Berhati-hatilah,
bahwa Alkitab dan ROH NUBUATAN sebagai peraturan-peraturan pelaksanaan dari UNDANG-UNDANG DASAR TORAT dapat saja berubah-rubah.


 


Ellen G. White :

“Dalam Ilmu pengetahuan yang sebenarnya tidak akan terdapat apapun juga yang bertentangan dengan ajaran dari firman Allah, sebab keduanya itu bersumber dari Nara Sumber yang sama.” – 8 Testimonies, p. 258.



Pendahuluan

Dengan terus meningkatnya ilmu pengetahuan di akhir dunia sekarang ini, maka semua umat Allahpun sudah harus mengerti, bahwa Undang-Undang Dasar dari Kerajaan Sorga itu adalah buatan Allah Bapa, sebagai Pemilik Negara dari Kerajaan SORGA. Sementara Jesus, sebagai wakil dari Pemilik Negara atau Dewan Perwakilan Rakyat (Parlemen/Senat) bertugas sebagai Pembuat Undang-Undang Biasa. Dengan demikian, maka yang perlu diketahui adalah, bahwa apabila Undang-Undang Dasar Kerajaan Sorga itu dibuat hanya satu kali  dan kekal sifatnya untuk selama-lamanya, maka Undang-Undang Biasa buatan Jesus itu akan terus dibuat secara periodik sesuai kebutuhan umat Allah yang terus bertambah sampai kepada akhir dunia yang akan datang.

Sementara itu perlu sekali diketahui, bahwa jika Undang-Undang Dasar itu kekal sifatnya dan tidak berubah-ubah, sebagaimana halnya Tuhan Allah yang tidak pernah berubah pada segala zaman, maka Undang-Undang Biasa, yang berupa Alkitab sampai dengan ROH NUBUATAN di akhir zaman sekarang ini memerlukan perubahan-perubahan, artinya, perlu ditambah-tambahi ataupun dikurang-kurangi secara periodik, bahkan bagian-bagian tertentu dari Alkitab maupun ROH NUBUATAN itupun dapat saja dihapus apabila kelak diperlukan sedemikian itu. Namun sekaliannya itu adalah wewenang dari Jesus sendiri, sebab sekaliannya itulah Kesaksian-Nya sendiri, atau Kesaksian Jesus yang telah berkembang sampai di akhir zaman sekarang ini menjadi ROH NUBUATAN yang dinubuatkan pada Wahyu 19 : 10 berupa buku-buku dan selebaran-selebaran untuk dibaca. “Berbahagialah d i a yang membaca, dan m e r e - k a yang mendengar …………. Wahyu 1 : 3.

Pada kesempatan ini kita akan sama-sama membicarakan nasib umat kita, yang karena terus berkembangnya Peraturan-Peraturan Pelaksanaan dari Hukum Torat yang dinubuatkan di dalam Alkitab Wasiat Lama dan berbagai interpretasi pengertiannya di dalam ROH NUBUATAN, maka telah terjadi banyak sekali perselisihan faham di antara kita sesama umat Laodikea bahkan sampai kepada hari ini. Untuk itulah, maka satu-satunya jalan keluar yang harus ditempuh ialah kenalilah dahulu kondisi kerohanian Sidang Jemaat Laodikea kita semenjak dari mula pertama berdirinya dalam tahun 1844 yang lalu.

Kondisi kerohanian Sidang Jemaat Laodikea
sejak dari mulanya dalam tahun 1844

Nabi Tuhan Nyonya White sebagai pendiri Sidang Jemaat Laodikea kita mengatakan, bahwa Sidang Jemaat Laodikea dari Gereja MAHK sejak mulanya telah muncul keluar dari Sidang Jemaat Philadelfia dari hamba Tuhan William Miller sebagai “Lima Anak Dara yang Bijaksana”. Dengan demikian dalam kondisi kerohaniannya yang prima itu, maka Sidang Jemaat Laodikea sejak mulanya masih terdiri dari hanya kelima anak dara yang bijaksana itu saja. Lalu genaplah ucapan kata-kata Kesaksian Jesus atas semua mereka itu sebagai berikut  : 

“Tuhan memiliki suatu umat, suatu umat pilihan, yaitu Sidang Jemaat-Nya, untuk menjadi benteng pertahanan-Nya yang Ia pertahankan di dalam sebuah dunia yang memberontak yang sudah terhantam oleh dosa; maka rencana-Nya adalah agar tidak ada lagi penguasa yang lain yang dikenal di dalamnya, tidak ada lagi hukum-hukum yang lain dipatuhi  di dalamnya, selain daripada milik-Nya saja.“ --  Testimonies to Ministers, hal. 16.

“Sidang Jemaat milik Allah di bawah adalah s a t u bersama dengan Sidang Jemaat Allah yang di atas. Orang-orang percaya di bumi dan mahluk-mahluk di sorga yang tidak pernah jatuh berdosa membentuk s a - t u  Sidang Jemaat. Setiap mahluk samawi yang berakal berkenan pada perhimpunan-perhimpunan umat kesucian di bumi yang bertemu berkumpul menyembah Allah.”Testimonies, vol. 1, hal. 366.

“Tuhan telah menempatkan Sidang Jemaat-Nya sebagai sebuah terang di dunia  untuk membimbing menghantarkannya ke sorga. Ia itu merupakan suatu bagian dari sorga di bumi ini, yang memancarkan terang pada jalan jiwa-jiwa orang yang sudah digelapkan.”The Faith I Live by, hal. 304.

“Allah memiliki sebuah Sidang Jemaat di bumi, yaitu umat pilihan-Nya, yaitu mereka yang mematuhi perintah-perintah-Nya. Ia sedang memimpin, bukan terhadap cabang-cabang yang lepas sendiri-sendiri, bukan terhadap seorang di sana dan seorang di sini, melainkan terhadap suatu umat.” Testimonies to Ministers, hal. 61.

“Tidakkah engkau ketahui, bahwa tubuhmu itulah kaabah dari Roh Suci, yang ada di dalammu, yang kamu peroleh dari Allah, maka kamu adalah bukan milikmu sendiri ?“Counsels on Health, hal. 43.

( 1 )
Tahun 1863
Nyonya White dan para pengikutnya
membangun Organisasi malaikat Sidang Jemaat Laodikea

Jika sidang jemaat Laodikea dibangun oleh nabinya Nyonya White dalam tahun 1844, maka malaikat sidang jemaat Laodikea atau Organisasi General Conference of SDA baharu dibangun 19 tahun kemudian oleh Nyonya White dan para pengikutnya, yaitu Sidang Jemaat Laodikea itu sendiri. 

Pada mulanya kondisi kerohanian dari Sidang Jemaat Laodikea berikut malaikat Sidang Jemaatnya masih sama. Bahkan tercatat dalam sejarah gereja, bahwa suami dari Nyonya White sendiripun pernah menduduki jabatan Ketua atau Presiden dari Organisasi milik Tuhan Allah itu. Dengan demikian tidak lagi diragukan, bahwa apa yang diucapkan Nyonya White dalam beberapa tulisan Kesaksiannya di atas dapat saja dibenarkan. Dan itulah sebabnya, maka Nyonya White pernah juga mengatakan :

“Saya beritahukan kepadamu, Saudara-Saudariku, bahwa Tuhan memiliki sebuah badan yang terorganisasi (General Conference of SDA) melalui mana Ia akan bekerja.”Review and Herald, vol. 6, hal. 515. (Dalam kurung dari penulis).

Karena sesuai ucapan hamba Tuhan Nyonya White di atas, bahwa Sidang Allah di bumi dan di sorga adalah s a t u,  dan  selalu  merupakan b e n - t e n g  p e r t a h a n a n Allah di bumi ini, maka  kondisi kerohanian Sidang Jemaat Laodikea di akhir dunia sekarang ini tak dapat tiada adalah akibat dari kejatuhan rohani malaikat Sidang Jemaat Laodikea atau Organisasi General Conference of SDA itu sendiri. Dan bukan karena kejatuhan dari Sidang Jemaat Laodikea. Ternyata Sidang Jemaat Laodikea sebagai Benteng Pertahanan milik Tuhan Allah di bumi ini tidak akan pernah jatuh sampai kapanpun juga. 

Oleh sebab itu, maka “Sidang Jemaat” tidak sama pengertiannya dengan “Malaikat Sidang Jemaat”. Sidang Jemaat = umat Allah. Malaikat Sidang Jemaat = Organisasi dan para pendeta, berikut seluruh asset yang berupa gedung-gedung, sekolah-sekolah,  rumah-rumah sakit dan sebagainya.

(2)
Tahun 1888
Permulaan Kejatuhan Malaikat Sidang Jemaat Laodikea di Minneapolis Conference, Minneasotta USA

Akibat daripada kejatuhan itu, maka hamba Tuhan Nyonya White telah ditugaskan untuk menyampaikan kepada Organisasi malaikat Sidang Jemaat Laodikea di Amerika Serikat sebuah panggilan bagi suatu pembangunan rohani dan reformasi rohani, yang antara lainnya berbunyi sebagai berikut :

“Terhadap para pendeta dan umat, Allah menyampaikan tuduhan berat karena kelemahan rohani, kata-Nya: ‘Aku tahu segala perbuatanmu bahwa engkau adalah dingin tidak hangatpun tidak; Aku ingin engkau dingin atau hangat. Sebab itu karena engkau adalah s u a m, dan dingin tidak hangatpun tidak, maka Aku akan meludahkan engkau keluar dari mulut-Ku. Sebab engkau mengatakan: Aku kaya, dan telah melimpah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, padahal tidak engkau ketahui bahwa engkau adalah orang yang malang dan sengsara, dan miskin, dan buta dan bertelanjang. Aku menasehatkan kamu supaya membeli kepada-Ku emas yang teruji di dalam api supaya engkau menjadi kaya; dan pakaian putih supaya engkau berpakaian dan supaya malu ketelanjanganmu tidak tampak, dan supaya menggosok matamu dengan salp mata supaya engkau dapat melihat.” ………………………………………..

“Allah menyerukan suatu pembangunan rohani dan suatu reformasi rohani. Jika ini tidak terlaksana, maka mereka yang suam itu akan terus bertumbuh makin menjijikkan di hadapan Tuhan, sampai kelak Ia akan menolak mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya.”

“Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua hal yang berbeda. Pembangunan berarti suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani.  Reformasi berarti suatu r e – organisasi, suatu perubahan dalam pemikiran-pemikiran dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan. Reformasi tidak akan mengeluarkan buah pembenaran yang baik tanpa iaitu dikaitkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugasnya yang t e l a h  d i t e n t u k a n, maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung. ……………………………… “ --- Review and Herald, February 25, 1902.

Sampai dengan 27 tahun kemudian seruan itu ternyata belum juga ditanggapi, maka karena pembangunan dan reformasi itu harus terlaksana di bawah bimbingan Roh Suci, maka Tuhan telah mendatangkan nabi Victor T. Houteff menyampaikan kepada Penguasa General Conference of SDA dalam tahun 1929 pekabaran Tongkat Gembala  melalui buku Tongkat Gembala, Jilid 1. Namun sampai dengan 1930 pekabarannya itu telah ditolak, dan hamba Tuhan Houteff lalu dipecat dari keanggotaan Sidangnya.

Kemudian untuk reformasi, maka bersama-sama dengan para pengikutnya nabi Houteff lalu mengreorganisir Organisasi General Conference of SDA itu menjadi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, USA dalam tahun 1935. Jadi, sebagaimana halnya Sidang Jemaat Laodikea yang terdiri dari Nyonya White dan para pengikutya telah membangun “malaikat Sidang Jemaat Laodikea” dalam tahun 1863 yang lalu, maka demikian itu pula Sidang Jemaat Laodikea yang terdiri dari hamba Tuhan Houteff dan para pengikutnya telah mengre-organisasikan kembali Organisasi malaikat Sidang Jemaat Laodikea itu di Waco, Texas, USA. Dan semenjak dari saat itulah kita semua harus yakin, bahwa malaikat Sidang Jemaat Laodikea sudah diludahkan Tuhan dari mulutNya sesuai yang dinubuatkan pada Wahyu 3 : 16. Ini jelas dimengerti, sebab Tuhan tidak mau diwakili di bumi ini oleh dua Organisasi Sidang Jemaat-Nya yang saling bermusuhan. Oleh sebab itu, maka selesailah nasib Organisasi General Conference of SDA dan pendeta-pendetanya di seluruh dunia, karena mereka itu sudah berdosa melawan Roh Suci yang tidak akan terampuni lagi. Artinya, nama-nama mereka itu sudah tidak akan mau dijilat kembali oleh Jesus.

( 3 )
Sekarang bagaimanakah
nasib Organisasi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, sebagai Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea yang sudah direorganisir kembali sejak tahun 1935 yang lalu ?

Dengan berdirinya Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea yang sudah  direorganisir itu, di Waco, Texas, USA, maka mulailah berfungsi pekabaran Tongkat Gembala itu sebagai “Pekabaran dari Panggilan Jam Kesebelas” untuk disampaikan kepada hanya para penganggur di Pasar Sidang Jemaat Laodikea. Artinya, pekabaran itu hanya diperuntukkan bagi semua umat atau Sidang Jemaat Laodikea saja. Pekabaran itu tidak perlu lagi disampaikan kepada malaikat Sidang Jemaatnya, sebab para pendeta tidak dapat dikategorikan sebagai para penganggur di pasar Sidang Jemaat Laodikea. Mereka justru sudah diludahkan keluar dari mulut Jesus.

Namun permasalahannya kini adalah, sampai kapankah Organisasi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas itu sebagai Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea yang sudah direorganisir akan berkenan pada pemandangan Allah untuk mengumpulkan seluruh 144.000 umat pilihan-Nya  yang akan datang? Permasalahan inilah yang harus ditelusuri dengan saksama semenjak dari kematian nabi Houteff dalam tahun 1955 sampai kepada hari ini dan seterusnya.

Sesungguhnya sudah ada beberapa ucapan hamba Tuhan Houteff yang dapat dimanfaatkan sebagai petunjuk perihal perjalanan sejarah Organisasi General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, sesudah kematiannya dalam tahun 1955 yang lalu, bahkan sampai dengan terhimpunnya mereka 144.000 hamba-hamba pilihan Allah itu yang akan datang. Namun pada kesempatan ini kami ingin mengajak kita semua kepada ucapan nubuatan dari nabi Zakhariah, yang tak dapat tiada harus digenapi di akhir dunia sekarang ini. Nabi itu mengatakan :

“Maka seseorang akan mengatakan kepadanya : Luka-luka apakah ini pada tangan-tanganmu ? Maka akan dijawabnya : Sekaliannya itu aku terluka di rumah rekan-rekanku. Bangkitlah hai pedang, melawan gembalaku, dan melawan orang itu yaitu rekanku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, maka domba-domba itu akan tercerai-berai : maka aku akan mengalihkan tanganku ke atas mereka yang kecil-kecil.Zakharia 13 : 6, 7.

Nubuatan ini pertama sekali digenapi pada pribadi Jesus pada kedatanganNya yang pertama dahulu di Palestina. Namun karena semua nubuatan Wasiat Lama itu berlaku terutama bagi akhir zaman, maka nubuatan Zakharia 13 : 6, 7 itu tak dapat tiada harus kembali menemukan contoh saingannya pada pribadi Houteff dan semua umat pengikutnya di akhir zaman ini. Jadi, sesudah nabi Houteff meninggal dunia, dan sesudah Pusat Gunung Karmelnya itu dilikwidasi dan dijual, maka cabang-cabang Karmel berikut semua umat pengikut Houteff di seluruh dunia sudah akan tercerai-berai. Dan Tuhan tidak lagi menghendaki mereka itu kembali bersatu, sebab dalam keadaan yang tercerai berai itulah Tuhan sudah akan mengangkat tanganNya sendiri ke atas mereka untuk mengendalikan sendiri mereka itu sampai kepada saat kelepasannya yang akan datang. 

Ucapan nubuatan nabi Zakharia 13 : 7 di atas baharu akan terbukti apabila ucapan hamba Tuhan Houteff berikut ini kelak digenapi sebagai berikut :

“……… sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala (terbitan-terbitan resmi dari Persekutuan Davidian MAHK), k a m i harus mengajar hanya dalam terang dari Tongkat itu bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa sehati dan sepikir, sepakat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama ( 1 Korinthi 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Jesaya 52 : 8 ).”Kepercayaan-Kepercayaan Dasar Davidian MAHK, hal. 27.

Houteff adalah seorang nabi, bukan guru, maka ucapannya di atas itu tak dapat tiada baharu akan digenapi setelah kematiannya. Jadi, sesudah tahun 1955 yang lalu akan tampak jelas bahwa Tuhan Allah sudah tidak lagi menghiraukan Organisasi Pusat Gunung Karmel-Nya di Waco, Texas, USA. Tuhan Allah lalu mengangkat tangan-Nya mengendalikan sendiri semua Persekutuan Davidian MAHK di seluruh dunia sampai  kepada hari ini, maka dari dalam mereka itulah akan mucul keluar g u r u – g u r u yang akan mengajar hanya dalam terang dari Tongkat Gembala itu bagian-bagian pekabaran (passages) yang dalam satu dan lain hal perlu diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan senantiasa dibuat sehati dan sepikir, sepakat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. 

Karena umat Davidian di waktu ini sesuai nubuatan Wahyu 14 : 5 sedang disusupi oleh mereka anak-anak dara bijaksana yang memiliki tipu di dalam mulut, yaitu mereka yang masuk kategori “sekam”, maka keberhasilan guru-guru Tongkat Gembala di atas untuk membuat orang-orang Davidian sehati dan sepikir, sepakat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama, sudah akan dengan sendirinya meliputi juga penyaringan keluar mereka yang masuk kategori “sekam” itu. Dengan demikian, maka akan genaplah ucapan hamba Tuhan Nyonya White yang mengatakan :

“Allah akan membangunkan umat-Nya; jika cara-cara lain gagal, maka berbagai perselisihan faham akan masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, memisahkan “s e k a m“ daripada gandum. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. TERANG YANG BENILAI MAHAL SUDAH DATANG, YANG COCOK SESUAI BAGI WAKTU INI. Itulah kebenaran Alkitab, yang menunjukkan kepada kita bahaya-bahaya yang sudah ada di depan kita. Terang ini akan membimbing kita kepada suatu penyelidikan yang sangat teliti terhadap posisi-posisi kita yang sekarang.” --   5 Testimonies for the Church, hal. 707 – 708.

Perhatian !  Ucapan Nyonya White di atas baharu akan berlaku di waktu ini sesudah mereka yang masuk kategori sekam itu berlindung di tengah-tengah kita.

Keberhasilan guru-guru Tongkat Gembala membuat umat “SEHATI DAN SEPIKIR, SEPAKAT  DAN MEMBICARAKAN PERKARA-PERKARA YANG SAMA” adalah tujuan utama dan terakhir yang harus dicapai oleh Pekabaran Tongkat Gembala s e b e l u m  mereka 144.000 umat kesucian pilihan Allah itu kelak  dimeteraikan. Oleh sebab itu, maka tak terelakkan lagi, bahwa semua yang diajarkan oleh guru-guru Tongkat Gembala itulah yang dimaksud oleh Nyonya White dengan TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU, YANG COCOK SESUAI BAGI WAKTU INI. Tidak ada lagi yang lain karena hanya inilah yang terakhir diajarkan kepada kita dari dalam pekabaran Tongkat Gembala itu. Dan hanya sekaliannya itulah yang kini sedang berangsur-angsur menyaring keluar Davidian-Davidian yang berkategori “anak-anak dara bijaksana yang memiliki tipu di dalam mulutnya itu daripada kita. 

( 4 )

Alhasil nasib dari Organisasi malaikat Sidang Jemaat Laodikea yang sudah direorganisir kembali di Waco, Texas oleh hamba Tuhan Houteff sejak tahun 1935 akan kembali sama. Tuhan Allah tidak lagi mempertahankannya  setelah kematian hamba-Nya dalam tahun 1955. Dan itulah sebabnya, maka setelah Nyonya Houteff sebagai Vice President mengumumkan kepada publik, bahwa ajaran Tongkat Gembala itu tidak lagi sehat, maka berakhirlah fungsi dari Pusat Gunung Karmel itu untuk selama-lamanya. Lalu seluruh assetnya dijual, dan selama kurang lebih 30 tahun semenjak dari tahun 1962 sampai tahun 1991 lamanya iaitu telah dikuasai oleh Gereja Presbyterian.

Kemudian, sekalipun bekas Pusat Gunung Karmel itu ternyata sudah dibeli kembali dan sudah dibangun kembali sejak tahun 1991 yang lalu, namun sesuai semua uraian kami di atas tidak ada lagi guru-guru pilihan Ilahi yang menonjol muncul keluar dari sana sampai kepada hari ini. Sebab apa ? Karena sesuai nubuatan Zakhariah 13 : 7 Tuhan Allah tidak lagi mengangkat tangan-Nya mengendalikan mereka sesudah kematian hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1955.

Alkitab dan ROH NUBUATAN sebagai
peraturan-peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Dasar  Torat yang dapat saja  berubah-rubah.

Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

(1). “Saya beritahukan kepadamu, Saudara-Saudariku, bahwa Tuhan memiliki sebuah badan yang terorganisasi ( General Conference of SDA ) melalui mana Ia akan bekerja.” Review and Herald, vol. 6, hal. 515. (Dalam kurung dari penulis).

(2). “Kita sekarang tidak dapat melangkah keluar daripada pondasi yang sudah Allah perdirikan. Kita sekarang tidak dapat memasuki sesuatu Organisasi yang baru karena ini akan berarti murtad dari kebenaran.”Selected Messages, Book 2, hal. 390.

(3). “Allah memiliki sebuah sidang di bumi, yaitu umat pilihan-Nya, yaitu mereka yang mematuhi hukum-hukum-Nya. Ia bukan memimpin cabang-cabang yang lepas sendiri-sendiri, bukan seorang di sana dan seorang di sini, melainkan suatu umat.”Testimonies to Ministers, hal. 61.

Tetapi bagaimanakah kenyataannya sekarang ?
Melihat kepada perjalanan sejarah umat Allah semenjak dari Wasiat Lama, bahkan apabila kita mengamati dengan saksama perjalanan sejarah umat Laodikea kita sendiri semenjak dari mulanya dalam tahun 1844 yang lalu, maka ucapan hamba Tuhan Nyonya White di atas itu sesungguhnya membingungkan. Namun, seharusnya iaitu tidak perlu lagi meragukan, sebab sudah tersedia jalan keluarnya bagi kita, bagi mereka yang mau dengan sejujurnya mematuhi  Hukum dari Sepuluh Perintah Allah itu dengan benar, sesuai semua peraturan pelaksanaannya di dalam ROH NUBUATAN. Untuk itulah, maka Nabi Musa sebagai seorang ahli hukum dan ahli sejarah  Kejadian Dunia semenjak dari jauh-jauh hari sebelumnya telah mengatakan :

“Perkara-perkara yang rahasia itu adalah bagi milik Tuhan Allah kita : tetapi perkara-perkara itu yang diungkapkan adalah bagi kita dan bagi anak cucu kita sampai selama-lamanya, supaya dapat kita melakukan semua perkataan dari Hukum Torat ini.” Ulangan 29 : 29.

Perkara-perkara yang diungkapkan di dalam Alkitab berikut semua interpretasinya di dalam ROH NUBUATAN di akhir zaman sekarang ini, adalah bagi kita dan bagi anak cucu kita, supaya dapat kita mematuhi Hukum dari Kerajaan Allah itu dengan benar. Untuk itulah, maka hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Alkitab berikut mutiara-mutiara kebenarannya yang mahal itu bukan ditulis bagi hanya kaum terpelajar saja. Iaitu sebaliknya direncanakan bagi orang-orang biasa ; maka interpretasi yang diberikan oleh orang-orang biasa apabila dibantu oleh Roh Suci akan jauh lebih sesuai dengan kebenaran sebagaimana halnya di dalam Jesus. Kebenaran-kebenaran yang utama yang perlu bagi penyelamatan akan dibuat jelas bagaikan siang tengah hari, maka tidak seorangpun akan keliru dan sesat jalannya terkecuali mereka yang mengikuti keputusan hatinya sendiri, gantinya mengikuti ungkapan kehendak Allah yang jelas.“ Testimonies, Vol. 5, hal. 331.

Karena sejarah terus berlalu, maka petunjuk-petunjuk hukum dari ROH NUBUATAN yang paling akhir itulah yang patut dianut dan dipatuhi. Jangan lagi berpikir, bahwa untuk masuk menjadi umat pilihan Allah dari mereka 144.000 yang akan datang, kita harus hidup setia mengikuti kehidupan Jesus selama di Palestina dahulu. Sebab sekaliannya itu saja belum cukup. Kesaksian Jesus yang berupa ROH NUBUATAN itu kini sudah jauh lebih banyak terungkap. Bahkan jangan lagi berpikir bahwa kita harus lebih banyak belajar dari Paulus rasul yang sangat setia itu. Sebab semua ajaran mereka itu sudah lengkap bagi penyelamatan mereka sendiri pada kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang, tetapi masih belum cukup lengkap bagi kita untuk menyambut Jesus di Gunung Sion di Palestina yang akan datang.

P e n u t u p

Karena sudah sampai waktunya kini bagi kita untuk sepakat, sehati dan sepikir dan membicarakan perkara-perkara yang sama, maka ucapan rasul Yahya Pewahyu yang berikut ini tak dapat tiada sudah akan digenapi sebagai berikut : 

“BERBAHAGIALAH D I A YANG MEMBACA (Alkitab dan buku-buku terbitan ROH NUBUATAN), DAN MEREKA YANG MENDENGAR (kepada guru-guru Tongkat Gembala pilihan Ilahi) SEGALA PERKATAAN DARI NUBUATAN INI, DAN MEMATUHI SEGALA PERKARA ITU YANG TERTULIS DI DALAMNYA, KARENA MASA ITU SUDAH DEKAT.” Wahyu 1 : 3. (Dalam kurung dari kami penulis).

Karena para penulis Alkitab dan ROH NUBUATAN sudah semuanya meninggal dunia, dan karena hanya g u r u – g u r u pilihan Ilahi yang masih hidup, maka ajaran dari para guru itulah yang tak dapat tiada merupakan TERANG YANG BERNILAI MAHAL ITU YANG COCOK SESUAI BAGI WAKTU INI. Apabila ajaran-ajaran dari mereka itu kelak berhasil mempersatukan kita, maka anak-anak dara yang memiliki tipu di dalam mulut mereka itu (Baca Wahyu 14 : 5) ataupun mereka yang masuk kategori “sekam” yang masih ada di antara kita sekarang ini, sudah akan tersaring keluar dengan sendirinya.

Lalu jumlah semua umat penganut Kebenaran Sekarang di seluruh Davidian di muka bumi ini sudah akan mencapai angka bilangannya yang pasti, yaitu 144.000 untuk kemudian dibubuhi meterai tanda kelepasan pada mereka masing-masing dimanapun saja mereka itu berada.


 

********