua ke dalam kelas gandum dan lalang. Bahkan mereka dari kelas sekam itupun  sama sekali belum dikenalnya. Bahkan selama kepemimpinan nabi Houteff di Waco, Texas, USA mereka yang masuk kategori “sekam” itupun belum pernah dikenal. Jadi, ucapan Nyonya White di atas tak dapat tiada baharu digenapi sesudah tahun 1955, sesudah nabi Houteff meninggal dunia. 

Jadi, yang mengungkapkan bagi kita  “sekam” itu berikut berbagai ciri-ciri kerohanian mereka tak dapat tiada adalah guru-guru pilihan Allah itu saja, yang kini sedang menerangi kita dengan TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU, YANG COCOK BAGI WAKTU INI. Nyonya White selanjutnya mengatakan :

“ITULAH KEBENARAN DARI ALKITAB, YANG MENUNJUKKAN BERBAGAI BAHAYA YANG SEDANG AKAN MENIMPA KITA. T E R A N G  I N I  (TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU) HENDAKNYA MEMBIMBING KITA KEPADA SUATU PENYELIDIKAN YANG TEKUN TERHADAP ALKITAB, DAN SUATU PEMERIKSAAN YANG SAKSAMA TERHADAP P O S I S I   K I T A   S E K A R A N G.” – TESTIMONIES, VOL. 5, P. 707 – 708.

K e s i m p u l a n   A k h i r

Sekalipun Organisasi Pusat Gunung Karmel dan para pengikut setianya yang menganut faham fundamentalisme sempit dan kaku itu terus saja menuduh guru-guru pilihan Allah itu terlibat dalam dosa karena menambah-nambah dan mengurang-ngurang, yang dilarang pada Wahyu 22 : 18, 19,  mereka ternyata sama sekali b e l u m  p e r n a h   mampu membuktikan kepada kita kebenaran dari semua tuduhannya itu berlandaskan Hukum Torat dan ROH NUBUATAN yang ada. 

Karena TERANG YANG BERNILAI MAHAL itu belum pernah dikenal di zaman Nyonya White dan Houteff,  sehingga tak mungkin bagi mereka untuk membukukannya bagi kita di dalam ROH NUBUATAN, maka inilah alasannya yang utama untuk tetap bersikeras, bahwa guru-guru pilihan Ilahi itu sudah terlibat dalam dosa dari Wahyu 22 : 18, 19 itu. Namun kita hendaknya waspada, sebab apa yang dimaksud dengan TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU sudah lebih dulu diberitahukan kepada kita. Dan RINCIAN dari TERANG ITU kini sedang ditawarkan kepada masing-masing kita baik langsung ataupun tidak langsung melalui internet. Untuk itulah, maka hamba Tuhan Nyonya White telah mengingatkan :

“ITULAH KEBENARAN DARI ALKITAB, YANG MENUNJUKKAN BERBAGAI BAHAYA YANG SEDANG AKAN MENIMPA KITA. T E R A N G  I N I (TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU) HENDAKNYA MEMBIMBING KITA KEPADA SUATU PENYELIDIKAN YANG TEKUN TERHADAP ALKITAB, DAN SUATU PEMERIKSAAN YANG SAKSAMA TERHADAP P O S I S I  K I T A   S E K A R A N G.” – TESTIMONIES, VOL. 5, P. 707 – 708.

Saudara, “TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU YANG COCOK BAGI WAKTU INI“ kini sedang terus ditawarkan ke hadapan anda. Janganlah meremehkan orang-orang yang menawarkannya karena alasan mereka itu hanyalah g u r u – g u r u, yang sama sekali tidak dikenal  oleh Organisasi Pusat Gunung Karmel di USA. Namun hendaklah diketahui, bahwa itulah KEBENARAN dari ALKITAB. Itulah TERANG YANG MAHAL ITU YANG COCOK BAGI WAKTU INI, yang akan membimbing kita kepada penyelidikan yang lebih teliti dan saksama terhadap p o s i s i dari masing-masing kita sekarang.

Sekalipun mungkin kita kini sudah berada di dalam Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK, dan sudah sepenuhnya menganut Terang Baru dari ROH NUBUATAN (gabungan Roh Nubuatan dan Tongkat Gembala), sehingga sudah menduduki posisi penting pada salah satu Organisasi Pusat Gunung Karmel di USA, namun setelah datang “TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU, YANG COCOK BAGI WAKTU INI“, maka kita tak dapat tiada harus merubah posisi.

Jika semasa hidup nabi Houteff kita sebagai penganggur-penganggur di pasar telah bergabung dengannya untuk menyerukan pekabaran panggilan jam ke-sebelas di seluruh pasar Sidang Jemaat Laodikea dari MAHK, maka kini di dalam pasar Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK, kita sebagai penganggur-penganggur di pasar harus siap sedia untuk menyambut TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU YANG SESUAI BAGI WAKTU INI yang ditawarkan oleh guru-guru Tongkat Gembala pilihan Ilahi. Hanya inilah satu-satunya jalan yang akan membuat kita sepakat, sehati dan sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Dan baharulah siap kita untuk masuk dalam rombongan 144.000 pekerja-pekerja jam ke-sebelas dari Sidang Jemaat Laodikea dari sebuah nama baru, yang baharu akan diucapkan sendiri oleh Jesus di depan.

******