Benarkah, bahwa hanya Adventist
yang sesungguhnya selamat, Katholik Adventist akan binasa ?

 


Pendahuluan

Karena satu-satunya keselamatan yang terbuka bagi umat Laodikea di waktu ini ialah yang diramalkan di dalam buku Wahyu pasal 7, maka Yahya Pewahyu telah menuliskannya sebagai berikut :

“Maka aku dengar angka bilangan mereka yang dimeteraikan itu : maka telah dimeteraikan 144.000 dari semua suku bangsa bani Israel.“Wahyu 7 : 4.

Untuk itulah, maka hamba Tuhan Nyonya White sebagai pendiri Sidang Jemaat Laodikea sejak dari mulanya mengatakan :

”Marilah kita berjuang dengan semua kekuatan yang telah dikaruniakan Allah pada kita untuk menjadi bagian dari mereka yang 144.000 itu.” -- Review and Herald, March 9, 1905. 

Buku Wahyu adalah pelengkap dari buku nubuatan Daniel. Karena buku Daniel itu berikut semua nubuatan dari Wasiat Lama lainnya baharu terungkap pengertiannya di akhir zaman, menggenapi ucapan nubuatan dari Amos 3 : 7, maka buku Wahyu itupun tak dapat tiada baharu terungkap di waktu ini. Dan iaitu tentunya dialamatkan kepada Sidang Jemaat Laodikea dari Gereja MAHK saja untuk dimanfaatkan bagi keselamatan mereka.

Namun karena sepuluh suku bangsa Israel dari Wasiat Lama itu semenjak dari tahun 721 sTM yang lalu sudah tercerai berai ke seluruh muka bumi, dan sudah kehilangan sama sekali ciri-ciri kebangsaan mereka, maka satu-satunya identitas mereka yang ada hanyalah genetika keturunan mereka yang terdapat di dalam darah. Oleh karena itulah, maka hanya Tuhan Allah yang dapat mengenali mereka itu. Tetapi kedua suku bangsa Jehuda dari mereka itu kini masih ada, dan mereka itulah yang masih menduduki tanah Palestina di  waktu ini di Timur Tengah. 

Sidang Jemaat Laodikea sebagai tempat
penampungan kedua belas suku bangsa Israel akhir zaman

Karena mereka 144.000 umat kesucian pilihan Allah yang akan datang itu sesuai Wahyu pasal 7 berasal dari hanya kedua belas suku bangsa Israel, dan karena telah ditegaskan oleh Yahya Pewahyu, bahwa :

“Lalu ku tampak, dan heran, seekor Anak Domba berdiri di Gunungg Sion, dan bersama-sama dengan-Nya mereka 144.000 itu, yang memiliki nama Bapa-Nya pada dahi-dahi mereka.

“Inilah mereka itu yang tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita; karena mereka adalah anak-anak dara ……….. dan di dalam mulut mereka itu tidak didapati tipu : karena mereka adalah tanpa salah di hadapan tahta Allah.”Wahyu 14 : 1, 4, 5.

Yang berarti bahwa mereka itu  bukan berasal dari wanita-wanita yang cemar (yang melambangkan Gereja-Gereja Babil di luar), karena mereka itu adalah anak-anak dara (dari sepuluh anak dara yang melambangkan Sidang Jemaat Laodikea dari Gereja MAHK) setelah kejatuhan rohani malaikat sidang jemaatnya sejak tahun 1888 di Minneapolis, USA, yang lalu. Jadi mereka itulah yang dilambangkan oleh lima anak dara yang bijaksana itu saja.

Karena perumpamaan Jesus perihal “Sepuluh Anak Dara”pada Injil Matius pasal 25 itu kini sedang digenapi sepenuhnya di dalam satu-satunya Gereja Kristen di akhir zaman ini, yaitu Sidang Jemaat Laodikea dari Gereja MAHK,  dan karena hanya Sidang Jemaat inilah satu-satunya yang telah menggenapi nubuatan Wahyu 12 : 17 yang sudah terungkap di akhir zaman ini, maka tak dapat dielakkan lagi, bahwa dari dalam Sidang Jemaat Laodikea atau Gereja MAHK sajalah mereka 144.000 Israel pilihan yang akan datang itu muncul keluar.

Setelah nubuatan-nubuatan  Wasiat Lama
terungkap dan mulai digenapi

Sesudah nubuatan Zakharia  4 itu sepenuhnya terungkap dan setelah Zakharia 4 : 6 itu sepenuhnya digenapi di dalam gereja-gereja MAHK, maka tak terbantahkan lagi bahwa baik hotbah-hotbah maupun buku-buku Sekolah Sabat tidak lagi menyajikan satupun kebenaran Alkitab masa kini yang dapat menyelamatkan. Tidak ada lagi Hukum Allah dan ROH NUBUATAN yang dapat ditemukan di dalam “taman-taman  dan pohon-pohon kayunya” (Jesaya 66 : 16, 17) yang dapat memberikan pembersihan dan penyucian diri bagi mereka yang setia menghadiri setiap perbaktian pada hari-hari Sabat.

Oleh sebab itu, maka para calon 144.000 umat pilihan Allah yang akan datang tidak mungkin lagi akan terus berada di sana. Mereka itu sudah akan berada di luar Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea dan para pengikutnya berikut  gedung-gedung gereja mereka, sebab Sidang Jemaat Laodikea milik Tuhan Allah kini sudah menjadi Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK, yang kini sedang tercerai-berai di mana-mana sesuai yang dinubuatkan pada Zakharia 13 : 7.

Jadi bagaimanakah dapat kita menemukan para calon 144.000 umat pilihan Allah itu di waktu ini ? Masihkah mereka itu terus berada di dalam gereja-gereja MAHK pada setiap hari Sabat ?  Ataukah keberadaan mereka itu sudah akan tercerai-berai  d i l u a r  gereja-gereja MAHK ?  Mari kita ikuti bagaimana hamba Tuhan Nyonya White sejak jauh-jauh hari sebelumnya telah meramalkannya bagi kita.  Ia mengatakan :

“Allah akan membangunkan umat-Nya. Jika cara-cara lain gagal, berbagai faham yang saling bertentangan akan masuk di antara mereka, yang akan menyaring mereka itu, memisahkan s e k a m  (bukan lalang) daripada  g a n - d u m. Tuhan berseru kepada semua yang percaya pada firman-Nya agar bangun daripada  tidur.  T e r a n g   y a n g  m a  h a l  sudah datang, yang cocok bagi masa ini. Itulah kebenaran Alkitab yang menunjukkan berbagai bahaya yang sudah akan menimpa kita. Terang ini hendaknya membimbing kita kepada suatu penyelidikan yang saksama terhadap Alkitab dan suatu pemeriksaan yang sangat teliti terhadap berbagai posisi kita yang ada.”5 Testimonies for the Church, pp. 707 – 708. (In brackets added)

Karena ucapan Nyonya White itu belum pernah terjadi di masa hidupnya, bahkan juga belum pernah terjadi di masa hidup nabi Houteff, maka ucapannya itu tak dapat tiada ditujukan kepada k i t a saja. Terang yang mahal itu yang cocok bagi masa ini sesungguhnya baharu datang sesudah kematian kedua hamba Allah itu, dan kini sedang menerangi kita. Terang itu sudah akan membimbing kita untuk mempelajari Alkitab dengan lebih tekun untuk memeriksakan kembali p o s i s i – p o s i s i kita yang ada sekarang. 

Ini berarti akan ada nubuatan-nubuatan yang sekalipun sudah diungkapkan selengkapnya oleh nabi Houteff, namun kegenapan sejarahnya belum atau belum selengkapnya terjadi di masa hidupnya yang lalu. Itulah sebabnya, maka posisi-posisi kita yang sudah sesuai dengan ucapan nabi Houteff di masa lalu, sekaliannya itu mungkin saja perlu ditinjau kembali sesudah terang yang bernilai mahal itu datang menyinari kita sekarang ini.

Dua contoh kasus dari hamba Tuhan Houteff Berikut ini

(Dari Buku Tanya Jawab No. 4)

Pertanyaan no. 93 :

Sekalipun saya adalah bukan anggota dari Gereja MAHK, namun karena saya telah memiliki terang dari Jehezkiel pasal 9 dan mengenai kebenaran perihal mereka yang 144.000 itu, akankah saya kelak jatuh dalam pembantaian orang-orang jahat jika saya tidak sepenuhnya menerima dan menghayati teran itu ? Dan sebaliknya, dapatkah saya ikut menikmati berbagai kesempatan istimewa dari mereka yang 144.000 itu, lalu menjadi bagian dari mereka itu, jika saya mematuhi semua terang dari pekabaran ini ?

Jawab :

Sekalipun anda adalah bukan anggota dari gereja, anda sudah akan bertanggung jawab untuk terang itu, yang sudah anda peroleh perihal permasalahan itu, karena tidak seorangpun dapat menemukannya secara kebetulan, atau melihatnya tanpa bantuan Roh Suci. 

Oleh hukum tanggung jawab yang sama atau tanggung jawab yang suci, sekalipun anda mungkin baharu saja menemukan pekabaran itu sekarang ini, anda dapat saja dipilih bagi pemilihan mereka yang 144.000 itu jika anda menghayati pekabaran itu yang akan menyucikan dan memeteraikan mereka Itu. 

Tetapi untuk kepastiannya apakah anda dapat menjadi seseorang dari mereka itu, kami belum tahu, namun jika anda jujur dan setia kepada pekabaran itu, maka sedikit-dikitnya anda akan menjadi seseorang yang akan bersama-sama dengan mereka itu.

SAYA KINI PERCAYA, NAMUN BERHAKKAH SAYA MEMPEROLEH KEANGGOTAAN ?

Pertanyaan no. 94 :

Jika seseorang sudah membaca seluruh buku-buku “Tongkat Gembala” itu, dan mengetahui dan percaya semua yang diajarkannya, hendakkah Saudara menganjurkan kepadanya untuk pertama sekali bergabung ke dalam Gereja MAHK ? 

J a w a b :

Jika seseorang sepenuhnya tanpa ragu-ragu menyambut seluruh Kebenaran,   maka kesempatannya yang istimewa dan kewajibannya adalah dibaptis untuk menjadi anggota sidang. Namun sesudah mempelajari Pekabaran Malaikat yang Ketiga melalui perantaraan Tongkat Gembala, yang ditentang oleh dinas kependetaan Masehi Advent Hari Ketujuh, ia mungkin saja akan ditolak baptisannya dan keanggotaannya oleh mereka. Sekalipun demikian, jika ia sudah berusaha sejauh kemampuannya untuk dibaptis dan untuk bergabung dengan sidang, dan mereka tetap menolaknya, maka kewajibannya adalah pergi menyelesaikan semua persoalan itu dengan Pusat Gunung Karmel untuk dibaptis dan untuk memperoleh keanggotaan sidangnya.

Adalah karena pemilikan nama seseorang di dalam buku-buku, bukan saja buku-buku keanggotaan Gereja, melainkan juga buku-buku keanggotaan di sorga, yang akan merupakan jaminan keselamatan yang pasti. Adalah oleh menyambut pekabaran mengenai jam itu serta usaha yang sesuai dan jujur untuk mematuhi semua ajarannya, itulah yang akan memenangkan kartu keanggotaan umat kesucian sorga dan kewarga-negaraannya. 

Sebagai seseorang yang membela Kebenaran Sekarang, musuh-musuhnya di dalam Gereja akan menentang lalu memecatnya sekiranya ia sudah memiliki kanggotaan di sana, namun pengucilan yang sedemikian ini tidak perlu mengecilkan hatinya. "Berbahagialah kamu," demikian firman Tuhan, “apabila orang-orang kelak membenci kamu, dan apabila mereka kelak memisahkan kamu  dari perhimpunan, dan  kelak menista kamu, dan membuang namamu sebagai penjahat, karena sebab sebab Anak manusia.” – Lukas 6 : 22.

"Dengarlah akan firman Tuhan, hai kamu yang gentar karena nama-Nya; bahwa saudara-saudaramu yang membenci kamu itu, yang membuang kamu keluar karena sebab nama-Ku, kendatipun mereka mengatakan : agar nama Tuhan dipermuliakan : namun IA akan kelak muncul bagi kegembiraan kamu, dan mereka itu akan kelak malu.” – Jesaya 66 : 5.

*****

Oleh bantuan dari Roh Suci

Jawaban hamba Tuhan Houteff di atas membuktikan, bahwa setiap orang luar yang telah menerima pekabaran Tongkat Gembala perihal pembersihan Sidang Jemaat Laodikea yang akan datang, mereka itu pasti telah memperoleh bantuan Roh Suci. Mereka itulah yang dinyatakan : “Diselamatkan oleh karunia”, di dalam ajaran Houteff. Artinya, mereka itulah yang diselamatkan ke dalam kerajaan sorga/sidang jemaat di bumi ini.

Selanjutnya dari jawaban itupun akan terbukti, bahwa beliau masih secara ketat berpegang pada pengertian yang lama, bahwa mereka 144.000 itu harus keluar dari Sidang Jemaat Laodikea atau Gereka MAHK yang sedianya sudah terdiri dari sepuluh anak dara dari perumpamaan Jesus pada Matius pasal 25 itu. Artinya, seseorang yang datang dari luar sidang jemaat Laodikea belum tentu dapat langsung menjadi bagian dari rombongan 144.000 itu. Namun mereka itu tidak akan binasa, sebab sedikit-dikitnya mereka sudah akan luput lalu akan didapati bersama-sama dengan rombongan 144.000 umat kesucian itu yang akan datang. 

Namun perlu sekali diingat, bahwa dalam pembersihan sidang jemaat Laodikea yang akan datang, yang dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9, Jesaya 66 : 16 – 20, dan Maleakhi 3 : 1, 2,  akan ada hanya 144.000 orang hidup yang luput. Jadi, mereka yang kelak didapati bersama-sama dengan 144.000 umat kesucian yang  akan datang, mereka itulah yang tak dapat tiada berasal dari orang-orang Laodikea yang akan dibangkitkan pada kebangkitan istimewa yang dinubuatkan pada Daniel 12 : 2.  Ini berarti mereka itu sudah harus terlebih dulu mati sebelum hari Tuhan yang Besar dan mengerikan itu yang akan datang.

Paham inilah yang perlu ditinjau kembali, sebab sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, maka semua umat penganut kebenaran sekarang kini sedang tercerai berai di seluruh dunia, dan tidak lagi berbakti bersama-sama di dalam gereja-gereja MAHK yang sama, setelah nubuatan Zakharia 4 : 6 dan 7 itu sepenuhnya digenapi.

Perihal Baptisan

Keberhasilan sesuatu baptisan bukan bergantung pada siapa yang membaptis, melainkan pada bagaimana mempersiapkan diri dari pribadi orang yang hendak dibaptis itu sendiri. Oleh sebab itu, maka hendaklah ia mengerti sebelum menyerahkan diri kepada baptisannya. Ini berarti setelah dibaptis, maka ia harus bergabung dengan saudara-saudara seimannya dalam kelompok kelompok kecil mereka itu (orang-orang Laodikea dari Davidian MAHK) yang kini sedang tercerai-berai di sana-sini.

Untuk terpilih ke dalam
mereka 144.000 itu tidak akan ada diskriminasi

Perihal mereka 144.000 itu Yahya mengatakan : “Inilah mereka itu yang tidak tercemar dirinya dengan wanita-wanita karena mereka adalah anak-anak dara.” – Wahyu 14 : 4.  

Wanita-wanita cemar = gereja-gereja Babil di luar. Anak-anak dara = Gereja MAHK dari Sidang Jemaat Laodikea. 

Semasa Houteff masih hidup, sebagian kecil saja calon-calon 144.000 umat pilihan itu berada bersamanya di markas besar Organisasinya di Waco, Texas, USA. Sementara sebagian besar mereka itu masih bergabung di dalam gereja-gereja dari Organisasi malaikat Sidang Jemaat Laodikea yang sudah diludahkan Kristus keluar dari mulut-Nya itu.  Tetapi sesudah kematiannya dalam tahun 1955, maka  para pengikutnya yang berada dalam kelompok-kelompok kecil / Associasi-Associasi Davidian SDA di seluruh dunia tercerai berai. Mereka itulah yang telah dinubuatkan di dalam buku Zakharia 13 : 7 berada dalam kendali Tuhan Jesus sendiri. Dan Tuhan sudah akan mengendalikan sendiri mereka itu sampai kepada kedatanganNya yang akan datang di Gunung Sion, melalui guru-guru pilihan-Nya. Demikian inilah yang dijanjikan oleh Houteff sebelum kematiannya. Tidak ada lagi yang lain.

Karena mereka 144.000 itu adalah Israel-Israel dari akhir zaman ini, dan karena mereka itu akan terpilih keluar dari  Sidang Jemaat Laodikea saja,  maka Sidang Jemaat Laodikea dari MAHK maupun Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK tak dapat tiada sudah akan menjadi tempat-tempat penampungan  Israel-Israel itu, sebelum mereka itu terpanggil keluar ke dalam rombongan 144.000 orang-orang pilihan Allah yang akan datang.

Contoh kasus di atas disampaikan sendiri oleh hamba Tuhan Houteff kepada kita, menunjukkan bahwa akan ada kelak banyak sekali orang-orang dari luar yang akan menganut Pekabaran Perihal Pembersihan Sidang Jemaat Laodikea yang akan datang. Mereka itu mungkin datang dari  Gereja-Gereja Katholik ataupun dari Gereja-Gereja Kristen Babil lainnya, bahkan mungkin saja ada juga yang berasal dari agama Budha, agama Islam, atau apapun saja latar belakang agamanya. 

Apabila kesaksian mereka itu kelak sama dengan kesaksian seseorang yang diucapkan Houteff pada Tanya-Jawab di atas, maka siapakah yang berani menyangkal, bahwa mereka itu juga telah memperoleh bantuan panggilan dari ROH SUCI karena asal keturunannya dari kedua belas suku bangsa Israel Wasiat Lama ? Bukankah mereka itu juga berhak untuk kelak masuk dalam rombongan 144.000 itu yang akan datang ? 

Perlu sekali diperhatikan, bahwa siapapun saja yang kelak bertobat karena  menganut Hukum Torat dan ROH NUBUATAN, maka mereka itu tak dapat tiada harus berada di dalam Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK, yaitu umat Allah yang kini sedang tercerai-berai di seluruh dunia dalam kelompok-kelompoknya yang kecil-kecil. Namun di antara mereka itu akan kelak ada guru-guru pilihan Ilahi yang akan membuat mereka itu sepakat, sehati dan sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama.

K e s i m p u l a n

Hamba Tuhan Nyonya White pernah mengatakan :

“Di antara semua penduduk bumi yang tercerai-berai di setiap tanah daratan, terdapat orang-orang yang tidak menyembah sujud kepada Baal. Bagaikan bintang-bintang di langit yang muncul hanya di malam hari, jiwa-jiwa yang setia ini akan memancarkan cahaya setelah kegelapan menudungi bumi, dan kepekatannya yang gelap menutupi umat.

“Di Afrika yang kapir, di negeri-negeri Eropah dan Amerika Selatan yang beragama K A T H O L I K, di Cina, di India, di berbagai pulau di lautan, dan di semua penjuru bumi yang gelap, Allah masih memiliki cadangan sebuah pintu sorga bagi orang-orang pilihan (mereka 144.000 Israel akhir zaman) yang masih akan memancarkan keluar cahaya mereka di tengah-tengah kegelapan, yang mengungkapkan dengan jelas kepada sebuah dunia yang murtad akan hal kuasa pengorbanan itu karena kepatuhan mereka kepada hukum-Nya. Bahkan juga di waktu sedemikian ini mereka sedang muncul keluar di setiap bangsa, di setiap bahasa dan umat; maka dalam jam kemurtadan yang tergelap itu, setelah upaya Setan yang terkuat memaksa semua orang, baik kecil maupun besar, kaya ataupun miskin, orang merdeka ataupun orang terbelunggu, untuk menerima di bawah ancaman hukuman mati tanda kesetiaan kepada suatu hari istirahat yang palsu (Undang-Undang Hukum Hari Minggu), maka jiwa-jiwa yang setia ini, yang tidak bersalah dan tidak bercahaya, sebagai anak-anak Allah, akan bersinar-sinar bagaikan banyak terang di dunia ini. Makin gelap malam hari, makin cerah mereka itu kelak memancarkan cahayanya.”Prophets and Kings, pp. 188, 189. (Dalam kurung dari penulis).

P e n u t u p

Tuhan Allah kita adalah Allah yang adil berlandaskan pada hukum Dasar Torat dan ROH NUBUATAN saja. Tidak akan ada keadilan di luar Hukum Kasih-Nya itu. Oleh sebab itu, maka mereka yang mengajarkan bahwa hanya orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang sesungguhnya yang akan selamat, sedangkan orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang berasal dari Gereja Khatolik akan binasa, justru mereka itulah yang akan binasa karena ketidak-adilannya sendiri.

Berbahagialah kita yang kini sudah bernaung di dalam Sidang Jemaat Laodikea dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, ataupun di dalam Sidang Jemaat Laodikea dari Davidian MAHK yang kini sedang tercerai-berai di sana sini di muka bumi ini. Berbahagialah kita semua, sebab inilah kenyataan yang membuktikan k i t a sebagai Israel-Israel akhir zaman itu, yaitu keturunan dari Kedua belas suku bangsa bani Israel Wasiat Lama. Dari antara kita saja akan terpanggil keluar dan terpilih umat pilihan Allah yang 144.000 itu.

******