Bagaimana menemukan
Hari, bulan, dan tahun dari saat
pemeteraian 144.000 Israel akhir zaman 
 yang akan datang ?

 

Pendahuluan

Berbicara perihal pemeteraian 144.000 hamba-hamba Allah yang akan datang,  maka kita tak dapat tiada sudah harus membahas permasalahan itu di dalam buku Wahyu pasal 7 dan pasal 14, dan bahkan di lebih banyak lagi nubuatan-nubuatan Alkitab lainnya, yang telah menubuatkan berbagai peristiwa sejarah yang akan jadi di akhir zaman ini, termasuk munculnya mereka 144.000 hamba-hamba Allah itu pada sebelum kedatangan Jesus yang kedua kali.  Di dalam pasal 7 itu rasul Yahya menubuatkannya sebagai berikut :

“Maka aku dengar angka bilangan mereka yang dimeteraikan itu : maka telah dimeteraikan seratus empat puluh empat ribu dari semua suku bangsa bani Israel.”Wahyu 7 : 4. 

Dan di dalam Wahyu 14 : 1, dia kemudian mengatakan :

“Maka ku pandang, dan heran, seekor anak Domba berdiri di gunung Sion, dan bersama-sama dengan-Nya seratus empat puluh empat ribu orang yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi-dahi mereka.” Wahyu 14 : 1.

Artinya, sebelumnya Yahya hanya mendengar perihal jumlah mereka itu yang akan dimeteraikan, tetapi kemudian dia bahkan telah menyaksikan sendiri pemeteraian mereka itu :  yaitu pembubuhan nama Allah Bapa pada dahi-dahi mereka itu.

Sebagai hamba Allah yang berstatus rasul, dia telah melihat, menyaksikan  dan menulis semua yang telah disaksikannya bagi kita. Dan ternyata dia telah meninggal dunia jauh sebelum peristiwa-peristiwa dari semua yang disaksikannya itu terungkap pengertiannya dan digenapi di akhir zaman ini.

Meterai itu ialah tanda kelepasan

Hamba Tuhan Nyonya White mengatakan :

“Pemeteraian hamba-hamba Allah ini adalah s a m a dengan apa yang ditunjukkan kepada Jehezkiel dalam khayal (Jehezkiel pasal 9). Yahya juga menyaksikan wahyu yang sangat mengejutkan ini. (Wahyu 7 : 4).” ------ Testimonies to Ministers, p. 445. (Tambahan di dalam kurung dari penulis). Nyonya White selanjutnya mengatakan :

“Terutama dalam pekerjaan penghabisan bagi sidang, dalam masa pemeteraian mereka 144.000 itu, yang akan berdiri tanpa kesalahan di hadapan tahta Allah, mereka akan sangat merasakan secara mendalam berbagai kesalahan dari umat Allah. Inilah yang secara tegas dikemukakan oleh gambaran dari nabi itu yang berkenan dengan pekerjaan penghabisan di bawah gambaran orang-orang yang masing-masingnya membawa senjata pembantai di dalam tangannya. Salah seorang dari mereka itu berpakaian linen, dengan sebuah alat penulis pada sisinya. ‘Maka firman Tuhan kepadanya : ‘Pergilah ke tengah-tengah kota itu, sepanjang pusat kota Jerusalem, lalu bubuhlah sebuah tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh-kesah dan berteriak karena sebab berbagai kekejian yang telah dilakukan di tengah-tengahnya.’” --- 3 Testimonies, p. 266.

“Kelas orang-orang yang tidak merasa sedih atas kemerosotan rohaninya sendiri, atau meratapi dosa-dosa orang lain, mereka akan dibiarkan tanpa meterai Allah. Tuhan menugaskan kepada para utusan-Nya, yaitu orang-orang yang membawa senjata pembantai di dalam tangan mereka sebagai berikut: ‘Pergilah kamu mengikuti dia melalui kota itu, dan bunuhlah; …………tetapi janganlah menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda  itu;  dan  mulailah  pada   k a a b a h   k e s u - c i a n – K u. Lalu mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu.”

“Di sini kita saksikan bahwa s i d a n g --- kaabah kesucian Tuhan --- adalah yang pertama sekali merasakan pukulan dari murka Allah. Orang-orang  bangsawan  itu,  yaitu  mereka  yang  telah  diberikan t e -  r a n g  b e s a r oleh Allah, dan yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal dari berbagai kepentingan kerohanian umat,  t e l a h mengkhianati kepercayaan  yang  telah  diberikan  kepada  mereka. ……….. A n j i n g – a n j i n g   d u n g u  yang tidak mau menyalak atau menggonggong  ini, adalah orang-orang yang akan merasakan pembalasan yang adil dari suatu Allah yang murka. Pria, wanita, dan anak-anak kecil, semuanya binasa bersama-sama.”5 Testimonies, p. 211.

“T a n d a   k e l e p a s a n itu ditempatkan pada orang-orang yang berkeluh-kesah dan berteriak karena sebab semua kekejian yang telah dilakukan. Kini malaikat maut itu keluar, yang dilambangkan dalam khayal dari Jehezkiel sebagai orang-orang yang membawa senjata-senjata pembantai, kepada siapa telah diperintahkan: ‘Bunuhlah seluruhnya baik tua maupun muda, baik gadis maupun anak-anak kecil, dan kaum wanita; tetapi janganlah menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda itu; dan mulailah terhadap kaabah kesucian-Ku.’ Kata nabi itu: ‘Mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah.’ Jehezkiel 9 : 1 – 6. Pekerjaan pembinasaan itu dimulai di antara orang-orang yang mengaku sebagai pengawal-pengawal kerohanian umat. Para penjaga yang palsu itu adalah yang pertama sekali akan binasa. Tidak seorangpun yang akan menaruh sayang ataupun menaruh belas kasihan. Pria, wanita, gadis, dan anak-anak kecil, semuanya binasa bersama-sama.”The Great Controversy, p. 656.

Yang diungkapkan di atas ini adalah eksekusi hukuman terhadap umat dari Sidang Jemaat Laodikea, yang akan diputuskan bersalah pada Sidang Pengadilan Sorga yang akan datang. Sidang Pengadilan itu sudah berlangsung sejak 22 Oktober 1844 yang lalu di dalam kaabah kesucian yang di atas. Sejak 22 Oktober 1844 Sidang Pengadilan itu sedang menyidangkan perkara-perkara dari semua umat Allah yang sudah mati semenjak dari Adam dan Hawa. Sidang Pengadilan Orang mati itu kini masih terus berlangsung. Dan kemudian baharu akan dilanjutkan dengan Sidang Pengadilan orang hidup, yaitu semua umat dari Sidang Jemaat Laodikea yang masih hidup sekarang ini. Lalu kemudian semua mereka yang masih terus melalaikan Hukum Allah dan ROH NUBUATANNYA sebagai peraturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum itu sudah akan mengalami nasibnya sesuai yang digambarkan di atas.

Semua umat penganut kebenaran sekarang dari Sidang Jemaat Laodikea tak dapat tiada sudah banyak mengerti perihal asal mula sampai dengan munculnya mereka 144.000 hamba-hamba Allah itu yang akan datang. Termasuk pula berbagai akibat hukum yang digambarkan di atas bagi semua mereka yang terus melalaikan Kebenarannya. Namun yang masih terus dipersengketakan sampai kepada hari ini adalah : KAPAN TEPATNYA MEREKA ITU KELAK DIMETERAIKAN !? Artinya kapankah tepatnya Sidang Pengadilan itu kelak mulai mengadili kita yang masih hidup sekarang ini ?

“Karena s e m u a  nabi-nabi dan h u k u m
bernubuat sampai kepada tampilnya Yahya“
(Matius 11 : 13)

Karena permasalahan “Pembersihan Sidang Jemaat Laodikea” itu merupakan doktrin Alkitab yang terpenting di akhir dunia sekarang ini, yang sangat menentukan bagi hidup matinya kita sebagai Sidang Jemaat Laodikea, maka  hendaklah selalu diingat, bahwa semua nabi Wasiat Lama dan Hukum Bayang-Bayangan dari Musa itu (bukan Hukum Torat) sejak dari jauh-jauh hari sebelumnya sudah menubuatkannya bagi  kita. Untuk itulah, maka dalam mengungkapkan Sidang Pengadilan Orang Hidup, yang juga merupakan penuaian buah-buah pertama dari dalam Sidang Jemaat Laodikea yang akan datang, maka di samping berbagai tulisan dari hamba Tuhan Nyonya White, hamba Tuhan Victor T. Houteff pun telah mengungkapkannya bagi kita di dalam bukunya yang berjudul : “THE JUDGMENT AND THE HARVEST” (“PEHUKUMAN DAN PENUAIAN”).

Karena di dalam artikel tulisan ini akan  dibicarakan  hanya bagaimana caranya untuk menemukan TANGGAL atau HARI, dan BULAN, dan TAHUN dari saat pemeteraian mereka 144.000 hamba-hamba Allah itu yang akan datang, maka kami mengajak anda untuk membaca kembali buku “PEHUKUMAN DAN PENUAIAN” tulisan Victor T. Houteff itu dengan lebih saksama. Kemudian ikuti kembali naskah tulisan kami yang berjudul : “WAKTUNYA SAAT MEREKA YANG 144.000 ITU DIMETERAIKAN.” Dengan demikian, maka naskah tulisan ini hanya akan menguatkan keyakinan kita bersama, bahwa hari, bulan, dan tahun dari kedatangan Jesus di Gunung Sion yang akan datang tidak akan lagi mungkin dapat dipungkiri.

Pemeteraian itu terjadi pada
Tanggal 10 dari bulan 7 penanggalan Yahudi

Tanggal 10 bulan 7 dari penanggalan Yahudi itu sudah merupakan suatu hari yang pasti dan tetap dari setiap tahun bagi kedua belas suku bangsa bani Israel Wasiat Lama untuk memperingati Hari Grafirat atau Hari Pengampunan Dosa mereka.  Jika pada setiap hari setiap mereka itu datang membawakan seekor domba untuk dipersembahkan bagi pengampunan dosa dengan bantuan seorang imam biasa, maka pada setiap tahun sekali akan ada Hari Grafirat yang jatuh pada tanggal 10 dari bulan ke-7 dari penanggalan Yahudi bagi seluruh bangsa itu untuk menyerahkan kepada Imam Besar mereka seekor domba kurban, yang akan dipersembahkan bagi pengampunan dosa seluruh bangsa Israel.

Upacara itu telah berlangsung berulang-ulang setiap tahun pada hari ke-10 dari bulan ke-7 dari penanggalan Yahudi sampai kepada tahun 31 TM saat Jesus dikorbankan di Golgotha mengakhiri semua upacara bayangan yang diwajibkan kepada mereka melalui Hukum Musa.

Namun Hukum Musa itu juga bernubuat

Karena  Hukum Musa itupun ikut bernubuat, maka kegenapan sejarahnya tak dapat tiada harus kita temukan di akhir zaman ini.  Demikian itulah, maka Hari Grafirat di zaman Wasiat Lama itulah yang akan kita temukan kembali pada Hari Tuhan Yang Besar dan Mengerikan yang akan datang, apabila Sidang Jemaat Laodikea akan dibersihkan dan menghasilkan 144.000 umat kesucian yang hidup yang akan datang, sementara mereka yang terus membangkang akan dibantai sesuai yang dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9, Jesaya 66 : 16 – 20 dan Maleakhai 3 : 1, 2 yang akan datang.

Interpretasi dari Hukum Musa itu akan kita jumpai di dalam bukunya : PEHUKUMAN DAN PENUAIAN  itu saja. Dan sekaliannya itu telah dirinci bagi kita di dalam gambar siklus yang tertera di bawah ini.

Dari hukum Musa itulah, maka telah ditetapkan hari ke-10 dari bulan ke-7 penanggalan Yahudi  pada setiap tahun sebagai Hari Grafirat, maka sesudah kematian Jesus dalam tahun 31 yang lalu, akan ada kelak satu saja lagi hari grafirat yang berlaku terakhir di akhir zaman ini, khususnya bagi seluruh Israel akhir zaman yang kini berada di dalam Sidang Jemaat Laodikea.

Semua peristiwa yang terjadi di bumi ini, mungkin sekali terjadi dalam tahun yang berbeda-beda, namun sekaliannya itu tak dapat tiada terjadi dalam hari, minggu, dan bulan yang sama itu juga. Dengan demikian, maka semua peristiwa itu dapat saja dikelompokkan ke dalam satu saja gambar siklus yang sama seperti di atas. Sementara tahun dari peristiwa-peristiwa yang bersangkutan itu berbeda-beda, sehingga masing-masing memerlukan gambar siklusnya sendiri-sendiri.

Hari Grafirat itu jatuh pada
Hari ke-10 dari Bulan ke-7 penanggalan Yahudi

Hari grafirat ialah Hari Pengampunan (the day of atonement). Hari itulah yang akan digenapi di dalam sejarah akhir zaman ini sebagai hari s a a t mereka 144.000 Israel akhir zaman itu kelak memperoleh pemeteraian tanda kelepasan mereka. Untuk mengetahui hari dan bulannya yang tepat sesuai penanggalan kita, maka marilah kita mengikuti lagi gambar siklus berikut ini :   

    
 

Perhatikanlah dengan saksama pada gambar siklus di atas. Bulan ke-7 dari penanggalan Yahudi di atas itu berakhir pada  tanggal  22 September penanggalan kita, sebab pada tanggal dari hari itu siang dan malam akan didapati sama panjang.

Perhitungan hari di dalam Alkitab dimulai pada saat matahari masuk sampai matahari masuk pada hari berikutnya. Jadi tanggal 22 September itu adalah hari terakhir dari bulan ke-7 kalender penanggalan Yahudi. Dan hari ke-10 dari bulan ke-7 dari penanggalan Yahudi itu akan kita temukan sebagai berikut :

Tambahkanlah 10 hari itu pada 22 September, maka kita akan memperoleh 32 hari. Karena bulan September itu terdiri dari hanya 30 hari, maka 2 hari berikutnya itu sudah akan masuk dalam bulan Oktober. Demikianlah tanggal 2 Oktober sudah akan kita temukan sebagai h a r i dan b u l a n  dari hari Tuhan yang besar bagi pemeteraian mereka 144.000 umat Israel akhir zaman yang akan datang.

Kita sekarang sudah berada dalam tahun 2015, maka kita tak dapat tiada ingin tahu, tahun berapakah yang sebenarnya dari peristiwa yang gilang gemilang itu !  Karena pemeteraian hamba-hamba Allah itu sudah akan langsung mengukuhkan mereka menjadi warga Negara dari kerajaan Daud yang akan datang, maka tahun dari pemeteraian mereka itu tak dapat tiada merupakan juga tahun dari pendirian Kerajaan Daud yang akan datang di Palestina. 

Tahun pemeteraian  itu  = Tahun berdirinya Kerajaan Daud

Hamba Tuhan Houteff mengatakan :

"Sewaktu Anak Manusia dalam kemenangan-Nya mengendarai (seekor keledai) memasuki Jerusalem, mereka (orang-orang Yahudi) menghendaki Dia supaya dimahkotai sebagai Raja. Orang banyak itu berkerumun datang dari semua daerah sekeliling, lalu berseru dan berteriak : 'Hosanah bagi P u t e r a D a u d ! Matius 21:9'"Life Sketches, p. 62.  (Tambahan  dalam kurung dari penulis)

“Orang-orang Yahudi menghendaki sebuah kerajaannya sendiri, yaitu sebuah kerajaan dari dunia ini (orang-orang suci dan orang-orang berdosa di dalamnya). Mereka menghendaki sebuah kerajaan di bumi, bukan di dalam sorga. Apalagi, mereka menghendakinya 2000 (dua ribu) tahun lebih cepat daripada yang direncanakan. Ironisnya, dalam masa pendirian kembali kerajaan itu sekarang ini, ORGANISASI (General Conference of SDA) mengambil sikap sebaliknya : Ia menghendaki sebuah kerajaan  di dalam sorga, bukan di bumi.” –- Timely Greetings, vol. 1, No. 15, p. 20.

Keinginan orang-orang Yahudi untuk mendapatkan kembali kerajaan mereka telah diperlihatkannya langsung kepada Jesus dalam tahun 27 Tarikh Masehi, yaitu sesudah baptisan-Nya di tangan Yahya. Kerinduan mereka pada waktu itu ternyata 2000 tahun terlalu cepat daripada yang sudah direncanakan oleh Tuhan Allah sendiri. Oleh karena itulah, maka tahun berdirinya kerajaan Daud itu tak dapat tiada akan jatuh pada tahun 2027 Tarikh Masehi yang akan datang.

K e s i m p u l a n   a k h i r

Kemudian karena hari Grafirat itu jatuh pada tanggal 10 dari bulan ke - 7 penanggalan Yahudi, yang juga menandai hari dimana Israel akhir zaman akan memperoleh pemeteraian tanda kelepasan mereka dalam tahun 2027 yang akan datang, maka dari Gambar Ke - 2 di atas itu juga akan dapat diketahui bahwa 10 hari dari bulan ke - 7 itu akan sama dengan 10 hari terhitung dari tanggal 22 September, yang akan jatuh pada tanggal 2 Oktober. Jadi, tegasnya, pemeteraian mereka 144.000 umat Israel akhir zaman akan benar-benar terlaksana pada tanggal 2 Oktober 2027 yang akan datang. Dan peresmian berdirinya Kerajaan Daud di Palestina (pesta perayaan tabernakel) akan berlangsung sejak tanggal 15 sampai 21 dari bulan ke - 7 penanggalan Yahudi, yaitu sejak dari tanggal 7 Oktober sampai dengan tanggal 13 Oktober 2027 yang akan datang.

"Para rasul sepenuhnya percaya bahwa Kristus akan mendirikan kerajaan-Nya p a d a kedatanganNya yang pertama, tetapi mereka pun harus merubah kepercayaan mereka." - 1 Timely Greetings, No. 13, pp. 6, 7.

Para rasul pada akhirnya percaya, bahwa kerajaan Daud dari 144.000 Israel akhir zaman itu baharu akan berdiri di akhir zaman ini ; maka  kita semua harus percaya bahwa Kerajaan itulah yang akan berdiri setelah mereka 144.000 Israel akhir zaman  memperoleh bubuhan meterai tanda kelepasan mereka pada tanggal 2 Oktober 2027 yang akan datang. Maukah anda percaya bersama sama dengan rasul-rasul  itu ?


 

******