Beberapa Kedatangan Jesus
sebelum KedatanganNya kedua kali
yang akan datang



Pengantar

Berbicara mengenai kedatangan Jesus, maka tanpa berpikir panjang orang akan langsung ingat kepada kedatangan Jesus kedua kali yang akan datang. Dengan demikian, maka mereka sudah akan ingat bahwa kedatangan-Nya  yang  pertama, dalam  tahun  31  yang  lalu,  ialah sewaktu I a pertama kali datang membangun Gereja Kristen di Palestina, dan kemudian mati dalam rangka menebus semua umat manusia ciptaan-Nya dari upah dosa mereka, yaitu mati yang kekal.

Jesus adalah Pendiri Gereja Kristen yang pertama di bumi ini. Di dalam Alkitab yang dimaksud dengan Gereja (the Church) ialah umat atau s i - d a n g  J e m a a t. Karena hanya ada satu umat Allah di muka bumi, maka kita hendaknya waspada, bahwa oleh adanya begitu banyak Gereja Kristen di muka bumi sekarang ini, maka mau tak mau harus diakui bahwa tidak semua mereka itu adalah Gereja Kristen yang direstui oleh Jesus Penebusnya. Untuk itulah hamba Tuhan mengingatkan  :

“Allah mempunyai s a t u sidang jemaat di dunia ini, yaitu umat pilihan-Nya, yaitu mereka yang memeliharakan Hukum-Hukum-Nya. IA memimpin bukan cabang-cabang yang lepas sendiri-sendiri, bukan seorang di sini dan seorang di sana, melainkan s a t u umat.”Testimonies to Ministers, p. 61.

Dan mengenai sidang jemaat-Nya di akhir zaman ini, Rasul Yahya Pewahyu mengatakan : “Maka naiklah amarah n a g a  akan perempuan itu, lalu pergi memerangi mereka yang tersisa daripada benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan Perintah-Perintah Allah (hukum-hukum-Nya) dan memiliki Kesaksian Jesus Kristus.” Wahyu 12 : 17.

Perempuan = Sidang Jemaat. Anaknya = JESUS, sebab Jesus dilahirkan oleh Sidang Jemaat-Nya di Palestina. Benihnya = orang-orang Kristen. Yang tersisa dari benih-Nya = orang-orang Kristen yang terakhir hidup di akhir zaman sekarang ini. N a g a ialah ular tua yang melambangkan Iblis atau Setan.

Hukum Allah yang dimaksud ialah Sepuluh Perintah Torat dari Undang-Undang Dasar Kerajaan Sorga dan berbagai Peraturan Pelaksanaannya di dalam Alkitab dan ROH NUBUATAN. Sebagaimana Tuhan Allah kita adalah kekal sifat-Nya, maka sifat tabiat-Nya dan kehendak hati-Nya di dalam Sepuluh Perintah-Nya itupun akan kekal dan tidak pernah berobah keberadaannya. Namun Peraturan-Peraturan Pelaksanaan dari Sepuluh Perintah itu di dalam Alkitab dan ROH NUBUATAN akan terus berubah dan bertambah, seiring dengan terus bertambahnya umat manusia di muka bumi ini sampai kepada akhir dunia yang akan datang.
 
Kita sekarang sudah berada di akhir zaman, maka kita juga dapat dikategorikan sebagai umat Allah, apabila ciri-ciri kerohanian dari semua umat Allah yang sudah mendahului kita itu juga merupakan ciri-ciri kerohanian dari kita sendiri, yaitu pemelihara Hukum-Hukum Allah. Termasuk Hukum Sabat dari Perintah yang ke-empat dari UUD Torat.

 Planet bumi ini sejak dari mulanya

Planet bumi ini sejak dari mulanya telah diciptakan oleh Jesus sendiri sejak dari tahun 4004 sebelum TM.  Adam dan Hawa sebagai leluhur kita yang pertama  telah menikmati semua alam kesucian mereka di Eden selama 35 tahun sebelum   kejatuhan mereka dalam dosa. Bagaimana masa 35 tahun itu ditemukan dapat digali dari ucapan hamba Tuhan Nyonya White di bawh ini :

“Selama 2.500 tahun pertama dari sejarah manusia belum ada terdapat satupun wahyu yang tertulis. Mereka yang diajari oleh Allah mengkomunikasikan pengetahuan mereka kepada orang-orang lainnya, maka iaitu diturunkan dari bapa kepada anak sepanjang generasi-generasi berikutnya. Persiapan firman yang tetulis itu dimulai di zaman Musa. Wahyu-wahyu yang diilhami kemudian diwujudkan ke dalam sebuah buku ilham. Pekerjaan ini berlangsung selama masa periode yang panjang 1600 tahun lamanya, semenjak dari Musa sejarawan dari kejadian dunia dan ahli hukum itu, sampai kepada Jahya, penulis kebenaran-kebenaran Injil yang termulia itu.” The Great Controversy, p. 7.

Karena penulisan buku Wahyu itu sudah diketahui jatuh pada tahun 96 TM yang lalu, maka untuk menemukan tahun permulaan sejarah dunia dapatlah dihitung sebagai berikut : 

             Dari Kejadian Dunia sampai  Musa     =   2.500 tahun
             Dari Musa sampai Yahya Pewahyu     =   1.600 tahun
             Dari Kejadian Dunia sampai Yahya P. =   4.100 tahun
             Bumi mulai diciptakan :  4.100 – 96   =   4.004 s.TM.    

Dan karena keberadaan Adam dan Hawa di  Eden yang permai itu hanya 35 tahun, maka dari ucapan hamba Tuhan di bawah ini, penghitungannya adalah sebagai berikut :
   
“Setan telah membawa manusia ke dalam dosa, lalu rencana penebusan dibuat untuk dilaksanakan. Selama 4000 tahun Kristus bekerja bagi pengangkatan manusia, sedangkan Setan mengusahakan kehancuran dan kehinaannya. Dan seluruh alam semesta menyaksikan sekaliannya.” --- The Desire of Ages, p. 759.

“Pada pertengahan minggu itu Ia akan menghentikan korban dan pembakaran itu. Dalam tahun 31 Tarikh Masehi, tiga setengah tahun sesudah baptisan-Nya, Tuhan kita telah disalibkan. Dengan korban yang besar itu yang dipersembahkan di Golgota, berakhirlah upacara mengenai berbagai persembahan yang selama  e m p a t  r i b u   t a h u n  telah menunjuk ke depan kepada Anak Domba Allah. Contoh telah menemukan contoh saingannya, maka semua korban dan pembakaran dari upacara bayangan lalu berakhirlah di situ.“ --- The Great Controversy, pp. 327, 328.
 
Tahun kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa adalah pada 4000 – 31 = 3969  s. TM, maka keberadaan mereka dalam kesuciannya di Eden adalah hanya selama :  4004 – 3969 = 35 tahun.

Selama dalam kesuciannya
itu mereka sering kali didatangi Tuhan

Dalam kondisi kesucian mereka yang mutlak selama 35 tahun itu Tuhan Allah  ataupun Jesus sering datang mengunjungi mereka. Dan karena mereka sebagai warga Kerajaan Sorga adalah mahluk ciptaan yang bebas dan merdeka, sebagaimana juga halnya dengan semua umat Allah di bumi  sekarang ini,  maka mereka tidak dilarang untuk berkomunikasi dengan siapa saja sepanjang Hukum-Hukum Allah dan Kesaksian Jesus tidak dilanggar. Itulah sebabnya, maka selama 35 tahun itu mereka telah berhasil bertahan di rumah kediaman Eden yang permai itu sampai pada akhirnya mereka sudah harus terusir keluar karena sebab kejatuhan mereka dalam pelanggaran hukum.

Bagaimana Jesus
 telah mendatangi Ibrahim dan Lot

Alkitab menceriterakan, bahwa di zaman Ibrahim Tuhan sendiri telah turun bersama seorang malaikat-Nya mendatangi Ibrahim, untuk memberitahukan kepadanya perihal dosa-dosa dari penduduk kota Sodom dan Gommorah, yang sudah mencapai puncaknya untuk segera akan dibinasakan. Karena kasih sayangnya kepada para penduduk kota itu, serta pada Lot dan keluarganya yang sejak mulanya sudah tinggal di sana, maka telah terjadi tawar-menawar di antara Ibrahim dan kedua Tamunya itu, sekiranya rencana pembinasaan itu masih dapat dibatalkan apabila masih terdapat di sana sejumlah 50 orang saja yang baik. Tawar-menawar itu terus berlanjut sampai kepada angka 10 orang saja, ditawarkan oleh Ibrahim kepada Tuhan, sekiranya masih ada mereka itu di sana agar kota Sodom dan Gommorah tidak dibinasakan. Peristiwa itu telah diceriterakan oleh Musa bagi kita di dalam bukunya : Kejadian 18 : 20 – 33.

Kejahatan penduduk kota Sodom dan Gommorah itu sesungguhnya sudah melawati batas kesabaran Tuhan Allah, maka Tuhan sendiri sampai turun untuk membuktikan dan memberitahukannya langsung kepada Ibrahim.

Kejahatan orang-orang di kota Sodam dan Gommorah itu ternyata telah ditulis untuk menjadi amaran penting bagi kita umat akhir zaman. Hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut :

“Juru Selamat Dunia menyatakan bahwa masih ada lagi dosa-dosa yang lebih besar daripada dosa-dosa Sodom dan Gommorah itu untuk mana mereka telah dibinasakan. Mereka yang mendengar undangan injil yang mengundang orang-orang berdosa untuk bertobat, tetapi tidak menghiraukannya, adalah jauh lebih bersalah di hadapan Allah daripada para penghuni di lembah Siddim yang lalu. Dan bahkan dosa yang lebih besar lagi adalah dari mereka yang mengaku mengenal Allah dan memeliharakan Perintah-Perintah-Nya, tetapi mereka menolak Kristus dalam tabiat dan kehidupan mereka setiap hari. Dalam terang dari amaran Juru Selamat itu, nasib Sodom itu merupakan sebuah nasehat penting, bukan saja bagi mereka yang bersalah karena melanggar hukum, melainkan juga kepada semua yang meremehkan Terang Kiriman Sorga berikut berbagai kesempatan istimewa yang ditawarkan.

“Saksi yang Benar itu mengatakan kepada Sidang Jemaat di Epesus : ‘Aku adalah menentang kamu, sebab kamu sudah meninggalkan kasihmu yang mula-mula. Oleh sebab itu ingatlah dari mana kamu telah jatuh, dan bertobatlah, dan lakukanlah perkara-perkara yang mula-mula itu; atau sebaliknya Aku akan datang segera kepadamu, dan akan mengalihkan kaki pelita itu daripada tempatnya, terkecuali engkau bertobat.” Wahyu 2, 4, 5. Juru Selamat menunggu sesuatu jawaban terhadap semua tawaran kasih dan pengampunan-Nya, yang disertai suatu kasih sayang yang lebih ramah daripada yang menggerakkan hati seseorang tua di bumi yang memaafkan seseorang anaknya yang terhilang dan yang menderita. Ia berseru memanggil anak yang terhilang itu : “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu.“ Maleakhi 3 : 7.  Tetapi jika dia yang bersalah itu tetap bersikeras menolak mematuhi suara-suara yang memangglnya dengan penuh kasih sayang itu, maka ia akan pada akhirnya dibiarkan dalam kegelapan. Hati yang lama meremehkan kemurahan Allah, akan menjadi keras dalam dosa, dan tidak lagi dapat dipengaruhi oleh kemurahan Allah. Kelak akan mengerikan sekali kiamat bagi jiwa itu karena Juru Selamat pada akhirnya akan menyatakan, ia “telah bergabung kepada dewa-dewanya : biarkanlah dia.” Hosea 4 : 17. Adalah lebih dapat dimaafkan pada hari pehukuman bagi kota-kota dari lembah itu daripada bagi mereka yang sudah mengenal kasih Kristus, tetapi kembali memilih berbagai keplesiran dari sebuah dunia yang berdosa.“Patriarchs and Prophets, p. 165.

Kedatangan Jesus Yang Pertama di Palestina

Ini adalah kedatangan yang resmi bagi kepentingan seluruh penduduk bumi ciptaan-Nya. Dan inilah kedatangan-Nya yang pertama. Selama 33 tahun lamanya Jesus telah tinggal di bumi melaksanakan semua upaya tugas penebusan-Nya, membangun Gereja Kristen, mengajar, dan akhirnya mati di Golgotha dalam rangka membayar lunas semua upah dosa yang harus dibebankan pada setiap manusia ciptaan-Nya yang melanggar hukum. Ia kemudian pulang kembali ke sorga dalam tahun 31 TM yang lalu.

Kedatangan-Nya yang akan datang
di Gunung Sion di Palestina

Kedatangan ini belum digenapi, namun sudah lama dinubuatkan kepada kita oleh Yahya Pewahyu semenjak dari tahun 96 TM yang lalu sebagai berikut :

“Lalu ku pandang, maka tiba-tiba seekor Anak Domba berdiri di Gunung Sion, maka bersama-sama dengan-Nya adalah mereka yang 144.000 itu, yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi-dahi mereka.”Wahyu 14 : 1.

Jesus dalam kedatangan-Nya yang akan datang itu masih dalam status sebagai Anak Domba, artinya, kedatangan-Nya itu akan terjadi sebelum masa kasihan berakhir di dalam kaabah kesucian sorga, sebelum Jesus melepaskan jabatan-Nya sebagai Penebus umat manusia dan sebelum dilantik sebagai Raja atas segala raja.

Bahkan jauh sebelum Yahya Pewahyu meramalkannya kepada kita perihal kedatangan itu, Tuhan Allah sendiri melalui hamba-Nya nabi Maleakhi juga sudah lebih dulu menubuatkannya sebagai berikut :

“Bahwasanya Aku hendak mengirim utusan-Ku, maka ia akan mempersiapkan jalan mendahului-Ku : maka Tuhan yang kamu cari itu akan secara tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu Utusan Perjanjian itu yang kamu senangi itu : bahwasanya ia akan datang, demikianlah firman Tuhan. Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari kedatangan-Nya itu ? Dan siapakah yang dapat berdiri apabila ia muncul  kelak ? Karena Ia adalah bagaikan suatu api pembersih perak, dan bagaikan suatu sabun pemutih.” --- Maleakhi 3 : 1, 2.

Jesus sebagai Utusan Perjanjian
akan didahului oleh seseorang utusan biasa
mendatangi kita

Tampak jelas bahwa yang berbicara pada Maleakhi 3 : 1, 2 itu tak lain adalah Jesus sendiri. Jesus akan mengirim seseorang utusan-Nya kepada kita mendahului kedatangan-Nya yang tiba-tiba ke Gunung Sion yang diramalkan oleh Yahya Pewahyu pada Wahyu 14 : 1 di atas. Utusan-Nya yang dimaksud itu tak dapat tiada adalah seseorang nabi pilihan-Nya sendiri yang harus muncul keluar dari Sidang Jemaat Laodikea-Nya yang terakhir di akhir zaman sekarang ini.

Kita juga harus tahu bahwa nabi pilihan Jesus itu tak dapat tiada harus berasal dari nabi-nabi yang dinubuatkan pada buku Amos 3 : 7 itu juga, sebab semua  mereka yang dinubuatkan di sana adalah nabi-nabi akhir zaman yang bertugas mengungkapkan rahasia-rahasia Alkitab di dalam ROH NUBUATAN. Jadi, pada akhirnya Jesus juga yang mengungkapkan kepada kita n a m a dari nabi utusan-Nya itu sebagai berikut :

“Bahwasanya, Aku akan mengirim kepadamu n a b i  E l i y a h mendahului datangnya hari Tuhan yang besar dan  mengerikan itu.”Maleakhi 4 : 5.

Karena munculnya mereka 144.000 umat kesucian pilihan Allah yang akan datang di Palestina merupakan hari Tuhan yang besar, tetapi juga mengerikan bagi mereka yang gagal, karena akan langsung terkena bantai dan dibunuh sesuai yang dinubuatkan pada nubuatan Jehezkiel pasal 9, dan Jesaya 66 : 16 – 20 yang akan  datang,  maka  n a b i  E l i - y a h  utusan Jesus itu tak dapat tiada sudah akan melambangkan hamba Tuhan Victor T. Houteff  saja. Tidak mungkin ada lagi yang lain.  Hamba Tuhan Nyonya White mengungkapkan ciri-cirinya sebagai berikut :

“Ahab menganggap Eliyah sebagai musuhnya, sebab nabi itu dengan jujur mengungkapkan kejahatan-kejahatan raja itu  yang tersembunyi. D e m i k i a n   p u l a  d i  w a k t u  i n i  hamba Kristus, penegor dosa itu, menghadapi celaan dan ejekan. Kebenaran Alkitab, agama Kristus, berperang melawan suatu arus kebejatan moral yang kuat. Syakwasangka adalah jauh lebih kuat di dalam hati orang-orang masa kini daripada di zaman Kristus yang lalu.”The Desire of Ages, p. 587.

Sebagaimana halnya Ahab penguasa Israel yang lalu itu telah memusuhi nabi Eliyah, maka demikian itu pula General Conference of SDA sebagai penguasa Israel masa kini telah menolak buku-buku Tongkat Gembala dari pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1, dan memecat nabi Victor T. Houteff dari  keanggotaan Gerejanya untuk selama-lamanya.  

Sekalipun demikian dari nubuatan Maleakhi itu juga Jesus menegaskan, bahwa sebagai Utusan Perjanjian D I A yang sangat diharap-harapkan oleh mereka 144.000 Israel akhir zaman itu akan secara tiba-tiba mendatangi Sidang Jemaat Laodikea kita. “Tetapi siapakah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangan-Nya itu ? Dan siapakah yang dapat berdiri apabila ia muncul  kelak ? Karena Ia adalah bagaikan suatu api pembersih perak, dan bagaikan suatu sabun pemutih.” --- Maleakhi 3 : 1, 2.

Tampak jelas, bahwa kedatangan Jesus itu adalah dalam rangka pembersihan/penyucian sidang jemaat Laodikea kita sebagaimana yang dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9, Jesaya 66 : 16 – 20, dan pada Maleakhi 3 : 1, 2. Peristiwa kedatangan Jesus yang akan datang itu benar-benar akan merupakan hari Tuhan yang besar dan gilang gemilang bagi mereka 144.000 yang luput itu, tetapi kelak akan sangat mengerikan bagi semua orang lainnya yang sengaja melalaikannya. Yahya Pewahyu mengatakan :

“Lalu ku pandang, maka tiba-tiba seekor Anak Domba berdiri di Gunung Sion, maka bersama-sama dengan-Nya adalah mereka yang 144.000 itu, yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi-dahi mereka.” Wahyu 14 : 1.

Artinya, segera setelah Jesus berhasil menghimpun semua mereka yang 144.000 itu berdiri bersama-Nya di Palestina, maka semua umat Sidang Jemaat Laodikea dari Masehi Advent Hari Ketujuh dan dari Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh lainnya sudah akan dibantai habis sesuai yang telah dinubuatkan oleh kedua nabi pilihan Jesus di atas.

K e s i m p u l a n

Sejak dari jauh-jauh hari sebelumnya Tuhan JESUS sendiri sudah memberitahukan kepada kita melalui hamba-Nya nabi Maleakhi :

“Bahwasanya Aku hendak mengirim utusan-Ku, maka ia akan mempersiapkan jalan mendahului-Ku : maka Tuhan yang kamu cari itu akan secara tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu Utusan Perjanjian yang kamu senangi itu : bahwasanya ia akan datang, demikianlah firman Tuhan. Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari kedatangan-Nya itu ? Dan siapakah yang dapat berdiri apabila  ia muncul  kelak ? Karena Ia adalah bagaikan suatu api pembersih perak, dan bagaikan suatu sabun pemutih.” --- Maleakhi 3 : 1, 2.

“Nubuatan harus digenapi. Tuhan berfirman : ‘Bahwasanya, Aku akan menugaskan kepadamu Eliyah nabi itu mendahului datangnya hari Tuhan  yang  besar  dan  mengerikan  itu.  S e s e o r a n g  akan datang dalam  r o h  dan k u a s a  Eliyah, maka apabila ia muncul orang akan mengatakan : ‘Engkau terlalu bersungguh-sungguh. Engkau t i d a k menginterpretasikan Alkitab itu dalam cara yang sepatutnya. Marilah ku beritahukan kepadamu bagaimana caranya mengajarkan pekabaranmu itu.’” – Testimonies to Ministers, p. 475.

Nabi Victor T. Houteff sudah datang dalam roh dan kuasa Eliyah, artinya, dalam pekabaran Eliyah, sebuah pekabaran yang membahas perihal pembersihan atau penyucian Sidang Jemaat Laodikea melalui kembali kepada mematuhi HUKUM TORAT yang sejak dahulu telah disampaikan kepada Musa di Gunung Sinai.

“Ingatlah olehmu akan H U K U M dari Musa hamba-KU itu, yang sudah Ku perintahkan kepadanya dari Gunung  Sinai bagi seluruh Israel, berikut peraturan-peraturan dan berbagai ketentuan hukumnya.“Maleakhi 4 : 4.

“Bahwasanya, Aku akan mengirim kepadamu n a b i  E l i y a h mendahului datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu. Maka ia akan membalikkan hati para bapa kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapa mereka, supaya jangan Aku datang memalu bumi dengan sesuatu kutuk.”Maleakhi 4 : 5, 6.

Hanya nabi Victor T. Houteff yang telah muncul dengan pekabaran Eliyah itu, yang kini sedang  menghantarkan kita kembali kepada mematuhi HUKUM TORAT yang berasal dari Gunung Sinai, berikut semua Peraturan Pelaksanaannya di dalam ROH NUBUATAN. Hanya Houteff dengan pekabaran Tongkat Gembalanya itu sebagai satu-satunya Pekabaran Eliyah di akhir dunia sekarang ini, yang akan berhasil membuat kita semua sehati dan sepikir, sepakat, dan membicarakan perkara-perkara yang sama. Artinya, hanya Houteff yang kelak berhasil membalikkan hati dari para bapa kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapa-bapa mereka, supaya mereka yang 144.000 Israel akhir zaman itu tidak ikut dibantai  pada kegenapan nubuatan Jehezkiel pasal 9,  Jesaya 66 : 16 – 20 dan  Maleakhi 3 : 1, 2  di atas.
 

*****