1260 Tahun

  Zaman Kegelapan Agama yang lalu, Yang Sudah Hampir

Terlupakan Sama Sekali

 

 

Jesus :

“Karena kemudian akan ada kelak masa kesusahan besar, yang sedemikian itu belum pernah ada semenjak dari permulaan dunia sampai kepada masa ini, bahkan tidak akan pernah ada lagi. Maka terkecuali hari-hari itu kelak diperpendek, tidak akan ada seorangpun selamat : maka demi kepentingan umat pilihan itu, hari-hari itu akan diperpendek.” – Matius 24 : 21 – 22.

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

 

S

elama missi-Nya di Palestina dahulu Jesus pernah memperingatkan kepada para pengikut-Nya perihal akan datangnya suatu masa kesusahan besar, yang sedemikian itu belum pernah ada semenjak dari permulaan dunia sampai kepada masa itu, bahkan tidak akan pernah ada lagi. Setiap penyelidik nubuatan Alkitab tak dapat tiada harus mengetahui peristiwa besar yang sangat mengerikan itu, sebab bagaimanapun peristiwa besar itu juga telah ikut membentuk sejarah dunia ini dimana kita sekarang hidup di dalamnya.

 

Adalah demikian mengerikannya kesusahan itu, sehingga diakui-Nya sendiri, bahwa kesusahan besar yang sedemikian itu belum pernah ada semenjak dari mula pertama kejadian dunia yang lalu, dan bahkan tidak akan pernah ada lagi sesudah itu. Hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White menuliskannya sebagai berikut:

 

“Dalam abad ke - 16 Reformasi, yang menyampaikan sebuah Alkitab yang terbuka kepada orang-orang, telah berusaha masuk ke semua negara di Eropah. Sebagian bangsa-bangsa menyambutnya dengan gembira, sebagai suatu utusan dari Sorga. Di negeri-negeri lainnya kepausan berhasil secara luas menghalangi masuknya Alkitab itu; maka terang dari pengetahuan akan Alkitab berikut berbagai pengaruhnya yang meninggikan itu, hampir selengkapnya tersingkirkan. Di sesuatu negara, sekalipun terang itu berhasil masuk, iaitu tidak berhasil dimengerti oleh kegelapannya. Berabad-abad lamanya kebenaran dan kepalsuan terus berjuang untuk saling menguasai. Akhirnya kejahatan berhasil menang, dan kebenaran dari Sorga terdesak keluar. ……………….

 

Peperangan melawan Alkitab terus maju selama berabad-abad lamanya di Prancis, yang mencapai puncaknya pada berbagai peristiwa dari Revolusi Prancis. Pergolakan yang mengerikan itu terutama adalah akibat yang sah daripada penindasan Romawi terhadap Alkitab. ………….

 

Penindasan terhadap Alkitab selama masa kekuasaan paus telah diramalkan oleh nabi-nabi; dan Pewahyu juga menunjukkan kepada akibat-akibat yang mengerikan yang terus bertambah khususnya terhadap Prancis akibat dari dominasi “manusia durhaka.” itu.

 

Malaikat Tuhan mengatakan: “Kota suci itu akan dipijak-pijak mereka di bawah telapak kakinya 42 bulan lamanya.” – The Great Controversy, pp. 265, 266.

 

Perhatian ! Dalam ucapan hamba Tuhan di atas Paus telah disebut dengan nama "manusia durhaka" (the man of sin).

   

Seluruh masa Kesusahan Besar itu

Seribu Dua Ratus Enam Puluh Tahun lamanya

 

Yahya Pewahyu menubuatkannya sebagai berikut :

 

“Malaikat Tuhan mengatakan: ‘Kota suci itu akan dipijak-pijak mereka di bawah telapak kakinya 42 bulan lamanya. Maka Aku akan memberi kuasa kepada kedua saksi-Ku, dan mereka akan bernubuat seribu dua ratus enam puluh hari lamanya, sambil berkabung  …………………………………

 

“Dan apabila mereka selesai memberikan kesaksiannya, maka binatang yang naik dari dalam lubang yang tak terduga dalamnya itu akan memerangi keduanya, dan akan mengalahkan mereka, dan akan membunuh mereka. Maka mayat-mayat mereka itu akan tergeletak di jalan raya dari kota yang besar itu, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, dimana juga Tuhan kita telah disalibkan. ………………………………

 

“Maka mereka yang diam di bumi akan bersuka-ria atas kedua mereka itu, dan berpesta pora dan saling mengirimkan hadiah; sebab kedua nabi ini telah menyiksa mereka yang diam di bumi. Dan sesudah tiga setengah hari kemudian Roh kehidupan dari Allah memasuki keduanya, lalu berdirilah tegak mereka pada kakinya; dan terjadilah ketakutan besar menimpa orang-orang yang menyaksikan keduanya.” – Wahyu 11 : 2 – 11.

 

Hamba Tuhan Nyonya White mengungkapkan ucapan nubuatan Yahya ini sebagai berikut :

 

“Masa-masa periode yang disebut di sini -- “Empat puluh dua bulan“ dan “Seribu dua ratus enam puluh hari“ – adalah s a m a, sama-sama melambangkan masa dimana Gereja Kristus harus mengalami penindasan dari Romawi. Masa 1260 tahun kekuasaan Paus itu dimulai dalam tahun 538, maka oleh karena itu akan berakhir dalam tahun 1798. Pada waktu itu sebuah pasukan tentara Prancis memasuki Romawi lalu menangkap Paus, maka ia kemudian mati dalam pengasingan. Sekalipun tak lama sesudah itu seorang Paus yang baru telah dipilih, namun semenjak dari saat itu hirarkhi kepausan tidak pernah lagi dapat membangun kekuasaan seperti yang dimilikinya sebelumnya.

 

“Aniaya terhadap Gereja tidak lagi terus berlanjut selama seluruh masa periode 1260 tahun itu. Allah dalam kemurahan-Nya telah memperpendek masa ujian mereka yang berat itu. Dalam meramalkan masa kesusahan besar itu yang akan menimpa Gereja, Juruselamat mengatakan: ‘Terkecuali hari-hari itu diperpendek, maka tidak seorangpun akan selamat. Tetapi demi kepentingan umat pilihan itu hari-hari itu akan diperpendek.’ Matius 24 : 22. Oleh pengaruh dari r e f o r m a - s i, maka a n i a y a  itu telah dihentikan mendahului tahun 1798.” – Great Controversy, p. 266, 267.

 

Perhatian ! Reformasi dari Dr. Martin Luther sejak tahun 1500 mulai menghentikan masa aniaya itu mendahului tahun 1798.

   

Penjelasan Lanjutan

Mengenai Kedua Saksi itu yang melambangkan

WASIAT LAMA DAN WASIAT BARU

 

Hamba Tuhan Nyonya White kembali mengatakan :

“Kedua saksi itu melambangkan Alkitab Wasiat Lama dan Wasiat Baru. Keduanya itu merupakan kesaksian-kesaksian yang penting terhadap asal mula dan kekekalan dari hukum Allah. Keduanya juga merupakan saksi-saksi terhadap rencana penyelamatan. Contoh-contoh, kurban-kurban, dan nubuatan-nubuatan dari Wasiat Lama menunjuk ke depan kepada seorang Juruselamat yang akan datang. Injil-Injil dan Surat-Surat dari para rasul dari Wasiat Baru menceriterakan perihal seorang Juruselamat yang sudah datang dalam cara yang benar-benar sesuai sebagaimana yang telah diramalkan melalui contoh dan nubuatan.

 

“KEDUANYA  AKAN BERNUBUAT 1260 HARI DENGAN BERKABUNG.

Selama sebagian besar masa periode itu saksi-saksi milik Allah itu berada  dalam keadaan yang tidak jelas. Penguasa kepausan berusaha menyembunyikan firman kebenaran itu dari orang-orang, lalu menetapkan ke hadapan mereka saksi-saksi yang palsu yang bertentangan dengan kesaksian itu. Sewaktu Alkitab itu dilarang oleh penguasa agama dan penguasa sipil; sewaktu kesaksiannya diputar-balikkan, dan setiap upaya dibuat agar manusia dan setan-setan dapat menciptakan apa saja untuk mengalihkan pikiran orang banyak daripada Alkitab; sewaktu orang-orang yang berani memberitakan kebenaran-kebenarannya yang suci dikejar-kejar, dihianati, disiksa, dikubur di bawah penjara-penjara bawah tanah, mati sahid karena mempertahankan iman mereka, atau dipaksa untuk lari ke gunung-gunung, dan ke kandang-kandang binatang buas dan gua-gua di bumi ---- maka saksi-saksi yang setia itu bernubuat dalam  keadaan berkabung. Namun mereka terus melanjutkan kesaksiannya sepanjang seluruh masa periode yang 1260 tahun itu. Dalam masa-masa yang tergelap ada saja orang-orang setia yang mencintai Firman Allah dan cemburu terhadap kemuliaan-Nya. Kepada hamba-hamba yang setia ini telah diberikan hikmah pengetahuan, kekuatan, dan kuasa untuk memberitakan kebenaran-Nya selama seluruh masa periode ini.

 

“DAN JIKA SESEORANG HENDAK MELUKAI MEREKA, API AKAN KELUAR DARI MULUT MEREKA, LALU MENELAN MUSUH-MUSUH MEREKA, DAN JIKA SESEORANG HENDAK MELUKAI MEREKA, IA HARUS DALAM CARA YANG SAMA ITU JUGA DIBUNUH.” Wahyu 11 : 5. Manusia tak mungkin dapat menginjak-injak firman Allah tanpa dihukum. Arti dari tuduhan yang menakutkan ini dikemukan pada pasal terakhir dari buku Wahyu: ‘Saya menegaskan kepada setiap orang yang mendengar semua perkataan dari nubuatan kitab ini. Jika seseorang kelak menambahkan pada segala perkara ini, Allah akan menambahkan padanya bela-bela yang tertulis di dalam buku ini. Dan jika seseorang kelak mengeluarkan dari segala perkataan dari buku nubuatan ini, Allah akan mengeluarkan bagiannya dari buku kehidupan, dan dari kota suci itu, dan dari segala perkara yang tertulis di dalam buku ini.”Wahyu 22 : 18, 19.

 

“Demikian inilah peringatan-peringatan yang sudah Allah keluarkan untuk mengawasi manusia agar tidak merubah dalam cara apapun apa yang sudah Ia ungkapkan atau perintahkan. Tuduhan-tuduhan yang keras ini berlaku bagi semua orang yang oleh pengaruh mereka, membuat orang meremehkan hukum Allah. ………………………………………………………

 

APABILA MEREKA HENDAK MENGAKHIRI KESAKSIAN-KESAKSIAN-NYA. Masa periode selama kedua saksi itu bernubuat sambil berkabung, berakhir dalam tahun 1798. Sementara mereka mendekati akhir dari tugas mereka dalam keadaan yang tidak jelas itu, mereka akan diserang oleh penguasa yang dilambangkan seperti “binatang yang naik dari dalam lubang yang tak terduga dalamnya.” Di banyak bangsa-bangsa di Eropah  para penguasa yang berkuasa di dalam Gereja dan negara selama berabad-abad lamanya diawasi oleh Setan melalui perantaraan kepausan.  Tetapi di sini dikemukakan suatu manifestasi yang baru dari kekuasaan setan itu.

 

Sudah merupakan kebijakan Romawi di bawah suatu pengakuan hormat terhadap Alkitab, yaitu tetap mempertahankannya terkunci dalam suatu bahasa yang tidak dikenal dan tersembunyi  jauh dari orang-orang. Dalam pemerintahannya kedua saksi itu bernubuat sambil berkabung. Tetapi suatu penguasa yang lain --- yaitu binatang dari dalam lubang yang tak terduga dalamnya itu --- akan bangkit menyatakan perang secara terbuka melawan firman Allah.

 

KOTA YANG BESAR ITU, PADA SEMUA JALAN-JALANNYA KEDUA SAKSI ITU DIBUNUH, DAN PADA MANA BANGKAI-BANGKAINYA ITU TERGELETAK, IA ITULAH MESIR SECARA ROHANI (IS “SPIRITUALLY” EGYPT).

 

“Dari semua bangsa-bangsa yang dikemukakan di dalam sejarah Alkitab, Mesir adalah yang terberani menyangkal keberadaan Allah yang hidup dan menolak perintah-perintah-Nya. Tidak ada raja yang pernah berani memberontak secara terbuka dengan angkuhnya melawan Otoritas sorga  daripada yang dibuat oleh raja Mesir. Sewaktu pesan dibawakan kepadanya oleh Musa, dalam nama Tuhan, Phiraun dengan beraninya menjawab : “Siapakah itu Jehovah, yang harus saya tunduk kepada suara-Nya untuk melepaskan Israel pergi? Saya tidak mengenal Jehovah, dan lagi saya tidak mau membiarkan Israel pergi.” – Keluaran 5 : 2. A.R.V. Inilah atheisme (faham yang tidak mengakui adanya Tuhan Pencipta), dan bangsa itu yang dilambangkan oleh Mesir akan memberikan suara kepada suatu penyangkalan yang sama terhadap pengakuan-pengakuan akan adanya Allah yang hidup, dan yang akan memanifestasikan roh ketidak-percayaan dan penyangkalan yang sama. “Kota yang besar itu” juga sebanding “secara rohani” dengan  Sodom. Penyelewengan Sodom dalam melanggar hukum Allah terutama yang dimanifestasikannya dalam percabulan. Dan dosa ini pun merupakan sifat yang menonjol dari bangsa itu yang harus memenuhi rincian dari kata-kata injil ini.

 

“Sesuai ucapan kata-kata nabi itu, kemudian, tak lama sebelum tahun 1798 sesuatu kuasa yang berasal dari setan dan tabiatnya akan bangkit untuk memerangi Alkitab. Maka di negeri dimana kesaksian dari kedua saksi milik Allah itu seharusnya dibungkam sedemikian ini, akan kelak dimanifestasikan disana faham atheisme dari Firaun dan percabulan dari Sodom.

 

“Nubuatan ini telah menemui kegenapannya yang benar-benar tepat dan sesuai pada sejarah Prancis. Selama Revolusi dalam tahun 1793, “dunia pertama sekali mendengar suatu perhimpunan orang-orang, yang lahir dan terdidik dalam peradaban, dan memegang hak untuk memerintah salah satu dari bangsa-bangsa Eropah yang terbaik, mereka telah mengangkat suara bersama-sama menolak kebenaran yang maha penting yang diterima oleh jiwa manusia, dan secara suara bulat menolak kepercayaan dan peribadatan kepada sesuatu DEWA.“Sir Walter Scott, LIFE OF NAPOLEON, vol. 1, ch.17.  Prancis adalah satu-satunya bangsa di dunia oleh mana ada catatan asli yang otentik yang masih bertahan, bahwa sebagai suatu bangsa ia telah mengangkat tangannya dalam pemberontakan terbuka melawan Penguasa dari Alam Semesta. Ada banyak sekali  para penghojat, orang-orang kapir,  disana, dan masih  terus menerus berada juga di Inggris, Jerman, Spanyol, dan dimana-mana;  tetapi Prancis berdiri terpisah dalam sejarah dunia sebagai satu-satunya negara, yang oleh keputusan dari Dewan Perwakilan Rakyatnya, telah menyatakan bahwa tidak ada Allah, dan yang oleh karenanya seluruh masyarakat ibu kota, dan mayoritas yang luas dimana-mana, baik wanita maupun pria, telah menari-nari dan menyanyi dengan gembira ria setelah menyambut pemberitahuan itu.“Blackwood’s Magazine, November 1870.

 

“Prancis telah memperlihatkan juga sifat-sifat yang khusus yang menonjol dari kota Sodom. Selama Revolusi telah dimanifestasikan suatu kebobrokan moral yang begitu rendah dan penyelewengan yang sama, yang telah menghantarkan kebinasaan bagi kota Sodom dan Gommorah.” – Great Controversy, 270.

 

“DISANA JUGA TUHAN KITA TELAH DISALIBKAN.”“Rincian nubuatan ini telah juga menemukan kegenapannya pada bangsa Prancis. Roh kebencian terhadap Kristus yang dilakukan secara mencolok di sini, melebihi di negara-negara manapun yang lain. Kebenaran menghadapi perlawanan yang lebih pahit dan jahat disini lebih dari negara manapun yang lain. Dalam penganiayaan yang dilakukan Prancis terhadap para penganut Injil, ia telah menyalibkan Kristus pada pribadi murid-murid-Nya. Dari abad ke abad telah ditumpahkan darah orang-orang yang saleh. Sementara orang-orang Waldenses menyerahkan nyawa mereka di pegunungan-pegunungan Piedmont karena sebab “firman Allah dan karena sebab Kesaksian Jesus Kristus,”  kesaksian yang sama terhadap kebenaran itu telah ditanggung oleh saudara-saudara mereka orang-orang Albigenses dari Prancis. Pada zaman Reformasi itu para muridnya telah dibunuh dengan berbagai penyiksaan yang sangat kejam. Raja dan para bangsawan, para wanita ningrat dan wanita-wanita cantik, kebanggaan dan para pahlawan bangsa, telah berpesta pora di atas penderitaan para martir dari Jesus. ………………………….. Orang-orang Protestan telah dianggap sebagai orang-orang jahat, sesuatu harga telah ditetapkan atas kepala-kepala mereka, lalu mereka diburu bagaikan binatang-binatang liar.” – The Great Controversy, p. 271. 

 

“BINATANG YANG NAIK KELUAR DARI LUBANG YANG TAK TERDUGA DALAMNYA ITU AKAN MEMERANGI MEREKA, AKAN MENGALAHKAN MEREKA, DAN AKAN MEMBUNUH MEREKA.”

“Kekuasaan atheis (yang tidak bertuhan) memerintah di Prancis selama Revolusi dan Pemerintahan Teror, telah melakukan peperangan yang sedemikian ini melawan Allah dan firman-Nya yang kudus, yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya. Peribadatan kepada Allah telah dihapuskan oleh Musyawarah National, Alkitab-Alkitab telah dikumpulkan dan dibakar didepan umum dengan segala manifestasi penghinaan yang mungkin dilakukan. Hukum Allah diinjak-injak. Lembaga-lembaga Alkitab dilenyapkan. Hari istirahat mingguan dikesampingkan dan sebagai gantinya setiap sepuluh hari dikhususkan untuk berpesta pora dan bersenang-senang, dan melakukan penghojatan. Acara baptisan dan perjamuan Tuhan dilarang. Pengumuman-pengumuman yang menarik perhatian ditempelkan di tempat-tempat penguburan, yang menyatakan bahwa kematian ialah keadaan tidur yang kekal.

 

“Takut akan Allah dikatakan bukan sebagai permulaan segala hikmat, tetapi permulaan segala kebodohan. Semua upacara perbaktian agama dilarang, kecuali yang berhubungan dengan kebebasan dan negara. “Uskup konstitusional Paris ditugaskan memainkan perananan utama dalam olok-olokan yang paling kasar dan sangat memalukan yang pernah dilakukan dihadapan perutusan national. …………… Ia ditampilkan dengan penuh arak-arakan atau prosesi untuk menyatakan kepada Konvensi, bahwa agama yang telah diajarkannya beberapa tahun yang lalu, dalam segala hal, hanyalah permainan imam belaka, yang tidak mempunyai dasar sejarah maupun kebenaran yang kudus. Ia menyangkal dengan istilah khas, keberadaan Tuhan, kepada siapa peribadatan ditujukan; dan membaktikan dirinya pada hari-hari yang akan datang kepada penghormatan kebebasan, persamaan, kebijakan dan moralitas……..” --  Scott, vol. 1, ch. 17. ---- The Great Controvesy, 273, 274.

 

“MAKA MEREKA YANG DIAM DI BUMI AKAN BERGEMBIRA DAN BERSUKA RIA ATAS MEREKA ITU DAN BERPESTA DAN SALING MENGIRIM HADIAH, KARENA KEDUA NABI ITU TELAH MENYIKSA MEREKA  YANG DIAM DI BUMI.”

Prancis yang tidak percaya adanya Tuhan telah membungkam suara teguran kedua saksi Allah itu. Suara kebenaran telah dibiarkan tergelatak mati di jalan-jalan, dan mereka yang membenci pembatasan dan tuntutan hukum Allah bergembira ria.”

 

Kedua Saksi Allah itu pada akhirnya hidup kembali

 

“Saksi-saksi Allah yang setia, yang dibunuh oleh penguasa penghujat yang naik dari dalam lubang yang tak terduga dalamnya itu, tidak lama terus berdiam diri.” Sesudah tiga setengah hari Roh Kehidupan dari Allah memasuki mereka, lalu mereka berdiri pada kakinya; maka terjadilah ketakutan besar atas orang-orang yang menyaksikan mereka itu.” Wahyu 11 : 11. Pada tahun 1793 dekrit penghapusan agama Kristen dan pengesampingkan Alkitab disetujui pada Dewan Perwakilan Prancis. Tiga setengah tahun kemudian keluar sebuah resolusi untuk membatalkan dekrit-dekrit itu. Dengan demikian memberikan toleransi kepada Alkitab oleh Dewan yang sama. ……………………………………………………...

 

Berkenan dengan kedua saksi itu nabi itu mendeklarasikannya sebagai berikut: “Maka mereka mendengar suatu suara besar dari langit yang mengatakan kepada keduanya itu, Naiklah ke mari. Lalu mereka naik ke langit dalam sebuah awan; maka musuh-musuh mereka itu memandanginya.” Wahyu 11 : 12. Karena Prancis telah memerangi kedua  saksi Allah itu, maka keduanya telah memperoleh penghormatan yang belum pernah ada sebelumnya. Pada tahun 1804 Lembaga Alkitab Inggris dan Luar Negeri telah didirikan. Hal ini diikuti oleh organisasi-organisasi yang sama, dengan banyak cabang-cabangnya di Benua Eropah. Pada tahun 1816 telah berdiri Lembaga Alkitab Amerika. Sewaktu Lembaga Inggris dibentuk, Alkitab itu telah dicetak dan disebar luaskan dalam lima puluh bahasa. Semenjak dari saat itu iaitu telah diterjemahkan ke dalam beratus-ratus bahasa dan bahasa-bahasa daerah.” – The Great Controversy, p. 287.

 

Perhatian :

Alkitab sebagai Terang Dunia telah digelapkan selama 1260 tahun. Suatu jangka waktu yang cukup panjang, sepanjang masa aniaya itu sendiri yang telah memakan korban berjuta juta umat Kristen yang mati sahid di tangan penguasa Romawi Katolik dengan Pausnya yang kejam yang dijuluki di dalam Alkitab “manusia durhaka” (Baca 2 Thessalonika 2 : 3).

 

J E S U S  :

Satu-satunya Kesusahan Besar

yang belum pernah ada, dan tidak akan pernah ada lagi

 

Sedemikian ngerinya masa kesusahan itu, yang belum pernah ada semenjak dari kejadian dunia yang lalu, namun para pengikut Kristus tetap tabah menghadapinya, bahkan untuk selama berabad-abad lamanya.

 

Berikut ini kami sajikan sebuah kutipan yang berjudul “ANIAYA YANG  BERABAD-ABAD LAMANYA.”, yang kini sudah menjadi bukti sejarah, yang tidak lagi terhapuskan untuk selama-lamanya.

 

==================================================

Sebuah Supplemen perihal

ANIAYA SELAMA BERABAD-ABAD LAMANYA  

 

“Orang-orang Protestant yang benar-benar menguasai pengetahuan sejarah tidak mau mempermasalahkan, bahwa gereja Romawi telah menumpahkan darah lebih banyak orang-orang yang tidak berdosa daripada lembaga manapun yang lain yang pernah ada di antara manusia..………….. .Adalah tidak mungkin membangun suatu konsep yang lengkap mengenai besarnya jumlah orang yang telah dikorbankannya, maka adalah pasti bahwa tidak akan ada ingatan yang mampu dapat memahami akan berbagai penderitaan mereka itu.” -- W. E. H. Lecky, History of the Rise and Influence of the Spirit of Rationalism in Europe, Vol. 2, p. 32, 1910 ed. (Sebuah artikel yang bagus, sekalipun panjang, yang menggambarkan secara rinci hak kekuasaan Gereja Romawi Katholik untuk berbuat demikian, akan dapat ditemukan di dalam Encyclopedia Catholic, Jilid 12, hal. 266.)

 

       “Karena memiliki iman yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Gereja Romawi, sejarah mencatat adanya mati sahid lebih dari seratus juta orang. Satu juta orang-orang Waldenses dan Albigenses (orang-orang Protestan dari Swiss dan Prancis) binasa selama suatu pernyataan perang salib oleh Paus Innocent III dalam tahun 1208. Dimulai semenjak dari berdirinya agama Jesuit dalam tahun 1540 sampai tahun 1580, Sembilan ratus ribu orang telah dibinasakan. Seratus lima puluh ribu orang binasa oleh melalui penyelidikan selama  masa tiga puluh tahun. Dalam jangka tiga puluh delapan tahun sesudah keluar keputusan dari Charles V menentang orang-orang Protestan, lima puluh ribu orang telah mati digantung, dipenggal kepalanya, atau dibakar hidup-hidup karena menganut faham yang bertentangan. Delapan belas ribu lagi binasa selama pemerintahan dari Duke of Alva dalam lima setengah tahun.” Brief Bible Readings, p. 16.

 

“Gereja Katolik mempunyai beberapa alasan di pihaknya sewaktu la menyerukan hukuman duniawi diterapkan kepada para penentang doktrinnya, karena ia menyatakan bahwa gelar Kristen yang sebenarnya itu adalah khusus bagi dirinya sendiri, dan ia mengaku iaitu diajarkan oleh Roh Allah yang tidak pernah lalai keberadaanNya………. Iaitu bukan lagi kesalahan secara moral menghukum mati seseorang karena alasan menentang doktrin ataupun karena membunuh. …… (dan) dalam banyak hal membunuh karena berbagai alasan agama bukan saja diijinkan, melainkan bahkan sangat dianjurkan dan perlu.” -- “The Lawfulness of Persecution,” in The Rambler, 4, June 1849, pp. 119, 126 (English R. C. journal published from 1848 to 1862).    

 

            “‘Gereja, demikian kata (Martin) Luther …… ‘tidak pernah membakar seorangpun penentang faham agama’ …… saya menjawab bahwa argumentasi ini membuktikan bukan pendapat dari Luther, melainkan ketidak-tahuan atau kecerobohannya. Karena hampir tak terhitung angka bilangan orang-orang, baik yang dibakar atau sebaliknya dibunuh, bahkan Luther juga tidak mengetahuinya, dan karena sebab itulah ia tidak tahu, atau sekiranya ia  mengetahuinya, ia juga bersalah karena ceroboh dan berbohong, karena adanya para penentang faham agama sering sekali dibakar oleh Gereja dapat dibuktikan jika kita mengemukakan sejumlah contoh.” Robert Bellarmine, Disputationes de Controversis Christianae Fidei “Disputations Concerning Controversies of the Christian Faith”), Tom. II, cap. XXII (Bellarmine, later canonized, was a leading Jesuit leader and writer.)

 

            “Ajaran (Kristen) Orthodox sebagaimana yang dirumuskan oleh  St. Thomas Aquinas dan dikukuhkan dan diperluas oleh orang-orang Dominicans yang datang kemudian dan oleh orang-orang Jesuits seperti  the Blessed Robert Bellarmine Suarez, yang berbunyi sebagai berikut :

 

           “Penentang faham agama atau bidat (sebagaimana yang didefinisikan oleh Romawi) ialah dengan sengaja memeluk ajaran-ajaran agama oleh seseorang yang sudah dibaptis, yang bertentangan dengan sesuatu artikel perihal iman yang sudah didefinisikan oleh Gereja Katholik.” P. Hinschius, “Heresy,” The New Schaff Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge, Vol. 5, pp. 234 - 235 (1909).

 

 ==================================================================

 

Reformasi atau Pergerakan

pemulihan kembali yang dimulai dari Luther

 

Hamba Tuhan Nyonya E.G. White mengatakan :

 

“Aniaya terhadap Gereja tidak lagi terus berlanjut selama seluruh masa periode 1260 tahun itu. Allah dalam kemurahan-Nya telah memperpendek masa ujian mereka yang berat itu. Dalam meramalkan masa kesusahan besar itu yang akan menimpa Gereja, Juruselamat mengatakan: ‘Terkecuali hari-hari itu diperpendek, maka tidak seorangpun akan selamat. Tetapi demi kepentingan umat pilihan itu hari-hari itu akan diperpendek.’ Matius 24 : 22. Oleh pengaruh dari r e f o r m a s i, maka a n i a y a  itu telah dihentikan mendahului tahun 1798.” – Great Controversy, p. 266, 267.

 

Paus yang maha perkasa itu tampaknya telah dilumpuhkan, bukan oleh kuat, bukan juga oleh kuasa manusia melainkan oleh hanya pedang yang bermata dua dari firman Allah sendiri. Bacalah Wahyu 13 : 14 bagian akhir. Dan itulah pokok doktrin reformasi yang pertama yang dibawakan oleh Martin Luther, yang berjudul : “Orang Benar Hidup Oleh Iman.” Dalam kesaksiannya melawan Paus, Luther yang sederhana itu mengatakan :

 

“Saya akan menghotbahkan, membicarakan, dan menulis, tetapi saya tidak akan memaksakan kepada siapapun, karena iman adalah sesuatu perbuatan sukarela. Lihatlah apa yang sudah kulakukan ……… Saya kemukakan firman Allah, saya berkhotbah dan menulis …….. semua ini saya lakukan. Dan walaupun selagi saya tidur, …….. perkataan yang sudah saya khotbahkan itulah yang meruntuhkan kuasa kepausan, sehingga bukan putera mahkota ataupun kaizar yang telah melakukan pukulan yang  besar itu. Tetapi pun tidak kulakukan apa-apa; perkataan itu yang telah melakukannya.”dikutip dari buku The Great Controversy, p. 190.

 

Hamba Tuhan Nyonya E. G. White selanjutnya mengatakan :  

“R e f o r m a s i itu tidaklah sebagaimana banyak orang mengira telah berakhir dengan Luther. Itu akan diteruskan sampai kepada akhir sejarah dunia ini. Luther memiliki suatu tugas besar dalam memantulkan kepada orang-orang lain terang yang Allah telah berkenan memancarkan atasnya. Tetapi ia belum memperoleh semua terang yang akan dikaruniakan kepada dunia. Semenjak dari waktu itu sampai kepada hari ini, terang baru terus menerus menyinari Alkitab, maka kebenaran-kebenaran baru terus menerus diungkapkan.” The Story of Redemption, p. 353.

 

Sejarah membuktikan bahwa Martin Luther pelopor reformasi Protestan itu ternyata telah disusul berturut-turut sebagai berikut :

   

No.

NAMA

Pokok Ajarannya

AGAMA

 

1.

Martin Luther

Orang benar hidup

oleh iman

 

Gereja Protestan

2.

John Knox

Roh Suci

Gereja Presbyterian

 

3.

John Wesley

Kasih Karunia

Gereja Methodist

 

4.

Alexander Campbell

Baptisan

secara diselamkan

 

Gereja Baptist

5.

William Miller

Kedatangan Jesus

kedua kali

 

Gereja

Advent

Hari Pertama

 

6.

Ellen G. White

Sabat Hari Ketujuh

Gereja

Masehi Advent

Hari Ketujuh

 

7.

Victor T. Houteff

Penyucian Gereja

Kelas anak dara yang bijaksana

 

Ternyata ada 7 (tujuh) tahapan pemulihan kembali semua kebenaran Alkitab yang telah dimanipulasi dan digelapkan selama zaman kegelapan agama yang lalu, oleh penguasa kepausan dari Romawi Katholik. Tetapi kita mungkin saja bertanya : Mengapa sampai memerlukan tujuh tahapan untuk memulihkan seluruh kebenaran dari Alkitab? Hamba Tuhan menuliskannya sebagai berikut :

 

“Masa yang berbeda-beda dalam sejarah Gereja masing-masingnya ditandai oleh berkembangnya sesuatu kebenaran tertentu, yang sesuai bagi berbagai kebutuhan umat Allah pada masa itu. Kedatangan dari setiap kebenaran baru itu selalu menghadapi kebencian dan tantangan; orang-orang yang diberkahi dengan terangnya mengalami ujian dan cobaan. Tuhan memberikan suatu kebenaran khusus bagi umat dalam sesuatu keadaan yang mendesak. Siapakah yang berani menolak memberitakannya?” --  The Great Controversy, p. 609.

 

“Apabila sebuah pekabaran datang dalam nama Tuhan kepada umat-Nya, maka tidak seorangpun boleh menghindar untuk tidak menyelidiki tuntutan-tuntutannya. Tidak seorangpun boleh berdiri di belakang dengan sikap acuh dan percaya diri sambil mengatakan: Saya tahu apa artinya kebenaran, saya sudah puas dengan kedudukan saya. Saya sudah berketetapan hati, dan saya tidak mau beralih daripada kedudukan saya, apapun juga yang akan terjadi. Saya tidak mau mendengarkan pekabaran dari juru kabar ini, karena saya tahu iaitu tidak mungkin kebenaran. ADALAH KARENA MENGIKUTI JALAN YANG SEDEMIKIAN INI, MAKA GEREJA-GEREJA YANG TERKENAL (Protestan, Presbyterian, Methodist, Baptist, Adventist Hari Pertama, bahkan Masehi Advent Hari Ketujuhpun, dan lain-lain) SUDAH TERTINGGAL DALAM KEGELAPAN SEBAGIAN, DAN INILAH SEBABNYA MENGAPA PEKABARAN-PEKABARAN SURGA TIDAK BERHASIL MENCAPAI MEREKA.” – Counsels on Sabbath School Work, p. 28. (tambahan dalam kurung dari penulis).

 

Kegelapan sebagian berarti =  terang sebagian. Ini menunjukkan bahwa kebenaran Alkitabnya belum cukup lengkap untuk menyelamatkan mereka ke akhirat. Setiap generasi umat Allah dari sejarah Wasiat Baru memperoleh takaran kebenaran Alkitabnya sendiri-sendiri.  Masing-masing generasi diselamatkan oleh Undang-Undang Dasar Torat dan Kebenaran Alkitabnya sendiri-sendiri sesuai takarannya masing-masing. Sebagai contoh : Umat Allah di zaman rasul Paulus diselamatkan berdasarkan UUD Torat dan semua peraturan pelaksanaannya di dalam Injil Wasiat Baru saja. Berbagai kebenaran dari nubuatan-nubuatan Wasiat Lama, buku Daniel dan Wahyu belum terungkap di masa itu, sehingga mereka belum wajib untuk mematuhinya.

 

Tetapi umat Allah di akhir dunia sekarang ini wajib mematuhi semua peraturan pelaksanaan dari Hukum Torat, yang kini sudah lengkap tersedia di dalam ROH NUBUATAN. Seluruh isi Alkitab yang sudah selengkapnya terungkap di dalam ROH NUBUATAN wajib dipatuhi seluruhnya. Atau sebaliknya, kita juga akan tertinggal dalam kegelapan sebagian.

 

Semenjak dari Reformasi Luther yang lalu, dunia Kristen ternyata sudah berkembang menjadi begitu banyak sekte Gereja Kristen di waktu ini. Gereja  Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai Gereja Kristen yang terakhir dalam nubuatan itupun sudah pecah menjadi 2 (dua) kelas umat, masing-masing kelas lima anak dara yang bijaksana (atau gandum) di satu pihak, dan kelas lima anak dara yang bodoh (atau lalang) di lain pihak. Ini semua sesuai dengan perumpamaannya pada Matius 25 : 1, 2; 13 : 24 – 25. Perumpaan-perumpamaan Jesus itupun merupakan peraturan-peraturan pelaksanaan dari Hukum Dasar Torat yang patut dipatuhi.

 

Pekabaran Terakhir Perihal

PENYUCIAN GEREJA

 

Karena pekabaran yang terakhir ini belum pernah menemui kegenapannya, maka jelaslah bahwa inilah pekabaran yang dipesankan oleh malaikat Jibrail kepada nabi Daniel sejak kurang lebih 2.500 tahun yang lalu. Bacalah Daniel 12 : 4, 9 – 10. Orang-orang Kristen yang menyambut pekabaran ini akan kelak disucikan, diputihkan, dan diuji. Tetapi sebaliknya mereka yang menolak dan menentangnya akan dinyatakan sebagai “orang jahat”, yang makin saja melakukan kejahatan, dan tidak akan pernah dapat mengerti.  

 

Rasul Matius semenjak dari permulaan sejarah Wasiat Baru yang lalu telah menulis perihal kedua kelas umat Kristen itu melalui perumpamaan Jesus berikut ini :

 

P a d a waktu itu Kerajaan Sorga adalah bagaikan sepuluh anak dara yang membawa pelita-pelitanya, lalu keluar hendak menyambut mempelai pria. Maka lima dari mereka adalah bijaksana, tetapi lima lainnya adalah bodoh.” — Matius 25 : 1, 2.

 

Hamba Tuhan Nyonya White mengungkapkan, bahwa perumpamaan perihal sepuluh anak dara itu mulai digenapi di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Gereja inilah yang sejak mulanya dibangun oleh nabi Tuhan Allah, Nyonya Ellen G. White berlandaskan pada pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14, atau Roh Nubuatan. Yang dimaksud dengan kerajaan Sorga itu ialah Gereja Kristen yang mewakili Kerajaan sorga di bumi ini.

 

Semenjak datangnya kebenaran baru perihal penyucian Gereja yang dibawakan oleh hamba Tuhan Victor T. Houteff dalam tahun 1929, maka pecahlah Gereja ini menjadi dua kelas, menggenapi nubuatannya pada buku Daniel di atas, dan menggenapi perumpamaan Jesus pada Injil Matius 25, Matius 13 : 24, 25 dan lain-lain.

 

Dengan demikian, maka dari antara ratusan sekte agama Kristen di akhir dunia sekarang ini, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuhlah satu-satunya Gereja yang terbagi dua kelas umat di dalamnya, dengan dua jenis faham yang saling bertentangan. Dan karena tidak ada lagi Gereja milik Allah yang lain, maka tak dapat tiada Gereja inilah yang akan menemui kegenapan dari ucapan Yahya Pewahyu berikut ini sebagai berikut :

 

“Maka naiklah amarah naga akan perempuan itu lalu pergi memerangi mereka yang tersisa dari benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan perintah-perintah Allah dan memiliki Kesaksian Jesus Kristus.” – Wahyu 12 : 17. “Sembahlah Allah karena Kesaksian Jesus itu ialah Roh Nubuatan.” – Wahyu 19 : 10 (bagian akhir).

 

Dalam nubuatan perempuan selalu melambangkan Gereja atau umat Allah. Anaknya melambangkan Jesus, karena Ia dilahirkan oleh Gereja Yahudi. Benihnya melambangkan orang-orang Kristen. Ciri-ciri dari orang-orang Kristen milik Allah di akhir dunia sekarang ini ialah pemelihara Hukum Dasar Torat dan penganut Kesaksian Jesus atau ROH NUBUATAN. Yang tersisa dari benih perempuan itu tak dapat tiada dimaksud kepada umat Allah di akhir dunia sekarang ini.

 

Sesudah Setan berhasil menguasai Penguasa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan semua pengikut setianya, lalu mereka tertinggal dalam “kegelapan sebagian”, maka berikutnya kita akan melihat bagaimana sekelompok anak-anak dara yang bijaksana itu, yang sedianya sedang disucikan, diputihkan, dan dicobai kembali jatuh karena dosa menambah-nambah dan mengurang-ngurangi dari berbagai nubuatan Alkitab yang diajarkannya. Amarah naga itu ternyata tidak begitu saja berhenti setelah kejatuhan Penguasa Gereja Advent dan para pengikut setianya.

 

Bagaimana Organisasi dari

 Anak-Anak Dara bijaksana atau Gandum itu kembali

jatuh ke bawah serangan naga

 

Sebelum meninggal dunia dalam tahun 1955, hamba Tuhan Houteff telah mengingatkan sebagai berikut :

 

          Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan kalah untuk selama-lamanya sehingga ia tidak akan memperoleh kesempatan lagi yang lain. Oleh sebab itu, keadaan pada waktu ini sangat mendesak agar setiap anggota sidang dari jam ke-sebelas secepatnya dan dengan teguh memperkuat diri melawan usaha Musuh untuk mengirimkan sebuah pukulan yang mematikan kepadanya.“ ---    Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).   

 

Amaran di atas ini telah digenapi segera setelah hamba Tuhan Victor T. Houteff meninggal dunia dalam tahun 1955. Markas Besar Davidian MAHK di Waco, Texas, USA akhirnya telah dilikwidasi dalam tahun 1962.

 

Dan sekalipun kemudian Markas Besar Davidian MAHK itu telah dibeli dan dibangun kembali semenjak dari tahun 1991 sampai kepada hari ini, kita hendaknya waspada sebab ucapan hamba Tuhan itu tidak mungkin salah. Houteff telah mengingatkan :

 

“Kita juga harus waspada dan awas, untuk menyadari bahwa pukulan itu juga akan datang secara mengejutkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai --- yaitu dari rekan-rekan penginjil yang sama, yang tidak kurang setianya daripada para imam di zaman Kristus. Lagi pula adalah terutama supaya diwaspadai, bahwa Musuh itu akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menghalangi Tuhan mengeluarkan 144.000 hamba-hamba buah pertama-Nya itu yang kini masih tersembunyi,……………………” -- Pembina Gedung Putih, hal. 34, 35 (Edisi 1999).

   

Pukulan yang kedua itu ternyata tidak lagi datang langsung dari Musuh atau naga dari Wahyu pasal 12 itu melainkan dari musuh-musuh yang tidak dicurigai, yaitu dari para penginjil, gembala-gembala, dan guru-guru yang kini berkuasa di Markas Besar Davidian SDA di Waco, Texas, USA.

 

Kita tentunya akan bertanya: Apakah sebenarnya dosa mereka itu?  Bacalah kembali ucapan Yahya Pewahyu berikut ini : ‘Saya menegaskan kepada setiap orang yang mendengar semua perkataan dari nubuatan kitab ini. Jika seseorang kelak menambahkan pada segala perkara ini, Allah akan menambahkan padanya bela-bela yang tertulis di dalam buku ini. Dan jika seseorang kelak mengeluarkan dari segala perkataan dari buku nubuatan ini, Allah akan mengeluarkan bagiannya dari buku kehidupan, dan dari kota suci itu, dan dari segala perkara yang tertulis di dalam buku ini.”Wahyu 22 : 18, 19.

 

Karena kelompok anak-anak dara yang bijaksana adalah satu-satunya umat yang sisa di waktu ini, yang menganut seluruh 7 (tujuh) pokok ajaran Reformasi di atas, maka hanya merekalah yang seharusnya mampu bernubuat atau mengajarkan seluruh nubuatan Alkitab, buku Wahyu, dan berbagai perumpamaan Jesus dari Wasiat Baru itu dengan benar.   

 

Sanksi hukum pada Wahyu 22 : 18, 19 di atas tak dapat tiada berlaku hanya kepada pada penginjil, gembala-gemba, dan guru-guru, berikut semua orang yang berafiliasi dengan  mereka itu, yang memimpin di Pusat Markas Besar Davidian di Waco, Texas, USA. Mereka itulah yang di dalam nubuatan Wahyu 14 : 5 dikategorikan sebagai anak-anak dara yang memiliki t i p u  di dalam mulutnya.  Atau juga sebagai s e k a m, yang akan dibakar bersama-sama dengan lalang pada peristiwa besar pembersihan Gereja yang akan datang.

 

Bagaimanakah nasib anak-anak

dara lainnya yang akan disucikan, diputihkan,

  dan diuji di waktu ini ?

 

Nabi Zakharia menubuatkannya sebagai berikut : “Maka seseorang akan mengatakan kepadanya : “Luka-luka apakah ini pada tanganmu? Maka akan dijawabnya : Itulah luka yang ku dapat di rumah sahabat-sahabatku. Hai pedang bangkitlah melawan gembalaKu, dan melawan orang yang paling karib kepadaKu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : Bunuhlah gembala itu, maka domba-dombanya akan tercerai-berai : maka Aku akan membalikkan tangan-Ku ke atas mereka yang kecil-kecilZakharia 13 : 6, 7.

 

Ucapan nubuatan Zakharia ini pertama sekali digenapi pada pribadi Jesus sendiri di Palestina. Demikian kata Nyonya White. Sewaktu iaitu ditanyakan kepada Sdr. Houteff diapun menjawabnya sedemikian itu. Tetapi sesudah ia meninggal, maka kita harus faham, bahwa karena semua nubuatan Wasiat Lama itu berlaku terutama bagi akhir zaman, maka nubuatan Zakharia di atas ini tak dapat tiada akan digenapi sekali lagi pada kematian hamba Tuhan Houteff  pada tahun 1955 yang lalu.

 

Ini berarti, sesudah kematian hamba Tuhan Houteff dalam tahun 1955, maka tercerai-berailah anak-anak dara yang bijaksana atau mereka yang masuk kategori gandum itu sampai kepada hari ini. Dan tidak akan ada lagi satupun Pusat Organisasi Davidian MAHK di bumi, yang berkenan pada pemandangan Allah, untuk mengendalikan mereka itu di akhir dunia sekarang ini. Tetapi atas mereka yang kecil-kecil, yaitu kelompok anak-anak dara yang masih setia, diwajibkan untuk bergantung langsung pada Jesus saja, tanpa memerlukan sesuatu Pusat Organisasinya sendiri ataupun gedung-gedung gerejanya sendiri. Tangan Tuhan masih akan terus membimbing mereka itu. Mereka dapat langsung berhubungan dengan Jesus melalui doa-doanya yang jujur, karena Allah Bapa dan Allah Anak dalam bentuk HUKUM TORAT dan ROH NUBUATAN sudah akan berada dalam jangkauan masing-masing kita,  dimanapun juga kita berada. Untuk itulah Nyonya White mengatakan : 

 

Mari kuberitahukan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya, dan dalam cara yang bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu ingin mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte sampai kepada pergerakan apa saja yang akan dibuat apabila pekerjaan itu bergerak maju di bawah pengarahan dari malaikat itu yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran (ROH NUBUATAN) yang akan diberikan kepada dunia. Allah akan menggunakan cara-cara dan sarana oleh mana iaitu akan tampak, bahwa IA sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri. Para pekerja akan terpesona oleh sarana-sarana yang sederhana yang akan digunakan-Nya untuk membuat dan memantapkan pekerjaan pembenaran-Nya.”  Testimonies to Ministers, p . 300. – (dalam kurung tambahan)

 

Malaikat itu yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran ROH NUBUATAN, kini sedang menerangi bumi, dimulai di dalam gereja-gereja kita. Malaikat itu ialah pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 (= doktrin Tongkat Gembala dari Victor T. Houteff). Pekabaran itulah yang bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga atau Roh Nubuatan dari Nyonya White, lalu menerangi bumi, dimulai di dalam dunia Kristen sendiri.  

 

 K e s i m p u l a n   A k h I r  

 

Ucapan Jesus pada Matius 24 : 21 - 22 itu ternyata mempunyai implikasi yang sangat luas bagi keselamatan kita di akhir dunia sekarang ini. Alkitab Wasiat Lama dan Wasiat Baru, kedua Saksi Allah itu, sekalipun telah  dibunuh dan disia-siakan selama 1260 tahun zaman kegelapan agama yang lalu, keduanya kini sudah hidup kembali, dan sudah berhasil berdiri di mana-mana di muka bumi ini. Tetapi Setan tampaknya tidak lagi bergairah untuk membunuh atau menyia-nyiakan kedua Saksi Allah itu kembali seperti sebelumnya. Lalu apakah yang akan dilakukannya ? Hamba Tuhan memperingatkan :

 

          Segala perkara yang dapat dilakukan melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, akan dilakukan dengan dendam yang bahkan lebih besar daripada yang telah dimanifestasikan di zaman kedatangan Kristus yang pertama, karena Iblis mengetahui, bahwa jika ia kalah sekarang, maka ia akan  kalah untuk selama-lamanya ……………………..  Pembina Gedung Putih, hal. 34.

 

Dengan dendam yang jauh lebih besar Iblis akan berusaha melawan pekabaran Allah bagi zaman ini, sebab pekabaran yang terakhir inilah yang akan menyucikan, memutihkan, dan menguji kita. Pekabaran Allah bagi zaman ini tidak lagi terbatas pada hanya pekabaran Allah bagi zamannya rasul Paulus dan rekan-rekan sesama rasulnya di masa lalu. Untuk itulah hamba Tuhan Nyonya Ellen G. White mengatakan :                     

 

“Di masa lalu Allah berbicara kepada manusia melalui mulut para nabi dan para rasul (di dalam Alkitab). Di hari-hari sekarang ini (di akhir zaman) IA berbicara kepada mereka melalui kesaksian-kesaksian dari Roh-Nya (ROH NUBUATAN). Belum pernah ada sesuatu waktu apabila Allah telah menginstruksikan kepada umat-Nya dengan sedemikian seriusnya daripada yang Ia instruksikan kepada mereka di waktu ini mengenai kehendak-Nya, serta arah perjalanan yang Ia ingin mereka tempuh.” – Evangelism, p. 255, 256 (In brackets added).

 

Di hari-hari sekarang ini Tuhan Allah Anak (JESUS) berbicara kepada kita melalui kesaksian-kesaksian dari Roh-NYA, yaitu ROH NUBUATAN.  Belum pernah Tuhan memberi petunjuk kepada umat-NYA sedemikian seriusnya seperti sekarang, khususnya mengenai kehendak-Nya dan arah perjalanan yang IA ingin kita tempuh.

 

 

 

 

                                                         

*  *  *