Bagaimana dan Kapankah Tuhan kelak
mengambil kendali pemerintahan
dalam tangan-Nya sendiri ?




 
“Saya beritahukan kepadamu, Saudara-Saudaraku, bahwa Tuhan mempunyai sebuah b a d a n  y a n g  t e r o r g a n i s a s i  melalui mana IA akan bekerja.“

– Review and Herald, Vol. 6, p. 515.



Pengantar

 

Semua umat Laodikea dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tak dapat tiada sudah harus tahu, bahwa pendiri Gereja kita adalah hamba Tuhan nabi Nyonya Ellen. G. White. Gereja kita sebagai Sidang Jemaat Laodikea mulai didirikan sejak tahun 1844. Kemudian untuk menampung begitu banyak tugas pekerjaan yang dihadapi, maka Nyonya White dan sejumlah pengikutnya kemudian membangun lagi Organisasi Pusat Gereja MAHK dalam tahun 1863. Dan inilah Organisasi General Conference of SDA, yang dalam nama nubuatannya di dalam buku Wahyu pasal 3 dikenal dengan “malaikat sidang jemaat Laodikea.”  Lalu dalam tahun itu juga Nyonya White telah menegaskan : 

“Saya beritahukan kepadamu, Saudara-Saudaraku, bahwa Tuhan mempunyai sebuah b a d a n  y a n g  t e r o r g a n i s a s i  melalui mana IA akan bekerja.“Review and Herald, Vol. 6, p. 515.

Karena sidang jemaat Laodikea adalah yang terakhir dalam sejarah Wasiat Baru menjelang kedatangan Jesus yang kedua kali, maka tidak lagi mengherankan apabila sebagian besar umat Advent sudah akan berpegang teguh pada ucapan di atas untuk tidak lagi mau melepaskan diri dari bawah kepemimpinan Organisasi General Conference of SDA dan pendeta-pendetanya. Tetapi apa daya, baharu saja 25 tahun berlalu, para penguasa General Conference of SDA yang bersidang di Minneapolis dalam tahun 1888 sudah jatuh miskin, buta, dan telanjang kerohaniannya karena menolak doktrin “Pembenaran oleh Iman” dari Pendeta-Pendeta Jones dan Waggoner, yang disampaikan di dalam sidang umum General Conference itu. 

Perlu sekali diketahui, bahwa DR. Martin Luther adalah pelopor reformasi yang pertama sekali muncul dalam sejarah 1260 tahun zaman kegelapan agama yang lalu. Senjatanya yang utama pada waktu itu ialah doktrin perihal Pembenaran oleh Iman.  Karena reformasi tidak berakhir dengan Luther saja, dan karena setiap terang baru tidak meniadakan terang yang lama, maka doktrin Pembenaran Oleh Iman itu telah ikut menjadi bagian pertama dari doktrin-doktrin reformasi berikutnya.  Dan itulah sebabnya, maka penolakan dalam tahun 1888 itu telah berakibat pada penolakan selanjutnya terhadap pekabaran Tongkat Gembala dari Houteff.

Akibat daripada penolakan itu

Akibat daripada penolakan itu, maka telah keluar sebuah seruan dari hamba Tuhan Ny. White melalui organ resmi Review and Herald tertanggal 25 Pebruari 1902 :  SERUAN BAGI SUATU PEMBANGUNAN DAN REFORMASI ROHANI.

Pembangunan, artinya suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani. Reformasi berarti suatu r e o r g a n i s a s i, suatu perubahan dalam pendapat dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan.” Demikian kata hamba Tuhan Nyonya White.

Perlu sekali diketahui, bahwa Seruan Pembangunan dan Reformasi itu b e l u m   p e r n a h dipatuhi dan dilaksanakan oleh Penguasa Gereja MAHK sampai kepada hari ini. Oleh karena itulah, maka Tuhan telah menugaskan datang ke tengah-tengah kita hamba-Nya, Victor T. Houteff untuk membantu pelaksanaan Pembangaunan dan Reformasi itu dengan pekabarannya yang berjudul: TONGKAT GEMBALA. Setelah pekabaran Tongkat Gembalanya itu juga ditolak oleh penguasa General Conference of SDA dalam tahun 1929, dan bahkan Houteff dipecat dari keanggotaan Gerejanya, maka ia telah membangun dan menata kembali Organisasi Malaikat Sidang Jemaat Laodikea itu di Waco, Texas, USA dalam tahun 1935. Demikian inilah, maka semenjak dari tahun 1935 itu juga genaplah sudah ucapan Yahya Pewahyu yang meramalkan terludahnya keluar malaikat Sidang Jemaat Laodikea dan semua pendetanya dari dalam mulut Jesus. Tuhan tidak mungkin lagi bekerja melalui dua Organisasi yang saling bermusuhan.

Namun sesuai ucapan Nyonya White di atas, bahwa Tuhan mempunyai sebuah b a d a n  y a n g  t e r o r g a n i s a s i melalui mana IA akan bekerja. – Review and Herald, Vol. 6, p. 515., maka ternyata Tuhan Allah sudah kembali bekerja melalui Organisasi-Nya yang sudah direorganisasikan itu di Markas Besar Davidian MAHK di Waco, Texas, USA.  semenjak dari berdirinya dalam tahun 1935 yang lalu.

Semua orang tahu, bahkan dunia ikut menyaksikan, bahwa selama di bawah kepemimpinan hamba Tuhan Houteff sampai kepada akhir hayatnya dalam tahun 1955, belum pernah terdapat adanya pertikaian doktrin di antara semua pengikut Houteff, baik di Pusat Markas Besarnya di Waco, Texas, maupun di semua Cabang-Cabangnya yang tersebar di banyak Negara di muka bumi ini. Ucapan hamba Tuhan Nyonya White pada Review and Herald, vol. 6, p. 515 itu benar-benar membuktikan, bahwa Tuhan Allah masih terus bekerja melalui Badan Organisasi-Nya, sekalipun iaitu sudah harus direorganisasikan kembali dalam tahun 1935 yang lalu.

Sesudah ditinggal mati Houteff di tahun 1955

Jauh-jauh hari sebelum meninggal dunia, maka nabi yang sangat dikasihi Tuhan itu telah mengatakan :

“Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang dimanifestasikan melawan pekabaran sorga di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selama-lamanya --- sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini adalah sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke-sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat dirinya melawan usaha musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan kepadanya.

“Kita juga harus waspada untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula, adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi, yaitu mereka yang akan pergi mengumpulkan buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9). Musuh itu akan mencoba apa saja yang mungkin untuk mengacau, untuk menggelapkan, dan untuk menudungi kebenaran, terutama mengenai masalah 144.000 itu.”Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35.

Setelah nabi Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955, maka isterinya telah muncul meneruskan kepemimpin atas Markas Besar Davidian MAHK itu dalam kedudukannya sebagai Vice President. Sesuai yang diramalkan di atas, maka Nyonya Houteff sudah harus bertahan menghadapi pukulan “knockout” yang bertubi-tubi datang dari Setan si Ular Tua itu terhadapnya. Sementara itu tampak jelas sekali bahwa Tuhan Allah sudah tidak lagi mau bekerja melalui ORGANISASI-NYA itu sekalipun sudah direorganisasikan kembali oleh hamba-Nya Houteff semenjak dari tahun 1935 sebelumnya. 

Akibatnya Nyonya Houteff jatuh murtad, dan seluruh asset dari Markas Besar Davidian MAHK itu dilikwidasi lalu dijual dalam tahun 1962 kepada Gereja Presbyterian, yang telah menguasai Markas Besar itu selama hampir 30 tahun sampai tahun 1991. Dalam tahun 1991 sebagian dari asset-asset itu telah dibeli kembali, lalu dalam tahun yang sama itu juga telah dibangun kembali sebuah Markas Besar Davidian MAHK yang baru, dengan Vice President yang baru, dengan pengertian untuk meneruskan Organisasi MARKAS BESAR yang lama di bawah kepemimpinan nabi Victor T. Houteff untuk terus bertahan sampai kepada pemeteraian mereka 144.000 itu yang akan datang. Permasalahannya sekarang adalah :

Mungkinkah firman-Nya pada
 Review and Herald, vol. 6, p. 515 itu dapat b e r u b a h ?

Hendaklah diketahui, bahwa hanya Undang-Undang Dasar dari Kesepuluh Perintah Torat itulah yang permanen sifatnya, artinya, kekal dan tidak dapat berubah-ubah. Tetapi semua peraturan pelaksanaannya di dalam Alkitab dan ROH NUBUATAN dapat saja berubah-ubah. Itulah h u k u m n y a, maka sekalipun telah ditegaskan pada Review and Herald, vol. 6, p. 515 itu, bahwa Tuhan  mempunyai  sebuah b a d a n  y a n g  t e r o r - g a n i s a s i, yaitu General Conference of SDA  melalui mana IA akan bekerja, ternyata sekalipun Houteff sudah berhasil  mereorganisasikannya kembali menjadi Pusat Gunung Karmel atau General Association of Davidian SDA di Waco, Texas, USA., pada tahun 1935, ternyata setelah kematian Houteff hamba-Nya itu dalam tahun 1955 yang lalu, Tuhan Allah s u d a h  t i d a k  m a u  l a g i mempertahankannya bagi kita. Tegasnya, Tuhan tidak mau lagi  bekerja  melalui  b a d a n   y a n g  t e r o r g a n i s a s i manapun juga yang lain, karena  pada giliran berikutnya sesudah itu ……………,

Saatnya bagi Tuhan
Untuk memegang kendali
pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri

Ucapan hamba Tuhan Nyonya White berikut inilah yang harus digenapi pada giliran berikutnya, yaitu sesudah tahun 1955 sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia  :

“Marilah ku beritahukan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam Pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu kebiasaan yang sangat berbeda daripada biasanya, dan dalam suatu cara yang akan bertentangan terhadap setiap perencanaan manusia. Akan ada diantara kita orang-orang yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte bahkan sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah arahan dari malaikat itu yang menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran yang akan disampaikan kepada dunia. Allah akan menggunakan berbagai cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terheran-heran oleh upaya-upaya yang sederhana yang akan Tuhan gunakan untuk memajukan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaran-Nya.“ Testimonies To Ministers p. 300.

Malaikat itu  =  malaikat dari Wahyu 18 : 1. Gabungan dari kedua suara malaikat itu (malaikat ke-3 dari Nyonya White dan malaikat Wahyu 18 : 1 dari Houteff) di dalam ROH NUBUATAN dari Wahyu 19 : 10 akan menerangi bumi – Early Writings, p. 277. Jika semenjak dari tahun 1863 yang lalu Tuhan Allah terus bekerja melalui General Conference of SDA sebagai sebuah badan yang terorganisasi dan setelah General Conference of SDA sebagai malaikat Sidang Jemaat Laodikea ditata kembali menjadi General Association of Davidian SDA dalam tahun 1935 oleh nabi Houteff, maka  semenjak itulah sesuai nubuatan  Zakharia 4 : 9 nabi Houteff meletakkan landasan dari  R U M A H, artinya, semenjak dari tahun 1935 itulah Tuhan Allah telah bekerja melalui Organisasi-Nya itu di bawah kepemimpinan Houteff membangun landasan dari rumah  sampai selesai dalam tahun 1955. Dan sejak tahun itu pula sesuai Mikha 7 : 14 Tuhan Allah telah bekerja melalui Houteff dan organisasinya itu memberi makan kawanan domba pusakanya di Karmel. Nabi Mikha menubuatkannya sebagai berikut :

“Berilah makan umat-mu dengan tongkatmu, yaitu mereka kawanan domba pusakamu itu, yang tinggal menyendiri di h u t a n, d i  t e n g a h – t e n g a h  K a r m e l : hendaklah mereka itu makan di Bashan dan di Gilead seperti halnya di hari-hari terdahulu.”Mikha 7 : 14.

Yang ditugaskan memberi makan dengan Tongkatnya itu di Karmel adalah nabi Houteff. Karena setelah memberi makan di Karmel i a meninggal dunia dalam tahun 1955, maka pemberian makan di Bashan dan di Gilead sudah akan dikendalikan juga oleh Tuhan Allah sendiri melalui agen-agen pilihan-Nya yang lain. Dan inilah yang akan terselenggara pada masa periode berikutnya s e s u d a h tahun 1955. Dan inilah pula yang diucapkan oleh nabi Zakharia : “Bangkitlah hai pedang melawan gembala-Ku, dan melawan dia yang sahabat-Ku itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : Bunuhlah gembala itu, maka domba-domba itu akan tercerai-berai : maka Aku akan mengalihkan tangan-Ku ke atas mereka yang kecil-kecil itu.” Zakhariah 13 : 6, 7.  

Sesudah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, maka terbagi-bagilah umat yang tinggal di Pusat Gunung Karmel itu, ke dalam h a n y a dua kelompok yang berbeda faham : Kelas lima anak dara yang bijaksana di satu pihak, dan kelas lima dara bijaksana yang memiliki tipu di dalam mulut di lain pihak. Atau juga disebut : Kelas gandum di satu pihak, dan kelas sekam di lain pihak. Sementara itu mereka dari kelompok sekam itupun telah memiliki berbagai macam faham yang tidak jelas.

Dalam “pekerjaan yang terakhir ini”
Tuhan sudah akan memegang kendali pemerintahan
di dalam tangan-Nya sendiri
(Testimonies to Ministers, p. 300)

“Pekerjaan yang terakhir” ucapan hamba Tuhan Nyonya White itu ternyata dimulai semenjak dari tahun 1962, setelah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia, dan setelah Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas. USA itu beralih kepemilikannya ke dalam tangan orang luar. 

Karena itu adalah pekerjaan yang terakhir, maka semua hasil dari pekerjaan yang terakhir itu tak dapat tiada sudah harus tampak dan terbukti, apabila semua umat sudah akan berhasil dibuat sepakat, sehati dan sepikir, dan mampu membicarakan perkara-perkara yang sama. Dan terutama sekali apabila semua s e k a m atau anak-anak dara pintar yang memiliki tipu di mulutnya itu, sudah berhasil disingkirkan keluar dari antara kita. Jadi, pekerjaan yang terakhir inilah yang diucapkan oleh hamba-hamba Allah itu sebelum kematian mereka sebagai berikut :

Nyonya White :

“Allah hendak membangunkan umat-Nya; jika berbagai sarana yang lain gagal, berbagai perbedaan faham akan masuk di tengah-tengah mereka, yang akan menyaring mereka, memisahkan s e k a m (bukan lalang) daripada gandum. Tuhan menyerukan kepada semua yang percaya pada firman-Nya untuk bangun daripada tidur. “Terang yang bernilai mahal” sudah datang, yang cocok bagi waktu ini. Itu adalah kebenaran Alkitab, yang menunjukkan berbagai bahaya yang akan langsung menimpa kita. Terang ini hendaknya memimpin kita kepada suatu penyelidikan Alkitab yang tekun dan suatu pemeriksaan yang saksama terhadap berbagai posisi kita yang ada.”5 Testimonies for the Church, pp. 707 – 708. (Dalam kurung tambahan dari kami)

Victor T. Houteff :

“……………….. oleh sebab itu, sebagai g u r u – g u r u dari Tongkat Gembala (penerbitan-penerbitan resmi dari Davidian MAHK), ajarkanlah h a n y a dalam terang dari Tongkat itu b a g i a n – b a g i a n pekabaran, yang dalam satu dan lain hal perlu untuk diinterpretasikan. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran Sekarang akan menjadi sepakat, sehati dan sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama.” -- Fundamental Beliefs of the Davidian SDA, p. 26 (in brackets added).

T e r a n g  y a n g  b e r n i l a i  m a h a l itu belum ada di zaman kedua hamba Allah di atas, sebab mereka yang masuk kategori “sekam” belum pernah dikenal di masa hidup mereka.

Dalam pekerjaan yang terakhir sekarang ini, setelah Tuhan tidak lagi bekerja melalui sesuatu badan yang terorganisasi manapun juga di muka bumi ini, maka tidaklah mengherankan apabila TERANG YANG BERNILAI MAHAL itu sudah akan datang melalui G U R U – G U R U pilihan Tuhan sendiri, yang akan muncul di BASHAN dan GILEAD yang kini tersebar di banyak tempat di seluruh Davidian di bumi ini. Guru-guru itu tidak akan mungkin lagi muncul di K A R M E L, sebab fungsi memberi makan di sana sudah berakhir di tahun 1955, setelah hamba Tuhan Houteff meninggal dunia. Jadi, setelah kita semua kelak berhasil dibuat sepakat, sehati dan sepikir, dan membicarakan perkara-perkara yang sama, maka mereka “s e k a m – s e k a m” itu sudah akan memisahkan diri dan menghilang dengan sendirinya. Seruan hamba Tuhan Nyonya White berikut ini sudah pasti akan dipatuhi dengan ketat :

“Tidak ada lagi waktu sekarang untuk menjajarkan diri kita pada pihak orang-orang pelanggar Hukum Allah, untuk melihat dengan mata mereka, untuk mendengar dengan telinga mereka, dan untuk mengerti dengan semua indera mereka yang sudah kacau itu. Kita harus merapat bersama-sama, kita harus bekerja untuk menjadi satu kesatuan, untuk menjadi suci dalam kehidupan dan bersih dalam tabiat. Hendaklah mereka yang mengaku menjadi hamba dari Allah yang hidup tidak tunduk kepada dewa pikiran manusia, tidak lagi memperbudak diri kepada napsu-napsu yang memalukan, tidak lagi menghantarkan sebuah persembahan yang sudah najis kepada Tuhan, yaitu suatu jiwa yang sudah ternoda dosa.”Testimonies to Ministers, p. 471.

K e s i m p u l a n

Setelah sekian lama Tuhan bekerja melalui Badan yang terorganisasi, yaitu Organisasi General Conference of SDA sejak berdirinya dalam tahun 1863, yang kemudian melalui Pusat Karmel-Nya di Waco, Texas, sebagai General Conference of SDA yang sudah dire-organisasi kembali dalam tahun 1935, maka setelah meninggal dunia Houteff dalam tahun 1955, berakhirlah pula kerja sama itu untuk selamanya-lamanya. Namun untuk selanjutnya Tuhan sudah akan memegang sendiri kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sampai kepada saat berdirinya kerajaan Daud yang akan datang di Palestina.

Sementara itu kelompok  “ S e k a m “  yang kini sedang menguasai Pusat Gunung Karmel itu sejak tahun 1991 yang lalu masih mengira, bahwa karena dosa dan kesalahan Nyonya Houteff, maka dia terpukul knock out oleh Setan sejak tahun 1959 yang lalu, sehingga Pusat Gunung Karmel itu  jatuh ke dalam tangan orang-orang luar dari Gereja Presbyterian sejak tahun 1962.  Atas dasar pemikiran yang sedemikian itulah, maka mereka telah memberanikan diri untuk membeli kembali lokasi dari Pusat Gunung Karmel itu dalam tahun 1991 untuk selanjutnya membangunnya kembali sampai sekarang. Mereka tidak tahu bahwa kejatuhan Nyonya Houteff itu adalah karena sebab Tuhan tidak mau lagi bekerja melalui Organisasi-Nya yang sudah direorganisasikan kembali sejak tahun 1935 di Waco, Texas setelah kematian hamba-Nya Houteff. Permasalahannya kini adalah:  Siapakah yang kini masih terus memberi makan kawanan domba pusakanya nabi Houteff disana ? Dan siapakah yang harus memberi makan di Bashan dan Gilead (Mikha 7 : 14) yang juga dilambangkan oleh mereka yang kecil-kecil itu dari  Zakhariah 13 : 7 ? 

Sesudah Nyonya Houteff jatuh terpukul knock out oleh musuh, maka kepada kita berikutnya diperingatkan sebagai berikut : 

“Kita juga harus waspada untuk menyadari bahwa pukulan itu akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus.” -- Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35.

Karena umat Davidian MAHK pada waktu ini terdiri dari hanya dua kelas : Kelas lima anak dara yang bijaksana atau kelas gandum di satu pihak, dan kelas lima anak dara bijaksana yang memiliki tipu di dalam mulut, atau kelas s e k a m di lain pihak. Atau tegasnya, Pusat Gunung Karmel di Waco, Texas, USA berikut seluruh Cabang-Cabangnya di satu pihak, dan semua umat Davidian yang lainnya di seluruh dunia yang kini masih tercerai berai di sana sini di lain pihak.

Salah satu dari kedua kelompok umat Davidian di atas itulah yang akan menjadi musuh-musuh yang tidak dicurigai, yaitu rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para I m a m dan orang-orang P a r i s i dari Organisasi Sanhedrin di zaman Jesus dahulu di Palestina. Tegasnya, mereka itu adalah rekan-rekan Davidian kita sendiri yang kini bernaung di bawah sebuah Organisasi Sanhedrin contoh saingan di akhir zaman ini.

Saudara ! Karena kita sudah berada pada bagian terakhir dari sejarah Sidang Jemaat Laodikea sekarang ini, maka oleh perantaraan hamba-Nya Nyonya White Tuhan Allah mengingatkan kembali kita sebagai berikut :

“Marilah ku beritahukan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam Pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu kebiasaan yang sangat berbeda daripada biasanya, dan dalam suatu cara yang akan bertentangan terhadap setiap perencanaan manusia. Akan ada diantara kita orang-orang yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte bahkan sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah arahan dari malaikat itu yang menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran yang akan disampaikan kepada dunia. Allah akan menggunakan berbagai cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terheran-heran oleh upaya-upaya yang sederhana yang akan Tuhan gunakan untuk memajukan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaran-Nya.“ Testimonies To Ministers p. 300.




*****